alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
3 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3990838d9b1737c21a308f/moeldoko-kasus-air-keras-novel-bukan-pelanggaran-ham-berat
Lapor Hansip
12-01-2019 14:00
Moeldoko: Kasus Air Keras Novel Bukan Pelanggaran HAM Berat
Moeldoko: Kasus Air Keras Novel Bukan Pelanggaran HAM Berat


Quote:

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan kasus penyiram air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak tergolong sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.Moeldoko menyebut pelanggaran HAM berat terjadi apabila ada unsur abuse of power serta melakukan genosida yang tersistem."Enggak ada itu dilakukan terhadap kasus Novel, bukan dan tidak ada kaitannya dengan kebijakan negara," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1).


Moeldoko menyatakan kasus penyiriman air keras terhadap Novel pada 11 April 2017 lalu itu tergolong kriminal murni. Menurutnya, yang menjadi persoalan saat ini adalah kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku penyerangan tersebut.
"Dalam konteks ini adalah konteks kriminal murni, hanya persoalannya siapa pelakunya, itu yang jadi persoalan, yang belum ditemukan. apa itu abuse of power? Bukan. Konteksnya di situ," ujarnya.

Novel diserang oleh orang tak dikenal dengan air keras di bagian wajah usai salat Subuh di masjid dekat rumahnya, pada 11 April 2017. Mata salah satu penyidik senior KPK itu luka dan harus menjalani perawatan di Singapura.

Mata kiri Novel mengalami kerusakan palinh parah. Hingga kini mata kiri tersebut belum bisa melihat dengan sempurna. Namun, kini Novel telah bekerja kembali seperti sebelumnya di KPK.
Setelah hampir 2 tahun proses penyelidikan, pihak kepolisian belum juga berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras.

Kasus penyiraman air keras Novel ini akan diangkat oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat debat perdana, pada 17 Januari. Prabowo-Sandi akan menghadapi calon petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Saat ini Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah membentuk tim khusus gabungan untuk mengungkap kasus ini. Tim terdiri dari internal Polri dan eksternal, termasuk dari unsur KPK dan lembaga swadaya masyarakat. (fra/sur)

sumber


pasal 1 no 6 UU HAM (39/1999)

Quote:Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak sengaja, atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang ini, dan tidak mendapatkan, atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.


Pasal 3 no 2 UU HAM (39/1999)
Quote:Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum.


Tolong "Cangkemnya di kondisikan ya pak"emoticon-thumbdown


Ini untuk pak khayalan yang Maha Cerdas




Gw tunjukin kelakuan REZIM ini di JATIM

Bajingan-Bajingan Sok Suci yang Menghipnotis Rakyat Indonesia Saat Ini

Catatan Kelakuan Rezim Ini di JATIM

Moeldoko: Kasus Air Keras Novel Bukan Pelanggaran HAM Berat
Diubah oleh anonympoliticia
3
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
12-01-2019 14:07
Tambahan buat yg BACOT



Quote:
Berikut wawancara Tribun dengan Novel Baswedan saat ditemui di kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (14/12/2018):

Dalam berbagai kesempatan, Anda berulang kali menyebut kalau pegawai KPK kerap mengalami intimidasi, teror, bahkan penculikan. Apa Anda mendengar cerita dari mereka langsung?

Yang saya ketahui atau setidaknya saya diberitahu oleh rekan-rekan. Ada yang saya tahu langsung, ada yang saya diberi tahu. Karena ada pula kejadian yang setelah saya di Singapura, tentunya itu saya diberi tahu. Tapi, yang lainnya saya tahu, karena saya masih di KPK sebelum saya diserang.

Bisa Anda ceritakan soal penculikan itu?

Penculikan setidak-tidaknya ada dua kali. Dan keduanya berhubungan dengan perkara yang sedang berjalan. Pastinya, seperti biasa kalau perkara itu berhubungan dengan rencana OTT atau proses untuk melakukan OTT. Maka orang KPK akan melakukan pemantauan, memeriksa segala macam, mengamati, dan lain-lain.

Namun, pernah pada proses melakukan itu tiba-tiba diserang, diserbu oleh beberapa (oknum) anggota Polri. Ditodong senjata. Bahkan, beberapa ada pakai senjata (laras) panjang. Dan tanpa alasan dugaan pidana, orang ini dibawa (oknum polisi).

Kalau ditangkap tentunya ada indikasi pidana. Kalau tiba-tiba ditodong, dibawa, itu apa alasannya? Orang (pelaku) ini bukannya nggak tahu, karena orang KPK-nya juga menunjukkan ID (identitas) dan yang menodong ini kenal dengan yang ditodong. Artinya, mereka kenal bahwa dia ini orang KPK. Jadi jelas, alasan kalau dia nggak tahu itu nggak masuk akal. Orang KPK juga kenal sama orang itu, tahu.

Jadi, indikasinya bukan karena apa, tapi mereka melihat ini sedang menyelidiki apa, sedang mengamati apa. Itu yang luar biasa. Dan itu bukti-buktinya banyak. Bukti-bukti yang setelah itu, pihak yang sedang diamati berhubungan telepon dengan (oknum) pejabat kepolisian yang ada di sana dan lain-lain. Itu kan suatu hal yang luar biasa lho. Jadi, bukan suatu hal yang kecil.

Mengapa Anda menyebutnya penculikan?

Penangkapan itu ada dua jenis, tertangkap tangan atau ditangkap. Kalau ditangkap dalam hal penangkapan harus pakai surat perintah penangkapan. Kalau tertangkap tangan, ada syarat-syaratnya dan setelah itu dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Ini dua-duanya nggak dilakukan, namanya diculik.

Selain itu, apa saja bentuk-bentuk teror dan intimidasi lainnya?

Pernah safe house (rumah aman) KPK yang diserbu, dan penyerbuan itu dilakukan bukan karena alasan penegakan hukum atau ketertiban, keamanan. Yang melakukan bukan (oknum) aparatur kepolisian. Artinya, kalau penyelidikan atau penyidikan dia bisa juga alasan melakukan penggeledahan atas dasar surat perintah.

Ini nggak ada kaitan sama sekali. Dan tidak berhubungan dengan suatu kasus, hanya melakukan teror. Nah yang seperti itu, seharusnya dipandang sebagai sesuatu hal yang serius.

Tapi faktanya, kejadian itu tidak ada satu pun yang diungkap, tidak ada satu pun yang orang-orang itu diberikan sanksi atas suatu kesewenang-wenangannya itu atas teror-teror yang dilakukannya itu.

Selain itu juga pernah ada juga pegawai KPK atau penyidik yang rumahnya dipasangi bom. Itu dipublikasikan. Kalau nggak salah tinggalnya di Bekasi. Sebelumnya mobilnya disiram air keras. Ban mobilnya ditusuk atau dirusak biar bocor, saya nggak tahu caranya bagaimana. Dan dipasangi bom itu kan rakitannya persis bom, terus dibuat sedemikian rupa sehingga kalau pakai alat scan nggak bisa tahu dalamya itu isinya apa.

Akhirnya sama Jihandak (tim penjinak bahan peledak) diledakkan di depan rumahnya. Memang prosedur Jihandak sudah benar, tapi itu kan teror. Memang isinya bukan bom betulan. Tapi rakitannya seperti bom beneran, ya Jihandak nggak mau ambil risiko. Dan, terakhir diledakkan di depan rumah.

Saya ditabrak dua kali. Saya diserang air keras. Terus pegawai KPK ada yang dirampok, diambil laptopnya. Jadi, semakin lama penyerangnya semakin berani dan semakin fisik. Ini yang saya katakan, kalau yang seperti ini dibiarkan malah orang akan semakin berani berbuat. Dan faktanya betul.

Sejak kapan teror dan intimidasi itu mulai mengalami peningkatan?

Sebelum (penyerangan ke saya) itu sudah mulai banyak. Serangannya sudah fisik-fisik. Tahun 2016.

Dari 2016 sampai sekarang teror dan imtimidasi itu pernah makan korban jiwa?

Ancaman pembunuhan ada beberapa kali disampaikan. Tapi, korban jiwa belum ada. Kalau korban jiwa pasti terpublikasi.

Pegawai KPK pada tingkatan apa saja yang Anda tahu mengalami hal itu?

Kebanyakan yang diserang itu penyidik dan pihak-pihak yang mendukung tugas
penyidik atau penyelidik.

Artinya yang ada di lapangan?
Ya, kebanyakan seperti itu.

Sejauh yang Anda tahu apakah ada juga keluarga pegawai KPK yang mengalami teror dan intimidasi?

Saya tidak tahu apakah sudah dilakukan survei secara keseluruhan. Ada beberapa kejadian terornya ke rumah. Cuma berapa banyak dan lain-lain saya nggak tahu detail. Tapi, itu ada.

Saya pernah diberi tahu salah seorang penyidik (KPK) bahwa pernah didatangi rumahnya. Orang dalam mobil itu terlihat seperti membawa senjata tajam. Dan sekuriti yang didekat rumah tahu.

Langsung ada orang pukul kentongan dan teriakin, orang itu langsung kabur satu mobil. Nah, yang begitu-begitu memang terjadi. Itu yang saya dapat cerita dari teman-teman. Tapi, itu belum pernah direspon oleh kantor atau pimpinan.

Apa pimpinan mengetahui hal semua hal tersebut?

Tahu karena pimpinan KPK dilaporkan. Dan struktural KPK juga ikut memikirkan, datang ke lokasi, terus membahas itu. Jadi, bukan suatu hal yang terjadi terus pegawainya diam saja, nggak. melapor.

Pegawai KPK itu kan kalau turun ke lapangan ada tim yang melakukan pemantauan di kantor, ada control room-nya untuk kita saling memantau. Bukan pegawai KPK melakukan pengamatan di sendirian begitu. Jadi mereka akan ter-back up juga. Tapi, kalau kejadian seperti itu dibiarkan ya tadi itu, sering ada penyerangan. Dan semakin lama semakin berani.

Mengapa KPK tidak mengungkapkan kejahatan terhadap pegawainya ke publik?

Problemnya, pimpinan KPK ketakutan untuk mengungkap ini. Saya nggak tahu ketakutannya karena apa. Saya tidak pernah melihat, pimpinan KPK mempertanyakan, melaporkan, atau meminta pertanggung jawaban. Karena pimpinan KPK semestinya bertanggung jawab untuk melindungi pegawainya.

Menurut Anda, bagaimana caranya pimpinan KPK dapat melindungi pegawainya?

Perlindungan yang terbaik apa? Bukan dikawal 24 jam. Anda tahu kalau orang dikawal itu nggak nyaman ya. Dan kalau dikawal nggak efektif dan nggak efisien karena biaya pasti mahal.

Karena saat tertentu lengah, tetap saja bisa diserang. Pakai panic button? Ketika pencet panic button, harus menunggu berapa jam lagi datang? Nggak logis. Itu yang disampaikan pimpinan, itu nggak logis.

Justru kalau mau melindungi (pegawai KPK) dengan sebenar-benarnya perlindungan adalah setiap kali diserang, bawa ke ruang terang. Laporkan ke polisi, laporkan ke Propam kalau masalah disiplin agar pelakunya dapat sanksi. Sehingga pesan kita jelas, bahwa kita melihat ini sebagai hal yang serius dan pimpinan Polri dan harusnya setiap perbuatan begitu harus dipandang sebagai perbuatan tercela.

Perbuatan yang buruk, bukan sebagai prestasi yang diberi penghargaan. Perspektif ini harus jelas. Tentunya pimpinan KPK berkepentingan. Itu yang belum pernah dilakukan.

Sampai detik ini, apakah Anda masih merasakan teror atau intimidasi pada diri dan keluarga Anda?

Saya pernah dikirimi surat ke sini (rumah), (isinya) diberitahu bahwa saya akan dibunuh. Setelah saya pulang (dari Singapura), ancaman teror itu masih ada. Cuma caranya saja yang agak beda, disampaikan lewat orang, isinya hati-hati mau dibunuh.

Saya juga diberitahu ketika saya mau pulang dari Singapura, ada beberapa yang bilang, Mas Novel hati-hati, Mas Novel mau dihabisi. Itu berkali-kali disampaikan. Cuma saya sudah bukan pada posisi takut, tapi gregetan. Ini apa-apaan kayak begini caranya.

Anda bisa bayangkan, aparatur bekerja memberantas korupsi, kejahatan yang serius. Karena korupsi itu masalah yang sangat berat. Terus kita yang malah diteror dan negara diam, abai.

Setelah Anda kembali dari Singapura untuk menjalani perawatan, bagaimana sikap dari teman-teman KPK? Apakah mereka mulai berani bercerita kepada Anda?

Ada. Teman-teman cerita, kita tambah semangat, tambah berani, dan saya juga merasa berkepentingan untuk berjuang bersama-sama teman-teman di KPK. Sebenarnya, kalau saya berpikir pribadi saja, ketika pola seperti ini. Kadang-kadang saya juga berpikir, apa iya saya masih perlu di KPK? Saya merasa negara ini nggak ada kemauan serius untuk memberantas korupsi.

Pimpinan KPK juga terlihat tidak serius. Banyak hal-hal yang jadi permasalahan. Saya kadang juga berpikir seperti itu. Tapi, di sisi lain saya juga ingin mendukung teman-teman KPK yang masih ingin berjuang untuk sama-sama kita serius.

Ketika terlihat terus begini, terus tidak ada kemauan, saya katakan rezimlah ya, tidak mau memberantas korupsi, mungkin pada saat tertentu saya akan keluar dari KPK.

Apa yang ingin Anda sampaikan kepada pegawai KPK atau keluarga pegawai KPK yang sudah mengalami teror dan intimidasi tapi ketakutan?

Ya saya ingin saya sampaikan, jangan takut, nggak boleh takut. Karena, Allah sampaikan, janganlah kau takut, takutlah kepada-Ku saja. Nggak boleh takut, yang begitu lawan, nggak bisa dibiarin.



sumber


Diubah oleh anonympoliticia
1
12-01-2019 14:11
nunggu berapa puluh tahun lagi nih kasus bakal diungkap?
0
12-01-2019 14:13
Quote:Original Posted By entecavir
nunggu berapa puluh tahun lagi nih kasus bakal diungkap?


Nunggu backingnya lengser semua emoticon-Wink
2
12-01-2019 14:14
huahahaha. Jadi cuma segitu pandangan staf kepresidenan terhadap kasus novel? No hope lah.
3
12-01-2019 14:17
Quote:Original Posted By o@s!s
huahahaha. Jadi cuma segitu pandangan staf kepresidenan terhadap kasus novel? No hope lah.


Inilah contoh "Kedunguan" itu menular emoticon-Wink
1
12-01-2019 14:20
Quote:Serahkan semuanya kepada polisi, semoga pelakunya lekas ketangkep baik teror kepada penyidik senior KPK dan juga teror kepada dua pimpinan KPK beberapa hari yang lalu. Sehingga dengan ketangkep ya pelaku dan siapa dalangnya, teror kepada KPK setidaknya bisa menurun.

Btw sekedar info soal pelanggaran kasus HAM berat di masa lalu dengan jumlah mulai dari ribuan, belasan ribu hingga puluhan ribu yang mungkin Pak Moel punya data yang akurat soal jumlah korban, antara lain mulai dari kasus di tahun 65-66, Aceh ( 89-98 ), Talangsari ( 89 ), Timor Leste ( 75-99 ), korban Petrus ( 82-85 ), dan jangan lupa juga kepada Alm. Munir, Marsinah, dan Wiji Tukul.
Diubah oleh 54m5u4d183
0
Lihat 1 balasan
12-01-2019 14:22
semenjak lempar jam seharusnya jadi komisaris centeng pt ini aja kau si power ranger ini
jenderal ga jelas, modal wajah aja kau
sama kayak si edi, tapi satu ini lebih halus
kesamaannya sama sama aneh orgnya
0
12-01-2019 14:22
Nek pak Moel di air keras itu pelanggaran HAM berat?
1
12-01-2019 14:22
Klo itungan pelanggaran ham iya.. Tapi ham berat masih banyak kasus yg lebih melanggar HAM bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang.. emoticon-Smilie

Kampret kagak ngarti maksudnya kali
2
12-01-2019 14:23
Quote:Original Posted By jonosuperstar
Nek pak Moel di air keras itu pelanggaran HAM berat?


Harusnya sih tidak.. emoticon-Smilie
0
12-01-2019 14:24
Emang bukan pelanggaran HAM berat kok. Kalo bicara pelanggaran HAM yang pertama kita bahas adalah pelanggaran hak golongan dan kelompok.

Jadi gak ada gunanya debat capres membahas Novel (seorang individu yang jadi korban kriminal), karena persekusi kelompok seperti misalnya Ahmadiyah dan penghayat kepercayaan aja masih marak dan terjadi secara rutin.

Kalopun emang dibahas, apakah kedua capres/cawapres bisa memberikan jawaban yang memuaskan?
Diubah oleh levyrtrow
0
Lihat 1 balasan
12-01-2019 14:24
Quote:Original Posted By difitnah.teman
Harusnya sih tidak.. emoticon-Smilie


Setuju
0
12-01-2019 14:26
buat TS.. tunjukin apapun yg menandakan Pak Novel mendapat perlakuan hukum yg tidak adil atas tindakan kriminal yg dialaminya..
1
Lapor Hansip
12-01-2019 14:27
Balasan post 54m5u4d183
nd usah di ijoin gan, percuma di ijoin bakal merah terus id ini
2
12-01-2019 14:28
Quote:Original Posted By khayalan
buat TS.. tunjukin apapun yg menandakan Pak Novel mendapat perlakuan hukum yg tidak adil atas tindakan kriminal yg dialaminya..


Kasus mangkrak hampir 2 tahun mau dibilang adil? emoticon-thumbdown
3
12-01-2019 14:34
Quote:Original Posted By anonympoliticia
Kasus mangkrak hampir 2 tahun mau dibilang adil? emoticon-thumbdown


Jadi gara2 pelaku dan apa motifi dari kasus penyiraman Pak Novel belum terungkap.. lu bilang itu ga adil?

Fix lu bego ternyata.. kirain gw lu lebih pinter..


Ternyata gw salah.. emoticon-shakehand
2
12-01-2019 14:34
harus berat dulu baru diusut ya? kan guooblokkkkkk..
bilang aja takut ngungkap siapa dalangnya
2
12-01-2019 14:36
Quote:Original Posted By levyrtrow
Emang bukan pelanggaran HAM berat kok. Kalo bicara pelanggaran HAM yang pertama kita bahas adalah pelanggaran hak golongan dan kelompok.

Jadi gak ada gunanya debat capres membahas Novel (seorang individu yang jadi korban kriminal), karena persekusi kelompok seperti misalnya Ahmadiyah dan penghayat kepercayaan aja masih marak dan terjadi secara rutin.

Kalopun emang dibahas, apakah kedua capres/cawapres bisa memberikan jawaban yang memuaskan?


Kalau penganiayaan terhadap perlawan anti korupsi bukan lo anggap pelanggaran berat ada yang salah berarti dengan konstruksi berpikir anda emoticon-thumbdown
2
12-01-2019 14:39
Quote:Original Posted By khayalan


Jadi gara2 pelaku dan apa motifi dari kasus penyiraman Pak Novel belum terungkap.. lu bilang itu ga adil?

Fix lu bego ternyata.. kirain gw lu lebih pinter..


Ternyata gw salah.. emoticon-shakehand


Belum terungkap dan tidak mau terungkap itu beda.

Gpp gw bego yang penting gw punya hati, dari pada pinter tapi gak punya hati model anda. emoticon-Wink

2
12-01-2019 14:39
kalo menurut gw.. penghilangan titid wowo secara paksa lah yg merupakan pelanggaran ham berat d bandingkan kasus novel.. cowok tanpa mata tetaplah seorang cowok.. cowok tanpa titid apalah jadinya.. emoticon-Malu (S)

usut kasus penghilangan titid wowo sekarang juga.. emoticon-Mad (S)



emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh valkyr7
1
Halaman 1 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.