alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c094afdd9d7704f538b4567/pengamat-intelijen-peserta-reuni-212-mayoritas-massa-pks-dan-eks-hti
Lapor Hansip
06-12-2018 23:14
Pengamat Intelijen: Peserta Reuni 212 Mayoritas Massa PKS dan Eks HTI
Past Hot Thread
Jakarta, IDN Times - Peneliti kajian intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib mengatakan sejumlah panitia reuni 212 adalah bagian dari tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.

"Faktanya memang begitu. Panitia reuni 212 itu terlibat dalam pemenangan Pak Prabowo," kata Ridlwan seperti dikutip dari Antara, Sabtu (1/12).

1. Beberapa nama panitia reuni 212

Ridlwan menyebutkan beberapa nama yang menjadi panitia, yakni Neno Warisman (koordinator bidang acara), Hasan Haikal (anggota Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga), Al Khothoth (anggota tim pemenangan Prabowo-Sandiaga).

2. Mayoritas peserta adalah massa PKS

Menurutnya sebagian besar peserta acara Reuni 212 yang akan digelar di Monas pada Minggu (2/12) adalah massa PKS dan eks HTI.

"Presiden PKS Sohibul Iman sudah mengirimkan surat perintah ke seluruh DPW PKS agar datang," kata Ridlwan. "Eks Pimpinan HTI juga sudah mengeluarkan seruan terbuka di berbagai akun media sosial.

3. Berharap Reuni 212 berjalan aman

Ridlwan memprediksi acara ini akan dihadiri 300 ribu orang. Ia berharap acara tersebut belangsung secara damai. "Jangan sampai ada kerusuhan. Supaya tidak ada lagi yang bisa menyalahkan pemerintahan Pak Jokowi," katanya.

212

PKS dan eks HTI

emoticon-Big Grin
Diubah oleh BMAGLY
5
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Lapor Hansip
08-12-2018 02:30
Balasan post kingoftki
Ngruki di Solo, tapi walikota solo non muslim Gan.
Nggak ngaruh juga kan.

Kenapa yg garis keras itu keliatan banyak. Karena dia minoritas (minoritas di kalangan Islam sendiri lho yah) tapi teriaknya paling kenceng. Sedangkan silent majority itu jumlah luar biasa banyak. Biasalah kalo jumlah sedikit, untuk menunjukkan eksistensinya yah mau tidak mau harus tereak lebih keras.

Okelah ada sejumlah ponpes2 radikal tersebar di Jawa, tapi apakah bisa menarik pengikut dalam jumlah besar?. Belum tentu, masih lebih banyak ortu yg kirim anaknya ke ponpes2 milik NU ato sekolah 2 Muhammadiyah. Buktinya apa para radikalis sejati yg terlahir akhirnya cuman bisa jadi teroris ngebom secara sporadis. Bahkan perkembangan sekarang, rakyat semakin anti pati fengan teroris.

Tenang saja Indonesia nggak akan hancur kok. Jumlah rakyat yg waras masih jauh lebih besar dari yg nggak waras.

Liat ajah yg reuni Wirosableng University kemaren ngakunya 11 juta, oke nggak papa tapi yg muslim di rumah aja nggak mo ikutan jumlahnya lebih besar kan. Bukti laennya yg nonton filmnya Ahok jauuuuh lebih banyak dari yg nonton filmnya Hanum. Kalo seandainya umat muslim Indonesia mayoritas garis keras, pastilah yg diserbu filmnya Hanum dan film Ahok yg dipersepsikan penista agama oleh kelompok garis keras nggak akan laku. Dan Ane nggak yakin yg nonton pilm tentsng Ahok non muslim semua, pastilah ada penonton muslim dan kemungkinan jumlahnya justru mayoritas.

Intinya gini Gan, apa yg terjadi di pilkada Jakarta ato pun reuni Wirosableng university kemaren tidak mencerminkan kondisi riil pulau Jawa, apalagi Indonesia. Itulah sebabnya banyak media 2 besar yg kredibel di republik ini tidak mengangkat peristiwa itu dalam headline nya.
0
07-12-2018 22:12
hehe..
bukan 212 yg akan memenangkan prabowo sandi.
bukan..
bukan..

tp kalangan menengah kebawah yg memang dominan di indonesia.
nah sekarang kan tinggal liat kebijakan selama beberapa tahun ini dampaknya ke kalangan tersebut lebih banyak menguntungkannya atau malah mencekek.
0
Lapor Hansip
07-12-2018 22:09
Balasan post larapeequer
kagak ada masalah kok gue bilang mayoritas. tuh pesantren ngruki ada kagak jauh dari solo, trus makam pahlawan teroris juga kagak jauh dari solo di kalioso (cuma seberangan dengan rel kereta).. di cirebon juga bukan cuma satu. salafi radikal justru pusatnya di sekitar semarang, solo dan jogja. termasuk darussadah di boyolali ataupun yang ada di bantul. di salatiga juga ada. ini sya belom cerita yang di jawa timur ya. kepanjangan

tapi kalau kau tetap menolak dan anggap ini omong kosong ya silahkan saja, toh kalau jawa (apalagi indonesia) hancur karena radikalisme ya saya kagak rugi. malah senang lihatnya dari sini. modal nonton doang kok.
0
Lapor Hansip
07-12-2018 21:55
Balasan post kingoftki
Masalahnya anda bilang mayoritas Jawa. Pulau Jawa itu gede Bro. Di Jakarta dan Jabar gorengan garis keras laku. Di Jawa bagian lain nggak laku.

Buktinya UAS banyak ditolak dibeberapa kota di Jawa kan?. Di daerah lain gaya ceramah UAS diterima, tapi di wilayah Jawa terutama Jawa Mataraman, gaya UAS sudah tidak bisa diterima karena dianggap terlalu keras, terlalu berlebih-lebihan dan membuat tidak nyaman.

Yang UAS ajah ditolak apalagi yg bener2 radikal. Mo wajah Arab ato Persia, kalo omongannya tidak down to earth, kagak bisa masuk di Jawa Mataraman Gan. Ini fakta
0
Lapor Hansip
07-12-2018 20:14
Balasan post larapeequer
belum mayoritas itu kan klaim. nyatanya yang bikin penuh jalanan jakarta selama ini, yang bikin mesjid dijakarta ramai penolakan hal yang berbeda dan yang bikin berbagai mesjid dimanapun penuh khotbah intolerans cukup banyak yang dengar dan cukup banyak yang ikut komando arab-arab imigran.

saya bilang mayoritas karena memang hampir semua yang hadir sepakat dengan imam-imam imigran arab. kemana yang lo sebut mayoritas bukan seperti itu.? tiarap di kolong meja, atau ngumpet dibawah jembatan.

sakit hati memang kalau ada yang bilang mayoritas islam di jawa sekarang pro radikal tapi kita harus bersiap bila nyatanya begitu. sejauh mata memandang.

tar ada yang bilang gue goblok lagi....... tambahan bukti buat banyak orang yang baca bahwa islam di kita pro kekerasan dan cenderung intolerans terhadap beda pendapat.

0
07-12-2018 20:11
sudah kuduga
hanya pks yg mampu mengumpulkan massa sebannyak 11 juta orang


partai lain mana sanggup.


0
07-12-2018 18:58
ane sebenernya agak bingung, mengapa umat islam yang hadir diacara reuni 212 disebut antek2 HTIemoticon-Mewek
Andaikata Pa Jokowi diundang kesana, apa beliau bisa jadi disebut bagian dari HTI?emoticon-Salam Kenal
0
Lapor Hansip
07-12-2018 17:07
Balasan post kingoftki
Jawa Barat itu di tambah Banten ma Jakarta, belum mayoritas Gan. Jumlah penduduk Jateng + DIY + Jatim masih lebih buanyak
0
Lapor Hansip
07-12-2018 15:54
Balasan post larapeequer
apa gue bilang "semua"? coba baca lagi.
0
07-12-2018 15:00
yang penting ada nasi bungkus, siapapun boleh ikut meramaikan!!!
0
07-12-2018 14:43
Dan pasti yang nyinyir anak eks pki, orang-orang jaenudin nachiro, sama partai koalisi pertahana,sama ormas pemerintah emoticon-Wakaka
0
Lapor Hansip
07-12-2018 14:24
Balasan post bimil
Quote:Original Posted By bimil


Telektabilitas BoSan masih nyungsep.

Efek karena gak bisa kasih program jelas, pendukung model zombie waham katrok ndeso puritan homorelicinsus, kasus oplas ngaku digebukin.

Coba 4 tahun kmn Wowo tunjukkan kerja nyata dia via mesin politik Gerindra bareng ma parte oposisi lainnya di masyarakat. Bisa jadi suaranya gak separah sekarang.

Nastak pun mikir kalau bikin tandingan. Ngapain buang duit tenaga pikiran bikin tandingan kalau duduk manis tidur nyenyak saja masih menang suaranya.

emoticon-Ngakak

nah, makanya om, kalo doi mikir mah udah banyak kali kesempatan buat kasi solusi.
tp mgkn karena kapasitasnya cuma bisa buat puisi dan lagu nyinyir, ya segala cara dihalalkan
emoticon-Embarrassment
0
07-12-2018 13:47
Gak usah pake intelijen juga orang2 uda pada tau emoticon-Big Grin
0
07-12-2018 13:02
ayah (mantan) Ketua Majelis Syuro PKS yang merupakan lembaga
tertinggi di PKS yang bernama Hilmi Aminuddin
adalah anak Danu Muhammad Hasan yang merupakan
Panglima Perang DI/TII


Bahkan PKS sudah MENGAKUI berita tersebut seperti
yang terlihat dalam postingan berikut ini :

http://www.tribunnews.com/nasional/2...a-perang-ditii

Dalam link tulisan di atas,
penulis juga membahas jika PKS mempunyai hubungan dengan
Ikhwanul Muslimin
yang merupakan kelompok teroris
yang sudah dilarang
di Arab Saudi, Mesir,
Bahrain dan Uni Emirat Arab

Jadi apa bedanya antara PKI dan DI/TII yang
juga membuat rakyat Indonesia dan umat Islam
sebagai korban dari “kekejaman” mereka ???

Jika PKI dianggap sebagai ajaran komunis sehingga
tidak heran mereka menyerang umat Islam,
lalu kenapa pemberontak DI/TII yang katanya ingin
mendirikan negara Islam Indonesia juga menyerang
umat Islam dengan membakar sekolah agama (madrasah)
dan mesjid yang tidak sepaham dengan mereka
?

FPI dan sub ormas sejenisnya bisa jadi juga, barbar.

CMIIW emoticon-Big Grin
0
07-12-2018 12:58
Ya iyalah niru strateginya PKI, dulu PKI berusaha menguasai kantong2 diluar Ibukota negara, dan selalu gagal dan diberangus, terus pelan2 nguasain militer di Jakarta, soalnya dulu pemerintahan dikuasai oleh militer (militer sentris) dan Jakarta sebagai pusat negara, cm bedanya sekarang yg dkuasai pemerintah daerah dan capres.
0
07-12-2018 10:35
Ngahaha taunya dari empang sempit sih... emoticon-Peluk

Pengamat Intelijen: Peserta Reuni 212 Mayoritas Massa PKS dan Eks HTI

Pengamat Intelijen: Peserta Reuni 212 Mayoritas Massa PKS dan Eks HTI

-media gerombolan siberat + kroni rezim-
0
07-12-2018 10:12
Induk semangnya HTI ya PKS
0
07-12-2018 10:01
wowo udh boleh sujud nih..pendukunganya berjuta2x dari kalangan ulamak kitak2x..
0
07-12-2018 09:49
efek kumpul2 11 juta nasbung emoticon-Big Grin
0
07-12-2018 09:49
Sudah kudugaemoticon-Traveller
0
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.