alexa-tracking
Kembali ke Versi Lama
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5be488dfddd7708e018b457e/psikolog-ungkap-tipe-orang-yang-gampang-percaya-hoaks
09-11-2018 02:05
Psikolog Ungkap Tipe Orang yang Gampang Percaya Hoaks
Belum lama ini muncul berita bohong alias hoaks mengenai kasus penculikan anak yang beredar di media sosial dan membuat resah banyak orang. Beruntung, enam pelaku penyebar hoaks itu sudah ditangkap pada akhir Oktober dan awal November 2018 lalu.

Meski kabar penculikan anak itu sudah dikonfirmasi hoaks dan pelaku penyebarnya sudah ditangkap, tapi masih ada beberapa orang mempercayai hoaks tersebut.

Mereka yang percaya informasi bohong ini dinilai tidak memiliki pemikiran terbuka dan tidak menggunakan kemampuan berpikir analitik, menurut hasil riset psikologi terbaru.

Riset baru dari sekelompok psikolog di berbagai universitas di AS dan Kanada ini mempelajari orang macam apa yang lebih mudah percaya hoaks. Hasil riset ini telah dipublikasikan di Journal of Applied Research in Memory and Cognition.

Dalam riset ini, ilmuwan mendefinisikan hoaks sebagai berita yang dikarang dan disajikan seolah-olah berasal dari sumber yang sah di media sosial. Tujuannya untuk menipu publik demi keuntungan ideologis atau finansial.

Dalam riset ini para peneliti merekrut lebih dari 900 orang dewasa yang tinggal di AS dan berusia 18 tahun ke atas. Mereka diberi tugas serta memberi peringkat keakuratan berita, dengan beberapa kabar tersebut ada informasi yang bersifat 'hoaks' dan ‘sah’.

Untuk mengukur tingkat delusi pada para peserta, para peneliti mengajukan sejumlah pertanyaan kepada responden, salah satunya seperti: "Apakah Anda pernah merasa seolah-olah ada konspirasi melawan Anda?"

Hasil riset menunjukkan, orang-orang yang tidak memiliki pemikirian terbuka dan tidak menggunakan kemampuan berpikir analitik lebih mungkin mempercayai hoaks.

Riset ini juga menjelaskan mengapa orang-orang yang dogmatis, fundamentalis agama, dan orang yang berdelusi (mereka yang percaya pada teori konspirasi dan fenomena gaib) lebih rentan percaya pada berita hoaks. Ya, tipe orang dengan ciri-ciri seperti inilah, yang menurut hasil riset, sangat rentan untuk percaya hoaks.

Meski begitu, penelitian ini belum dapat menjelaskan hubungan kasualitas (sebab-akibat) antara proses dalam berpikir dan mempercayai berita hoaks.

“Salah satu tantangan dalam mengonsumsi berita dari media sosial adalah ada terlalu banyak informasi. Terlalu banyak informasi yang beredar sehingga sulit untuk memikirkannya secara aktif, terbuka, dan analitik,” kata Michael Bronstein dari Fakultas Psikologi Yale University, penulis riset ini, seperti dikutip dari Newsweek.

Oleh karena itu, untuk mencegah berita palsu, Bronstein menyarankan pembaca untuk terlebih dahulu menganalisis berita yang dibagikan di media sosial, contohnya dengan cara mencari bukti yang mendukung atau berlawanan dengan berita tersebut.

https://m.kumparan.com/@kumparansain...08539644840373

Pantesan pada demen aja diboongin emoticon-Stick Out Tongue
4
Kutip
Balas
Urutan
Terlama
Halaman 1 dari 6
09-11-2018 03:39
jadi menurut artikel TS
orang yang beragama lebih gampang percaya hoax ya?

hmmm
memang terbaik tanpa beragama

emoticon-Smilie
7
Kutip
Balas
09-11-2018 03:47
Susah utk sekedar cuek kalo punya anak. Udah hukum alam nya lah.


Tp kalo org yg makin beragama sih Iya makin gampang kena hoax. Soalnya agama bermain di sekitar kesadaran yg tidak mengandalkan logika


Makanya makin beragama makin mundur itu suatu bangsa
Diubah oleh bajier
2
Kutip
Balas
09-11-2018 03:52
Jangan percaya berita yang sumbernya cuma katanya atau sumbernya geje.

Jangan langsung percaya omongan orang. Orang yang keliatan alim pun bisa ngibul. Liat tuh koruptor2 yang keliatan alim (patrialis akbar, zumi zola, dll.)
Diubah oleh app.developer
2
Kutip
Balas
09-11-2018 03:59
Quote:Riset ini juga menjelaskan mengapa orang-orang yang dogmatis, fundamentalis agama, dan orang yang berdelusi (mereka yang percaya pada teori konspirasi dan fenomena gaib) lebih rentan percaya pada berita hoaks. Ya, tipe orang dengan ciri-ciri seperti inilah, yang menurut hasil riset, sangat rentan untuk percaya hoaks


Ciri khas kampretos bgt...emoticon-Ngakak
0
Kutip
Balas
09-11-2018 04:32
Mereka cinta keblangsakan.
1
Kutip
Balas
09-11-2018 04:34
masuk akal juga sih
agama menuntut pengikut nya percaya mutlak dan gak boleh mempertanyakan dgn logika, alias harus di telan utuh, semua agama kayak gitu syarat nya
sedangkan agar seseorang memiliki kemampuan membedakan mana hoax dan bukan, harus memiliki nalar logika yg tinggi, alias bertolak belakang dengan konsep agama itu sendiri
tapi ane juga prnah liat kok seseorang yg agama nya kuat, sangat kuat, tapi tak mudah kemakan hoax
contohnya yah cendikiawan muslim, yg bisa menafsirkan Al Quran gak sepotong sepotong ayat aja seperti kebanyakan orang, tapi keseluruhan hadist didalamnya saling kait terkait dan saling menetralkan, agar seorang cendikiawan muslim pnya kemampuan kayak gitu, jelas dibutuhkan logika tinggi, kualitas utama syarat mutlak menangkal hoax, nah hebatnya orang kayak gini, dia bisa beragama sekaligus punya nalar kuat juga
jadi kesimpulannya, mereka yg mudah kemakan hoax itu biasanya mereka yang sudah beragama sejak lahir dan atau tidak ada keinginan mendalami agama nya sendiri alias cuma ikut2an mainstream aja, sekedar ikut ritual nya saja, tanpa ngerti makna nya, boro boro membedah kitab suci nya sendiri
11
Kutip
Balas
09-11-2018 05:21
Orng yg baru kenal internet yg gampang kena hoax
1
Kutip
Balas
09-11-2018 05:25
hahaha...
macem kaum sumbu pendek..

emoticon-Ngakak
2
Kutip
Balas
09-11-2018 05:26
ginian aja pake riset, mana salah lagi. gmpang aja, yg prcaya dan suka bikin hoax itu panasbung. itu sudah emoticon-Malu
3
Kutip
Balas
09-11-2018 05:30
Menarik
Tinggal klik berita apa aja bsa di dapat dan di sebar
1
Kutip
Balas
09-11-2018 05:44
Balasan post bajier
Quote:Original Posted By bajier
Susah utk sekedar cuek kalo punya anak. Udah hukum alam nya lah.


Tp kalo org yg makin beragama sih Iya makin gampang kena hoax. Soalnya agama bermain di sekitar kesadaran yg tidak mengandalkan logika


Makanya makin beragama makin mundur itu suatu bangsa

Gitu ya, berarti israel, china, itali itu makin mundur ya? Di banding yg gk beragama cem negara2 di gugusan pulau guinea micronesia.






Oh emoticon-Traveller
0
Kutip
Balas
09-11-2018 05:56
yang rentan kena hoax itu orang yang satu pemikiran sama si tukang hoax nya
0
Kutip
Balas
09-11-2018 06:02
sebnernya bukan masalah beragama ato gak beragama si.. klo lu udah fanatik thd satu kubu makanya lu akan mudah termakan propaganda dan hoax itu tadi.. logic ajalah klo lu netral gak bakal peduli dengan berita2 hoax itu.. dan lu jg pasti dont give a shit with all this fucking news..
1
Kutip
Balas
09-11-2018 06:03
asal mula kata HOAX?
0
Kutip
Balas
09-11-2018 06:10
semakin fanatik semakin irasional itu sudah
0
Kutip
Balas
09-11-2018 06:50
Quote:“Salah satu tantangan dalam mengonsumsi berita dari media sosial adalah ada terlalu banyak informasi. Terlalu banyak informasi yang beredar sehingga sulit untuk memikirkannya secara aktif, terbuka, dan analitik,” kata Michael Bronstein dari Fakultas Psikologi Yale University, penulis riset ini, seperti dikutip dari Newsweek.


emang sih jaman sekarang semua orang bs berlagak jadi wartawan. padahal isinya hanya analisa dan cocok2an aja emoticon-Nohope
0
Kutip
Balas
09-11-2018 06:52
Quote:Original Posted By kaskus.sajalah
jadi menurut artikel TS
orang yang beragama lebih gampang percaya hoax ya?

hmmm
memang terbaik tanpa beragama

emoticon-Smilie


Bukan beragama tapi fundamentalis agama alias yang fanatik emoticon-Big Grin

Ente ga beragama tapi baca setengah2 juga bakal gampang kena hoaks emoticon-Big Grin
3
Kutip
Balas
09-11-2018 06:54
Berita Habib dan bendera tauhidnya hoax dong......jangan jangan.....jangan jangan
1
Kutip
Balas
09-11-2018 07:05
Flat earthemoticon-Wakaka
0
Kutip
Balas
09-11-2018 07:34
Quote:Kalau ada berita hoax ya lapor polisi
0
Kutip
Balas
Halaman 1 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2018 Kaskus – The Largest Indonesian Community