Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
111
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c4dc42910d2953a2c152790/warna-luka
Kau tahu definisi tentang kehidupan? Hmmm sulit memang untuk memahami itu. Apalagi itu bersangkutan dengan cinta dan perasaan, kadang dari cinta aku jadi sosok yang bersemangat, lugu, dan bisa dibilang minderan. Sampai suatu saat aku merasa lelah untuk memahami dan memikirkannya, akhirnya aku mendefinisikan bahwa perasaan itu tak perlu dipikirkan, buat pening saja... perasaan itu ya dirasakan. N
Lapor Hansip
27-01-2019 21:46

Warna Luka

Past Hot Thread
Cover


Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat emoticon-Big Grin

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...emoticon-Big Grin
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...emoticon-Big Grin



Prolog


Index Part:

Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling

Poll ini sudah ditutup - 6 Suara

Bagaimana Ending Cerita Ini ? 
33.33%
Happy Ending
66.67%
Sad Ending
Diubah oleh andmse
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tangguyooh dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Halaman 1 dari 6
Warna Luka
26-02-2019 20:12
Part 1

Ini adalah kisahku sewaktu SMP dan berjalan seiring waktu, hingga detik ini aku menulis.


Pagi itu didepan rumahku seperti ada yang sedang pindahan rumah. Aku yang dari tadi duduk dikursi kesayangan yang memang ku taruh diteras rumah untuk bersantai dan berhayal atau sekedar bernyanyi sambil bermain gitar, ya walaupun aku gak bisa nyanyi dengan suara yang bagus layaknya penyanyi sungguhan, sambil memakan pisang goreng buatan bunda tercinta, beserta teh hangat. Itu adalah suatu kombinasi hidangan yang aku sangat suka untuk pagi hari, karena aku suka sekali pisang goreng atau kripik pisang.

Kulihat ada seorang anak laki-laki yang turun dari mobil, berkulit putih bersih dan tingginya hampir sama sepertiku. Lalu dia melihat ke arahku lalu tersenyum.

"De... tolong bantu bunda bikin kue dong," Itu suara bundaku dari dalam. Ia menyuruhku untuk membuat kue karena bunda suka sekali makan kue, bahkan hanya untuk dimakan sendiri tanpa berbagi dengan anaknya.

Tapi dalam hati aku berpikir, "hmm kan gue gak bisa bikin kue..." Lalu aku langsung menuju dapur menghampiri bunda. "Bun... kan aku gak bisa bikin kue, kan biasanya juga bunda bikin kue sama Sherin" Kataku.

"Kan kakakmu lagi gak ada, lagi pergi dia sama temen-temennya" Jawab bunda.

"Lah si Sherin pagi-pagi gini udah ngelayab aja" Kataku.

"Biasalah... main sama temen-temen barunya" Jawab bunda.

Oh iya sedikit cerita tentang si Sherin ini. Namanya Sherin Alifa, dia adalah kakak perempuanku yang umurnya beda dua tahun. Aku memang suka berantem kerjaannya, ya layaknya kakak adik yang umurnya gak jauh beda. Dan ditambah Sherin ini anaknya petakilan dan cerewet. Sekarang Sherin baru masuk SMA makannya gak heran dia pagi-pagi begini dia udah pergi main sama temen-temenn barunya.

"De, kamu udah tau belum kita punya tetangga baru didepan?" Tanya bunda.

"Tau kok bun, kan aku tadi duduk didepan teras. Terus tadi ada anak cowok, mungkin anaknya kali ya" Jawabku.

"Terus gimana?" Tanya bunda.

"Ya dia tadi liat aku terus langsung senyum gitu, baik kayaknya bun orangnya ramah" Jawabku.

"Iya, mudah-mudahan ramah ya de, biar kita bisa punya teman baru biar kayak punya keluarga baru" Jawab bunda.

Bunda memang orangnya ramah, cerewet dan gampang bergaul gak jauh beda sama Sherin. Bahkan kalau ada temanku atau temannya Sherin lagi pada main kerumah, bunda suka ikutan nimbrung ngobrol-ngobrol udah kayak yang seumuran aja.

"Bun, aku kedepan dulu ya beresin yang tadi aku makan" Lalu aku langsung berjalan kedepan. Waktu aku lagi beres-beres sisa makanan yang tadi aku makan diteras, aku lihat kerumah yang berada didepan rumahku, rumah yang tadi baru pindahan. Rumah itu sudah tak begitu seramai tadi, mungkin barang-barangnya sudah selesai diantar semua.

Tiba-tiba bunda datang. "De... tolong beliin Baking Powder diMini Market ya" .

"Hah? apaan tuh bun? Tanyaku.

"Itu yang buat kue, biar kuenya ngembang" Jawab bunda. "Nih yang bungkusnya kayak gini..." tambahnya lagi.

Lalu aku menuju garasi ngengambil sepeda untuk pergi ke Mini Market, karena terlalu malas kalau jalan kaki. Dan entah kenapa aku ini orangnya pemalu atau apa gitu aku juga gak ngerti kalau bertemu orang asing atau orang yang gak akrab.

Tak lama aku sampai di Mini Market, karena memang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah. Setelah kuparkirkan sepeda aku langsung masuk kedalam mencari pesanan bunda.

Gak lama aku selesai membelinya, aku langsung menuju sepedaku. Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang mulai tak asing wajahnya. Yap dia adalah tetangga baruku yang didepan rumah, dia ke Mini Market menggunakan sepeda yang ukurannya bukan untuk ukuran anak seumuran dia, mungkin milik kakaknya atau milik orang tuanya.

Lalu dia menghampiriku. "Alfy.." Katanya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Lalu langsung ku balas juga sambutan tangannya. "Warna..." Jawabku.

"Warna?" Dia berkata seperti itu dengan raut wajah yang kebingungan. Mungkin aneh kali ya mendengar namaku. "Serius nama lo Warna?" Tanyanya lagi.

"Iya serius nama gue Warna" Jawabku.

"Oh iya nanti habis dari sini gue main ya kerumah lo, boleh gak?" Tanya Alfy.

"Wah boleh dong... yaudah nanti lo samper aja ya, ini gue lagi buru-buru soalnya ini ditungguin pesenan nyokap gue" Jawabku sambil bersiap untuk pulang kerumah.

"Oh oke deh... hati-hati" Jawabnya.

Aku hanya senyum dan langsung mengayung sepeda untuk kembali kerumah.



Diubah oleh andmse
profile-picture
profile-picture
TaraAnggara dan raaaaud20 memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Warna Luka
26-02-2019 20:24
Part 2

"Permisi.. Assalamualaikum".

Suara yang mulai tidak asing terdengar dari depan pagar rumahku. Lalu aku segera menuju pagar, dan melihat sosok teman baruku itu. Sambil tersenyum aku membuka pagar agar Alfy bisa masuk.

"Masuk fy..." Kataku.

"Wah rumah lu adem ya sejuk gitu..." Kata Alfy.

"Nyokap lo suka tanaman ya? Ini banyak banget tamannya." Tanya Alfy.

"Ya begitulah" Jawabku.

Lalu bunda datang dari dalam menghampiri kami yang berada diteras rumah.

"Siapa de?"Tanya bunda.

"Ini bun tetangga baru kita yang rumahnya didepan rumah kita"Jawabku.

"Assalamuaikum tante... Saya Alfy" kata Alfy sambil salim ke bunda.

"Wa'alaikumsalam...wah sekarang kamu jadi temannya Warna... semoga cepet akrab ya..." Jawab bunda sambil tersenyum.

"Hehe iya tante" Jawab Alfy.

"Yaudah bunda kedalem lagi ya de... jangan lupa kasih cemilan sama minum buat kalian biar enak kalau ngobrol-ngobrol" Kata bunda.

"Iya bun". Jawabku

"Tunggu bentar ya, gue kedalem dulu ambil cemilan sama minuman buat kita disini". Kataku dan dibalas anggukan oleh Alfy.

Alfy ini orangnya asik gampang bergaul... jadi pas deh kalo jadi temanku. Soalnya kalau aku ketemu orang baru yang kebanyakan juga pendiem sama sepertiku, alhasil jadi sama-sama canggung. Kalau sama orang yang macam si Alfy ini aku jadi gak canggung, karena memang Alfy ini orangnya gampang buat buka suara dan gak canggung dengan orang yang baru.

Setelah kembali dari dapur mengambil cemilan dan minuman, dan ku taruh dimeja.

"Nih fy silahkan dinikmati haha" Kataku.

"Wah... kripik pisang nih kesukaan gue" Kata Alfy.

"Lo suka kripik pisang juga fy?" Tanya ku.

"Iya na, gak keripik pisang juga sih... ya yang penting yang menurut gue enak gue pasti suka haha" Jawab Alfy

"Ye... itu mah lo aja yang rakus" Jawabku. Lalu Alfy ketawa sambil mekakan kripik pisangnya.

Lalu kita ngobrol-ngobrol tentang kehidupan kita masing-masing. Dan ternyata Alfy ini orang Bandung, dia lahir dan besar disana. Alfy pindah kesini karena Ayahnya dipindahkan tugas, Ayah Alfy sekarang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta.

"Oh iya lo kalau dirumah biasanya ngapain aja?" Tanya Alfy.

"Ya biasa paling main game atau ngedesign di laptop. Kalau gak ya paling gitaran disini." Jawabku.

"Wah lo bisa main gitar na?" Tanya Alfy.

"Iya bisa tapi ya gak jago-jago amat si hehe" Jawabku.

"Ajarin gue dong na, dulu gue pernah belajar gitar tapi udah agak lupa lagi gara-gara gak punya gitarnya" Kata Alfy.

"Yaudah bentar gue ambil gitar dulu dikamar". Jawabku

Setelah aku kekamar untuk ambil gitar, dan balik lagi. "Nih fy..."Kataku.

Lalu kita asik bermain gitar, bernyanyi lagu yang sedang naik daun saat itu.

"Assalamualaikum...Wah, siapa nih de?" Tanya Sherin yang baru pulang.

"Ini Alfy... tetangga baru kita, rumahnya didepan rumah kita itu." Jawabku sambil menunjuk kerumah Alfy.

"Lah ada yang pindahan toh, sejak kapan." Tanya Sherin.

"Tadi pagi pindahannya... lo sih pagi-pagi udah ngelayab aja" Jawabku.

"Sherin..."Kata Sherin sambil mengulurkan tanganya untuk bersalaman dengan Alfy.

"Alfy..."Jawab Alfy.

"Yaudah gue masuk dulu ya de" Kata Sherin.

"Fy... semoga betah ya, sama anak ini... anaknya jutek begini haha" Tambahnya lagi.

"Apaan sih lo rin!!! Yaudah sono-sono masuk" Jawabku dibarengi oleh tawa Alfy dan Sherin.

"Na... itu kakak lo?" Tanya Alfy.

"Iya itu kakak gue, gitu emang anaknya..." Jawabku.

"Gila! Kakak lo cakep begitu... adiknya mukanya kayak begini haha" Kata Alfy dengan muka-muka yang pasti kalian tahu lah ya gimana kalau laki-laki lihat cewek cantik.

"Gimana gimana ?, yang modelan begitu dibilang cakep?" Jawabku.

Sherin emang perempuan yang cantik sih cuma ya begitu kelakuannya, petakilan dan kadang-kadang emang gila.

"Eh na gue mau tanya dong" Tanya Alfy dengan wajah yang mulai serius.

"Nanya apaan?" Jawabku datar.

"Nama lo kan Warna, gue pengen tau kenapa orang tua lo ngasih nama itu. Aneh aja sih kedengarannya"Kata Alfy.

"Kan biasanya orang dikasih nama pakai nama yang warna nya gitu loh, kayak biru atau apa gitu lah" Tambahnya lagi.


profile-picture
raaaaud20 memberi reputasi
3 0
3
Warna Luka
26-02-2019 20:28
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )

Perihal sebuah nama Warna yang bunda berikan untuk ku adalah tentang sebuah cerita yang mungkin memang sangat berarti untuknya dikala itu pada masanya. Bunda mempunyai kakak laki-laki namanya Om Salman. Bunda sangat dekat dengan Om Salman, tidak seperti aku dengan Sherin... karena memang kata bunda Om Salman ini orangnya sabar banget, selalu jadi tempat Bunda cerita banyak hal.

Dan ternyata Bunda ini dulu sama seperti ku yang pendiam, dingin dan selalu merasa ingin sendiri. Karena menurutnya ketika dia melakukan suatu hal dalam segi berkarya jarang sekali ada orang yang menanggapinya dengan baik. Maka dari itu Bunda suka nulis tentang hidupnya, didalam buku kesayangannya. Yang menurutnya itu adalah cara dia untuk menuangkan keresahannya.

Sampai suatu ketika Bunda cerita yang dia rasakan ke Om Salman, tentang dia ingin orang suka dengan apa yang dia lakukan. Setidaknya ada orang yang menanggapi dan mendukungnya dalam hal itu, sampai dia ingin berenti membuat tulisan-tulisan.

"Sia-sia saja kalau tak ada orang yang menanggapi"

"Aku menulis untuk meluapkan apa yang aku rasakan dan berharap ada orang yang mendukungku" Kata Bunda.

"De.. kamu harus terus berkarya, karena memang keresahan itu setidaknya diungkapkan, mungkin dengan menggunakan bahasa yang jauh dari kata frontal... karena penghuni bumi ini terlalu sensitif untuk itu" Kata Om Salman.

Bunda mencoba untuk mengerti apa yang Om Salman katakan.

"Tulis saja... karena hidup itu gak selalu harus tentang yang namanya jawaban atau balasan"

"Karena ketika kita ingin dimengerti, mungkin yang dimengerti belum tentu ingin kita"

"Ya walaupun gak ada yang nanggapin atau mungkin gak suka, setidaknya mereka lihat".

"Kamu harus punya warna dalam hidupmu... warna yang membuatmu selalu mengingat tentang apa yang membuatmu selalu tersenyum dan bertekad" Kata Om Salman.

Dan ketika Om Salam menginjak umur 23 tahun dan belum menikah. Katanya dia belum mau memikirkan sesuatu yang memang membuatnya pusing sendiri. Perasaan, ya itu dia... Om salman gak mau sering-sering membicarakan tentang cinta, bukan karena dia tidak percaya tentang itu. Karena cinta dia ada didunia ini, dan katanya setiap cerita dapat timbul bukan hanya dari jatuh cinta, patah hati dan matahari tenggelam.

Maka dari itu Om Salman percaya bahwa waktu lah yang akan membuat dia merasakan segala hal tentang cinta ketika dia nanti bertemu sosok yang benar-benar mengubah hidupnya. Karena memang sudah ada jalan cerita yang Tuhan ciptakan untuk setiap umatnya.

Dan di umur 23 tahun Om Salman meninggal karena Leukimia. Semenjak kepergian Om Salman, Bunda selalu berusaha meluapkan segala keresahan yang dia rasakan kedalam sebuah tulisan dengan menggunakan bahasa yang jauh dari kata frontal seperti yang Om Salman katakan pada saat itu. Karena itu aku aku diberi nama Warna, lengkapnya Adzam Syah Warna. Dengan harapan orang yang bertekad kuat dan yang memberi warna.


2 0
2
Warna Luka
26-02-2019 20:36
Part 4

"Yaudah gue balik dulu ya" Kata Alfy.

"Oke deh... lo kalau mau main, kesini aja santai. Lagian rumah lo didepan rumah gue... tinggal lo teriak juga pasti kedengeran haha" Jawabku.

Karena memang sudah sore, dan hampir memasuki waktu maghrib... jadi Alfy memutuskan untuk pulang kerumahnya. Dan aku pun bergegas untuk mandi, dan bersiap untuk sholat.

"Woy lo ngapain mainin game gue!!!" Kataku yang berada dipintu kamar dan melihat si Sherin yang berada didalam kamarku sambil memainkan game dilaptopku. Waktu itu lagi zamannya game Point Blank atau orang-orang biasanya nyebutnya "PB".

"Gue liat lo kalo mainin ini game kayaknya seru banget... terus betah lagi berjam-jam main ginian" Katanya.

"Gue baru bentar aja udah pusing" Tambahnya lagi.

"Itu karena lo udah tua" Jawabku dengan datar.

"Bentar-bentar...." Kataku sambil memeriksa game ku yang tadi dimainkan Sherin.

"Rin... lo ngapain beli item beginian!!!" Tambahku lagi.

"Abisnya itu keren de... gue liat unyu-unyu gitu warnanya... yaudah gue beli aja deh hehe" Jawab Sherin.

"Kan karakter gue disini cowok rin... masa pake beginian... buang-buang duit gue aja..." Jawabku.

"Hah? Game begituan mainnya pake duit?" Tanya Sherin.

"Ya gak juga sih... tapi ini lo beli pake battle point, itu ngumpulinnya lama tau" Jawabku.

"Yaudah sih lo kumpulin lagi aja haha" Jawab Sherin sambil pergi keluar kamarku.

"Mau kemana lo?" Tanyaku dengan nada yang ketus.

"Balik kekamar gue lah... dadah dede gemes..." Jawabnya dengan nada dan raut wajah yang sok imut.

"Najis rin... muka lo jelek banget sumpah" Jawabku.

"Biarin wle..." Jawabnya sambil menjulurkan lidah.

Aku melanjutkan bermain game, dan melihat temanku sedang online juga di game. Namanya Rakha dia teman sekelas ku... Rakha ini sifatnya hampir mirip sama si Alfy cuma bedanya dia ini playboy dan agak nakal, gebetannya banyak banget. Rumahnya Rakha agak jauh dari rumahku, tapi dia selalu menjemput kerumah ku kalau berangkat sekolah... karena memang arah rumah dia dengan arah kesekolah itu sama... dan lagi pula dia kesekolah dengan sepeda motor, jadi biar cepet hehe.

"Woy Rak... ayo mabar". Kata ku diroom chat game.

"Oke siap... nanti gue bikin room dulu". Balasnya.

Ketika sedang asik... ditengah permainan si Rakha melakukan hal yang menjengkelkan dalam game.

"Woy Rak! Ko lo diem aja..." Kataku di kolom chatting.

"Woy kampret!" Lanjutku.

Lalu aku ambil hp dan mencoba buat menelpon si kampret satu ini.

"Woy lo lagi ngapain si?" Dengan nada ketus.

"Hehe maaf bro lagi bbman sama gebetan baru" Jawabnya sambil cengengesan.

"Buset dah gebetan yang mana lagi? Gebetan lo udah banyak woy" Jawabku.

"Adalah adik kelas" Jawabnya.

"Bodoamat ya...yaudah cepet balik lagi ke game tanggung nih" Kataku sambil langsung menutup telpon.

Lalu gak lama ada Sherin didepan pintu kamar.

"De... anter gue yu ke Mini Market" Ajaknya.

"De!" Tambahnya.

"Hmmm" Jawabku dengan malas karena sedang asik main game.

Lalu tiba-tiba ada bantal yang mendarat dikepalaku.

"Brukk!!!" Begitulah kira-kira suaranya.. eh... bagaimana sih kalau suara lemparan bantal? Kalian bayangin aja ya sendiri haha.

"Anjir apaan si rin?" Jawabku sambil melihat Sherin dengan tatapan jengkel.

"Lo tuh ya... dipanggilin dari tadi diem aja!" Katanya.

"Mau ngapain sih? Ganggu aja gue lagi main game juga"Jawabku.

"Anterin gue ke Mini Market de... sekalian malam mingguan haha"Katanya.

"Makannya cari pacar sono... biar gak nyuruh-nyuruh gue. Betah banget jomblo" Jawabku.

"Dih... gak nyadar, lo juga jomblo bocah..." Katanya.


"Yaudah cepet gue tunggu didepan" Tambahnya lagi.


2 0
2
Warna Luka
26-02-2019 20:45
Mantap gan. Bahasanya enak. Semoga sampai tamat ya gan emoticon-2 Jempol
0 0
0
Warna Luka
26-02-2019 20:48
Quote:Original Posted By aaaaaisyah
Mantap gan. Bahasanya enak. Semoga sampai tamat ya gan emoticon-2 Jempol


Haha tengkyu gan....
0 0
0
Warna Luka
27-02-2019 09:38
Part 5

Setelah log out game dan mematikan pc, aku langsung keluar untuk mengantar si nenek lampir ini ke Mini Market.

"Heh! Emang gue bocah malam mingguan naik sepeda... pake motor lah" Kata Sherin dengan tangan yang berada dipinggang.

"Lah kan ke Mini Market doang katanya... lagian lo ngapain pake rapih segala? Gue aja pake kolor sama Tshirt biasa doang" Jawabku.

"Udah gak usah banyak tanya cepet ambil kuncinya" Jawabnya.

Lalu aku masuk kedalam dan melihat Bunda sama Babeh lagi nonton tv.

Aku biasa manggil Babeh bukan Ayah atau Bapak, padahal Babeh orang Semarang bukan orang Jakarta.

"Beh... kunci motor mana?" Tanyaku.

"Itu di deket vas bunga dimeja" Jawabnya.

"Mau kemana de? Malam-malam gini naik motor" Kata Bunda.

"Itu bun... nganterin si Sherin ke Mini Market" Jawabku.

"Loh kok ke Mini Market pake motor segala?" Kata Bunda.

"Gak tau bun... kata Sherin suruh naik motor "Jawabku.

"Oh yaudah hati-hati ya" Kata Bunda.

"Iya bun... Assalamualaikum" Jawabku sambil berpamitan dengan Babeh dan Bunda.

Lalu aku langsung tancap gas untuk menuju Mini Market. Gak lama kita sudah sampai di Mini Market, karena jaraknya gak terlalu jauh dari rumah.

"Rin nih udah sampe"

"Rin!" Kataku sambil nyenggol si Sherin dengan tangan kebelakang.

"Eh... apaan de?" Kata Sherin.

"Lah ko paan sih... ini kita udah sampe diMini Market" Kataku.

"Eh de... jalan lagi yu kayaknya ada yang harus gue beli" Jawabnya.

"Hah? Mau kemana?" Jawabku dengan bingung.

"Udah jalan aja..." Kata Sherin.

Lalu kami kembali jalan entah kemana tujuannya.

"Rin.. ini kita mau kemana sihh?" Kataku, dan Sherin hanya diam.

"Bentar bentar... ini kan jalan ke Mall" Kataku.

Oh iya aku hampir lupa memberitahu kalian tempat tinggal ku, karena terlalu asik menceritakan tentang teman-teman dan keluarga ku hehe. Aku tinggal dikawasan Jabodetabek, tepatnya di wilayah Tangerang. Aku tumbuh besar disini, tapi aku lahir di Semarang tempat orang tuanya Babeh.

"Hehe iyaaa... gue tiba-tiba pengen novel, soalnya ini kayaknya bagus deh" Kata Sherin.

"Astaga rin... gue kan pake kolor doang sama Tshirt biasa..."

"Tau gitu mah gue pake celana jeans" Kataku dengan nada sewot.

"Salah sendiri... lagian kan gue udah bilang kalo sekalian malam mingguan" Kata Sherin sambil menoyor kepalaku.


Tak lama kita sampai di parkiran Mall, dan ya bisa bayangin malam-malam naik motor cuma pakai kolor jaraknya lumayan jauh pula.

"Yuk masuk..." Kata Sherin.

"Udah gila lo rin? malu lah gue masa kedalem pake kolor begini... disangka gembel gue" Kataku dengan nada sewot.

"Udah masuk aja... nanti kalo lo nunggu disini dikira anak ilang yang ditelantarin keluarganya haha" Kata Sherin sambil menarik tanganku.

"Apaan! gak ah... gua nunggu disini aja" Jawabku.

"Udah ayo... nanti gue traktir makan deh" Kata Sherin sambil menarik tanganku supaya ikut masuk kedalam. Dan ya...aku pasrah saja."

Tega lo rin sama adik sendiri" Kata ku sambil jalan masuk kedalam Mall.

"Hehe" Jawabnya.

Dan ya benar saya dugaanku, kita didalam Mall banyak orang-orang yang melihatku dengan tatapan-tatapan yang aneh. Mungkin mereka berpikir "ih... baik banget ya cewek itu bawa gembel jalan-jalan keMall" .

"Rin... tuh kan gue diliatin mulu sama orang" Kataku.

"haha biarin aja... pasti mereka ngiranya, ko mau ya cewek cantik kayak gue jalan sama gembel" Jawabnya sambil tertawa karena mengejekku.

Tak lama kita sampai ketoko buku, dan Sherin langsung menghilang begitu saja... entah buku apa yang dia cari. Aku coba melihat-melihat buku apa aja yang ada didepanku, yang kebanyakan buku novel tentang cinta anak SMA.

"Ini kenapa sih yang bikin buku tentang cinta semua, pasti galau-galau nih ceritanya"

"Apa harus ya dibikin buku begini? Apa ada yang mau baca cerita begini? Emang seru?" Gumam ku sambil melihat-melihat buku.

Aku yang memang saat itu tidak suka baca, rasanya malas lihat tulisan yang begitu banyak dan tak ada gambarnya. Bahkan ketika aku baca komik pun, aku hanya lihat gambarnya saja dan tidak kubaca tulisannya.

Tak lama Sherin datang.

"Sumpah de, lo kalo berdiri disitu sambil megang buku gitu kesannya kayak gembel yang lagi mencari inspirasi haha" Kata Sherin.

Aku langsung menaruh buku dan langsung jalan karah Sherin.

"Ayo makan" dengan nada datar.

"Haha... mau makan dimana?" Tanya Sherin.

"Kita makan diluar aja, gue mau makan ketoprak" Jawabku.

Lalu kita berjalan keluar dan menuju parkiran dan pergi meninggalkan Mall ini. Tak jauh dari Mall aku lihat ada penjuak ketoprak, kelihatannya enak dan tempatnya pun kelihatan nyaman.

"Rin... kita makan disitu aja yu" Tanyaku.

"Yaudah... tapi emang enak de?" Jawab Sherin.

"Ya cobain aja dulu...lagian itu tempatnya kayaknya enak deh buat nyantai"Jawabku.

Lalu kuparkirkan motorku disebelah gerobak ketopraknya.

"Bang... satu ya pedes"Kataku.

"Makan disini atau dibunggkus?" Jawab abang penjual ketopraknya.

"Kok satu sih...gue juga laper" Kata Sherin.

"Eh... lo laper juga? Haha" Jawabku.

"Yaudah bang pesen dua deh pedes" kataku ke abang penjual ketoprak.

"Oke siap" Jawabnya.


Tak lama pesanannya datang, dan langsung kita nikmati karena memang sudah lapar.

"Enak juga ya de"Kata Sherin dan aku hanya menjawab dengan anggukan kepala.

"Dah... kenyang, yok pulang" Kataku yang baru saja selesai makan.

"Gila... lo kelaperan de?"

"Bentar... ini dikit lagi" Jawab Sherin.

Setelah selesai makan, kami langsung pulang kerumah dan tak lupa membayar ketokpraknya.

Ketika kita baru sampai rumah, aku melihat ada Alfy sedang duduk diteras depan rumahnya.

"Woy! Ngapain lo bengong aja? Kesambet lo?" Kata ku.

"Eh na abis dari mana lo? Tadi gua samper, lo nya gak ada"

"Kata nyokap lo pergi sama kakak lo"Jawab Alfy.

"Iya nih abis nganterin dia ketoko buku"

"Bentar ya markirin motor dulu di dalam" Jawabku."Jangan lupa bawa gitar" Kata Alfy.

Setelah memarkirkan motor, dan kekamar untuk mengambil gitar...aku langsung menghampiri Alfy.

Lalu kita memainkan gitar dan bernyayi.

"Eh na, lo tau lagunya Slam yang judulnya Gerimis Mengundang ga?" Tanya Alfy.

"Oh tau kok, nyokap gue suka muter lagu itu" Jawabku.

"Yaudah... mainin lagu itu aja" Kata Alfy.

"Lagi galau lo ya? Haha" Jawabku.

Sudah hampir jam 12 malam, kita berhenti untuk memainkan gitar karena berisik, takut mengganggu tetangga.

"Eh fy... lo main pb ga?" Tanyaku.

"Main ko" Jawabnya.

"Mabar yu nanti mau ga?" Tanyaku.

"Boleh boleh... apa nickname lo?" Jawabnya.

"Mana sini nomor hp lo, nanti gua sms" Jawabku.


Lalu aku kembali kerumah dan masuk kekamar bersiap untuk online.

Dan begitulah kegiatan malam minggu ku.


1 0
1
Warna Luka
27-02-2019 09:50
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )

Suasana pagi dihari minggu biasanya orang-orang olahraga atau hanya sekedar duduk-duduk santai ditaman yang berada ditengah-tengah perumahan.Perumahan tempatku tinggal memang bukan perumahan yang mewah, ya sederhana sih tapi memang luas sekali. Makannya ada taman ditengah-tengahnya karena memang tadinya perumahanku batasnya cuma sampai taman saja, tapi lambat laun pihak perumahan membangun lagi rumah-rumah disebrang taman.


Ketika orang-orang sedang menikmati suasana pagi di hari minggu, aku justru masih berada diatas kasur dan masih terlelap. Karena memang kebiasaanku kalau setiap malam minggu pasti begadang main game, kadang-kadang sampai Shubuh aku baru tidur. Karena hari itu aku melakukan kegiatan seperti biasa, duduk diteras rumah sambil bermain gitar tapi bedanya sekarang ditemani Alfy. Jadi kupikir tidak perlu kuceritakan.


Hari senin, ah malas sekali rasanya untuk bangun dan berangkat sekolah, apalagi ikut upacara. Jam dindingku telah menunjukan pukul 6, dan aku harus mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kesekolah . Seperti biasa aku berangkat bersama Rakha dengan motor supranya.


Upacara yang membosankan seperti biasa, dan ketika Kepala Sekolah berpidato, entah apa yang dia katakan, aku hanya melihat awan yang cerah dan memikirkan betapa bosannya pagi ini. Tapi diakhir upacara katanya akan ada perkenalan murid baru. Kuharap sih itu perempuan yang cantik dan duduk didepanku.


Akhirnya upacara selesai dan aku langsung kembali kekelas bersama Rakha. Ketika asik mengobrol tiba-tiba Pak Anwar, Wali kelasku datang bersama murid barunya. Dan kalian tau itu siapa?

"Assamualaikum wr.wb, anak-anak kita punya teman baru dikelas ini"

"Ayo nak silahkan perkenalkan diri kamu" Kata Pak Anwar.

"Assalamualaikum wr.wb" Katanya.

"Wa'alaikumsalam wr.wb" Jawab anak-anak kelas.

"Perkenalkan sama saya Muhammad Noer Alfy"

"Panggil saja Alfy..." Kata Alfy.

"Yasudah Alfy kamu duduk dibangku kosong yang disebelah Putri" Kata Pak Anwar.

"Iya pak" Jawab Alfy.

"Yaudah bapak tinggal dulu ya..." Kata Pak Anwar.


Alfy berjalan sambil senyam senyum menuju tempat duduknya yang berada disebelah Putri dan posisinya adalah didepanku.

"Gue tuh berharap murid barunya itu perempuan, trus cantik gitu... kan enak buat pemandangan didepan gue" Kataku.

"Ya gue mana tau na... katanya ada bangku yang kosong dikelas ini... yaudah gue ditempatin dikelas ini"

"Gak taunya gue sekelas sama lo" Jawab Alfy.

"Oh jadi kalian udah saling kenal?" Kata Putri.

Sedikit cerita tentang Putri. Dia ini orangnya manis dan rambutnya selalu dikuncir belakang, tubuhnya mungil, tingginya hapir sepundakku...dan anaknya lemot kalau diajak ngobrol, tapi dia salah satu murid yang pintar dikelasku. Dan dia adalah sepupunya Rakha, jadi ibunya Putri adalah adik dari ibunya Rakha.

"Iya Put, kebetulan dia juga tetangga baru gue, rumahnya didepan rumah gue" Jawabku.

"Oh iya fy... ini yang disebelah gue namanya Rakha, kalau yang disebelahlu namanya Putri" Kataku. Lalu mereka bersalaman.

"Nanti pulang sekolah kita kumpul aja yu main biar bisa lebih akrab". Kata Rakha

"Wah boleh tuh" Jawab Alfy.

Hari ini guru-guru tak mengajar, karena sedang ada rapat. Jadi kita dikelas bisa bebas ngobrol, dan itulah waktu yang di idam-idamkan oleh para murid sekolah haha.

"Tet...tet...tet..." Suara bel tanda istrihat.

"Eh kekantin yu laper aku" Ajak Putri.

Lalu kami pergi kekantin, dan memesan pesanan masing-masing. Seperti biasa aku memesan ketoprak, Rakha dan Putri memesan nasi goreng.

"Lo ga pesen makan fy?" Tanyaku.

"Gak laper gue, pesen minum aja kali ya?" Jawab Alfy.

"Yaudah ayo fy sama gue" Kata Rakha.

Dan ketika kita sedang asik makan, pandanganku langsung tertuju kepada sekelompok kakak kelas yang terkenal cantik-cantik karena atlet voli. Mereka ada 5 orang, ada Diva, Mutiara, Aqila, Arista dan Okta.

Tapi yang jadi pusat perhatian ku setiap saat kalau melihat mereka adalah Diva. Seperti namanya...Diva memiliki aura bintang, dengan wajah yang menawan dan senyumannya yang manis... ditambah ada gigi gingsulnya disebelah kanan.

Tapi ini yang membuatku tertarik, Diva memiliki tatapan yang tajam. Kalau bisa dideskripsikan, mungkin mirip Nabila JKT48... hanya bedanya Diva ini tinggi,dan mempunyai sifat cuek...padahal banyak cowok-cowok yang ngajak kenalan, bahkan sampai sampai ada yang mencoba mengutarakan cinta kepadanya dengan memainkan gitar dan bernanyi didepan kelasnya. Tapi dia diam saja dan setelah selesai bernyanyi Diva bilang "udah selesai?" Lalu Diva dan kawannya pergi kekantin meninggalkan cowok itu.

Kalau Mutiara tidak jauh beda dengan Diva, bisa dibilang sebelas duabelas. Cuma bedanya Mutiara lebih kepetakilan dan cewet, kalian tau seperti siapa? Ya... seperti Sherin haha.

Dan kalau Aqila ini anaknya lebih pendiam, dan dia adalah murid yang pintar, dia selalu juara setiap ikut Lomba IPA.

Kalau Arista dan Okta adalah adik kakak dan kembar, tak tau kenapa nama mereka jauh berbeda...padahal mereka adalah anak kembar. Mereka memiliki tinggi badan yang berbeda, Arista lebih tinggi dari Okta... dan Okta memakai kacamata.

"Woy! Liatnya biasa aja" Kata Rakha sambil menyenggolku yang sedang melamun karena fokus memperhatikan Diva.

"Haha pasti merhatiin ka Diva" Kata Putri.

"Emang mereka siapa?" Tanya Alfy.

"Mereka itu bintang disekolah ini, atlet voli" Jawab Putri.

"Gila... gue suka tuh sama sama yang kembar haha" Jawab Alfy sambil nyengir dan mengangkat alis.

"Mending jangan deh fy" Jawab Putri.

"Lah kenapa put?" Jawab Alfy.

"Playboy sekelas Rakha aja gak bisa deketin salah satu dari mereka"

"Jangankan Rakha deh, cowok-cowok di sekolah ini pun belum ada yang bisa." Jawab Putri.

"Ah kita lihat aja nanti" Jawab Alfy.

"Wah gila emang ya lo fy, ternyata sebelas duabelas sama si Rakha" Kataku yang terdasar dari lamunanku ketika mendengar Alfy mengakatakan itu.

Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, sudah waktunya untuk pulang sekolah.

"Eh fy... lo pulang naik apa?" Tanyaku.

"Gue hari ini dijemput bokap gue... katanya dia udah nunggu di parkiran" Jawabnya.

"Oh yaudah gue sama Rakha duluan ya, nanti kumpul dirumah gue" Jawabku.

Kalau Putri seperti biasa dijemput oleh ibunya.


2 0
2
Warna Luka
27-02-2019 10:03
Part 7

Siang itu sehabis pulang sekolah, kami berkumpul dirumahku. Alfy yang sudah lebih dulu berada dirumahku, ku ajak dia masuk kekamarku sambil menunggu Rakha dan Putri datang.


"Wah kamar lo keren na"

"Pakai wallpaper dinding gambar Killua" Tanya Alfy.

"Iya fy... gue suka banget sama Killua, padahal gua belum pernah nonton Animenya Hunter x Hunter"

"Tapi kerena waktu itu di Toko Baju ada Tshirt yang designnya Killua, gua jadi suka... kelihatannya keren gitu karakternya" Jawabku.

"Wah gila koleksi Action Figure lu banyak juga na"Katanya.

"Iya lumayan lah haha" Jawabku.


Tak lama Rakha dan Putri datang. Dan langsung masuk ke Kamarku, karena memang sudah biasa berkunjung kerumahku dari sewaktu SD dulu. Kami mulai berteman sejak kelas 6 SD dulu ketika aku baru pindah ke perumahan ini.


"Na... bunda kamu lagi bikin kue ga?" Tanya Putri.

"Iya tuh didapur" Jawabku.

"Aku mau kesana dulu ya" Jawab Putri dan langsung kedapur.


"Si Putri emang suka begitu na?" Tanya Alfy.

"Iya... dia kalau main kesini pasti nyamperin nyokap gue kalo lagi bikin kue"

"Katanya kue buatan nyokap gue enak, jadi dia pengen belajar bikin kue sama nyokap gue" Jawabku.

"Trus kita ngapain nih?" Tanya Alfy.

"Main PS na" Kata Rakha.

"Lo punya na?"Tanya Alfy.

"Punya ko... yaudah bentar gue siapin dulu... soalnya udah lama gak gue mainin, jadi gue simpan dilemari" Jawabku.

"Mau main game apa nih?" Tanyaku.

"PES lah" Jawab Rakha.

"Nah boleh tuh" Kata Alfy.


Setelah lumayan lama kita main game, Putri dan Bunda datang kekamarku sambil membawa kue.

"Dimakan ya... ini yang bikin Putri loh" Kata Bunda.

"Aman gak nih bun?" Tanyaku sambil melihat kue nya.

"Heh! Kamu kira aku bikinnya pake racun?" Jawab Putri, lalu kita membalas dengan tertawa.


"Kalau lagi nyantai gini, enaknya sambil main gitar... "

"De... coba Bunda pinjam gitarnya" Kata Bunda. Lalu ku ambilkan gitar dan memberikannya ke Bunda.


"Ini lagunya Oasis judulnya Wonderwall" Kata Bunda.

"Jreng...jreng...jreng" Bunda mulai memainkan gitarnya.


"Today is gonna be the day that they're gonna throw it back to you...

By now you should've somehow realized what you gotta do...

I don't believe that anybody...

Feels the way I do about you now" Lalu kami mulai menikmati lirik dan merdunya alunan gitar dan suara Bunda.

"Because maybe...

You're gonna be the one that saves me..

And after all...

You're my wonderwall..." kami semua menyanyi.


"Wah... tante keren banget" Kata Alfy.

"Iya Bun... keren" Kata Putri.

"hehe terima kasih loh"

"Tante jadi inget waktu muda dulu, kumpul begini sama teman-teman sehabis pulang sekolah" Kata Bunda.


"Lagi dong bun..." Kataku.

"Mau lagu apa?" Jawab Bunda.

"Don't look back in anger bun..." Kata Putri.

"Wah...boleh tuh" Jawab Bunda.


"Jreng...jreng...jreng..." Bunda mulai memainkan gitarnya.


" Slip inside the eye of your mind...

Don't you know you might find...

A better place to play...

You said that you'd never been...

But all the things that you've seen...

Will slowly fade away..."


"And so Sally can wait, she knows it's too late as we're walking on by...

Her soul slides away...

But don't look back in anger...I heard you say".


Kali ini kami semua bernyanyi dengan riangnya, sambil menggerakan tangan keatas... lalu menggoyangkannya kekanan dan kekiri... layaknya sedang menonton konser. Karena ini adalah lagu yang paling populer.


"Udah ah tante mau kebelakang lagi... mau beres-beres".

"Yah... konsernya udah selesai" Kata Putri, lalu kami semua tertawa.

"Gak kerasa ya bentar lagi kita kelas 3" kataku.

"Wah... iya juga ya, gak kerasa" Jawab Rakha.

"Eh... denger-denger katanya nanti pas classmeeting mau ada lomba nanyi antar kelas" Kata Putri.

"Kita harus ikut nih" Kata Alfy.

"Ah... apaan, gak mau ah malu gue" Jawabku.

"Nah boleh tuh... udah gapapa na, nanti kita akustikan aja"

"Nanti lo main gitar, gue yang main cajon deh... nah si Alfy yang nanyi"

"Soalnya tadi gue denger suara lo lumayan fy" Kata Rakha.

"Oke tuh... gimana na?" Kata Alfy.

"Ayolah na... sekali-sekali, jarang-jarang loh"

"Itung-itung mengasah mental kalian" Kata Putri.

"Gimana na?" Tanya Rakha.

"Hm... nanti kalau gue gerogi terus salah gimana?" Jawabku.

"Ya kita latihan dulu lah, biar kompak... jangan mikirin gimana nantinya" Jawab Rakha.

"Iya na... kamu mah belum apa-apa udah takut duluan" Kata Putri.

"Yaudah deh gue coba" Jawabku.

"Nah gitu dong!!! Semangat nih gue... siapa tau si kembar itu nonton gue terus minta foto kan enak" Kata Alfy.

"Haha betul fy... kali aja kita jadi idola para cewek-cewek di sekolah" Jawab Rakha.

"Wah gila emang lo berdua... sebelas duabelas" Kataku.

"Eh...Besok kita berangkat naik sepeda aja biar bisa bareng-bareng" Kata Rakha.

"Nah... sekalian olahraga pagi" Kata Alfy.

"Oke deh" Jawabku.

Tak terasa hari sudah sore, mereka pamit pulang.


Esok paginya ketika sampai diparkiran disekolah, aku melihat sosok Diva yang turun dari mobilnya. Betapa indahnya pemandangan pagi ini...

"Woy! Malah bengong, ayo buruan masuk kekelas, hari ini kan pelajaran pertama matematika... lo tau sendiri Pak Edi guru killer" Kata Rakha sambil menepuk pundakku.

"Eh... iya ayo" Jawabku yang langsung tersadar dari lamunanku karena ditepuk oleh Rakha.


Akhirnya jam pelajaran pertama yang menegangkan akhirnya selesai. Pak Edi memang terkenal galak, dan kadang dia suka main tangan kalau sama anak laki-laki... ya walaupun sekedar memukulnya dengan pulpen atau spidol dan dengan postur tubuh yang tinggi besarnya itu yang membuat murid-murid takut.


"Gila... gila... itu tadi guru serem banget cuy"

"Sampe hening nih kelas" Kata Alfy.

"Kamu belum tau aja sih fy... dulu si Warna pernah ditampar sama Pak Edi" Kata Putri.

"Hah... serius? kok bisa?" Tanya Alfy.

"Nih gara-gara dia" Jawabku sambil menunjuk Rakha.

"Udah tau guru killer, dia masih aja ngomong... langsung sawan gue digampar Pak Edi" Kataku.

"Haha sorry na..." Jawab Rakha.

"Eh keluar yu, kan ini jam olahraganya kelas Diva dan gengnya itu" Kata Rakha.

"Oh iya" Jawabku sambil memasang muka gembira.


Lalu kami bertiga keluar kelas dan melihat Diva dan gengnya sedang olahraga. Sekolah ku memiliki dua lantai dan lapangannya berada ditengah. Karena memang kelas ku menghadap ke lapangan, jadi ketika jam kosong halaman depan kelas lah yang menjadi tempat favorit murid.


"Ah Div... Lo cantik banget" Bisik ku sambil melamun.

Tiba-tiba lamunanku terpecah karena Putri datang menghampiri kami dengan membawa selembar kertas.

"Nih... formulir pendaftaran buat classmeeting" Kata Putri.

"Gila! Hari sabtu depan men" Kata Alfy.

"Udah deh mending gak usah ikut" Jawabku.

"Pokoknya kita harus ikut" Kata Rakha.

"Iya harus... nanti pulang sekolah kita latihan dirumahnya Warna".

"Eh tapi nanti anter gue ketoko musik dulu ya... beli gitar" Kata Alfy.

"Ok...sekalian gue juga beli cajon, gue udah nabung buat beli cajon". Jawab Rakha.

"Yaudah nih... formulirnya, besok harus udah dikumpulin" Kata Putri.



2 0
2
Warna Luka
27-02-2019 10:05
Part 8

Setelah pulang sekolah kita langsung menuju toko alat musik yang memang jaraknya tak terlalu jauh dari sekolah.

"Na... kayaknya gitar yang disebelah kiri itu bagus deh" Kata Alfy.

"Yang mana...?" Tanyaku.

"Itu yang disebelah bass, yang warna coklat tua" Jawabnya sambil menunjuk kearah gitar yang dimaksud.

"Yaudah kita coba dulu" Kataku.

"Lo udah dapet yang cocok cajonnya?" Tanyaku kepada Rakha.

"Ini udah nih... suaranya enak" Jawabnya.

Setelah mencoba-coba dan kami rasa cocok, dan harganya pun tak terlalu mahal...kami pun langsung membayarnya, setelah membayarnya kami langsung kerumahku untuk latihan.

"Eh ini kita mau bawain lagu apa aja?"

"Disini keterangannya, maksimal membawakan dua lagu... temanya juga bebas" Tanya Rakha.

"Apa ya yang enak?" Kataku, sambil melihat ke atas sambil mengerutkan dahi...layaknya seperti orang berpikir serius.

"Yang bikin mereka ikut nanyi juga"

"Eh terus ini nama band kita apa?" Kata Rakha.

"Udah... mending kita mikirin lagu dulu, terus kita coba"

"Urusan nama mah belakangan aja, sambil mikir-mikir juga" Jawabku.

"Iya betul tuh... nanti kalo kita mikirin nama dulu, yang ada kita malah gak hafal-hafal lagunya" Kata Alfy.

"Bentar... gue ambil laptop dulu dikamar" Kataku.

Lalu aku masuk kekamar untuk mengambil laptop, aku mulai browsing di internet mencari referensi lagu-lagu yang cocok untuk kita bawakan nanti.

"Eh kita bawain lagunya Efek Rumah Kaca aja yu" Kataku.

"Mau lagu yang mana?" Tanya Rakha.

"Yang judulnya Cinta Melulu aja...enak tuh" Jawab Alfy.

"Nah oke juga ide lo fy...bentar gua cari chordnya dulu" Jawabku.

Dan setelah menemukan chordnya kita mencoba memainkannya.

"Jreng...jreng...jreng" Aku mulai memainkan gitar

" Nada-nada yang minor...
Lagu perselingkuhan..." Alfy mulai menyanyi.

"Eh ko gak masuk ya nadanya... kayak ada chordnya yang gak nyambung" Kataku.

"Iya nih...coba cari yang lain lagi na" Kata Alfy.

"Oke bentar-bentar"

"Nih coba yang ini" Kataku.

"Satu...dua...tiga..."
"Nada-nada yang minor...
Lagu perselingkuhan...
Atas nama pasar semuanya begitu klise..."

"Nah ini baru pas" Kata Alfy.

"Yaudah lanjut sampai selesai" Kata Rakha.

Lalu ketika kami sedang memainkan lagunya, tiba-tiba Sherin datang... dia baru pulang entah habis dari mana, dengan membawa makanan dan minuman.

"Oh hoo...
Lagu cinta melulu...
Kita memang benar-benar melayu...
Suka mendayu-dayu...
Lagu cinta melulu..." saat menyanyikan reffnya, Sherin ikut bernyanyi.

"Asik... lagu Efek Rumah Kaca" Kata Sherin.

"Iya nih ka... kita lagi latihan buat lomba classmeeting hari sabtu depan" Jawab Rakha.

"Oh...ada lomba? Emang boleh bawa lagu-lagu bebas begini?" Tanya Sherin.

"Boleh rin... temanya bebas ko..."

"Eh lo bawa apaan tuh?" Tanyaku.

"Ini gue abis beli es buah sama cemilan didepan situ"

"Tadi Bunda nyuruh gue beli ini soalnya kata Bunda lo pada mau latihan disini" Jawabnya.

"Eh ka... kira-kira lagu apa lagi ya yang enak?, yang pasti cewek-cewek suka"? Tanya Alfy.

"Hmm... coba lagunya Sheila On 7 yang judulnya Pemuja Rahasia deh" Jawab Sherin.

"Nah iya tuh na coba deh" Kata Rakha.

"Lo berdua tuh ya... emang otaknya cewek mulu" Jawabku.

"Yaudah gue masuk kedalem dulu... kalian lanjutin deh tuh ya pusing-pusingnya haha" Kata Sherin.

"Haha makasih ka sarannya" Kata Alfy.

"Ok sama-sama..." Jawab Sherin sambil berjalan menuju kedalam.

"Eh gimana kalau nama bandnya Percikan Warna?" Kata Rakha.

"Yoi... mantap lah" Jawab Alfy.

"Hm...boleh deh" Jawabku.

"Udah istirahat dulu deh... enak nih kayaknya es buah" Kataku.

Setelah beberapa kali latihan, dan kami rasa cukup untuk hari ini, mereka memutuskan untuk pulang dan dilanjutkan besok.


3 0
3
Warna Luka
27-02-2019 10:06
Part 9

Esok harinya ketika beberapa menit sebelum jam istirahat, ada beberapa anggota osis yang datang ke kelas. Memberi informasi tentang classmeeting, bahwa pulang sekolah nanti yang berpasipasi dalam classmeeting diharapkan berkumpul diruang osis untuk mengadakan rapat.

"Eh...ayok kita keruang osis" Kata Alfy.
"Oh iya ya... lupa gue" Jawabku.

Lalu kami berjalan menuju ruang osis, ternyata sudah lumayan banyak murid-murid yang sudah berkumpul.

Dan ketika berada dikelas depan ruang osis Rakha menepuk pundakku.

"Eh na... na" Kata Rakha.
"Apaan?" Jawabku.
"Itu ada Diva sama si Mutiara" Jawabnya.
"Hah? Mana?" Jawabku sambil melihat-melihat kearah kerumunan murid yang sedang duduk didepan ruang osis.

"Itu yang deket pintu" Kata Rakha.
Betul disana ada Diva, sudah pasti dia ikut lomba voli.

Dan tak lama kita disuruh masuk oleh anggota osis untuk memulai rapat.

"Gue yakin pasti timnya Diva menang nanti" Kata Rakha.
"Iya sih udah pasti... mereka belum pernah kalah" Jawabku.
"Sehebat itukah mereka?" Tanya Alfy.

Lalu kami masuk kedalam ruang osis untuk rapat classmeeting.
Setelah kita rapat kami kembali kerumah masing-masing.
Dan kegiatan kita beberapa hari sebelum acara classmeeting adalah seperti biasa, seperti latihan dirumahku, dan lain-lainnya.

Dan hari ini adalah hari dimana lomba classmeting dimulai. Pertama kali aku mencoba untuk berada dihadapan kerumunan orang, dan itu merupakan hal yang menurutku sangat memacu adrenalin sama seperti kita terjun bebas haha.
Oh iya kalau lomba nanyi antar kelas itu adanya hari terakhir...

"Eh ke mading yu, liat jadwal-jadwal classmeting" Kata Alfy.
Lalu kami menuju ke mading yang berada didepan ruang osis.
"Weh gila hari ini pertandingan voly timnya Diva nih na" Kata Rakha sambil menunjuk susunan jadwalnya.
"Oh iya bener" Jawabku.
"Bentar lagi nih... gue penasaran deh ingin lihat gimana mereka main, sehebat apa ya" Kata Alfy.
"Kita mau nonton disamping lapangan apa didepan kelas atas?" Tanya Rakha.
"Didepan kelas aja deh biar leluasa haha" Jawabku.
"Yaudah yuk kesana" Kata Alfy.

Lalu kami menuju kelas, karena memang tempatnya enak untuk melihat kearah lapangan kalau dari atas.

"Pasti kalian pengen nonton Diva dan kawan-kawannya kan?" Tanya Putri yang sudah dari tadi berada didepan kelas.
"Hehe" Jawabku.

Dan selang satu pertandingan, giliran teamnya Diva yang bertanding.
"Wah anjir gila cuy, itu mereka mulus-mulus banget badannya haha" Kata Alfy.
"Otak lo fy" Kataku sambil menoyor kepalanya.

Lalu pertandingan dimulai. Dan seperti biasa banyak sorak-sorak suporter yang mendukung kedua tim, dan yang pasti suporter yang paling banyak adalah timnya Diva.
"Kira-kira siapa yang menang ya?" Tanya Alfy.
"Ya pasti timnya Diva lah" Jawab Rakha.

Pertandingan berjalan seru dan sengit, tidak seperti pertandingan awal-awal sebelumnya. Lawan tim Diva kali ini adalah tim kelas C yang menjadi lawannya kelas B yang memang kelasnya Diva di semi final tahun lalu.
"Wah gila ketat banget ni scorenya" Kata Alfy.
"Iya nih, ini musuhnya disemi final tahun lalu" Jawab Alfy.
"Ayok div, lo pasti bisa menang" Kataku dalam hati.

Dan timnya Diva hampir kalah dengan selisih score yang beda sedikit. Terlihat raut-raut wajah yang tegang dari tim Diva, yang belum pernah kulihat sebelumnya.
"Gila mukanya pada tegang tuh liat" Kata Alfy.
"Iya ya... ini ketat banget scorenya, gak biasanya timnya kak Diva bisa tegang gini" Kata Putri.

"Hoaaahhhhhh!!!!!" Terdengar teriak suporter tim Diva, karena berhasil menyamakan kedudukan.
"Yes! Ayo div pasti bisa" Kataku dalam hati.
"Muka lo tegang banget na haha" Kata Rakha.

Dan didetik-dekit akhir pertandingan Mutiara berhasil membuat score berbalik dan membuat tim Diva menang dan lolos ke babak berikutnya.

"Wooaaahhh!!!!" Terdengar lagi suara teriakan dan yel-yel dari suporter Diva.
"Yaaaa!!!... ehh" Teriakku seketika dan langsung tersadar karna terlalu kencang hehe.
"Buset na girang banget lo kayaknya" Kata Alfy.
"Hehe" Jawabku.
"Kantin yuk kantin" Kataku.
"Ayo... aku haus ni" Kata Putri.
"Iya ni seret banget tenggorokan gue gara-gara tengang liat pertandingan barusan haha" Kata Rakha.

Sesampainya dikantin, kami berhenti didepan musholah yang jaraknya dekat dengan kantin.
"Buset dah ramai banget" Kata Alfy.
"Duduk dulu yuk disini pegel ni" Kata Putri.
"Eh sini gue aja yang beli minumnya kalian tunggu sini" Kataku.
"Lah tumben lo na mau sendirian, biasa gak berani haha" Kata Rakha.
"Berdua lah sama lo haha" Jawabku.
"Ye dasar! Haha " Kata Putri.
"Yaudah gue es teh aja biasa" Kata Alfy.
"Aku juga sama deh" Kata Putri.
"Yaudah ayok rak" Kataku.
Dan kami pun berjalan menuju kantin dan menuju tempat Mas Ujo tempat biasa kami membeli minuman.

Dan ketika sedang mengantri pesanan tiba-tiba.
"Permisi maaf" Katanya.
Sontak aku langsung melihat kearah suara itu. Dan aku langsung terkejut dengan tampang bingung.

"Gue boleh masuk duluan?" Tanya sambil tersenyum.
Dan aku hanya bisa mengangguk dan melihat dia masuk kedalam, masih dengan tampang bingung.

"Gila gue baru liat dia senyum begitu, dan lo disenyumin" Kata Rakha sambil menyenggol ku.
"Tampang lo jangan kayak orang bego" Kata Rakha sambil menepuk pipiku.
"Ehh..." Kataku yang langsung tersadar.
"Nih es tehnya, ayok" Kata Rakha.
Dan kami menuju ke Alfy dan Putri.

Hari semakin sore, dan pertandingan-pertandingan classmeeting pun sudah selesai dan dilanjutkan besok.
"Pulang yuk udah sore" Kataku.
Lalu kami kembali kerumah masing-masing.


3 0
3
Warna Luka
27-02-2019 10:07
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )

Hari ini adalah hari terakhir acara classmeeting, yaitu dimana hari ini juga aku dan teman-temanku mencoba hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Berhadapan dengan orang banyak, sudah pasti menjadi suatu adrenalin yang membuat jantung melemah dan hampir copot. Oke itu lebay sih hehe.

"Udah siap semuanya ni? Ada yang ketinggalan gak?" Tanyaku pada saat sedang berkumpul didepan rumah dan hendak berangkat kesekolah.
"Udah ko udah" Kata Alfy.
"Iya udah ni" Kata Rakha.
"Yaudah yuk berangkat" Kataku.

Ditengah perjalanan menuju kesekolah, tubuhku mendadak lemas, jantung berdebar lebih cepat, muka pucat berkeringat. Oke lebaynya keluar.

"Anjir ramai banget itu didepan panggung" Kata Rakha.
"Gue deg-degan cuy" Kata Alfy.
"Gue pengen mati!" Kataku.
"Yaudah ayok masuk dulu." Kata Rakha.

"Eh sini-sini!!" Kata putri dari depan kelas.
"Gimana udah siap?" Tanya Putri.
"Udah dong..." Jawab Alfy.
"Na... muka lo pucet banget haha" Kata Rakha.
"Jantung gue kayaknya mau lepas deh ni kayaknya" Jawabku dengan datar.
"Haha apa sih lebay" Kata Putri.

Lalu mulai terdengar suara-sara ceck sound. Dan tampaknya sudah mau mulai untuk yang pertama tampil.
"Itu kelas G kan ya?" Kata Rakha.
"Iya itu si Ryan" Jawabku.

Ryan ini adalah cowok yang lumayan terkenal disekolah ini, karena dia jago main gitar. Dan juga yang pernah ku ceritakan, dia adalah cowok yang menyatakan perasaannya ke Diva dengan memainkan gitarnya.

Setelah beberapa peserta dari kelas lain selesai tampil, kini giliran ku dan kawan-kawan tampil mewakili kelas ku yaitu kelas D.
Dari atas panggung terlihat Putri yang memberi semangat kepada kami dengan gerak-gerik tubuhnya.

"Hallo... Kami Percikan Warna dari kelas D " Kata Alfy.
"ini lagunya Efek Rumah Kaca, judulnya Cinta Melulu" Kata Alfy.

Tidak banyak memang yang tau lagu ini, karena indie saat itu tidak seramai sekarang.
Ketika ditengah-tengah lagu aku melihat Diva dibelakang sana, entah apa yang kurasakan, senang sekali bisa dilihat dia, deg-degan.

"Ya... ini lagu terakhir dari kami"
"Pemuja Rahasia, dari Sheila On 7" Kata Alfy dan disambut sorak-sorak suara karena memang sangat popular lagunya.

"Na na na na na... na na na na na" Semuanya bernyanyi sambil bertepuk tangan mengikuti irama musiknya.

"Mungkin kau takkan pernah tau... Betapa mudahnya kau tuk dikagumi...
Mungkin kau takkan pernah sadar...
Betapa mudahnya kau tuk dicintai..."
Semuanya bernyanyi sampai lagunya selesai.
"Terimakasih...." Kata Alfy.

Senangnya bukan main ketika kita membawakan lagu dan banyak orang yang antusias bernyanyi bersama.
Lalu kami turun kepanggung, dan berjalan menuju kantin. Diperjalanan menuju kantin aku memperhatikan kesekeliling, mencari apakah ada Diva. Tapi tidak ku jumpai juga.

"Woy muka lo kenapa sedih gitu?" Kata Alfy.
"Tau... padahal tadi seru banget banyak yang nyanyi bareng" Kata Rakha.
"Eh gapapa gapapa, yaudah beli es ke Mas Ujo gih" Kataku.

Mungkin hanya halusinasi ku saja ada Diva yang melihatku tadi, mana mungkin orang seperti dia mau melihat ku, memang aku siapa. Yang jauh lebih keren, yang jauh lebih ganteng dariku saja dia tak perduli.

"Balik yuk udah sore" Kataku.
"Ayok dah... mau ngapain lagi coba haha" Kata Alfy.
"Woy pulang ayuk udah sore ni.. lo malah chattingan mulu" Kataku.
"Hehe sabar nih lagi tanggung"
"Yuk ah" Kata Rakha.
Kami pun pulang kerumah masing-masing.

Ah waktu terus berlalu, hingga kini liburan kelulusan sekolah. Aktivitas ku sehari-sehari sama seperti biasanya, karena itu tak aku ceritakan, karena mungkin membosankan.

Masa liburan ku habiskan untuk tidur dan bermain game dirumah kadang bersama Alfy dan Rakha. Tapi seminggu yang lalu Rakha mudik kekampung halamannya. Dan kemarin pun Alfy juga sama pergi ke Bandung.
Kalau tidak yak terpaksa aku mengantar Sherin pergi agar tidak jenuh juga.

"Mau kemana lo rin?" Tanyaku.
"Latihan Voly de" Jawab Sherin.
"Mau gue anter?" Tanyaku.
"Gak usah... gue bareng temen ko" Jawab Sherin.
"Siapa rin siapa? Cowok? Pacar lu? Alhamdulillah... akhrinya lo laku juga ya haha" Kataku.
"Kurang ajar emang ya... bukan, ini cewek ko"
"Dan kayaknya dia juga kakak kelas lo deh" Kata Sherin.
"Hah? Siapa rin?" Kataku penasaran.
"Kepo lo ya haha... yaudah dadah... Assalamualaikum." Kata Sherin.
"Gua tabok lo ya... Walaikumsalam" Jawabku.

Pikiran ku saat itu adalah Diva, karena Diva juga kan anak voly. Tapi apa hubungannya ya? Apa aku akan sering-sering bertemu dia? Ah sudahlah. Lalu aku menuju dapur untuk mengambil cemilan dan minuman untuk menemaniku bermain game.

"Loh kamu gak nganter kakakmu ?" Tanya Bunda.
"Enggak bun, dia sama temennya katanya" Jawabku.
"Eh gimana... kamu jadinya mau lanjut ke SMA mana?" Tanya Bunda.
"Hmmm... nanti deh bun aku lagi males mikir hehe" Kataku.
"Apa mau di Semarang aja?" Tanya Bunda.
"Buset bun... enggak ah jauh banget" Kataku.
"Kan nanti kamu disana sama Septian sama saudara-saudara kamu". Kata Bunda.
"Enggak ah bun.. yang deket-deket aja... nanti kalau jauh-jauh aku kangen Bunda hehe" Kataku.
"Dasar... yaudah sana... jangan sampai kelamaan mikirnya, nanti keburu tutup pendaftarannya". Kata Bunda
"Siap Bunda!" Kataku sambil memperagakan postur hormat.
Lalu aku menuju kamar, lalu ada notifikasi muncul dihandphone ku. Ternyara dari Alfy yang mengajak untuk main game bersama.

Hari sudah malam, dan terdengar samar-samar dari luar pintu, suara Sherin sedang mengobrol dengan bunda, tapi aku tetap dikamar asik bermain game.
Tak lama aku keluar kamar untuk mengambil air minum kedapur.
Dimeja makan ada berapa kue yang baru matang, aku menghampiri Bunda untuk menanyakan kue mana yang sudah boleh dimakan.

"Bu.." niatnya aku ingin memanggil Bunda, tapi belum selesai mengucap kalimat "Bunda" aku langsung terdiam karena kaget dengan apa yang kulihat.
"Ada apa de?" Tanya Bunda.
Lalu seorang wanita disebelahnya tersenyum manis. Aku bingung, karena ku kira yang didapur adalah Sherin, tapi ternyata bukan. Lalu dimana Sherin?.
"Eh...enggak bun..." Kataku dan langsung kembali kekamar.

Entah apa yang aku rasakan saat itu, tidak karuan. Siapa menyangka sangka kalau bintang disekolah berada dirumahku, dan aku bisa melihat senyumnya dengan dekat didalam rumahku.
Senang pasti, deg-degan apalagi hehe.

"Berarti apa yang gue pikirin tentang temennya Sherin bener dong" Kataku dalam hati.
Lalu aku kembali memainkan game ku dan aku mengabari temanku.
"Lo harus tau dirumah gue ada siapa... " ketikku lalu kukirim pesannya.
Lalu tak lama muncul notifikasi di hpku.
"Siapa? Tukang koran?" Jawab Alfy.
"Siapa? Gebetan gue main kerumah lo?" Jawab Rakha.

"Apaan sih kampret ... serius nih.. ada Diva dirumah gue lagi bikin kue malah sama nyokap gue" Kataku.
"Anjirr seriusan? Ko bisa?" Kata Rakha.
"Wah gila cuy, nyesel gue mudik nih" Kata Rakha.

Tiba-tiba ada telfon masuk dari Rakha, dia menanyakan hal yang baru aku katakan. Dan kami ngobrol panjang lebar tentang hal ini.

"De... antar temennya Sherin ya" Kata Bunda yang tiba-tiba masuk kekamarku dan langsung ku matikan telfonnya.
"Hah? Ko aku bun... kenapa gak sama Sherin?" Kataku.
"Ini kan udah malam de... kamu kan laki-laki... jadi bisa sekalian jagain dia"
"Naik motor babeh aja..." Kata Bunda.
"Yaudah deh bun" Kataku.

Mulut malu-malu kucing... sok-sokan mau nolak nganterin, padahal dalam hati girang banget haha.
Lalu aku mengantarkan Diva kerumahnya, lumayan jauh sih dari rumahku. Ditengah perjalanan suasana hening tanpa ada satu pun obrolan yang kami lakukan.

"Lo adik kelas gue kan? Yang waktu itu tampil diclassmeting bawain lagu ERK?" Tanyanya.
"Eh...iya ka hehe ko tau ya?" Jawabku dengan gugup.
"Santai aja jangan gugup gitu... kayak ngobrol sama siapa aja haha" Katanya.
"Hehe iya ka" Kataku.
"Gausah pake kak... Diva aja" Kata Diva.
"Iyaa kaa... eh div..."
"Ngomong-ngomong ko bisa kenal Sherin?" Tanya ku.
Jarang sekali aku mengobrol dengan perempuan berdua seperti ini, apalagi dengan Diva.

"Iya... soalnya dia senior gue di voly, dulu suka latihan bareng, sampe sekarang sih... tapi udah jarang ketemu aja gitu suka beda waktunya" Jawab Diva.
Dan ternyara Diva orangnya asik juga tak seperti yang kubayangkan saat disekolah saat itu.

"Ini jalannya ke kiri atau ke kanan atau lurus aja"? Tanyaku.
"Oh lurus aja dulu nanti di depan belok kanan". Jawabnya
"Eh lo suka lagu Efek Rumah Kaca?" Tanyanya.
"Engga juga sih, kalo lagu sih random aja... cuma emang lagi sering dengerin albumnya yang Efek Rumah Kaca" Kataku.
"Pasti lo sering dengerin yang judul Desember kan?" Kata Diva
"Hehe ko tau?... tapi yang Sebelah Mata juga enak" Kataku.
"Eh ini belok kanan kan?" Tanyaku.
"Iyaa itu rumah gue yang ada mobil hitam didepannya" Kata Diva.
"Ini mobil hitam ada 3 div, mobil lo banyak juga ya" Kataku.
"Bukan itu maksudnya... yang sebelah kanan rumah gue" Kata Diva.
"Oh haha kirain" Kataku.

Lalu kami sampai dirumahnya, rumah yang tak jauh beda dari rumahku. Cuma nampak sepi saja, mungkin keluarganya sedang pergi.
"Mau mampir dulu?"
"Eh nama lo siapa? Lupa gue mau nanya" Kata Diva.
"Ehh enggak div... langsung pulang aja udah malem ini"
"Nama gue Warna" Kataku.
"Hah? Serius nama lo Warna?" Tanyanya dengan muka yang bingung seperti orang-orang yang baru tau namaku.

"Iya seriusan tanya aja Sherin atau nyokap gue..."
"Oh iya ini tadi ada kue dari nyokap gue katanya ini buat lo" Kataku sambil memberikan kotak makanan.

"Oh iyaa bilangin ke Bunda, makasih ya repot-repot bawain kue" Kata Diva.
"Kan yang bawa gue haha" Kataku.
"Oh iya ya lupa gue haha" Kata Diva
"Yaudah gue pulang dulu ya" Kataku sambil menyalakan motor.
"Oke deh... hati-hati" Katanya.

Lalu aku membalasnya dengan senyuman dan langsung pulang kerumah.


Diubah oleh andmse
3 0
3
Warna Luka
01-03-2019 13:20
Part 11

"Drett... drett..." hp ku bergetar menunjukan notifikasi pesan.
Lalu aku baca pesannya.
"Makasih ya na... udah repot-repot nganterin pulang"
"Nanti kalau ketemu lagi... gue pengen tau cerita tentang nama lu yang unik itu hehe... ini gue Diva"

Ini sesuatu yang membahagiakan dan belum pernah aku bayangkan. Aku beruntung bisa mengantarnya pulang dengan selamat, dan dapat pesan darinya. Kalau aku berharap lebih mungkin entah apa yang terjadi, lebih baik aku jalani saja tanpa adanya beban pikiran.

"Iya div sama-sama... btw dapet nomor gue dari mana?"
"Nantinya kapan nih haha?" Jawab ku dipesan.
Lalu tak lama Diva membalas pesanku.
"Dari Sherin... hmm kapan yaa? Besok?"
"Besok gue mau ketoko buku" Jawabnya.
"Hah Besok?" Jawabku.
"Kenapa? Gak bisa ya?" Jawabnya.
"Bisa ko bisa hehe" Jawabku.
"Ok deh... nanti gue kabarin lagi ya.. see you" Jawabnya..

Ketika aku habis dari dapur untuk minum tiba-tiba Sherin keluar dari kamarnya.
"Kenapa lo senyum-senyum mulu?"
"Ciyeeee... hahah" Kata Sherin sambil meledekku.
"Apasih" Jawabku dengan jutek dan langsung berhentis senyum.

Lalu aku masuk kekamar dan menutup pintu rapat-rapat dan melanjutkan cengengesan ku... senangnya berasa seperti habis dapat juara liga champion haha bayangin aja sendiri ya.

Tak terasa sudah berganti hari... hari yang cerah tak seperti biasanya. Mungkin karena kejadian semalam yang membuatku tak berhenti senyum-senyum sendiri.
Aku mengecek hpku, siapa tau ada notifikasi dari Diva... ternyata tak ada. Lalu aku keluar kamar untuk makan.

"Gila... lo baru bangun jam segini na?" Tanyanya.
"Eh.." Kataku yang kaget dan heran.
"Ko lo disini?" Tanyaku yang masih heran kenapa bisa Diva ada dirumahku.
"Ya kan katanya lo mau nemenin ketoko buku" Kata Diva.
"Sekarang?" Kataku.
"Iya..." Jawab Diva.
"Tapi ini jam berapa Div masih pagi..." Kataku.
"Yaampun na... lo ga liat jam? Noh liat ini jam 2 siang" Kata Diva sambil menunjuk kearah jam yang tepat berada dinding belakang tempat aku berdiri.

"Hah? Jam 2?" Kata ku sambil memasang ekspresi kaget dan langsung melihat ke arah jam.
"Hehe" Kataku.
"Lo tidur apa pingsan?" Kata Diva.
"Mati suri kayaknya gue" Kataku.
"Hah? Serius?" Kata Diva.
"Enggak enggak becanda doang..."
"Yaudah gue mandi dulu ya" Kataku lalu langsung menuju kamar mandi.

Setelah mandi aku ke teras rumah untuk menjemur handuk, dan melihat cuaca nampaknya sedang gerimis.

"Gerimis div... gimana?" Tanyaku.
"Yaudah nanti aja nunggu terang" Jawabnya.
"Sherin mana?" Tanya ku.
"Itu ada dikamarnya, yaudah gue kekamarnya Sherin dulu" Kata Diva.

Lalu aku masuk kekamar sambil mendengarkan lagu diIpod ku, dan tak sadar aku ketiduran.

"Bangun woy!... malah tidur" Kata Sherin sambil menepuk pipiku.
"Eh... iya ya enak sih ujan-ujan tidur hehe" Kataku.
"Kebo dasar.. noh ditungguin Diva" Kataku.
"Oh iya lupa gue" Kataku sambil menepuk jidat.
"Lo tuh ya dasar" Kata Sherin.
"Dimana dia?" Tanyaku.
"Didapur lagi bikin kue sama Bunda" Jawab Sherin.
Lalu aku pergi kedapur.

"Kamu ini gimana si de... malah tidur, kasian ni Diva nungguin kamu loh"
"Dari kamu belum bangun sampe tidur lagi" Kata Bunda.

"Anjir...parah banget gue... kacau" Kataku dalam hati.

"Hehe maaf bun" Kataku.
"Yaudah nih kuenya makan dulu" Kata Bunda.
"Perginya nanti aja ya habis maghrib... tanggung ini udah mau maghrib" Kata Bunda.
"Iyaa Tante" Kata Diva.
"Yaudah kamu mandi dulu gih sana nanti tante siapin handuknya" Kata Bunda.

Setelah sholat maghrib kami berangkat ke toko buku naik motor.
"Ciyee yang mau jalan"
"Udah besar ya adik gue haha" Kata Sherin sambil meledek ku.
"Apaan sih lo rin" Kataku.

Setelah berpamitan kami langsung pergi, karena aku malas sekali dengan ocehan-ocehan si Sherin haha.

Sesampainya di toko buku, Diva langsung mencari buku yang ia ingin.

"Lo suka baca buku ga na?" Tanyanya sambil mencari-cari buku yang ia ingin.
"Hmm enggak sih... gue gak suka baca buku, kalau baca komik aja gue liat gambarnya doang, gak gue baca tulisannya apa hehe"
"Apa lagi buku-buku kayak gini yang tulisan semua" Jawabku.
"Lah... padahal kakak lo sama Bunda lo suka banget baca atau nulis" Kata Diva
"Gue kan orangnya pemalas, tapai rajin kalau bangun siang hehe" Jawabku.
"Ye dasar... itu mah sama aja males-males juga, gak ada rajin-rajinnya kalau bangun siang na" Jawabnya sambil menoyor kepalaku.

Tak lama selesai mencari buku yang ia cari, ia langsung membayarnya dan kami keluar mall untuk pulang.
"Eh kita makan dulu yuk" Kata Diva.
"Mau makan apa?" Jawabku.
"Hmmm... apa ya enaknya?" Kat Diva.
"Mau makan ketoprak?"
"Gue biasanya makan ketoprak kalau lewat sini, tempatnya gak jauh ko" Kataku.
"Oke deh, udah lama gue gak makan ketoprak" Kata Diva.
"Yaudah yuk...nanti keburu malem, udah mau hujan juga nih kayaknya, anginnya kenceng" Kataku sambil melihat ke arah langit.

Di atas motor, aku mengeluarkan Ipod ku untuk memutar lagu, untuk menemani perjalan kita.

"Mau denger lagu? Biar enak aja suasananya kalau dijalan sambil denger lagu" Kataku sambil menyodorkan sebelah headsetku.
"Tenang, baru gue ganti ko itu headsetnya jadi bersih haha" Kataku.
Lalu Diva mengambilnya dan memasangnya, dan kami berjalan pulang.

" One, two, one, two, three...

Stay for tonight if you want to
I can show you what my dreams are made of,
As I'm dreaming of your face
I've been away for a long time, such a long time
And I miss you there
I can't imagine being anywhere else
I can't imagine being anywhere else but here..."

"Ini lagu siapa?" Tanya Diva.
"Sleeping With Sirens" Jawabku.
"Enak banget... ini judulnya apa?"
"Eh ko suaranya kayak cewek ya?" Tanya Diva.
"Judulnya Scene One... cowok vokalisnya, namanya Kellin.... itu yang gue suka dari Sleeping With Sirens" Jawabku.

Lalu ditengah perjalanan tiba-tiba hujan turun.
"Yah... div.. div... ujan div"
"Neduh dulu yu... bentar" Kataku dengan nada yang agak kencang karena memang hujan.
"Iyaa" Kata Diva.

Lalu kami berhenti di sebuah kedai yang menjual wedang jahe dan minuman hangat lainnya.

"Mau masuk?" Kataku.
"Enggak gue disini aja... seru lihat hujan turun" Jawab Diva.
"Yaudah bentar gue pesen teh hangat dulu" Kataku lalu dijawab anggukan kepala oleh Diva.

Setelah memesan aku keluar dan duduk disebelah Diva.
"Lo kayaknya suka banget lihat hujan... emang apa serunya?" Tanyaku.
"Iyaa... setiap hujan turun, gue selalu lihat dari jendela kamar gue atau dimanapun itu..."
"Gue ngerasa tenang aja gitu...lihat air yang turun dengan deras"
"Seperti gue ngerasa harus tetap tenang, walau pun banyak cobaan datang"
"Sama halnya ketika hujan deras dengan banyaknya petir bersamanya... tapi hujan tidak berhenti mengalir" Kata Diva.

Dan disini aku mulai mengetahui sifatnya sedikit demi sedikit, bahwa dia tak seperti apa yang orang lihat disekolah. Ku kira awalnya memang dia ini orangnya jutek atau tidak peduli dengan siapapun.

"Nih mas Warna teh nya... monggo" Kata Bude dengan membawa dua gelas teh hangat. Bude ini adalah pemilik kedai ini.
"Makasih bude..." Jawabku sambil senyum.
"Wahh ini pacarnya mas Warna ya?"
"Baru kali ini loh mas bawa perempuan kesini malam-malam hehe" Kata Bude.
"Ehh enggak Bude, ini temenku... tadi habis dari toko buku, terus hujan... jadi neduh disini sekalian mampir hehe" Kataku.
"Aku Diva..." Kata Div sambil senyum.
"Wahh ayu nya mas..." Kata Bude.
"Hehe makasih Bude" Kata Diva.
"Yowis.. Bude masuk dulu ya" Kata Bude... dan kami mulai menikmati Teh Hangatnya.

"Mau denger lagu gak?" Kataku sambil mengeluarkan Ipod ku.
"Boleh..." Kata Diva.
Lalu aku mulai mencari lagu yang pas untuk suasana ini.

Lagu Payung Teduh - Berdua Saja
"Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata...
Ketika kita berdua...
Hanya aku yang bisa bertanya... Mungkinkah kau tahu jawabnya?...

Malam jadi saksinya...
Kita berdua di antara kata...
Yang tak terucap...
Berharap waktu membawa keberanian..
Untuk datang membawa jawaban..."

Lalu Diva melihat kearahku.
"Makasih ya na..." Kata Diva
"Makasih? Makasih buat apa?" Kataku.
"Udah membuat suasana gue saat menikmati hujan turun jadi beda?" Kata Diva.
"Waduhh gue ngelakuin apa nih?" Kataku dalam hati, karena aku tak bermaksud apa-apa. Aku hanya melakukan apa yang biasanya aku lakukan saat-saat hujan, hanya saja bedanya saat hujan aku sambil tidur hehe.
"Lagu lo enak-enak"
"Kayaknya lo tau banyak tentang lagu-lagu" Kata Diva.
"hmm...lumayan sih, di laptop gue banyak lagu... soalnya gue random kalau denger lagu... gak mesti harus tetap di satu genre" Kata ku.


3 0
3
Warna Luka
04-03-2019 17:44
wah ada cerita baru nih,
mampir dulu gelar tikaremoticon-nyantai
0 0
0
Warna Luka
04-03-2019 17:56


Kalo jadi SMA & tinggalnya di Semarang, dipanggilnya nanti Warno emoticon-Big Grin
0 0
0
Warna Luka
04-03-2019 19:02
Boleh tuh gan kontaknya sherin emoticon-Wowcantik
0 0
0
Warna Luka
04-03-2019 19:11
keren gan
0 0
0
Lihat 1 balasan
Warna Luka
04-03-2019 20:55
Gan update gan
0 0
0
Warna Luka
04-03-2019 21:53
judulnya ngena juga. emoticon-Toast
0 0
0
Warna Luka
04-03-2019 22:12
Quote:Original Posted By g.gowang
wah ada cerita baru nih,
mampir dulu gelar tikar:nyantai
hehe silahkan gan...

1 0
1
Halaman 1 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
black-eye-cp3
Stories from the Heart
black-eye2
Stories from the Heart
teror-hantu-dewi
Stories from the Heart
penghuni-lain-di-rumah-kost
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia