Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
105
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c94fbdaaf7e93387424310f/bunga-ini-untuk-siapa-pernikahan-aira
Aira menatap ponselnya dengan sekasama, dalam hitungan detik ia terus berpikir. Memilih antara pergi atau tidak. Sementara bimbingan kali ini belum tentu dosennya ada. Merupakan hal yang menyebalkan untuk Aira. “Kak, bukannya mau ke kampus?” Tanya Rezni, adik Aira. “Kamu pikir dari rumah ke kampus itu sepert
Lapor Hansip
22-03-2019 22:14

Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]


Kedatangan Setia


Aira menatap ponselnya dengan sekasama, dalam hitungan detik ia terus berpikir. Memilih antara pergi atau tidak. Sementara bimbingan kali ini belum tentu dosennya ada. Merupakan hal yang menyebalkan untuk Aira.

“Kak, bukannya mau ke kampus?” Tanya Rezni, adik Aira.
“Kamu pikir dari rumah ke kampus itu seperti dari kamar ke ruang depan? Jauh sekali, dek. Malas kali aku ke sananya juga” timpal Aira dengan santai.

Sejak mengurusi skripsi, Aira lebih sering di rumah, sebab ia melakukan penelitian masih di sekitaran kota kelahirannya. Selain hemat biaya juga agar bisa selalu bertemu dengan Ridwan, lelaki yang sangat dicintainya.

Ridwan memang tampan, ia punya gaya yang berbeda dengan yang lainnya. Ridwan adalah pemuda yang sangat mandiri di mata Aira. Ia mau kuliah di Bekasi tanpa sanak saudara satu pun. Bahkan Ridwan membuka usaha online di salah satu platform. Usahanya bisa dikatakan lancar.

Aira dan Ridwan sudah saling mengenal satu sama lain. Bukan lagi hal yang aneh jika melihat mereka sering bersama. Aira pernah berbicara dengan ibunya Ridwan tentang hubungan mereka. Satu ultimatum yang selalu diingat oleh Aira sampai sekarang adalah ‘Jangan dulu nikah sekarang, kalian masih sama-sama kuliah’ dan perkataan itu sungguh menusuk hati Aira.

Sebagai perempuan yang dewasa, di umur 21 tahun sudah sewajarnya mengharapkan keseriusan dari pasangannya. Termasuk Aira. Ia bertahan sampai sejauh ini hanya demi cintanya kepada Ridwan. Telah banyak teman Aira yang member saran untuk meninggalkan Ridwan, tapi Aira masih saja keras kepala.

Setelah lama berpikir antara pergi atau tidak, akhirnya Aira memutuskan untuk pergi ke kampus. Kampus Aira ada di Jakarta, sehingga ia harus pergi naik kereta dari Bekasi ke Jakarta. Ini sebenarnya sudah menjadi rutinitas bagi Aira, tapi lama tidak ke kampus, itulah yang menjadikannya malas kembali.

“Iya, dek. Kakak sore ini pergi ke Jakarta. Bimbingannya besok sore, kok”
“Nah, gitu dong jangan malas mulu. Biar cepet lulus, kan” Rezni berlalu dari kamar kakaknya.

Papa dan mama mereka sibuk bekerja, mereka lebih sering di rumah bersama pembantunya. Rezni pun sekolahnya di sekolah internasiona di Bekasi, jadi jarang di rumah kerena jadwal di sekolah sangat penuh.

“Dek, kamu gak ada les sore ini? Kakak pergi dulu ya. Kakak udah WhatsApp mama, pergi dulu ya. Hati-hati di rumah!”
“Oke, siap bos!”

Keluarga ini termasuk keluarga bahagia, walau jarang ada di rumah, mereka selalu ada waktu untuk menghabiskan waktu bareng keluarga, walaupun itu hanya sehari dalam seminggu. Komunikasi antar keluarga pun terjalin dengan baik.

Di antara banyaknya perjalanan yang kulakukan, aku tidak pernah berani pergi sendiri selain karena tekad yang kuat.


***

Mentari senja menutup hari kala itu, sinarnya membawa pulang papa Aira ke rumah. Mama Aira pun sama, pulang saat menjelang adzan magrib.

“Assalamualaikum,” ucap kedua orang tua Aira. Papa Aira melihat ke sekeliling rumah, mengecek setiap ruangan. Tidak ada seorang pun ada di dalam rumah.

“Papa pasti nyari kakak, padahal ada adek di sini” ujar Renzni dengan wajah yang kecewa.

“Enggak lah, papa sudah tahu kalau kakak pergi mau bimbingan besok, kamu sudah mandi?” Tanya papanya.

“Sudah dong, papa”

“Ya udah tunggulah di mushola, papa sama mama segera ke sana ya”

Tak berselang lama, mereka mngerjakan solat magrib berjamaah. Hidup dalam lingkungan orang-orang baik memang menyenangkan. Selalu ada hikmah dibalik itu semua.

Bagaimana tidak betah jika di dalam keluarga selalu ada keharmonisan dan keromantisan. Teentunya menjadi keluarga bahagia adalah idaman setiap manusia.

Selepas solat magrib, sudah menjadi kebiasaan keluarganya Aira untuk makann malam bersama. Meski sekarang suasanya berbeda, tidak ada Aira mala mini.

Di meja makan mewah dan semua peralatan yang serba mewah selalu terpampang di setiap sudut ruangan. Papa Aira memang pekerja keras, tidak heran jika banyak barang mewah di dalamnya.

Saat mereka bertiga sedang menikmati makan malam. Di depan ada yang mngetuk pintu. Terpaksa makan harus dihentikan dulu. Papa Aira segera membuka pintu untuk memastikan siapa yang datang.

Ada rasa haru dan bangga ketika papa Aira membuka pintu depan, ia kedatangan tamu jauh dari Bandung. Perjalanan dari Bandung ke Bekasi bukanlah perjalanan yang sebentar. Tapi demi niat baik, mereka pun bisa sampai dengan selamat.

“Lah, bapak ke sini hanya berdua?” Tanya papa Aira dengan isyarat mempersilakan duduk.
“Iya, berdua saja”

Merasa tidak enak jika sendirian, akhirnnya papa Aira meminta mama Aira untuk menemani. Tamu ini seorang yang sudah tidak asing lagi bagi orang tua Aira. Mereka saling mengenal saat perjalanan haji ke baitullah beberapa tahun yang lalu.

“Alhamdulillah bapak, mas, lama tidak berjumpa. Apa kabarnya ibu di Bandung?” Tanya mama Aira pada Pak Kosim.
“Luar biasa baik, Mbak. Mbak juga sehat kan sekeluarga?”
“Alhamdulillah, sehat saja pak” jawab mama Aira.

Beberapa obrolan seputar masa-masa naik haji pun mereka bicarakan. Sementara Mas Setia terus melihat-lihat, seperti sedang menunggu seseorang yang tak kunjung datng.

“Mbak Lina, Aira ke mana? Kenapa tidak kelihatan dari tadi?” pak Kosim bertanya pada mama Aira.
“Aira lagi ke Jakarta, pak. Alhamdulillah anak saya mau selesai kuliah. Tadi siang berangkat untuk ikut bimbingan mendadak. Aira gak akan pulang, insya Allah nginep di kosannya” senyum mama Aira begitu memperlihatkan keramahannya.

Mas Setia mendengarkan ucapan mama Aira, ada wajah kekecewaan yang tidak bisa ditutupinya. Sejujurmya ia ingin bertemu dengan Aira, gadis yang ia cintai sejak pertemuannya di masjid agung itu.

“Oh iya, saya mau membicarakan tujuan sebenarnya saya ke sini. Saya bermaksud melamar anak sampean untuk saya jadikan mantu. Anak saya yang ini suka sama anak sampean, pak” ucap pak Kosim sambil menunjuk kea arah Setia.

“Untuk masalah itu, saya tidak bisa member kepastian, tapi saya coba akan bicarakan dulu dengan anak saya, pak. Gimana baiknya. Anak saya juga masih menyelesaikan dulu kuliahnya."

“Mas Setia, memangnya kalian sudah saling mengenal jauh?”

“Tidak bu, saya waktu itu ketemu dengan Aira di masjid agung Bekasi, waktu itu saya sedang ada acara di sekitar sana. Mulai dari sana saya jatuh cinta dan kepikir terus tentang dia. Akhirnya saya solat istikhoroh dan jawabannya saya tetap melamar anak ibu. Saya sudah titipkan surat lewat seseorang, tapi mungkin suratnya tidak sampai” ucap Setia dengan lantang dan mencoba meyakinkan orang tua dari Aira.

Mendengar ucapan dari Setia, pemuda yang berparas sederhana serta memiliki ilmu yang sangat luar biasa di mata agama, mama dan papa Aira sungguh bahagia.


***

"Ra, gimana hubungan kamu dengan Ridwan?" Tanya Risa-sahabat kuliah Aira yang tidak pernah telat nanyain kabar Aira dengan doi.

"Baik-baik aja, Sa. Kalo aku nikah nanti, jangan lupa ya harus dateng, kamu harus dateng bawa pasangan kamu. Titik" paksa Aira.

"Alangkah jahatnya kamu, Ra. Aku pacar aja gak punya, apa lagi calon. Aduh pusing deh cuman buat nyari partner ke undangan doang padahal. Payah."

"Makanya jangan tanyain nikah mulu, lagi proses nih. Yang penting sama-sama lulus aja dulu. Haha biar bebas nantinya nikah deh" ucap Aira sambil terbahak-bahak.

Setelah bimbingan selesai. Aira ingin sekali segera pulang, di kosan gak ada kerjaan juga. Mana sepi dan tidak ada wifi gratis. Kalau di rumah, Aira bisa seenaknya.


to be continued di kolom berikutnya..

Diubah oleh brina313
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 24 lainnya memberi reputasi
23
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 5
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
22-03-2019 22:17
Diubah oleh brina313
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
22-03-2019 22:34
Wahaaha..Aira...nyari Wi-Fi ya
2 0
2
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
22-03-2019 22:36
iya. habisnya mahal di kota tuh hihihi
2 0
2
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
22-03-2019 22:50
Quote:Original Posted By brina313
tadinya mau dibikin mellow bener. tapi gimana besok deh😢


Quote:Original Posted By aniesday
Wahaaha..Aira...nyari Wi-Fi ya


Quote:Original Posted By brina313
iya. habisnya mahal di kota tuh hihihi


Akhirnya bisa masuk juga.. Udah kirim cendol tuh ha ha
3 0
3
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
22-03-2019 22:51
yeeeeee.. terima kasih cendolnya heheeheh 😂😂😂
3 0
3
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
22-03-2019 22:51
berapa cendol brinnn...ada nyendolin text?
2 0
2
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
22-03-2019 22:54
Quote:Original Posted By aniesday
berapa cendol brinnn...ada nyendolin text?


Aiiiissshhh.. bunda mah. Mana ada pangeran di sini 😢😢😭😭
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
23-03-2019 00:12
Quote:Original Posted By brina313
Aiiiissshhh.. bunda mah. Mana ada pangeran di sini 😢😢😭😭


Saya teh pangeran dari kegelapan, dunia kedelapan planet hala emoticon-Cool
0 0
0
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
23-03-2019 06:16
hallo pangeran bakstiarr
0 0
0
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
24-03-2019 06:48
untukku ajalah bunganya, 😉😉
0 0
0
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
26-03-2019 03:02
hsy brina, bunda nongol nih maaf baru bisa mampir ya
1 0
1
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
26-03-2019 03:02
Quote:Original Posted By YenieSue0101
untukku ajalah bunganya, 😉😉


Quote:mau lah siapa nolakemoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
30-03-2019 01:00
Quote:Original Posted By brina313
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
Sumber gambar : https://pixabay.com/id/photos/karang...a-ungu-690657/

Kedatangan Setia


Aira menatap ponselnya dengan sekasama, dalam hitungan detik ia terus berpikir. Memilih antara pergi atau tidak. Sementara bimbingan kali ini belum tentu dosennya ada. Merupakan hal yang menyebalkan untuk Aira.

“Kak, bukannya mau ke kampus?” Tanya Rezni, adik Aira.
“Kamu pikir dari rumah ke kampus itu seperti dari kamar ke ruang depan? Jauh sekali, dek. Malas kali aku ke sananya juga” timpal Aira dengan santai.

Sejak mengurusi skripsi, Aira lebih sering di rumah, sebab ia melakukan penelitian masih di sekitaran kota kelahirannya. Selain hemat biaya juga agar bisa selalu bertemu dengan Ridwan, lelaki yang sangat dicintainya.

Ridwan memang tampan, ia punya gaya yang berbeda dengan yang lainnya. Ridwan adalah pemuda yang sangat mandiri di mata Aira. Ia mau kuliah di Bekasi tanpa sanak saudara satu pun. Bahkan Ridwan membuka usaha online di salah satu platform. Usahanya bisa dikatakan lancar.

Aira dan Ridwan sudah saling mengenal satu sama lain. Bukan lagi hal yang aneh jika melihat mereka sering bersama. Aira pernah berbicara dengan ibunya Ridwan tentang hubungan mereka. Satu ultimatum yang selalu diingat oleh Aira sampai sekarang adalah ‘Jangan dulu nikah sekarang, kalian masih sama-sama kuliah’ dan perkataan itu sungguh menusuk hati Aira.

Sebagai perempuan yang dewasa, di umur 21 tahun sudah sewajarnya mengharapkan keseriusan dari pasangannya. Termasuk Aira. Ia bertahan sampai sejauh ini hanya demi cintanya kepada Ridwan. Telah banyak teman Aira yang member saran untuk meninggalkan Ridwan, tapi Aira masih saja keras kepala.

Setelah lama berpikir antara pergi atau tidak, akhirnya Aira memutuskan untuk pergi ke kampus. Kampus Aira ada di Jakarta, sehingga ia harus pergi naik kereta dari Bekasi ke Jakarta. Ini sebenarnya sudah menjadi rutinitas bagi Aira, tapi lama tidak ke kampus, itulah yang menjadikannya malas kembali.

“Iya, dek. Kakak sore ini pergi ke Jakarta. Bimbingannya besok sore, kok”
“Nah, gitu dong jangan malas mulu. Biar cepet lulus, kan” Rezni berlalu dari kamar kakaknya.

Papa dan mama mereka sibuk bekerja, mereka lebih sering di rumah bersama pembantunya. Rezni pun sekolahnya di sekolah internasiona di Bekasi, jadi jarang di rumah kerena jadwal di sekolah sangat penuh.

“Dek, kamu gak ada les sore ini? Kakak pergi dulu ya. Kakak udah WhatsApp mama, pergi dulu ya. Hati-hati di rumah!”
“Oke, siap bos!”

Keluarga ini termasuk keluarga bahagia, walau jarang ada di rumah, mereka selalu ada waktu untuk menghabiskan waktu bareng keluarga, walaupun itu hanya sehari dalam seminggu. Komunikasi antar keluarga pun terjalin dengan baik.

Di antara banyaknya perjalanan yang kulakukan, aku tidak pernah berani pergi sendiri selain karena tekad yang kuat.


***

Mentari senja menutup hari kala itu, sinarnya membawa pulang papa Aira ke rumah. Mama Aira pun sama, pulang saat menjelang adzan magrib.

“Assalamualaikum,” ucap kedua orang tua Aira. Papa Aira melihat ke sekeliling rumah, mengecek setiap ruangan. Tidak ada seorang pun ada di dalam rumah.

“Papa pasti nyari kakak, padahal ada adek di sini” ujar Renzni dengan wajah yang kecewa.

“Enggak lah, papa sudah tahu kalau kakak pergi mau bimbingan besok, kamu sudah mandi?” Tanya papanya.

“Sudah dong, papa”

“Ya udah tunggulah di mushola, papa sama mama segera ke sana ya”

Tak berselang lama, mereka mngerjakan solat magrib berjamaah. Hidup dalam lingkungan orang-orang baik memang menyenangkan. Selalu ada hikmah dibalik itu semua.

Bagaimana tidak betah jika di dalam keluarga selalu ada keharmonisan dan keromantisan. Teentunya menjadi keluarga bahagia adalah idaman setiap manusia.

Selepas solat magrib, sudah menjadi kebiasaan keluarganya Aira untuk makann malam bersama. Meski sekarang suasanya berbeda, tidak ada Aira mala mini.

Di meja makan mewah dan semua peralatan yang serba mewah selalu terpampang di setiap sudut ruangan. Papa Aira memang pekerja keras, tidak heran jika banyak barang mewah di dalamnya.

Saat mereka bertiga sedang menikmati makan malam. Di depan ada yang mngetuk pintu. Terpaksa makan harus dihentikan dulu. Papa Aira segera membuka pintu untuk memastikan siapa yang datang.

Ada rasa haru dan bangga ketika papa Aira membuka pintu depan, ia kedatangan tamu jauh dari Bandung. Perjalanan dari Bandung ke Bekasi bukanlah perjalanan yang sebentar. Tapi demi niat baik, mereka pun bisa sampai dengan selamat.

“Lah, bapak ke sini hanya berdua?” Tanya papa Aira dengan isyarat mempersilakan duduk.
“Iya, berdua saja”

Merasa tidak enak jika sendirian, akhirnnya papa Aira meminta mama Aira untuk menemani. Tamu ini seorang yang sudah tidak asing lagi bagi orang tua Aira. Mereka saling mengenal saat perjalanan haji ke baitullah beberapa tahun yang lalu.

“Alhamdulillah bapak, mas, lama tidak berjumpa. Apa kabarnya ibu di Bandung?” Tanya mama Aira pada Pak Kosim.
“Luar biasa baik, Mbak. Mbak juga sehat kan sekeluarga?”
“Alhamdulillah, sehat saja pak” jawab mama Aira.

Beberapa obrolan seputar masa-masa naik haji pun mereka bicarakan. Sementara Mas Setia terus melihat-lihat, seperti sedang menunggu seseorang yang tak kunjung datng.

“Mbak Lina, Aira ke mana? Kenapa tidak kelihatan dari tadi?” pak Kosim bertanya pada mama Aira.
“Aira lagi ke Jakarta, pak. Alhamdulillah anak saya mau selesai kuliah. Tadi siang berangkat untuk ikut bimbingan mendadak. Aira gak akan pulang, insya Allah nginep di kosannya” senyum mama Aira begitu memperlihatkan keramahannya.

Mas Setia mendengarkan ucapan mama Aira, ada wajah kekecewaan yang tidak bisa ditutupinya. Sejujurmya ia ingin bertemu dengan Aira, gadis yang ia cintai sejak pertemuannya di masjid agung itu.

“Oh iya, saya mau membicarakan tujuan sebenarnya saya ke sini. Saya bermaksud melamar anak sampean untuk saya jadikan mantu. Anak saya yang ini suka sama anak sampean, pak” ucap pak Kosim sambil menunjuk kea arah Setia.

“Untuk masalah itu, saya tidak bisa member kepastian, tapi saya coba akan bicarakan dulu dengan anak saya, pak. Gimana baiknya. Anak saya juga masih menyelesaikan dulu kuliahnya."

“Mas Setia, memangnya kalian sudah saling mengenal jauh?”

“Tidak bu, saya waktu itu ketemu dengan Aira di masjid agung Bekasi, waktu itu saya sedang ada acara di sekitar sana. Mulai dari sana saya jatuh cinta dan kepikir terus tentang dia. Akhirnya saya solat istikhoroh dan jawabannya saya tetap melamar anak ibu. Saya sudah titipkan surat lewat seseorang, tapi mungkin suratnya tidak sampai” ucap Setia dengan lantang dan mencoba meyakinkan orang tua dari Aira.

Mendengar ucapan dari Setia, pemuda yang berparas sederhana serta memiliki ilmu yang sangat luar biasa di mata agama, mama dan papa Aira sungguh bahagia.


***

"Ra, gimana hubungan kamu dengan Ridwan?" Tanya Risa-sahabat kuliah Aira yang tidak pernah telat nanyain kabar Aira dengan doi.

"Baik-baik aja, Sa. Kalo aku nikah nanti, jangan lupa ya harus dateng, kamu harus dateng bawa pasangan kamu. Titik" paksa Aira.

"Alangkah jahatnya kamu, Ra. Aku pacar aja gak punya, apa lagi calon. Aduh pusing deh cuman buat nyari partner ke undangan doang padahal. Payah."

"Makanya jangan tanyain nikah mulu, lagi proses nih. Yang penting sama-sama lulus aja dulu. Haha biar bebas nantinya nikah deh" ucap Aira sambil terbahak-bahak.

Setelah bimbingan selesai. Aira ingin sekali segera pulang, di kosan gak ada kerjaan juga. Mana sepi dan tidak ada wifi gratis. Kalau di rumah, Aira bisa seenaknya.


to be continued di kolom berikutnya..


Quote:Original Posted By brina313
tadinya mau dibikin mellow bener. tapi gimana besok deh😢


Quote:Original Posted By brina313
iya. habisnya mahal di kota tuh hihihi


Quote:Original Posted By brina313
yeeeeee.. terima kasih cendolnya heheeheh 😂😂😂


Quote:Original Posted By brina313
Aiiiissshhh.. bunda mah. Mana ada pangeran di sini 😢😢😭😭


Quote:Original Posted By brina313
hallo pangeran bakstiarr


emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2emoticon-Ngacir2
1 0
1
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
30-03-2019 01:11
jalan jalan mulu om. ikut dong
0 0
0
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
30-03-2019 11:10

Maaf, Kita Harus Putus

Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]

Sumber : https://pixabay.com/id/photos/sedih-...-hati-2042536/

Di perjalanan pulang. Aira disibukkan dengan chat dari kedua orang tuanya. Mereka khawatir jika Aira pulang sendiri dengan naik bus kota dalam keadaan hujan.

Hal biasa bagi Aira melewati kegiatannya pulang pergi sendirian. Karena kehabisan tiket, Aira naik bus.

Mau dibawa ke mana

Hubungan kita


Ku tak akan terus jalani

Tanpa ada ikatan pasti

Antara kau dan aku


Lagu Armada dengan judul Mau Dibawa Kemana seakan mewakili isi hatinya. Menunggu bukanlah perkara yang mudah bagi Aira. Di usianya yang masih muda banyak yang ingin mempersunting gadis bermata panda ini.

Namun Aira tetap saja menolak. Dengan alasan dalam hati ia punya pilihan sendiri. Ia hanya akan menikah dengan pilihannya itu.

Tapi sampai saat ini Ridwan belum juga memberi kepastian. Sebagai seorang perempuan dewasa, ia sangat ingin Ridwan segera berbicara pada kedua orang tuanya.

Sibuk dengan dunianya sendiri. Hingga Aira tidak sadar bahwa ia sudah sampai di terminal. Dia dijemput oleh adik semata wayangnya di sana.

"Hei, lama kah menunggu di sini?" tangan Rezni menepuk punggung Aira.

"Tidak, aku baru saja turun. Kamu sama mamang grab atau bawa motor?"

"Aku bawa motor, nih kuncinya. Kakak yang bawa ya!"

Mereka kalau lagi akur, ya akur. Tapi kalau sudah akur, biasanya ada maunya. Biasa, namanya juga adik kakak.

"Oke deh. Meluncur. Kita makan bakso dulu ya, di tempat biasa."

Di sepanjang perjalanan mengendarai motor menuju tempat makan bakso, Aira masih saja tidak bisa pergi dari ingatan tentang Ridwan.

Entah apa yang membuatnya selalu memikirkannya. Tidak seperti biasanya firasat buruk menghampiri.

"Kak, kemarin malam saat kakak baru saja pergi kuliah, ada tamu ke rumah"

"Siapa?"

"Gak tau, sih."

Rezni type anak yang tidak begitu suka dengan keramaian. Ia senang di dalam kamar dengan dunia bacanya. Saking sayangnya dengan Rezni, papanya memberikan ruangan khusus untuk membaca.

Tapi kali ini, Rezni peduli dengan kakaknya. Saat kedatangan tamu jauh itu, diam-diam ia mendengar pembicaraan kedua orangtuanya.

Rezni berpura-pura nonton TV. Padahal dia sedikit mendengarkan saat nama kakaknya disebut-sebut dalam pembicaraan.

"Memangnya kamu tahu dari mana?" ujar Aira sambil melihat ke arah spion motor.

"Waktu itu aku mencuri dengar saat mama papa ngobrol dengan mereka."

"Kakak mau tau sekarang, Dek!" Paksa Aira saat itu juga. Ia menepi di jalan raya.

"Aku gak berani cerita sama kakak, nanti juga kakak tau sendiri!"

Rasa penasaran Aira semakin tinggi. Ia semakin resah. Dalam hati bertanya-tanya tentang tamu itu.

Bagaimana jika mama papa Aira menyetujui lamaran itu. Aira sangat tidak ingin itu terjadi. Aira hanya ingin menikah dengan Ridwan. Tidak ada laki-laki lain yang ia cintai.

Bagi Aira, Ridwan adalah cinta pertama. Saat memasuki masanya, Ridwanlah yang mampu membuatnya jatuh cinta. Meski sikap Ridwan cuek, tapi ada rasa cinta tersembunyi di baliknya.

Selesai makan bakso dengan Rezni, Aira segera pulang. Kebetulan mama papanya sedang ada acara di luar kota, mereka hanya berdua malam ini. Terbiasa ditinggal orang tua, mereka tidak sedih. Karena pasti akan ada waktu untuk mereka bersama kembali.

Quote:Terkadang ego mengalahkan semuanya. Inginnya hanya dengan orang yang disuka. Tanpa kita ketahui apakah dia baik untuk kita, atau kah tidak.


**

Ra, aku mau bicara sesuatu sama kamu. Kita bisa ketemu besok sore di tempat biasa? Aku menunggumu, Aira.

Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Aira, pesan yang membuat Aira bertanya-tanya kembali. Biasanya Ridwan langsung menemui Aira di rumah, tapi kali ini tidak.

Ada apa dengan mereka?



To be continued...
Diubah oleh brina313
profile-picture
mmuji1575 memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
30-03-2019 11:24
Quote:Original Posted By aniesday
Siip anggep aja pilar


Pilar mah benteng 😂😂😂
0 0
0
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
30-03-2019 14:19
Menunggu cerita lanjutannya😍
1 0
1
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
30-03-2019 19:48
bisa juga bikin cerita neng🙊
2 0
2
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
04-04-2019 21:41
Antara dua pilihan memang bikin galau emoticon-Peluk
0 0
0
Bunga Ini Untuk Siapa? [Pernikahan Aira]
05-04-2019 07:07
Quote:Original Posted By haz0204
Menunggu cerita lanjutannya😍


Asiaaaapp.. segera up. Hihihi terima kasih sudah mampir emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
0 0
0
Halaman 1 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
takdir-cinta-wanita-murahan
Stories from the Heart
sulitnya-melupakan-mereka
Stories from the Heart
sate-daging
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
jeritan-hati-kuntilanak
Stories from the Heart
sayang-haruskah-telanjang
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia