alexa-tracking
Kembali ke Versi Lama
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5be3ebbad675d492758b4568/dokumen-boeing-beri-petunjuk-kerusakan-pesawat-lion-air-jt-610
08-11-2018 14:54
Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT 610
Past Hot Thread
Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT 610


Menyusul kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 Lion Air penerbangan JT 610, Boeing dan otoritas penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA), menerbitkan buletin keamanan untuk semua maskapai di dunia yang memakai pesawat sejenis. 

Rekomendasi keamanan ini bisa menjadi indikasi seperti apa kerusakan pesawat B737 MAX 8 Lion Air registrasi PK-LQP itu sebelum jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018). 

Buletin panduan operasional untuk kru 737 MAX 8 ini diterbitkan oleh Boeing dan FAA, berdasarkan fakta awal yang ditemukan oleh KNKT dalam penyelidikan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. 

Menurut KNKT, Lion Air JT610 mengalami pembacaan data angle of attack (AoA) yang berubah-ubah (mengacau) sesaat sebelum jatuh. 

Dalam buletin bernomor TBC-19 tanggal 6 November 2018, Boeing menulis memberi judul Uncommanded Nose Down Stabilizer Trim Due to Erroneous Angle of Attack (AoA) During Manual Flight Only. 

Atau kalau diterjemahkan kurang lebih artinya, mekanisme stabilizer trim yang membuat hidung pesawat turun sendiri akibat pembacaan sensor Angle of Attack (AoA) yang kacau, hanya saat terbang manual. 

Secara sederhana, AoA adalah sudut yang dibentuk dari naik-turunnya bodi (moncong) pesawat dengan arah gerak pesawat. 

Misalnya saat fase mendarat, pesawat membutuhkan AoA tinggi, hidung naik ke atas sembari terbang menurunkan ketinggian. 

Data dari sensor yang membaca AoA ini salah satunya digunakan untuk mencegah pesawat masuk ke kondisi stall (kehilangan daya angkat). 

Jika sensor AoA membaca sudutnya terlalu besar, komputer di pesawat 737 MAX 8 akan memerintahkan stabilizer trim berputar sehingga hidung pesawat menjadi turun, mengurangi AoA, sehingga airspeed akan bertambah dan pesawat keluar dari kondisi stall. 

Stabilizer trim bisa digunakan untuk membuat horizontal stabilizer pesawat (sayap kecil di ekor) berputar. Arah perputaran horizontal stabilizer ini (naik atau turun) bisa mengubah hidung pesawat naik atau turun. 

Menurut temuan awal KNKT, berdasarkan catatan kerusakan di pesawat 737 MAX 8 PK-LQP sebelum-sebelumnya, sensor yang tidak bekerja sebagaimana mestinya ini menyebabkan sejumlah indikator kerusakan pesawat di kokpit menyala. 

Jenis indikator kerusakan yang bisa menyala, menurut buletin dari Boeing, antara lain indikator kecepatan yang berbeda-beda (IAS DISAGREE), ketinggian yang berbeda (ALT DISAGREE), dan tekanan diferensial hidrolik yang berlebihan di komputer elevator (FEEL DIFF PRESS).

Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT 610

Karena temuan itu, Boeing merilis buletin operasi manual 737 MAX 8 tentang cara mengatasi situasi jika hidung pesawat tiba-tiba turun dengan sendirinya karena kesalahan data dari sensor AoA. 

Menurut Boeing, kesalahan input data dari sensor AoA ini bisa membuat sistem komputer pesawat memutar horizontal stabilizer secara perlahan selama 10 detik sehingga hidung pesawat turun.

Pergerakan trim stabilizer yang membuat hidung pesawat turun itu bisa dihentikan dan dibalik arahnya menggunakan kenop stabilizer trim elektrik yang ada di yoke (alat kemudi) pesawat.

Kejadian trim stabilizer berputar pelan 10 detik yang membuat hidung pesawat turun ini akan berulang dalam 5 detik setelah kenop stabilizer trim elektrik di yoke dilepas. 

Siklus hidung pesawat turun tanpa diperintah ini (runaway stabilizer) akan terus berulang, kecuali sistem stabilizer trim dinon-aktifkan lewat kedua switch STAB TRIM CUTOUT yang ada di pedestal pesawat. 

Kru pesawat yang menerbangkan B737 MAX diminta untuk melakukan nonnormal checklist (NNC) tentang runaway stabilizer dan memastikan bahwa switch STAB TRIM CUTOUT disetel pada posisi CUTOUT dan tetap dalam kondisi itu selama penerbangan.

Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT 610

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh FAA kurang lebih juga sama. Jika mengalami runaway stabilizer saat terbang manual, pilot diminta mengontrol sudut pesawat dengan yoke dan menggunakan trim elektrik jika dibutuhkan. 

Jika melepas yoke pesawat membuat stabilizer trim bergerak sendiri (membuat hidung turun),  maka pasang switch stabilizer trim ke posisi CUTOUT.

Apabila peristiwa runaway terus berlanjut, tahan roda trim stabilizer yang ada di samping throttle pesawat, dan putar secara manual (menggunakan engkol). 

Dokumen imbauan keamanan dari FAA bisa diunduh melalui tautan berikut ini. 

Perlu diingat, rekomendasi yang dikeluarkan Boeing dan FAA ini hanya menunjukan indikasi masalah yang dialami oleh PK-LQP dalam penerbangan JT 610, dan tidak bisa disebut sebagai penyebab jatuhnya pesawat. 

Investigasi oleh KNKT masih berlangsung. Masih ada data yang belum ditemukan, seperti cockpit voice recorder (CVR) yang bisa membantu menyingkap tabir kelam penerbangan JT610.


Diubah oleh monbebemx
7
Kutip
Balas
Urutan
Terlama
Halaman 1 dari 6
08-11-2018 14:57
wowwww

gak mudeng gan emoticon-Mewek
0
Kutip
Balas
08-11-2018 15:03
Quote:Karena temuan itu, Boeing merilis buletin operasi manual 737 MAX 8 tentang cara mengatasi situasi jika hidung pesawat tiba-tiba turun dengan sendirinya karena kesalahan data dari sensor AoA. 
0
Kutip
Balas
08-11-2018 15:05
Quote:Original Posted By monbebemx
Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT 610


Menyusul kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 Lion Air penerbangan JT 610, Boeing dan otoritas penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA), menerbitkan buletin keamanan untuk semua maskapai di dunia yang memakai pesawat sejenis. 

Rekomendasi keamanan ini bisa menjadi indikasi seperti apa kerusakan pesawat B737 MAX 8 Lion Air registrasi PK-LQP itu sebelum jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018). 

Buletin panduan operasional untuk kru 737 MAX 8 ini diterbitkan oleh Boeing dan FAA, berdasarkan fakta awal yang ditemukan oleh KNKT dalam penyelidikan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. 

Menurut KNKT, Lion Air JT610 mengalami pembacaan data angle of attack (AoA) yang berubah-ubah (mengacau) sesaat sebelum jatuh. 

Dalam buletin bernomor TBC-19 tanggal 6 November 2018, Boeing menulis memberi judul Uncommanded Nose Down Stabilizer Trim Due to Erroneous Angle of Attack (AoA) During Manual Flight Only. 

Atau kalau diterjemahkan kurang lebih artinya, mekanisme stabilizer trim yang membuat hidung pesawat turun sendiri akibat pembacaan sensor Angle of Attack (AoA) yang kacau, hanya saat terbang manual. 

Secara sederhana, AoA adalah sudut yang dibentuk dari naik-turunnya bodi (moncong) pesawat dengan arah gerak pesawat. 

Misalnya saat fase mendarat, pesawat membutuhkan AoA tinggi, hidung naik ke atas sembari terbang menurunkan ketinggian. 

Data dari sensor yang membaca AoA ini salah satunya digunakan untuk mencegah pesawat masuk ke kondisi stall (kehilangan daya angkat). 

Jika sensor AoA membaca sudutnya terlalu besar, komputer di pesawat 737 MAX 8 akan memerintahkan stabilizer trim berputar sehingga hidung pesawat menjadi turun, mengurangi AoA, sehingga airspeed akan bertambah dan pesawat keluar dari kondisi stall. 

Stabilizer trim bisa digunakan untuk membuat horizontal stabilizer pesawat (sayap kecil di ekor) berputar. Arah perputaran horizontal stabilizer ini (naik atau turun) bisa mengubah hidung pesawat naik atau turun. 

Menurut temuan awal KNKT, berdasarkan catatan kerusakan di pesawat 737 MAX 8 PK-LQP sebelum-sebelumnya, sensor yang tidak bekerja sebagaimana mestinya ini menyebabkan sejumlah indikator kerusakan pesawat di kokpit menyala. 

Jenis indikator kerusakan yang bisa menyala, menurut buletin dari Boeing, antara lain indikator kecepatan yang berbeda-beda (IAS DISAGREE), ketinggian yang berbeda (ALT DISAGREE), dan tekanan diferensial hidrolik yang berlebihan di komputer elevator (FEEL DIFF PRESS).

Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT 610

Karena temuan itu, Boeing merilis buletin operasi manual 737 MAX 8 tentang cara mengatasi situasi jika hidung pesawat tiba-tiba turun dengan sendirinya karena kesalahan data dari sensor AoA. 

Menurut Boeing, kesalahan input data dari sensor AoA ini bisa membuat sistem komputer pesawat memutar horizontal stabilizer secara perlahan selama 10 detik sehingga hidung pesawat turun.

Pergerakan trim stabilizer yang membuat hidung pesawat turun itu bisa dihentikan dan dibalik arahnya menggunakan kenop stabilizer trim elektrik yang ada di yoke (alat kemudi) pesawat.

Kejadian trim stabilizer berputar pelan 10 detik yang membuat hidung pesawat turun ini akan berulang dalam 5 detik setelah kenop stabilizer trim elektrik di yoke dilepas. 

Siklus hidung pesawat turun tanpa diperintah ini (runaway stabilizer) akan terus berulang, kecuali sistem stabilizer trim dinon-aktifkan lewat kedua switch STAB TRIM CUTOUT yang ada di pedestal pesawat. 

Kru pesawat yang menerbangkan B737 MAX diminta untuk melakukan nonnormal checklist (NNC) tentang runaway stabilizer dan memastikan bahwa switch STAB TRIM CUTOUT disetel pada posisi CUTOUT dan tetap dalam kondisi itu selama penerbangan.

Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT 610

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh FAA kurang lebih juga sama. Jika mengalami runaway stabilizer saat terbang manual, pilot diminta mengontrol sudut pesawat dengan yoke dan menggunakan trim elektrik jika dibutuhkan. 

Jika melepas yoke pesawat membuat stabilizer trim bergerak sendiri (membuat hidung turun),  maka pasang switch stabilizer trim ke posisi CUTOUT.

Apabila peristiwa runaway terus berlanjut, tahan roda trim stabilizer yang ada di samping throttle pesawat, dan putar secara manual (menggunakan engkol). 

Dokumen imbauan keamanan dari FAA bisa diunduh melalui tautan berikut ini. 

Perlu diingat, rekomendasi yang dikeluarkan Boeing dan FAA ini hanya menunjukan indikasi masalah yang dialami oleh PK-LQP dalam penerbangan JT 610, dan tidak bisa disebut sebagai penyebab jatuhnya pesawat. 

Investigasi oleh KNKT masih berlangsung. Masih ada data yang belum ditemukan, seperti cockpit voice recorder (CVR) yang bisa membantu menyingkap tabir kelam penerbangan JT610.




Hanya pilot n org2 penerbangan yg paham..

Intinya saja yg org pingin ngerti:
1. Human error: teknisi perawatan pesawat, pilot, perusahaan abai dll
2. Faktor pesawat ada komponen cacat pabrik.
3. Faktor tak terduga, misal burung, awan, angin, petir, dll

Dah itu aja yg mau di ketahui..

Ttg detil penerbangan, masyarakat mah egp.. emang mau jadi pilot n kerja di penerbangan semua?
-1
Kutip
Balas
08-11-2018 15:05
Balasan post noctural
Quote:Original Posted By noctural
wowwww

gak mudeng gan emoticon-Mewek


kok saya jg ya emoticon-Frown
0
Kutip
Balas
08-11-2018 15:06
intinya boing yang bermasalah! setidaknya itu yang ane pahami dari pengetahuan ane yang awam
0
Kutip
Balas
08-11-2018 15:11
error instrumen

vertical rudder kurang gemuk bisa buat jatuh pesawat jg, dulu liat video animasi investigasi
0
Kutip
Balas
08-11-2018 15:19
Balasan post nyongnyongan
Investigasi masih berlangsung gan. Jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat

emoticon-Leh Uga

Quote:Original Posted By nyongnyongan
intinya boing yang bermasalah! setidaknya itu yang ane pahami dari pengetahuan ane yang awam


1
Kutip
Balas
08-11-2018 15:23
apapun penyebab kesalahan, segala tuntutan hukum hanya akan berhenti pada penuntutan gantikerugian dan itupun hanya menjadi domain dari insurance boeing (Lloyd's of london) dan tidak akan mungkin bikin boeing bangkrut atau siapapun masuk penjara.

saya sudah kenyang urus beginian.
2
Kutip
Balas
08-11-2018 15:25
jadi hidung pesawat bisa naik/turun setelah 5 detik bahkan bila sudah dikemudikan manual lewat tuas kemudi oleh pilot.

Jika melepas yoke pesawat membuat stabilizer trim bergerak sendiri (membuat hidung turun), maka pasang switch stabilizer trim ke posisi CUTOUT.

jadi karena rusaknya AoA plus ketinggian di pesawat naas itu, jadinya "tabrak" laut......
0
Kutip
Balas
08-11-2018 15:29
psawat canggih malah ribet gitu ya kayak nya, itungan nya detik lg, telmi dikit lewat sudah emoticon-Takut
0
Kutip
Balas
08-11-2018 15:31
error instrument intinya
0
Kutip
Balas
08-11-2018 15:33
pantesan, kemarin liat simulasi Lion, hidung pesawat turun beberapa kali secara tiba tiba dan mengakibatkan stall emoticon-Embarrassment
0
Kutip
Balas
08-11-2018 15:37
yaaeelahh di quote nya 1 halaman penuh.
kagak kasian yg pake hape apa yaakk.
emoticon-Lempar Bata
1
Kutip
Balas
08-11-2018 15:46
woi yang quote kira2 apa gw scroll bawah jauh bener..

0
Kutip
Balas
08-11-2018 15:47
Quote:Original Posted By monbebemx
Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT 610


Menyusul kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 Lion Air penerbangan JT 610, Boeing dan otoritas penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA), menerbitkan buletin keamanan untuk semua maskapai di dunia yang memakai pesawat sejenis. 

Rekomendasi keamanan ini bisa menjadi indikasi seperti apa kerusakan pesawat B737 MAX 8 Lion Air registrasi PK-LQP itu sebelum jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018). 

Buletin panduan operasional untuk kru 737 MAX 8 ini diterbitkan oleh Boeing dan FAA, berdasarkan fakta awal yang ditemukan oleh KNKT dalam penyelidikan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. 

Menurut KNKT, Lion Air JT610 mengalami pembacaan data angle of attack (AoA) yang berubah-ubah (mengacau) sesaat sebelum jatuh. 

Dalam buletin bernomor TBC-19 tanggal 6 November 2018, Boeing menulis memberi judul Uncommanded Nose Down Stabilizer Trim Due to Erroneous Angle of Attack (AoA) During Manual Flight Only. 

Atau kalau diterjemahkan kurang lebih artinya, mekanisme stabilizer trim yang membuat hidung pesawat turun sendiri akibat pembacaan sensor Angle of Attack (AoA) yang kacau, hanya saat terbang manual. 

Secara sederhana, AoA adalah sudut yang dibentuk dari naik-turunnya bodi (moncong) pesawat dengan arah gerak pesawat. 

Misalnya saat fase mendarat, pesawat membutuhkan AoA tinggi, hidung naik ke atas sembari terbang menurunkan ketinggian. 

Data dari sensor yang membaca AoA ini salah satunya digunakan untuk mencegah pesawat masuk ke kondisi stall (kehilangan daya angkat). 

Jika sensor AoA membaca sudutnya terlalu besar, komputer di pesawat 737 MAX 8 akan memerintahkan stabilizer trim berputar sehingga hidung pesawat menjadi turun, mengurangi AoA, sehingga airspeed akan bertambah dan pesawat keluar dari kondisi stall. 

Stabilizer trim bisa digunakan untuk membuat horizontal stabilizer pesawat (sayap kecil di ekor) berputar. Arah perputaran horizontal stabilizer ini (naik atau turun) bisa mengubah hidung pesawat naik atau turun. 

Menurut temuan awal KNKT, berdasarkan catatan kerusakan di pesawat 737 MAX 8 PK-LQP sebelum-sebelumnya, sensor yang tidak bekerja sebagaimana mestinya ini menyebabkan sejumlah indikator kerusakan pesawat di kokpit menyala. 

Jenis indikator kerusakan yang bisa menyala, menurut buletin dari Boeing, antara lain indikator kecepatan yang berbeda-beda (IAS DISAGREE), ketinggian yang berbeda (ALT DISAGREE), dan tekanan diferensial hidrolik yang berlebihan di komputer elevator (FEEL DIFF PRESS).

Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT 610

Karena temuan itu, Boeing merilis buletin operasi manual 737 MAX 8 tentang cara mengatasi situasi jika hidung pesawat tiba-tiba turun dengan sendirinya karena kesalahan data dari sensor AoA. 

Menurut Boeing, kesalahan input data dari sensor AoA ini bisa membuat sistem komputer pesawat memutar horizontal stabilizer secara perlahan selama 10 detik sehingga hidung pesawat turun.

Pergerakan trim stabilizer yang membuat hidung pesawat turun itu bisa dihentikan dan dibalik arahnya menggunakan kenop stabilizer trim elektrik yang ada di yoke (alat kemudi) pesawat.

Kejadian trim stabilizer berputar pelan 10 detik yang membuat hidung pesawat turun ini akan berulang dalam 5 detik setelah kenop stabilizer trim elektrik di yoke dilepas. 

Siklus hidung pesawat turun tanpa diperintah ini (runaway stabilizer) akan terus berulang, kecuali sistem stabilizer trim dinon-aktifkan lewat kedua switch STAB TRIM CUTOUT yang ada di pedestal pesawat. 

Kru pesawat yang menerbangkan B737 MAX diminta untuk melakukan nonnormal checklist (NNC) tentang runaway stabilizer dan memastikan bahwa switch STAB TRIM CUTOUT disetel pada posisi CUTOUT dan tetap dalam kondisi itu selama penerbangan.

Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT 610

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh FAA kurang lebih juga sama. Jika mengalami runaway stabilizer saat terbang manual, pilot diminta mengontrol sudut pesawat dengan yoke dan menggunakan trim elektrik jika dibutuhkan. 

Jika melepas yoke pesawat membuat stabilizer trim bergerak sendiri (membuat hidung turun),  maka pasang switch stabilizer trim ke posisi CUTOUT.

Apabila peristiwa runaway terus berlanjut, tahan roda trim stabilizer yang ada di samping throttle pesawat, dan putar secara manual (menggunakan engkol). 

Dokumen imbauan keamanan dari FAA bisa diunduh melalui tautan berikut ini. 

Perlu diingat, rekomendasi yang dikeluarkan Boeing dan FAA ini hanya menunjukan indikasi masalah yang dialami oleh PK-LQP dalam penerbangan JT 610, dan tidak bisa disebut sebagai penyebab jatuhnya pesawat. 

Investigasi oleh KNKT masih berlangsung. Masih ada data yang belum ditemukan, seperti cockpit voice recorder (CVR) yang bisa membantu menyingkap tabir kelam penerbangan JT610.




Quote:Original Posted By ontacomel
Hanya pilot n org2 penerbangan yg paham..

Intinya saja yg org pingin ngerti:
1. Human error: teknisi perawatan pesawat, pilot, perusahaan abai dll
2. Faktor pesawat ada komponen cacat pabrik.
3. Faktor tak terduga, misal burung, awan, angin, petir, dll

Dah itu aja yg mau di ketahui..

Ttg detil penerbangan, masyarakat mah egp.. emang mau jadi pilot n kerja di penerbangan semua?


Tul bray
-2
Kutip
Balas
08-11-2018 15:52
tuntut boeing 1-10 trilyun 1 penumpang

mereka tidak mati sia-sia buat mengkoreksi boeing
0
Kutip
Balas
08-11-2018 16:32
Intinya boing jg ikut andil dalam kecelakaan lion tsb.
1
Kutip
Balas
08-11-2018 16:33
Quote:Original Posted By nenen.binal
pantesan, kemarin liat simulasi Lion, hidung pesawat turun beberapa kali secara tiba tiba dan mengakibatkan stall emoticon-Embarrassment


Klo yg gw tangkep mAh ini kesalahan instrument yg mengira aoa pesawat terlalu besar sehingga otomatis menurunkan hidung pesawat

Quote:
Jika sensor AoA membaca sudutnya terlalu besar, komputer di pesawat 737 MAX 8 akan memerintahkan stabilizer trim berputar sehingga hidung pesawat menjadi turun, mengurangi AoA, sehingga airspeed akan bertambah dan pesawat keluar dari kondisi stall. 


Instrument yg seharusnya melindungi pesawat dari stall / hidung pesawat terlalu mendongak .. malah bikin fatal crash emoticon-Cape deeehh
0
Kutip
Balas
08-11-2018 16:49
fix boeing fault
1
Kutip
Balas
08-11-2018 16:56
Quote:Original Posted By eqepe


Klo yg gw tangkep mAh ini kesalahan instrument yg mengira aoa pesawat terlalu besar sehingga otomatis menurunkan hidung pesawat



Instrument yg seharusnya melindungi pesawat dari stall / hidung pesawat terlalu mendongak .. malah bikin fatal crash emoticon-Cape deeehh


Betul. Makanya utk mengjindari stall, kecepatan pesawat bertambah kencang. Ini mungkin menjelaskan kenapa pesawat lion tsb menghantam air dg keras.
0
Kutip
Balas
Halaman 1 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2018 Kaskus – The Largest Indonesian Community