alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5b073e4601cf32cb1fdee4/penghuni-villa-putih
Lapor Hansip
06-02-2019 23:11
PENGHUNI VILLA PUTIH
Past Hot Thread
Sore itu langit terlihat sangat gelap, awan hitam memenuhi angkasa. Kilat sambar menyambar, membuat ciut nyali setiap yang mendengarnya. Ratih menghidupkan perapian untuk mengusir hawa dingin yang semakin terasa menggigit. Alunan suara Diana Ross terdengar menghentak dari gawai hp-nya. Tiba tiba matanya menangkap sekelebat sosok yang berjalan cepat.

"Bi Surti ....bi... belum tidur ?."

Tak terdengar jawaban. Beberapa menit kemudian terdengar suara pisau yang bersentuhan dengan talenan dari arah dapur. Ratih beringsut dari duduknya berjalan kearah dapur, ia heran sedang apa bi Surti selarut ini. Sebelum memasuki dapur, ia melintasi kamar bi Surti, dilihatnya bi Surti sedang tertidur dengan lelapnya. Desss....jantung Ratih berdetak cepat, tubuhnya mulai bergetar.

"Siapa yang ada didapur, malam malam gini?,"

Ratih sampai di dapur, dilihatnya ada sosok gadis tengah membelakanginya. Rambutnya dibiarkan tergerai.

"Eh...apa itu Tiwi ya. Tadi dia bilang dia terjebak macet, koq sudah sampai, lewat mana ia masuk?."

Belum lagi tanyanya terjawab, terdengar suara bel pintu dipencet orang. Bi Surti terlihat bangun dan merapikan pakaiannya.

"Eh..nyonya, sedang apa disitu?."
"Gak apa2 bi. Tolong lihat bi, siapa yang datang !."

Ratih menyusul bi Surti kearah pintu. Dari balik pintu terlihat Tiwi sedang merapikan rambut panjangnya yang basah oleh hujan. Ratih tak bisa menyembunyikan kebingungannya, dia hanya diam mematung melihat saudara sepupunya itu

"Haii..haii....halloo ..non ...!!." Tiwi menggoyang2kan tangannya didepan muka Ratih.
"Kamu kenapa sih, kayak lihat setan aja. Ini aku saudara sepupu kamu, Tiwi." lanjut Tiwi sambil menggerak2kan hidungnya. Tingkah yang selalu ia lakukan jika melihat saudara sepupunya ini bersedih, dan biasanya Ratih akan tertawa terbahak2, tapi kali ini ia tidak bergeming. Tiwi mencubit lengan Ratih, terdengar suara Ratih mengaduh.

"Aduuhhh...apa apaan sih kamu Tiwi. Sakit tau."
"Kamu yang apa apaan, dari tadi bengong aja." gerutu Tiwi.
"Ada apa sih Rat ? Koq lo sampe bengong gitu?" lanjut Tiwi.
"Ah..gak apa apa Wi. Yuk masuk!!.

Tiwi mengikuti Ratih berjalan ke ruang makan. Dan mereka terlihat makan dengan lahapnya. Sesekali terdengar tawa mereka memecahkan keheningan malam.

"Wi...lo tidur ama gue aja ya, mas Herman gak kesini. Jadwalnya lagi padet katanya."

"Jiaahh...pengantin baru, dianggurin." ledek Tiwi
"Apaan sih lo." ujar Ratih sambil mencubit pinggang Tiwi.

Malam mulai menyelimuti bumi, halimunpun mulai turun. Udara bertambah dingin, Ratih melirik sepupunya yang sudah sedari tadi tidur mendengkur. Sedang ia sendiri belum bisa memejamkan mata. Sudah ia coba untuk menutup mata, tetap saja ia tak bisa tidur. Pikirannya dihantui oleh bayang sosok gadis yang lihat didapur tadi sore. "Siapa gadis itu ya?," pertanyaan itu menghantui pikirannya. Tengah ia melamun tiba2 lampu kamar mendadak mati, dan perlahan dari balik tirai terlihat sesosok tubuh wanita, tidak begitu jelas terlihat, berdiri dan berjalan menghampirinya, wajahnya tertutup oleh rambut yang menjuntai, ketika tiba2 wajah itu ada dihadapannya dan tetes darah menerpa wajahnya, Ratih berteriak, tapi ia tidak dapat mengeluarkan suaranya, lehernya seperti kaku dan semua organ tubuhnya tak dapat digerakan. Ratih terus berteriak, hingga tiba2 tubuhnya terasa ada yang mengguncangnya.

"Rat...Ratih, Ratih bangun...bangun."

Ratih membuka matanya, dilihatnya Tiwi sudah duduk disampingnya, sambil memegang tangannya.

"Hey...lo kenapa sih, teriak2 gitu?, lo ngimpi apa?," Tiwi memberondongnya dengan pertanyaan.

"Nggak Wi." Ratih gak mau bercerita, karena ia tau sepupunya itu sangat penakut dan dia bakalan minta pulang kalau dengar cerita Ratih.

"Makanya kalo mau tidur tuh baca doa dulu, jangan baca komik," Tiwi meneruskan celotehnya.
"Nih..minum dulu," ujarnya sambil menyodorkan segelas air.

Ratih meneguk air itu dan mulai berbaring. Tiwi juga merebahkan tubuhnya dan dengkurnya kembali terdengar.
profile-picture
profile-picture
Mahendra888 dan redbaron memberi reputasi
11
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 7
24-05-2019 08:46
Part - 33
Malam kian larut , 10 menit lagi jarum jam tepat menunjukan angka 12, berarti akan semakin sulit bagi Ustadz Burhan dan kawan2, untuk melumpuhkan kekuatan bi Surti.
Hawa malam di dalam Villa terasa panas, padahal diluar sana halimun pekat menyelimuti Villa. Suara lolongan anjing terdengar di kejauhan, bersamaan dengan itu berkelebat bayang hitam yang melintas dengan cepat. Ustadz Burhan memberi isyarat dengan telunjuknya kepada semua yang ikut, agar berhati hati dan waspada, karena serangan2 yang mengejutkan bisa datang kapan saja. Ustadz Arif mendekati Noval dan berbisik.

"Noval...lindungi santri yang lain, juga Bima."

Noval mengangguk tanda mengerti. Kemudian ia beringsut dari tempat ia berdiri, mendekati teman2nya. Perlahan ia meminta teman2nya untuk mengikutinya membaca doa. Peluh membasahi dahinya, ia terlihat sangat tegang. Bima menepuk bahu Noval perlahan.

"Kita akan berjuang bersama, InsyaAllah tidak akan terjadi apa2, tenang bro."

Noval tersenyum tipis, dia tidak menyangka Bima bisa setenang itu, padahal tadi ia sempat terkena serangan.

--------------------

Bi Surti mengawasi dari atas sambil tersenyum genit. Wajahnya masih terlihat cantik, meski sudah banyak keriput disana sini. Tubuhnya yg sintal, melenggak lenggok membangkitkan gairah.
Tiba2 ia berhenti dan diam sesaat, matanya membelalak.

"Kurang ajar !!!, mengapa menghadapi hal seperti itu kalian bisa gagal. Aku tidak mau tau, kalian harus bisa membawa darah gadis itu secepatnya, kalau tidak, kalian akan tau akibatnya. Cepaaatttt !!!!!

Bima menyadari bahaya yang sedang mengancam kekasihnya, spontan ia berteriak lantang.

"Surtiii.!!!, sekali saja kau berani menyentuh tubuh Ratih, kuhabisi kau ja*a*am."

Tubuh Bima bergetar hebat, dia bergerak hendak menghampiri Surti, untung Noval bergerak cepat, ditariknya tangan Bima.

"Tahan Bima !!!, jangan gegabah, dia sangat kuat. Jangan kau turuti emosimu. Tenanglah !!, kita tunggu instruksi Ustadz."

Bima menghentikan langkahnya, nafasnya memburu dengan cepat, wajahnya memerah penuh amarah.

Bwahahahaha.....hahahahaha, kemarilah tampan, datanglah kepadaku, kita akan bercumbu. Aku akan membuatmu menikmati surga dunia, yang tak akan pernah kau lupakan. Kita habiskan malam ini bersama. Juga dengan Ustadz tampan itu. Ayolah, kalian tunggu apalagi."

Ustadz Burhan terlihat menahan marah. Tiba tiba.

Hiatttt.., Ustadz Burhan menghentakan kedua tangannya kearah Surti. Sesaat kemudian terdengar ledakan hebat.

Duaarrrr, binasalah kau iblis betina.

Surti dengan sigap mengelak, sambil tertawa terkekeh kekeh

"Mengapa kau memperlakukan permaisurimu dengan kasar tampan. Kau mau menyentuh ini ?." Ujar Surti sambil membusungkan dadanya.

"Ayolah, aku sudah tak tahan." Lanjutnya sambil mengedipkan matanya.

Ustadz Arif mendekati Ustadz Burhan, lalu keduanya menyatukan kekuatan dan melepaskannya kearah Surti. Kali ini Surti agak kewalahan, tangannya terkena serangan itu dan darah segar menyembur mengenai wajahnya.

"Kurang ajar, ternyata ilmu kalian boleh juga, baiklah kalau begitu, akan kulayani kalian."

Kemudian ia melompat turun. Entah kekuatan apa yang ia gunakan, hingga tubuhnya terlihat begitu ringan. Ketika kakinya menjejakan lantai, tiba2 muncullah beberapa ekor ular besar. Ular ular itu seperti mendapat instruksi dari tuannya, langsung menyerang Ustadz Burhan dan para santri.
Ustad Burhan dan Santri, kewalahan menghadapi serangan Surti dan ular2nya. Hingga tiba2 terdengar teriakan.

Argh...!!!

"Ustadz..!!!, Yanto kena patuk ular."
"Ustadz Burhan, bergeser mendekati Yanto, dan menotok beberapa titik, agar bisa ular tak menjalar. Diayunkannya keris kearah ular ular itu dan wesh, seluruh ular tiba2 menghilang.

"Arif, tolong kau bantu Noval, menyelamatkan Yanto. Biar aku yang hadapi iblis betina ini."

Ustadz Arif berlari menyelamatkan Yanto, yang tengah terkapar tak berdaya.
profile-picture
redbaron memberi reputasi
1
24-05-2019 09:30
Part - 34
Pertarungan sengit terjadi antara Ustadz Burhan dan Surti. Mereka mempunyai kekuatan yang berimbang. Tiba2 Surti menghentikan gerakannya dan tertawa lepas.

"Hihihihihi.....selamat datang pangeran kegelapan, ayo habisi b*ng**t b*ng**t ini, buat mereka tak bisa bernafas lagi."

Kemudian Surti melompat keatas. Belum usai derai tawanya, tiba2 terdengar suara dengungan yg sangat keras, ribuan kelelawar datang menyerang Ustadz Burhan dan teman2nya. Ustadz Burhan dan teman2nya sibuk menyabetkan keris mereka dan menghujaminya ketubuh kelelawar2 itu. Satu persatu, kelelawar itu jatuh dan menghilang, hingga akhirnya, tinggal satu yang paling besar dan sangat ganas. Itu mungkin yang disebut Surti, sebagai Pangeran Kegelapan.
Kelelawar itu bergerak dengan cepat, hingga akhirnya ia bisa menancapkan taringnya di tubuh Ustadz Arif.

Aarrghhh

"Arif...!!!."

Ustadz Arif terjatuh dan tak berkutik lagi. Noval menarik tubuh Ustadz Arif, ternyata tubuh itu telah dingin.

"Innalillahi wa innaillaihi roojiun."

Ustadz Burhan terhenyak kaget. Disaat ia lengah, hampir saja kelelawar raksasa itu mengenainya, untung saja ia bertindak cepat.

"Allahu Akbar...!!!."

Ustadz Burhan mengayunkan kerisnya, dan tepat mendarat ditubuh kelelawar raksasa, dan membelahnya menjadi dua. Seperti yang lainnya kelelawar inipun menghilang.

Surtiiiii...!!!!, takkan kubiarkan kau hidup lebih lama lagi. Sekarang juga, akan kubunuh kau, jahanam."

Melihat situasi yang kurang menguntungkan, Surti berkelebat dan menghilang. Ustadz Burhan mendekati tubuh Ustadz Arif yang terbujur kaku. Dipandanginya wajah sahabatnya itu erat2, perlahan digenggamnya jemari Ustadz Arif. Tiba tiba wajahnya berubah dan berteriak.

"Noval, cepat kau ambil ranselku!!."

Noval berlari dan menyerahkan ransel ke Ustadz Burhan. Ustadz Burhan mengambil sesuatu dari dalam tasnya, dan rupanya itu adalah rempah obat. Dimasukannya obat itu ke mulut ustadz Arif, lalu dengan sigap disedotnya luka gigitan kelelawar di leher Ustadz Arif dan dimuntahkannya.
Terlihat darah hitam pekat membasahi lantai. Beberapa kali Ustadz Burhan melakukan itu, hingga darah segar memancar dari tubuh Ustadz Arif. Kemudian luka itu ditaburi obat dan dibalut. Wajah Ustadz Arif perlahan tapi pasti mulai terlihat merona, dan tubuhnyapun sudah mulai hangat. Ustadz Burhan menarik nafas lega.

"Alhamdulillah, ya Allah, Engkau telah menyelamatkan sahabatku."

Noval, Bima dan santri2, terbalak kaget bercampur senang.

"Ustadz Arif hidup lagi. Ya Allah..Alhamdulillah. Apa yang terjadi Ustadz." Noval memberondong pertanyaan ke Ustadz Burhan

"Tadi sewaktu, aku memegang tangannya, aku masih merasakan denyut nadinya, meski sangat lemah, rupanya racun kelelawar itu belum sepenuhnya menyebar. Dan dengan ijin Allah, Arif bisa aku tolong."

Noval memeluk tubuh Ustadz Burhan sambil menangis. Ustadz Burhan menepuk2 bahu Noval, sambil membesarkan hatinya.

"Sebaiknya serangan kita teruskan besok, karena kondisi kita sudah lemah. Sebaiknya aku akan memagari tempat ini, agar mahluk2 astral tidak bisa menyentuh kita."

Kemudian Ustadz Burhan berkeliling sambil membaca doa.

Malam sudah hampir mendekati pagi, suara kokok ayam mulai terdengar, meski hanya sayup2. Ustadz Burhan melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Sepertinya subuh sudah hampir tiba. Sebaiknya kita shalat sunnah fajar terlebih dahulu. Masih ingatkan apa keistimewaannya ?."

Santri2 mengangguk dan berwudhu dg air seadanya. Khusuk mereka shalat. Tak ada rasa takut dalam diri mereka. Saat inilah, saat terdekat mereka dengan Allah.
profile-picture
redbaron memberi reputasi
1
24-05-2019 15:17
Bentar lagi tamat nih
lanjut gan ..
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1
24-05-2019 16:44
Part - 35
Hening pagi terkoyak oleh jeritan memilukan dari ruangan atas Villa.

"Bukaaaaa.....!!!!, aku haus, tubuhku seperti terbakar, aku mau daraaaahhhh. Tolong akuuuu."

Ustadz Burhan dan santrinya saling berpandangan.

"Itu Bella tadz, dia putri Surti, dia sudah meninggal, tapi dibangkitkan lagi, dengan kekuatan hitam, entah mahluk apa yang bersemayam ditubuhnya."

"Ustadz, apa kita akan segera melakukan serangan pagi ini ?."
"Ia, kita harus bergerak cepat, mumpung Surti dalam kondisi yang lemah."
"Arif, gimana dengan kamu, sudah baikan ?."
"Alhamdulillah Ustadz. Kalau tidak ada Ustadz mungkin saya sudah mati."
"Alhamdulillah, bukan karena saya Ustadz Arif, tapi karena pertolongan Allah, saya hanya perantara."

Ustadz Arif tersenyum sambil mengangguk2an kepala.

"Tau apa yang saya suka dari Ustadz Burhan, teman2 ?, beliau itu orangnya sangat rendah hati dan baik. Saya mengenal beliau sejak kecil, hampir tidak pernah, beliau menyakiti hati saya."
"Jangan berlebihan Ustadz Arif."

Kemudian terdengar mereka tertawa bersama, sejenak terlupakan urusan mereka dengan Surti.

-------------------
Dilantai dua Villa, diruang yang tersembunyi, Surti mengawasi gerak gerik Ustadz Burhan dan teman2nya. Dahinya berkerut menahan marah.

"Kurang ajarrr, masih bisa tertawa mereka. Tertawalah....tertawalah kalian, selagi bisa, karena sebentar lagi ajal kalian akan sampai.....hehehehe....hehehehe."

Kemudian ia melangkah kearah jasad Dirga, kakek tua jahanam yang jasadnya masih utuh di meja altar.

"Sayangku..!!, kau dengar apa yang mereka katakan ?, dan kau diam saja ?. Kau tidak marah, mereka hendak membunuhku, seperti dirimu. Tapi aku bukan kamu, kamu lemah dan jelek...hahahahaha....hahahaha. Aku akan buat mereka menyesal telah lahir dari perut ibu mereka....herghhh.

Kemudian Surti melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya, iapun melakukan ritual, tubuh sintalnya meliuk liuk dengan erotis sejenak kemudian terlihat ia mengerang penuh gairah, sebelum akhirnya tubuhnya diam dalam semedi.

Sejurus kemudian, ia sudah kembali berbusana lengkap, dengan langkah cepat, diambilnya keris gagak hitam dan disangkurkan ke sarung yang ada dipinggangnya.

"Akan kita selesaikan hari ini Burhan, kita lihat siapa yang lebih kuat, aku atau kamu dan teman2mu." Ujar Surti bergumam.

Kemudian ia berjalan menuruni anak tangga. Surti pagi ini tidak seperti yang semalam, tubuhnya terlihat sangat segar dan energik, wajahnyapun terlihat lebih muda. Entah kekuatan apa yang sudah ia serap, hingga bisa merubahnya dalam tempo sekejap.

"Selamat pagi tampan, apa aku mengejutkanmu ?."

Ustadz Burhan terkesima dengan kecantikan Surti, tapi Ustadz Arif dengan sigap menepuk bahunya.

"Waspada Ustadz !!!, serangan dimulai."

Ustadz Burhan, tersadar dan langsung beristighfar, ternyata ilmu hitam Surti hampir saja membuatnya lupa.

"Astagfirullah. Hai iblis betina bertobatlah, sebelum amarahku melukaimu."

Surti tertawa menggoda.

"Hihihi...hihihi, apa kau sanggup membunuhku tampan ?, kau sanggup menyangkurkan kerismu di tubuh mokekku ?."

Mulut Ustadz Burhan bergerak membaca ayat2 suci, agar ilmu hitam Surti tidak lagi mempengaruhinya.

"Hai..nenek tua, bertobatlah, lihat tubuh peotmu sudah lapuk, dan sebentar lagi kau akan dimakan belatung2 tanah," Noval berteriak lantang.

Tubuh Surti mengejang mendengar ejekan Noval, matanya merah, menyorotkan amarah yang siap menghancurkan Villa. Sejurus kemudian ditariknya gagak hitam dari sangkurnya, dan ia melesat cepat kearah Noval.
Ustadz Burhan, melihat situasi yang berbahaya buat Noval, langsung bergerak, melesat menyerang Surti.

traanggg

Dua keris beradu dan keduanya terpental. Surti memandang marah kearah Ustadz Burhan, dan terus menyerang dengan jurus2 yang mematikan. Lengan Ustadz Burhan terkena sabetan gagak hitam beracun. Untunglah ia sudah mengantisipasinya dengan obat penawarnya.

"Ma*pus kau bedebah, akan kubuat kalian mati sekarang juga."

Surti bergerak sangat cepat dan melukai dua orang santri

"Arif, beri mereka penawar racun, cepatt !!."

Ustadz Arif mengikuti instruksi Ustadz Burhan dan mencoba menyelamatkan santri2 itu. Pertarungan terus berlanjut, Surti seolah ingin menghabisi semua yang ada disitu, dan tak ingin ada yg tersisa
Diubah oleh agusmulyanti
profile-picture
redbaron memberi reputasi
1
24-05-2019 21:00
Quote:Original Posted By 666lucifer89
Bentar lagi tamat nih
lanjut gan ..


Yups...tks gan
0
25-05-2019 06:41
Part - 36
Matahari mulai naik sepenggalah, ketika tiba tiba tubuh Surti terhempas ke lantai, rupanya Ustadz Burhan telah melepaskan ilmu pamungkasnya. Dengan dibantu doa dari para Santri, ternyata kekuatan Surti terletak pada keris gagak hitamnya. Disaat keris itu terlepas dari tangannya, maka ia sudah tak lagi berdaya, dengan satu pukulan tenaga dalam, ia terhuyung, sebelum akhirnya terhempas ke lantai.

Ustadz Burhan menghampiri bi Surti, yang terbaring lemas dengan darah segar keluar dari mulutnya.

"Surti..bertobatlah !!, sebelum ajal datang menjemputmu. Mohon ampunlah pada Allah, atas semua dosa yang telah kau perbuat."

"Cuih....aku tak kan bertobat, aku kuat. Akulah penguasa kegelapan....hahahaha....hahahah, tak ada yang bisa membuatku ma...tii.aarrggh

Tiba tiba tubuh Surti mengejang, matanya membelalak, dengan erangan yang sangat menakutkan.

Seiring dengan hembusan nafas terakhir Surti, tiba tiba terdengar jeritan dan lolongan kematian dari lantai atas, rupanya tubuh Bella sudah tidak kuat untuk bertahan, darah segar yang menjadi sumber kekuatan hidupnya, sudah tidak lagi ia dapatkan, dan ia pun menghembuskan nafasnya.

Ustadz Burhan mendatangi santri2nya.

"Anak-anak, mari kita kuburkan jasad jasad ini dengan layak, sesudah itu kita tinggalkan tempat ini secepatnya."

Ternyata tugas mereka begitu berat, mereka harus menguburkan jasad2 itu tanpa peralatan yang memadai.
Selepas ashar tugas itupun selesai. Ustadz Burhan mengajak rombongannya untuk kembali ke desa.

"Ayo anak2 kita tinggalkan tempat ini, sebelum hari menjadi gelap."

Menjelang maghrib, mereka sudah memasuki batas desa, mereka ingin secepatnya kembali ke rumah. Villa Putih penuh misteri itu kini akan benar benar menjadi Villa yang penuh dengan pesta pora mahluk astral tanpa akhir, dan tawa Surti yang menggema

hihihihi.....hihihihi.....hihihihi

T A M A T
Diubah oleh agusmulyanti
profile-picture
profile-picture
redbaron dan dupa.fair memberi reputasi
2
28-05-2019 23:27
dah tamat..dah gini aja ..sukronn gan
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1
29-05-2019 10:05
Quote:Original Posted By ariefdias
dah tamat..dah gini aja ..sukronn gan


Waiyyaki gan...Jazaakallah dah mantengin ampe akhir gan
0
07-06-2019 01:26
yang nomor 3 itu keren banget gan. buat thread lagi ya gan...
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1
07-06-2019 02:30
bikinin index dong, makasih
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
07-06-2019 06:48
uda tamat nih gan?
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1
07-06-2019 07:01
InsyaAllah...tks Gan dah Mantengin
Quote:Original Posted By itik.buruk.rupa
yang nomor 3 itu keren banget gan. buat thread lagi ya gan...
0
07-06-2019 07:02
Yups...insyaAllah Next Gan
Quote:Original Posted By colony13
bikinin index dong, makasih
0
07-06-2019 07:03
Untuk Yg Ini Udah Gan, Tunggu Next Threadnya Ya..🤗
Quote:Original Posted By kpopersalimm
uda tamat nih gan?
0
07-06-2019 17:48
yang nomor 3 itu keren banget gan. buat thread lagi ya gan...
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1
08-06-2019 03:44
Keren horrornyaa.. buat lagi gan.. yg makin seru yaa
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1
08-06-2019 07:18
InsyaAllah
Quote:Original Posted By BananaMilk
Keren horrornyaa.. buat lagi gan.. yg makin seru yaa
0
09-06-2019 06:50
nenda ah
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1
09-06-2019 09:19
Silahkan Gan..🤗
Quote:Original Posted By aa115prass
nenda ah
0
Halaman 6 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
halte
Stories from the Heart
santri-be-happy
Stories from the Heart
sepenggal-kisah-tentang-menuk
Stories from the Heart
sampai-bila-kau-menjauhi-ku
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.