Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
17
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c98f5d282d49563c834fdae/cinta-tak-bisa-disalahkan-cerpen---based-on-true-story
Aku tak menyangka jika ternyata Restu menikahinya. Setengah terkejut aku sewaktu mendengar kabar itu dari kawan kecilnya, setelah hampir 3 tahun tak pernah berjumpa. Apa boleh dikata, cinta tak bisa disalahkan. Hanya saja baru aku sadar tentang arti pertanyaan-pertanyaan Restu yang terakhir dilontarkan, betapa bodohnya aku waktu itu. Tapi memang aku tidak merasa ada yang berubah d
Lapor Hansip
25-03-2019 22:37

Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)

Part 1

PROLOG

Aku takmenyangka jika ternyata Restu menikahinya. Setengah terkejut aku sewaktu mendengar kabar itu dari kawan baikku, setelah hampir 3 tahun tak pernah berjumpa. Apa boleh dikata, cinta tak bisa disalahkan. Hanya saja baru aku sadar tentang arti pertanyaan-pertanyaan Restu yang terakhir dilontarkan, betapa bodohnya aku waktu itu. Tapi memang aku tidak merasa ada yang berubah dalam tiap sikap, senyum ataupun tawanya sebulan sebelum kami berpisah. Semua tampak baik-baik saja. Ibarat petinju di atas ring, aku dipukul k.o. bukan oleh lawanku melainkan oleh rings girl!

Quote:
♡ Cerita ini secara garis besar didasarkan pada kisah yang TS alami sendiri, dengan sedikit/banyak penambahan adaptasi cerita.
♡ Semua tokoh dalam cerpen ini riil, hanya namanya disamarkan dan beberapa karakter dipertukarkan.
♡ Demikian pula setting lokasi juga riil, hanya gak bakal TS sebut nama agar tak membatasi imajinasi agan - sista pembaca.

Selamat membaca :monggo

Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)


PINDAH KOST

Kisahku ini berawal sejak aku meninggalkan kost lama yang jaraknya terlalu jauh dari kampus. Setelah 4 semester kuliah, kawan baru pun semakin banyak. Salah seorang kawan waktu itu kasih kabar kalau di rumah tempat dia nge-kost ada kamar kosong karena penghuninya sudah selesai wisuda dan memutuskan pulang kampung. Tanpa pikir panjang, sore itu aku langsung menemui ibu kostnya sepulang kuliah dan memberi DP agar tidak disewakan ke orang lain sampai aku ada waktu untuk pindahan. Rumah kost kawanku ini banyak yang ngincer soalnya, sebab jaraknya yang dekat dengan kampus, strategis dan terletak di gang yang tergolong tenang.

Di semester ke lima ini jadwal ke kampus padat banget, cuman Minggu satu-satunya hari yang bersahabat. Maka kuputuskanlah hari itu untuk memboyong barang-barangku dari kost lama ke kost an yang baru, empat hari setelah ibu kostnya kutemui. Tak sampai 2 jam semua barang sudah terangkut, berkat bantuan junior yang masih semi diplonco di awal semesternya. Semasa itu begitulah tradisi yang berlaku di kampusku, mahasiswa baru dibuat bergantung pada seniornya sampai inaugurasi di akhir semester. Jadinya mereka mudah nurut jika dikasih tugas seniornya, apalagi aku waktu itu termasuk asisten dosen.

"Gimana man? Udah beres semuanya?", tanyaku yang datang belakangan. Aku meski berpamitan dulu baik-baik sama ibu kos dan 2 temen kos yang pagi itu telat bangun nggak ikut CFD. Dulu sih belum populer Car Free Day namanya, kami biasa menyebut "ngandong", soalnya kendaraan antik berbentuk gerobak roda 2 yang ditarik kuda (Andong) itu dijadikan ikon wisata tiap minggu pagi. Jadi mereka yang pada lari pagi di simpang lima ya berbagi jalan sama andong dan sepeda, khusus di hari minggu dari jam 5 sampai jam 10 pagi. Nah, cewek-cewek biasanya sampai lokasi pada males lari dan pilih naik andong keliling kota, jadilah istilah "ngandong" itu populer sebelum CFD.

"Beres bang! Semua sudah dibersihin, barang-barang sudah semua dimasukin kamar", jawabnya bak sersan lapor ke kolonel.

