Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
8170
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilkan.
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47

Catatan Yang Terbuka

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ilhamcahsb9 dan 232 lainnya memberi reputasi
225
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 400 dari 411
Catatan Yang Terbuka
18-01-2020 19:03
Quote:Original Posted By oldman13
Itu mau mabok apa iseng2 bikin masuk RS mas,
1,5 botol aqua besar, 1 botol 1,5 liter
Hampir 2 liter sendirian wah sangar
emoticon-Hammer (S)
Kabur ah ntar di semprot mbak2 e emoticon-Ngacir2

Tentang minuman




Ada indikasi dari hasil lubangin tanah emoticon-Hammer (S)
Apa yang diambil dari alam, diambil kembali oleh alam, beserta bunga nya


Quote:Original Posted By londo.046
Sama-sama Ciptaan-Nya mba, ga ada alasan untuk ga berbuat baik... Wes pokoke intine kudu sabar nang omah disik lah... emoticon-Big Grin

Lha dapat dari mana om??? Di pantura timur kah??? emoticon-Big Grin

PADI boleh, kalau Dewa, bukannya udah bubar ya om??? emoticon-Big Grin

Husssttt... Kasihan Jomblo... emoticon-Big Grin

Lha pie mas, banyak agenda yang harus diselesaikan kok... Leg ga ngono ya jadi manja nanti badannya... emoticon-Big Grin

Oyong apaan om??? emoticon-Big Grin

Garis bawahnya ilang mba... emoticon-Big Grin Tidur kalau belum jam 1 atau 2 jarang mba... Ya itu, karena banyaknya kerjaan... emoticon-Big Grin

Kata Gymnastiar itu berkah om... emoticon-Big Grin Coba aja cemplungin dia ke dalam banjir... emoticon-Big Grin

Matur nuwun mas Git... masih menunggu kemana SN akan berlabuh... emoticon-Big Grin

Bencana terjadi itu karena salah manusia mba... Ga ada alam ngamuk tanpa sebab... emoticon-Big Grin

Kemarin saya coba dosis itu Bli... Hasilnya dari jam 7 malam sampai jam 5 pagi pules... Bangun-bangun kepala dan badan berasa melayang... emoticon-Ngakak (S) 1,5 liter masih belum tepar kok bli, ambil lagi baru setengah angkat tangan... emoticon-Big Grin Kondangan di Bali??? Ngoahahaha... Saya malah memimpikan itu ada di Jawa kok... Setahu ku yang ada kayak gitu cuma di Jepara daerah Mayong-Nalumsari... Di mana beer ada di atas meja... emoticon-Big Grin


Banyak yang alam kasih..tapi eserakahan manusia bikin alam ngamuk..
profile-picture
profile-picture
semenjanatimur dan triplekrijek memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
18-01-2020 21:16
Quote:Original Posted By londo.046

Lha pie mas, banyak agenda yang harus diselesaikan kok... Leg ga ngono ya jadi manja nanti badannya... emoticon-Big Grin


Bener kang nek ga di pekso gampang loro loronen.
Pokoke enggal waras kang emoticon-Big Grin
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
19-01-2020 07:01
Waras2.... Wingi malah bar main bareng om,ning saiki lawanan ra sak tim wkwkwk,wonge santai kok om ,kemungkinan plg besar yo mung ngidul,lha tak bujuki kpn2 ngalor wae digondeli keluarga he...he...
0 0
0
Lihat 1 balasan
Catatan Yang Terbuka
19-01-2020 07:40
Edited
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
elbe94 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Catatan Yang Terbuka
19-01-2020 08:06
Quote:Original Posted By londo.046
Edited


??
profile-picture
met.chodet memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
19-01-2020 10:18
Quote:Original Posted By londo.046
Edited


Tak kiro wes update. Ternyata di edit maneh.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jokokembarloro dan 2 lainnya memberi reputasi
1 2
-1
Catatan Yang Terbuka
19-01-2020 10:51
Quote:Original Posted By londo.046
Edited


Sak jane ojo d hapus mas ndo emoticon-Cape d... (S), itung2 bonusss buat para penggemaremoticon-Big Grin
profile-picture
jokokembarloro memberi reputasi
0 1
-1
Catatan Yang Terbuka
Lapor Hansip
19-01-2020 16:18
Balasan post londo.046
Gagal maning son emoticon-Ngacir
profile-picture
jokokembarloro memberi reputasi
0 1
-1
Catatan Yang Terbuka
19-01-2020 21:38
huaduh belum ada apdet. dah ngarep padahal 😂😂😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jokokembarloro dan 2 lainnya memberi reputasi
1 2
-1
Catatan Yang Terbuka
20-01-2020 03:39
kykny om Ndo masih dilarang pegang gadget sama mb Ay n mb Cinta...wkwkwkwk
profile-picture
jokokembarloro memberi reputasi
0 1
-1
Lihat 1 balasan
Catatan Yang Terbuka
Lapor Hansip
20-01-2020 04:15
Balasan post zerozt
Bisa jadi neh... emoticon-Ngakak
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
Lapor Hansip
20-01-2020 05:35
Balasan post londo.046
Pye kang wes sehat?
profile-picture
jokokembarloro memberi reputasi
0 1
-1
Catatan Yang Terbuka
20-01-2020 06:48
Mugo2 cepet mari njenengan Mas Londo ben iso nge*thu maneh emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jokokembarloro dan 5 lainnya memberi reputasi
0 6
-6
Catatan Yang Terbuka
Lapor Hansip
20-01-2020 08:22
Balasan post shegate7
Quote:Original Posted By shegate7
Waras2.... Wingi malah bar main bareng om,ning saiki lawanan ra sak tim wkwkwk,wonge santai kok om ,kemungkinan plg besar yo mung ngidul,lha tak bujuki kpn2 ngalor wae digondeli keluarga he...he...


Ngidul nendi om? Biru? 🤔
profile-picture
profile-picture
jokokembarloro dan ucupwp memberi reputasi
1 1
0
Catatan Yang Terbuka
20-01-2020 10:21

Puyeng??? Pijet Lah!!!

Ketukan di pintu kamar kosan, buat gw hentikan menggoda Reni. Setelah gw buka ternyata seorang broker alias makelar tanah sudah berdiri di depan sana. Apakah semua makelar itu jelek? Tidak. Orang ini masih bisa dikategorikan teman gw. Bisa jadi, dialah si "dewa penolong" yang memang gw tunggu kedatangannya. Karena di dalam ada Reni, gw pun mengajak dia ngobrol di warteg depan. Ga ada masalah, karena tujuan dia kan kerja. Profesional dan ga ada urusan dengan hal lain di luar kerjaan.

Ada tiga tempat yang dia tawarkan. Dia tidak meminta fee kepada gw. Entah dia sudah ada fee dari penjual atau bagaimana, gw ga tau. Yang jelas, ketiga tanah ini strategis, bagus, harga rata-rata. Keteledoran gw, jelas ga akan gw ulang lagi. Gw harus tahu dan paham soal riwayat tanah yang akan gw beli. Masalah gw yang lain, dana! Jujur saja, kendala ini yang gw belum nemu solusinya. "Semoga", mungkin hanya kata ini yang menjadi kunci. Iya, semoga pas mau bayar, pas ada uang buat membayar.

Quote:
"Siapa tadi ndo?" Tanya Reni saat gw balik ke kamar kos.

"Makelar, dia mau nawarin tanah Ren." Kayak nya ga perlu panjang lebar juga sih sama dia.

"Oh, lu mau beli lahan lagi lu ndo? Tajir banget lu ya? Hehehehe." Andai dia tau problem yang gw hadapi.

"Tajir pala lu, tanggung jawab gw besar Ren. Kalau gw ga bisa maju dan berhasil, mau gw kasih makan apa anak gw?"

"Cieee... Papa yang bertanggung jawab. Mau dong, ditanggung sama lu ndo. Hahahaha."

"Jadi, mau nih jadi bini kedua gw? Ingat, laki itu sah kok punya bini lebih dari satu."

"Sekali ogah tetap ogah ndo."

"Sial."

"Ahahahahhaa."

Baiklah ga perlu diperpanjang. Lagian, gw ga punya cita-cita buat punya istri lebih dari satu alias poligami. Ga banyak obrolan setelahnya karena Reni memilih tidur. Gw? Kerja, mulai gw petakan mana-mana yang cocok dan pas untuk gw eksekusi. Soal dana yang kurang, gw sudah mulai mencari jalan terbaiknya. Jika ga terpaksa, opsi minjam ke bank tidak akan gw ambil. Kalau harus kerja lagi, alias ikut orang dan memungkinkan, ya akan gw lakukan. Intinya, semua opsi gw buka untuk membayar kesalahan gw.

Kesalahan? Iya, kesalahan karena teledor. Ga melakukan cek dan ricek posisi dan kondisi tanah. Main bayar saja, efeknya ya seperti ini. Gw ga akan menyalahkan siapapun, karena itu ga akan menyelesaikan masalah. Justru gw akan mengutuk dan membodohkan diri gw sendiri, agar kesalahan seperti ini ga terulang lagi di masa depan. Ingat, mencari kambing hitam dan pembenaran atas kesalahan yang kita lakukan, hanya akan membawa kita ke jurang kegagalan yang lebih dalam.

Quote:
"Ndo, lu bener ga mau ambil reward dari gw? Hehehehe." Bangun tidur, mata masih setengah, eh dapat godaan kayak gini. Ya salam.

"Reward apaan sih Ren? Karena gw buat Papa lu ketemu sama Abang lu?" Tanya gw.

"Iya lah, masih jam 4 ndo, hihihi." Dan tangan nya kembali merangkul leher gw.

"Udah jangan, lu boleh tidur sini kapan pun, tapi jangan minta yang aneh-aneh ya?"

"Cieee... Ah ternyata emang bener. Lu tuh kalau ga digoda secara ekstrem bisa setia kok ndo. Apalagi kalau udah punya tanggung jawab. Hm."

"Ga usah muji deh, lu ga tau menderitanya gw kan?"

"Ini ndo? Ahahahaha." Hajar joni.

"Sialan lu."

"Ahahahaha. Ndo, kalau nanti Lina balik, kenalin sama gw ya?"

"Kenalin sebagai calon istri kedua?" Tanya gw.

"Ahahaha. Berani lu ndo?"

"Harusnya gw nanya lu lah. Mau gitu jadi istri kedua gw?"

"Ogah, ahahahaha."

"Gitu sok-sokan nantang. Kalau gw sih jelas berani. Bisa dibuktikan."

"Percaya, lu kan koplaknya lebih-lebih. Mandi ah."

Reni beranjak dengan semena-mena. Rajin, itu kesan gw kepada dia. Gimana ga, tiap hari dia bangun jam segini deh kayaknya. Padahal dia kan boss di holding yang dia bangun bersama Angel dan yang lain. Lari dan mencari makan adalah hal yang gw lakukan. Badan sehat, dan gw bisa membantu Reni. Iya, paling ga dia ga perlu repot mencari sarapan kan?

Agenda gw pagi ini adalah menuju ke kantor perwakilan usaha keluarganya Liem. Tekad gw untuk menjual lahan yang gw punya sudah bulat. Resiko dan jalan sulit yang akan gw hadapi, anggap saja sebagai ongkos atas kebodohan gw yang asal saja dalam membeli lahan. Tanpa mikir panjang, melupakan SOP pengecekan yang sebenarnya adalah dasar. Inilah manusia. Kadang, bukan hal besar yang menjatuhkannya. Tapi justru hal kecil atau bahkan hal tak terduga yang menjungkalkan nya.

Quote:
Kuliah apa kabar? Mungkin inilah jeleknya gw. Saat ada problem besar gw sedikit melupakankuliah. Seperti hari ini, gw ga ngampus. Padahal, seharusnya kan gw ada kelas. Tapi mau bagaimana lagi, urusan soal alih fungsi lahan gw anggap lebih penting.

Dari sana, gw balik ke kantor. Sepertinya, ga ada alasan buat gw untuk menutupi masalah yang gw hadapi dari matanya Eka. Sudahlah, berbohong dan berpura-pura semua baik saja itu menyiksa. Kalau gw teruskan, gw sendiri yang akan "bertempur" dengan jiwa gw. Lalu apa hasil dari pertempuran itu? Ga ada yang positif. Justru sebaliknya, pertempuran itu akan menghasilkan sesuatu yang negatif. Ya minimal pikiran yang seharusnya ga perlu gw pikirkan.

Quote:
"Pagi Ka." Sapa gw sesaat setelah masuk kantor.

"Pagi ndo, lhah bukannya hari ini lu ada kelas ya? Kok jam segini udah ngantor?"

"Hehehehe. Ada yang mau gw bahas nih sama lu." Langsung saja lah ya.

"Apaan ndo? Penting ya? Bentar. Gw bikinin kopi ya? Kalem ndo."

Quote:
Apa ekspresi muka gw yang agak suram terbaca sama Eka ya? Hingga dia mencoba meredakannya. Ah, bodo amat. Jika memang terbaca, bagus lah. Berarti gw ga perlu repot menjelaskan soal kesulitan yang mungkin akan gw hadapi di depan sana. Ga lama, Eka sudah kembali dengan secangkir kopi yang aromanya wow banget menurut gw.

"Bau nya mantab bener Ka, kopi apaan nih?" Tanya gw.

"Tau deh ndo, punya Babe gw bawa hehehe."

"Ngawur! Kalau dicari sama Papa lu pie jal?" Seruput kopi, beneran seger sih.

"Tenang gw ngomong kok ndo. Lagian, beliau kan tau kalau gw juga penikmat kopi."

"Langsung aja Ka. Kemarin gw beli tanah di Tembalang. Gw buat kesalahan, karena gw ga melakukan cek dan ricek."

"Lu tau, tanah itu harusnya masuk ke lahan hijau. Oleh orang-orang sialan, tanah itu dialih fungsikan jadi lahan perumahan."

"Lu tau kan apa dampak yang akan muncul, jika gw nekad bangun di sana?" Jelas gw agak pendek langsung ke inti masalah.

"Ngeri lah ndo, bisa-bisa orang yang ga tau apa-apa jadi korban." Cerdas dia.

"Makanya itu. Gw lepas tanah itu ke bos rokok yang udah kebukti peduli sama lingkungan. OK lah gw rugi dikit, tapi gw bisa memastikan kalau lahan itu akan kembali ke peruntukan awalnya sebagai lahan hijau."

"Hm... Sayang sebenaranya ndo, tapi kalau harus merusak alam, ga bener juga sih."

"Makanya itu. Gw sekarang fokus mencari lahan pengganti Ka. Jadi, proyek selanjutnya agak mundur." Jelas gw.

"Ga masalah sih ndo, yang penting baik untuk semua saja."

"Siplah kalau lu paham."

"Yap, kalau lu butuh bantuan, ajak gw aja ndo. Siap pokoknya."

"Yess, lu beresin sisa yang kemarin ya? Lu kan udah paham."

"Siap ndo."

Gw akan fokus ke lahan baru Ka. Ada beberapa yang sudah masuk radar, tinggal gw lihat, cek dan beli."

"Hati-hati ndo, jangan lupa riwayatnya lu cek beneran."

"Hehehehehe udah pasti kalau itu Ka. Masak iya mau melakukan kesalahan yang sama."

"Semangat ndo, hehehe."

"Siap, ini gw bawa ke ruangan gw ya?" Angkat kopi.

"Yap, kalau kurang tak buatin lagi ndo, hehe."

"Makasih Ka..."

Untungnya Eka adalah partner kerja cerdas. Dia tahu kapan waktunya banyak nanya dan kapan dia santai seperti sekarang. Gw lagi ga butuh pertanyaan sekarang. Yang perlu gw dapatkan sekarang adalah ketenangan dan ketidak panikan menghadapi masalah yang ada di depan gw. Bahkan masukan pun, ga gw butuhkan sekarang. Bukan karena gw sok kuat ya, tapi karena gw yakin orang yang beri gw masukan belum tentu paham dengan apa yang gw hadapi.

Untungnya gw punya alasan untuk tetap kuat. Siapa lagi kalau bukan Lina dan anak gw. Yah gw punya keyakinan kalau dia akan pulang ga lama lagi. Senang? Iya. Pusing? Sepertinya ya juga. Bukan hanya soal modal gw yang masih belum mumpuni. Tapi juga soal Eka. Lina dan Eka itu pernah ketemu, Lina tau kalau gw juga pernah dekat dengan Eka. Masalahnya adalah dia sepertinya lupa. Makanya saat dia nanya siapa partner kerja gw dan gw jawab Eka, dia rada kurang ngeh. Biarlah, gw rasa dengan posisi saat ini, hal seperti itu bukanlah masalah besar.

Quote:
Prosedur pembayaran dari tempatnya Liem tidak bisa dalam tempo yang cepat. Padahal, gw butuh cepat. Mengambil dana cadangan? Sepertinya hanya itulah opsi yang gw punya.

Sebelum melangkah untuk mencari lahan, gw calling Arief. Gimana pun, lahan di Tembalang bukan tempat yang ramah. Sebelum gw lepas, ada baiknya gw membantu bersihkan dari anasir yang ga bener. Untungnya, Arief siap. Hanya saja dia butuh waktu, persiapan dan mungkin back up. Lumayan kuat nampak nya demit di sana. Biasanya teman gw yang gila itu kan cukup hadapi sendiri. Entahlah, itu biar dia yang mikir. Gw ga perlu pusing mikir hal ga jelas kayak gitu.

Berfikir tanpa bertindak adalah hal yang sia sia. Maka, siang menjelang sore itu gw gas ke calon lahan yang akan gw akuisisi. Bertemu dengan broker alias makelar jadi pilihan gw. Tenang, broker yang ini bisa gw pegang kok. Dia beneran kerja, bukan mafia.

Quote:
Hanya 2,5% dari harga tanah yang dia minta sebagai komisi. Buat gw itu angka yang kecil untuk bisnis ini. Bahkan, untuk urusan negosiasi, gw dibebaskan untuk nego langsung sama pemilik lahan. Gw hanya dibekali alamat rumah dan nomer telepon dari pemilik lahan.

Ijo segera gw arahkan ke Banyumanik. Di sana lah, lokasi yang akan menjadi tujuan selanjut nya. Bukankah gw masih ada lahan di Gunungpati? Kenapa ga gw kerjakan saja? Gw punya rencana besar untuk lahan itu. Biarlah, saat ini dia tidur, nanti pada saat yang tepat, lahan itu akan "meledak" dengan dahsyat.

Quote:
"Lahannya ya seperti ini mas londo, agak jauh dari jalan besar tapi saya yakin akan berpotensi di masa yang akan datang." Ujar si pemilik lahan, berpromosi.

"Iya Pak, tapi ini bukan bekas lahan yang peruntukannya untuk penahan air kan Pak?" Tanya gw mencoba menyelidik.

"Lho, mas londo bisa cek kemana pun, saya siap kok Pak. Kalau emang sini lahan hijau, batal saja mas."

"Ini kan samping kanan kiri pemukiman warga mas. Lahan hijau, ya di atasnya." Ujarnya. Tapi gw tetap belum percaya.

"Harga, beneran pas ini Pak?" Tanya gw mulai menyentuh soal paling penting dalam sebuah transaksi. Harga!

"Ya kalau pun turun paling banter lima persen mas. Itu pun kalau pembayaran cash keras lho mas, hehehehe."

"Kalau saya tetap cash Pak. Ga pakai termin terminan, hehehehe."

"Maaf nih mas ndo, masnya tau kan banyak pengembang nakal hari ini, hehehehe. Skema kerja sama lah, apalah, ujungnya pemilik lahan yang dirugikan.

"Hehehehe. Saya bukan yang seperti itu pak, prinsip saya ada uang ada lahan. Ga perlu itu kerja sama kerja samaan. Kalau ga ada duit, ya jangan beli dulu Pak."

"Hahahahaha. Siap mas ndo."

"Paling lama tiga hari lagi saya ke sini Pak. Dan kalau boleh notaris yang beresin ini dari saya ya Pak."

"Oh, siap mas ndo. Kalau notaris, dan lain-lain saya ikut mas ndo aja."

"Baik Pak, makasih ya." Gw ulurkan tangan untuk jabat tangan.

"Sama-sama mas." Dia balas jabat tangan gw.

Selesai? Belum lah. Duit gw mepet soalnya, gw ga akan punya dana lagi jika transaksi ini berjalan. Satu-satunya dana yang bisa gw jadikan pegangan, ya hasil penjualan dari lahan di Tembalang. Tapi temponya agak lama. Jika gw menunggu di sana, maka gw ga akan dapat momentum alias momentumnya hilang. Padahal, ketepatan duntuk dapatkan momentum itu perlu. Solusinya? Pikir nanti lah. Ada beberapa opsi, kalau perlu paling ga banget alias ekstrem, ya akan gw pakai.

Lokasi lahan ini, ga begitu jauh dari proyek yang baru selesai. Cuma masuknya agak ke dalam jauh. Bukan masalah, karena ke depan tempat ini akan jadi pusat ekonomi di ibukota provinsi Jawa Tengah ini. Gw bisa simpulkan kayak gini, saat melihat RPJMP baik itu kota maupun provinsi. Sekali lagi, membangun itu ga semudah yang dibayangkan. Ya sudah, gw masih dikasih kesempatan Tuhan buat mikir kan? Ya akan gw manfaatkan dengan baik.

Mutar-muter, sang waktu sudah menunjuk ke angka 6 sore. Gelap mulai turun, dan itu tanda untuk gw balik kosan. Istirahat dulu, siapkan mental untuk mencari riwayat tanah yang gw beli. Gw ga mau kecolongan lagi, besok pagi pagi gw akan cek status tanah itu ke instansi terkait. Baik itu BPN maupun Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pokoknya kalau ada sedikit saja indikasi bahwa di sana adalah lahan hijau, akan gw cancel saat itu juga.

Quote:
"Baru balik mas?" Sapa Astrid di depan kamarnya. Dia nampaknya juga baru pulang.

"Iya nih mba, kamu juga baru selesai senam ya?"

"Gitu lah mas, mencari sesuap nasi untuk hari esok lebih baik, hehehehe."

"Siappp, kenapa ga mencari pasangan baru saja mba? Kamu kan masih muda." Ujar gw.

"Ah, ga segampang itu mas menghapus trauma masa lalu. Banyak yang harus aku pertimbangkan."

"Kenapa ga nyari kerjaan lain saja mba? Kamu bukannya anak olahraga ya? Bisa kan jadi guru gitu. Meski honorer."

"Ijazah ku ga memenuhi mas. Aku kan ga punya akta IV. Aku punyanya sertifikat buat melatih saja."

"Oh gitu ya? Em. Kalau mba Astrid aku mintai tolong mau ga? Tapi profesional yah."

"Maksudnya mas?"

"Gini mba, dulu kan mba pernah mijit aku. Nah enak banget tuh. Mau lagi dong, tapi syaratnya mba Astrid harus mau dibayar. Kalau gratisan, skip aja deh, hehehe." Serius, ini bukan otak mesum ya. Tapi pure ingin relaksasi.

"Ahahahaha. Boleh deh mas, lumayan kan buat nambah-nambah."

"Sippp, kalau gitu aku siap-siap ya mba."

"Siap-siap apa mas? Jangan mandi. Mendingan pijit dulu, nanti setelahnya baru deh bersih-bersih."

"Em, gitu ya mba?"

"Yap, biar selesai pijat, badan bersih dan bisa langsung istirahat mas."

"OK lah, manut mba."

"Aku siapkan tempat nya ya mas."

"Woke mba."

Entah kasihan atau gimana, rasanya gw ingin membantu Astrid. Kalau gw kasih uang cash dan cuma-cuma, pasti akan ditolak. Makanya gw manfaatkan saja skillnya. Bukan maksud gw mencari kesempatan, serius mikir ke arah sana pun ga. Misal gw mau menggila, Reni kan ada. Sh*t baru ingat gw, gimana kalau dia datang ke kamar gw, dan gw ga ada di sana? Padahal, ijo ada di parkiran? Ah bodo amatlah pikir belakangan aja. Yang penting gw bisa sedikit melepaskan ketegangan dengan pijit enak ala Astrid.

Tidak ada yang aneh dari sesi pijat kurang lebih 90 menit itu. Hanya joni sialan yang rada sinting pamer otot saat gw dipijit terlentang, alias saling berhadapan dengan Astrid. Kabar baiknya adalah, Astrid sama sekali ga punya keinginan untuk menggoda dan gw pun sama, ga minat juga untuk menggoda dia. Gw serah kan selembar uang berwarna merah untuk dia. Sempat mau dikasih kemablian, tapi gw tolak dengan segera beranjak dari sana.

Sialnya, sekilas terlihat mobilnya Reni sudah terparkir di halaman kosan gw. Apa yang harus gw lakukan, membohonginya? Atau gw harus jujur sama dia? Ah, pikir nanti. Yang penting gw masuk dulu ke kamar gw. Gw coba membuka, tapi terkunci.

Quote:
"Ren, woiii." Panggil gw sambil mengetuk pintu.

"Bentar ndo." Jawabnya, dan ga lama kemudian, pintu pun terbuka.

"Dari mana lu ndo, bau lu kok aneh."

"Iya, baru selesai pijat." Akhirnya gw jujur.

"Pijat? Dimana ndo? Plus-plus ya? Hehehe."

Tatapan mata khas dari si geolan maut. Tatapan yang mengindikasikan kalau dia agak cemburu dengan gw. Apakah iya, dia masih menyimpan rasa itu? Dan apakah iya, Reni akan kembali menggila karena cemburu nya? Gw kan bukan siapa-siapanya dia hari ini. Hmmm...






Ciaooo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andrijuwira15 dan 38 lainnya memberi reputasi
39 0
39
Catatan Yang Terbuka
20-01-2020 11:11
Kesalahan? Iya, kesalahan karena teledor.

pasti nyesek dan gemes tuh... melakukan kesalahan karena keteledoran sendiri...emoticon-Frown

Nah lo... si Reni minta yg plus-plus juga tuh..emoticon-Ngacir
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
20-01-2020 14:36
2.5% emank seperti udh ketetapan buat makelar jual beli om.
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
20-01-2020 15:37
Masalah dengan mr. X di jual ke liem jadi kalau ad konflik gak akan head to head sama mas londo lagi tapi sama keluarga besar liem.

Percis strategy nya pakde sadar kalau head to head lawan china berat, malah kerjasama sama jepang dan usa jadi kalau baku hantam Indonesia ga ikutan Cuman sediain ring tinju aj di natuna
😂
profile-picture
profile-picture
khoirian dan menk93 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Catatan Yang Terbuka
20-01-2020 16:13
Quote:Original Posted By rheeashe
Tuuu kan kw pancen apikan bingits... emoticon-Big Grinemoticon-Cape d... (S) tapi yoo kelingan kesehatan mu thoo ya.. tapi alhamdullilah wes sehat.. wong wes iso ngrayu cik lin... emoticon-Ngakak (S)

Wkwkwkwkkk... Menuju 80% mba... Wes kangen aura Jogja dan tempat indah lain nya kok... emoticon-Big Grin Pokoke, sehat langsung giasss... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By oldman13
Betul mas, apalagi yg kemarin, bukan yg banten ya
Agak aneh aja, kenapa yg parah disatu lokasi itu padahal hujannya merata


Asli dah, itu nyoba batasan apa yak
Kirian bangun kepala sama badan habis dicubitin emoticon-Hammer (S)
Jangan sampai separah itulah mas udah ada tanggungan kan (malah nasehatin orang) emoticon-Hammer (S)


Bener gitu mas, apalagi yg agak dipelosok/ masih ga terlalu mewah, terutama jam malam ada bintang diatas meja, dibawah meja krat2nya, kalo sendiri dapet sebotol, kalo rame2 gelasnya muter emoticon-Hammer (S)
Ntar deh saya undang kalo nikah (kalo dikasi nyediain minuman) emoticon-Hammer (S)

Gapapa Bli, kadang orang sinting seperti saya harus banyak dinasehati kok... emoticon-Big Grin Kalau acara kolega di daerah Negara (Jembrana) kayaknya full beer deh Bli... Beer-nya bintang juga... Mau nambah lebih dari satu botol boleh kok... emoticon-Big Grin

Soal bencana, kadang ngeri juga kalau liat pengembang yang abai dengan lingkungan Bli... Apalagi kalau orientasinya hanya duit, yakin apapun akan disikat... emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By dian bentet
Iyo Om...wingi nembe teko Bojonegoro...pas nemu Senior...ternyata enak juga..
Wis 3 dino seniore tak eman2...wkwkwkwkwk

Lhah, tekan Bojonegoro tha??? Sing jelas udut kui murah om, leg neng Kudus 11.500-12.000 emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
Banyak yang alam kasih..tapi eserakahan manusia bikin alam ngamuk..

Makanya itu mba... Bencana itu kayaknya 90% karena manusia deh... emoticon-Big Grin Alam kalau diajak damai juga akan damai kok...
Quote:Original Posted By rizkisurya.87
Bener kang nek ga di pekso gampang loro loronen.
Pokoke enggal waras kang emoticon-Big Grin

Amin, suwun om... Iki wes rodo penak, iso udut juga, dan udute enak... emoticon-Big Grin wingi kae udut ga enak... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By shegate7
Waras2.... Wingi malah bar main bareng om,ning saiki lawanan ra sak tim wkwkwk,wonge santai kok om ,kemungkinan plg besar yo mung ngidul,lha tak bujuki kpn2 ngalor wae digondeli keluarga he...he...

Sesuk leg ketemu tak lobi ne lewat mbak bojo ne mas, meski aku ra yakin iso sih... emoticon-Hammer2 Leg aku mending ngelatih Sleman United... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
Kesalahan? Iya, kesalahan karena teledor.

pasti nyesek dan gemes tuh... melakukan kesalahan karena keteledoran sendiri...emoticon-Frown

Nah lo... si Reni minta yg plus-plus juga tuh..emoticon-Ngacir

Plus nya satu aja mba, kalau kebanykan bahaya malah... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By nichi07
2.5% emank seperti udh ketetapan buat makelar jual beli om.

Kurang tau lae... Tapi kadang ada yang minta 5 bahkan 10%... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By rezanoaguero
Masalah dengan mr. X di jual ke liem jadi kalau ad konflik gak akan head to head sama mas londo lagi tapi sama keluarga besar liem.

Percis strategy nya pakde sadar kalau head to head lawan china berat, malah kerjasama sama jepang dan usa jadi kalau baku hantam Indonesia ga ikutan Cuman sediain ring tinju aj di natuna
😂

Ga mikir sampai sejauh itu sih mas... yang tak pikirkan, Liem punya duit buat bayar... Soal lain-lain, pikir belakangan... emoticon-Big Grin
0 0
0
Lihat 1 balasan
Catatan Yang Terbuka
20-01-2020 16:21
Quote:Original Posted By londo.046
Wkwkwkwkkk... Menuju 80% mba... Wes kangen aura Jogja dan tempat indah lain nya kok... emoticon-Big Grin Pokoke, sehat langsung giasss... emoticon-Big Grin

Gapapa Bli, kadang orang sinting seperti saya harus banyak dinasehati kok... emoticon-Big Grin Kalau acara kolega di daerah Negara (Jembrana) kayaknya full beer deh Bli... Beer-nya bintang juga... Mau nambah lebih dari satu botol boleh kok... emoticon-Big Grin

Soal bencana, kadang ngeri juga kalau liat pengembang yang abai dengan lingkungan Bli... Apalagi kalau orientasinya hanya duit, yakin apapun akan disikat... emoticon-Cape d...

Lhah, tekan Bojonegoro tha??? Sing jelas udut kui murah om, leg neng Kudus 11.500-12.000 emoticon-Big Grin

Makanya itu mba... Bencana itu kayaknya 90% karena manusia deh... emoticon-Big Grin Alam kalau diajak damai juga akan damai kok...

Amin, suwun om... Iki wes rodo penak, iso udut juga, dan udute enak... emoticon-Big Grin wingi kae udut ga enak... emoticon-Big Grin

Sesuk leg ketemu tak lobi ne lewat mbak bojo ne mas, meski aku ra yakin iso sih... emoticon-Hammer2 Leg aku mending ngelatih Sleman United... emoticon-Big Grin

Plus nya satu aja mba, kalau kebanykan bahaya malah... emoticon-Big Grin

Kurang tau lae... Tapi kadang ada yang minta 5 bahkan 10%... emoticon-Big Grin

Ga mikir sampai sejauh itu sih mas... yang tak pikirkan, Liem punya duit buat bayar... Soal lain-lain, pikir belakangan... emoticon-Big Grin


klw disini sih komisi makelar 2.5%. klw dpt dri keduabelah pihak, bisa 5% om. wkwkwk
0 0
0
Halaman 400 dari 411
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
surat-izin-untuk-hidup
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia