alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c2ee31388b3cb3d81585e04/kaleidoskop-2018-ribut-ribut-pinjaman-online
Lapor Hansip
04-01-2019 11:37
Kaleidoskop 2018: Ribut-ribut Pinjaman “Online”
Past Hot Thread
Kaleidoskop 2018: Ribut-ribut Pinjaman “Online”

Tahun 2018 menjadi tahun yang sibuk bagi industri jasa keuangan. Berkembang pesatnya layanan teknologi keuangan alias financial technology ( fintech) tak hanya menguntungkan, tapi juga menimbulkan gejolak di masyarakat.


Ribuan orang mengaku menjadi korban aplikasi pinjaman online, mulai dari penyalagunaan data dari ponsel hingga penagihan dana dengan cara intimidasi. Hingga akhir 2018 ini, persoalan pinjaman online atau kredit online itu tak kunjung mereda. Sebagian persoalan justru masih mengambang tanpa tahu kapan bisa diselesaikan.

Kompas.com merangkum peristiwa ribut-ribut pinjaman online dalam Kaleidoskop 2018.

1. Aduan
Sejak awal 2018, percikan persoalan fintech sudah muncul. Namun eskalasinya kian besar saat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) membuka posko pengaduan pada Mei 2018. Hingga 25 November 2018, LBH Jakarta mencatat ada 1.330 orang yang mengadu sebagai korban pinjaman online dari 25 provinsi di Indonesia. Dalam konferensi pers, Minggu (9/12/2018), Pengacara LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait mengungkapan, ada 14 pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang dialami oleh korban aplikasi pinjaman online.

Pelanggaran itu antara lain bunga yang sangat tinggi dan tanpa batasan, ancaman, fitnah, penipuan dan pelecehan seksual, penyebaran data pribadi hingga penyebaran foto dan informasi pinjaman ke kontak yang ada pada gawai peminjam.

“Sebagian besar masalah tersebut muncul karena minimnya perlindungan data pribadi bagi pengguna aplikasi pinjaman online,” ujar Jeanny. Jeanny mengatakan, dari 89 aplikasi tersebut, 25 di antaranya aplikasi yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebanyak 25 aplikasi yang terdaftar di OJK dan diduga melanggar adalah DR, RP, PY, TK, KP, DC, DI, RC, PG, UM, EC, CW, KV, DB, CC, UT, PD, PG, DK, FM, ID, MC, RO, PD, dan KC.

2. Respons OJK
Mendengar banyaknya aduan ke LBH Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui ada persoalan di fintech. Namun masalah itu lebih banyak dilakukan oleh fintech ilegal. Juru Bicara OJK Sekar Putih dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (12/12/2018) mengatakan, terdapat 404 fintech ilegal dalam kurun waktu Januari-Oktober 2018. Sementara itu hanya ada 78 fintech yang legal di Indonesia dan dalam pengawasan OJK.


Sekar mempersilahkan masyarakat yang merasa menjadi korban fintech untuk melaporkan ke OJK. Bila dinilai ada unsur pidana, korban diminta tak ragu untuk langsung melapor ke pihak ke kepolisian. Di sisi lain, upaya untuk memutus akses keuangan hingga memblokir website atau aplikasi sudah dilakukan namun fintech ilegal tetap “bergentayangan”.

“Ingat bahwa risikonya jauh lebih tinggi untuk berinteraksi dan lebih baik dihindari interaksi dengan fintech ilegal,” ucap Sekar. Di hari yang sama, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan, pihaknya meminta perbankan memblokir seluruh rekening yang terkait teknologi keuangan atau fintech ilegal.
Satgas Waspada Investasi mengirim surat ke semua bank untuk memblokir rekening terkait fintech ilegal. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyedia pinjaman online tak berizin tersebut. Selain itu, Satgas Waspada Investasi juga meminta agar perbankan memutus mata rantai fintech ilegal sejak awal pendaftaran rekening baru.

Caranya yakni dengan memeriksa lebih ketat permintaan pembukaan rekening baru. Bank pun harus meminta calon nasabah untuk menunjukkan surat izin terdaftar sebagai fintech dari OJK.

3. Pertemuan
Dua hari berselang, OJK menggelar pertemuan tertutup dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta di Gedung Wisma Mulia 2 Lantai 16 Jl. Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018). Usai pertemuan, LBH Jakarta mempertanyakan keseriusan OJK menyelesaikan persoalan korban pinjaman online. Bahkan LBH Jakarta juga menyebut OJK hanya berkutat pada pengaduan-pengaduan yang tidak ada tindak lanjut.


“Tapi perlu diketahui yang menjawab pengaduan teman-teman korban adalah mesin penjawab. Bahkan kami juga punya bukti bahwa pengaduan yang diajukan korban ditolak oleh OJK,” kata Pengacara LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait. Di tempat yang sama, Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hendrikus Passagi justru menagih data korban pinjaman online kapada LBH Jakarta.

Sebab, dalam pertemuan di Gedung Wisma Mulia duadua h ini, LBH Jakarta belum juga memberikan data masyarakat yang mengaku jadi korban pinjaman online.
“Tolong dibuktikan dong yang nyata bawakan ke kami alat bukti yang sah jangan kemudian membentuk opini ini masyarakat, jadi enggak sehat nanti,” kata dia.

Hendrikus mengatakan, OJK memang sudah menerima laporan masyarakat yang mengaku sebagai korban pinjaman online oleh fintech legal. Namun kata dia, tak ada bukti yang lengkap agar OJK segera bertindak. LBH Jakarta mengatakan, alasan pihaknya belum memberikan bukti lantaran perlu meminta izin kepada korban.

LBH kata dia tak bisa seenaknya merilis data pelapor. Sementara itu Wakil Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPBI) Sunu Widyatmoko menyayangkan sikap LBH Jakarta yang belum juga memberikan bukti laporan banyaknya masyarakat korban pinjaman online. “Ini memberikan panggung ke pihak-pihak tertentu untuk menjelek-jelekan industri fintech yang secara de facto pertumbuhan industrinya baik, manfaat buat masyarakat baik,” ujarnya kepada wartawan.


Hingga 20 Desember 2018, OJK mengatakan belum mendapatkan data dari LBH Jakarta terkait korban pinjaman online tersebut. Persoalan ini pun tak bisa diselesaikan hingga saat ini.

Sumber : Kompas.com
3
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 5
05-01-2019 16:33
kalo yg mau lebih tau mslh pinjol gabung aja ke grup nya di fb disono tuh macem2 pda share, ada yg bunga smpe 36% ada yg di teror nomor kontaknya dihubungi semua bnyk yg lain jg
0
05-01-2019 16:34
riba cuy
-1
05-01-2019 16:35
temen yg minjem duit ga balik tapi minta minjem lagi ane suruh minjem di fintech, biar dia tau betapa baiknya ane
4
05-01-2019 16:38
Pinjem koq uang. Pinjem istri org lah. emoticon-Metal
1
05-01-2019 16:38
paling yg mengadu LBH punya banyak pinjol sistem gali lubang tutup lubang.punya 1 pinjol masih aman
1
05-01-2019 16:43
Quote:Original Posted By donnysamsul
yg ngadu ke LBH, jangan lupa bayar hutang ke temen lu juga😂😂😂

Karma, temen yg belum balikin duit ane, dibikin grup WA semua kontaknya, dibuka lah aib nyaemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


emoticon-Wkwkwk temen gw ada juga nih yg jadi korban grub umbar aib.

Emang kadang mesti digituin sih kalo udh keterlaluan
0
05-01-2019 16:44
riba rentenir
0
05-01-2019 16:56
Rentenir online
0
05-01-2019 17:04
Quote:Original Posted By unuk.unuk.mulih
minjem itu mesti bayar gak sih


Nunggu dia nya lupa aja bre emoticon-Hammer (S) emoticon-Ngakak (S)
0
05-01-2019 17:16
Masyarakat kita gini sih ya, kepepet pinjem sana pinjem sini ga baca ga di mengerti. Giliran di tagih cari pinjol lagi buat nutup, gitu aja sampe mati..
Ane make pinjol 1 doang kalo kepepet dan harus balik sblm tanggalnya sih..
0
05-01-2019 17:25
Ane pernah dapet sms dpi fintech yg minta ame buat ngingetin nasabah mereka buat lunasin pinjeman nya, padaal ane gk kenal nama nya

Btw ini term yg ane capture dri salah satu fintechKaleidoskop 2018: Ribut-ribut Pinjaman “Online”

Yg ane lingkarin ngeri tuh,
Pas ane isi2 data, trus coba ngajuin pinjeman 1jt balikin 14 hari, nanti di trf fintech nya cuma 800ribuan, tpi balikin nya sejuta

Parah bgt kan, wkwkwk
0
05-01-2019 17:37
untung kantor ane ada fasilitas koperasi emoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
05-01-2019 17:37
Balasan post cahmlg123456
Tergantung kreditnya dimana. Jaman sekarang sih kebanyakan 0% apalagi di marketplace. Kalo tiap bulan bayar full tagihan, gak akan kena denda/bunga kecuali bayar minimum. Nah yang bayar minimum ini ane kurang tau berapa, tiap bulan ane rajin lunasin tagihan soalnya, gak pernah telat jadi gak ada tambahan tetek bengeknya. Tagihan akhir tahun aja buat fee adm 150k, kecuali di gratisin feenya seumur hidup sama banknya.
0
05-01-2019 17:49
Pej dua.
Apa2 kok sukanya berhutang.
Revolusi mental !!!
0
05-01-2019 17:51
kalo gini ketauan kan masyarakat indonesia suka ngutang tapi juga suka telat bayar
0
05-01-2019 17:51
Pernah nyobain pinjem, itu jug dalam 1 bulan jt. Nya. Langsung di balikin, gak ada sistem bunga pake kredivo yang lagi naik daun pada masanua.
meskipun ane juga mampu punya uang segitu.
Biar di sebut kekinian aja gtu emoticon-Wakaka
0
05-01-2019 18:06
Riba sekarang gampang.
-1
05-01-2019 18:18
Quote:Original Posted By unuk.unuk.mulih
minjem itu mesti bayar gak sih


Kalo inget aja emoticon-Jempol
0
05-01-2019 18:23
user-nya yg goblok, ane pernah pake gk ada masalah.
0
05-01-2019 18:30
persoalan ekonomi jadi berkembangnya berbagai macam jenis pinjaman
emoticon-Mewek
0
Halaman 2 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.