Ilman namanya, mahasiswa baru yang badannya paling kekar seangkatan. Bokapnya pedagang sayur yang lumayan sukses, punya 2 truk dan 1 pick-up. Nah, pick-up itulah yang dia pakai buat nganterin barang-barangku, makanya cepet kelar kerjaan.

"Oke, makasih ya Man udah ngrepotin", kataku dengan senyum puas.

"Iya bang, nggak papa. Saya malah seneng bisa bantu Abang. Kebetulan pick-up bokap lagi nganggur pagi ini", jawab Ilman dengan sangat sopan.

"Minum-minum dulu yuk di warung!", ajakku. "Kamu udah sarapan belum?", susul tanyaku.

"Eh, makasih bang. Enggak...eh...sudah, sudah sarapan tadi", jawabnya masih agak canggung.

"E..., ini sudah semua bang?" tanyanya kemudian.

"Uwis (sudah) Man. Yo mung kuwi (hanya itu) barang-barangku", jawabku.

"Kalau gitu, saya terus pamit aja Bang. Si adik minta dijemput tadi ikutan ngandong di simpang", alibinya. Anak ini memang kata kawan-kawan seangkatannya agak songong untuk urusan njajan, prinsipnya pantang ditraktir.

"Begitu ya? Okelah Man, besok-besok kalau ada kesulitan main-main aja ke sini", kataku.

Ilman hanya mengangguk sambil tersenyum, dijabatnya tanganku sebelum membalikkan badan dan melangkah menuju pick-up yang diparkirnya di ujung gang. Aku mengiringnya hanya sampai pintu pagar kost, melihatnya hingga menaiki pick-up dari kejauhan. Begitu mau berbalik ke kamar kos, terdengar teriakan melengking memanggilku dari arah rumah seberang jalan gang.

"Aaiiik...!" bunyi itu menyebut nama panggilanku, tak asing rasanya.

Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)

Lanjutan : :monggo
part 2
part 3
part4
part5
part6
part7
part8
part9
part10
Interlog
Part11
Part12
Part13
Part14
Part15
Part16
Part17
Part18
Part19
Part20
Part21
Part22
Part23
Part24
Part25
Selembar Testimoni
Part26
Part27
Part28
Part29 Update !
Part30 Update !
Epilog (The End)
Diubah oleh wowonwae
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sunshii32 dan 9 lainnya memberi reputasi
8
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
26-03-2019 14:23
Quote:Original Posted By wowonwae
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)

Part 1

PROLOG

Aku takmenyangka jika ternyata Restu menikahinya. Setengah terkejut aku sewaktu mendengar kabar itu dari kawan kecilnya, setelah hampir 3 tahun tak pernah berjumpa. Apa boleh dikata, cinta tak bisa disalahkan. Hanya saja baru aku sadar tentang arti pertanyaan-pertanyaan Restu yang terakhir dilontarkan, betapa bodohnya aku waktu itu. Tapi memang aku tidak merasa ada yang berubah dalam tiap sikap, senyum ataupun tawanya sebulan sebelum kami berpisah. Semua tampak baik-baik saja. Ibarat petinju di atas ring, aku dipukul k.o. bukan oleh lawanku melainkan oleh rings girl!

Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)

PINDAH KOST

Kisahku ini berawal sejak aku meninggalkan kost lama yang jaraknya terlalu jauh dari kampus. Setelah 4 semester kuliah, kawan baru pun semakin banyak. Salah seorang kawan waktu itu kasih kabar kalau di rumah tempat dia nge-kost ada kamar kosong karena penghuninya sudah selesai wisuda dan memutuskan pulang kampung. Tanpa pikir panjang, sore itu aku langsung menemui ibu kostnya sepulang kuliah dan memberi DP agar tidak disewakan ke orang lain sampai aku ada waktu untuk pindahan. Rumah kost kawanku ini banyak yang ngincer soalnya, sebab jaraknya yang dekat dengan kampus, strategis dan terletak di gang yang tergolong tenang.

Di semester ke tiga waktu itu jadwal ke kampus padat banget, cuman Minggu satu-satunya hari yang bersahabat. Maka kuputuskanlah hari itu untuk memboyong barang-barangku dari kost lama ke kost an yang baru, empat hari setelah ibu kostnya kutemui. Tak sampai 2 jam semua barang sudah terangkut, berkat bantuan junior yang masih semi diplonco di awal semesternya. Semasa itu begitulah tradisi yang berlaku di kampusku, mahasiswa baru dibuat bergantung pada seniornya sampai inaugurasi di akhir semester. Jadinya mereka mudah nurut jika dikasih tugas seniornya, apalagi aku waktu itu termasuk asisten dosen.

"Gimana man? Udah beres semuanya?", tanyaku yang datang belakangan. Aku meski berpamitan dulu baik-baik sama ibu kos dan 2 temen kos yang pagi itu telat bangun nggak ikut CFD. Dulu sih belum populer Car Free Day namanya, kami biasa menyebut "ngandong", soalnya kendaraan antik berbentuk gerobak roda 2 yang ditarik kuda (Andong) itu dijadikan ikon wisata tiap minggu pagi. Jadi mereka yang pada lari pagi di simpang lima ya berbagi jalan sama andong dan sepeda, khusus di hari minggu dari jam 5 sampai jam 10 pagi. Nah, cewek-cewek biasanya sampai lokasi pada males lari dan pilih naik andong keliling kota, jadilah istilah "ngandong" itu populer sebelum CFD.

"Beres bang! Semua sudah dibersihin, barang-barang sudah semua dimasukin kamar", jawabnya bak sersan lapor ke kolonel.

Ilman namanya, mahasiswa baru yang badannya paling kekar seangkatan. Bokapnya pedagang sayur yang lumayan sukses, punya 2 truk dan 1 pick-up. Nah, pick-up itulah yang dia pakai buat nganterin barang-barangku, makanya cepet kelar kerjaan.

"Oke, makasih ya Man udah ngrepotin", kataku dengan senyum puas.

"Iya bang, nggak papa. Saya malah seneng bisa bantu Abang. Kebetulan pick-up bokap lagi nganggur pagi ini", jawab Ilman dengan sangat sopan.

"Minum-minum dulu yuk di warung!", ajakku. "Kamu udah sarapan belum?", susul tanyaku.

"Eh, makasih bang. Enggak...eh...sudah, sudah sarapan tadi", jawabnya masih agak canggung.

"E..., ini sudah semua bang?" tanyanya kemudian.

"Uwis (sudah) Man. Yo mung kuwi (hanya itu) barang-barangku", jawabku.

"Kalau gitu, saya terus pamit aja Bang. Si adik minta dijemput tadi ikutan CFD di simpang", alibinya. Anak ini memang kata kawan-kawan seangkatannya agak songong untuk urusan njajan, prinsipnya pantang ditraktir.

"Begitu ya? Okelah Man, besok-besok kalau ada kesulitan main-main aja ke sini", kataku.

Ilman hanya mengangguk sambil tersenyum, dijabatnya tanganku sebelum membalikkan badan dan melangkah menuju pick-up yang diparkirnya di ujung gang. Aku mengiringnya hanya sampai pintu pagar kost, melihatnya hingga menaiki pick-up dari kejauhan. Begitu mau berbalik ke kamar kos, terdengar teriakan melengking memanggilku dari arah rumah seberang jalan gang.

"Aaiiik...!" bunyi itu menyebut nama panggilanku, tak asing rasanya.

Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)

Continue part 2


Belum puas, bagi cendol, bagi bintang 5 bagi sundul juga siapa tau dapat getahnya


emoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundul
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
26-03-2019 14:39
Quote:Original Posted By Surobledhek746
Belum puas, bagi cendol, bagi bintang 5 bagi sundul juga siapa tau dapat getahnya


emoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundul


emoticon-Nyepi

berhubung lagi pileg, blm bisa ngelanjutin cerita, oke deh gantian baca2 tritnya pakdhe aja...
1 0
1
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
26-03-2019 14:39
Quote:Original Posted By wowonwae
emoticon-Nyepi

berhubung lagi pileg, blm bisa ngelanjutin cerita, oke deh gantian baca2 tritnya pakdhe aja...





Belum puas, bagi cendol, bagi bintang 5 bagi sundul juga siapa tau dapat getahnya

emoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundul
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
31-03-2019 23:41
Quote:Original Posted By Surobledhek746
Belum puas, bagi cendol, bagi bintang 5 bagi sundul juga siapa tau dapat getahnya

emoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundulemoticon-Sundul


:siapgan
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
18-04-2019 08:09
INTERMEDIUM

Quote:
Break Sejenak

Menuliskan sebuah cerita naratif ternyata melelahkan juga, lebih-lebih cerita yang didasarkan pada kenangan masa lalu yang sudah lama "terkubur". Seperti menggali sebidang tanah dimana di situ tersimpan pusaka keramat yang tertanam dalam posisi yang teramat dalam. Lumayan ngos-ngosan ! emoticon-Cape deeehh

Begitu pusaka ditemukan, maka harus dibersihkan ulang dari lumpur tanah yang melekat. Habis itu, meski dibersihkan lebih lanjut untuk menghilangkan karat-karat yang menempel pada logam. Bisa dengan diampelas atau pakai metode kuno pakai resep bahan-bahan alami. Begitu selesai, sudah cukup layak sebetulnya buat dipamerkan. Kesannya akan lebih natural dan klasik, sebagaimana dicari oleh para pemburu barang antik atau para penikmat seni.

Tapi di forum ini, TS perhatikan pembacanya kebanyakan kaum kekinian, ada yang memang sedang di usia belia dan ada pula yang hanya jiwanya saja yang muda emoticon-Shakehand2. Maka dari itulah sebelum TS pamerkan, meski poles sana-sini biar gak keliatan old banget tapi juga gak seperti produk new edition. Ada penambahan cerita, ada imbuhan karakter tokoh, pengaturan maju-mundurnya alur cerita dan lain sebagainya. Hal ini sekalian juga TS jadikan sarana melatih ketahanan fisik dan konsentrasi. Maka, terimakasih banyak buat para pembaca yang setia mengikuti hasil karya tulis sederhana ini. emoticon-Nyepi. Dan mohon ma'af jika masih banyak ketidaksempurnaannya, karena memang baru kali ini TS menulis karangan naratif semi-semi fiksi.

Nah, quote ini saya tulis sehubungan dengan adanya para tokoh cerita yang ternyata pada ikut membaca. Jadi TS perlu bikin semacam Pleidoi atau pembelaan agar gak terjadi kesalahpahaman. Meski di awal Part 1 udah TS kasih rambu-rambu, tapi rasanya masih ngganjel aja di hati sebab tampaknya Part 1 jarang dibaca. So, mohon ma'af yang segedhe-gedhenya deh kalau ceritanya sering ngelantur, namanya juga semi fiksi..., harap dimaklumi lah ya....brother - sister.... :terimakasih.

Alesan quote yang kedua adalah karen TS perlukan jeda sejenak untuk mengkonfirmasi semacam "bukti sejarah baru" yang harus dicermati dengan lebih seksama emoticon-cystg sehingga betul-betul teruji keotentifikasiannya (duh...ribet amat!), sehingga tak terlalu melenceng dari "benang merah"-nya cerita. Hemat TS, ini bisa menambahkan energi baru dalam melanjutkan penulisan selanjutnya :nulisah.

Alesan terakhir, Part 21 tampaknya telah menjadi titik kulminasi atau puncak stamina imaginasi otak TS. Daripada nanti jadi gak semi-fiksi lagi ceritanya, malah bisa "babak belur" TS di"gebukin" para tokoh cerita. Entah kenapa tepat di angka 21, TS takmengerti dan tak mau larut dalam rasa penasaran. Daripada nanti terjerumus dalam pikiran-pikiran mistis, pan malah jadi cerita horor nanti jadinya....emoticon-Takut.

Pokoknya jangan khawatir, TS akan tetap semangat dan bertekad menyelesaikan cerita sampai TAMAT darah penghabisan ! :merdeka:merdeka:merdeka.
Diubah oleh wowonwae
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
04-05-2019 08:13
nyimak dulu, panjang banget, baca thread, sambil dengerin lagu.
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
04-05-2019 19:54
wah, based on true story' nih gan
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
05-05-2019 20:07
numpang nongkrongin trit ente bang.
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 14
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
13-05-2019 14:35
emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan

misi gan numpang nenda dimari
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
15-05-2019 19:16
Good.. lanjutkan
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
20-09-2020 06:41
Jejak dulu gan
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
27-11-2020 21:43
Hahaa love is money
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
27-11-2020 22:36
Cinta tak bisa di salahkan, tp kadang cinta bikin salah
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
28-11-2020 18:36
Nitip jejak
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
29-11-2020 11:37
Ceritanya seru alurnya bagus bgt...bikin baperemoticon-Big Kiss
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
29-11-2020 16:27
Kalau kitah udah kebawa yg namanya cinta hidup kita udah mulai beda
0 0
0
Cinta Tak Bisa Disalahkan (Cerpen - Based on True Story)
08-12-2020 08:23
1 page. langsung ganti part aja emoticon-Ngacir2
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
senja-di-asakusa-tokyo
Stories from the Heart
hunter-pemburu-fantasy
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Heart to Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia