alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c30899682d4955fd87b44d0/aku-suci-true-story-17
Lapor Hansip
05-01-2019 17:40
AKU SUCI (True Story 17+)
Past Hot Thread
AKU SUCI (True Story 17+)
Broken Home. Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalian ya, jujur saja gua baru beberapa tahun lalu tau istilah ini. Kata itu mungkin paling dibenci oleh semua orang, termasuk diriku yg sudah merasakan dan mengalami hal itu. Yah semua orang tidak ada yg menginginkan hal itu, karena kita semua menginginkan yg terbaik untuk keluarga kita. Bukan begitu?

Pacaran sama kaka tiri, nemenin tidur kaka tiri. Dulu gua hanya baca hal kaya gitu di cerita-cerita dewasa yg kemungkinan besar juga fake/palsu. Tapi sekarang semua itu terjadi di kehidupan nyata. Dan gua sekarang melihat hal itu sangat biasa atau tidak aneh. Berbeda dengan dulu yg membaca ceritanya saja keringet bercucuran sampai celana basah dan napas ga beraturan (apaan sih? emoticon-Hammer )

Sebelumnya perkenalkan nama aku Dika umur sekarang 20 tahun. Enakan aku atau gua sih bahasanya? Gua aja kali ya? Oke deh!.

Sebenernya gua asli Jawa tapi karena sudah lama di Ibu Kota Jadi sudah terbiasa pake Bahasa Indonesia tapi bagusnya tidak sedikitpun bahasa Jawa gua hilang atau gua lupakan karena asal usul memang kudu selalu dijaga dan diingat. Gua udah lumayan lama liat2 cerita di forum ini khususnya curhatan orang2 di hth dan jadi tertarik sama forum hth & sfth karena tidak sengaja waktu itu lagi nyari2 cerita horor di google dan nyasar masuk ke forum ini jadi tau ada tempat untuk mencurahkan isi hati atau pengalaman unik kaya hth & sfth ini dan bagusnya daftar kaskus gampang ga ribet tanpa perlu ktp kk (dikira mau kredit motor kali emoticon-Big Grin).

Mohon ijin buat belajar nulis pengamalan hidup disini, kalo berantakan dan kurang dipahami tulisanya atau ada salah tempat mohon dikritik dan luruskan ya karena memang gua belum terlalu paham dengan fitur2 kaskus. Sebelumnya terimakasih dan happy reading gan/sis emoticon-Smilie
AKU SUCI (True Story 17+)


PART 1

Quote:Kampung Yang Asri

Suara burung berkicau menandakan fajar, sangat indah burung itu bersautan terdengar. Di halaman depan rumah juga terdengar sapu lidi bergesekan degan tanah. Yah itu suara ibu sedang membersihkan halaman depan, rutinitas yg selalu dilakukan setiap pagi oleh ibuku setelah selesai memasak sarapan. Kebetulan hari ini adalah hari minggu dimana banyak acara seru dan favorit tayang di tv. Bapak aku lihat sudah tidak ada mungkin sudah berangkat ke sawah untuk melihat padi yang hampir siap dipanen. Hari ini ibu mengajaku ke kebun untuk memetik tomat dan cabe yang sudah memerah, itu adalah hal yang paling aku sukai ketika libur sekolah, membantu ibu dan bapak memetik tomat dan terkadang aku menemukan beberapa jenis buah di kebunku yang sudah matang di pohon dan mengambilnya dengan antusias.

"Hati-hati manjatnya nak.."
"Nggih bu ini hati-hati.."

Akupun memanjatnya dan medapatkan 3 buah jambu klutuk atau biji yang sudah matang dan bergegas turun. Aku benar-benar bahagia dengan kehidupanku yg serdehana ini, rumah yang dikelilingi pohon mangga, kelapa juga nangka dan ada sungai kecil juga yang mengalir didepan rumah mengairi sawah-sawah di samping rumahku.

Sampai suatu ketika ibu menerima tawaran bekerja dikota, bapak dan aku benar-benar merasa keberatan karena semua pasti akan berubah apabila ibu bekerja keluar kota karena tidak ada yg mengurus rumah dan lainya. Tapi tekad ibu sudah bulat memutuskan untuk menerima tawaran itu dan bapak pun mengizinkannya meskipun dengan gestur berat hati.

**Stasiun

Pukul 3 sore aku, ibu dan bapak sampai di stasiun kereta. Hari ini adalah keberangkat ibu ke kota untuk bekerja, dengan berat hati aku melepaskan pelukan ibuku.

"Ibu berangkat dulu ya nak, jangan nakal dirumah nurut sama bapak ya dan harus bisa bangun pagi sendiri mulai besok.. nanti kalo butuh apa2 kabari ibu aja ya.. ibu berangkat dulu.." ucap ibu sambil mengecup kening dan pipiku.

Setelah berpamit denganku dan bapak ibu masuk kedalam gerbong kereta dengan mata yang berkaca-kaca melihatku menangis tidak rela melihat kepergian ibu ke kota. Bapak disampingku mengusap-usap kepalaku dan berjanji akan membelikanku bola sepak baru sepulang dari sini. Aku sedikit terhibur dengan tawaran itu. Kereta pun berangkat ibu melambaikan tangan dari dalamnya, perlahan-lahan ibu menjauh dan tak terlihat dari pandanganku. Memang dari kecil aku tidak bisa jauh dengan ibu paling jauh ibu pergi belanja kepasar itupun aku bawel bertanya berapa lama dan kapan pulang secara terus-menerus.

"Ayo pulang le.."
"Dika boleh nyusul ibu ga pak?"
"Boleh, tapi nanti kalo kamu sudah lulus sekolah dan siap kerja, makanya belajar yg bener ya kamu biar bisa kerja sesuai yg kamu mau di kota. Ayo pulang udah sore nanti keburu tutup toko bolanya.."

Aku hanya mengangguk dan berulang kali melihat ke arah peron berharap kereta yg dinaiki ibu kembali lagi, tapi hal itu tidak mungkin terjadi.

**
Hari ini pertama kalinya aku dan bapak menjalani hidup tanpa ibu, biasanya pagi hari ada yg menyiapkan seragam sekolah dan sarapan tapi kali ini aku harus mempersiapkan itu sendiri dibantu bapak yg terlihat sangat tegar tidak sepertiku.

"Itu bapak sudah buatin ubi rebus buat bekel uang jajan kamu biasa di meja tv ya le, bapak mau ke kelurahan dulu"
"Iya pak, hati-hati ya pak.."

Bapak pergi bekerja dengan menggunakan motor tua kesayangannya. Sedangkan aku berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, karena memang jarak rumah ke sekolahku sangat dekat. Kebetulan aku anak satu-satunya dikeluarga ini jadi tidak ada adik atau kaka yg menemaniku.

Hari terus berlalu dan berganti, ibu sudah 3 bulan lebih bekerja dikota aku benar-benar merindukan sosoknya yg sangat membantuku dan benar-benar menjadi ibu yg sempurna untuku. Kali ini peran ibu sudah digantikan oleh bapak, beliau beperan sebagai kepala keluarga juga sekaligus sebagai ibu untuku dan dia juga sangat menyayangiku seperti ibu.

Hari ini sepulang sekolah aku sangat bahagia karena ada tukang pos mengantar paket dari ibu untuku. Saat aku buka ternyata isinya dua buah sepatu yg terlihat untuku dan bapak dan juga ada sebuah handphone keluaran terbaru yg sudah bisa kamera dan mp3, dimana hanya baru beberapa orang saja yg sudah memiliki handphone seperti itu disini karena memang dijaman itu harganya lumayan mahal.

**
Bulan terus berganti, ibu yg biasanya selalu menelepon dan memberi kabar setiap 3 hari sekali tapi 3 bulan kebelakang sudah jarang memberi kabar kepadaku dan bapak. Dan yg membuatku bingung sekalinya ibu menelpon bapak, selalu saja mereka bertengkar ditelepon, entah karena apa mereka seperti itu yg pasti aku sangat terpukul karena baru kali ini aku melihat bapak semarah itu kepada ibu. Aku benar-benar merasa semua sudah berubah dan tidak seindah dulu.

**
Hari ini ibu pulang dari kota, tapi entah kenapa suasana dirumah tidak seperti yg aku inginkan, lagi-lagi bapak dan ibu bertengkar dan kali ini lebih hebat sampai2 piring dan gelas pecah terlempar dan hampir melukai bapak. Aku hanya bisa berteriak "stop.. stop.. malu didengar tetangga"

"Aku mau kita pisah mas..." suara ibu berteriak

Aku yg mendengar itu hanya terdiam lemas dan tidak menyangka ibu yg selama ini aku hormati dan sayangi bisa mengeluarkan kata2 seperti itu, aku merasa ibu sudah benar-benar berubah.

"Yowis kalo itu maumu aku gabisa melarang, semoga kamu bahagia karo sing anyar.. Gusti Allah mboten sare aku ikhlas.." Bapak menjawabnya dengan tenang dan tersenyum.

Aku lagi2 hanya bisa terdiam semakin bingung dengan apa yg sedang terjadi, bapak menyuruhku masuk ke kamar sedangkan ibu merapihkan baju ke koper dan bergegas pergi tanpa aku bisa mencegahnya.

Apa ini yg kala itu bapak khawatirkan sehingga beliau tidak langsung mengijinkan ketika ibu mau bekerja dikota. Aku melihat bapak begitu tegar tapi aku yakin hatinya sangat kecewa dengan yg sudah terjadi. Perpisahan yg selama ini aku tidak pernah pikirkan hari ini terjadi dan terucap dari mulut kedua orang tua yg aku sangat sayangi.

"(Tok tok tok..) le tidur ya?"
"Belum pak masuk aja"
"Bapak mau ada yg diomongin sama Dika.." ucap beliau masuk

"Dika kan cowok udah gede udah mau masuk sma jadi pasti Dika tau mana yg baik dan buruk, ibu udah punya pilihan sendiri dan besar kemungkinan bapak gabisa ngurusin kamu lagi le jadi bapak mau pesan dengan siapapun kamu tinggal nanti tetep jadi anak yg baik dan berbakti sama orang tua ya.."

Ucap Bapak dengan wajah yg begitu kuat, aku mulai paham dengan apa yg sudah terjadi. Aku hanya bisa memeluk Bapak tanpa bisa berkata apa-apa.
Hari berganti tetangga sekitar sudah tau semua dengan apa yg terjadi dikeluargaku apalagi hidup di kampung yg orangnya sangat care dan selalu mau tau dengan apa yg terjadi di sekitarnya. Bapak belakangan ini juga banyak diam dan banyak menghabiskan waktu di masjid.

Seorang pengacara datang kerumahku dengan membawa sebuah surat dan bertemu dengan bapak.

"Sudah resmi ya pak, silahkan bapak baca dan tanda tangan disini. Hak asuh dimenangkan pihak perempuan ya pak.."

Kurang lebih seperti itu yg aku dengar dari obrolan mereka diruang tamu. Rasanya seperti mimpi, beberapa bulan yg lalu kami bertiga masih bercanda bersama tapi hari ini semuanya sudah berubah. Coba saja ya waktu itu ibu ga nerima tawaran itu pasti ini semua tidak akan terjadi. Andai waktu bisa diputar pasti aku bisa mencegahnya agar semua baik-baik saja. Tapi nasi sudah menjadi bubur.

Pengacara itupun bergegas pergi setelah menghabiskan teh di gelas. Bapak hanya terdiam melihat surat itu.

"Pak.. boleh Dika baca surat itu?"
"Eh kamu le, tolong beliin bapak obat sakit kepala sama koyo ya ke warung depan.." ucap bapak mengalihkan ucapanku

Saat berjalan ke warung hampir saja aku menginjak ular berwarna hitam putih yg sedang bersembunyi dibalik dedaunan, refleks aku menyebut nama Tuhan dan mengusir ular itu dengan kayu.

"Kamu yg sabar ya dik, semua orang yg hidup pasti ada cobaan dan kali ini keluarga kamu yg lagi di uji seperti ini.. tetep jadi anak yg baik ya" ucap tetanggaku atau pemilik warung
"Nggih bu.. matursuwun sanget.." jawabku sambil memberikan uang

Sampainya di rumah aku melihat bapak sedang mengemas barang-barang dan bajunya.

"Loh bapak mau kemana?"
"Besok bapak ijin pulang ke rumah mbah ya le, bapak udah ga ada hak tinggal disini lagi.. Lusa ibu kamu dateng jadi besok kamu dirumah bude dulu ya.."
"Kalo gitu Dika ikut bapak aja daripada ikut ibu"
"Lee.. kalo kamu ikut bapak nanti bapak salah. Inget pesen bapak kemarin toh, harus nurut dan tetep jadi anak baik ya dimanapun dan sama siapapun kamu tinggal nanti.."
"Tapi pak.."
"Kamu nanti kapan aja bisa ketemu bapak dan boleh main ke rumah mbah.. saiki kamu turu sesuk sekolah.. nurut yo.."

Aku tidak bisa berkata-kata lagi. Malam ini mataku susah untuk dipejamkan mengingat masa-masa indah yg dulu terbangun di keluarga ini sudah hancur karena orang ketiga. Ibu yg aku sangat hormati telah melalukan kesalahan dengan menyakiti bapak yg sudah mati2an menjaga keluarga ini. Siapapun laki2 itu aku bakal membuat perhitungan kepadanya.
Diubah oleh d11kaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
die31 dan 126 lainnya memberi reputasi
119
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 107
07-01-2019 15:30
PART 5


Hari terus berlalu, sikapku ke ayah tiriku masih sama sedangkan Dinda makin betah liburan disini, aku dan dia juga sudah tidak kaku lagi dan sudah mulai bercanda walaupun lebih sering aku membuatnya kesal karena tingkahku. Fera sudah beberapa hari ini tidak memberi kabar kepadaku, akupun jarang melihatnya karena sekolah kami memang sudah libur dan terakhir bertemu saat hari lebaran kemarin. Entah kenapa dia tiba2 menghilang seperti ini apa kah dia kecewa? Tetapi waktu itu dia terlihat ikhlas dengan kepindahanku ke kota. Dan untuk kedua kalinya lebaranku tidak ada sosok Bapak, sosok yg selalu memberikan warna saat hari raya tiba, terutama rutinitas mengechat rumah yg rutin kami lakukan bersama sebelum lebaran tiba, tapi dua tahun kebelakang sudah tidak kami lakukan karena jarak yg memisahkan. Ternyata Bapak sudah bekerja di salah satu kota besar di pulau Sumatera dan lebaran kali ini jga beliau tidak pulang, saat aku kerumah mbah hanya ada mbah dirumah. Aku sedikit kecewa tidak bisa bertemu bapak, tapi aku bersyukur karena ternyata beliau baik2 saja dan sudah menjalani kehidupannya dengan lebih baik. Semoga bapak selalu sehat di tanah perantauan sana dan lain waktu aku bisa melepas rindu denganya dirumah mbah ini.

Satu bungkus cilok dan es teh sudah aku habiskan, jam menunjukan pukul setengah 9 malam. Amin sedang pergi belanja sedangkan Jono hari ini tidak keluar rumah karena badanya sedang tidak enak, ingin rasanya mampir ke warung mendoan mbok jum tapi kaki ini rasanya malas berjalan. Jadi aku hanya memutar-mutarkan hp di tangan sambil membayangkan kejadian beberapa tahun lalu yg sangat sulit aku hilangkan dari ingatanku. Aku mencoba mengalihkan pikiran itu dengan mengingat sudah berapa kali puasaku bolong, 10 kali. Angka yg cukup besar bagi cowok sebesar aku dan kalah sama anak tetanggaku yg baru berumur 10 tahun belum pernah bolong puasanya emoticon-Hammer

Dinda menelponku minta antar mencari atm sekalian ke minimarket. Oh ya jarak minimarket dari desaku itu lumayan jauh jadi harus menaiki angkot atau motor. Akupun menyuruh Dinda menjemputku didepan masjid.

"Ayo.." ajak Dinda
"Kenapa ga pake motor aja sih?"
"Gamau ah dingin, udah ayo masuk "

Akupun membuang plastik bekas cilok dan masuk kedalam mobil. Oh iya Dinda sudah bisa bawa mobil dari kelas 1 smk jadi bisa dibilang sudah mahir. Memang beda ya hidup di desa sama kota, di desaku seumuranku bisa bawa motor aja sudah terlihat hebat. Wajar saja sih karena di desa belum semua orang memiliki motor apalagi mobil, sangat jauh berbeda dengan kehidupan di kota. Tiba2 hp dikantongku bergetar, ini dia yg aku tunggu2 kabarnya. Fera meneleponku dan mengajak bertemu malam ini, tumben2an nih lama tidak ada kabar tiba2 mengajak bertemu. Akupun mengiyakan bertemu di depan sekolahan kami dan meminta Dinda mengantarku kesana terlebih dahulu.

Sampainya di lokasi sekolah terlihat sangat sepi, hanya lampu remang2 yg setia menyinari salah satu bagian sekolah. Dinda menyetel lagu band indie yg sedang naik daun akhir2 ini. Sorot cahaya dari sebuah motor mendekat akupun langsung keluar dan melihat Fera datang dengan sweater putihya, terlihat wajahnya tidak seceria biasanya. Andai kamu tau ra, aku benar2 menyayangimu dan tidak mau jauh dengan sosok sepertimu. Sosok yg selalu membantuku ketika belum mengerjakan pr, ketika aku lupa membawa dasi ataupun saat kesusahan menjawab soal, kamu selalu ada untuku. Dan yg selalu aku ingat adalah donat lembut buatanmu yg selalu kamu bawa untuku dengan wadah berwarna merah muda itu, juga saat kamu rapat osis sampe sore aku setia menunggumu diluar jendela sambil menggodamu dari luar dan membuatmu tertawa geli. Itu semua benar2 kenangan yg indah untuku ra, aku sayang kamu.

Tidak ada kata yg terucap dari kami berdua, Fera langsung memeluku dengan sangat kencang. Bertahun-tahun kita kenal baru kali ini kamu memeluku se erat ini. Akupun membalas pelukanya. Lumayan lama kami dengan posisi seperti ini, angin berhembus sangat kencang suara jangkrik menjadi pemecah kesunyian malam ini. Aku masih bingung dan bertanya-tanya sebenarnya apa yg sudah terjadi denganya.


"Kamu janji ya bakal terus jadi Dika yg seperti aku kenal selama ini.." ucapnya lirih dengan posisi yg masih sama
"Iya aku janji ko" balasku sambil melepaskan pelukanya dan menatap wajahnya
"Loh ko kamu nangis ra?" Aku kaget melihat air mata sudah membasahi pipinya
"Aku gapapa ko emoticon-Smilie" jawabnya tersenyum

Tanganku mengusap air mata yg membasahi pipinya. Lagi2 Fera memeluku dengan sangat erat seakan-akan dia tidak ingin melepaskanku. Entah kenapa dadaku terasa sesak, bukan karena engap tidak bisa napas tapi karena sosok Fera yg malam ini sangat berbeda. Rasanya aku tidak tega menatap wajahnya itu dan sangat berat harus pergi jauh darinya.


"Dika jaga diri baik2 ya, aku besok subuh berangkat kerumah nenek di Jawa Barat jadi ini terkahir kita ketemu karena lusa kamu sudah berangkat kan?"
"Aku boleh minta satu hal lagi?" Lanjutnya sambil menatapku
"Boleh, Fera mau apa?"
"Tapi janji Dika jangan marah ya"
"Iya engga ko ra"
"Janji dulu.." ucapnya lagi
"Iya janji" balasku memberikan jari kelingking
"Kiss me if u want.."

Gerogi dan gemetar menjadi satu saat aku mendengar itu, ini adalah pertama kalinya aku di hadapkan dengan hal seperti ini. Aku menatap wajah manisnya,bibir merahnya terlihat sudah basah olehnya. Tanpa memikirkan Dinda yg ada di mobil akhirnya aku memberikan permintaan Fera itu. Hambar, basah, kaku dan hangat menjadi satu, tangan Fera semakin erat melingkar dileherku napasnya juga semakin tidak beraturan, sepertinya dia benar2 melampiaskanya malam ini. Seperti ini ternyata rasanya ya.

Malam ini aku merasa menjadi laki-laki yg paling beruntung juga tidak di sisi lain. Karena di satu sisi aku bisa mendapatkan balasan cinta dan melakukan first kiss dengan Fera, orang yg selama ini aku idam2kan tapi di sisi lain jga aku harus berpisah denganya (sebelum aku mendapatkan yg lebih darinya emoticon-Hammer ) sebelum aku bisa merangkai cerita yg lebih indah denganya.
Quote:Fera : makasih untuk semuanya emoticon-Smilie
Me : iya sama2 ra, kamu jaga diri baik2 ya
Fera : iyah pasti, Dika juga jangan lupa kasih kabar kalo udah disana, ini dipake ya (Fera memberikan sebuah gelang)
Dika : pastinya ra, makasih gelangnya ya, bakal aku jaga
Fera : iyah emoticon-Smilie yaudah aku pulang dulu, sampai jumpa dilain waktu

Dia bergegas meninggalkanku, sedangkan aku masih berdiri mematung tidak percaya dengan yg baru saja terjadi. Aku merasa yg tadi aku lakukan hanyalah sebuah mimpi.

"(Tiiiiin..)"

Suara klakson mengagetkanku, ah dasar memang ngeselin cewek yg satu ini. Akupun masuk ke mobil dan terdiam tanpa kata.

"Paaakk..." sebuah tamparan keras menggunakan majalah mendarat tepat di pahaku

"Songong ya, kakanya disini main nyosor aja kecewenya.." ucap Dinda tertawa aku pikir dia bakal marah ternyata tidak.
"Maaf ka.."
"Cie sekarang kaka manggilnya.."
"Terpaksa demi ibu"
"Oh gtu terpaksa, gua bilangin ibu nih lu udah nakal sama anak orang.." ancamnya sambil memutarkan stir mobil
"Jangan ka! Bisa2 aku mati kalo ibu tau hal ini, tolong ka hanya kita bertiga yg tau ini"
"Udah lu apain aja cewek lu?"
"Engga pernah di apa2in"
"Serius?"
"Iya serius tadi aja untuk pertama kalinya ngelakuin hal kaya gtu, meskipun kita udah deket lama dan satu sekolah.."
"What?? Lu satu sekolah dan udah lama sama2 tapi gapernah ngelakuin apa2? Sekalipun di wc sekolah atau perpus?"
"Iya endak pernah!"
"Suci juga lu ya.."
"Iyah aku suci"
"(Dinda hanya menatap aneh ke arahku)"
"Aku mohon ya ka jangan bilang2 ke ibu atau siapapun tentang hal ini, cukup kita aja bertiga yg tau. "
"Ada saratnya kalo mau aman.." jawab Dinda
"Apa ka? Apa aja bakal aku lakuin asal jangan bilang2 ke ibu tentang hal ini"
"Serius mau ngelakuin apa aja?"
"Iya ka"
"Oke nanti gua kasih tau.." jawabnya menatap aneh ke arahku sambil menggigit bibir bawahnya.

Benar-benar cewek yg aneh, gerutuku dalam hati. Sebelumnya jga bilang gamau pake motor karena dingin, tapi ini malah keluar hanya memake piyama se atas lutut emoticon-Nohope

Quote:Dari sinilah perubahan hidupku dimulai, perubahan ke arah yg lebih menarik tetapi tidak baik!
Diubah oleh d11kaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nitaita1406 dan 21 lainnya memberi reputasi
22
07-01-2019 15:38
Quote:Original Posted By ahbayumarta
Yah kentang nih

Dindaaa
Aku padamu hahah
emoticon-Betty emoticon-Betty

Next part gan Udah di update. Nanti disalamin gan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By alexitem
ikut mantau hu

Monggo gan
Quote:Original Posted By sakabato88
waduuhh kentang lagi nih... semangat gan apdetnyaaa.... biar banyak yg baca. muehehehe emoticon-Big Grin

Siap gan, bakal di update terus kalo sempet pasti emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By dikrikurniawan
ijin matau ceritanya gan

Silahkan gan
Quote:Original Posted By kuuhaku01
Dindaaaaa.. Aku padamu emoticon-Big Kiss emoticon-Big Kiss

Izin nenda gan.. Lanjutin ceritanya bagus nih emoticon-Hansip

Siap gan, silahkan du cek part selanjutnya emoticon-Big Grin
1
07-01-2019 15:42
Quote:Original Posted By minion15
Mantap nih ada yg baru

emoticon-shakehand ditunggu kritik dan sarannya
Quote:Original Posted By dewinaraza
ikutan nimbrung ahh di cerita baru ..
mangga di lanjut lg sampe tamat ya mas dika ..😊😊

Monggo.. siap gan emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By sakarl
Kirain uda panjang masi baru toh..
Kapan" aja bacanya dah kalo inget..

Siap gan nanti dipanjangin ya biar kerasa emoticon-shakehand
Quote:Original Posted By kopiku768
Kayanya seru nii

emoticon-shakehand kritikan dan masukannya silahkan gan
Quote:Original Posted By rohmatcrew
aku suci kelen penuh dosyah

gembok sekalian

Eh ada Awww k rin emoticon-Ngakak (S) emoticon-shakehand
profile-picture
just9n memberi reputasi
2
07-01-2019 17:02
Nenda ah.... Mudah mudahan nggak jd kebon kentang emoticon-Cool
0
07-01-2019 19:47
Quote:Original Posted By Paijan777
Nenda ah.... Mudah mudahan nggak jd kebon kentang emoticon-Cool

Siap gan, diusahakan tidak dan selesai sesuai target emoticon-shakehand
1
08-01-2019 00:53
Samlekum...
profile-picture
mujaddy memberi reputasi
2
08-01-2019 01:22
jejak doloe
1
08-01-2019 01:37
Jejak dulu lah gan emoticon-coffee
1
08-01-2019 15:29
Dinda memang kakak yang baik rupanya 😁
1
08-01-2019 20:16
lanjutkan
1
09-01-2019 01:14
Nice story..
setia menanti part selanjutnya ..yg sepertinya baru dimulai kisah drama2 nya ..😊😊
Ehh iyaa aq bukan gan loh ..aq cewe mas ..😊😊
Diubah oleh dewinaraza
1
09-01-2019 01:30
ijin nenda gan emoticon-Traveller
2
09-01-2019 06:55
Wahh belum rilis nih part 6 nya
1
09-01-2019 13:47
Quote:Original Posted By Mr.Lembe
Samlekum...

Walaikusalam mamang
Quote:Original Posted By kss.tonnie
jejak doloe

Monggo gan semoga betah ya emoticon-coffee
Quote:Original Posted By unregistered99
Jejak dulu lah gan emoticon-coffee

Silahkan gankuh emoticon-coffee
Quote:Original Posted By kopiku768
Dinda memang kakak yang baik rupanya 😁

Dia baikk pasti ada maunya gan emoticon-Hammer
Quote:Original Posted By airlangga1878
lanjutkan

Siap gan
Quote:Original Posted By dewinaraza
Nice story..
setia menanti part selanjutnya ..yg sepertinya baru dimulai kisah drama2 nya ..😊😊
Ehh iyaa aq bukan gan loh ..aq cewe mas ..😊😊

Thanks emoticon-Smilie eh sorry salah ya kirain agan. bakal di usahakan lancar terus, kendalanya sih di mengingat2 masa yg udah terjadi aja ka, kadang mengingat kejadian yg sudah mati2an kita lupakan sedikit bikin hati ngerasa aneh.
Quote:Original Posted By kidszonk
ijin nenda gan emoticon-Traveller

Monggo gan emoticon-coffee
Quote:Original Posted By minion15
Wahh belum rilis nih part 6 nya

Sebentar lagi ya gan, mumpung lagi sempet nih emoticon-Angkat Beer
0
09-01-2019 13:48
PART 6


Jakarta

Setelah berjam2 terjebak macet arus balik dan macet di dalam tol yg lumayan parah, akhirnya kami memasuki jalanan yg lumayan lengang dengan pohon berhias lampu di sepanjang jalanya.

"Welcome To Paris"

Sebuah tulisan selamat datang di depan perumahan yg dijaga ketat oleh 4 satpam dengan seragam lengkap. Ini kan Jakarta kenapa tulisanya Paris? Ucapku dalam hati bertanya-tanya, memang dasar ndeso aku ini. Jam di hpku menunjukan pukul 9 malam, sekitar 12 jam perjalanan ini kami tempuh akhirnya sampai juga disebuah rumah bercat putih di paling ujung jalan. Ternyata rumah disini berdempetan seperti ini ya, tidak seperti di desaku. Ternyata komplek ini adalah perumahan yg menggunakan nama2 kota di dunia, pantas saja tadi aku lihat ada Madrid, Monaco dan lainya.

"Selamat datang di rumah baru lu.." ucap Dinda disampingku sambil melepaskan headset dari kupingnya

Aku melangkahkan kakiku ke dalam. Rumah besar dengan design yg modern, tapi entah kenapa hatiku tidak merasa senang saat memasukinya, malah selalu teringat dengan orang2 di kampung, terutama bapak dan bude yg sudah mengurusku dengan baik 2 tahun kebelakang.

"Sini gua anter ke kamar lu.." Dinda menariku

Akupun mengikutinya, sedangkan ibu dan laki2 itu sibuk mengeluarkan tas dan oleh2 dari mobil. Sebuah kamar dengan ruangan yg cukup luas dan ranjang yg lumayan besar didalamnya tertata rapih. Dinda melepaskan jaketnya dan langsung merebahkan badanya ke kasur, wah jangan2 dia ingin menagih janjiku kemarin pas di mobil, tapikan ibu sama om ada dirumah, ucapku dalam hati.

"Hey.. matanya liatin apaan?" Dinda mengagetkanku
"Eh engga ka.."
"Lu mandi sana, lengket tuh badan.."
"Kaya ga sama2 bau aja badanya" balasku sambil duduk di sampingnya
"Yakali mau mandi bareng.. yaudah gua ke kamar gua dulu, kamar lu disini ya kalo mau mandi pake yg ada di samping aja gausah turun kebawah.."
"Iya ka.. makasih ya"

Dinda hanya membalasnya dengan senyuman. Memang bener gede miliknya sampai2 tadi pas dia merebahkan badannya, double balonya itu terguncang hebat seakan-akan ingin loncat dari wadahnya (emoticon-Hammer)

Aku merebahkan badan ke ranjang dan membuka hp untuk mengabari Fera kalo aku sudah sampai.

Apakah aku sudah siap hidup disini? Hidup di kota yg jauh lebih keras dan bebas pergaulanya seperti yg orang2 bilang, juga hidup dengan orang yg belum bisa aku terima dan masih aku benci, entah sampai kapan aku bakal membenci ayah tiriku, sejauh ini hatiku benar2 belum bisa menerimanya.

Dari luar suara ibu terdengar menyuruhku untuk makan malam, aku hanya menjawab masih kenyang. Aku stel lagu kesukaanku di hp, malam ini badan benar2 terasa cape karena perjalanan panjang, sampe2 aku terlelap tanpa mandi terlebih dahulu.

"(Tok tok tok..)"
"Dika, udah tidur?"

Sebuah ketukan pintu dan suara pelan memanggilku dari balik pintu. Karena badan yg sangat cape akupun mengacuhkan panggilan itu dan kembali memejamkan mata. Tapi ternyata ketukan itu semakin keras. Dengan terpaksa aku bangun dan membukakan pintu. Terlihat Dinda dengan wajah segarnya dan sudah berganti pakian. Dia hanya mengenakan baju tidur tipis yg membuat badanya terbentuk jelas dengan rambut terurai dan wangi parfumnya ituloh yg membuatku bermanfatasi kemana2 (ngeliat Dinda kaya gini jadi ingat kaset dvd yg dipinjamkan temanku kala itu emoticon-Hammer)


"Dih jorok banget kaga mandi udah tidur aja, nih gua bawain susu disuruh ibu, diminum abisin" Dinda langsung nyerocos
"Kenapa gabesok aja sih ka, ngantuk aku tuh.."balasku sambil mengucek mata
"Harus sekarang, awas gua mau masuk!!"

Dinda sukses masuk dan menggangguku, dia meletakan susu yg dibawanya di meja belajar dan terus2an memaksaku untuk mandi. Gila memang dia ini sudah larut malam gini padahal, di desa saja aku maksimal mandi jam 5 sore ini jam segini aku masih disuruh mandi juga.

"Jan mainin sabun awas ya.."
"Bodo amat!!" Jawabku kesal sambil keluar kamar

Lengkap banget ini kamar mandi kalo di desaku bak mandi, wc jongkok, sama gayung aja sudah lebih dari cukup, buang2 duid saja untuk memasang beginian. Aku tertawa sendiri.

"Djanc*k panas su..!!!"

Refleks aku teriak dengan kata2 kasar itu karena air yg mengalir dari shower sangat panas di kulit. Kenapa gabilang sih cewek ngeselin itu kalo ini ada air panasnya. Bolak balik aku memutar2 dan menekan tombol yg ada tapi air yg mengalir masih panas juga. Akupun menyerah dan mengambil handuk untuk menutupi badanku dan keluar untuk meminta tolong pada Dinda. Sampainya di kamar Dinda sedang tiduran di ranjangku dengan posisi yg se enaknya sampai2 terlihat jelas celana berwarna merahnya itu, tepat sekali, yg dia kenakan malem ini sama seperti waktu itu ia pake saat memintaku mengantarnya ke minimarket, hanya saja beda warna dan motif. Aku bisa menebak, dia pasti banyak koleksi baju tidur model seperti itu di lemarinya.

Cobaan apa lagi sih ini, aku ambil sebuah majalah yg ada di meja belajar untuk menutupi bagian bawahku yg mulai tegang karena pemandangan yg baru saja terlihat.

"Ka yg bener kenapa sih kalo tiduran, jangan gitulah, jadi nambah dosa kan aku.."
"Eh elu, ga ketuk pintu dulu sih lagian"
"Lah ini kan kamar aku, aku berhak dong main masuk aja"
"Iya deh iya gua yg salah sorry, udah mandinya?"
"Boro2 udah orang badanku hampir melepuh gara2 airnya panas banget"
"Hahaha.. rasain makanya nanya2 dulu, jangan sotoy.." Dinda tertawa puas atas kesialan yg aku dapat
"Jahat memang manusia satu ini, udah ayo tolong aku nanggung ini.."
"Iya iya sini gua kasih tau caranya, tapi itu majalah taro dulu dong emoticon-Big Grin" ledeknya
"Mooooooohhhh!!!"
"Napah dik taro, masa mau mandi bawa2 majalah emoticon-Big Grin" pinta Dinda lagi dengan muka menggoda
"Bilangin ibu nih.."
"Yeee anak ibu dasar mainya ngadu2 emoticon-Stick Out Tongue"

Akupun memilih berjalan dibelakangnya, setelah dikasih tau dan airnya sudah normal kembali akupun melanjutkan membersihkan badan.

Dari kejadian malam itu, saat Dinda melihatku kissing dengan Fera dia semakin berani menggoda ku seperti ini. Badan sudah bersih dan baju juga sudah ganti Dinda masih asik dikamarku dengan laptopnya, gimana caranya sih ngusir cewek ngeselin ini, betah banget disini gatau orang cape mau tidur apa. Sambil berpikir aku habiskan susu di gelas yg dibuatkan ibu.


"Dika sini deh, coba lu nilai suara gua.." panggil Dinda dan memberikan headset kepadaku
"Jelek ah suaranya.."
"Ih jahat, dengerin dulu!" Ucapnya menepak pahaku (makin berani dia emoticon-Nohope)


Sekarang kami sama2 tengkurep di ranjang dengan mata menghadap ke laptop mendengarkan rekaman suaranya. Ada bakat juga ternyata cewek ngeselin ini di musik. Ini pertama kalinya kami sedekat ini di dalam satu ruangan tanpa ada orang lain. Dibawah jga suara tv sudah mati, kayaknya ibu sama si om sudah tidur.

Sesekali aku mencuri pandangan ke arah Dinda. Kulit putih dengan rambut pirang ditambah double balonya yg ukuranya di atas rata2 aku yakin ibu kandungnya lebih menarik darinya.

"Lu serius baru kemarin cipo*an?" Tiba2 Dinda bertanya ke arah sana
"3 rius malahan.."
"Cemen amat jadi cowok" ucapnya meledek
"Bukan cemen, tapi lebih menjaga kesucianku ini.."
"Yakin? Apa karena lu cupu dan ga normal??" Suaranya kali ini membuatku kesal
"Eh sembarangan kalo ngomong ya, aku normal ya!!"
"Kalo emang normal gua tantang berani?"
"Apa?"
"Lakuin lagi baru gua percaya.." ucapnya tertawa
"Hah? Sama bantal gitu?"
"Terserah lu mau sama apa atau siapa, kalo lu normal itu ge"

(Biarlah kumencoba untuk tinggalkan semua.. )

Sebuah lagu dari band indie mengiringi malam yg menegangkan bagiku ini. Gatau kenapa aku tertantang oleh Dinda dan menerima tantanganya itu begitu saja tanpa memikirkan hal2 lain. Siapa dia siapa aku dan apa posisiku sekarang. Naluri cowok benar2 tidak bisa dibendung antara harga diri dan hargi diri di pertaruhan kali ini. Yaps dua harga diri dipertaruhkan, harga diri dibilang tidak normal dan harga diri hilang ditangan kaka tiriku sendiri, entah kenapa aku lebih memilih yg kedua. Dinda cantik dan banyak lebihnya, lu ga bakal rugi. Bisik setan di kuping kiriku meyakinkanku.

Dinda merem sedangkan aku bingung harus ngapain.

"Lamaa ih.."

"Cuup.."

Rasanya berbeda dengan yg aku lakukan bersama Fera kemarin, entah ini rasa lipstik atau apa tapi Dinda sepertinya udah biasa dengan hal seperti ini.

"Jangan gitu Dika, gasrak lu mah.." Dinda tertawa kecil dan mencubit pinggangku
"Santai aja napah jan tegang kek mau disuntik gtu" lanjutnya sambil membenarkan posisi tidurnya
"Taro dulu nih di sana laptopnya biar leluasa.."

Rasa lipstik dan susu bercampur jadi satu. Rasanya lebih menarik dari kemarin dan caranya Dinda lebih bervariasi, dia bener2 jago dan tanganya tidak mau diam memainkan rambutku, dasar kaka macam apa ini adenya di ajarin hal kaya gini di hari pertamanya tinggal denganya emoticon-Hammer

"Gua mau tidur disini aja ya, mager mau pindah ke kamar" ucap Dinda merapihkan rambutnya
"Gapapa sih, cuma takut aja nanti ibu naik dan kesini.."
"Ibu sama bokap jarang naik kalo ga gua minta atau ada hal penting lainya.."
"Yaudah ajarin aku lagi ka kalo gtu.. emoticon-Genit" spontan aku mengeluarkan kata bodoh itu
"Dih jadi doyan masa haha.. udah ah gua udah ngantuk, ayo tidur nih guling biarin ditengah aja ya, nanti lu ke enakan lagi kalo ga dihalangin"
"Ngeselin emang bikin naik doang tapi ga tanggung jawab emoticon-Nohope"
"Bodo amat haha rasakan!!" Ucap Dinda sepertinya dia dendam kepadaku.
"Kak napah.. nanggung"
"Sono sama sabun aja emoticon-Big Grin"
"Lu jahat!! Bikin fly but not till end.."
"Sok inggris lu jaw* emoticon-Big Grin seneng gua bikin cowok kaya lu nanggung gini, awalnya mah sok jual mahal eh taunya malah doyan jga minta nambah lagi" ucapnya menjulurkan lidah sambil menutupi pahanya yg terbuka
"Bodo ahh, ngeselin emang!!"
"Sekali lagi deh iya, tapi yg alus lunya, abis itu tidur.."
"Kaka terbaik emang kamu emoticon-Genit"


Kali ini lebih baik, dia hanya diam memberikanku kesempatan merasakan lembut bibirnya, meskipun sempat kaku dan saling diam emoticon-Hammer. Aku benar-benar suka dengan bau parfum dari lehernya dan rasa unik dari bib*rnya ini. Yah ini nyata bukan mimpi atau imajinasi sambil menonton film, setan benar-benar sudah menguasaiku.

"Berdarah dik.." ucap Dinda menunjukan jarinya yg habis memegang bagian bawahnya
Diubah oleh d11kaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nitaita1406 dan 17 lainnya memberi reputasi
12
09-01-2019 14:43
aaiihh kentaaaang kentaang bikin sebel ..
nah loh beradarah diapain tuh mas dika kk dinda ..ckckck *mikirkeras* ..
0
09-01-2019 14:56
Quote:Original Posted By dewinaraza
aaiihh kentaaaang kentaang bikin sebel ..
nah loh beradarah diapain tuh mas dika kk dinda ..ckckck *mikirkeras* ..

Next part secepatnya menyusul hhe
Diubah oleh d11kaa
1
09-01-2019 15:07
mantul Gan...monggo dilanjut..
1
09-01-2019 15:27
Quote:Original Posted By idner69
mantul Gan...monggo dilanjut..


Siap gan, silahkan kritik dan saranya emoticon-coffee
1
09-01-2019 15:44
Ok siapp ...Jangan lpa mulustrasi'a Gan
1
Halaman 2 dari 107
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
matahari-tak-seindah-senja
Stories from the Heart
kunikahi-sahabatku
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.