alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c399238f4ae2f120f79ec0e/sri-mulyani-tarik-pajak-e-commerce-ini-rincian-aturannya
Lapor Hansip
12-01-2019 14:07
Sri Mulyani Tarik Pajak e-Commerce, Ini Rincian Aturannya
https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4381502/sri-mulyani-tarik-pajak-e-commerce-ini-rincian-aturannya

Sri Mulyani Tarik Pajak e-Commerce, Ini Rincian Aturannya

Jakarta - Kementerian Keuangan lewat Direktorat Jenderal Pajak resmi menerbitkan aturan pengenaan pajak bagi para pelaku e-commerce alias toko online di Indonesia.

Aturan tersebut berupa Peraturan Menteri Keuangan 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

Berdasarkan keterangan resmi Ditjen Pajak yang dikutip, Jakarta, Sabtu (12/1/2019), ada beberapa pokok pengaturan pajak bagi pemilik toko online.


Beberapa pokok pengaturan tersebut mendapatkan perlakuan yang sama dengan toko konvensional, serta memudahkan proses administrasi dan mendorong kepatuhan perpajakan para pelaku e-commerce.

Berikut pokok-pokok pengaturan dalam PMK-210 ini adalah:

1. Bagi pedagang dan penyedia jasa yang berjualan melalui platform marketplace

a. Memberitahukan Nomor Pokok Wajib Pajak kepada pihak penyedia platform marketplace
b. Apabila belum memiliki NPWP, dapat memilih untuk (1) mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP, atau (2) memberitahukan Nomor Induk Kependudukan kepada
penyedia platform marketplace
c. Melaksanakan kewajiban terkait PPh sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti membayar pajak final dengan tarif 0,5% dari omzet dalam hal omzet tidak melebihi Rp 4,8 miliar dalam setahun
d. Dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dalam hal omzet melebihi Rp 4,8 miliar dalam setahun, dan melaksanakan kewajiban terkait PPN sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Pengumuman! Sri Mulyani Rilis Aturan Pajak e-Commerce

2.Kewajiban penyedia platform marketplace

a. Memiliki NPWP, dan dikukuhkan sebagai PKP (Penghasilan Kena Pajak)
b. Memungut, menyetor, dan melaporkan PPN dan PPh terkait penyediaan layanan platform marketplace kepada pedagang dan penyedia jas
c. Memungut, menyetor, dan melaporkan PPN dan PPh terkait penjualan barang dagangan milik penyedia platform marketplace sendiri, serta
d. Melaporkan rekapitulasi transaksi yang dilakukan oleh pedagang pengguna platform. Untuk diketahui, yang dimaksud dengan penyedia platform marketplace adalah pihak yang menyediakan sarana yang berfungsi sebagai pasar elektronik di mana pedagang dan penyedia jasa pengguna platform dapat menawarkan barang dan jasa kepada calon pembeli.

Penyedia platform marketplace yang dikenal di Indonesia antara lain Blibli, Bukalapak, Elevenia, Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Selain perusahaan-perusahaan ini, pelaku over-the-top di bidang transportasi juga tergolong sebagai pihak penyedia platform marketplace.

3. Bagi e-commerce di luar Platform marketplace

Pelaku usaha yang melaksanakan kegiatan perdagangan barang dan jasa melalui online retail, classified ads, daily deals, dan media sosial wajib mematuhi ketentuan terkait PPN, PPnBM, dan PPh sesuai ketentuan yang berlaku. Sebelum PMK-210 ini mulai berlaku efektif pada 1 April 2019, Ditjen Pajak akan melaksanakan sosialisasi kepada para pelaku e-commerce, termasuk penyedia platform marketplace dan para pedagang yang menggunakan platform tersebut.

_________________________________

Jasa konsultan soyo laris emoticon-Big Grin

Jejak digital gampang dicek emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

Ojol le tupo siap bayar pajek emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
12-01-2019 14:08
Siji emoticon-Big Grin
0
12-01-2019 14:08
Uangnya ada. Tinggal peres aja rakyatnya. lol
3
12-01-2019 14:13
Orang bijak bayar pajak. emoticon-Cool

Omzet ratusan juta, masa buat bayar pajak untuk negara ga mau? emoticon-Big Grin
0
12-01-2019 14:13
Jual HP Bekas aja ribet amat. Masuk SPT tepatnya yang ribet. Hati2 ntar dikira penambahan harta. emoticon-Embarrassment

Quote:1. Bagi pedagang dan penyedia jasa yang berjualan melalui platform marketplace

a. Memberitahukan Nomor Pokok Wajib Pajak kepada pihak penyedia platform marketplace
b. Apabila belum memiliki NPWP, dapat memilih untuk (1) mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP, atau (2) memberitahukan Nomor Induk Kependudukan kepada
penyedia platform marketplace
c. Melaksanakan kewajiban terkait PPh sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti membayar pajak final dengan tarif 0,5% dari omzet dalam hal omzet tidak melebihi Rp 4,8 miliar dalam setahun
d. Dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dalam hal omzet melebihi Rp 4,8 miliar dalam setahun, dan melaksanakan kewajiban terkait PPN sesuai ketentuan yang berlaku.
2
12-01-2019 14:17
emang selama ini toko onlen kagak bayar pajak final 0.5? silahkan dkp obok2 wkwkwkwk
0
12-01-2019 14:18
entahlah...
0
12-01-2019 14:21
efektifnya pajak tuh, mnding lsg potong pas ada transaksi perbankan pihak ke3, terserah mo atur brp %
jadi pas orng uda beli ato jual lsg kepotong brp% ditransaksi, sertakan aja pajak sekian

urusin orng pajaknya biar ga slipet2 emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
2
12-01-2019 14:22
gak ngerti
gak pernah belanja online
-7
Lihat 1 balasan
12-01-2019 14:30
Udeh, mending sekarang ente pada balik lagi ke offline. Cari penjual terpercaya, langganan aja di tempat doi. Belanja Online ga bakal laku kalo harga ga beda jauh sama offline. emoticon-Big Grin

1
12-01-2019 14:33
Biar gue pelajarin dulu sis...
1
12-01-2019 14:37
atas gua mabok
0
12-01-2019 14:46
hebat juga jack ma jadi penasihat e-commerce Indonesia.
0
12-01-2019 14:49
gw jualan kena juga dehh emoticon-Malu (S)
0
12-01-2019 14:54
rakyat mbayar buat hidup dinegara ini yg harusnya layak kehidupan ujung nya dikorupsi plus dihambur2 kan
0
12-01-2019 14:55
blogger ga kena nih emoticon-Leh Uga
0
12-01-2019 14:58
Quote:Original Posted By roelty
blogger ga kena nih emoticon-Leh Uga


Tetep kena pajak di google ads. Kemarin si anarchy posting tuh. Katanya udah mulai harus masukin npwp. otomatis kena potong pajak.
0
12-01-2019 15:43
Bagus deh
Jadi apple to apple yg offline dan online.
Semua di kenain.
Banyak industri retail yg hancur karena online.

Online market place ga bayar pajak.
Barang 1jt untung 5rb perak juga rela.
Asal laku banyak

Offline musti bayar tempat, pajak, karyawan berguguran.

2
12-01-2019 15:45
org byr pajak brp jg gk mslh sbnrnya, ada marketplace motong 20% jg gk mslh,
yg paling pokok itu administrasi oemajakannya dan pelaporannya
bila saja pajak segampang byr admin fee marketplace udah gk ngurusin belakangnya
Diubah oleh xrm
0
Lihat 1 balasan
12-01-2019 15:46
Makelar VA dilegalin bisa dapat banyak emoticon-Ngakak
0
12-01-2019 15:47
ribet amat, langsung potong aja langsung 0,5% setiap transaksi yg berhasil emoticon-Big Grin
0
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.