Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
64
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c6e6dfe9a972e640d3efc99/belajar-dari-bapak-republik
“Barang siapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri sendiri” (Tan Malaka).Itulah sepenggal kata yang terucap dari bapak republik Indonesia, Ibrahim Datuk Tan Malaka. Seorang pemuda yang lahir 2 Juni 1897 dari keluarga petani miskin di wilayah Sumatera Barat. Tan Malaka seorang anak yang cerdas, pemberani dan berjiwa
Lapor Hansip
21-02-2019 16:23

Belajar dari Bapak Republik

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Belajar dari Bapak Republik

“Barang siapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri sendiri” (Tan Malaka).


Itulah sepenggal kata yang terucap dari bapak republik Indonesia, Ibrahim Datuk Tan Malaka. Seorang pemuda yang lahir 2 Juni 1897 dari keluarga petani miskin di wilayah Sumatera Barat. Tan Malaka seorang anak yang cerdas, pemberani dan berjiwa pemimpin. Ia menghabiskan seluruh usia dalam pergerakan untuk Indonesia merdeka yang diimpikannya.


Tan Malaka merupakan the founding father yang berjasa memerdekakan Indonesia. Tetapi tak pernah sekalipun ia mencicipi rasa manis dari kekuasaan. Bahkan mengalami nasib tragis dengan ditembak mati pasukan Tentara Republik Indonesia di lereng Wilis tepatnya di Desa Selopanggung, Kabupaten Kediri pada 21 Februari 1949 karena kemelut ideologinya (Harry A. Poeze ).


Selama 20 tahun Tan Malaka hidup dalam persembunyian karena menjadi buronan badan inteligen Negara Sekutu. Ia mengelilingi dunia dengan memakai puluhan nama samaran karena takut identitasnya terbuka. Namun sungguh ironis, hidupnya tak hanya mati di tangan para kaum kolonialis, tetapi juga mati di tangan anak bangsa Indonesia yang telah ia perjuangkan kemerdekaannya. Maka benar ungkapan, Tan Malaka adalah bapak revolusi yang mati di tangan anak revolusi.


Melihat sederet peristiwa di atas penulis merasa bahwa pemikiran Tan Malaka perlu untuk diketahui oleh generasi muda saat ini. Pemikiran Tan Malaka tak pernah mati oleh zaman, walaupun rezim Soeharto pada masa orde baru berusaha menghapus kiprahnya dalam memperjuangkan nasib bangsa. Buku Madilog karya monumental Datuk Tan Malaka sempat di tarik dari peredaran dan menjadi karya yang “diharamkan” untuk dibaca pada masa itu.


Quote:Relevansi Gagasan Tan Malaka

Pemikiran Tan Malaka dulu menjadi topik hangat untuk dibicarakan saat ini. Relevansi gagasannya sangat diperlukan di tengah kondisi politik yang kacau balau. Dekadensi moral para politisi dan hilangnya ideologi yang murni demi Indonesia adalah sekelumit perilaku bejat para politisi kita. Alangkah banyaknya politisi menjadi pemimpin retrorika tanpa makna dan penuh kebohongan.


Partai politik pasca reformasi lahir bak jamur di musim hujan, namun sayang seribu kali sayang kelahirannya justru membuat kegaduhan politik baru. Ideologinya sama dengan partai lain yaitu berujung pragmatis dan haus kekuasaan. Maka menjadi suatu keniscayaan ketika publik menyaksikan seorang politisi dengan mudah dapat melompat bak katak dari satu partai ke partai lain.


Naas, lembaga politik tidak memberikan pendidikan kepada rakyat dan membangun masyrakat yang aktif, tetapi justru masyarakat disuguhkan politik pragtis dengan paksaan menerima money politik ketika ada pemilihan umum. Maka, tak heran setiap kali pemilu pasti ada istilah serangan fajar, dana sembako, dan uang pelicin. Lembaga politik seolah berubah menjadi lembaga transaksional yang diperjal belikan demi kepentingan kekuasaan.



Lebih lanjut, tingkah laku para anggota DPR yang jauh dari nilai kebangsaan. Tak sedikit para politisi dan anggota dewan kita yang mendekam dalam kurungan. Tak sedikit jua para politisi dan aparatur negara yang berurusan dengan KPK dan akhir cerita terjerumus di balik jeruji besi penjara. Ditambah lagi, banyak politisi kita yang menghabiskan uang rakyat atas nama kunjungan kerja (kunker). Tetapi pada aplikasinya alih-alih kunker malah asyik-asyik liburan.


Quote:Jika kondisi seperti ini terus berlanjut maka tak akan mungkin lahir negarawan dan pahlawan revolusi seperti Tan Malaka. Kita tak bisa berharap lahir para pemimpin yang membela rakyat kecil. Mustahil lahir para pemimpin sebagai penyambung lidah rakyat jelata.


Oleh karena itu kondisi kalut-malut ini tak boleh berkepanjangan. Sudah saatnya kita merefleksikan warisan sikap budi luhur Tan Malaka. Ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran dari Tan Malaka.

Quote:Pertama

Tak haus kekuasaan. Pada awal kemerdekaan, seorang Muhammad Hatta pernah menawarkan kepada beliau untuk masuk kelingkaran kekuasaan. Tetapi dengan tegas Tan Malaka menolak tawaran tersebut.

Tak hanya itu, dalam suatu kesempatan Seokarno pernah berwasiat, jika aku mati suatu saat maka serahkan jabatan sebagai seorang presiden kepada Tan Malaka. Namun, diluar dugaan sampai ajal menjemputnya Tan Malak tak pernah menduduki manisnya tampuk kekuasaan. Padahal beliau seorang politisi, pemimpin, intelektual handal.



Quote:Kedua

Jujur, berani, ikhlas, dan cerdas. Inilah sosok Tan Malaka dengan keindahan budinya. Ia berbuat tanpa memikirkan ia akan mendapatkan keuntungan apa. Ia seorang tokoh pergerakan yang tak pernah lelah untuk merawat cita-cita Indonesia untuk menjadi bangsa yang berdaulat di mata Internasional.


Selain itu, Tan Malaka juga seorang intelektual cerdas. Bahkan Soekarno terkagum-kagum dengan karyanya. Sebut saja Menuju Republik Merdeka (1925) yang menjadi cikal-bakal lahirnya Negara republic Indonesia. Karya ini lahir ketika orang-orang belum sampai berpikir ke sana. Salah satu lagi karya pamungkas beliau adalah Madilog (1943). Buku ini banyak berbicara terkait logika dan epistimologi.



sumber gambar
11
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Belajar dari Bapak Republik
14-06-2019 16:55
Keren
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
25-02-2019 09:30
ane sendiri denger nama pahlawan tan malaka gan..
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 19:23
kok namanya ngga pernah muncul ya ?
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 18:52
Quote:Original Posted By ghostudent
Republic = kembali ke publik ...

Idiot public akan menghasilkan idiot state


Kalo kata tan malaka, bangsa indonesia masih belum merdeka dari kungkungan logika mistik, disaat negara lain berlomba" dalam kemajuan iptek kita masih sempet-sempetnya ngepion setan emoticon-Ngakak jiahhh setan dikepoin
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 18:24
Quote:Original Posted By 25november
Awas gan entar ada yang baper emoticon-Leh Uga




Ouh ternyata itu penyebabnya, terimakasih gan infonya emoticon-2 Jempol


Ga maksud bikin baper sii gan... Cuma sekedar sharing aja ko wkwkw

Coba agan search di mbah nama lettu soekotjo dan nama ayah presiden yg ane sebutin dari pacitan itu ! ntah kebetulan sama atau gimana .. hehehe
Diubah oleh dilute_31
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 17:48
gua rasa yang salah dari indonesia adalah Demokrasinya.. sudah rusak disusupi orang orang yang mengatasnamakan rakyat kecil.
Diubah oleh mr.luo90
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 16:21
Sungguh sangat disayangkan. Orang seperti beliau sudah punah emoticon-Frown
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 16:12
Quote:Original Posted By dilute_31
koreksi gan dari ane gan, yang memerintah kan menembak tan malaka itu letnan dua soekotjo, klo td ane bilang yang menembak yaaa . bukan mertua nya si presiden yaa, kan udh jelas mertua nya presiden sarwo edhi wibowo

https://www.google.com/amp/m.merdeka...-malaka-1.html


Awas gan entar ada yang baper emoticon-Leh Uga




Ouh ternyata itu penyebabnya, terimakasih gan infonya emoticon-2 Jempol
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 16:08
Quote:Original Posted By 25november
Begitu ya gan, masih belum diketahui ya emoticon-Bingung

Keknya ente salah deh, maksudnya ayah istrinya bukan ayahnya


koreksi gan dari ane gan, yang memerintah kan menembak tan malaka itu letnan dua soekotjo, klo td ane bilang yang menembak yaaa . bukan mertua nya si presiden yaa, kan udh jelas mertua nya presiden sarwo edhi wibowo

https://www.google.com/amp/m.merdeka...-malaka-1.html
1 0
1
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 15:36
Quote:Original Posted By dilute_31
Ane pernah baca dimana yaa dan blm pasti juga sii cuma desas desus klo yg nembak mati si tan malaka bapak nya si presiden RI yg dari pacitan .. who knows lhah cuma baca sekilas doank

Begitu ya gan, masih belum diketahui ya emoticon-Bingung

Keknya ente salah deh, maksudnya ayah istrinya bukan ayahnya
Diubah oleh 25november
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 15:34
Quote:Original Posted By 25november
dari semua kisah pahlawan jujur ane paling suka dengan tan malaka. Dia pernah berseteru dengan Soekarno karena tan malaka lebih menyetujui merdeka 100% yang tidak bernegosiasi dengan 'pencuri', beda dengan soekarno yang lebih diplomatis + bertahap. Yang membuat sudirman dan tan malaka dekat karena sudirman setuju dengan konsep 'merdeka 100%'nya tan malaka. Tapi sedikit informasi saja tan malaka itu adalah nama gelar, nama aslinya Ibrahim gelar Datuk Sutan Malaka, terkejut kan? kenapa nama aslinya jarang diketahui? karena nama aslinya mencerminkan islam, tidak sesuai dengan doktrin jaman seseorang yang mengatakan kalau komunis itu ateis(gak usah ditanya siapa emoticon-Shutup (S) ). Makanya nama aslinya ini sempat 'dihilangkan'.

Tapi ya seperti komunis yang pada umunya yang revolusioner, dia mungkin kurang sabaran untuk mencapai kemerdekaan, makanya dia berselisih dgn Soekarno.


dia pernah nyamar jadi banyak nama dan pernah kabur ke banyak negara karena dia buronan saat itu, dan juga ia kurang disukai dengan pki saat itu (karena gak setuju dengan pemberontakan thn 1927 *cmiiw). Dalam konsep kenegaraannya, indonesia akan tetap indonesia, gak liberal seperti barat, gak komunis seperti timur(soviet dkk) yang membuat Indonesia memiliki sistem sendiri.


Dia terinspirasi banget dengan jerman yang menurutnya punya kemampuan militer superior dan terkenal dengan tank tank besarnya(kalau pernah baca catatan perjuangan pasti tau maksudnya), dia juga sempat mendaftar jadi tentara jerman namun ditolak. Dia juga melihat kemampuan negara jepang yang 'kecil' bisa menaklukkan cina yang merupakan bangsa raksasa.


Cuman sayang banget gan ane cuman tau sampe situ karena udah pusing liat catatan perjuangannya yang kadang pake istilah belanda emoticon-Malu (S). Ane gak ngerti tuh


Kalau untuk kematiannya, ane belum pelajari oleh siapa(otak dibalik pembunahannya), atas dasar apa, dan maksud dibaliknya. Mungkin senior sejarah bisa ngebahas dan menambahkan emoticon-Imlek emoticon-Imlek


Dan koreksi diharapkan apabila ada yang salah emoticon-Imlek


Ane pernah baca dimana yaa dan blm pasti juga sii cuma desas desus klo yg nembak mati si tan malaka bapak nya si presiden RI yg dari pacitan .. who knows lhah cuma baca sekilas doank
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 14:25
ternyata bukan hanya sekarang, yang pantas diberantas
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 14:09
Quote:Original Posted By bungrano
Salah satu "urang awak" yg dibunuh karena cap komunis ( padahal tidak sepaham dengan aidit dkk), pahlawan dengan idealis untuk merdeka dan merata.


Yap nama sebenernya Ibrahim dengan gelar Sutan Malaka tapi org2 buat sebutan cuman Tan Malaka biar dibilang komunis, padahal beliau berbeda ideologi. Beliau lebih mengarah ke sosialis daripada komunis makanya Beliau ga sejalan sama PKI apalagi waktu PKI melakukan aksi massa yg ga sesuai dengan keinginan orang banyak.
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 13:15
Quote:Original Posted By wariar17
Belajar dari Bapak Republik

“Barang siapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri sendiri” (Tan Malaka).


Itulah sepenggal kata yang terucap dari bapak republik Indonesia, Ibrahim Datuk Tan Malaka. Seorang pemuda yang lahir 2 Juni 1897 dari keluarga petani miskin di wilayah Sumatera Barat. Tan Malaka seorang anak yang cerdas, pemberani dan berjiwa pemimpin. Ia menghabiskan seluruh usia dalam pergerakan untuk Indonesia merdeka yang diimpikannya.


Tan Malaka merupakan the founding father yang berjasa memerdekakan Indonesia. Tetapi tak pernah sekalipun ia mencicipi rasa manis dari kekuasaan. Bahkan mengalami nasib tragis dengan ditembak mati pasukan Tentara Republik Indonesia di lereng Wilis tepatnya di Desa Selopanggung, Kabupaten Kediri pada 21 Februari 1949 karena kemelut ideologinya (Harry A. Poeze ).


Selama 20 tahun Tan Malaka hidup dalam persembunyian karena menjadi buronan badan inteligen Negara Sekutu. Ia mengelilingi dunia dengan memakai puluhan nama samaran karena takut identitasnya terbuka. Namun sungguh ironis, hidupnya tak hanya mati di tangan para kaum kolonialis, tetapi juga mati di tangan anak bangsa Indonesia yang telah ia perjuangkan kemerdekaannya. Maka benar ungkapan, Tan Malaka adalah bapak revolusi yang mati di tangan anak revolusi.


Melihat sederet peristiwa di atas penulis merasa bahwa pemikiran Tan Malaka perlu untuk diketahui oleh generasi muda saat ini. Pemikiran Tan Malaka tak pernah mati oleh zaman, walaupun rezim Soeharto pada masa orde baru berusaha menghapus kiprahnya dalam memperjuangkan nasib bangsa. Buku Madilog karya monumental Datuk Tan Malaka sempat di tarik dari peredaran dan menjadi karya yang “diharamkan” untuk dibaca pada masa itu.





Lebih lanjut, tingkah laku para anggota DPR yang jauh dari nilai kebangsaan. Tak sedikit para politisi dan anggota dewan kita yang mendekam dalam kurungan. Tak sedikit jua para politisi dan aparatur negara yang berurusan dengan KPK dan akhir cerita terjerumus di balik jeruji besi penjara. Ditambah lagi, banyak politisi kita yang menghabiskan uang rakyat atas nama kunjungan kerja (kunker). Tetapi pada aplikasinya alih-alih kunker malah asyik-asyik liburan.




Selain itu, Tan Malaka juga seorang intelektual cerdas. Bahkan Soekarno terkagum-kagum dengan karyanya. Sebut saja Menuju Republik Merdeka (1925) yang menjadi cikal-bakal lahirnya Negara republic Indonesia. Karya ini lahir ketika orang-orang belum sampai berpikir ke sana. Salah satu lagi karya pamungkas beliau adalah Madilog (1943). Buku ini banyak berbicara terkait logika dan epistimologi.



sumber gambar


"melawan kedunguan, bapak retorika menelaah bangsa, lupa, ibu pemikiran kurang bijak dalam menampik keniscayaan" --Tan Malaka

emoticon-Big Grin
Diubah oleh karyanakbangs4
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 12:54
Quote:Original Posted By n4z1.v8
Bukan cuma Tan Malaka.
Bahkan sebenarnya Indonesia udah punya 8 presiden.

Coba tebak, siapa presiden yang terlupakan sejarah itu.

emoticon-Traveller


Sependek yang ane tahu, ada Mr. Syafruddin Prawiranegara & Mr. Assaat, CMIIW emoticon-Shakehand2
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 10:56
nyimak
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 10:21
Quote:Original Posted By ghostudent
Republic = kembali ke publik ...

Idiot public akan menghasilkan idiot state


Quote:Original Posted By eedepe15
Madilog...

Ketika log menjadi terma pembeda...

emoticon-Toast


Quote:Original Posted By kelazcorro
Gerpolek yang diakui Jenderal Soedirman


Quote:Original Posted By HBS2307
Bahkan seorang Soekarno terkagum-kagum. Udah tergambarkan bagaimana sosok Tan Malaka emoticon-thumbsup


Quote:Original Posted By MiyaviMYV
Jadi Tan malaka itu, pahlawan yang dilupakan ya bre?


Quote:Original Posted By anarchy0001
Belajar dari Bapak Republik

Usia boleh tua..
keberanian dan kejujuran jgn sampai renta..


Quote:Original Posted By MQaddict
"terbentur, terbentur, terbentur dan terbentuk" -tan malaka-


Quote:Original Posted By mr.puguh
Hahaha..jujur ane sudah pesimis klo ngomongin bangsa ini gan...concern on ur business is more reasonable for now..


Quote:Original Posted By a.r.i.f.
Belajar dari Bapak Republik


Quote:Original Posted By n4z1.v8
Tan Malaka ya....
Pahlawan yang tak dianggap Pahlawan.

Sosialis yang justru dianggap Komunis.


Quote:Original Posted By sins77
Tapi di jaman modern ini pengorbanan yg kita lakukan biasa nya utk skala kecil saja. Seperti pengorbanan utk ortu,kekasih, sahabat,atau teman. Sdh langka di era sekarang ini seseoarang mengorbankan diri utk orang banyak. Yg ada keegoisan utk diri sendiri.


Quote:Original Posted By n4z1.v8
Bukan cuma Tan Malaka.
Bahkan sebenarnya Indonesia udah punya 8 presiden.

Coba tebak, siapa presiden yang terlupakan sejarah itu.

emoticon-Traveller


Quote:Original Posted By SayankAlloh
berjasa bagi negaranya. dan mati ditembak negaranya


Quote:Original Posted By eckosz
Amir Syarifudin? Sosialis Borjuis di masanya


Quote:Original Posted By gusmin
Wowo?


Quote:Original Posted By kontholl
Rijik? emoticon-Bingung


Quote:Original Posted By itik.buruk.rupa
wah bener nih banyak yg di ajarkan


Quote:Original Posted By kontholl
Jasanya sangat besar bagi republik ini, tapi berakhir dengan tragis di tangan bangsa sendiri emoticon-Turut Berduka


Lempar batanya donk gan emoticon-Lempar Bata
0 6
-6
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 10:12
Quote:Original Posted By siloh
klw msih hidup ni orang, ane ngajak ngopi buat bahas politik dijaman nowemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


Bangkit kan dengan Jutsu Edotensei gan emoticon-Ngakak
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 09:53
Salah satu "urang awak" yg dibunuh karena cap komunis ( padahal tidak sepaham dengan aidit dkk), pahlawan dengan idealis untuk merdeka dan merata.
0 0
0
Belajar dari Bapak Republik
24-02-2019 09:49
Quote:Original Posted By sutanoloan
Sutan sjahrir?

Sutan sjahrir atau mr assaat ya gan? emoticon-Bingung
0 0
0
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia