alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3c71cc5a5163d6078b4574/tablig-akbar-di-solo-diduga-bermaterikan-kampanye
Lapor Hansip
14-01-2019 18:26
Tablig akbar di Solo diduga bermaterikan kampanye
Tablig akbar di Solo diduga bermaterikan kampanye
Massa yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 Solo Raya mengikuti acara Tabligh Akbar di Solo, Jawa Tengah, Minggu (13/1/2019). Aksi yang mengangkat tema "Putihkan Solo Kibarkan Bendera Tauhid" tersebut berjalan aman dan tertib.
Tablig, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya penyiaran agama Islam. Namun, jika dalam acara diduga terdapat konten kampanye kepada salah satu peserta pemilu presiden, ujung-ujungnya adalah pelaporan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Itulah yang terjadi pada tablig akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 di bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah, Minggu (13/1/2019). Ditengarai, acara tersebut menjadi ajang kampanye untuk memilih calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Karena hal itulah, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf melaporkan Ketua PA 212, Slamet Ma'arif, ke Bawaslu Surakarta pada hari ini, Senin (14/1).

"Kami mendapatkan laporan ada ajakan-ajakan terkait kampanye, ada teriakan ganti presiden, maupun kaus ganti presiden. Bahkan ada yang lebih substantif, yaitu ajakan mencoblos," ucap Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Surakarta, Her Suprabu, dalam Detik.com.

TKD mengaku memiliki bukti kuat terkait "kampanye terselubung" tersebut, seperti beberapa foto dan video dalam acara. Selain itu, Her juga menyebut bahwa acara yang diselenggarakan di Jl. Slamet Riyadi juga merupakan white area.

Dalam Peraturan Wali Kota Surakarta (fail PDF), white area adalah merupakan kawasan tanpa penyelenggaraan alat peraga kampanye, atribut partai politik, dan atribut organisasi kemasyarakatan. Hal itu tertuang dalam Pasal 6 Ayat (2).

"Kami akan menyertakan sejumlah bukti yang menguatkan adanya kegiatan kampanye dalam aksi tersebut. Hari ini kami akan ke Bawaslu," kata Suprabu dalam Merdeka.com.

Mengenai laporan ini, tim advokasi panitia PA 212 M. Taufiq mengaku bingung. Ia pun mempertanyakan definisi kampanye yang dipahami oleh TKD Jokowi-Ma'aruf. Dalam konteks tablig akbar kemarin, dia memastikan bukan masuk kategori kampanye.

"Kampanye menurut deskripsi UU nomor 7 tahun 2017 itu harus jelas penyelenggaranya," ucap Taufiq. "Kemarin kan jelas penanggung jawabnya PA 212 Solo Raya. Jadi pasti bukan tim kampanye."

Mengenai teriakan "ganti presiden" dan kaus bertuliskan "ganti presiden", Taufiq juga menilai bukan merupakan kategori kampanye. Beda misalnya, menurut Taufiq, jika teriakan atau tulisa baju tersebut bunyinya "pilih Prabowo" atau "pilih Sandiaga".

Meski demikian, sejumlah media melaporkan bahwa dalam acara tersebut nama Prabowo disebut-sebut. Misalnya, Joglosemarnews.com melaporkan saat seorang panitia menanyakan "Siapa Presidennya?" peserta menjawab "Prabowo.

Sekadar catatan, acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh yang mendukung capres nomor urut 02. Seperti misalnya Amien Rais dan Lieus Sungkharisma. Bahkan, Prabowo rencananya hadir di acara tersebut, meski akhirnya tak jadi.

Kini, pihak Bawaslu tengah menunggu laporan lengkap dari TKD. Menurut Anggota Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Solo, Poppy Kusuma, hari ini memang pihak TKD telah melaporkan dugaan pelanggaran tersebut.

"Hari ini kita menerima laporan dari TKD. Mereka menjanjikan akan melengkapi persyaratan sebelum hari Rabu. Setelah itu baru kita kaji bersama Gakkumdu (Tim Penegakan Hukum Terpadu)," ujar Poppy.

Menurut Poppy, jika nanti terbukti ada pelanggaran, pihaknya siap memberikan sanksi. Sanksi yang diberikan nanti, lanjut dia, bisa berupa administratif atau pidana. Sanksi administratif berupa teguran, sedangkan pidana bisa berupa kurungan.

"Semua tergantung pasalnya, tentu setelah kajian selesai kita lakukan," ucap Poppy.
Tak berizin
Masalah yang menggelayuti acara tablig akbar PA 212 di Solo pada Ahad kemarin sebenarnya bukan hanya soal dugaan pelanggaran kampanye. Demikian juga dengan izin acara.

Menurut Kepala Kepolisian daerah Jawa Tengah, Irjen (Pol) Condro Kirono, acara tersebut tidak berizin karena sejak awal sudah disarankan jika murni kegiatan agama maka diarahkan ke Masjid Agung.

"Mereka berpendapat bahwa kegiatan bersifat agama, sehingga tidak perlu izin, cukup pemberitahuan. Sudah kita jelaskan, kalau dilaksanakan di jalan umum harus ada rekomendasi atau izin dari Dishub Solo, tapi mereka tidak mengurusnya," jelas Condro.

Meski tak mendapat izin, Kepolisian tetap memberikan kompensasi acara dilaksanaan. Namun, dengan syarat, yakni melakukan pembatasan di sejumlah titik lokasi. Hal inilah yang kemudian dikeluhkan peserta tablig, bahwa sejumlah anggotanya tak diizinkan hadir.

"Karena tidak ada izin maka kegiatan mereka juga kita batasi dan kita sekat di beberapa titik. Dan memang betul ternyata saat pelaksanaan bukan mengajak kebaikan tetapi malah mengajak massanya untuk coblos nomor 02," ucap Condro.
Tablig akbar di Solo diduga bermaterikan kampanye


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...rikan-kampanye

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tablig akbar di Solo diduga bermaterikan kampanye Hari ini IHSG anjlok, minus 0,4 persen

- Tablig akbar di Solo diduga bermaterikan kampanye Pengusaha tolak rencana pajak jual-beli online

- Tablig akbar di Solo diduga bermaterikan kampanye Tujuh jenis pengguna jalan yang laik prioritas

0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
Rp 15.000.000
Rp 30.000.000
takdir-dan-tanda-tangan
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.