Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
94
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c78a4c165b24d63fc211bb4/gerbang-iblis--pemujaan-setan-horor-story
Kisah Keluarga Seorang Peruqyah yang bernama Zaki Abdul Ikhsan yang mengharuskan dirinya mengobati setiap orang yang terkena gangguan jin dan seitan. pada suatu kasus dia harus menghadapi seorang anak perempuaan yang terkena sihir dan mengharuskan dirinya untuk mengobati perempuan tersebut sehingga
Lapor Hansip
01-03-2019 10:19

[TAMAT] GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Past Hot Thread
Quote:
SETIAP EPISODE ADA DI SINI


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

DESKRIPSI

JANGAN LUPA RATE DAN KOMENNYA YA AGAN-AGAN SEKALIAN. emoticon-Keep Posting Gan PLEASE YOU SHARE AND ENJOY FOR MY HORROR STORY

Untuk Reader yang budiman dimohon pengertiannya untuk tidak menyalin/mengcopy cerita ini tanpa ijin dari author karena menulis itu butuh perjuangan maka hargailah setiap karya orang dengan menjadi reader yang baik dan benar xDemoticon-Cendol Ganemoticon-Keep Posting Gan emoticon-Cendol Gan

Quote:
INDEX


Klik here!


Quote:
Spin-off Gerbang Iblis Cek DISINI


THANKS FOR READING!



GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
Quote:
Bagi yang ingin membaca versi wattpad silahkan klik DISINI

THANK YOUemoticon-I Love Kaskus

emoticon-Rate 5 Star Klik subscribe juga untuk mengikuti perkembangan setiap episode oke!
Diubah oleh robbyrhy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sriwijayapuisis dan 20 lainnya memberi reputasi
21
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
01-03-2019 10:27

EPISODE 5

Hallo agan-agan yang udh nunggu updatean mimin xD emoticon-Big Kissemoticon-Cendol Gan

Kali ini mimin update episode ke 5 nih dari GERBANG IBLIS YANG PENASARAN MAKIN PENASARAN XD

Dari pada banyak BACOT XD LANGSUNG AJA YUK DI BACA.

HAPPY READING!!


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Zainab-pun shock mendengar ucapan jin yang merasuki tubuh istri dari anaknya itu.


“Allah bersama orang-orang yang beriman engkau pantas di lukai dan di sakiti wahai iblis laknatullah” Teriak zainab menentang jin tersebut.


Mendengar ucapan tersebut membuat jin tersebut semakin marah ia kemudian dengan cepat merayap ke atas lampu dan meloncat dari lampu tersebut ke arah zainab sambil memegang puing kaca yang telah ia siapkan untuk menusuk keras tubuh zainab.

GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

“Apa sekarang ada yang melindungi mu wahai ibu tua? cepat minta perlindungan kepadanya untuk melawanku!!” teriaknya keras sampai teriakannya tersebut menggoyangkan seisi kamar zainab sehingga menyebabkan semua barang-barang yang ada di dalamnya hancur berantakan.


dengan menggunakan tubuh maya jin tersebut kemudian melompat dan..


“BRAKKK” puing kaca tersebut di tancapkannya.


“Arghhhh”


Namun zainab dapat menghindar dari serangan tersebut karena ia menggulingkan badannya ke arah samping.


maya kemudian menengok ke arahnya, matanya yang penuh dendam semakin memperlihatkan wujud asli dari jin tersebut. Zainab tahu betul sepertinya jin tersebut sangat membenci keluarganya.


“Apa yang kamu inginkan dari dia, aku dan keluarga anakku?” tanya zainab dengan nada marah.


Ia hanya tersenyum jahat kemudian menarik kembali kaca yang telah tertancap di lantai kayu tersebut.


“Crekkk” (suara kaca yang di cabut)


“Kata mu apa?” Jin tersebut kembali bertanya sambil berdiri dan menggengam kencang kaca yang sangat tajam tersebut. dengan wajah menyeramkan dan di penuhi darah maya melangkah mendekati zainab.


“Yang aku mau adalah membunuhmu” Ucapnya keras sambil menaikan puing kacang terebut menggunakan kedua tangannya layaknya ingin menancapkan tongkat di tanah.


“Matilah kau!” Teriakan keras di sertai gunjangan yang begitu hebat membuat seisi kamar hancur berantakan.


“Allahu akbar... allahhu akbar...”


Belum sempat ia melukai zainab tiba-tiba adzan subuh berkumandang. Jin yang ada dalam tubuh zainab kesakitan. melihat peristiwa tersebut membuat zainab semakin percaya akan pertolongan allah.


“Aaaaaaa” teriak Jin tersebut kemudian keluar dari badan maya.


“Brakkk!” Tubuh maya pun langsung terjatuh.


Saat itu juga zainab berusaha membangunkan badannya untuk menolong maya.


“Arghh” namun rasa sakit pada tubuhnya membuatnya tak mampu untuk bangun. Badannya lemas, kepalanya bertambah pusing, di tambah lagi darah yang masih terus keluar dari kepalanya.


***


Sementara itu Zakipun tiba-tiba terbangun dari tidurnya saat mendengar adzan subuh.


“Astagfirullah aku ketiduran.” Wajahnya panik takala ia melihat jam menunjukan pukul 04:30 Ia langsung berfikir tentang ibunya. pikirannya makin tak karuan.


“Lebih baik aku sholat subuh dulu sebelum kembali melanjutkan perjananan.” ucapnya dalam hati. sebelum ia mencari masjid tiba-tiba pemilik rumah tersebut keluar sambil membawa sajadah dan juga mukena.


“Hei kamu siapa?” Tanya seorang wanita tua pemilik rumah.


“Aku zaki mohon maaf aku mengagetkanmu bu.” jawabnya


“Ngapain kamu di depan rumah saya kaya maling saja” Tanyanya lagi dengan wajah yang begitu sinis.


“oh iya, sekali lagi saya minta maaf bu saya tadi numpang berteduh karena hujan lebat pas saya berteduh saya sampai ketiduran di kursi ibu, sekali lagi maaf ya bu saya juga gak enak kalau harus menggangu ibu dengan mengetuk pintu ibu karena kan memang sudah malam jga jd saya pikir malah nantinya saya mengganggu waktu istirahat ibu.” Jelasnya.


Wanita tersebut tidak bertanya apapun lagi kepada zaki ia terus memperlihatkan mimik wajah yang sinis kepadanya. Lalu pergi meninggalkan jaki sambil nyeloteh “Anak sekarang gak punya sopan santun”

Mendengar celotehan tersebut semakin membuat zaki merasa bersalah kemudian ia pergi dari kediaman wanita tersebut dan mencari musolah terdekat untuk dia sholat subuh.



Sesampainya di Musolah zaki mendengar warga setempat sedang membicarakan kematian seorang wanita.


“Tau ga? Bu lela yang judes itu kemaren malem mati bunuh diri di danau.” ucap zalah seorang warga di situ.


setelah menguping pembicaraan tersebut kemudian ia menghampiri warga di situ.


“Bu lela itu yang tinggal dirumah sana?” Tanya zaki sambil menujuk arah jalan menuju rumah wanita yang ia jadikan tempat berteduh semalam.


“Iya benar mas” Jawab mereka.


“Mati bunuh diri? Tidak mungkin, saya baru saja berbincang sama beliau tadi sebelum saya berangkat ke sini.” Ujar zaki penuh keheranan.


Warga setempat memperhatikan zaki dan kembali bertanya.


“kamu orang mana? Saya belum oernah lihat kamu sebelumnya?”


“Oh iya, saya zaki jadi tadi malam saya berteduh di rumah tua di tepi jalan sana dan saat subuh tadi saya bertemu wanita tua juga dan dia pemilik rumah tersebut. Mana mungkin dia sudah mati? karena baru saja saya tadi bertemu dengannya.” Jawab zaki


Warga tersebut kemudian berasumsi bahwa arwah lela gentayangan karena semasa hidupnya dia seorang pendukun.


“Pendukun? “ tanya zaki keheranan.


“Iya mas, banyak banget orang yang mati sama dia karena ulahnya nyantet sama guna-guna orang”


Saat warga tersebut berbicara seperti itu kemudian zaki bertanya kembali. “Kalau dia pendukun kenapa saya tadi bertemu dangannya dan dia membawa sajjadah dan mukena untuk sholat?”


Warga tersebut kemudian kembali menjawab bahwa lela adalah pendukun munafik dia kerap kali melakukan ibadah sholat untuk menutup-nutupi profesinya tersebut.


Setelah obrolan singkat tersebut kemudian mereka semua masuk ke mushola untuk melaksanakan sembahyang subuh.


Usai sholat subuh kemudian zaki melanjutkan perjalanannya. Jam menunjukan pukul 05:30 dia telah memperkirakan akan sampai ke rumah pada pukul 06:15.



***


Sesampainya di rumah Zaki terkejut melihat jendela rumah ibunya yang pecah, pintu rumahnya yang terbuka, dan juga pada saat ia masuk ke dalam semua keadaannya sangat kacau. barang-barang di rumahnya hancur bahkan sudah seperti gudang yang tak terurus.


“Ibuu!!” Teriak zaki sambil berlari dan masuk menuju kamar ibunya.


Betapa terkejutnya dia tatkala melihat ibu dan juga istrinya yang berbaring tak berdaya dengan darah yang sangat banyak menyelimuti keduanya.


Zaki menangis tak henti-hentinya setelah di cek urat nadinya ternyata mereka berdua sudah tidak bernafas lagi.


Bagaimana bisa 2 orang yang ia sayangi pergi begitu cepat.

Saat melihat jenazah sang istri yaitu, Maya zaki melihat keganjalan di mana wajah maya sama persis seperti sisil. (Sama di maksudkan disini ialah semua bekas luka dan juga memar di wajahnya sama seperti kondisi sisil saat itu) setelah itu zaki-pun berasumsi bahwa yang di maksud ibunya saat itu adalah ini.

“Maya di sihir sama seperti sisil” Ujar zaki dalam hati.


Setalah itu zaki-pun segera mengurus jenzah mereka.


“Yang sabar ya pak”

Semua warga yang datang ke kediaman zaki turut berbelasungkawa atas kematian ibu dan juga istrinya yang tidak di duga tersebut.


1BULAN KEMUDIAN.


Setelah kejadian itu Zaki seakan terauma dan dirinya bertekad tidak akan mau mengobati orang-orang lagi yang terkena gangguan jin atau sihir dan santet sekalipun. Namun kala itu Malik, teman yang sudah di anggap seperti keluarganya sendiri kembali menghubungi zaki.


“Tring’!!” (Suara telepon berdering)


Zaki pun mengangkat telepon tersebut.


“Hallo, assalamualaikum malik ada apa tumben menelopon nih.?” tanyanya.


“Zaki aku mau meminta bantuanmu lagi. Kali ini sangatlah serius” Ujarnya


“Bantuan apa malik? Kalau soal meruqyah lagi aku tidak mau, kau kan sudah tahu tentang itu.”


“Zaki aku mohon sekali ini saja, adik ku dafid kali ini ia mengalami gejala yang sama seperti sisil waktu itu. Apakah kamu mau membantuku?”


BERSAMBUNG….


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
profile picture
newbie
02-04-2019 03:59
Kok baper sih gan
0
profile picture
15-03-2019 16:45
Jengkel sama zaki. Kelamaan pulangnya
0
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
01-03-2019 10:25

EPISODE 2

WAKTUNYA UPDATE LAGII!!!

OH, IYA YANG KEMAREN ITU GERBANG IBLIS EPISODE 1 YA UNTUK UPDATE KALI INI AUTHOR MAU LANJUT KE EPISODE KE 2-NYA. STAY TUNE AND HAPPY READING! emoticon-Cendol Gan

GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
***



Setelah Proses Ruqyah selesai keluarga malik pun melihat kondisi jenazahnya sisil, sementara itu pria gemuk yang bersama Zaki tadi masih belum sadarkan diri. karena, takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan padanya akhirnya Adi dan Dafid membawa Pria gemuk tersebut yang tak lain adalah, Dadang adik dari suaminya sisil ke Rumah sakit. Cuaca di luar rumah masih tak bersahabat, kali ini hujan turun dengan begitu derasnya. suara gemuruh petir dan derasnya air semakin membuat setiap bulu kudu semua orang yang ada di dalam rumah tersebut merinding. apalagi saat mereka melihat jenazah sisil yang begitu menyeramkan. bercakan darah, goresan pisau, rambut yang terurus di tambah lagi wajahnya yang sudah tidak bisa di kenali lagi sebagai sisil.


Quote:“pak ustad apakah kita harus membawa Dadang ke rumah sakit?” Tanya Adi dan dafid.


belum sempat zaki membalas pertanyaan mereka. tiba-tiba Rahmat suami dari sisil menambahkan “iya pak ustad di luar juga lagi hujan deras lebih baik kita urus saja jenazah istriku dulu. kalau soal dadang biar dafid dan adi yang merawatnya.”


“oke kalau seperti itu tapi, aku meminta kepada kalian semua untuk selalu berdzikir meminta perlindungan kepada Allah agar jin dan seitan tidak mengganggu kalian lagi.” Jawab Zaki sambil menasihati semua keluarga malik.


taklama kemudian malikpun terbangun.


Quote:“Ahkk” Ririhnya.


“Malik, kau tidak apa-apa?” tanya zaki yang segera menghampiri malik dan menuntunnya untuk duduk.


“Tidak apa-apa pak ustad” Balasnya.


“Adi, Tolong ambilkan air putih untuk malik” Ujar zaki kepada Adi.


“Baik pak ustad”


setelah itu zaki pun memberikan malik air putih tersebut.


“minumlah”


Malik hanya mengangguk dengan mata yang terlihat lesuh dan badannya yang masih lemas.


Setelah Malik sadarkan diri, mereka semua pun langsung membereskan Jenazah Sisil dan akan menguburkannya besok pagi.


***



Malam Harinya.


“Zaki, ini upah yang telah aku janjikan kepadamu. karena kamu telah menolong adikku.” Ujar Malik sambil memberikan amplop berupa uang.


Zaki memang seorang peruqyah bayaran, namun dirinya terkadang malu jika harus meminta bayaran setelah mengobatin seseorang yang terkena sihir. namun apadaya, perekonomian keluarganya belum setabil jika dia tidak mendapatkan uang dari hasil pekerjaannya tersebut, apalagi Zaki tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi peruqyah.


“Terima kasih malik (sambil tersenyum) jika kau masih membutuhkan bantuanku hubungi aku saja ya.” Jawabnya


“Oh iya, aku pulang sekarang ya karena aku sudah janji sama istriku agar pulang cepat” tambah Zaki.


“hmm,, baiklah ki, sekali lagi aku berterima kasih sama kamu. kamu memang sahabat terbaikku.” Balas malik sambil memeluk zaki.


Zaki hanya tersenyum haru, goresan bekas cakaran tersebut masih terlihat jelas di wajahnya.


“Baiklah jaga dirimu baik-baik ya malik”


“Assalamualaikum”


Setelah itu Zaki-pun pulang dengan mengendarai motornya. kala itu jam menunjukan pukul 08:00, Zaki salah mengira, ia kira dirinya akan bertahan di sana sampai berhari-hari karena kasus kali ini cukup berat. namun, semua itu salah. semua bisa di kerjaannya hanya dalam waktu setengah hari saja.


Saat Zaki mengendarai motornya ia melihat sesosok pria tua sedang berjalan di depannya.


“Ngikkk”


Zaki-pun langsung menekan pedal rem pada motornya itu.


“Astagfirullah” Ucap Zaki.


Pria tua tersebut menatap ke arah zaki. pria itu juga membawa seekor ayam kampung yang sudah mati dengan darah yang masih menetes. setelah itu mereka hanya saling menatap, keringat dingin menghampiri zaki wajahnya tegang, jantungnya berdetak kencang, tubuhnya seakan kaku dan tidak dapat bergerak.


saat Zaki ingin bertanya, kakek-kakek itu langsung melanjutkan perjalanannya tanpa menghiraukannya. wajahnya yang sinis dan matanya yang melotot semakin menghantui pikiran Zaki.


“Lahaulawalakuata ilabilahilalihiladzim” ucapnya dalam hati.


Setelah itu zaki kembali melanjutkan perjalannanya. pikirannya terus di hantui oleh bayang-bayang dari sosok pria tersebut. namun, perjalannya masih cukup jauh dan dirinya harus bisa menenangkan pikirannya. mulutnya tidak berhenti untuk selalu berdzikir kepada Allah.


22:00


Zaki-pun sampai dirumahnya.


“Assalamualikum, May-maya?” Ucap zaki sambil menggedor pintu rumahnya.


terdengar suara maya dari dalam rumahnya “iya sebentar mas” jawabnya.


Maya-pun membukakan pintu untuk zaki.


“Abang udah pulang? kok cepet banget bang? katanya bisa sampe berhari-hari? wajah abang kenapa itu? Ya allah maya khawatir banget sama abang.”

Maya terus-menerus bertanya kepada suaminya itu. namun, pikiran zaki yang masih runyam membuatnya hanya terdiam dan langsung buru-buru masuk ke dalam kamarnya.


“bang” teriak maya sambil mengejar zaki yang berjalan begitu cepat.


Zaki langsung berbaring di kasur. dirinya terlihat begitu shock, maya tidak bisa berbuat apa-apa dirinya kini hanya bisa merawat zaki.

“mungkin karena capek kali ya dia jadi seperti ini.” pikirnya dalam hati.


Keesokan harinya.



Terlihat Zaki yang sedang duduk di sebuah sofa kayu yang berada di teras rumahnya.


“Bang, sebenarnya apa yang terjadi kemarin? kenapa abang bersikap aneh seperti itu” Tanya Maya sambil menyuguhkan kopi dan duduk di samping suaminya.


“Banyak kejadian aneh yang membuat abang shock maya.” Jawabnya.


Kemudian maya menyuruh bang zaki agar meminum kopinya.

“Minum dulu bang biar pikiran agak tenang”


“oh iya, abang udah sholat dhuha?” tambah maya


“Belum may, yasudah abang sholat dhuha dulu ya.” Jawabnya sambil meninggalkan istrinya dengan tepukan kecil di pundaknya


Setelah itu maya hanya terdiam kemudian ia memberaskan cangkir gelas kopi dan pergi ke arah dapur.


Saat di dapur wajah maya terlihat datar tanpa ekspresi. ia melamun sampai menjatuhkan gelas yang sedang ia cuci.


“Astagfirullah” Ucapnya


“Tenang maya- tenang” Ujarnya dalam hati.



***.


“Gimana bang? keadaan Dadang sekarang?” tanya dafid kepada malik.


“Dia sudah sembuhan nanti juga akan pulang. oh iya, bang adi kemana?” tanya Malik mereka adalah 4Bersaudara Adi , Malik , Dafid dan sisil. Adi telah memiliki istri namun istrinya meninggal dengan hal yang sama seperti sisil.


“Tadi sama bang Rahmat gak tau pergi kemana.” Jawab Dafid.


tanpa basa-basi Malik-pun langsung kembali pergi dari rumahnya tersebut.


“Abang mau kemana lagi?” tanya dafid penasaran.


namun Malik tidak menggubris pertanyaan adiknya itu ia-pun langsung mengendarai motornya dan menitipkan oesan kepada dafid agar menjaga rumahnya.


***


15:00

Zaki mendapatkan Pesan singkat dari malik.

“Zaki aku butuh bantuan mu sekarang. temui aku di dusun pamanah” (isi pesan Malik)


Setelah membaca pesan tersebut Zaki kembali membenahi barang-barangnya.


Maya yang baru saja selesai memasak kembali menawarkan Zaki untuk makan.

“Bang Zaki mau kemana lagi? Bang Zaki tidak ingin makan dulu maya sudah masakan untuk abang” Tanya Maya dari balik pintu kamarnya.


“Maaf maya bang zaki ada urusan mendadak ini teman abang baru saja sms tadi, aku mohon kamu pengertian sama abang ya.” Jawab Zaki sambil menenteng tas besarnya.


“Apa kali ini akan lama?” tanya Maya kembali.


“Abang usahakan akan balik ke rumah secepat mungkin ya.” Ujarnya sambil tersenyum.


Setelah itu Zaki menanyakan ibunya.

“Oh iya may kemarin ibu tidak datang ke rumah ya?”


“Enggak bang”


“padahal abang udah telepon ibu apakah dia lupa?”


“mungkin saja bang namanya sudah tua” Ujar maya menenangkan Zaki.


“Oh iya nanti biar maya saja yang kerumah ibu sambil membawakan makanan, kasihan ibu sendirian di rumah” tambahnya.


Zaki hanya terdiam dan dia memberikan oesan kepada maya untuk pergi ke rumah ibu sebelum maghrib.


“kenapa abang selalu memberikan pesan seperti itu bang?” tanya maya.

namun Zaki hanya memberikan jawaban yang biasa-biasa saja.


“Gak bagus seorang perempuan keluar apalagi di mana hari sudah gelap”


Maya hanya tertunduk dirinya menyadari dan mengerti maksud dari suaminya itu.



Setelah itu Zaki-pun pamit kepada maya dan segera pergi dengan motornya itu.



18:30


“Assalamualaikum warahmatulaiwabaraqatu”

Maya menyelesaikan sholat maghribnya.


“Bang Zaki bilang maya gak boleh keluar setelah maghrib? tapi maya harus menemui ibu.” pikir maya.


Dengan berdoa meminta perlindungan kepada Allah maya memberanikan diri untuk pergi ke rumah ibunya zaki di desa Duku. walaupun suaminya telah melarang maya pergi jika sudah melewati waktu maghrib.


Maya segera bergegas membawa barang2 yang di butuhkan untuk menginap karena maya akan tinggal bersama ibunya zaki yang bernama zainab sampai zaki mengubunginya lagi kalau ia telah kembali untuk pulang.



Saat di perjalanan Maya merasakan seperti ada yang mengikutinya, mangawasinya , bahkan persaaan itu tetap terus ada padahal ia telah sampai di rumah ibunya zaki.


“Assalamualaikum” Ucap Maya sambil mengetuk pintu rumahnya.


“Waalaukum salam” balasaan salam yang begitu lirih terdengar dari dalam rumah.


“Ngikk” (Suara pintu dibuka)


“Maya?” ucap zainab

“Mari masuk” tambahnya.


Sementara itu Zaki telah sampai di Dusun Pamanah dan segera menemui Malik. saat itu zaki menuju alamat yang di berikan oleh malik sesampainya di alamat rumah tersebut. ia melihat rumah tua yang hanya di pasang lampu berwarna kuning dan redup.


“Ini benar alamatnya?” Zaki bertanya-tanya dalam hati.


“Tapi dimana malik?”


Zaki kembali berjalan menuju pintu rumah tersebut. dirinya mengintip isi rumah tersebut dari sisi jendela. namun tidak ada seorang pun di dalam sana.


“Heii” Ucap Malik nengagetkan Zaki sambil menepuk pundaknya.


Wajah zaki pucat dan jantungnya berdebar kencang.

“Takut banget pak ustad” Ujarnya bercanda.


“hufft (mengelaha nafasnya) kau mengagetkanku malik” Jawab zaki

“Sebenarnya ada perlu apa kau memanggilku?” taambah zaki

“Apa ada yang mau kuruqyah lagi?”


“Ini bukan soal ruqyah lagi zaki, ini soal sisil.”


“kenapa dengan dia?” tanya zaki penasaran.


“tadi sore aku ke pemakamannnya dan aku melihat ada seseorang yang membongkar makan adikku zaki” jawab malik sambil memalingkan badannya dari arah zaki.


“Maksudmu? makan sisil di bongkar? tapi bagaimana dengan mayatnya?”


“aku belum mengeceknya lagi aku langsung kabur saat sesorang yang membongkar makam adikku itu mengetahui keberadaan ku.”


Setelah pembicaraan itu Zaki dan Malik segera bergegas pergi ke pemakamaan sisil untuk melihat kuburannya.


Sesampainya di pemakaman.


Kuburan sisil terlihat tergali. timbunan tanah yang seharusnya menutupi liang kuburan kini telah tiada. mayat sisil pun lenyap dan tak berbekas.


“Ya allah” ucap zaki


“Sepertinya ini masih ada hubungannya dengan orang yang menyantet sisil” tambahnya.


Malik pun kemudian memberitahu Zaki bahwa dirinya pernah melihat sosok pria tua bersama sisil sebelum sisil sakit parah akibat gangguan jin.


Zaki langsung teringat dengan sesosok pria yang dia temui di pinggiran jalan waktu itu.


“Apakah itu sesosok pria yang sama?” zaki bertanya-tanya.



BERSAMBUNG JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK YA BIAR AKU MAKIN SEMANGKUY!!
Diubah oleh robbyrhy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
01-03-2019 10:24

EPISODE 1

EPISODE 1(AWAL MULA)


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

Quote:12, April 2005


“Maya”

Terdengar suara teriakan mbak Anni dari kejauhan.


“Iya mbak anni ada apa?” Tanya Maya sambil menengok ke arahnya.


Mbak anni segera bergegas menghampiri maya.


“Aduh, neng maya jalannya cepat sekali.” Ujar mbak anni sambil memegang pundak maya.


“Oh, maaf mbak soalnya ini mau buru-buru masak buat suami.” Jawab maya sambil sedikit tersenyum.


“Emangnya suami mbak maya kerja? perasaan saya sering lihat suami mbak suka duduk di depan teras deh.” Tanya mbak anni membingungungkan.


“Iya mbak, suami saya kerjanya kalau ada panggilan aja soalnya suami saya kan seorang peruqyah mbak.” Jelasnya.


“Ohh gitu ya, Ruqyah itu yang ngobatin orang kena guna-guna, santet dan semacamnya kan mbak?”


Karena terlalu banyak bertanya Maya tidak menggubris pertanyaan mbak anni yang terakhir menurutnya pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya akan membuang-buang waktunya saja jika harus menjawab hal-hal yang seperti itu.


“Hmm, maaf ya mbak Anni saya harus buru-buru sambung lain waktu aja ya ngobrolnya, permisi.” Ujar maya sambil mempercepat langkahnya.


***



Sesampainya di rumah maya langsung menuju ke dapur untuk memasak semua belanjaan yang telah ia beli di warung sayur tadi. saat melewati pintu kamarnya, maya melihat sang suami, Zaki telah bersiap-siap untuk berangkat.


“Mas Zaki, mas gak mau nunggu maya masak dulu?” tanya Maya dari balik pintu kamarnya.


“Kayaknya gak sempet deh may, soalnya abang sudah di tunggu sama temen abang nih. udah sms mulu dari tadi subuh.” Jawab Zaki sambil menaruh kopiayah di kepalanya.


“Sebenernya maya kawatir sama abang, kenapa abang masih harus bekerja jadi peruqyah gini bang? kan masih banyak pekerjaan lain yang lebih baik lagi dan tidak membahayakan diri abang?”

Ujar maya kembali.

Kali ini wajah maya terlihat sendu, mungkin karena dirinya akan di tinggal suami dengan waktu yang tidak di tentukan. lagi pula pekerjaan semacam ini memang sangat membahayakan karena, dia tidak berurusan dengan manusia lagi tapi dengan bangsa jin dan seitan.


“Kamu harus tenang ya may, banyak-banyak sholat dan berdoa buat abang. itu semua bakal bikin hati kamu tenang may” Tegas zaki sambil memeluk istrinya yang sedari tadi telah bersandar di bahunya.


“Maya pasti doakan abang selalu di setiap sholat maya agar allah selalu melancarkan langkah dan  perjalanan bang zaki nanti.”


“Iya abang paham dan itu sudah kewajiban istri kan? mendoakan suaminya yang sedang mencari nafkah ini” Zaki tersenyum tatkala istrinya merestui setiap langkahnya. dia tahu memang pekerjaan semacam ini sangat membahayakan untuknya namun karena demi keluarga zaki rela melakukan apapun untuk menghidupi keluarga kecilnya.


“Oh iya, tadi abang sudah telepon ibu untuk datang kerumah buat ngejagain kamu may.” Ujar zaki sambil merapihkan baju-bajunya dan memasukannya ke dalam tas yang cukup besar.


“Kamu masak saja sekarang may, agar nanti pas ibu datang kalian sudah bisa makan bersama. oh iya jangan lupa untuk selalu menutup semua pintu dan jendela sebelum maghrib ya.” Tambahnya.


Maya hanya mengangguk, dirinya memang istri yang patuh pada suaminya maka dari itulah Zaki begitu mencintainya. Zaki pun pamit kepada maya dia tak lupa untuk selalu mencium kening istrinya sebelum pergi kemanapun. Mayapun membalasnya dengan mencim tangan Zaki, suaminya.


Zakipun keluar dari rumahnya dan menghidupkan motornya.


“Hati-Hati ya bang.” teriak maya.


Zaki membalasnya dengan senyuman dan “Assalamualaikum”


Maya tersenyum haru dirinyapun membalas pelan salam suaminya.



***



Zakipun mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dan tak sadar jikalau temannya terus menelpon dirinya. sesampainya di rumah temannya zaki pun langsung di sambut dengan wajah tegang keluarga mereka.


“Pak ustad, tolong selamatkan istri saya ya.” Ujar seorang lelaki yang dipikir-pikir sepertinya adalah seorang suami dari wanita yang akan di ruqyahnya.


“iya pak, iya tenang ya.” Jawab Zaki menenangkan pria tersebut.


“dimana malik?” tanya zaki kepada orang-orang di sekitar situ.


“Malik ada di dalam pak ustad” Jawab seseorang dari mereka.


Zakipun langsung masuk ke dalam untuk menemui malik, temannya yang telah menghubunginya.


Sesampainya di dalam.


“Zaki” Teriak malik.


Zaki mengangguk. “Dimana orangnya?” tanyanya.


“Di dalam sini” ujar malik sambil menunjukan pintu yang di tutup rapat dan di tempel oleh ayat-ayat alquran.


Mata malik terheran jantungnya berdetak kencang.

“Apa kau siap?” tanya malik memastikan.


“Insyaallah” Jawabnya.


Zakipun membuka sedikit demi sedikit pintu tersebut.

“Ngiik” “Ngikk”


“Dengan menyebut nama allah yang maha kuasa lagi mengendalikan seluruh alam aku berlindung dari segala jenis jin, seitan, dan semua pengikutnya.” ucap zaki di dalam hatinya sebelum dia membuka pintu tersebut dengan lebar.

saat zaki membuka pintu tersebut tiba-tiba wanita tersebut berteriak.


“MAKANANKU MATILAH KAU MANUSIA MUNAFIK”

Teriakan tersebut sangat kencang sampai mengagetkan Zaki dan membuat kaca-kaca jendela di sekelilingnya pecah.


“Astagfirullahaladzim” Teriak zaki sambil mengaharkan tangannya ke arah mukanya.

Zaki seperti sedang menahan dorongan yang begitu kuat, ia paham bahwa energi yang di hasilkan dari teriakan jin tersebut membuatnya seolah terdorong.


“Zaki, apa kau yakin bisa melakukannya?” tanya malik memastikan.


Zaki terdiam, dia menurunkan tangannya dari wajahnya, mengangkat wajahnya dan melihat ke arah wanita tersebut.


“Ya Allah” Terkejutnya Zaki.


Malikpun keheranan, ia pun kembali bertanya hal yang sama kepadanya.


“Jin apa yang sudah memasuki dirinya, aku tidak paham kenapa wajahnya bisa menjadi seburuk itu.” Tanya zaki.


Malikpun menjawab “Aku tidak paham ki, menurutku adikku telah disihir oleh seseorang yang tidak suka dengannya.


Zakipun memperhatikan wajah adik malik.

Wajahnya begitu menyeramkan, baretan-baretan pisau yang sepertinya ia lakukan pada dirinya sendiri, kantung matanya yang berwarna ungu, bajunya yang di lumuri darah yang sangat kental, serta lidahnya yang menjulur bak anjing membuat nyali zaki sedikit down.


“Aku bisa mengeluarkan jin tersebut atas ijin Allah, tapi aku tak yakin bisa menyelamatkan adikmu malik.” Tegas Zaki.


“Maksudmu? Adikku akan mati?” tanya zaki.


Zakipun menjelaskan “Melihat kondisinya, ia bisa bertahan karena jin yang ada di dalam tubuhnya jadi, jin tersebut menjadikan tubuh adikmu sebagai rumahnya yang sebenarnya adikmu sudah mati saat jin ini masuk ke dalam tubuhnya dan melukai bagain-bagian tubuh adikmu dengan perlahan”


malik terlihat begitu stress dan depresi dengan semua ini. tangannya pun mengacak-acak rambunya sambil berteriak tak karuan.


“Malik! tenangkan dirimu” Ucap Zaki dengan nada yang keras di akhir kalimatnya.


“lakukan-lakukan sebisamu, mau adikku mati aku tidak peduli aku sungguh pusing saat ini.” malik terus-merus teriak dia sudah tidak bisa lagi mengendalikan tubuhnya.


Sementara itu adik malik yang masih di rantai dan berada di atas kasur terus membrontak dan berteriak.

“Wahai manusia munafik akankah kau bisa melawanku? kau bukan utusan allah kau tak akan bisa melepaskanku dari tubuh gadis ini”


Situasi yang terus memanas membuat zaki kewalahan menghadapi suara bising di antara keduanya ia pun meminta bantuan kepada keluarga malik di luar.


“Brag”

Zaki pun menutup pintu dimana adiknya malik di kurung.


dia bergegas keluar rumah.

“Siapapun disana bantu aku menenangkan malik” Teriak zaki.


dengan sigap 3 orang dari keluarga malik menghampiri zaki.

“ada apa pak ustad, apakah semua baik-baik saja?” tanya seorang lelaki gemuk kepadanya.


“semua akan baik-baik saja sekarang kamu tolong bawa malik sepertinya dia mengalami depresi yang hebat tolong kalian tenang kan dia, dan salah satu dari kalian bantu aku untuk meruqyah.” Tegas zaki dengan nafas yang terlihat ngos-ngosan itu.


“Baik pak ustad” Jawab ketiga orang tersebut.


Zaki pun masuk ke dalam rumahnya lagi. 2 orang dari mereka pergi keluar lagi untuk menenangkan malik sementara pria gemuk yang tadi bertanya kepada zaki ikut dengan zaki untuk membantu proses ruqyah di dalam kamarnya.


“Kamu, tolong nanti saat saya sedang melakukan ruqyah jangan berhenti untuk membaca ayat-ayat alquran yang kamu hafal karena, ini buka hal yang mudah untuk di lakukan sedikit saja kamu lengah jin tersebut bisa saja masuk ke dalam tubuhmu ini bahaya, bahkan kamu bisa menjadi target selanjutnya jika kamu lengah, ingat pesan saya.” Tegas Zaki kepada pria gemuk itu.


Pria tersebut hanya mengangguk dan berjalan di belakang zaki. Zaki menengok ke belakang sambil memegang gagang pintu kamar adik malik berada.


“Apa kamu siap”


ia hanya mengangguk yang mengartikan bahwa dirinya telah siap siaga. belum sempat zaki memutar gagang pintu jin yang berada di dalam tubuh adiknya malik tersebut langsung berteriak.


“Manusia munafikkk, jangankan kau membawa agama allah seorang ustad sepertimu tak akan bisa melawanku!!!”


Teriakan tersebut menyebabkan gemuruh yang begitu besar di sekelilingnya energi negatif yang di pancarkan membuat takanan keras ka arah pintu sehingga menyebabkan pintu tersebut hancur dan membuat Zaki serta Pria gemuk tersebut terpental. mereka berdua berusaha bangun dan membersihkan tubuh mereka dari tumpukan kayu bekas pintu yang hancur tersebut.


Suasana siang itu sangatlah mendung sehingga langit di luar terlihat begitu gelap.


“Allahukabar” Ucap Zaki.


Pria gemuk yang bersama zaki terlihat tergeletak di sampingnya sepertinya dia pingsan akibat dorongan kecang td.


Karena pintu kamar adik malik sudah jebol Zaki bisa melihat tempat tidur yang di duduki oleh adiknya zaki tersebut. namun saat itu adiknya zaki telah hilang dari tempat tidurnya. wajah zaki semakin tegang setelah mengetahui rantai yang di pakai untuk mengikatnya hancur.


“Ya allah lindungilah aku dari segala jenis sihir dan kekuatan yang bukan dari engkau jagalah diriku sesungguhnya aku berlindung kepadamu ya allah tuhan yang maha kuasa.” Ucap zaki dalam hati.


tiba-tiba terdengar suara desisan seperti desisan ular di sekelilingnya. Zakipun mencari asal suara tersebut tanpa di sadari tiba-tiba adik perempun malik melompat dari balik tembok kamarnya menuju ke arah zaki dan..


braggg


Zaki yang sedang duduk langsung tergeletak kembali dan adik malik pun langsung menduduki badannya. “ini saatnya” ucapnya dalam hati. dengan sigap zaki langsung menaruh tangannya ke arah wajah wanita itu dan membacakan ayat-ayat alquran yang di khususkan untuk meruqyah seseorang. wanita itu kesakitan jin yang berada di dalam tubuh wanita tersebut pun berusaha untuk melukai zaki dengan mengandalkan tubuh adiknya malik ia berusaha mencabik-cabik wajah zaki. saat itu terlihat kukunya yang sudah tak terurus begitu panjang dan kasar dan benar saja salah satu kuku dari jarinya tersebut hasilnya menggores wajah zaki, goresan itu begitu panjang darah segar keluar dari wajah zaki. sebelum jin tersebut semakin melukainya zakipun berusaha mendorong kepala wanita itu dengan tidak lupa untuk terus melafadzkan ayat-ayat suci al-quran.


“Alllahhuakbar” Kalimat terakhir zaki sambil menurunkan tangannya dari kepala wanita tersebut.


“brag”


wanita tersebut pun langsung terjatuh dan tergeletak di samping zaki sementara badannya masih menindihi zaki. ia pun bergegas menyingkinkan adik malik tersebut dari badannya.


“Inalilahi wainailaiihirojiun” Ucap malik sambil mengusap wajah adik malik yang sudah meninggal dunia. karena ini adalah resikonya, dimana jin tersebut keluar dimana juga seseorang itu meninggal.


Jakipun membangunkan badannya dan berdiri setelah itu berjalan keluar sementara pria gemuk tersebut masih pingsan di dalam sana.


“Malik” Ucap zaki


“Ya allah pak ustad.” Jawab 2 orang yang sedang menjaga malik. disitu malik masih terlihat tidak sadarkan diri.


“Bagaimana sekarang?” tanya 2 orang tersebut yang ternyata adalah kaka dan adik malik. kakanya bernama Adi dan adiknya bernama dafid.


“Semua telah selesai proses ruqyah berhasil namun, seperti yang sudah ku bilang dari awal adikmu tidak bisa di selamatkan.” Jawab Zaki dengan wajah yang terlihat kusut dan goresan kuku yang masih terlihat jelas di wajahnya.


“Maksud pak ustad adikku Sisil meninggal?” Tanya Adi





BERSAMBUNG….
Jangan LUPA NINGGALIN KOMEN YAAA BAIR AKU RAJIN UPDATE.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
01-03-2019 22:18

EPISODE 8

EPISODE 8: AKANKAH BERAKHIR?


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

“Hahahaaha,,,, Siap-siap untuk mati kau adam!” Ujar zaki sambil sedikit demi sedikit merangkak maju ke arahnya.



“Wahai watsin, aku tahu kau ada di dalam badan sahabatku berhentilah untuk merusak akhlak manusia. Siapa yang menyuruhmu?” Tanya adam sambil terus mundur tatkala Zaki berusaha maju.


Adam terus menyenternya, Zaki terlihat sudah bersiap untuk mencengkramnya.


“Adam, kenapa dengan dia?” tanya aminah yang masih terus bersembunyi di belakang dirinya


“Jin watsin telah keluar,,,, ia adalah jin yang sangat berbahaya karena tugasnya yang bisa mengubah pikiran, akhlak serta akal manusia. Tidak ada yang bisa mengendalikannya kecuali seseorang yang telah membukanya.” Jelas Adam


“Jadi ustad zaki telah di sihir?”


“iya,, aku juga tidak menyangka kenapa zaki bisa tersihir dengan begitu cepat. mungkin mereka sengaja melakukannya sekarang karena pikiran zaki yang sedang kosong akibat peristiwa meninggalnya istri dan juga ibunya.”


Adam dan Aminah terus berjalan mundur. Zaki yang terus merangkak semakin deket dengannya, sehingga membuat adam dan aminah tidak bisa berbuat apa-apa.


“Aminah, tidak ada pilihan lain.. kita sudah tidak bisa kemana-kemana lagi. sebentar lagi Zaki akan menyerang kita.” Ujar Adam


“Hanya ada satu pilihan lewat sini” tambahnya sambil memegang jendela kamar rumahnya.


Aminah pun berusaha membuka jendela tersebut.

“Cepat aminah”


“Iya aku berusaha membukanya.”


Namun belum sempat mereka keluar melalui jendela tiba-tiba zaki melompat ke arah Adam lalu mencekiknya. Aminah yang berada di belakangnya sudah bersiap hendak melompat ke arah jendela tersebut.


“Aminah segera keluar, a-a-aku yang akan urus dia” Teriak Adam sambil melemparkan sebuah buku kecil ke arah Aminah.


Kini wajah adam dan Zaki sangatlah dekat, bahkan Adam dapat melihat mata zaki yang berwarna putih. walaupun suasana di dalam begitu gelap. matanyanya yang terkesan menyalah membuat Adam dapat melihatnya. Senter yang di bawa oleh Adam pun jatuh tat kala Zaki mencekik dirinya.


“Lahaulawalakuatailabilah” Teriak Adam dan..



“Brakkk!!!” Zaki pun melempar Adam sampai ke luar Jendela.


Setelah itu zaki kembali merayap menuju ke luar jendela tersebut dan merangkak maju menuju tembok kayu rumah Adam. sementara itu Adam tergeletak jatuh di halaman rumahnya.


“Jin itu sungguh kuat, ia telah mengontrol semua pikiran Zaki.” Ucap adam dalam hatinya.


Sementara itu aminah yang melihat adam tergeletak segera bergegas menghampirinya.


“Bang, abang gpp kan?” Tanya aminah sang istri sambil membantu Adam berdiri.


Mereka berdua pun melihat Zaki semakin menjadi-jadi. Zaki merayap bak cicak dan melaju sampai ke atas rumah adam tepat di atapnya dia pun berdiri. hanya Cahaya bulan yang menyinari kegelapan malam kala itu.


“Kita harus pergi dari sini aminah, sebelum Zaki menyerang kita lagi.” Ujarnya


Benar saja belum beberapa meter Adam dan Sang istri  berjalan tiba-tiba Zaki melompat dengan kencangnya menuju Mereka berdua. tangannya pun telah siap mencengkram.


“Shutttt”


“BRAKK!!” Zaki pun menghantam badan Adam sehingga membuatnya terjatuh kembali.


Sementara itu Aminah mundur dan berteriak sampai begitu histeris saat melihat zaki mulai mencabik-cabik tubuh adam.


“Aminah bacakan ayat-ayat yang telah ku tulis di dalam buka yang telah aku berikan kepadamu tadi.”


“Cepat” teriak Adam.


“MAU MENGUSIRKU? KAU AKAN MATI TERLEBIH DAHULU!” ucap jin yang berada di dalam tubuh zaki, kemudian ia menggigit tangan Adam sampai sobek dan darah segar pun langsung keluar dengan derasnya.


“Arghhhhh” Rintihnya saat merasakan sakit yang begitu hebat akibat gigitan zaki.


Aminah pun segera mengambil buku yang di berikan oleh Adam dari saku celanannya. tangan aminah sangat bergemetar tat kala ia membuka lembaran buku kecil tersebut.


“Arghhh (manahan sakit), ya allah tolonglah hamba mu in.i jauh kan lah aku dari Jin yang dapat merusak akhlak manusia dan lindungi lah aku dengan perlindungan mu” Adam terus berdoa sambil menahan sakit di lengannya. Sementara itu Zaki kemudian berdiri dan mencari sesuatu.


“Aminah cepat kamu bacakan ayat-ayat itu! aku akan memulai proses ruqyahnya” Teriaknya keras.


Aminah pun mulai membacakan Ayat-ayat suci al quran dan juga doa-doa penangkal setan yang telah di tulis sebelumnya oleh Adam.


Flashback



Belum sempat Adam berdiri, Zaki pun tiba tiba kembali, sambil membawa batu yang sangat besar.


“Abang Awas!” Teriak keras aminah. dan…


“BRAKK!!” Batu itu di timpakannya ke tubuh adam yang sedang tergeletak.


“MATILAHKAU!” Teriak jin tersebut dengan suara yang sangat besar dan mendengung.


“Brakk!!”


“Bang Adam!!!” Teriak Aminah sambil menangis histeris saat melihat sang suami merintih kesakitan dan tak berdaya tatkala batu besar tersebut memukul keras bagian perutnya.


Ia pun berlari berusaha untuk mengahampiri sang suami. dan segera menolongnya namun, apa daya tiba-tiba zaki kembali merangkak dan dengan cepat menghantam tubuh Aminah hingga terjatuh.


Sementara itu Adam berusaha menyingkirkan batu besar yang menindihi badannya.


“Astagfirullahaladzim” Ucapnya sambil terus mendorong batu tersebut.


Sementara itu sang istri tergeletak tak berdaya usai di hantam oleh zaki.


“Aminah,,, bertahanlah” Ujarnya dengan sedikit menahan rasa sakit pada tubuhnya. Setelah batu tersebut berhasil di singkirkan, Adam pun mulai berusaha membangunkan badannya.


“Masih ingin melawan Adam?” Teriak Jin tersebut dengan mentap ke arah Adam. tatapannya begitu menyeramkan ia terus mengendalikan tubuh zaki untuk menyakitinya.


“Ahkk,, uhuk-uhuk” Terbangunlah Adam dengan tangan yang terus memegang perutnya menahan rasa sakit akibat batu yang di gulirkan oleh zaki.


Tubuhnya penuh akan darah semua goresan, luka dan juga sobekan bekas gigitan keras tersebut terlihat sangatlah jelas di sekujur tubuhnya. bahkan adam berjalan sangtlah lamban dan merungkuk.


Zaki pun tersenyum jahat, dan kembali berjalan menghampiri Adam. tanpa pikir panjang ia langsung mencengram keras lehernya.


“Kali ini adalah hari terakhirmu Adam! Tugasku akan berakhir setelah membunuhmu. Siapa yang akan menolong mu kali ini adam? Siapa? mana tuhan mu? apa dia akan menolong mu?” Ia berbicara di depan wajah Adam sampai desahan nafasnya begitu terasa mengenai kulitnya. apa daya kini Adam hanya berpasrah kepada allah dan menunggu pertolongannya. Cekikan Zaki semakin kuat, urat tangannya sampai terlihat. Adam sudah tidak bisa berbicara lagi. nafasnya terasa semakin sesak tatkala cengkraman itu semakin menyentuh tenggorokannya.



“Eghhh, Eghh” Suara tenggorokan adam saat zaki mencekiknya.


“Sekarang kau akan mati adam.”


PRAKKK!!


“BRAK!”


“Aghhh, huh, ha,, hu ,, ha” (Suara nafas adam terengah-engah saat cengkraman zaki terlepas dari lehernya).


“Aminah? kau. huh…”


Ternyata Aminah baru saja menyelamatkan sang suami dari cekikan maut Jin jahat yang berada di dalam tubuh zaki. Sebelum Ia mencekiknya lebih dalam dan dapat membunuh suaminya, aminah terlebih dahulu memukul pundak zaki menggunakan batu besar bekas jin tersebut.


Tanpa pikir panjang Aminah segera melakukan proses Ruqyah bersama Adam.


“Sekarang kita mulai proses ruqyahnya bang. sebelum dia terbangun lagi!.” Ujar aminah sambil kembali membuka buku kecil yang belum sempat ia bacakan tadi.


Adam pun berjalan ke arah Zaki kemudian memegang dahinya.


“Apa kau sudah siap Aminah?” tanyanya.


BERSAMBUNG
….

TUNGGU UPDATEAN SELANJUTNYA YA😉 STAY WITH ME!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
profile picture
kaskus addict
02-03-2019 20:55
Menarik gan
Lanjut gan
0
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
01-03-2019 10:28

EPISODE 6

Hola agan-sista sekalian. Kali ini mimin sempetin update lagi nih. Kali ini episodenya cukup mengasah otak loh xD coba tebak-tebak aja di komen gimna akhir dari cerita ini nantinya. emoticon-Big Kiss

JANGAN LUPA emoticon-Hansipemoticon-Cendol Gan

Keep share, rate dan komen for my story okey!.

HAPPY READING!


GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)

“Karena kau memaksa…”


“Baiklah”


Itulah percakapan terakhir Zaki dengan malik sebelum ia menutup handponenya. Zaki terus berfikir, Ia harus mencari cara agar dapat menghilangkan rasa trauma pada dirinya.


“Aaaaaa” Teriak Zaki.

Ia sepertinya masih terbayang-bayang dengan jasad Maya dan ibunya yang mati secara tidak wajar akibat Jin tersebut.


Setelah berteriak histeris zaki kemudian beristigfar, aku tahu apa yang ia rasakan. Tidak mudah baginya untuk cepat melupakan rasa trauma tersebut dalam sekejap. Dari pada ia terus memikirkan hal yang hanya membuatnya stres, ia pun kemudian berwuduh dan melaksanakan sholat sunnah dhuha.



***


“Dimana adikmu malik?” Tanya zaki


“Dia di kamar itu” Tunjuknya.


Zaki berjalan menuju kamar tersebut. Ia sangat keheranan karena pintu dan tulisan-tulisan arab tersebut sama percis saat ia hendak me ruqyah sisil.


“Ada apa?”


“Apa kau yang menempel ini malik?”


“Iya aku yang menempelnya”


“Kenapa kau lakukan ini?”


“Hufff” Terbangun zaki dari tidurnya dengan wajah yang terlihat pucat di sertai dengan nafas yang begitu berat.


“Mimpi apa ini” Tanyanya dalam hati. ia teringat ia ketiduran usai mengerjakan sembahyang dhuha tadi. Kemudian zaki terus beristigfar mengaggungkan nama Allah setelahnya ia berdiri dan mencari hanphonenya. Ia menelpon malik.


“Hallo, assalamualaikum malik?”


“iya, walaikumsallam zak. Ada apa telpon lagi?”


“Sepertinya aku tidak bisa malik… Aku tidak bisa”


“Tidak bisa kenapa? Ayolah bantu sahabat mu ini. Pikiran ku sedang kacau melihat adik ku seperti ini zaki. Hanya kamu yang bisa melakukannya.” Ujar Malik memohon.


“Baiklah, izinkan aku untuk menemui Adam, ustad pendamping yang akan membantu ku untuk menyelesaikan kasus ini. Aku butuh waktu 3 hari sebelum aku mengobati adik mu, malik”


Mendengar perkataan Zaki malik mengiyakannya. Setelah itu malik bergegas membenahi semua barang-barangnya. Ia akan menemui Adam, sahabat lamanya yang sama bertugas sebagai peruqyah. Untuk sampai ke kediaman Adam ia harus menempuh jarak yang lumayan jauh. Karena Rumah adam berada di Desa Bedjo. Sekitar 5 Jam untuk sampai ke sana jika ia menggunakan motor. Zaki pun memutar pedal gasnya dan segera pergi meninggalkan rumah ibunya yang sudah sepi dan tak ada penghuninya.


Jam menunjukan pukul 15:00. ia pastikan akan sampai di desa bedjo sekitar 3 jam lagi. kemudian zaki berhenti sejenak di salah satu musolah untuk menunggu sholat ashar. Sambil menunggu ia kemudian membeli roti dan juga air minum di sebuah warung yang tak jauh dari musolah tempat ia beristirahat. Ia duduk sejenak sambil memakan sebungkus roti gandum. Pikirannya sedikit tenang tatkalah ia mengganjel makanan ke dalam perutnya. Mungkin ini yang menyebabkan aku kurang fokus kali. Pikirnya. Setelah menyantap roti dan meneguk air kemudian ia kembali ke musolah dan mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat sunnah sebelum ashar. Sambil menunggu sholat ashar ia pun sedikit menyenderkan tubuhnya dan berdzikir kepada allah.


“Kamu Ustad Zaki?” Tanya seorang lelaki yang ternyata adalah pengurus musolah tersebut.


Zaki pun mengangguk keheranan. Kenapa dia bisa tahu namaku? Pikirnya.


“Pergi dari musolah ini pembunuh!” Teriaknya keras.


Pengurus musolah tersebut kemudian melemparkan sebuah koran berisi berita tentang dirinya.

“Seorang ustad telah membunuh seorang Wanita yang di sinyalir terkena gangguan sihir”


setelah membaca koran tersebut ia terkaget. Jantungnya berdegub kencang di tambah sedikit keringat keluar dari keningnya.


“berita ini salah pak, saya tidak membunuh dia. Dia memang telah meninggal setelah saya mengeluarkan jin yang bersarang pada tubuhnya. Itu artinya dia meninggal karna sihir bukan karena saya.” Jawab zaki membela.


“Hala sihir apa sihir yang penting kamu bukan seorang doker yang dapat mengobati orang sembarangan kamu ini hanyalah seorang pembunuh berkedok ustad”


“Dia patut di bunuh, lempari dia dengan batu. Jadikan musolah ini saksi bahwa kita telah membunuh musuh allah”


“Bunuh dia!” Teriaknya.


“Mas bangun mas , sudah ashar”


“Ahh, Allahhuakbar” Terkagetnya zaki saat pundaknya di tepuk oleh seorang jamaah yang hendak sholat ashar.

“Aku ketiduran lagi dan kali ini aku mimpi buruk lagi? Ya allah pertanda apa ini” Ucapnya dalam hati.


Setelah itu zaki kembali mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat ashar. Usai sholat ia duduk di luar musolah sembari memakai sepatunya.


“Kamu orang baru disini?” Tanya seseorang dari arah belakang zaki.


zaki pun menoleh kearahnya. “oh bukan kek, saya hanya istirahat sejenak disini kebetulan perjalanan masih cukup jauh jadi saya sempatkan sholat ashar dulu takut gak sempat.” Jawabnya.


“Oh, memangnya kamu mau kemana” tanya lagi lelaki tua tersebut. rambutnya yang sudah agak memutih di tambah sorban yang meliliti lehernya dan sajjadah yang di urai di pundaknya membuat terlihat seperti seorang ustad juga.


“Saya mau ke desa bedjo kek, ada urusan yang harus saya selesaikan di sana.”


“Desa bedjo? Kamu jangan ke sana.”


“Ha? Memangnya kenapa kek?”


“Kamu belum tahu cerita terbaru dari desa itu?”


“Belum?” Jawab zaki penasaran.


“Desa itu sekarang menjadi desa penyembah setan. Akibat perbuatan seorang ulama besar yang dulunya sangatlah agamis namun setelah ia berkuasa ia mengubah segalanya.”


“ulama yang kamu maksud itu apakah Adam?”


“Aku tidak tahu namanya, tapi dia masih terlihat muda”


“Aku sarankan agar kamu mengurungkan niatmu untuk pergi kesana.” Tambahnya.


Mendengar perkataan tersebut membuat zaki semakin penasaran namun tekadnya untuk pergi ke sana harus ia selesaikan.


“Aku akan tetap kesana.” Jawab zaki.


Kakek-kakek tersebut kemudian berjalan dan pergi meninggalakan zaki. Sebelum ia pergi ia berpesan. “Aku sudah peringatkan kamu”


Zaki pun menengok jam di tangannya pukul 16:00 “aku harus segera berangkat agar tidak kemalaman.” ucapnya dalam hati.


Ia mengendarai motornya lagi dan melewati perjalanan yang cukup terjal. Namanya juga desa jalanannya tidak terlihat bagus apalagi di sekelilingnya masih di batasi dengan semak belukar. Jam pun telah menunjukan pukul 18:05. 15 menit lagi ia akan sampai di desa bedjo. Sebelum sampai di desa bedjo tiba-tiba zaki bertemu dengan adi. ia pun memberhentikan motornya.


“Astagfirullah”

“Adi, sedang apa kamu?” Tanyanya


Tubuh adi berlinangan darah terlihat bekas cambukan di sekujur tubuhnya. betisnya bolong seperti di sundut oleh besi panas. Ia merangkak dan tak berbicara. bibirnya pucat, wajahnya babak belur seperti habis di pukuli oleh puluhan orang. Ia hanya mengerang kesakitan.


“biar ku bantu” ucap zaki.


Iangsung membopong tubuh adi dan menaikannya ke motor.

“Zak, aku mohon kamu jangan ke desa bedjo. Disana banyak orang dzolim. Ini yang mereka perbuat kepadaku.” Ujar adi sambil terbata-bata dalam berbicara.


zaki pun berpikir sejenak ia bingung ingin memilih lanjut atau langsung pergi ke rumah malik membawa Kakanya ini.

“Aku sepertinya sekarat” teriak adi


Kepanikan semakin dirasakan olehnya. Ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah malik menghantarkan adiknya ini. Ia berfikir lebih baik ingan segera membawa adi ke rumah sakit di sana dari pada dia harus mementingkan egonya.


“Aku akan ke rumah malik? Itu tandanya aku akan langsung meruqyah Adiknya. apakah aku bisa melakukannya sendiri?.” Itulah yang zaki rasakan saat ini. Bimbang , takut dan rasa trauma itu menjadi satu dalam tubuhnya.


“Pegangan yang keras ya aku akan membawa mu pulang” ujar zaki sambil memutar arah motornya dan kembali untuk mendatangi rumah malik.


Kala itu hari semakin malam dan gelap zaki terus melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia merasa bahwa adi harus segera mendapatkan pengobatan. 21:00 (Dusun Pamanah) zaki telah melewati plang bertuliskan dusun pamanah yang artinya sebentar lagi ia akan sampai ke rumah malik. Namun saat Zaki sedang melihat kaca spion motornya ia tiba-tiba melihat mulut adi menganga mengeluarkan darah dari mulutnya di sertai lidahnya yang menjulur panjang seperti ular yang akan memangsa korbannya. Lidahnya tersebut menjulur sampai melilit leher zaki.


“Astagfirullahaladzim” ucap zaki yang dengan cepet menekan pedal rem motornya dan berusaha melepaskan lilitan lidahnya yang semakin mencengkram leher zaki.


“Adii,, apa yang kau lakukan!” Teriak zaki dengan suara yang serak karena lilitan tersebut semakin bertambah kencang tatkla dia berusaha melepaskannya.


Mata adi malah semakin melotot dan tiba-tiba ia memuntahkan lintah dan juga kelabang dari dalam mulutnya dan semua itu mengenai badan zaki.

Wajah zaki semakin panik, matanya melotot tak kala binatang-binatang tersebut merayap. Darah yang kental di sertai bau busuk keluar terus menerus dari mulutnya.


Zaki terus memegang lidah adi dan berusaha sekuat tenaga untuk melepasnya.

“Ya allah yang maha mendengar doa-doa hambanya aku memohon dengan pertolonganmu, aku memohon dengan kekuatanmu. Bantulah aku. jauhkanlah sihir yang sedang berusaha melukaiku aku meminta kepadamu ya allah… tiada daya dan upaya melainkan pertolonganmu. Allahuakbar” Ucap zaki sambil menarik lidah adi dan semua atas izin allah lidah adi pun putus dan dengan cepat zaki berlari menjauhi adi.


“Astagfirullah” Jaki terus berdzikir.nafasnya terdengar berat. Ia sangat kelelahan akibat kejadian tersebut. Entah zaki berlari sudah sampai sejauh mana sampai akhirnya ia melihat Rumah. Ia mengahampiri rumah tersebut.


“ini kan rumah milik kakeknya malik. Iya aku tahu persis. Aku dulu pernah kesini untuk menemuinya. ini dusun pamanah iyah.”

Zaki pun langsung bergegas menelpon malik. Agar ia dapat membantunya. Namun tidak ada jawaban darinya. Ia terus melihat ke arah semak belukar di depannya. Walupun ia sudah berada di teras rumah rasa kekawatiran tersebut terus menghantuinya. Apakah adi mengikuti ku? saat zaki terus menerus melihat ke arah depan sana tiba-tiba….



“Prakkkk!!!” seseorang memukulknya dari arah belakang dan zaki pun pingsan tak sadarkan diri.



BERSAMBUNG...
ADA YANG BISA MENEBAK? UPS JANGAN DI BOCORIN YA 😋😋
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mincli69 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
surat-terbuka-untuk-mama
Stories from the Heart
kasih-tak-semampai
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia