alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5a5b0c09b5ca50a524f679/hati-hati-pinjam-uang-di-fintech-3000-peminjam-dirugikan
Lapor Hansip
06-02-2019 10:57
Hati-hati Pinjam Uang di ”Fintech”, 3.000 Peminjam Dirugikan
Past Hot Thread
Hati-hati Pinjam Uang di ”Fintech”, 3.000 Peminjam Dirugikan

Jumlah peminjam yang dirugikan oleh perusahaan-perusahaan teknologi finansial (tekfin) atau lebih populer dengan sebutan fintech semakin meningkat. Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, misalnya, telah menerima permintaan bantuan hukum dari 3.000 peminjam yang merasa dirugikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.


Pengacara Publik LBH Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora, dalam diskusi bertajuk ”Peran Negara dalam Melindungi Pengguna Aplikasi Pinjaman Online” di kantor LBH Jakarta, Senin (4/2/2019) sore, mengatakan, jenis pelanggaran yang diadukan ke LBH Jakarta antara lain bunga pinjaman yang terlampau tinggi dan cara penagihan utang dengan menghubungi orang-orang dalam daftar kontak di gawai peminjam, bahkan menyebarkan foto peminjam di media sosial.

Ini bisa terjadi karena perusahaan-perusahaan itu memiliki akses ke data pribadi peminjam yang ada di gawai melalui aplikasi tekfin yang diunduh di Google Play Store ataupun App Store. Calon peminjam kerap tidak memperhatikan pemberitahuan yang muncul sebelum mengunduh aplikasi. Otoritas Jasa Keuangan, menurut Nelson, telah meminta data laporan yang diterima LBH Jakarta pada pertemuan 14 Desember 2018. Namun, sebelum menyerahkannya, dia meminta kejelasan terlebih dulu mengenai data apa saja yang diminta OJK, cara pemberian data, serta mekanisme penyelesaian sengketa nantinya.

”Surat itu kami kirimkan pada 10 Januari dan langsung diterima, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban. Kami tidak bisa memberikan begitu saja data yang dipercayakan masyarakat kepada kami. Penyelesaian laporan jadi membingungkan,” katanya.

Selain Nelson, hadir pula dalam diskusi itu komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam, dan Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David Tobing. Menurut Choirul, cara-cara penagihan utang perusahaan tekfin itu bentuk pelanggaran hak atas rasa aman dan privasi.

Dia pun mendesak OJK untuk menghentikan aktivitas perusahaan tekfin yang tak terdaftar.
”Apa manfaatnya menyebut yang terdaftar legal dan yang tak terdaftar ilegal jika yang ilegal tetap dibiarkan beroperasi? Yang menentukan sebuah perusahaan boleh atau tidak boleh beroperasi itu bukan asosiasi, melainkan OJK sebagai pemegang otoritas,” katanya.

Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David Tobing menambahkan, pelanggaran-pelanggaran tersebut merupakan penyalahgunaan atas kondisi sebagian besar masyarakat yang tak paham sistem tekfin. Maka dari itu, pemerintah perlu mengawasi lebih ketat.

Apalagi industri tekfin terus berkembang. Akhir tahun 2018, total pinjaman daring mencapai Rp 22 triliun yang disalurkan melalui 9 juta kali transaksi. Total peminjam mencapai 3 juta.

Sebaliknya, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) justru menilai berkembangnya industri tekfin ini menunjukkan kepercayaan antara perusahaan tekfin dan peminjam uang. Ini seperti disampaikan oleh Wakil Ketua AFPI Sunu Widyatmoko saat jumpa pers, Senin pagi.
Hati-hati Pinjam Uang di ”Fintech”, 3.000 Peminjam Dirugikan



Ketua Bidang Pendanaan Multiguna AFPI Dino Martin menambahkan, AFPI juga sudah menerima pengaduan dari para peminjam terhadap 28 perusahaan melalui laporan di laman resminya, surat elektronik, dan telepon. Namun, di antara 28 perusahaan itu, hanya dua perusahaan yang terdaftar sebagai anggota AFPI. Kini, anggota AFPI berjumlah 99 perusahaan.


”Jenis pelanggarannya adalah penagihan kredit yang enggak beretika. Setelah kami cek ke dua perusahaan anggota, mereka hanya mengirimkan SMS yang menyatakan akan melakukan field collection (penagihan langsung) sehingga membuat peminjam merasa terancam. Beda dengan yang lain,” kata Dino.

Ketua Harian AFPI Kuseryansyah berharap, LBH Jakarta menyampaikan perusahaan-perusahaan tekfin yang dilaporkan peminjam. Jika tidak, AFPI kesulitan menindak perusahaan-perusahaan yang memang melanggar.
LBH Jakarta pun diharapkannya bersikap adil. ”LBH Jakarta seharusnya bersikap adil terhadap semua stakeholder dalam menyikapi dugaan pelanggaran penyelenggara pendanaan. Bukan hanya para korban yang didengarkan, tetapi juga penyelenggara (perusahaan pendanaan),” kata Kuseryansyah.

Sunu Widyatmoko menambahkan, laporan yang masuk ke AFPI akan diselesaikan secara mandiri oleh komite etik AFPI.

”Komite etik ini lembaga independen yang terdiri dari praktisi hukum, mayoritas pengacara. Jika terbukti melanggar code of conduct asosiasi, kami dapat beri sanksi berupa pembekuan keanggotaan AFPI,” kata Sunu.

Kepatuhan terhadap kode etik berbisnis termasuk diawasi komite etik. Perusahaan anggota AFPI dilarang mengakses buku telepon, daftar panggilan, SMS, serta galeri foto di ponsel peminjam uang. Sebab, informasi pribadi ini dapat disalahgunakan.

Namun, Sunu mengingatkan komite etik dan sanksi dari AFPI hanya berlaku untuk perusahaan tekfin yang terdaftar sebagai anggota AFPI. Sementara perusahaan yang tak terdaftar di AFPI ataupun OJK dapat langsung dilaporkan ke kepolisian.

Direktorat Cyber Crime Badan Reserse Kriminal Polri, menurut Sunu, perlu dilibatkan pula dalam penyelesaian laporan-laporan yang diterima LBH Jakarta.

”Pencemaran nama baik itu masuk ranah UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar Sunu.

Terkait permintaan AFPI agar LBH menyampaikan perusahaan tekfin yang diadukan ke LBH, Nelson mengatakan, penyerahan data kepada AFPI untuk penyelesaian sengketa ini tidak tepat. Sebab, OJK yang berwenang untuk mengatur dan mengawasi penyedia jasa keuangan serta melindungi kepentingan peminjam. Ini diatur dalam Pasal 4, 5, dan 6 UU No 21/2011 tentang OJK.

Pada 23 Januari lalu, OJK menunjuk AFPI sebagai asosiasi resmi penyelenggara pinjaman daring. Semua pengembang aplikasi pinjaman harus menjadi anggota AFPI. Aplikasi yang tak terdaftar di OJK dan AFPI dinyatakan ilegal.

”Kemudian menurut Pasal 21 Peraturan OJK No 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital, pemberian sanksi dan verifikasi diserahkan ke AFPI. Itu bentuk penyerahan kedaulatan negara pada swasta. Seharusnya negara tidak melepas tanggung jawab begitu saja,” kata Nelson.

Hati-hati Pinjam Uang di ”Fintech”, 3.000 Peminjam Dirugikan



7
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 8
11-02-2019 20:46
Quote:Original Posted By ezraaao
Untung-untungan nih gan, biasanya nomor agan harus sudah aktif minimal 6 bulan baru bisa dilanjutkan prosesnya.

Phonebook juga ada minimalnya berapa baru bisa di approve.

CMIIWW


Kartu SIM baru. Tunggu 6 bulan. Phonebook isi saja nomor Abal Abal ciptaan sendiri yg jumlahnya ratusan.

Pinjam ke Fintech Illegal semaksimal mungkin. Habis itu jangan bayar.

Mereka kirim debt collector ke rumah? Cuekin saja hahahaha

Kalau ente cewek, peluk saja erat erat, robekin baju sendiri, terus teriak teriak "tolong. .tolong ..lepasin...jangan perkosa....!"

Pasti mereka kapok datang lagi dah !

Apesnya kalau mrk kirim penderita kusta dan peper peperin cairan nanahnya ke pagar rumah atau tembok atau pintu emoticon-Malu (S)

emoticon-Ngakak

Kisah diatas itu kisah nyata kok dan manjur, tapi tagihan bank bukan fintech emoticon-Embarrassment

Tinggal kuat kuatan saja hahahaha
Diubah oleh bimil
1
11-02-2019 20:53
apa saja layanan fintech yg bermasalah ??
ovo ,dana ,dompetku termasuk gk ??
emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
0
11-02-2019 20:55
agansis agansis di mari ada yg pernah pinjem duit di tekfin uang temin kaga??
please dong sharing, recommend ga?? emoticon-Baby Boy
0
11-02-2019 21:01
gak demen hutang
0
11-02-2019 21:19
Quote:Original Posted By ueki19
apa saja layanan fintech yg bermasalah ??
ovo ,dana ,dompetku termasuk gk ??
emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga

semuanya mah punya satu masalah yg sama
sama-sama gabisa ditransfer ke lain fintech
emoticon-Wakaka
emoticon-Wakaka
0
11-02-2019 21:48
jngan lah...
ngapain pula dah emoticon-Big Grin
0
11-02-2019 22:12
Jago ngutang.

Tp gak bisa bayar.

Ngenes amat idup lo.

Fintech??? Hogghhh. Lintah darat pakek dasi. emoticon-Ngakak
0
11-02-2019 22:17
Udah bagus tipsnya tinggal ojk jgn terlalu longgar lah dgn fintech ini..mereka koperasi berselimut fintech masak bisa berubah nama seminggu sekali
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Lapor Hansip
12-02-2019 01:56
Balasan post abdoes
Sebelum pinjam nobkontak di back upbtrs di hapus. Bisa gak gan?

Setrlah itu aplikasi di hapus.

Soal ktp kuta bisa pakai foto selfi ktp di internet.

Kira2 bisa gak spt itu?
0
12-02-2019 07:20
Minjem kok rugi...
0
12-02-2019 07:42
Gak pernah minjam uang online sih. Tapi kalau lihat bunganya, sadiss.. Bisa 1-2% per hari, udah kayak rentenir/lintah darat. emoticon-Big Grin
1
Lihat 2 balasan
12-02-2019 07:59
Udah minjam malah kabur dan ngamuk emoticon-Cape d...
0
12-02-2019 08:49
Quote:Original Posted By slarkkk
trik pake pinjol adalah sediakan satu hp yg tdk ada kontaknya sama sekali.
jadi saat tdk bayar bingung kan tuh si pinjol mau hububgin siapa emoticon-Ngakak (S)


Jangan gitu gan
Ndak boleh itu
Namanya curang itu.

Kecuali agan
Sediakan fake contact minimal 50
Dengan nama orang penting macam:
Pak Agus Kapolres..
Dandim Joko..
Budiono Lurah Klaten..
Dll..
emoticon-Wkwkwk

Terus galeri agan jangan ada foto agan.
Tapi ganti foto orang lain dari sosmed
emoticon-Wkwkwk
Jangan lupa ada foto orang orang militer dan berpangkat
Biar makin percaya mereka
emoticon-Wakaka

Videonya agan siapin video bok3p minimal 1 dengan nama
Pacar ku tersemok..
emoticon-Wakaka


Siapin 1 hp buat ini
Lalu pinjam dengan dana maksimal

emoticon-Traveller
2
Lihat 2 balasan
12-02-2019 08:56
harus di bakar tuh fintech2
0
Lapor Hansip
12-02-2019 08:58
Balasan post capslock.on
Kalau temen kantor gua ada yang pernah pinjam uang dari fintech, fintech juga licik mereka ga mau kasih pinjam uang dalam jumlah yang terlalu besar, temen kantor mau pinjam di atas 1 juta cuma di kasih 1 juta, itu juga ga murni 1 juta yang di kasih ke temen kantor, bersihnya cuma dapat 700rb dan bulan berikutnya harus bayar berikut bunga 1,2 juta...
0
Lapor Hansip
12-02-2019 08:59
Balasan post restlessv1.0
siapa sih yang berani buka bisnis fintech ya?
0
Lapor Hansip
12-02-2019 09:18
Balasan post slarkkk
pke android emi y gan.
0
Lapor Hansip
12-02-2019 10:09
Balasan post capslock.on
good gan, ane coba ah wkwk
0
Halaman 6 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.