News
Batal
KATEGORI
link has been copied
87
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bde67f1c0d7702d678b4567/nazi-muslim
30 April 1941. Hitler mengirim surat balasan kepada Raja Farouk –raja kesepuluh dari Dinasti Muhammad Ali, yang menggantikan ayahnya, Fuad I, pada 1936– dari Mesir. Surat itu antara lain berisi pernyataan bahwa Hitler, “dengan senang hati akan mempertimbangkan satu kerjasama yang lebih erat,” sebagaimana dikutip John Roy Carlson dalam Cairo to Damascus. Hitler lalu meminta Farouk mengirim
Lapor Hansip
04-11-2018 10:30

Nazi Muslim

Nazi Muslim

30 April 1941. Hitler mengirim surat balasan kepada Raja Farouk –raja kesepuluh dari Dinasti Muhammad Ali, yang menggantikan ayahnya, Fuad I, pada 1936– dari Mesir. Surat itu antara lain berisi pernyataan bahwa Hitler, “dengan senang hati akan mempertimbangkan satu kerjasama yang lebih erat,” sebagaimana dikutip John Roy Carlson dalam Cairo to Damascus. Hitler lalu meminta Farouk mengirim seorang agen rahasia resmi ke tempat “netral” untuk mendiskusikan kerjasama tersebut. Tempat yang disarankan Hitler: Bukares, Rumania, atau Ankara, Turki.
Saat itu Perang Dunia II sedang berlangsung. Serupa dengan masa-masa sebelumnya, persaingan antarideologi mendominasi. Ideologi pula yang melatarbelakangi kerjasama Hitler-Muslim.

Ada kesamaan pandangan antara Arab dan Nazi. Arab menganggap Inggris dan Prancis, yang menjadi penguasa di kawasan regional Arab pasca-Perjanjian Versailles, sebagai penjajah. Sedangkan Nazi membenci liberalisme yang diusung Inggris dan Prancis. Mayoritas Arab maupun Nazi anti-Yahudi. Keduanya juga mempunyai gagasan persatuan global. Klop.

Nazi Muslim

Mohammad Amin al-Husseini menjembatani kedua pihak. Dia berasal dari klan Al-Husayni, yang terdiri dari orang-orang kaya pemilik tanah di selatan Palestina. Tak heran jika sebagin besar anggota klan itu menjadi walikota Yerussalem dan penentang Zionisme, termasuk ayah al-Husseine: Tahir al-Husseini.

Lulus dari studi di Universitas Al Azhar, Kairo, dan Sekolah Administrasi Istanbul, Turki, pada 1920 al-Husseini mulai aktif dalam gerakan kemerdekaan Palestina dari Inggris sambil menjadi jurnalis. Dia juga pernah menjadi serdadu Ottoman Turki Usmani pada Perang Dunia I.
“Sepanjang tahun-tahun perkembangan masa mudanya, dia mulai meneguhkan pandangan fundamental Pan-Arab yang memperhatikan otonomi bukan hanya untuk Palestina tapi juga Semenanjung Arab,” tulis Allan Bogle dalam “Haj Amin al-Husseini and Nazi Racial Policies in the Arab World” yang dimuat hubpages.com.

Pada 1921, al-Husseini diangkat menjadi Mufti Agung Yerusalem oleh Komisi Tinggi Inggris Sir Herbert Samuel dan setahun kemudian menjadi ketua Dewan Tertinggi Muslim bentukan Samuel. Namanya kian diperhitungkan ketika terjadi protes dan serangan terhadap otoritas Inggris dan Yahudi Palestina.

Nazi Muslim

Ketertarikan al-Hussein terhadap Nazi muncul ketika Hitler mulai berkuasa di Jerman pada 1933. Tapi kontak langsungnya dengan Jerman terjalin tiga tahun kemudian. Nazi mengirim utusan Francois Genoud, yang dikenal sebagai seorang bankir Swiss di tubuh Third Reich dan anggota kehormatan pasukan elit Nazi Waffen SS, ke Palestina. Setahun kemudian Hauptschanfuehrer SSNazi Adolf Eichmann dan asistennya Oberscherfuehrer H. Hagen mengunjunginya di Palestina. Selain berbincang mengenai Yahudi, al-Husseini resmi menjadi penyandang dana dan pembantu militer dalam merangkul sumber-sumber Arab.

“Selama perang, Genoud memberi bantuan kepada al-Husseini dan pemerintah Muslim-Nazi –yang bermarkas di Berlin– di pengasingannya dan secara finansial mendukung kampanye propaganda anti-Yahudi al-Husseini,” tulis Chuck Morse dalam The Nazi Connection to Islamic Terrorism: Adolf Hitler and Haj Amin Al-Husseini.

Puncak aktivitasnya menentang Inggris danYahudi adalah kekerasan terhadap Yahudi yang menewaskan 133 Yahudi dan 116 Arab tewas. Al-Husseini pun diusir dari Palestina. Dia pindah ke Lebanon, Irak, Italia, dan akhirnya Jerman. Di wilayah yang juga di bawah protektorat Inggris, al-Husseini melakukan kudeta atas pemerintahan pro-Inggris tapi gagal. Di Italia, dia bertemu Benito Mussolini, diktator Italia.

“Segera setelah kedatangannya di Jerman Nazi, al-Husseini dipuja di depan publik dalam satu resepsi penghormatan untuknya yang diberikan oleh Institut Islam Nazi "Islamische Zentralinstitut" dan resepsi itu dihadiri oleh eksil-eksil Muslim dan para pemimpin Muslim Eropa yang menggelari al-Husseini Fuhrer of the Arab World,” tulis Chuck Morse.

Pada 25 November 1941, al-Husseini rapat dengan Hitler, yang berjanji akan menjadikan al-Husseini Fuhrer atas seluruh dunia Arab segera setelah Nazi menyeberangi Pegunungan Kaukasus dan melebarkan Third Reich ke Timur Tengah. Hitler juga mendukung kedaulatan negara-negara Arab.

Dalam rapat itu pula keduanya sepakat: sesegera mungkin membentuk dan melatih legiun Arab-Nazi yang akan terdiri dari Muslim Eropa. Hubungan itu, menurut Gottlob Berger, kepala rekrutmen pasukan elit SS, didasarkan keterbukaan dan kejujuran. Itu menunjukkan hubungan darah dan ras Utara dan kebulatan ideologi spiritual dari Timur. Di mata Nazi, al Husseini merupakan, “figur yang setara dengan PM Negara Nazi Muslim di pembuangan,” tulis Chuck Morse.

Al-Husseini juga rapat dengan kepala SS Heinrich Himmler. Himmler menugaskan al-Husseini merekrut orang-orang Muslim ke dalam unit-unit elit militer yang bertugas di Balkan, Rusia, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Himmler yakin, perekrutan Muslim ke dalam SS akan membuat pasukan elit itu kian mantap. Himmler terinspirasi resimen-resimen Bosnia Herzegovina yang direkrut militer Astro-Hungaria dalam Perang Dunia I. Divisi Muslim ini ditempatkan langsung di bawah Nazi Wehrmacht (Angkatan Darat).

Nazi Muslim

Tentara Muslim-Nazi ini terdiri dari sekira 100 ribu Muslim Eropa dan dibagi dalam beberapa divisi. Yang terbesar adalah Brigade Hanzar, yang oleh al-Husseini dianggap sebagai serdadu yang terbaik bagi Islam. Tugas Brigade ini awalnya menghancurkan sayap militer Partisan Tito yang beroperasi di timur laut Bosnia, terutama di Srem, lalu menggantikannya dengan pemerintahan lokal. Tiap batalion memiliki imam. Meski kesatuan Muslim, terdapat serdadu Kristiani dalam Briade Hanzar. Jumlahnya bahkan melebihi kuota 10 persen yang ditetapkan Himmler. Brigade Hanzar terlibat dalam berbagai palagan. Salah satunya dalam Operasi Wegweiser pada 1944 untuk menghancurkan Partisan yang mempertahankan sebagian kawasan Syrmia.

Pada Mei 1945, Jerman kalah perang. Berakhirlah persekutuan Nazi-Muslim. Al-Husseini ditangkap pasukan Prancis. Tapi nasib berpihak padanya. Dia tak diadili di Nuremberg seperti para pemimpin Nazi lainnya dengan dakwaan terlibat pembantaian orang-orang Yahudi di Eropa maupun menjadi otak perekrutan kaum Muslim dalam Tentara Hitler. Prancis maupun Inggris tak mau bikin masalah dengan kaum Muslim di wilayah jajahan mereka, sehingga membiarkan al-Husseini meloloskan diri ke Timur Tengah.

Al-Husseini memimpin kembali perjuangan orang Arab Palestina atas pembentukan negara Israel. Dia mendorong militer Mesir terlibat dalam Perang Arab-Israel pada 1948. Cap kolaborator Nazi dan tuduhan keterlibatannya dalam pembunuhan Raja Abdullah dari Yordania menurunkan pamornya. Perlahan dia tersingkir dari panggung politik. Al-Husseini kemudian mengasingkan diri ke Lebanon dan meninggal di Beirut pada 1974.


sumber

*ternyata, dibalik sifat bigotnya dlm benua eropa, adolf hitler menjalin hubungan dekat dgn orang arab ya, gan..... ??
Diubah oleh yoseful
1
Masuk untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Nazi Muslim
04-11-2018 11:32
musuh sebenarnya, musuh dunia = yahudi.

2 2
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Nazi Muslim
04-11-2018 19:25
nice trit gan btw muslim nya setau ane gak cuma dari arab tapi bosnia juga
0 0
0
Nazi Muslim
05-11-2018 13:27
IMHO kalaupun dunia muslim Timur Tengah saat itu diajak kerjasama oleh Hitler, itu hanya untuk memecah belah koloni Inggris/ Perancis aja

katakanlah Nazi menang WW2, apakah dunia Arab bisa leha2 ? tidak juga lols

target utama Nazi emang Slavs dan Jews, tapi itu tidak menjamin Arabs dan Asian juga berbagai suku lainnya juga aman
Hitler aja sama orang Itali yang Mediteran suka anggep remeh kok...apalagi ama Arabs dan Asian

Nazi itu ideologi berbasis rasisme, ga ada cerita nya dia mau kerjasama dengan orang ras lain kecuali menguntungkan (saat itu)
profile-picture
qulit.qulup memberi reputasi
4 0
4
Nazi Muslim
05-11-2018 13:42
Jerman kan berperang di Asia Barat dan Afrika Utara juga, dimana merupakan wilayah mayoritas arab muslim.
Jadi wajar kalau Hitler menganggap kekuatan muslim di sana bisa menjadi sekutu potensial.
Dan dari Al Huesseini, Hitler dapat bantuan 3 divisi pasukan muslim Bosnia (foto-foto yang populer dimana pasukan Nazi digambarkan membaca Alquran atau sholat, termasuk yang dulu beredar di kabar hoax, adalah foto dari pasukan muslim Bosnia ini)
0 0
0
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
Nazi Muslim
06-11-2018 01:42
Quote:Original Posted By shinhikarugenji
Jerman kan berperang di Asia Barat dan Afrika Utara juga, dimana merupakan wilayah mayoritas arab muslim.
Jadi wajar kalau Hitler menganggap kekuatan muslim di sana bisa menjadi sekutu potensial.
Dan dari Al Huesseini, Hitler dapat bantuan 3 divisi pasukan muslim Bosnia (foto-foto yang populer dimana pasukan Nazi digambarkan membaca Alquran atau sholat, termasuk yang dulu beredar di kabar hoax, adalah foto dari pasukan muslim Bosnia ini)


kenapa turki tidak membantu Jerman ?

ane pikir seandainya Jerman berhasil melewati kaukasus dan Rommel menang di El Alamein apakah Turki bisa diminta (dipaksa) ikutan perang ?
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Nazi Muslim
06-11-2018 10:28
Quote:Original Posted By mikhaelruumi019
kenapa turki tidak membantu Jerman ?

ane pikir seandainya Jerman berhasil melewati kaukasus dan Rommel menang di El Alamein apakah Turki bisa diminta (dipaksa) ikutan perang ?


Di PD II? as if Turki ada insentif bagi Turki untuk ikut ikutan perang setelah remek di PD I.
0 0
0
Nazi Muslim
06-11-2018 20:25
Quote:Original Posted By einfield
IMHO kalaupun dunia muslim Timur Tengah saat itu diajak kerjasama oleh Hitler, itu hanya untuk memecah belah koloni Inggris/ Perancis aja

katakanlah Nazi menang WW2, apakah dunia Arab bisa leha2 ? tidak juga lols

target utama Nazi emang Slavs dan Jews, tapi itu tidak menjamin Arabs dan Asian juga berbagai suku lainnya juga aman
Hitler aja sama orang Itali yang Mediteran suka anggep remeh kok...apalagi ama Arabs dan Asian

Nazi itu ideologi berbasis rasisme, ga ada cerita nya dia mau kerjasama dengan orang ras lain kecuali menguntungkan (saat itu)


Dan inilah yang membuat banyak umat muslim bersimpatik terhadap Nazi, karena sama2 benci Yahudi. Padahal reinkarnasi dari Nazi sendiri (Neo-Nazi) termasuk islamofobik garis keras. Ane sendiri mikir, andaikata Hitler muncul di Jerman abad 21 di tengah membanjirnya imigran Timteng dan Afrika, pasti mereka terlebih dahulu-lah yang diantar masuk ke Auschwitz.
0 0
0
Nazi Muslim
07-11-2018 15:08
Quote:Original Posted By shinhikarugenji

Pertama, kekuatan militer Turki sudah gak sekuat dulu.
Utamanya dibanding negara-negara lain.
Kedua, Turki udah remuk pasca PD pertama.
Sampai kehilangan sebagian besar wilayah dia (termasuk yang jadi negara-negara arab, juga transyordania).
Jika ikutan PD lagi, entar kalo wilayah dia diambil lagi, apa yang tersisa?


itukan kalo kalah..
kalo menang kan pasti dapet wilayah baru.. emoticon-Malu (S)

kalo gk salah turki dikasih wilayah apa gitu..
sebagai hadiah karena sudah netral selama ww2 ?

0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Nazi Muslim
07-11-2018 15:09
Quote:Original Posted By einfield


padahal Hitler udah susah2 nyogok Turki pake Panzer IV 56 biji hahahahaha


yang bener gan.. kok ane baru denger emoticon-Matabelo
0 0
0
Nazi Muslim
07-11-2018 15:11
Quote:Original Posted By khiekhan


Di PD II? as if Turki ada insentif bagi Turki untuk ikut ikutan perang setelah remek di PD I.


sehancur apa sih gan militer turki ?
kalo dibanding dengan negara tetangga.. (pada waktu itu)
kuat mana ?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Nazi Muslim
07-11-2018 15:25
Quote:Original Posted By shinhikarugenji

Well, Turki sebenarnya gak benar-benar netral selama PD2.
Turki menyatakan perang ke Jerman di tahun 1945, tapi gak pernah terlibat perang langsung.
Turki cuma memutuskan hubungan dengan Jerman, termasuk menghentikan pasokan kromium.


katanya Turki juga dikasih wilayah yah..
sebagai hadiah karena tidak bersekutu dengan jerman ?

tapj setau ane pada masa kejayaan nazi.. turki bersimpati.. dan mengizinkan tentara jerman melewati wilayahnya
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Nazi Muslim
07-11-2018 15:26
dalam sejarah peradaban germanic modern ada dua bangsa yang dekat dengan mereka. jepang dan turki.

sampai saat ini jepang banyak menggunakan kode-kode germanic (contoh: 'k' untuk konvensional dan 'e' untuk injeksi bahanbakar) dalam temuan tehnologi mekanik mereka sejak adanya nichidokukankei (1861) meski jepang pernah mendeklarasikan jerman sebagai musuh dalam perang (1914).

sampai saat ini turki adalah imigran terbanyak di jerman dan sampai tahun 1990 begitu mudah bagi orang-orang turki untuk mendapatkan kewarganegaraan jerman barat.

jadi adanya nazi turks adalah bukti hal diatas dan sebagai pelaksanaan freundschaftsvertrag (18 juni 1941)
0 0
0
Nazi Muslim
08-11-2018 20:38
Quote:Original Posted By einfield




http://www.tanks-encyclopedia.com/Tu...kish-Tanks.php

tapi di Wikipedia



https://en.wikipedia.org/wiki/Panzer_IV

ane ga tau mana yang benar, tapi ane lebih suka Tank Encyclopedia more hahaha

yang jelas, bahkan setelah nerima Panzers, Turki masih ngga mau gabung ama German dan nyerang Russia
atau setelah nerima M3 dan M4 dari sekutu, Turki juga ngga mau direct attack ke Jerman

emang maen safe aja



yang jelas, Turki di 1940an, ga bakalan kuat nahan serangan Sovyet




taun berapa tuh dikasih Tank sama sekutu ?
kalo misalnya direct attack berarti nyerang lewat Istanbul dong ?


mungkin turki bisa nyerang via kaukasus dan meet and greet dengan pasukan Jerman di Azerbaijan ?
belum lagi Raja Iran waktu itu juga ada simpati sama Axis ?


yaah walaupun di selatan mereka ada Inggris(irak, trans jordan) dan Perancis (suriah) sih
belum lagi saudi dan negara teluk yg siap membela Inggris jika diperintahkan
Diubah oleh mikhaelruumi019
0 0
0
Nazi Muslim
08-11-2018 20:57
Quote:Original Posted By tyrantblood


Ya . Pasukan Nazi yg brasal Dr slavic itu divisi SS Cossack yg dlu pro white russia


kalo gk salah masuknya setelah Stalingrad kah ?
jadi divisi cavalery ss ?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Nazi Muslim
10-11-2018 19:49
Saya nggak yakin ada sentimen agama terlibat disini. In my opinion yang murahan ini, to hitler, its just about how to get a fresh hundreds of thousand men to armed and march them to their war.
0 0
0
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Nazi Muslim
11-11-2018 09:52
Quote:Original Posted By yoseful
*ternyata, dibalik sifat bigotnya dlm benua eropa, adolf hitler menjalin hubungan dekat dgn orang arab ya, gan..... ??


kemungkinan arab/muslim berbuat seperti itu sangat kecil, justru arab banyak membantu jews dalam berbagai keadaan karena dorongan keimanan (agama ) mereka.
contoh ini ada seorang doktor Arab di jerman yg membantu orang yahudi dari Nazi padahal sangat membahayakan keluarga mereka kalo sampai ketahuan nazi.



keluarganya sampai diberikan Award oleh Israel.

arab gak ada masalah dengan jews sebelum jews menduduki palestina dan berbuat zalim terhadap palestina.
Diubah oleh dasarmewek
0 0
0
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 16 balasan
Nazi Muslim
12-11-2018 14:49
jadi melebar ga keruan yah lols
0 0
0
Nazi Muslim
04-01-2019 21:06
Ottoman Turk beraliansi dengan Prussia dari jaman PD I. Kaisar Wilhelm yang ngajakin duluan. Sultan sih OK2 aja, gak pernah ngajak duluan karena Prussia tidak punya nilai strategis bagi Ottoman tapi gak punya pilihan, saat itu Ottoman sebenernya udah ibarat pria renta yang sakit-sakitan, jadi banyak yg gak mau sekutu sama Ottoman, Inggris apa lagi karena dendam Inggris saat Eropa diblokade Ottoman di jalur sutra sejak abad 15 an (ini juga kenapa orang Belanda, Inggris, Spanyol, Portugis lebih jalur laut dalam rangka mencari koloni di Hindia barat maupun timur).

Jadi dari persahabatan sejak jaman PD 1 maka tentara muslim Jerman di PD 2 kemungkinan dari Turki atau tentara conscript dari koloni Jerman di Afrika.

Sama seperti tentara PETA kita dulu yang mau gak mau kita sadari bahwa PETA sebenarnya adalah bentukan Jepang dalam rangka membantu Jepang mengusir Belanda (sekutu)

CMIIW
Diubah oleh asrama.putri
0 0
0
Nazi Muslim
05-01-2019 07:11
Quote:Original Posted By asrama.putri
Ottoman Turk beraliansi dengan Prussia dari jaman PD I. Kaisar Wilhelm yang ngajakin duluan. Sultan sih OK2 aja, gak pernah ngajak duluan karena Prussia tidak punya nilai strategis bagi Ottoman tapi gak punya pilihan, saat itu Ottoman sebenernya udah ibarat pria renta yang sakit-sakitan, jadi banyak yg gak mau sekutu sama Ottoman, Inggris apa lagi karena dendam Inggris saat Eropa diblokade Ottoman di jalur sutra sejak abad 15 an (ini juga kenapa orang Belanda, Inggris, Spanyol, Portugis lebih jalur laut dalam rangka mencari koloni di Hindia barat maupun timur).

Jadi dari persahabatan sejak jaman PD 1 maka tentara muslim Jerman di PD 2 kemungkinan dari Turki atau tentara conscript dari koloni Jerman di Afrika.

Sama seperti tentara PETA kita dulu yang mau gak mau kita sadari bahwa PETA sebenarnya adalah bentukan Jepang dalam rangka membantu Jepang mengusir Belanda (sekutu)

CMIIW


tentara nazi yg muslim dr turki?? lah, turki era WW II kan negara netral....

lagian, apa ente gak bc isi artikel diatas itu, gan ??
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Nazi Muslim
06-01-2019 17:05
tapi gw pernah baca katanya hitler itu keturunan yahudi jg kan?
austria-yahudi
0 0
0
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia