alexa-tracking
Food & Travel
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.91 stars - based on 11 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c388e2010d295585b0fb7f0/cemalcemil---the-power-of-warteg-sesungguhnya-kenyang-adalah-hak-segala-bangsa
Lapor Hansip
11-01-2019 19:37
CEMALCEMIL - THE POWER OF WARTEG, SESUNGGUHNYA KENYANG ADALAH HAK SEGALA BANGSA!
Past Hot Thread
Halo Rich People, apa kabarmu hari ini? Sehat dong ya? Tapi kalo kamu lagi sakit, ane saranin jangan ke dokter. Mendingan kamu dateng ke rumah pacarmu aja, biar langsung 'seger' lagi. Hehe. Buat kamu yang jomblo? Hmm, tenang karena ane punya solusinya!

Warung Tegal, atau yang biasa kita sebut dengan WarTeg adalah sebuah solusi jitu buat para jomblo yang sedang sakit. Sakit bukan cuma bisa di rasakan secara fisik ya gan, mengalami kekeringan dalam kantong juga bisa di kategorikan sebagai sakit lho gan, hahaha.

Bicara soal WarTeg nih gan, siapa sih yang belum pernah mampir ke tempat yang satu ini? Mustahil deh kalo sama sekali gak pernah mampir ke sini. Secara gitu lho, WarTeg adalah tempat berkumpulnya kaum penganut asas kantong kering. Asas ini memiliki tujuan yang sangat menarik, ialah: Bahwa, Sesungguhnya Kenyang Adalah Hak Segala Bangsa.

Eits, jangan langsung ter-triggered gitu ya gan. Karena ane yakin kamu pun setuju dengan asas tersebut. Hihi. Karena oh karena, merasa kelaparan itu gak enak kan gan? Hehe. Jadilah, WarTeg sebagai solusi buat kamu yang sedang mengalami kantong kering.

Sejarah Warteg
Asal muasal kata WarTeg sendiri berawal sejak tahun 1960 tuh gan, atau tepatnya 20 tahun setelah kemerdekaan negara tercinta kita ini. Banyaknya proyek pembangunan di Ibu Kota kala itu, membuat sejumlah masyarakat Tegal memutuskan untuk merantau ke Ibu Kota. Awalnya, mereka para lelaki memilih untuk bekerja sebagai buruh bangunan, namun seiring berjalannya waktu, tampaknya istri dari para lelaki tersebut mulai jenuh berdiam diri di rumah gan.

Usut punya usut, ternyata sang istri dari para lelaki tegal tersebut mencoba membuka usaha kuliner dengan menu andalannya ialah; Nasi Ponggol. Nasi Ponggol sendiri terdiri dari nasi putih hangat yang diberi lauk sambal tahu dan tempe goreng gan. Setelah mencoba, ternyata hidangan yang menurut para buruh pabrik enak itu laris keras gan. Akhirnya, Nasi Ponggol kemudian berkembang populer di kalangan masyarakat di sekitar area pembangunan di Ibu Kota.

Dengan berkembangnya Nasi Ponggol, membuat para pengusaha kuliner asal Tegal kala itu sukses besar, dan memberanikan diri untuk membuka sebuah warung. Atau yang kita kenal saat ini dengan nama; WarTeg.

Side Story About my Thread
Jika dari tadi ane sibuk mengulas soal sejarah WarTeg, kali ini ane ingin mengisahkan, bagaimana ane bisa terjerumus menjadi penganut asas kantong kering. Awalnya sih agak kaget, secara ane lebih milih buat makan di warung nasi padang ketimbang warteg, bukannya mau sombong ye, karena eh karena, ane lebih doyan menu di warung nasi padang di bandingkan dengan menu yang ada di warteg. Yaa, walaupun cukup mahal, tapi lumayan lah ya, enak plus ngenyangin. Namun makin hari ketika ane mulai terbiasa dengan warteg, ane jadi berfikir gan;

Andai makan di warung nasi padang habis Rp. 20.000,- sekali makan, maka jika ane makan di warteg ane hanya cukup menghabiskan 10rb saja untuk sekali makan, mantapnya lagi, dengan Rp. 10.000,- , ane bisa dapet segelas kukubima, dan beberapa potong gorengan. Gokil!

The Power of Warteg - Sesungguhnya Kenyang Adalah Hak Segala Bangsa
Permisi agan atau aganwati sekalian, ane mau liwat, tulung dong minggir bos. Eh, hai, kali ini ane sedang berada di sebuah warteg favorit ane, letaknya di Jalan Bulak Kapal, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Atau tepatnya di belakang kampus UNTAG Cirebon.

Warteg ini di namakan "Warteg Bu Sunda" karena memang ibu-ibu yang melayaninya merupakan orang sunda, namun sang pemilik alias suaminya merupakan orang Tegal, wah perpaduan yang unik ya gan, sunda ketemu jawa, tapi bisa sampe tua, lah itu, sudah terbukti dong, kutukan orang zaman dahulu tuh salah, yang benar adalah Bhineka Tunggal Ika. Mau beda kayak gimana juga kalo udah jodoh ya jodoh aja, gausah protes takut gagal di tengah jalan. Hehe.

Tempat wartegnya bu Sunda ini gak terlalu besar, juga gak terlalu kecil sih, gan. Kira-kira ukurannya sekitar 8-10 meter persegi lah ya, pokoknya hanya menggunakan lahan bagian depan rumah beliau saja gan. Dengan satu etalase andalan untuk menyimpan aneka lauk pauknya, warteg bu Sunda ini sudah menempati posisi pertama untuk kami para penganut asas kantong kering gan, percaya deh, hehe.

Gimana enggak? Harganya sangad-sangad murah meriah! Sepiring nasi putih hangat dengan satu telor ceplok dan oreg tempe misalnya, hanya Rp. 5000,- saja gan, nah loh, panik gak tuh?!

Maklum lah ya, warteg ini rasanya memang di rancang khusus untuk para Mahasiswa/i yang ada di sekitaran warteg tersebut. Selain tempatnya yang strategis, yaitu berada di tengah daerah tempatnya para Mahasiswa/i bermukim, tempat ini juga memiliki daya tarik tersendiri; anaknya bu Sunda ini cakep-cakep gan! Ehehe. Perpaduan Jawa-Sunda memang TOP lah pokoknya!

CEMALCEMIL - THE POWER OF WARTEG, SESUNGGUHNYA KENYANG ADALAH HAK SEGALA BANGSA!

Sumber : Smartphone Bodol Ane


Tentang Rasa, Harga, juga Penyajiannya.
Untuk rasa, sampai sekarang ane belum bisa menemukan warteg yang menyajikan rasa paling enak di Kota Cirebon ini. Sedangkan untuk wartegnya bu Sunda, ane cuma bisa bilang; Biasa aja. Balance lah sama harga yang di tawarkan.

Kamu lihat gambar di atas? Gambar tersebut berisikan sepiring nasi, telor ceplok, oreg tempe, dan beberapa sayur mayur juga sambal yang terselip di balik telor ceploknya. Overall, biasa aja, cuma yang kusuka adalah, tekstur dari nasinya itu kayak nasi ala-ala negeri Korea gitu, pulen-pulen gemes gimana gitu, walaupun kadang sesekali ada tekstur keras yang tersembunyi di baliknya. Kemudian untuk telor ceploknya sendiri, ane suka, pake banget. Gak keasinan, gak hambar juga, pas. Enak. Untuk oreg tempe dan sayur mayurnya juga sambal, ane kasih penilaian yang lagi-lagi biasa aja, gak ada yang spesial.

Sedangkan untuk harganya sendiri, sesuai dengan menu yang ane pilih, ane hanya menghabiskan Rp. 8500,- saja gan! Dan itu sudah termasuk es tejus segelas, sama kerupuk se plastik. Gokil gak tuh?!

Untuk menu lainnya, agan atau aganwati yang mau mampir kesini, di sini ada rolade, bakso bumbu kacang gitu gatau ane namanya, juga ada sayur nangka, buncis, singkong, dan sesekali ane temuin ada sumur jengkol atau sambal goreng pete, atau juga ayam kecap, ayam goreng, dan lainnya. Banyak lah pokoknya seperti warteg kebanyakan.

CEMALCEMIL - THE POWER OF WARTEG, SESUNGGUHNYA KENYANG ADALAH HAK SEGALA BANGSA!

Sumber : Smartphone Bodol Ane


Satu hal yang ane suka dari tempat ini adalah; BOLEH AMBIL NASI SEPUASNYA! Catet. Kurang? Nyiduk sendiri aja sono, manja amat. Tapi kadang kalo yang ngelayaninnya bukan bu Sundanya sendiri, lebih sering di ambilin sama si doi sih, jadi gak bisa nyiduk nasi sepuasnya lagi hahaha. Selain itu, kita juga bisa ambil lauknya sendiri sesuka hati, setelah makan baru bayar. Simple, dan nyaman bukan?

Penyajiannya gak ada yang spesial sih, seperti warteg kebanyakan lah. Kecuali kalo emang ada warteg spesial yang menyajikan menu makanannya beralaskan piring berselimut berlian, dengan sendok juga garpu yang berselimut emas 24 karat, dan asyique nya lagi boleh di bawa pulang peralatan makannya, nah, itu baru bisa ane bilang, spesial. Hahaha.

Kesimpulan
Ane sangad merekomendasikan WarTeg bu Sunda ini sebagai alternatif buat kamu para Mahasiswa/i yang berkuliah di sekitaran area Kota Cirebon, khususnya buat kamu yang menganut asas kantong kering. Hahaha. Buat kaum berduid, alangkah baiknya mampir juga kemari, biar sesekali gak lupa buat nengok ke bawah, ehehe.

Penilaian
Buat ane yang gak terlalu suka ke warteg, namun seringkali mampir ke warteg (Khususnya Warteg Bu Sunda) saat kantong sedang kering, warteg bu Sunda ini mendapatkan nilai 8/10. Karena memang, ialah satu-satunya warteg murah yang bisa nambah nasi sepuasnyah. Asyiap, ane ingetin ya gan; Sesungguhnya Kenyang Adalah Hak Segala Bangsa. Hihihi.

CEMALCEMIL - THE POWER OF WARTEG, SESUNGGUHNYA KENYANG ADALAH HAK SEGALA BANGSA!


Euh, lelah euy dari tadi ngoceh mulu.


Ane sudahi dulu ulasan mengenai The Power of Wartegkali ini ya Rich People, semoga kamu suka dengan pembahasan kali ini. Jangan lupa buat kasih ane bintang 5, cendol dan komentar. Karena semua itu gratis, iya, gratis. Jadi apa susahnya sih buat ngasih ane hal yang gratis. Hehe.


Asyiap sampai jumpa pada thread Anak Sultan selanjutnya, khususnya pada sesi Cemal-Cemil ini.


Dadah!


-- Mimin [R] --


===================================================================================================

SUMBER PEMIKIRAN PRIBADI | GAMBAR ORIGINAL DARI SMARTPHONE BODOL ANE | GAMBAR DARI GOOGLE JUGA ADA

===================================================================================================

CENDOLIN ANE DONGS | RATE 5 ANE DONGS | KOMENTARIN ANE DONGS

emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol

===================================================================================================

MAMPIR KE THREAD ANE YANG LAIN DONGS

CEK POSTINGAN DI BAWAH YA AGAN DAN AGANWATIKUH SEKALIANS

===================================================================================================
Diubah oleh infoanaksultan
24
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
12-01-2019 07:51
Mari mangan ojok lali bayar rek
2
12-01-2019 18:44
Quote:Original Posted By infoanaksultan
Halo Rich People, apa kabarmu hari ini? Sehat dong ya? Tapi kalo kamu lagi sakit, ane saranin jangan ke dokter. Mendingan kamu dateng ke rumah pacarmu aja, biar langsung 'seger' lagi. Hehe. Buat kamu yang jomblo? Hmm, tenang karena ane punya solusinya!

Warung Tegal, atau yang biasa kita sebut dengan WarTeg adalah sebuah solusi jitu buat para jomblo yang sedang sakit. Sakit bukan cuma bisa di rasakan secara fisik ya gan, mengalami kekeringan dalam kantong juga bisa di kategorikan sebagai sakit lho gan, hahaha.

Bicara soal WarTeg nih gan, siapa sih yang belum pernah mampir ke tempat yang satu ini? Mustahil deh kalo sama sekali gak pernah mampir ke sini. Secara gitu lho, WarTeg adalah tempat berkumpulnya kaum penganut asas kantong kering. Asas ini memiliki tujuan yang sangat menarik, ialah: Bahwa, Sesungguhnya Kenyang Adalah Hak Segala Bangsa.

Eits, jangan langsung ter-triggered gitu ya gan. Karena ane yakin kamu pun setuju dengan asas tersebut. Hihi. Karena oh karena, merasa kelaparan itu gak enak kan gan? Hehe. Jadilah, WarTeg sebagai solusi buat kamu yang sedang mengalami kantong kering.

CEMALCEMIL - THE POWER OF WARTEG, SESUNGGUHNYA KENYANG ADALAH HAK SEGALA BANGSA!

Sumber : Google.co.id


Sejarah Warteg
Asal muasal kata WarTeg sendiri berawal sejak tahun 1960 tuh gan, atau tepatnya 20 tahun setelah kemerdekaan negara tercinta kita ini. Banyaknya proyek pembangunan di Ibu Kota kala itu, membuat sejumlah masyarakat Tegal memutuskan untuk merantau ke Ibu Kota. Awalnya, mereka para lelaki memilih untuk bekerja sebagai buruh bangunan, namun seiring berjalannya waktu, tampaknya istri dari para lelaki tersebut mulai jenuh berdiam diri di rumah gan.

Usut punya usut, ternyata sang istri dari para lelaki tegal tersebut mencoba membuka usaha kuliner dengan menu andalannya ialah; Nasi Ponggol. Nasi Ponggol sendiri terdiri dari nasi putih hangat yang diberi lauk sambal tahu dan tempe goreng gan. Setelah mencoba, ternyata hidangan yang menurut para buruh pabrik enak itu laris keras gan. Akhirnya, Nasi Ponggol kemudian berkembang populer di kalangan masyarakat di sekitar area pembangunan di Ibu Kota.

Dengan berkembangnya Nasi Ponggol, membuat para pengusaha kuliner asal Tegal kala itu sukses besar, dan memberanikan diri untuk membuka sebuah warung. Atau yang kita kenal saat ini dengan nama; WarTeg.

Side Story About my Thread
Jika dari tadi ane sibuk mengulas soal sejarah WarTeg, kali ini ane ingin mengisahkan, bagaimana ane bisa terjerumus menjadi penganut asas kantong kering. Awalnya sih agak kaget, secara ane lebih milih buat makan di warung nasi padang ketimbang warteg, bukannya mau sombong ye, karena eh karena, ane lebih doyan menu di warung nasi padang di bandingkan dengan menu yang ada di warteg. Yaa, walaupun cukup mahal, tapi lumayan lah ya, enak plus ngenyangin. Namun makin hari ketika ane mulai terbiasa dengan warteg, ane jadi berfikir gan;

Andai makan di warung nasi padang habis Rp. 20.000,- sekali makan, maka jika ane makan di warteg ane hanya cukup menghabiskan 10rb saja untuk sekali makan, mantapnya lagi, dengan Rp. 10.000,- , ane bisa dapet segelas kukubima, dan beberapa potong gorengan. Gokil!

The Power of Warteg - Sesungguhnya Kenyang Adalah Hak Segala Bangsa
Permisi agan atau aganwati sekalian, ane mau liwat, tulung dong minggir bos. Eh, hai, kali ini ane sedang berada di sebuah warteg favorit ane, letaknya di Jalan Bulak Kapal, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Atau tepatnya di belakang kampus UNTAG Cirebon.

Warteg ini di namakan "Warteg Bu Sunda" karena memang ibu-ibu yang melayaninya merupakan orang sunda, namun sang pemilik alias suaminya merupakan orang Tegal, wah perpaduan yang unik ya gan, sunda ketemu jawa, tapi bisa sampe tua, lah itu, sudah terbukti dong, kutukan orang zaman dahulu tuh salah, yang benar adalah Bhineka Tunggal Ika. Mau beda kayak gimana juga kalo udah jodoh ya jodoh aja, gausah protes takut gagal di tengah jalan. Hehe.

Tempat wartegnya bu Sunda ini gak terlalu besar, juga gak terlalu kecil sih, gan. Kira-kira ukurannya sekitar 8-10 meter persegi lah ya, pokoknya hanya menggunakan lahan bagian depan rumah beliau saja gan. Dengan satu etalase andalan untuk menyimpan aneka lauk pauknya, warteg bu Sunda ini sudah menempati posisi pertama untuk kami para penganut asas kantong kering gan, percaya deh, hehe.

Gimana enggak? Harganya sangad-sangad murah meriah! Sepiring nasi putih hangat dengan satu telor ceplok dan oreg tempe misalnya, hanya Rp. 5000,- saja gan, nah loh, panik gak tuh?!

Maklum lah ya, warteg ini rasanya memang di rancang khusus untuk para Mahasiswa/i yang ada di sekitaran warteg tersebut. Selain tempatnya yang strategis, yaitu berada di tengah daerah tempatnya para Mahasiswa/i bermukim, tempat ini juga memiliki daya tarik tersendiri; anaknya bu Sunda ini cakep-cakep gan! Ehehe. Perpaduan Jawa-Sunda memang TOP lah pokoknya!

CEMALCEMIL - THE POWER OF WARTEG, SESUNGGUHNYA KENYANG ADALAH HAK SEGALA BANGSA!

Sumber : Smartphone Bodol Ane


Tentang Rasa, Harga, juga Penyajiannya.
Untuk rasa, sampai sekarang ane belum bisa menemukan warteg yang menyajikan rasa paling enak di Kota Cirebon ini. Sedangkan untuk wartegnya bu Sunda, ane cuma bisa bilang; Biasa aja. Balance lah sama harga yang di tawarkan.

Kamu lihat gambar di atas? Gambar tersebut berisikan sepiring nasi, telor ceplok, oreg tempe, dan beberapa sayur mayur juga sambal yang terselip di balik telor ceploknya. Overall, biasa aja, cuma yang kusuka adalah, tekstur dari nasinya itu kayak nasi ala-ala negeri Korea gitu, pulen-pulen gemes gimana gitu, walaupun kadang sesekali ada tekstur keras yang tersembunyi di baliknya. Kemudian untuk telor ceploknya sendiri, ane suka, pake banget. Gak keasinan, gak hambar juga, pas. Enak. Untuk oreg tempe dan sayur mayurnya juga sambal, ane kasih penilaian yang lagi-lagi biasa aja, gak ada yang spesial.

Sedangkan untuk harganya sendiri, sesuai dengan menu yang ane pilih, ane hanya menghabiskan Rp. 8500,- saja gan! Dan itu sudah termasuk es tejus segelas, sama kerupuk se plastik. Gokil gak tuh?!

Untuk menu lainnya, agan atau aganwati yang mau mampir kesini, di sini ada rolade, bakso bumbu kacang gitu gatau ane namanya, juga ada sayur nangka, buncis, singkong, dan sesekali ane temuin ada sumur jengkol atau sambal goreng pete, atau juga ayam kecap, ayam goreng, dan lainnya. Banyak lah pokoknya seperti warteg kebanyakan.

CEMALCEMIL - THE POWER OF WARTEG, SESUNGGUHNYA KENYANG ADALAH HAK SEGALA BANGSA!

Sumber : Smartphone Bodol Ane


Satu hal yang ane suka dari tempat ini adalah; BOLEH AMBIL NASI SEPUASNYA! Catet. Kurang? Nyiduk sendiri aja sono, manja amat. Tapi kadang kalo yang ngelayaninnya bukan bu Sundanya sendiri, lebih sering di ambilin sama si doi sih, jadi gak bisa nyiduk nasi sepuasnya lagi hahaha. Selain itu, kita juga bisa ambil lauknya sendiri sesuka hati, setelah makan baru bayar. Simple, dan nyaman bukan?

Penyajiannya gak ada yang spesial sih, seperti warteg kebanyakan lah. Kecuali kalo emang ada warteg spesial yang menyajikan menu makanannya beralaskan piring berselimut berlian, dengan sendok juga garpu yang berselimut emas 24 karat, dan asyique nya lagi boleh di bawa pulang peralatan makannya, nah, itu baru bisa ane bilang, spesial. Hahaha.

Kesimpulan
Ane sangad merekomendasikan WarTeg bu Sunda ini sebagai alternatif buat kamu para Mahasiswa/i yang berkuliah di sekitaran area Kota Cirebon, khususnya buat kamu yang menganut asas kantong kering. Hahaha. Buat kaum berduid, alangkah baiknya mampir juga kemari, biar sesekali gak lupa buat nengok ke bawah, ehehe.

Penilaian
Buat ane yang gak terlalu suka ke warteg, namun seringkali mampir ke warteg (Khususnya Warteg Bu Sunda) saat kantong sedang kering, warteg bu Sunda ini mendapatkan nilai 8/10. Karena memang, ialah satu-satunya warteg murah yang bisa nambah nasi sepuasnyah. Asyiap, ane ingetin ya gan; Sesungguhnya Kenyang Adalah Hak Segala Bangsa. Hihihi.

CEMALCEMIL - THE POWER OF WARTEG, SESUNGGUHNYA KENYANG ADALAH HAK SEGALA BANGSA!


Euh, lelah euy dari tadi ngoceh mulu.


Ane sudahi dulu ulasan mengenai The Power of Wartegkali ini ya Rich People, semoga kamu suka dengan pembahasan kali ini. Jangan lupa buat kasih ane bintang 5, cendol dan komentar. Karena semua itu gratis, iya, gratis. Jadi apa susahnya sih buat ngasih ane hal yang gratis. Hehe.


Asyiap sampai jumpa pada thread Anak Sultan selanjutnya, khususnya pada sesi Cemal-Cemil ini.


Dadah!


-- Mimin [R] --


===================================================================================================

SUMBER PEMIKIRAN PRIBADI | GAMBAR ORIGINAL DARI SMARTPHONE BODOL ANE | GAMBAR DARI GOOGLE JUGA ADA

===================================================================================================

CENDOLIN ANE DONGS | RATE 5 ANE DONGS | KOMENTARIN ANE DONGS

emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol

===================================================================================================

MAMPIR KE THREAD ANE YANG LAIN DONGS

CEK POSTINGAN DI BAWAH YA AGAN DAN AGANWATIKUH SEKALIANS

===================================================================================================


Orek tempe....teri Kacang....ajiiiibemoticon-Blue Guy Cendol (L)
0
17-01-2019 20:43
Pemain Bola Terkenal Ini Jago Banget Main Forninte
https://kask.us/izFEC
#ForumKaskus via @KASKUS
0
17-01-2019 20:44
Malem2 jadi pengen makan warteg...tapi dah tutup haduuuhhh emoticon-Sorry
4
17-01-2019 20:46
"Mbak itu itu sama itu ya mbak, tambah kuahnya juga mbak" percakapan ane ketika makan di warteg emoticon-Malu
5
17-01-2019 20:46
Kalo ane makan di warteg menunya pasti sama nasi telor tempe sayur+es teh...
Dulu waktu di semarang favorit ane warteg depan undip.
emoticon-Wow
4
17-01-2019 20:48
Wis suwe pisan bli balik ning crb rah.. emoticon-Matabelo
3
17-01-2019 20:48
Warteg idola nya anak Kost so pasti
2
17-01-2019 20:50
pake sambel ya buk emoticon-Embarrassment
3
17-01-2019 20:55
Quote:Original Posted By Pazonda95
Malem2 jadi pengen makan warteg...tapi dah tutup haduuuhhh emoticon-Sorry

Nonton debat capres-cawapres itu gan, mw liat mna yg lbih menguntungkan pengusaha warteg emoticon-Ngakak (S)

Klo udh jd planggan d warteg lbh enak, sring dpet lauk tmbahan gratis(meskipun cma gorengan). Kdang klo trnyata duitnya krang jga bsa ngutang dlu emoticon-Malu (S)
Diubah oleh zlogonje
4
17-01-2019 21:00
Nikmat dan murah pula di kantong emoticon-Wowcantik
Diubah oleh denny.satria
3
17-01-2019 21:02
nonton debat malah laper
3
17-01-2019 21:03
maem karo opo mas'e:monggo
-2
17-01-2019 21:10
tiba2 laper melanda.. langsung cus ke warteg terdekat
2
17-01-2019 21:12
bikin laper pak gan, mana udh malem ujan lagiemoticon-Cape deeehh
2
17-01-2019 21:15
Kalau ndak ada warteg, ya rumah makan Padang emoticon-Sundul Up emoticon-Big Grin
3
17-01-2019 21:16
warteg emang pahlawan kosan emoticon-Leh Uga
-1
17-01-2019 21:20
kalo lagi ga bawa bekel buat makan siang ya sasarannya pasti warteg emoticon-Metalemoticon-Metal
2
17-01-2019 21:22
FYI , d daerah ane , kebetulan d daerah kota , nasi warteg harganya udah setara sama masakan padang emoticon-Leh Uga
1
Halaman 1 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.