Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
16
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c6eed3a1369703814302b2f/stories-re-imagined
Trit ini saya buat sebagai pelampiasan imajinasi saya yang terkadang muncul saat memikirkan tentang cerita-cerita baik itu legenda, mitos atau bahkan cerita moderen. jika cerita yang saya tuangkan disini menyerupai sebuah cerita yang gansis ketahui, mungkin memang saya saat menuliskannya sedang memikirkan cerita yang gansis ketahui :).
Lapor Hansip
22-02-2019 01:26

Stories Re-imagined

Past Hot Thread
Quote:Halo gan, trims buat gansis yang mampir di trit ini ya,

Trit ini saya buat sebagai pelampiasan imajinasi saya yang terkadang muncul saat memikirkan tentang cerita-cerita baik itu legenda, mitos atau bahkan cerita moderen. jika cerita yang saya tuangkan disini menyerupai sebuah cerita yang gansis ketahui, mungkin memang saya saat menuliskannya sedang memikirkan cerita yang gansis ketahui emoticon-Smilie.

tapi perlu gansis ketahui, sesuai judul Stories re-imagined, apa yang saya tuangkan disini hanyalah hasil dari imajinasi semata. bukan dengan tujuan melengkapi cerita yang gansis ketahui, apalagi untuk merubah makna sebenarnya dari cerita aslinya, sama sekali tidak. saya hanya belajar menuangkan buah fikiran kedalam cerita pendek emoticon-Smilie

Mohon penertiannya ya gansis jika sekiranya ceritanya menjadi agak berbeda dengan yang gansis ketahui atau gansis inginkan. 

namun tetap, jika gansis keberatan dengan bagian cerita yang berubah, silahkan dikomen atau di PM ya gansis, saya akan dengan senang hati memperbaikinya. emoticon-Angkat Beer







image





Heaven - 1

----------------------


lagu


Quote:
Hey kau sedihku,
Yang tak terucap,
Tolong dengungkan suara yang indah..

Ini bukan mimpi,
dan bukan tragedi,
tapi hati ini akan pergi

Hey kau kisahku,
kisahku yang indah,
jangan kau berikan ku air mata,

Kucoba mengerti,
dan mungkin pahami,
tapi aku tetap akan pergi.

Reff
Aku di atas dunia dan berdiri menatap kepadamu
dengan cinta dari surga
Aku tak pernah hilang, aku hanya pergi dan tak pernah jauh
dari dirimu yang terindah.

Reff
Aku di atas dunia dan berdiri menatap kepadamu
dengan cinta dari surga
Aku tak pernah hilang, akulah Bidadari terakhirmu
Dengan cinta dari surga.

Dengan cinta dari surga..(6x)




Isak tangis kak Zenath semakin terdengar keras disela usahanya mencari pakaiannya yang pergi entah kemana. hanya tinggal kami berdua kini ditempat yang sangat asing ini, kelima kakak ku yang lainnya telah pergi meninggalkan kami lebih dahulu tanpa memikirkan nasib kak Zen. "Pakai saja pakaianku kak!", aku yang sedari tadi sudah mencoba memberikan pakaianku sama sekali tidak digubris olehnya.
"Kak!!!”, aku harus segera mendesaknya membuat keputusan, aku sudah tidak perduli lagi sekalipun aku bersikap tidak sopan kepadanya. “Ambil ini kak! kakak pergi atau kita berdua hilang ditempat ini!”, dengan cepat aku meraih tangan kak Zen dan meletakkan pakaianku diatasnya. Isak tangisnya kini semakin menjadi-jadi, dia kemudian merangkul tubuhku dan memelukku sangat erat. “Kenapa kau melakukan ini Fla?” ucap kak Zen tersedu, “Yang perlu kakak lakukan sekarang pakai pakaian ini, pulang dan jemput Flaire disini kak, tidak ada waktu lagi”.
“Aku tidak bisa melakukan ini Fla, bagaimana mungkin aku melakukan ini padamu?”,

“Kak, kamu yang terpilih, dan kamu tau kakak Vidia tidak menyukaimu, kamu juga harus terima kalau mereka sengaja menjebakmu supaya hilang disini kak!”,

“Aku tahu itu Fla, tapi kalau aku yang pulang saat ini, apa yang akan terjadi saat ayah tahu kamu aku tinggal sendiri disini?”,

“Kalau kakak yang tinggal disini, kakak akan kehilangan segalanya, kak Invidia akan melakukan apapun supaya dia menggantikanmu, dan kakak yang lainnya tidak akan ada yang menghentikannya. kamu tau itu kak!”,
“Sekarang kakak pergi sebelum keretanya terlalu jauh”, kini kak Zen tampak berfikir dan menatap kosong ke angkasa. “Baiklah Fla, purnama berikutnya aku akan kembali kesini menjemput kamu”.

Dia memelukku erat untuk beberapa saat, lalu perlahan pergi mengejar kereta yang sejak tadi sudah meninggalkan kami bersama lima kakakku yang lainnya. aku tak kuasa menahan air mataku tersadar aku akan berada ditempat ini sendiri saat kak Zen benar-benar pergi.

“KAK!! jemput aku”, aku melambaikan tanganku, kak Zen tampak menganggukkan kepalanya dari kejauhan.

Kak Zenath adalah kakak ku yang kedua, bidadari yang sangat anggun yang beruntung yang dipilih pangeran Aze untuk menjadi permaisurinya, Invidia adalah kakak sulung kami yang sangat tergila-gila kepada pangeran Aze. Invidia bersekutu dengan empat kakak ku yang lainnya menyembunyikan pakaian kak Zen supaya kak Zen tidak bisa kembali kerumah, niatnya sangat jelas dia ingin menggantikan kak Zenath untuk mendampingi pangeran Aze.

Aku, Flaire. anak bungsu yang tidak pernah jauh dari ayah. ini adalah kali pertama aku pergi jauh dari rumah, aku dan enam kakakku diijinkan untuk berjalan-jalan ke bumi setelah acara pertemuan keluarga kami dengan keluarga pangeran Aze. Aku anak manja yang tidak pernah bisa mandiri, namun tragis nasibku kini harus tersesat dan hilang di tempat ini.

Air terjun yang sangat indah, dibawah sinaran rembulan. tempat yang menarik perhatian kami untuk singgah sekedar bercanda gurau sebelum kembali lagi kerumah, namun niat buruk memang sangat mengenal waktu. menjelang tangah malam, Invidia buru-buru meninggalkan air dan mengajak kami segera berkemas untuk pulang. segera semuanya bersiap dan berangkat, namun tidak dengan kak Zenath. pakaian nya menghilang, pakaian khusus yang dipersiapkan bagi kami saat jauh pergi dari rumah. semua kemampuan yang ia miliki takkan berguna tanpa pakaian khusus itu.

*** 
Aku kini yang kembali kedalam genangan air terusan dari air terjun membenamkan seluruh tubuhku untuk beberapa saat. kembali ke permukaan untuk menghirup udara, lalu kembali tenggelam. aku tidak tahu harus melakukan apa disini. kapan kak Zen datang menjemputku?, aku ingat dia mengatakan purnama berikutnya. aku akan gila berada disini, atau aku akan mati. ayah, aku hanya bisa menangis sat aku mengingat ayah, aku tak bisa apa-apa, aku hanya menjadi bocah manja yang selalu berlindung kepada ayah. kini tak dapat berfikir apa yang akan aku lakukan di tempat ini, aku mencoba untuk tenggelam lebih lama, aku berharap ada keajaiban saat keluar dari air aku akan berada di rumah.

"ASTAGA!!!! sialan.. apaan nih!!!"
Aku terkejut sekali saat aku kembali ke permukaan air, seorang makhluk rendah berada didepanku sedang mengisi kendi kendi, segera aku kembali kedalam air, “kenapa harus bertemu dengan makhluk rendah seperti ini?” gerutuku dalam hati, aku kembali ke permukaan dan berharap makhluk rendah tadi sudah pergi. aku tak melihatnya ada disana lagi, syukurlah. “AAAAAAAA….” aku tak sadar berteriak saat menoleh  ke arah hulu, manusia tadi kini ada disana masih tetap mengisi kendi yang dia punya dengan air, tapi aneh itu bukan kendi, kecil . sangat berbeda dengan kendi yang aku tahu. dan bentuknya juga aneh. aku terpaku memperhatikan benda aneh yang dia isi dengan air itu.

“Permisi Mbah.. mohon izin saya mengambil airnya saya sangat haus, minuman saya habis dijalan”. manusia itu berucap dan menatapku tak tenang, setelah itu ia segera berlalu, aku sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakannya.

Saat dia berjalan semakin jauh, ingin sekali aku memanggilnya, tapi bagaimana? apa dia mengerti bahasa ku, sedangkan aku saja tidak mengerti ucapannya barusan, aku segera keluar dari air mengejarnya. tapi, kemana dia pergi? cahaya rembulan kini memudar, aku tak bisa melihat dengan jelas kemana dia pergi. kemudian aku melihat sebuah cahaya tak terlalu jauh dihadapanku, apakah itu manusia tadi? dia punya obor? tapi itu bukan cahaya api. aku yang penasaran berlari sangat cepat menuju cahaya tersebut, benar cahaya itu berasal dari obor manusia tadi, aku berhenti tepat dibelakangnya, lalu memperhatikan obor yang digunakannya yang tampak tidak mengeluarkan api.

“HUAAAAAAAA……………”. manusia itu tiba-tiba lari sejadi-jadinya setelah melihat aku disampingnya, “aduh…. sakit!”, obor tadi dia lempar mengenai kepalaku, aku mengambil obornya, aku mencoba mengayun-ayunkan obor itu, tetapi cahayanya tidak berpendar, tidak ada api, benda apa sebenarnya ini? aku coba meniup cahayanya. bahkan tidak bisa padam, sungguh aneh sekali.

Aku kembali berlari kencang menemui manusia tadi, saat aku berada disebelahnya dia malah berteriak dan melempar bungkusan yang dia bawa di punggungnya sejak tadi. “HANTUUUU……!!!, TOLONG JANGAN GANGGU AKU”. dia tampak terisak, kenapa dia menangis? aku menjadi bingung, apa dia tidak menyukai keberadaanku? apa dia merasa terganggu? tapi kenapa dia tidak marah lalu membentak ku? aku terus mengikutinya dan membawa bungkusan yang dia lempar kepadaku tadi. aneh, kenapa dia membawa bungkusan sebesar ini dimalam hari?

Manusia tadi tampak lelah, langkahnya mulai perlahan dan akupun mengikutinya perlahan, dia terus berjalan, aku mengikutinya dan tetap mengarahkan obor itu menerangi arah langkahnya. tiba-tiba dia berlari kencang menuju sebuah pohon, dia bersembunyi. aku berhenti agak jauh darinya. dengan bersembunyi, artinya dia tidak ingin dekat denganku. sesekali aku mengarahkan obor kearahnya dibalik pohon, terkadang dia mengintip kearahku. lama sekali dia bersembunyi, aku kemudian mendekatinya, dia tampak duduk memeluk lututnya, menatapku tajam dan tanpa berhenti mengucapkan kalimat-kalimat dari mulutnya. entah apa yang ia ucapkan. wajah manusia ini ketakutan, kasihan sekali. tapi kenapa dia takut? apa dia takut kepadaku?, aku menyerahkan kembali bungkusan yang dia berikan kepadaku tadi lalu meninggalkannya.

Aku sibuk berjalan dengan obor yang dia berikan kepadaku tadi, masih tetap memikirkan tentang obor ini, kenapa cahayanya tidak padam? terbuat dari apa obor ini? aku mengarahkan cahayanya ke langit, jauh sekali cahayanya menembus angkasa ini. tiba-tiba saja aku ingat rumah, kakak-kakak, ayah, ibu. aku terduduk meratapi nasibku kini, tanpa bisa kutahan air mataku mengalir dan aku tak bisa menahan tangisku yang sangat rindu kepada ayah.

Aku merasakan telapak tangan menyentuh pundakku, sebentar saja tapi ada sebuah rasa iba disana, sungguh aneh, bagaimana bisa aku merasakan sebuah rasa yang lain hanya dengan sebuah sentuhan? aneh. “kamu ngga apa-apa?, kamu manusia kan, manusia tadi menyapaku. aku hanya diam, aku tak mengerti apa yang dia ucapkan. “Hello, are you ok?”, ucapnya kembali, aku meraih tangannya, dengan menyentuh tangan nya aku kini mengerti maksudnya, dia mengkhawatirkan keadaanku. aneh, kenapa dengan bersentuhan aku bisa mengerti apa yang ia ucapkan?. Aku lalu menggenggam erat tangan nya aku bisa merasakan apa yang dia fikirkan, kini dia bingung kenapa aku menggenggam tangannya tiba-tiba?, dia berfikir aku ini manusia atau hantu?, apa itu hantu?. 

Aku melepaskan tangannya, aku berfikir sejenak, aku ini bukan manusia, apa aku hantu?, “A… A..ku han..tu?” ucapku kepadanya, yang benar saja? aku bisa berbicara dengan bahasa manusia?, “mana gue tau ucapnya, aku kembali meraih tangan nya dan kugenggam dengan kedua tanganku. kini aku mengerti ucapannya barusan, dia tidak tahu apakah aku manusia atau hantu. aku menggenggam tangan nya lebih lama, ia kini lebih tenang membiarkanku menggenggam tangannya tanpa ada rasa takut lagi pada dirinya.

Aku merasakan bahwa dia berharap aku bisa menenangkan diri dengan meminjamkan tangan nya kepadaku, aku merasakan dia kasihan kepada gadis sepertiku berada di tempat yang tak ada orang ditengah malam, aku menemukan sebuah kedamaian dalam genggaman tangannya, aku kini tau hatinya tulus. tapi kenapa ayah tidak pernah bercerita jikalau menyentuh manusia aku akan bisa mengerti perasaan dan bahasanya? apa karena manusia mahkluk rendah? sehingga hal itu sengaja tidak diungkapkan? apa karena aku terlahir spesial? tapi entah kenapa aku jadi merasa kalau manusia tak serendah cerita yang selalu diceritakan kepadaku. 

Aku melepaskan tangan pria itu, aku lalu tersenyum, aku tau itu akan membuatnya lebih tenang dan nyaman. “kamu lapar?” ucap pria itu kepadaku, aku lalu mengangguk pelan. “dari tadi ditanya ngga jawab, kaya orang bego aja” lanjutnya, aku hanya tersenyum. aku mengerti setiap perkataannya. pria itu lalu membuka bungkusan yang dia punya, dia mengambil sebuah bungkusan yang lebih kecil didalamnya, membuka bungkusan itu lalu ada bungkusan yang lebih kecil lagi, aku hanya melihat dia mengambil dua bungkusan kecil itu, memberikan satu kepadaku.
“apa ini?” aku bertanya dalam hati, aku menggoyang-goyangkan bungkusan itu, pria itu tersenyum dan mengambil bungkusan ditanganku. aku mengambil kembali bungkusan itu, dia telah memberikan kepadaku, kenapa dia mengambilnya kembali? aku menatapnya dengan tajam memperingatkan untuk tidak mengambil milikku lagi. sepertinya dia mengerti, dia kembali duduk, dia menunjukkan yang dia punya, dia lalu menyobek bungkusan itu, aku mengikuti yang dia lakukan, aku menyobek bungkusan yang aku punya, ada sebuah benda terjaduh dari dalamnya. aku mengambil kembali benda yang jatuh itu, namun pria ini melarangku. dia memberikan yang dia punya kepadaku, “dimakan..” ucapnya pelan, aku menatapnya lalu melihat benda itu, aku mencium benda itu, sedikit wangi, namun sangat asing.

Pria itu tersenyum lalu membuka sebuah bungkusan yang sama kembali dan memakan isinya, “ooohhh, isinya dimakan” gerutuku dalam hati, aku memakan benda asing tersebut, ini rasanya enak, dan aku sangat lapar saat ini, aku lalu mengmbil sisanya dan berlari menjauh dari pria itu, aku ingin semuanya hanya untukku. diluar dugaanku, dia tertawa dan membiarkanku pergi, apa makanan ini tidak berharga untuknya? aku tidak peduli, aku harus memakannya sebelum dia datang, aku tak akan membiarkan satupun lagi makanan ini untuknya.

Aku segera menghabiskan semuanya sat dia berjalan mendekatiku, aku tersenyum menang saat dia tiba dihadapanku, makanannya sudah habis. “bodoh..” ucapnya disela senyumnya saat menatap wajahku, dia duduk berjongkok lalu membersihkan pipiku dengan sebuah kain kecil. kemudian dia mengarahkan tangan nya ke kepalaku lalu mengacak-acak rambutku, “makan yang pelan semuanya buat kamu kok..” aku segera menepis tangan lancangnya yang berani menyentuh kepalaku, dia meringis memengang bagian lengan nya yang aku tepis, “galak..” ucapnya, dia lalu memberiku beberapa potong pakaian aneh, “pake nih, biar anget” ucap pria itu lagi.

Kenapa aku malah sedekat ini dengan manusia? bukankah manusia makhluk rendah dan tidak layak untuk ditemani? tapi, kenapa dia memiliki hati yang sangat tulus? apakah dia bukan manusia? banyak pertanyaan terlintas di kepalaku. Tampak disana pria itu sedang mengumpulkan ranting-ranting pohon, tak lama aku melihat api menyala. dia sedang menghangatkan tubuhnya. aku lalu duduk didekatnya, tampak raut wajah senang di wajahnya saat aku ikut menghangatkan tubuhku didekat api miliknya.

Dia lalu membuka kembali bungkusan besar miliknya, tak lama ia membentuk payung, namun tertutup sepenuhnya hingga kebawah. “buat kamu aja, kamu tidur didalam, aku mau menikmati angin”, aku tidak memahami maksudnya menikmati angin, tapi aku benar ingin tidur, aku hanya mengikuti ucapannya lalu berbaring dibawah payung miliknya. dia memberiku pakaian, rasanya hangat, dia juga menyalakan api, aku lalu tiduran menatapnya, sesekali aku tersenyum, tak sedikitpun mataku lepas dari manusia itu. 

Dia lalu mengeluarkan sebuah benda dari dalam bungkusan besar itu, dia menyentuhnya dan benda itu bercahaya terang. aku tak kuasa menahan penasaran lalu kembali duduk di sebelahnya, aku menatap benda itu, dia menyentuh bagian samping benda itu lalu cahayanya padam. lalu dia menatapku. “mau?” ucapnya, aku lalu mengangguk-anggukan kepalaku gembira. aku mengambil benda itu dan kembali kebawah payung dan tiduran. aku menyentuh benda itu, tapi tidak ada cahaya seperti tadi. aku lalu menyentuh bagian samping benda itu, dan benda itu bercahaya. banyak sekali benda aneh yang dimiliki manusia ini, aku lalu menyentuh-nyentuh cahaya itu, cahanya nya padam, aku coba sentuh lagi, cahayanya kembali menyala, aneh sekali benda ini. benda aneh itu tak aku kembalikan lagi kepadanya hingga aku terlelap.
Selamat malam manusia tulus...
Diubah oleh mythzo
profile-picture
rita08048 memberi reputasi
4
Stories Re-imagined
22-02-2019 01:26
for updates
profile-picture
mmuji1575 memberi reputasi
2 0
2
Stories Re-imagined
22-02-2019 01:26
book lagi untuk update
1 0
1
Stories Re-imagined
22-02-2019 01:27
reserve untuk update lagi
1 0
1
Stories Re-imagined
22-02-2019 01:28
reserve terakhir emoticon-Embarrassment
1 0
1
Stories Re-imagined
22-02-2019 08:14
Mantep bre lanjutt..
emoticon-2 Jempol


bataganemoticon-Blue Guy Bata (S)
0 1
-1
Stories Re-imagined
22-02-2019 08:57
Quote:Original Posted By o0DEJAVU0o
Mantep bre lanjutt..
emoticon-2 Jempol


bataganemoticon-Blue Guy Bata (S)


Siap om emoticon-Embarrassment
1 0
1
Stories Re-imagined
23-02-2019 23:01
fiksi ga papa yang penting menarik untuk dibaca
Yang semangat ya gan,
2 0
2
Stories Re-imagined
24-02-2019 10:28
Quote:Original Posted By g.gowang
fiksi ga papa yang penting menarik untuk dibaca
Yang semangat ya gan,


Baik gan emoticon-Malu

Cuma tempo nya ngga bisa rapat gan emoticon-Nyepi
Diubah oleh mythzo
1 0
1
Stories Re-imagined
06-03-2019 11:38
KEREN BANGET GAN !
profile-picture
ajengal memberi reputasi
2 0
2
Stories Re-imagined
06-03-2019 20:31
Bagus ceritanya bertema fantasi, baru slese baca 😁

Mampir ke trit pertama ku yah, kasi cendol & rate emoticon-Blue Guy Peace

Mantan Pacar Sekelas (True Story)
0 0
0
Stories Re-imagined
11-03-2019 09:37
Heaven - 2
----------------------

Quote:

Drrrrrttttt..... Drrrrrrttt.. 

Benda berbentuk kotak itu bergetar menyadarkan tidurku, ada seorang wanita didalamnya. Kok benda ini bisa menyimpan manusia didalamnya?, membuatku semakin penasaran saja. 


Aku mencari pria tersebut keluar, kelihatan sedang menikmati teh hangat. Dia sudah bangun? Apa dia tidak tidur semalaman? Entahlah aku langsung menunjukkan manusia kecil dalam kotak tersebut kepadanya, dia mengembil benda itu dan menjauh dariku. "hei manusia, teh nya bisa aku coba?", dia hanya melihatku lalu mengangguk dan berlalu. 


Ahhh.. Nikmatnya udara pagi, ditambah teh hangat membuatku nyaman, hingga lupa aku sedang tersesat di alam yang bukan alamku, tapi apa peduliku, ternyata alam manusia tak seburuk yang aku bayangkan, dan pertama kalinya aku melalui pagi tanpa banyak aturan yang tidak kusukai. 


Tapi pria itu tak kunjung kembali ketempat ini, dia sibuk dengan benda itu cukup jauh dari tempatku berada. Penasaran, sebuah rasa yang benar-benar tidak bisa aku tahan dalam hatiku, lalu aku mendekati pria itu. 


Dia sedang berbicara ke benda kotak aneh itu? Kok bisa? Kini rasa penasaranku bertambah lagi, segera saja aku berada di belakang pria itu.


"yang, itu siapa dibelakang kamu?" 


"mana yang?", pria itu menoleh kearahku, "Astaga!!! Ngagetin, ngapain lo kesini?", 


"hah, siapa dia yang? Kamu bareng cewe lain?" 


"ngga yang."


"terus itu siapa? Kok bareng kamu?“, “kok mesra gitu? Kamu ngapain yang!!!“


Tiba-tiba benda itu berubah gelap, pria itu menatapku sedikit sinis, Aku lalu mengambil benda itu lagi. Aku perhatikan baik-baik, wanita didalamnya tak kunjung muncul kembali. 


"mana wanita itu?" ucapku bingung, pria itu memandangku heran. "sini hp gue!" bentak pria itu padaku, "hp?" ucapku penasaran, pria itu langsung mengambil benda berbentuk kotak ditanganku. "oh itu namanya hp" ucapku pelan, pria itu yang berjalan menjauh malah kembali kepadaku, "lo tau ini ga?“, aku hanya menggelengkan kepalaku menjawabnya. Pria itu mengernyitkan dahi nya. 


Dia pergi tanpa kata, aku hanya memperhatikan aktivitasnya, menyalakan kembali api yang sudah padam, sesekali dia menatapku, aku balas tatapannya dengan senyuman, tampak dia seperti memasak di kejauhan. Ada apa dengan pria itu? Ah sudahlah, pagi ini aku merasa segar sekali. bukan, Ini dingin. 


"Kamu ini siapa?“, pria itu kembali dan memberiku teh hangat lagi,  “Flaire", aku menghirup uap teh itu, wangi nya enak. "Rian", dia menyodorkan tangannya sembari duduk dihadapanku, aku memandanginya, kenapa dia menyodorkan tangan?. Tapi kemudian dia menarik kembali tangannya, kenapa dia salah tingkah? Manusia ini aneh. 


"Kamu dari mana?" dia mengulang pertanyaan lain, aku hanya diam, "Asal mana nona?", "kamu berasal darimana?", dia tampaknya dia sangat ingin tau aku darimana. "Surga", ucapku pelan, "yeee.. Jawab yang bener, kamu darimana?", pria ini tak tahu surga tampaknya. "aku dari surga", ucapku. Pria itu lalu tertawa terpingkal-pingkal memandangku lucu. Kurang ajar sekali manusia ini. Aku lalu menatapnya tajam hingga dia diam. 


Suasana bisu kini menyelimuti kami, karena aku sangat marah pada manusia ini. Mataku tak sedikitpun lepas memandangnya tajam.

"Jadi, Flaire dari surga", ucapnya masih menahan tawa. "DIAM!!!“, aku berteriak memukul lututnya. Aku merasa puas melihat pria itu meringis kesakitan."Kamu pantas mendapatkannya. 


"Kamu itu manusia bukan sih?"


"bukan!!", jawabku sangat cepat,


"terus kamu apa?",


"aku Flaire".


"baiklah, aku mengerti". Ucapnya, Apa yang dimengerti pria ini? Aku jadi penarasan. 


Cukup lama aku menunggu dia bicara apa yang dia mengerti, namun dia masih tetap diam. Aku semakin penasaran. 

"apa yang kau mengerti?", aku bertanya penuh penasaran padanya. 


"nona bisa bicara juga ternyata", ucapnya padaku tersenyum.


Sial, dia mengerjaiku. Aku hanya bisa kesal saat dia dengan mudah mempermainkan rasa penasaranku. 


"jangan cemberut gitu nona, entar cepat tua", aku menjauhkan pandanganku darinya. 

"cie.. Ngambek", aku tak menjawabnya.



Aku telah berniat untuk meninggalkannya saja, namun dia menanyakan kemana aku akan pulang, pertanyaan itu menjadi kelemahan terbesar bagiku karena aku tidak mempunyai satupun tujuan. Pria itu menawariku untuk ikut dengannya. Tanpa banyak berfikir aku hanya mengikuti saran pria itu. 


Banyak halangan yang aku alami untuk ikut dengannya. Untuk pulang bersamanya, aku membutuhkan sebuah benda yang disebut tanda pengenal, aku bahkan tidak tahu apa benda itu. Semula pria itu akan pulang dengan pesawat, menurut dia pesawat itu adalah benda terbang, kemudian, dia mengatakan kami akan mencoba naik kereta saja. Kereta juga terbang, itu yang kutahu, namun ternyata kereta yang dimaksud pria itu sama sekali tidak sama, kereta yang dia maksud adalah benda berjalan merayap, Persis seperti ular. Dan aku juga butuh tanda pengenal untuk bisa bepergian dengan kereta.


Pria itu sungguh tak kenal putus asa, pada akhirnya kami pergi dengan benda lainnya mirip kereta. Namun sangat pendek dibanding kereta yang merayap. Dia mengatakan nama benda itu adalah bus.


Sepanjang jalan kami bepergian, selama itu pula banyak pasang mata yang tidak hentinya memandangi kami bergantian. Sungguh berbeda dengan tatapan pria yang bersamaku, kebanyakan dari tatapan mereka menyiratkan niat tak baik yang menakutkan. Namun pria yang bersamaku seolah tau apa yang aku rasakan, dia selalu meyakinkanku, "semua kan baik-baik saja". 


Cukup lama bepergian dengan bus, aku sama sekali berbeda dengan mereka yang lainnya. Mereka dapat melelapkan mata dalam tidur dalam perjalanan, begitu juga pria yang bersamaku. Namun aku sama sekali tidak bisa. Hingga akhirnya kami tiba di tujuan aku tetap tidak bisa melelapkan mataku. 


"WELCOME TO JEKARDAH", teriak pria itu mengagetkanku.


"kita akan banyak masalah baru disini", bisik pria itu ditelingaku. 


Diubah oleh mythzo
profile-picture
profile-picture
rita08048 dan mmuji1575 memberi reputasi
2 0
2
Stories Re-imagined
11-03-2019 09:40
Quote:Original Posted By kisaragi
KEREN BANGET GAN !

Makasih gan emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By RegainBrave
Bagus ceritanya bertema fantasi, baru slese baca 😁

Mampir ke trit pertama ku yah, kasi cendol & rate emoticon-Blue Guy Peace

Mantan Pacar Sekelas (True Story)

Baik gan, trims udah mampir disini
profile-picture
mmuji1575 memberi reputasi
1 0
1
Stories Re-imagined
18-11-2019 18:19
mantaap banget
0 0
0
Stories Re-imagined
18-11-2019 19:46
nice story...
0 0
0
Stories Re-imagined
19-11-2019 11:09
jasa pembuatan taman untuk daerah jakarta www.putraindahtaman.com/tukang-taman-jakarta/
0 0
0
Stories Re-imagined
22-11-2019 02:52
bagus bangett, lanjutt emoticon-Wow emoticon-Toast
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
black-eye-cp3
Stories from the Heart
black-eye2
Stories from the Heart
teror-hantu-dewi
Stories from the Heart
penghuni-lain-di-rumah-kost
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia