Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
85
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c878a42eaab25671d3d9919/sebuah-pengorbanan
Dengan tangis tertahan, dia menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur, menutup wajahnya dengan bantal dan menangis tersedu.
Lapor Hansip
12-03-2019 17:30

Sebuah Pengorbanan

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Sebuah Pengorbanan


#part_1

Sebuah Pengorbanan



Arini membanting pintu kamar dan menguncinya dari dalam, meninggalkan Ibunya yang masih duduk teroekur di ruang duduk.


Dengan tangis tertahan, dia menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur, menutup wajahnya dengan bantal dan menangis tersedu.


Mama jahat! Mama ga sayang aku lagi! Teriak Arini dalam hati. Tangannya meremas bantal kuat-kuat.


Mama sama saja dengan Papah yang juga tak menginginkan aku ada di hidup mereka! Rintihan Arini dalam isak yang tak lagi tertahan.


Sementara di ruang duduk, Hanna pun tengah berurai air mata. Perempuan berusia empat puluh tahunan itu menutup wajah dengan kedua tangannya, menyembunyikan isak yang tak lagi dapat ia tahan.


Maafkan Mama, Nak. Mama lakukan semua ini untuk kebaikanmu, untuk kebahagiaan kamu, untuk masa depan kamu. Rintihnya dengan hati perih.


Semua bermula ketika dia menghubungi ayahnya Arini, mantan suaminya yang sudah menikah lagi dan mempunyai tiga orang anak dari istri barunya.


Hanna merasa kesal karena Rian selalu saja memberikan berbagai alasan saat dia meminta biaya untuk sekolah dan untuk sehari-hari Arini. Sekalinya memberi, jumlahnya bahkan tak cukup untuk sekedar uang jajan Arini selama satu bulan. Apalagi untuk biaya makan, ongkos sekolah, buku-buku dan berbagai kebutuhan anaknya yang harus di belinya setiap bulan.


Biasanya Hanna tak pernah sekesal ini pada Rian. Berapapun yang Rian beri, Hanna tak.mempermasalahkan. Toh, dia juga punya penghasilan walau tak besar dan kadang hanya cukup untuk makan.


Hanya saja kali ini ada satu masalah yang mau tak mau dia harus meminta kebutuhan Arini seluruhnya pada mantan suaminya itu. Masalah yang Hanna tak ingin ada seorangpun yang tahu, sampai benar-benar jelas.


“Ya udah kalau kamu ga sanggup ngurus lagi Arini, biar aku yang urus! Lagian sebentar lagi Arini masuk SMP kan?” Ucap Rian via telpon.


“Bang, aku cuma minta dua atau tiga bulan ini Abang mengirim uang lebih buat Arini. Abang tanggung semua kebutuhan Arini perbulan karena aku sedang butuh uang. Setelah dua tiga bulan, ga pa-pa Abang mengirim semau Abang seperti selama ini,” akhirnya emosi Hanna tersulut juga mendengar ucapan dan nada suara mantan suaminya itu.


“Iya aku ngerti! Itu sama aja artinya kamu udah ga mau ngurus Arini kan? Bilang sama Arini bulan depan dia aku jemput, sekolah bersamaku, bersama adik-adiknya tinggal sama ibu yang mau mengurusnya dan tak mementingkan mencari uang!” Rian makin membuat emosi Hanna semakin naik


“Eh, bang, jangan sembarangan kalau ngomong! Kalau dulu Abang ga menelantarkan aku, aku bakalan tetap di rumah! Ga bakalan kerja cari uang buat makan!” Hanna setengah berteriak.


Untung saja saat itu Arini masih di sekolah sehingga dia tak mendengarnya.


“Dan tolong Abang pikirkan, kalau aku ga mencari nafkah, apa yang akan di makan Arini? Meminta-minta kepada orang lain? Atau minjem sana-sini tanpa tahu kapan Abang memberi uang buat membayarnya!” Lanjut Hanna dengan suara yang sengaja dia tekan begitu rupa.


Suara di seberang telpon terdiam. Hanya terdengar dengus nafasnya menandakan dia mendengarkan ucapan Hanna barusan.


Dan bukan Rian namanya kalau dia mau menerima kesalahannya. Dia tetap meminta Arini tinggal dengan dia, baru dia akan mencukupi kebutuhan Arini sepenuhnya.


Dan inilah akhirnya. Dengan hati berat, dia membicarakan masalah ini dengan putrinya. Mengatakan permintaan ayahnya Arini agar Arini mau tinggal bersama dia.


“Mama udah ga sayang sama aku?” Air mata Arini langsung berderai.


“Lho, kok kamu tanya begitu? Mama kan cuma tanya, kalau Arini tinggal sama papa, mau ga. Bukan karena Mama ga sayang sama Arini,” ucapnya lembut.


“Mama ga mau sama Arini lagi, Mama ga sayang Arini ….” Air mata Arini bertambah deras.


“Bukan begitu, Nak. Mama ga bakalan bilang iya sama papa Arini kalau Arini ga mau,” Hanna mencoba menjelaskan maksudnya.


“Lagi pula, coba Arini pikir. Di Jakarta itu rame. Ga sepi kayak di sini. Banyak mall, banyak bioskop, Arini bisa main kemana saja yang Arini sekarang ini hanya lihat di TV. Dan di sana semua kebutuhan dan keinginan Arini bisa Arini dapet dengan mudah.” Ucap Hanna.


“Kan Papah Arini lebih banyak uangnya di bandingkan Mama, Arini bakal makan enak tiap hari,” sambungnya lagi.


“Arini juga bakal ….”


“Pokoknya Arini ga mau ikut papa!” Arini memotong ucapan Hanna.


“Mama jahat, Mama ga sayang lagi sama Arini!” Teriaknya dengan air mata kian membanjir. Arini berdiri, menghentakkan kakinya dan berlari ke kamar dan membanting pintu kamarnya.


“Arini, buka pintunya, Nak. Mama ga bakalan biarin Arini tinggal sama papa kalau Arini ga mau,” Hanna mengetuk pintu kamar anaknya  setelah beberapa lama dia hanya tercenung sendiri.


Hanna akhirnya melangkah lunglai meninggalkan pintu kamar anaknya setelah beberapa lama berdiri terpaku dan pintu itu tak kunjung terbuka.


Dengan perasaan bercampur aduk, Hanna menjatuhkan tubuh letihnya di atas pembaringan. Perlahan, pandangannya kabur, karena matanya dipenuhi cairan bening yang mendesak keluar tanpa bisa ia tahan.


“Nak, seandainya kamu tahu apa sebenarnya alasan Mama memintamu tinggal dengan Papamu ….” rintih Hanna dalam hati.


Air mata itu akhirnya menetes, meluncur di pipinya, disusul isak tertahan Hanna.
Diubah oleh astian.rachman
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 5
Sebuah Pengorbanan
12-03-2019 17:35
ceritanya Bagus gan, sumbernya mana gan
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
12-03-2019 17:41
Quote:Original Posted By sultanmasikeren
ceritanya Bagus gan, sumbernya mana gan


Sumber ceritanya dari imajinasi😁
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
12-03-2019 18:03
Quote:Original Posted By astian.rachman
Sumber ceritanya dari imajinasi😁


Wah gitu ya,, yaudah aing pasang tenda deng disini emoticon-Big Grin
2 0
2
Sebuah Pengorbanan
12-03-2019 18:18
Quote:Original Posted By sultanmasikeren
Wah gitu ya,, yaudah aing pasang tenda deng disini emoticon-Big Grin


Siap gan
Jangan lupa bawa selimut Ma kopi😁
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
12-03-2019 20:45
Wah keren ceritanya, jadi serasa ada didalam cerita tersebut
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
12-03-2019 21:10
Quote:Original Posted By h4dewa
Wah keren ceritanya, jadi serasa ada didalam cerita tersebut


Terima kasih😁
Masih banyak kekurangan.
Terima kritik dan saran😁
2 0
2
Sebuah Pengorbanan
17-03-2019 07:39
udah mampir say, tengokin punyaku jg yaa
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
17-03-2019 07:43
Wah sedih ya
2 0
2
Sebuah Pengorbanan
17-03-2019 07:59
Mantullllll dan Josss gandos kotos kotos mbledos
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
17-03-2019 09:31
Ceritanya sesuai dengan cuaca hari ini, mendung2 gimana gitu 😃
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
17-03-2019 18:14
Quote:Original Posted By idaalfaqieh
udah mampir say, tengokin punyaku jg yaa


Siappp
0 0
0
Sebuah Pengorbanan
17-03-2019 18:15
Quote:Original Posted By TaraAnggara
Ceritanya sesuai dengan cuaca hari ini, mendung2 gimana gitu 😃


Di Garut malah hujan dari subuh ga berhenti
0 0
0
Sebuah Pengorbanan
17-03-2019 18:15
Quote:Original Posted By ndutsetiawan
Mantullllll dan Josss gandos kotos kotos mbledos


Hahaha...bisa aja nih😁
0 0
0
Sebuah Pengorbanan
17-03-2019 18:15
Quote:Original Posted By erina79purba
Wah sedih ya


Sedih bangeeeettt
0 0
0
Sebuah Pengorbanan
17-03-2019 18:34
oh tambah mewek deh
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
19-03-2019 19:01
Mbak gambarnya di buat center ya, biar rapi
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
24-03-2019 07:00
lanjut terus mbak ceritanya
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
24-03-2019 16:43
Quote:Original Posted By erina79purba
oh tambah mewek deh


Cup...cuppp
0 0
0
Sebuah Pengorbanan
27-03-2019 21:50
Mengalir..manis dan menyedihkan
1 0
1
Sebuah Pengorbanan
28-03-2019 00:17
Apa alasannya?
1 0
1
Halaman 1 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
harusnya-kita-bahagia
Stories from the Heart
death-among-us
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia