alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5b073e4601cf32cb1fdee4/penghuni-villa-putih
Lapor Hansip
06-02-2019 23:11
PENGHUNI VILLA PUTIH
Past Hot Thread
Sore itu langit terlihat sangat gelap, awan hitam memenuhi angkasa. Kilat sambar menyambar, membuat ciut nyali setiap yang mendengarnya. Ratih menghidupkan perapian untuk mengusir hawa dingin yang semakin terasa menggigit. Alunan suara Diana Ross terdengar menghentak dari gawai hp-nya. Tiba tiba matanya menangkap sekelebat sosok yang berjalan cepat.

"Bi Surti ....bi... belum tidur ?."

Tak terdengar jawaban. Beberapa menit kemudian terdengar suara pisau yang bersentuhan dengan talenan dari arah dapur. Ratih beringsut dari duduknya berjalan kearah dapur, ia heran sedang apa bi Surti selarut ini. Sebelum memasuki dapur, ia melintasi kamar bi Surti, dilihatnya bi Surti sedang tertidur dengan lelapnya. Desss....jantung Ratih berdetak cepat, tubuhnya mulai bergetar.

"Siapa yang ada didapur, malam malam gini?,"

Ratih sampai di dapur, dilihatnya ada sosok gadis tengah membelakanginya. Rambutnya dibiarkan tergerai.

"Eh...apa itu Tiwi ya. Tadi dia bilang dia terjebak macet, koq sudah sampai, lewat mana ia masuk?."

Belum lagi tanyanya terjawab, terdengar suara bel pintu dipencet orang. Bi Surti terlihat bangun dan merapikan pakaiannya.

"Eh..nyonya, sedang apa disitu?."
"Gak apa2 bi. Tolong lihat bi, siapa yang datang !."

Ratih menyusul bi Surti kearah pintu. Dari balik pintu terlihat Tiwi sedang merapikan rambut panjangnya yang basah oleh hujan. Ratih tak bisa menyembunyikan kebingungannya, dia hanya diam mematung melihat saudara sepupunya itu

"Haii..haii....halloo ..non ...!!." Tiwi menggoyang2kan tangannya didepan muka Ratih.
"Kamu kenapa sih, kayak lihat setan aja. Ini aku saudara sepupu kamu, Tiwi." lanjut Tiwi sambil menggerak2kan hidungnya. Tingkah yang selalu ia lakukan jika melihat saudara sepupunya ini bersedih, dan biasanya Ratih akan tertawa terbahak2, tapi kali ini ia tidak bergeming. Tiwi mencubit lengan Ratih, terdengar suara Ratih mengaduh.

"Aduuhhh...apa apaan sih kamu Tiwi. Sakit tau."
"Kamu yang apa apaan, dari tadi bengong aja." gerutu Tiwi.
"Ada apa sih Rat ? Koq lo sampe bengong gitu?" lanjut Tiwi.
"Ah..gak apa apa Wi. Yuk masuk!!.

Tiwi mengikuti Ratih berjalan ke ruang makan. Dan mereka terlihat makan dengan lahapnya. Sesekali terdengar tawa mereka memecahkan keheningan malam.

"Wi...lo tidur ama gue aja ya, mas Herman gak kesini. Jadwalnya lagi padet katanya."

"Jiaahh...pengantin baru, dianggurin." ledek Tiwi
"Apaan sih lo." ujar Ratih sambil mencubit pinggang Tiwi.

Malam mulai menyelimuti bumi, halimunpun mulai turun. Udara bertambah dingin, Ratih melirik sepupunya yang sudah sedari tadi tidur mendengkur. Sedang ia sendiri belum bisa memejamkan mata. Sudah ia coba untuk menutup mata, tetap saja ia tak bisa tidur. Pikirannya dihantui oleh bayang sosok gadis yang lihat didapur tadi sore. "Siapa gadis itu ya?," pertanyaan itu menghantui pikirannya. Tengah ia melamun tiba2 lampu kamar mendadak mati, dan perlahan dari balik tirai terlihat sesosok tubuh wanita, tidak begitu jelas terlihat, berdiri dan berjalan menghampirinya, wajahnya tertutup oleh rambut yang menjuntai, ketika tiba2 wajah itu ada dihadapannya dan tetes darah menerpa wajahnya, Ratih berteriak, tapi ia tidak dapat mengeluarkan suaranya, lehernya seperti kaku dan semua organ tubuhnya tak dapat digerakan. Ratih terus berteriak, hingga tiba2 tubuhnya terasa ada yang mengguncangnya.

"Rat...Ratih, Ratih bangun...bangun."

Ratih membuka matanya, dilihatnya Tiwi sudah duduk disampingnya, sambil memegang tangannya.

"Hey...lo kenapa sih, teriak2 gitu?, lo ngimpi apa?," Tiwi memberondongnya dengan pertanyaan.

"Nggak Wi." Ratih gak mau bercerita, karena ia tau sepupunya itu sangat penakut dan dia bakalan minta pulang kalau dengar cerita Ratih.

"Makanya kalo mau tidur tuh baca doa dulu, jangan baca komik," Tiwi meneruskan celotehnya.
"Nih..minum dulu," ujarnya sambil menyodorkan segelas air.

Ratih meneguk air itu dan mulai berbaring. Tiwi juga merebahkan tubuhnya dan dengkurnya kembali terdengar.
profile-picture
profile-picture
Mahendra888 dan redbaron memberi reputasi
11
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 7
27-02-2019 06:52
Lanjut dooong gaan seruuu bgt
1
27-02-2019 07:28
Quote:Original Posted By mbahpunk89
Lanjut dooong gaan seruuu bgt


Siyaps
0
04-03-2019 11:52
Part - 22

Kematian kakek tua jahanam telah membakar amarah Surti. Dahinya yang sudah tidak licin lagi dikernyitkan, mulutnya menggeram, tiba tiba....

Setan alasss....kubunuh kalian

Surti berteriak keras sambil membanting tongkatnya.

"Akan.kukejar kalian...hingga keneraka!!, kalian dengar??...tunggu pembalasanku."

Surti menambah dupa dimeja altar dan tubuhnya yang renta mulai menari sambil merapalkan mantera.

"Haiii....setan setan kegelapan, bangkitlah, kuperintahkan kalian untuk membawa mereka kepadaku....bangkitlah....bangkitlah...bangkitlah."

Tubuhnya bergetar kencang...ia terus menari dan berdoa. Suasana di Villa itu terasa dipenuhi oleh ghaib ghaib yang berdesakan memenuhi panggilan Surti.
Sesaat hening, hingga tiba tiba terdengar tawa Surti membahana.

hahaha....hahaha...hahaha...

Kemudian ia berjalan kearah kakek tua jahanam, duduk disebelahnya sambil membelai wajah tua itu.

"Tenang sayangku, aku akan menghidupkanmu dengan darah lelaki jahanam itu. Kita akan hidup abadi selamanya. Huahahaha...huahahaha. Kamu akan terus menjadi pengantinku sayang."

Surti terus meracau sambil membelai wajah kakek tua jahanam dengan genit.
Tiba tiba Bella dan Herman muncul, mereka kaget melihat tubuh kakek tua jahanam yang terbujur kaku.

"Ada apa dengan aki Dirga mah, kenapa dia jadi seperti ini?." Ujar Bella.

Herman jongkok disebelah kakek tua jahanam dan memegang tangannya.

"Kenapa dengan dia bi Surti?, kenapa wajahnya jadi jelek begini."

Surti menatap wajah Herman lekat lekat, sorot matanya penuh kemarahan.

"Sekali lagi kau ucapkan kata itu...kubunuh kau."

Herman diam, bangkit dan menjauh. Ia berjalan menghampiri Bella dan memeluk tubuh gadis itu, mereka berpelukan erat sambil tertawa mesra. Surti yang menyaksikan adegan itu bertambah marah.

"Pergi kalian dari hadapanku!!." Cuiihhh, Surti meludah sambil membelalakan matanya.

Bella dan Herman terus tertawa sambil terus berpelukan. Mereka memamerkan kemesraan dihadapan Surti. Hingga akhirnya tawa mereka terhenti, begitu mereka melihat Surti mengambil keris saktinya.

"Teruslah tertawa....atau aku akan menyangkurkan gagak hitam ini di tubuh kalian."

Ratih dan Herman menjauh setengah berlari.

Huahahahaha....huahahahaha...huahahahaha

"Kalian mau bermain main denganku?, dengan senang hati, aku akan menguliti tubuh kalian...huahahahaha....huahahahaha, kalian mau pelan pelan atau cepat?, kalian tinggal pilih..huahahaha....huahahaha."

Tawa Surti memenuhi ruangan. Tubuh rentanya berguncang guncang. Tengannya menghunuskan keris penuh dendam. Surti terus tertawa melihat Herman dan Ratih yang berlari ketakutan.
Diubah oleh agusmulyanti
profile-picture
redbaron memberi reputasi
2
04-03-2019 22:36
lanjutttt bro..nanggung euy 😂😂😂😂😂
1
04-03-2019 22:49
Part - 23

Ustadz Burhan khusuk berdzikir, dibelakangnya jamaah lain ikut larut dalam dzikir, mereka berdoa memohon perlindungan Allah, agar kampung mereka dan juga dua anak muda yang datang ke kampung mereka dijauhi dari gangguan mahluk ghaib.

Ratih terlihat hadir diantara jamaah, disebelahnya duduk Asiah, istri Ustadz Burhan. Tiba tiba terlihat bahu Ratih berguncang hebat, matanya merah membelalak, mulutnya berdesis.

"Errrr......pergi kalian semua...Errr, hentikan ini semua...hentikan!!!."

Asiah memegang lengan Ratih kuat kuat, tapi tiba tiba tangannya dihempaskan dan tubuhnya terhuyung ke belakang, untung saja Ustadz Burhan cepat tanggap, diraihnya tubuh Asiah dan dibimbingnya menjauh.

"Menjauhlah ummi, itu bukan nak Ratih, ada kekuatan ghaib yang menguasainya."
"Iya abi, hati hati tenaganya sangat kuat."
"InsyaAllah Abi akan berhati hati."

Kemudian dengan hati hati Ustadz Burhan mendekati tubuh Ratih. Tiba tiba tubuh Ratih berbalik dan menatapnya dengan penuh kemarahan.

"Hai...manusia kotor!!, pergilah dari hadapanku, kau hendak membawa pengikut pengikut setiaku dan menyuruh mereka meninggalkanku. Aku akan membawamu menemaniku ke neraka...huahaha....huahaha...huahaha." Ustadz Burhan membaca ayat kursi dan pandangannya terus diarahkan ke mata Ratih.

Tiba tiba Ratih menerkam tubuh Ustadz Burhan. Ustadz Burhan bergegas menghindar dan memegang tubuh Ratih. Tiba tiba ustadz Burhan menarik tangannya. Ustadz Burhan terkejut merasakan hawa panas yang keluar dari tubuh Ratih. Entah kekuatan apa yang ada ditubuh gadis itu, hingga tubuhnya sangat panas.

"Astagfirullah...."
"Ya Allah, lindungi hamba dari pengaruh sihir, jin dan iblis. Beri hamba kekuatan untuk menghadapi ini semua."

Ustadz Burhan membaca ayat kursi dan terus berdzikir. Dipegangnya tubuh Ratih. Ratih meronta dan terus berteriak, jari jemarinya mencakar kesana sini, netranya tajam menatap Ustadz Burhan. Beberapa orang laki laki membantu Ustadz Burhan mengeluarkan mahluk ghaib dari tubuh Ratih.

Uhekk....uhekkk

Ratih muntah muntah setelah ustadz Burhan membacakan ayat ayat suci. Tapi matanya masih membelalak dan tubuhnya masih meronta ronta. Belum usai ustadz Burhan menangani tubuh Ratih, tiba tiba beberapa warga terlihat berteriak teriak dan meronta.

"Astagfirullah Ustadz, beberapa warga ikut kerasukan!!."
"Ustadz Arif, panggil beberapa rekan untuk membantu!! ..cepatt, jangan biarkan mereka menguasai kita."
"Baik ustadz." Ustadz Arif dengan cekatan mengajak teman2 santri dan beberapa warga untuk membantu.

Sore itu suasana sangat kacau, terdengar teriakan disana sini. Erangan mahkuk ghaib yang merasuki tubuh seperti suara raungan yang mengerikan. Suara ayat ayat suci terdengar terus dikumandangkan jamaah. Asiah tak mau ketinggalan membantu Ustadz Burhan menolong warga yang kerasukan.

"Abi...bagaimana ini, hampir separuh warga kita terkena pengaruh ghaib?"
"Terus bacakan ayat ayat suci ummi, jangan putus."
"Baik abi."

Menjelang tengah malam, warga yang kerasukan semakin bertambah. Suasana semakin kacau. Suara lolongan anjing terdengar bersahut sahutan, membuat bulu kuduk meremang
profile-picture
redbaron memberi reputasi
1
05-03-2019 01:55
Part - 24

Herman seperti sudah terperangkap dalam pengaruh ghaib bi Surti. Ia tak lagi sadar kalau yang selalu menemani dan menjadi istrinya adalah mayat hidup yang siap menghabisinya kapanpun. Ia begitu terpesona oleh paras cantik Bella. Hingga malam itu dikala dirinya sedang tertidur, ia mendengar percakapan antara bi Surti dengan Bella.

"Ada apa anakku?, mengapa selarut ini kamu belum tidur."
"Aku haus...aku butuh darah, mana darah yang kau janjikan untukku?, jika malam ini darah itu belum kudapatkan, aku akan menghabisinya.'"
"Sabar anakku...mamah janji, malam ini darah gadis itu akan mama dapatkan...hihihi.....hihihi....hihihi."

Herman tak tau siapa yang dimaksud Bella akan dihabisi. Dan ia juga tak tau kenapa Surti tertawa.

Bi Surti terus tertawa, tapi tiba tiba tawanya terhenti demi dilihatnya suasana desa telah tenang, tak ada lagi warga yang kerasukkan dan Ratih serta Bima dijaga dengan ketat oleh para santri

"Kurang ajar....ternyata sihirku dapat mereka patahkan. Mereka mau main main denganku, mereka pikir aku akan diam saja...tunggu pembalasanku."
"Kakek jelek...bangun!!, cepat bangun kataku!!, mereka telah menghinaku, mereka melawan sihirku. Sayang ...lihat aku !!, mereka menertawaiku." Bi Surti terus meracau sambil mengguncang badan kakek tua jahanam. Tapi tubuh Dirga tetap tak bergeming.

-----------

Bella berjalan mendekati Herman yang tengah tertidur pulas, rasa hausnya sudah tak terbendung lagi dan tubuh Herman adalah sasaran utamanya. Dibelainya leher Herman dengan perlahan. Herman merasakan cumbuan Bella, dan ia menikmatinya, ia tak sadar kalau Bella sedang ingin menancapkan taringnya di lehernya dan menghilangkan dahaganya dengan darah yang mengalir ditubuhnya.

"Ayo sayang , biarkan aku menikmati deru nafas dan cumbumu." Herman berkata lirih sambil matanya tetap terpejam. Hingga akhirnya ketika sang rembulan tertutup awan hitam, diiring lolongan panjang anjing hutan terdengar jerit kematian.

Aakhhh...

Darah memancar dari leher herman, dan Bella dengan rakus menjilati darah yang mengalir, tanpa menghiraukan Herman yang sekarat. Hingga akhirnya tubuh Herman tak bergerak lagi.

Bi Surti terhenyak mendengar jerit Herman, ia sudah tau hal ini akan terjadi, tetapi ia tidak menduga secepat ini. Ia berlari mendatangi Bella.

"Apa yang kau lakukan Bella?."

Bella tak menggubris teriakan bi Surti, ia terus menjilati darah Herman dengan rakus. Puas dengan santapannya, Bella menghampiri bi Surti dan menyeringai dengan darah masih memenuhi mulutnya. Bi Surti sigap menjauh dan menutup pintu dari luar.

dug...dug...dug...dug

Terdengar pintu digedor dengan keras.

"Buka mah..!!!, buka pintu..!!, buka...!!!

Surti tak menghiraukan panggilan Bella, ia yakin jika malam ini ia masih belum mendapatkan darah, maka ia yang akan jadi santapan Bella atau Bella akan kembali mati karena kelaparan.

dug...dug...dug...bukaaaa..!!!

Terdengar jerit Bella memecah pekat malam. Bi Surti hilang kendali, ia kembali membakar dupa dan memasang kembang tujuh rupa di meja altar. Mulutnya kembali komat kamit dan tubuhnya mulai menari. Ritual itu diakhiri dengan diarahkannya keris gagak hitam kearah desa.

duarrr....duarrrr

Percik bola api berkelebat menuju desa.
Ustadz Burhan sudah bersiaga dengan santri dan warga.

"Ustadz...ada bola api..!!!."
"Perbanyak dzikir, terus kita berdoa. Ummi bawa nak Ratih dan Bima kesini.!"
"Baik Abi."
"Arif..bantu saya, menahan serangan ini
"
"Baik ustadz."

Mereka berkumpul bersama dan terus berdzikir. Terlihat pergulatan tak kasat mata, hingga akhirnya terdengar dentuman hebat yang menghadirkan percikan api.

"Jangan putus berdzikir..!!..jangan putus." terdengar suara ustadz Burhan memberi perintah.

Satu jam kemudian suasana kembali hening.

"Alhamdulillah, sepertinya gangguan sudah hilang." Ujar ustadz Burhan.

"Alhamdulillah." Terdengar rasa syukur dari semua yang berkumpul.
Diubah oleh agusmulyanti
profile-picture
redbaron memberi reputasi
2
05-03-2019 11:04
Mantoel, keep apdet wa
1
05-03-2019 18:45
lanjuttttt..thanks updatenya gan 😚😚😚
1
05-03-2019 23:56
ijin ndeprok
1
06-03-2019 00:14
ijin ikutan nongkrong gan
1
06-03-2019 06:22
Quote:Original Posted By cambion
ijin ndeprok


Silahkan
1
06-03-2019 06:22
Quote:Original Posted By habibhiev
ijin ikutan nongkrong gan


Boleh gan
1
08-03-2019 01:40
Part - 25

Ratih merasakan sakit disekujur tubuhnya. Terror makhluk ghaib tadi malam begitu hebat, membuat raganya terasa sakit dan lemah. Ummi Asiah memberikan ramuan yang dipetiknya dari tanaman obat dihalaman belakang rumah.

"Bagaimana keadaannya ummi?," ustadz Burhan bertanya dengan nada cemas.
"Alhamdulillah sudah membaik Abi, tadi sempet panas lagi, tapi sudah ummi kompres dan kasih ramuan, sekarang panasnya sudah turun."
"Bi..bagaimana rencana kita selanjutnya, kita tidak mungkin membiarkan penghuni Villa itu meneror nak Ratih, nak Bima dan warga desa. Apa tidak sebaiknya kita datangi Villa putih, dan menyadarkan siapa itu namanya ....?".
"Bi Surti."
"Iya...Bi Surti, kita sadarkan ia secara baik baik. Mudah mudahan kita bisa menyadarkan mereka."
"Abi memang sudah membicarakan itu dengan ustadz Arif dan beberapa santri. Nanti sesudah shalat dhuha, kita akan putuskan masalah ini."
"Iya bi. Oh...iya bi, abi mau ummi masakin apa?,"

Ustadz Burhan tersenyum, kemudian dirangkulnya dengan penuh kasih wanita yang telah mendampinginya selama ini.

"Ummi.....dengar baik baik, apapun yang ummi sediakan, abi pasti makan, karena semua yang ummi masak pasti enak."

Wajah ummi Asiah memerah mendengar ucapan suaminya. Ustadz Burhan tersenyum melihat raut wajah istrinya yang memerah.

"Ummi, sekarang abi mau ke masjid dulu. Tolong diawasi nak Ratih ya!!."

Ummi Asiah mengangguk,.sambil mengantar Ustadz Burhan keluar. Ustadz Burhan menghampiri Bima yang sudah menunggunya. Bersama mereka melangkahkan kaki menuju masjid. Sepanjang perjalannan, Bima diam membisu, wajahnya terlihat lelah. Ustadz Burhan menepuk pundaknya dan memberi semangat.

"Ingat nak Bima, manusia itu derajatnya lebih tinggi dari jin dan syaiton. Jadi kita tidak boleh takut dan tunduk kepada mereka. Bapak lihat nak Bima lelah sekali."
"Iya ustadz, saya sangat lelah dan sedikit putus asa."

Ustadz Burhan menasihati Bima dan berharap Bima terus semangat. Karena jika kita lemah dan berputus asa, jin dan syaiton akan mudah masuk dan memperdayai manusia.

Bima mengangguk angguk, terlihat raut wajahnya mulai cerah dan bersemangat.

"Nah gitu dong, sebagai laki laki, kamu harus kuat. Dan ingat kamu itu imam buat istri dan anak anak kamu. Jika kamu lemah, bagaimana dengan istri dan anak anak kamu kelak."
"Iya ustadz, saya mengerti."

Ustadz Burhan mengajak Bima untuk bergegas, karena santri santri sudah menunggu.
profile-picture
redbaron memberi reputasi
1
08-03-2019 02:24
Part - 26

Ratih membuka matanya, dilihatnya ummi Asiah sedang duduk menemaninya.

"Eh ..nak Ratih sudah bangun. Ayo cuci muka dan makan dulu, nih sudah ummi buatkan makanan yang enak, lalu minum obat," ujar ummi Asiah sambil tersenyum.

"'Terima kasih ummi, maaf saya sudah merepotkan ummi."
"Bicara apa toh nak, ummi senang bisa membantu nak Ratih dan nak Bima. Jadi jangan sungkan ya."

Tiba tiba pintu terbuka, terlihat Ustadz Burhan dan Bima berdiri di depan pintu. Ustadz Burhan memanggil ummi Asiah mendekat. Ummi Asiah menghampiri ustadz Burhan, dan terlihat mereka terlibat pembicaraan serius.
Bima berjalan mendekati tempat tidur Ratih, dipegangnya tangan gadis itu.

"Ai..pagi ini, aku, ustadz Burhan, santri dan warga desa, akan datang ke Villa Putih. Doain ya ai, semoga gak ada halangan dan gangguan. Aku berharap masalah ini bisa cepet selesai."

Ratih bangkit dari pembaringan dan memeluk Bima erat erat sambil menangis.

"Aku takut Bim, aku gak mau kehilangan kamu. Aku sangat mencintai kamu."

Bima tertegun sejenak. Ternyata dugaannya selama ini benar, Ratih meninggalkannya bukan karena tidak mencintainya, tetapi karena pengaruh kekuatan hitam. Bima memeluk Ratih, perlahan dipandangnya wajah gadis itu dan diusapnya air mata yang menggenang disudut mata.

"Ai...aku juga sangat mencintai kamu. Aku ingin masalah ini cepat selesai, dan kita bisa menikah secepatnya. Kamu mau kan menikah denganku?".

Ratih menganggukan kepalanya. Bima tersenyum bahagia.

"Baiklah...sekarang aku pamit dulu ya. jaga diri kamu baik baik. Ingat jangan jauh jauh dari Ummi ya!!."

Sekali lagi Ratih mengangguk. Bima melangkah menuju pintu, tapi langkah kakinya terhenti oleh ucapan lembut Ratih.

"Mas...berjanjilah..kamu akan kembali untukku."

Bima tertegun, Ratih memanggil dengan sebutan mas. Dipandangi dan dihampiri tubuh gadis itu.

"'Mas janji, mas akan kembali sayang. Dan kita akan hidup bahagia." Bima merengkuh tubuh Ratih dan memeluknya erat.

ehm...ehm

Bima dan Ratih terkejut dengan suara dehem dari ustadz Burhan. Mereka melepaskan pelukannya.

"Ayo Bima...nanti kita kesiangan sampai di Villa. Nak Ratih ingat ya, jangan jauh jauh dari Ummi."
"Baik Ustadz."

Hari mulai merangkak siang, ketika mereka tiba dibatas desa. Ustadz Burhan meminta semua yang ikut untuk istirahat, makan dan shalat. Ummi Asiah dan beberapa ibu telah membekali mereka dengan bekal makan dan alas shalat. Mereka tau perjalanan kali ini sangat berat dan membahayakan.

Ustadz Burhan meminta ustadz Arif untuk memimpin shalat. Dikeheningan batas desa dan diantara semilir angin yang bertiup, shalat mereka terasa begitu khusuk, apalagi mereka sadar, bahwa musuh yang mereka hadapi kali ini adalah kekuatan hitam yang belum terukur.

Ustadz Burhan mengangkat kedua tangannya dan mulai berdoa. Jamaah mengaminkan dan beberapa ada yang menitikkan air mata. Bima diam, netranya tertutup dan tangannya menengadah. Dia meminta pada yang kuasa agar masalah ini cepat selesai dan berlalu.
profile-picture
redbaron memberi reputasi
2
09-03-2019 17:43
lanjutttt boss
1
10-03-2019 08:27
Quote:Original Posted By ariefdias
lanjutttt boss


Siyaps gan
0
10-03-2019 10:13
Gasss lanjutkeun
1
14-03-2019 17:19
kagak update nech
1
16-03-2019 19:20
Quote:Original Posted By ariefdias
kagak update nech


Nanti gan masih sibuk nih
0
17-03-2019 14:39
Quote:Original Posted By agusmulyanti
Nanti gan masih sibuk nih


okelah kl begitu...semangattttt
1
Halaman 4 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
akhir-penantian
Stories from the Heart
long-lost-love
Stories from the Heart
milk--mocha
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.