alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
678
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bb44073dad770f16c8b4587/portal-ladunidiary-sesion-i
Pengantar kata... Assalamu'alaikum,wr.wb,salam sejahtera,om swastiastu. Cerita ini adalah cerita real pengalaman dari penulis akan tetapi tentu saja dalam penyampaiannya mungkin nantinya akan banyak gambaran-gambaran fiksi,hal itu dilakukan agar sahabat  bisa mensugestikan diri berada di tempat kejadian yang sebenarnya,dengan demikian pembaca dan penulis seolah berada di tempat yang sama dan seol
Lapor Hansip
03-10-2018 11:07

PORTAL LADUNI(diary): SESION I by.Hetlan Suryadi,SP.

PORTAL LADUNI(diary): SESION I
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
Pengantar kata...

Assalamu'alaikum,wr.wb,salam sejahtera,om swastiastu.

Cerita ini adalah cerita real pengalaman dari penulis akan tetapi tentu saja dalam penyampaiannya mungkin nantinya akan banyak gambaran-gambaran fiksi,hal itu dilakukan agar sahabat  bisa mensugestikan diri berada di tempat kejadian yang sebenarnya,dengan demikian pembaca dan penulis seolah berada di tempat yang sama dan seolah mengalaminya bersama sama sebagai pelaku bukan hanya sekedar pembaca cerita. Mungkin isi dari cerita nanti banyak yang mirip dengan isi cerita dari blog/buku yang menyuguhkan materi bacaan serupa. Tapi percaya atau tidak itu adalah kebetulan semata,tidak bisa kita pungkiri setiap manusia mempunyai jalan hidup dan cerita hidupnya masing-masing,akan tetapi dari sekian banyak manusia tentulah banyak juga kejadian serupa yang di alami,terutama jika itu berhubungan dengan dimensi lain/astral/ghaib. Misalnya saja seorang indigo dari lahir dengan seorang laduni mereka sangat berbeda dalam segi keilmuannya tapi,untuk penerapan sangatlah mirip,artinya kejadian-kejadian yang dialaminyapun akan mirip.
Karena itu perbedaan dan kesamaan janganlah menjadi sebuah perdebatan,begitu pula dengan isi cerita ini nanti,penulis hanya ingin berbagi pengalaman yang dituangkan dalam bentuk sebuah cerita,tulisan ini bukan untuk diperdebatkan atau diperbandingkan dengan tulisan serupa. Mari kita berpikir dewasa dan menganggap ini hanyalah sebuah cerita dongeng sahaja.
Salam Damai...
Penulis

Hetlan Suryadi.SP

 
SESION 1.
PART.1
AWAL DARI PERJALANAN SUPRANATURAL KU
<<<....................................................................................................>>>
Malam itu seperti malam biasa sepulang kerja aku langsung mandi,sholat magrib dan makan-makanan yang sudah disiapkan istriku, nonton tv bersama sambil main dengan anak yang masi lucu-lucunya. Terdengar olehku suara orang-orang berbincang agak ramai,kutanya pada istriku kenapa ada banyak orang datang kerumah sebelah?..jawabnya rumah sebelah lagi ada tamu katanya orang jauh dari kudus,mereka sedang melakukan aktifitas pengobatan alternatif ya gaib-gaib gitu...,lantas aku menjawab aku penasaran boleh aku lihat kesebelah,jawab istriku lihat aja tapi pulang jangan malam.
Kemudian aku langsung ganti baju dan pergi kerumah sebelah,maklumlah waktu itu aku masi tinggal di perumnas jadi rumahnya berdempetan aku tinggal membuka pagar samping dan langsung masuk kehalaman rumah tetangga sebelah. Dengan rasa penasaran yang tinggi aku memperhatikan kegiatan pengobatan yang sedang berlangsung,selain tetanggaku  aku melihat seorang lelaki dengan perawakan yang tidak begitu tinggi,berkulit hitam dan muka menampakan perwajahan orang jawa,ia berpakaian biasa saja hanya menggunakan kopyah,kokoh dan sarung jauh dari kesan pakaian seorang ahli di bidang kegaiban atau spiritual yang sering aku lihat di tv,kulihat beberapa kali orang itu berpapasan pandangan dengan ku,setiap berpapasan aku selalu meraskan ada semacam getaran dalam diriku,dadaku terasa panas,dan perasaanku cemas. dari jam 8 malam sampai jam 11 malam itu aku perhatikan berbagai macam orang datang minta bantuan pengobatan ada yang amandel,ada yang diikuti mahluk ghaib,ada yang meminta jimat dsb.

 Setelah penerimaan tamu di tutup aku pun berniat pulang kerumah ku,dan tiba-tiba dari dalam rumah itu ada suara seseorang memanggil namaku. Aku kenal itu suara tetanggaku dan aku langsung berbalik melihat kedalam "iya mang" jawabku,dia memang kupanggil mamang alias paman karena usianya terpaut jauh dari ku,bisa dikatakan dia sebaya dengan adik bapakku."sini masuk dulu cepat benar pulangnya",kujawab "udah malam mang kali tamunya mau istirahat juga", dia jawab lagi "justru itu mas *li  yang menyuruh kamu masuk dia ingin ngobrol" kujawab "ooh"iya mang". Sambil mengucap salam lantas aku masuk dan kusalami orang yang di panggil tetanggaku M*s Ali tadi.

Aku duduk di kursi pas dihadapan orang tadi. Ia langsung bertanya kepada ku"nama kamu siapa",asalnya dari mana?" langsung pertanyaannya bertubi-tubi seolah memang sudah dia persiapakan sedari tadi. Tapi ada pertanyaan yang tidak bisa kujawab saat itu,dia bertanya "itu sinar kuning yang menyelimuti badan kamu,kamu dapat dari mana?"sontak aku kaget sinar yang dimaksud sinar apa ya mas,saya gak ngerti maksudnya. Perasaan penasaran sudah mulai timbul di fikiranku. Terus dia bilang lagi "Dari tadi sambil melakukan pengobatan saya itu memperhatikan kamu,karena saya melihat dari badan kamu itu keluar sinar kuning seperti sinar emas" begitu katanya. lau dia menjelaskan sedikit "orang-orang yang badannya di selimuti sinar kuning itu biasanya mempunyai kemampuan supranatural atau spiritual, nah kamu sendiri pernah berguru atau keluaran pesantren,atau padepokan mana?" Sehingga mendapatkan aura kuning itu. Lantas saya jawab,"saya ga ada guru mas,juga ga pernah mondok atau masuk padepokan.

Mendengar jawaban saya mas Al* langsung diam dan seperti melakukan penerawangan gaib yang saya lihat di tv. saya pun cuman diam aja ga berani mengganggu konsentrasi dia. Selang beberapa menit Dia kembali bicara,itu di belakang kamu ada dua sosok khodam wujudnya seorang kiyai dan seorang nyai, apa kamu sering bertemu dgn mereka ya dalam mimpi misalnya? saya jawab kalu putrinya sih pernah sesekali ga sering sih,kalo kiyainya belom.nah sinar itu berasal dari mereka berdua,saya  sudah komunikasi dengan mereka katanya, mereka itu adalah sepasang khodam mustika merah delima,dan mereka minta agar mereka di satukan dengan kamu,nanti setelah disatukan mustika merah delimanya akan di munculkan sebagai media atau tanda kalau mereka mengabdi keapada kamu,begitu katanya.

 Aku makin bingung dengan penjelasan tersebut.Timbullah pertanyaan-pertanyaan yang harus aku tanyakan kepada mas *li."mereka asalnya dari mana mas,terus tujuan mengikuti aku apa mas,terus kalau aku menerima mereka efeknya terhadap aku apa?, Pertanyaan satu-satu kata mas a*i,nanti mereka yang akan jawab dan saya yang akan menyampaikan kepada kamu,istilah saya sbagai penerjemahnya karena kamu belum mampu berkomunikasi dengan mereka,ini jawaban mereka : kami adalah khodam mustika merah delima yang dulunya dimiliki oleh Kakek dari ibumu,dahulunya kami membantu kakek buyutmu menjadi orang yang terpandang di masanya,dia seorang dukun besar di desa maras jambat akar seluma,hampir semua kegiatan pengobatan,pertarungan, dan sebagainya kamilah yang membantu kakekmu melakukannya.

Memang sih ibu ku,pernah cerita sedikit tentang kakek buyutku,meurut ceritanya kakek buyutku memang seorang aktivis spiritual di masanya. Singkat kata malam itu banyak pertanyaan dan informasi yang kudapat dari mas a*i,tentang masalah dunia pergaiban baik itu asal-ususl,hukumnya dalam  agama ,dan membongkar siapa sebenarnya sosok ghaib yang katanya selama ini sudah mengikutiku..Oh ya mas *li adalah keturunan ke-9 dari sunan Kalijaga (raden sahid) dan istrinya adalah keturunan ke delapan sunan kudus dan menetap di kudus,di kampung nya ia dikenal sebagai yai *li. Tidak banyak waktu kami ngobrol karena besoknya beliau sudah harus pulang ke kudus,pesan beliau nanti kalo sudah sampai di kudus dia akan menelpon aku kembali.

Selang tiga hari setelah pertemuan malam itu benar saja, mas al* menelponku,katanya aku di perintahkan untuk duduk dan puasa mutih selama tiga hari,saat kutanya tujuannya beliau tidak menjawab katanya dia tidak boleh menjelaskan kpd ku,ikuti saja nanti semua jawaban akan kamu dapat selama tiga hari itu,selama tiga hari itu aku harus berzikir pada setiap malamnya,dan malam terakhir aku tidak boleh tertidur sampai terdengar suara azan subuh,aku bingung dengan perintah tersebut karena harus dilakukan ditempat yang sepi,sedangkan dirumahku ada istri dan anakku yang masi sering nangis malam minta nyusu ke ibunya. Beruntungnya waktu itu istriku sedang libur panjang sekolah karena iya seorang guru. Jadi aku minta agar selama tiga malam mereka menginap di rumah mertuaku. Setelah kuceritakan maksudku istriku pun menuruti keinginanku.
Selama dua malam ritual zikirku tidak banyak penemuan yang kudapati,hanya ada perasaan merinding dan beberapa kali kelebatan bayangan saja. Pada sore hari yang ke tiga aku di telpon lagi,kataya malam ini aku harus siap-siap apapun yang terjadi dan dilihat jangan pernah berhenti berzikir apa lagi sampai lari,penasaran makin besar di benakku sedangkan untuk mendapatkan jawaban langsung tidak bisa karena mas al* tidak diperbolehkan menjelaskannya padaku.
 
Malam itu terasa agak aneh setelah berbuka aku ga boleh merokok dulu, harus tetap berada di sajadah sampai azan isya tiba dan langsung mendirikan shalat isya setelah itu barulah boleh istirahat sebentar sekitar 25 menit kemudian lanjutkan lagi berzikirnya. Kira-kira jam 01 teng WIB. Suasana mistisnya sangat terasa,hembusan angin sayup,dari belakang dan depan ku sangat terasa,kelebatan bayangan makin banyak kulihat,tubuhku terasa tebal merinding,kulitku serasa di tusuk-tusuk jarum,tiba-tiba pandanganku menjadi benar-benar gelap dan seketika aku merasa tubuhku ringan sangat ringan, tanpa kusadari kenapa sekarang suasana menjadi terang,aku ingat tadi aku berzikir dalam keadaan semua lampu di matikan dan gelap, aku kaget ternyata posisiku berada di atas plafon rumah dan melihat kebawah aku melihat aku sendiri yang sedang duduk diam tak bergerak sambil memegang tasbih,tapi tasbih itu tidak berjalan.

 masi dalam keadaan kebingungan dengan yang terjadi,aku lebih di bingungkan kenapa penglihatanku bisa menembus semua dinding,tembok,aku melihat tetangga yang sedang tidur terlelap,dan penglihatan jauh yang lain. Sontak aku terkaget tiba-tiba dari sisi belakangku terdengar suara "Assalamu'alaikum Anakku" reflek aku menjawab "walaikum salam" "mari ikut kakek sebentar" itu perkataanya selanjutnya,dipegangnya tanganku dan tiba-tiba aku berada di lokasi yang berbentuk sebuah kampung yang suasana jaman dahulunya sangat ketara,aku berjalan mengikuti kakek tersebut banyak orang melihatku mereka semua tersenyum tapi tidak bicara satu katakapun.Kemudian sampai di tengah-tengah desa kami berhenti di depan sebuah rumah panggung yang besar sekali di awal tangga ada dua orang lelaki berdiri seperti sedang berjaga,mereka berpakaian seperti prajurit melayu,lantas kami naik kerumah tersebut di dalam rumah aku melihat hidangan makanan yang banyak sekali semua terhidang di lantai tidak di atas meja. Kemudian seorang laki-laki tua datang menyambut kami,lalu di susul pula dengan seorang perempuan yang berparas cantik dan sangat cantik dengan wajah tirus dan kulit putih kuning,bibirnya merah rapi,dan bermata bening,rambutnya terurai lurus lebih sebahu iya memakai kemben warna merah pink lelaki manapun yang melihat aku pastikan akan terpesona dengan kecantikannya, selintas seperti bidadari yang aku lihat di sinetron jaka tarub tv,berharap dia akan menyapaku tetapi ternyata tidak...hadeeh...disaat seperti ini pun ternyata fikiranku masi konyol.

 Tanpa ada bicara mereka lalu berjalan mendahului kami untuk turun dari rumah kamipun mengikutinya,sampai di tepi sebuah sungai kakek yang tadi menjemputku memberikan selembar kain putih,kemudian menunjuk kearah sungai aku tau ini isyarat menyuruhku mandi. aku turuti isyarat kakek itu. setelah mandi aku dihampiri perempuan tadi dia menyodorkan seperangkat pakaian yang di taruh dalam nampan,tapi perempuan itu tidak mau melihatku dia hanya tersenyum sambil melihat kearah sungai. Aku pun langsung memakai pakain yang di berikan itu,ternyata itu pakaian adat melayu mirip sekali dengan pakaian seorang penganten laki-laki melayu.untungnya baju,celana,dan ikat kepalanya semua pas di badanku. Dan kami pun kembali kerumah tadi.
Dari kejauhan rumah tadi sudah terlihat tapi kenapa di depan rumahnya banyak sekali yang berkumpul,dan suara gendang serunai yang bertubi-tubi,di tengah-tengahnya ada sebuah meja yang di atasnya ada sejenis nasi tumpeng warna kuning,dan dikelilingi dengan berbagai buah dan makanan yang di bungkus daun pisang. Yang saya heran kenapa semua orang yang ada semua tersenyum melihat kedatangan kami,setelah sampai di depan meja tersebut kami berhenti, aku melihat disekelilingku masyarakat desa semua berpakaian melayu laki dan perempuannya semua bagus dan cantik-cantik. Aku melihat di atas rumah di terasnya berjejer orang-orang berpakaian aneh melihat kami, ada yang berpakaian serba hitam,ada yang berpakaian putih,ada yang berpakaian kuning memegang tongkat bambu kuning dan duduk di atas kursi yang terbuat dari bambu warna kuning,ada para putri-putri dan masih banyak lagi,tiba-tiba orang yang berpakaian kuning memberikan isyarat dengan lambaiyan tangan isyarat acara di mulai.
 
Kakek tadi yang ternyata adalah kakek buyutku, memberikan isyarat dengan perintah dia mengatakan "anakku tunjukkan siapa dirimu,kamu adalah seorang laki-laki,maka haram bagimu untuk mundur dari medan pertempuran,tidak usah takut dan ragu gunakan semua yang kami titipkan sejak kau lahir,saat inilah kau bisa mengetahuinya dan di duniamu nanti pertarungan-pertarungan yang lebih dahsyat akan banyak kau temui, kau cukup berniat minta lah semua senjata, ilmu,ajian dengan yang maha kuasa insyaAllah yang kau inginkan akan kau dapatkan. Karena di dalam dirimu sudah ada semua inti mustika,inti ajian,inti senjata,maka gunakanlah"  di seberang meja sana aku melihat 7 orang lelaki berbadan kekar dan berpakaian hitam dalam hati aku bertanya mereka kah yang akan menjadi lawanku" hmmmmm rasa gentar itu pasti ada.

 Satu di antara 7 lelaki tersebut berdiri dan berjalan ketengah gelanggang aku pun bergerak maju pula,laki-laki ini tidak memakai senjata apapun jadi aku merasa agak tenang,pikirku "yah paling nanti aku bonyok dipukulin dia". Sampai di tengah gelanggang kami bertemu dan bersalaman lalu kami mundur 3 langkah ke belakang,aku melihat laki-laki itu sudah memasang kuda-kuda dengan gaya silat melayu,sesuai kata kakekku tadi mintalah semua kepada Allah, aku pun memejamkan mata berdoa agar di berikan karomah kemampuan ilmu yang sama dengan lawanku. Sontak tangan dan badan ku bergerak sendiri pertarunganpun terjadi yang semula aku tidak bisa apa di sini aku menjadi seorang pendekar dunia persilatan,pertarungan dengan tangan kosong ini berlangsung lama jurus demi jurus sudah dikeluarkan sampai pada akhirnya aku mendapatkan sebuah celah untuk membuang serangan dan langsung memfokuskan pukulan tangan kananku kedada lawan ku,dan benarlah laki-laki itu langsung berteriak dan tiba-tiba melompat keluar dari gelanggang anehnya yang kulihat kenapa orang itu dari belakang terlihat seperti seeokor harimau belang sumatera dan langsung menghilang ke belakang rumah masuk ke hutan.

 Belum sempat aku berfikir panjang tiba-tiba dua lelaki yang masi duduk di kursi tadi sudah bearada di hadapanku,tanpa banyak bicara mereka langsung menyerangku,keduanya memakai senjata berupa tombak dan cemeti,ada niat untuk berlari dari gelanggang tersebut tapi aku teringat pesan kakekku tadi, haram hukumnya berlari dari medan pertempuran,tanpa sempat berdoa aku langsung di serang bertubi-tubi tapi anehnya semua serangan itu bisa aku tepis dan sesekali melemparkan tendangan kearah mereka,aku berfikir tidak mungkin menang jika aku tidak mempunyai senjata,dan tiba-tiba kakiku menginjak sebuah benda keras,sempat kulihat ternyata itu adalah sebuah tongkat yang kepalanya berbentuk kepala burung garuda. tanpa pikir aku langsung mengambil tongkat itu,setelah tongkat itu ada ditangan aku merasakan hawa aneh dingin menyelubungi tangan sampai kebahuku, dan gerakanku seperti gerakan seekor burung elang yang sedang menari,loncat sana sini sambil mengelakkan serangan lawanku,benar saja satu lawan ku telak terkena pukulan tongkatku langsung berteriak dan lari keluar gelanggang,belum lama aku juga mendapatkan sela untuk menyapu kaki lawan yang satunya lagi,ia terjatuh dan belakangnya kupukul dengan tongkatku kejadian serupapun terjadi dia langsung berubah wujud mnejadi seekor harimau sumatera dan melompat keluar gelanggang atau arena.
Belum lagi sempat aku mengambil nafas tiba-tiba keempat lelaki yang tersisa sudah mengepungku dengan posisi 2-1-2 berubi-tubi mereka menyerangku kali ini mereka semua bergerak seperti mengeluarkan jurus masing-masing ada yang bertingkah seperti macan,ada yang seperti monyet,ada yang seperti ular,dan satu lagi bertingkah seperti seekor belalang concorang. Dalam hati aku menggerutu ini adalah pertarungan yang tidak adil 4 lawan 1,aku melihat ke arah kakekku dan dia hanya tersenyum,hanya dengan satu senjata tongkat mungkinkah aku bisa mengalahkan mereka? ya Allah berilah hamba tambahan kekuatan untuk bertarung disini ya Allah,itu do'aku dalam hati dan tiba-tiba belakangku seperti menyentuh  bersandar pada seseorang,wangi ya..bau wangi bunga yang tercium di hidungku aku sempat menoleh tapi wajah yang bersandar padaku tidak bisa aku lihat karena wajah kami saling membelakangi,tapi dengan aroma wangi tersebut dia adalah seorang wanita,dan dalam fikiranku siapa dia dan dari warna pakaianya aku berharap itu wanita yang tadi mengikuti kami kesungai,agh....nantilah yang penting ini adalah jawaban do'a ku untuk memenangkan pertarungan ini.

Lama pertarungan terjadi sekarang 2 lawan 4 ya lumayan pikirku ada tambahan kekuatan,dengan senjata tongkatku dan wanita tadi bersenjatakan sebuah selendang,selendang itu menari kesana kemari memecut lawannya,dan akhirnya kamipun memenagkan pertarungan ini hal yang sama pun terjadi dengan lawan kami.
Aku baru bisa melihat wajah perempuan yang bertarung bersamaku,ternyata benarlah dia yang ada di dalam fikiranku. setelah saling tatap sebentar perempuan itu langsung menarik tanganku kearah depan rumah,dan diikuti kakekku dari belakang.
Kemudian lalu kami dipersilahkan naik kerumah tinggi tersebut,semua yang ada di situ tersenyum,berbisik sesama mereka ntah apa yang mereka bisikan akupun tak tahu, sampai di dalam rumah aku disuruh kakekku masuk kesebuah ruangan,dan anehnya hanya aku dan perempuan tadi yang namanyapun aku belum tahu di suruh masuk,sedikit terbayang hmmm..... jangan-jangan ada tempat tidur d ruangan itu.
setelah masuk ternyata di ruangan itu jauh dari yang kubayangkan di sana ada seperangkat sesajen tumpeng nasi kuning,bertutupkan seekor ayam,ada mangkuk pembakaran kemenyan,sarana makan sirih lengkap,kain putih dan lainnya. Tiba-tiba perempuan tadi membuka suara "duduk di depan jambar dang" busyeet.... suaranya merdu dan manja sekali,aku turuti saja kata-kanya aku duduk bersila di depan tumpeng itu,aku menolah ke belakang ternyata perempuan tadi pun sudah melakukan hal yang sama,dia bersilah dan matanya terpejam seperti sedang bersemedi,agh....aku jadi bingung mau nagapain,dari tadi hanya ada perintah doang..tidak ada kesempatan untuk bertanya, baiklah...aku juga melakukan hal yang sama.yaitu bersemedi....!
 
Nah...gan..itu sepenggal trhead awal perjalananku..ya..gan! saya butuh dukungan sedikit coment apakah diary ini bisa dilanjutkan atau tidak.

Kata gw ini INDEX test drive.

PART.2.PERTEMUAN dgn PANGLIMA SEPUH SRIWIJAYA http://infopade.com/2RlU

PART.3.PERTARUNGAN VS KHODAM KUNTI http://infopade.com/2TB2

PART.4.PERTARUNGAN VS JIN TIMUR TENGAH http://infopade.com/2TNr

PART.5.SAHABAT KARIB YG TAK TERSELAMATKAN http://infopade.com/2TYr

PART.6. LANJUTAN PART.5 http://infopade.com/2ToA

PART.7. PERSELISIHAN VS DEWI LANJAR RATU LAUT UTARA http://infopade.com/2U47

PART.8.LANJUTAN PART. 7 http://infopade.com/2U94

PART.9.TAMASYA ALAM ASTRAL (AKU dan GURU SEJATI) http://infopade.com/2UG9

PART.10.LANJUTAN PART.9 http://infopade.com/2UKn
Diubah oleh smartcakradana
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Yenco dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Tampilkan isi Thread
Halaman 28 dari 34
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
23-07-2019 09:44
Quote:Original Posted By waroxz76
Sepertinya begitu.....


ya syiriklah,bukankah sudah di katakan oleh dewi laksa kalau jln yg di ambil kokoh sudah keluar dr ketentuan Allah,ya itu artinya syirik.
0 0
0
Lihat 1 balasan
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
Lapor Hansip
23-07-2019 12:55
Balasan post smartcakradana
Nggih dang,

Contoh yang dilakukan tokoh kokoh sudah termasuk jenis syirik jali (terang-terangan) bukan khafi (samar/sembunyi-sembunyi) dan juga masuk golongan syirik akhbar rububiyah.
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
23-07-2019 18:03
Quote:Original Posted By waroxz76
Nggih dang,

Contoh yang dilakukan tokoh kokoh sudah termasuk jenis syirik jali (terang-terangan) bukan khafi (samar/sembunyi-sembunyi) dan juga masuk golongan syirik akhbar rububiyah.


nah bener banget tuh,do i mintanya sm jin bukan sm tuhan.
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
26-07-2019 23:47
Lanjut lagi dang... emoticon-Big Grin
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
29-07-2019 20:26

PART.2.KORBAN CUPU MAHKOTA NAGA RAJA (lanjutan)

Kembali aku di buat sport jantung, aku memalingkan badan ke belakang,tanpa kusadari kalau seruni sudah berada di belakangku bersama sukma kokoh. Dan saat aku memutar kembali,dewi laksa sudah berpakaian seperti awal kami bertemu.
"owh...maafkan aku dinda tak mengetahui kehadiranmu"
"tak mengapa kanda,aku memang memagari badanku supaya kau tidak merasakan kehadiranku"
"maksudnya bagaimana ini dinda?"
"hmmm...ksatria sebenarnya kekasihmulah yang meminta aku melakukan hal tadi,dia memberikan kesempatan padaku untuk mengujimu selagi dia menjemput sukma laki-laki itu"
"benarkah itu dinda?"
"benar kanda"
"hahaha...kalau tanpa seizin kekasihmu yang arogan ini,mana berani aku mengganggumu ksatria,akupun tidak ingin berakhir seperti dewi tangan 1000"
"agh...aku dikerjain rupanya,untung aku bisa menahan dan tidak tergoda dengan rayuan dewi laksa,yah...sebenarnya sih bukan tidak,tapi belum tergoda hehehe..."
"baiklah dewi kita kembali ke misi" seruni kembali mengalihkan pembicaraan.
"baik dewi,apakah ini manusia yang menginginkan media cupu mahkota naga raja itu?"
"benar dewi"
"mari bawalah dia,kita pergi ke altar perjanjian" jawab dewi laksa sambil berjalan,dan kami mengikutinya dari belakang.
Berhenti di satu sisi istana,terdapat sebuah altar bulat berbentuk sebuah meja tanam terbuat dari batu berwarna hitam,kami menghampiri meja batu itu,belum lama kami duduk di pinggiran altar batu,datang beberapa orang yang berpakaian seperti dayang istana,mereka masing-masing membawa sebuah nampan yang berisikan kembang,dan dayang yang paling depan membawa nampan yang berisikan sebuah media berwarna kuning,media itu mirip sebuah mahkota yang di sekelilingnya terdapat ukiran seekor naga.
"hmmm....itukah media yang disebut cupu mahkota naga raja" pikirku.
Dewi laksa naik ke atas altar "kemarilah kau wahai anak manusia" sambil menunjuk ke arah kokoh.
Kokohpun menyusul naik ke atas altar.
"duduklah dengan bersilah dan katakan permohonanmu"
Kokoh menuruti perintah dewi laksa lalu berkata :
"Yang mulia Ratu kekayaan berilah aku kekayaan yang melimpah,kembalikan semua hartaku yang hilang"
"hahaha...anak manusia,jika aku memberikan keinginanmu apa yang akan kau berikan padaku?"
"apapun itu yang mulia ratu akan aku berikan dan aku korbankan asalkan keinginanku terkabul"
"hahaha...ketahuilah sebelum kau memantapkan niatmu,sudah banyak sekali anak manusia yang datang meminta kekayaan padaku,dari sekian banyak itu hanya beberapa orang saja yang bisa menepati janjinya,karena yang datang kemari adalah golongan manusia serakah dan lupa diri,kalian selalu mencari jalan pintas untuk mencapai puncak kejayaan,sehingga banyak yang lupa dengan ketentuan Gusti Allah"
"Sekali lagi aku ingatkan padamu,kaupun sudah menempuh jalan pintas di luar ketentuan penguasa alam ini,maka aku yang kau mintai pertolongan berhak menguasai hidup dan matimu"
"tapi itu hanya berlaku jika kau nantinya ingkar terhadap perjanjian yang akan kita sepakati"
"apakah kau siap?" bentak dewi laksa.
"saya siap yang mulia ratu,saya tidak mau hidup dalam kemiskinan" jawab kokoh.
"baiklah,aku sudah memberi peringatan padamu dan keputusan ada di tanganmu"
"dayang....kemarikan cupu mahkota naga raja"
Dayang membawa nampan berisi cupu melangkah naik ke atas altar menyuguhkan nampan kepada dewi laksa. Dewi laksa mengambil cupu mahkota naga raja dari nampan.
"Peganglah cupu ini dan angkat setinggi kepalamu"
Dewi laksa perlahan tubuhnya mengangkat kakinya tak lagi menapak ke meja altar.
"Anak manusia yang lupa...! saat ini kau akan melakukan perjanjian ghaib denganku,apakah kau bersedia?"
"bersedia yang mulia ratu"jawab kokoh dengan nada penuh keyakinan.
"Dengarlah baik-baik dan ingatlah!,kau akan kuberi kesempatan untuk menggunakan bantuan dari khodam cupu mahkota naga raja,cupu ini mempunyai kekuatan untuk menarik kekayaan dunia datang padamu,masalah hidupmu akan tuntas dengan cupu ini,itulah yang akan kau dapatkan"
"perjanjiannya...!
"pertama kau harus merawat cupu ini dengan baik,setiap malam jumat kliwon kau berkewajiban memberi sesajian untuknya,dan jika kau lalai dia akan memperingatkanmu. dengan caranya sendiri."
"kedua...kau hanya bisa menggunakannya dalam waktu satu tahun di duniamu, maka maksimalkanlah waktu satu tahun itu,setelah waktu satu tahun habis kau harus mengembalikaannya dengan cara menguburnya kembali ke tepi pantai ini"
"jika kau melalaikannya khodam cupu naga raja berhak mengambil imbalan darimu sesuai kehendaknya"
"itulah perjanjiannya"
"wahai khodam cupu naga raja masuklah ketempatmuuu...!"
Dari arah istana muncul sebuah sinar kuning bergerak dengan cepat "blaaammmm...!" sinar itu masuk kedalam cupu yang dipegang kokoh,aku sendiri tidak sempat melihat wujud sosok asli khodam tersebut.
"nah...! anak manusia yang lupa,cupu itu sudah siap menunaikan tugasnya dan ingatlah semua perjanjian yang telah disepakati dan pulanglah"
"baik yang mulia ratu" jawab kokoh.
Perlahan tubuh dewi laksa turun,dan para dayang menaburi kokoh dengan bunga-bunga yang ada di dalam nampan.
Selang waktu karena ada rasa penasaran di dalam benak,aku bertanya kepada seruni.
"Dinda dalam perjanjian tadi, jika kokoh lalai dalam.perjanjian maka khodam akan mengambil imbalan,berbentuk apakah imbalan itu?"
"kemungkinan nyawa kanda"
"owh,berat juga sangsinya jika lalai,mudah-mudahan kokoh tidak lengah dan lalai dengan perjanjian ghaib yang dibuatnya"
"semua ada resikonya kanda,tapi jika dia tidak lengah dia akan aman dan tentram,tapi sayang semua manusia yang sudah memutuskan untuk meminta bantuan kepada bangsa kami biasanya manusia serakah dan tidak berserah diri kepada ketetapan Yang Maha Agung"
"Sahabatku Nyai seruni dan ksatria laduni,perjanjiannya sudah selesai bawalah kembali anak manusia ini dan pulangkanlah dia ke jasadnya"
"baik dewi,terimakasih atas bantuannya"
"kami undur diri dewi" jawabku.
"silahkan ksatria,datanglah kemari kapanpun kau mau pintu istanaku selalu terbuka untukmu sebagaimana sahabatku Nyai seruni"
"terimakasih dewi" jawabku singkat.
"dinda kembalikanlah sukma kokoh,aku akan pulang untuk mewujudkan cupu mahkota naga raja"
"baik kanda" jawab seruni sambil membuka portal astral.
Singkat cerita kami meninggalkan istana dewi dengan membawa cupu mahkota naga raja.
Keesokan harinya aku menelpon kokoh untuk mengambil media yang diinginkannya sembari mengulas kembali perjanjian yang sudah dibuat di alam astral.
Kembali ke kokoh dan istrinya yang sudah kayaraya tapi lalai.
"itulah yang aku takutkan kokoh pasti lalai dan menganggap remeh dengan perjanjian ghaib hanya karena kokoh tidak bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri secara zhohir"
"semua sudah terlambat kalau begini ceritanya,aku ragu apa bisa menghentikan karma kokoh ini,karena sudah menjadi hak khodam dan dewi laksa untuk mengambil imbalan jika kokoh lalai dan ingkar"
"bagaimana dang,mohon selamatkan keluarga saya sekali lagi dang" dengan wajah memelas.
"entahlah koh,apakah kali ini saya bisa membantu atau tidak"
"saya harus kemana lagi selain ke dang dinar,percuma saya memiliki harta banyak jika anak-anak saya menjadi korban dan hidup dalam ketakutan entah kapan giliranku diambil mereka"
"itulah akibat dari orang yang serakah,dari pertama bertemu saya sudah mengira kalau kokoh ini terlalu memcintai harta benda duniawi dan takut sekali dengan yang dinamakan kemiskinan sehingga kokoh menempuh jalan pintas,meninggalkan ketetapan Yang Maha Pemurah dan penyayang sebenarnya itulah kemiskinan sejati yaitu miskin iman,maaf saya harus berkata lebih kasar dan mungkin dalam koh"
"tak apa dang,semua itu benar dan saya akui,bahwa saya memang sudah terlalu lama dan jauh dari jalan yang di ridhoi-NYA,berilah kesempatan saya untuk memperbaiki diri dang"
"koh...!,kesempatan itu bukan dari saya tapi dari Allah,ingat Allah akan memberikan kesempatan kepada hambanya untuk bertobat sebelum nafasnya hanya tinggal sebatas kerongkongan"
"saya ini hanyalah manusia biasa yang kebetulan dititipi setetes ilmu dari yang maha kuasa,semua itu penuh dengan tanggung jawab yang terkadang saya berhadapan dengan maut hanya untuk membela orang-orang ingkar seperti kokoh ini...!" suaraku semakin meninggi.
Aku benar-benar marah dengan manusia satu ini,tanganku bergetar dan dadaku panas pertanda salah satu ajianku aktif karena di sulut oleh emosi.
"istighfar anakku...!"
Sayup kudengar suara lembut ditelingaku,jauh tapi suara kata-katanya jelas terdengar.
"hmmmm...ini suara kanjeng ibu cirebon" pikirku.
"assalamualaikum kanjeng ibu"
"waalaikumsalam anakku ksatria laduni"
"maafkan aku kanjeng ibu,aku terbawa emosi dengan perilaku manusia ini"
"sikapi dengan baik anakku,tidak ada masalah yang tidak ada solusinya"
"kanjeng ibu benar,tapi bagaimana manusia ini melibatkan aku dalam masalah dengan dewi laksa,apa yang harus aku lakukan kanjeng ibu berilah sedikit petunjuk "
"temuilah dewi laksa dan minta keringanan darinya"
"baik kanjeng ibu,aku akan menemui dewi laksa dan memintakan keringanan untuk manusia ini"
Mintalah leluhurmu putri gading dan baginda maharaja sakti untuk membantumu.
"hmmm...benar juga,bukankah kerajaan dewi ghaib dewi laksa berada di lokasi kerjaan leluhurku"
Kembali ke kokoh
"baiklah koh,saya akan mencoba untuk bernegoisasi dengan dewi laksa untuk meminta keringanan untuk kalian sekeluarga"
"terimakasih dang,terimakasih banyak,pokoknya apapun yang dang dinar butuhkan bilang saja jangan sungkan dang jangan sampai dang keurangan sarana apapun"
"maaf koh,kalau aku minta imbalan maka kokoh tak akan sanggup memenuhinya,dan satu lagi,aku dan keluargaku tidak makan makanan yang berasal dari perbuatan seperti kokoh lakukan,maka simpanlah uang kokoh itu"
Mendengar itu,kokoh dan istrinya hanya terdiam dan terunduk.
"sekarang pulanglah kokoh kerumah karena saya ada pekerjaan lain"
Kulihat istrinya meneteskan air mata di depanku,sebenarnya aku sendiri tidak begitu tega melihatnya,yah....mungkin tadi kata-kataku lumayan kasar dan nada suaraku tinggi,tapi biarlah demi.menyadarkan orang seperti mereka ini kurasa tak mengapa juga.
Singkat cerita,malam ini aku kembali akan menyelam keistana dewi laksa.
"Assalamualaikum dinda seruni hadir....!"
"waalaikumsalam kanda ksatria"
"dinda malam ini kita kembali ke istana dewi laksa"
"tapi sebelumnya kita akan pergi ke istana baginda maharaja sakti untuk meminta bantuannya"
"baik kanda"
Seruni langsung membuka portal astral "blaaazzzz..." kami sudah berada di dalam istana leluhurku dan berjalan menuju ruang singgasana.
Kedua leluhurku rupanya tahu akan kedatangan kami,mereka sudah menunggu di atas kursi singgasana.
Aku dan seruni membungkukkan badan.
"Assalamualaikum baginda"
"assalamualaikum putri"
"waalaikumsalam" jawab mereka serentak.
"ada apa gerangan cucuku ksatria laduni kau datang kemari?"
"maafkan aku baginda,aku datang tanpa memberi tahu karena ini mendesak"
"hmmm...ceritakanlah apa kebutuhanmu"
Akupun mulai bercerita dari awal bertemu kokoh sampai akhirnya menjadi masalah.
"karena itu baginda,aku diberi jalan oleh kanjeng ibu cirebon menemui baginda dan putri untuk menemaniku meminta keringanan dari dewi laksa atas kelalaian yang sudah terjadi"
"hmmm...cucuku ksatria laduni,ini adalah pelajaran berharga bagimu,tidak semua manusia yang datang padamu harus kau bantu,telusuri dahulu apakah manusia itu benar-benar bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya atau tidak "
"apalagi ini jika berhubungan dengan penghuni alam ghaib,tidak ada yang mereka berikan tanpa imbalan apalagi jika berhubungan dengan harta benda dunia"
"perjanjian ghaib yang dibuat adalah untuk mengikat manusia,karena tanpa perjanjian mereka tidak berhak untuk mengmbil tumbal manusia,perjanjian ghaib adalah alat bagi mereka untuk mendapatkan keinginan mereka dari manusia,jika perjanjian sudah terikrar maka mereka hanya menunggu manusia itu lalai,terkadang mereka sengaja membuat manusia lupa dengan perjanjian dan terlena dengan kekayaan yang mereka dapatkan"
Mengenai permintaanmu kami akan mencoba mendatangi dewi laksa di istananya,masalah terkabul atau tidak kami tidak bisa memastikan karena kami tidak bisa memaksa dewi laksa memcabut perjanjiannya karena itu sepenuhnya adalah hak dia.
"terimakasih baginda bagiku itu saja sudah cukup" jawabku.
"sekarang pergilah kau keistana dewi laksa dan mintalah terlebih dahulu keringanan darinya"
"baik baginda,kalau begitu aku undur diri"
"pergilah" jawab baginda maharaja sakti.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Aku dan seruni pergi meninggalkan istana leluhurku menuju istana dewi laksa.
Saat sudah berada di istana dewi laksa seperti pertama kali datang kami tetap meminta penjaga gerbang memberi kabar kepada ratunya,dan kami kembali menemuinya di taman bunga.
"salam ratu dewi laksa...!" ucap seruni.
"salam sahabatku Nyai seruni dan selamat datang kembali diistanaku"
"ada apa gerangan nyai beserta ksatria laduni datang keistanaku ini?"
"iya dewi,kami datang dengan misi yang sama seperti waktu itu"
"hmmm...media apa lagi yang di butuhkan nyai?"
"kami datang dengan manusia yang sama yang memegang cupu mahkota naga raja waktu itu"
"apa lagi urusanmu dengannya nyai?"
"kau benar dewi,sebenarnya tidak ada lagi urusanku dengannya,tapi ini urusan dan misi ksatria laduni"
"Kalau begitu apa misimu kali ini wahai ksatria laduni" dewi laksa bertanya padaku.
"dewi, kau mungkin sudah tahu dengan misiku kali ini,karena orang yang memegang cucpu mahkota naga raja,sudah lalai dengan perjanjiannya"
"hahaha...kau benar ksatria,dan sekarang sesuai dengan perjanjian hidupnya adalah milikku dan tahun ini adalah tahun ketiga,maka waktunya aku mengambil sukmanya untuk kujadikan budak di istanaku"
"dewi...bukankah kau sudah mengambil satu anaknya,apa itu belum cukup?"
"hah...!,cukup katamu?,apakah dia juga cukup dengan harta yang dia dapatkan dariku?"
"untuk itulah aku kembali datang dewi,aku minta keringananmu untuk melepaskan kokoh dari perjanjian maut yang kalian sepakati"
"kastria laduni,kau orang yang terpilih memiliki keuatan dan kelebihan,maka jadilah ksatria sejati dengan tidak menarik ucapanmu,dan biarkanlah yang mestinya terjadi"
"kau benar dewi,tapi ini adalah tanggung jawabku juga,aku hanya minta keringanan darimu untuk kokoh hanya itu dewi"
"hahaha...jika permintaanmu ku kabulkan entah berapa banyak nanti yang akan datang meminta keringanan sepertimu,maaf kastria aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu,mintalah yang lain mungkin aku bisa membantu"
Rupanya negosiasiku menemui jalan buntu,mungkin saatnya aku minta bantuan kepada baginda maharaja sakti.
"assalamualaikum baginda,hadirlah...!"
"waalaikumsalam"sekejap paduka baginda maharaja sakti sudah hadir di tempat kami berada didampingi oleh putri gading.
Dewi laksa terkesima dan langsung melakukan sembah sujud,kepada leluhurku.
"selamat datang baginda,ada apa gerangan baginda dan putri gading datang ke istanaku tanpa memberikan pesan terlebih dahulu"
"Tak mengapa dewi,kehadiranku diundang oleh ksatria laduni"
"kalau boleh saya tahu,apa hubungan baginda dengan ksatria ini?"
"dia adalah keturunanku dewi" jawab baginda.
"owh,maafkan saya paduka baginda saya tidak tahu"
"baiklah dewi,kami tidak bisa berlama-lama disini,kedatangan kami adalah untuk meluruskan misi spiritual ksatria laduni,bukankah dia sudah meminta keringanan darimu?"
"benar baginda"
"lantas apakah begitu sulit bagimu untuk mengabulkannya?"
"maaf baginda,saya tidak bisa memberikan keringanan karena itu sudah melanggar aturan alam kita"
"kalau begitu apa yang harus dilakukan ksatria laduni agar keinginannya terkabul dewi?"
"ada paduka,ksatria laduni harus bertarung dengan salah satu ksatria kerajaanku jika dia menang dia bisa membebaskan manusia itu dari perjanjian maut."
"hmmm...baiklah dewi,ksatria...! itulah syarat atas keinginanmu,apa kau siap?"
"maaf baginda hamba belum belum selesai,syarat pertarungannya adalah ksatria laduni tidak di perbolehkan menggunakan perisai kala cakra "
"aku siap baginda,aku tidak akan menggunakan gear perisai kala cakraku" Kali ini aku akan bertarung tanpa senjata dan ajian kala cakra.
"Hmmm...apakah di alam astral ini semua diselesaikan dengan pertarungan,yah...beginilah perkerjaan penjelajah alam astral,disini tidak ada sogok menyogok,jilat menjilat dan saling menjatuhkan,semua diselesaikan secara jantan dan satu lagi disini tidak ada perebutan jabatan seperti dunia kita" pikirku.
"mari kita pergi ke arena pertarungan" ajak dewi laksa.
Kamipun mengikuti arah dewi laksa melangkah,menuju arena pertarungan yang di katakannya.
Sampai di satu sisi istana,kami berhenti disebuah tanah lapang berpasir.
"di sinilah kau akan bertarung ksatria laduni" sahut dewi laksa.
"baiklah dewi,mana ksatriamu" jawabku.
"hahaha...rupanya kau sudah tidak tahan untuk bertarung, panglima hazam...hadirlah....!" teriak dewi laksa.
Tak lama,tiba-tiba angin kencang berputar menggulung pasir seperti puting beliung di tengah gurun pasir,perlahan puting beliung hilang dan muncullah ksatria yang di panggil panglima hazam oleh dewi laksa,panglima.ini berbadan kurus ceking,dengan rambut panjang terurai sampai ke pinggang.
Karena lawanku sudah menunggu di tengah arena akupun segera melipat kedua tanganku dan menunduk kepada baginda untuk mohon izin bertarung,baginda hanya menganggukkan kepala,aku melesat ke arah lawanku.
"Mari sahabat panglima hazam,seranglah aku sesuka hatimu...!"
Tanpa menjawab teriakanku,panglima hazam melesat kearahku laksana anak panah lepas dari busurnya dan langsung menyerangku dengan tangan kosong.
"wuuttt,wuut"Sambaran tangannya menegeluarkan aura dingin yang keras,nyatanya lawanku ini bukan panglima biasa dia mempunyai energi yang sangat tinggi,karena beberapa kali sabetan tangannya meleset,dia melompat tinggi dan turun dengan posisi kepala di bawah,gerakan tangannya cepat sekalibsehingga mengeluarkan suara menderu,saat dekat kebtubuhku serangan langsung di lancarkan,gerakan tangannya bolak balik tiada hentinya,sehingga membungkusku dalam serangan yang mematikan,sasarannya semua titik vital yang jika terkena sekali saja di pastikan aku akan ambruk.
Meskipun dia tidak menggunakan bantuan senjata tapi jari-jari tangannya melebihi kekuatan dan ketajaman sebilah golok bahkan pedang.
Dalam waktu lima menit saja aku sudah terdesak,karena dari tadi aku hanya mengambil posis bertahan sehingga menyebabkan aku selalu bergerak mundur,akibanya ruang gerakku semakin sempit dan kepepet karena ternyata di belakangku ada sebuah batu besar yang membatasi gerak mundurku.
Aku tidak bisa bertahan dengan posisi ini lebih lama lagi,batasku adalah batu di belakangku,sedangkan serangan panglima hazam semakin menggila,sabetan tangannya bak ribuan anak panah yang menderu tiada hentinya.
"dug!" belakangku sudah menyentuh batu besar di belakangku,saatnya bagiku untuk membuka serangan.
"hiiiyaaaaa....." ku hentakkan kedua tanganku kedepan membuat serangan balasan,tapi tak kusangka pada saat itulah panglima hazam berkelit kekiri dan "breeet...!" robeklah lengan bajuku dan dua jari panglima hazam mengenai lengan kiriku dengan meninggalkan dua goresan bekas kukunya.
Rasa perih dan ngilu serta merta menjalar kesekujur tubuhku,nyatalah kalau kuku itulah sebenarnya senjata lawanku ini,kuku itu mengandung racun yang luar biasa.
"Hmmmm...aku harus mundur menjauh untuk menetralisir racun ini" pikirku.
"hufff...hiyaaaa" aku melompat menjauh dan dengan cepat memgalirkan energi cakra tirta maya keseluruh tubuh.
"syukur aku mempunyai ajian cakra tirta maya,sehingga pada dasarnya semua jenia racun bisa ku netralkan dengan cakra ini"
Melihat aku masih dalam keadaan baik-baik saja setelah terkena racunnya,panglima hazam kembali melesat dan menghantam kan kedua tangannya,tanpa persiapan aku langsung menyambut serangan itu dan ajian pukulan tapak budha mengalir otomatis di tanganku.
Dua pukulan yang mengandung energi sangat besar bertemu "duuuaaarrrr" laksana bertemunya dua batu besar.
Si panglima terpental jauh,karena terdorong oleh energi tapak budhaku,dan akupun tersurut beberapa langkah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
marigoldz dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
29-07-2019 20:31

PART.KORBAN CUPU MAHKOTA NAGA RAJA (lanjutan)

Si panglima terpental jauh,karena terdorong oleh energi tapak budhaku,dan akupun tersurut beberapa langkah.
Bukan main geramnya panglima hazam yang mungkin jarang mendapatkan lawan yang setara dengannya.
Terlihat dia meluapkan emosinya,diangkatnya batu besar yang tadi berada di belakangku sekarang berada di belakangnya, di lemparkannya batu itu kerarahku,saat batu itu sudah hampir sampai padaku,aku langsung melesat menghindar dan "duuuarrr" batu itu mengenai batu lainnya di dekatku,tak bisa kubayangkan bagaimana jika batu itu tadi mengenaiku.
"hmmm...aku unggul satu langkah,ternyata panglima ghaib ini gmpang sekali tersulut emosinya,mungkin semakin ku buat kesal maka emosinya akan semakin naik dan akan lebih mudah bagiku untuk mengalahkannya,soalnya aku tidak di perbolehkan menggunakan perisai kala cakra aku harus mencari cara lain untuk mengeksekusinya" pikirku.
Panglima hazam diam sejenak sepertinya dia akan melakukan pemanggilan dan "blazzzz...."benar saja sebuah pedang berukuran besar muncul di tangannya.
Aku yakin dengan adanya senjata di tangannya,serangan yang di lancarkan tentu akan lebih dahsyat,dengan tangan kosong saja dia berhasil melukaiku apakah lagi jika sudah ada senjata di tangannya.
Belumpun sempat aku membuat strategi "hiyaaaa...." teriakan lantang panglima hazam menerjang ke arahku,kembali pertarungan kami terjadi,lagi-lagi aku kerepotan menghadapi serangan lawanku.
Sabetan pedangnya cepat sekali,silat melayu yang kugunakan hanya mampu untuk bertahan,tak ada kesempatan satu kalipun untuk ku melakukan serangan balik.
Satu titik waktu "aaggghhh...." saat aku mengelakkan sabebatan pedang ke leherku,saat itulah sebuah bogeman mendarat di dadaku.
Aku tersurut beberapa langkah kebelakang "huh....!" nyeri juga rasanya dadaku,tapi aku tidak merasakan kalau bogeman tadi membahayakanku.
"agh...!,pertarungan ini membuatku kesal juga,sudah dua kali aku diberinya kenang-kenangan namun aku belum bisa memberi kenangan balik,malu juga rasanya disaksikan oleh baginga maharaja sakti dan adindaku nyai seruni,hmmm...apakah dewiblaksa sengaja mempermalukan ku dengan melarangku menggunakan perisai kala cakra" pikirku.
"hmmm...bukankah aku pernah dititipi ilmu usuran besi oleh kakek leluhurku pendekar sangkar besi saat aku menundukkan seruni dan waktu pertama aku bertemu dengan leluhurku itu,yang jika sudah diaktifkan akan membuat aku kebal terhadap semua senjata yang terbuat dari besi,seperti keris,pedang,golok"
"baiklah...tapi bagaimana aku belum diberitahu kunci pengaktifannya"
"cukcuku...!,ikuti kata-kataku..." sebuah suara yang tidak asing bagiku,siapa lagi kalau bukan leluhurku pendekar sangkar besi.
"...........sanggau pejerau pitungatus,tahan tikam sangkar besi,berderai baja di langit,turun serta baju besi,min...guru besi,akulah pemakai baju besi,berkat Laaillahailallah......"
Rupanya leluhurku tahu kalau saat ini aku membutuh kunci ilmubusuran besinya,setelah pembacaan kunci ilmu selesai aku merasakan terjadi sesuatu dengan tubuhku,seluruh kulit badanku terasa menjadi tebal dan kebas tidak seperti tidak bisa merasakan apa-apa jika disentuh,aku yakin inilah reaksi energi ilmu ajian usuran besi yang kuncinya baru kuterima.
"baiklah panglima mari kita lanjutkan pertarungan ini "
"hiiiyaaaa...." aku melesat kedepan menuju lawanku,tanpa ragu aku membuka serangan,aku sudah tidak kawatir jika nanti terkena sabetan pedang lawanku.
Aku membalas semua serangan panglima dan dalam titik waktu "triiiinnngggg...!" lenganku beradu dengan pedang panglima hazam,benturan terjadi kuat sekali sehingga menimbulkan suara berdering bak dua logam keras berbenturan.
Jujur saja aku sebenarnya terperangah dengan kejadian barusan dan takjub dengan ajian usuran besi yang ternyata sangat berguna untukku.
"hah...!,sekarang giliranku di atas angin tanpa ragu akan terluka,kulancarkan serangan terbaikku,sabetan-sabetan pedang sekarang sudah tak ku elakkan,semua kusambut dengan tangkisan,satu kesempatan kudapat,tangan kiriku menangkis sabetan pedang dan bogemku arahkan ke leher panglima"
"jedug..." bogemku berhasil mendarat di leher lawanku,panglima tersungkur,pedangnya berhasil kurebut dan "trang...!" pedang ku hajar dengan tinju dan patah menjadi dua.
"bangunlah panglima,pantang bagiku menyerang lawan yang sedang jatuh"
Panglima kembali bangkit dan mundur beberapa langkah,dia bersiap seperti akan mengeluarkan sebuah ajian.
"pukulan penghacur sukmaaa....!" teriak nyaring panglima hazam.
"hmmm...dari namanya sepertinya ajian ini khusus untuk menghadapi lawan-lawan yang berasal dari dunia real,karena lawan dari dunia real lah yang berbentuk sukma sedang lawan dari dunia astral murni ghaib"
Dihentakkannya kedua tangannya,dunia larik sinar hitam muncul melesat cepat kearahku,aku terpaksa melompat jauh untuk menghindari kedua sinar yang datang.
Kupersiapkan energi untuk melepaskan pukulan tapak budha,sedangkan panglima hazam kembali melepaskan dua sinar hitam penghancur sukma,pukulan tapak budha kulepaskan dengan energi total "hufff...hiyaaaa" bles..bles...bles...tiga bayangan energi tapak budha kulepaskan memapas dua sinar penghancur sukma.
"jedaarrrrr" saat berpapasan kedua energi terdengar suara ledakan,dua tapak budhaku lenyap bersama dua sinar penghancur sukma. Naas bagi panglima hazam satu pukulan tapak budhaku lolos dang menyongsong panglima hazam.
Panglima hazam terperangah dan "jedug....aghhhhh....!" panglima hazam tak sempat menghindari tapak budhaku. Dia kembali terpental beberapa langkah kebelakang.
Kali ini dia bangkit dengan cepat,dan kembali melakukan posisi pemanggilan "hmmmm...senjata apa lagi yang akan digunakannya,aku sudah mulai berniat untuk mengakhiri pertarungan ini,kuharap ini senjata pamungkasnya sehingga aku bisa mengeksekusi secepatnya"
"blazzzz..." sebuah tombak muncul di tangan panglima hazam dan bersiap untuk dilemparkannya kearahku,aku yakin itu bukanlah tombak biasa karena tombak itu mengeluarkan cahaya berwarna kebiruan,dan bentuk gagangnya bersisik seperti ular.
"ini adalah senjata jarak jauh,trisula siwa yang akan menyambutnya" Aku berniat memanggil trisula siwa,kebetulan bagindamaharaja sakti sang pemilik sebenarnnya ada di sini,aku melihat kearah leluhurku itu,diapun mengerti keinginanku dan menganggukkan kepala.
"salam dewa siwa,omm swastiastu,trisula siwa muncullah...!"
"blazzz... " sebuah trisula berwarna kuning yang mempunyai bandul gendang kecil di gagang dekat matanya muncul di genggamanku.
Disisi lain lawanku sudah melemparkan tombaknya,tombak melesat dengan cepat,kupapas dengan lemparan trisula dan tidak lupa kusertai dengan ajian tapak budha.
Kedua senjata berpapasan di tengah "duarrttt....!" ledakan kembali terjadi,sebenarnya ajian tapak budhalah yang berbenturan dengan tombak panglima hazam,sedangkan trisulaku tetap melesat kearah lawanku.
Panglima hazam kembali terperangah,trisulaku pas mengarah kelehernya,detik-detik akan tewasnya sang panglima kerajaan dewi laksa tiba.
Sesaat trisulaku sampai keleher lawanku "bles...bless...!" dua sinar kuning yang kulihat berasal dari jentikan jari baginda maharaja sakti. "tranggg...." sinar itu mengenai trisulaku sehingga trisulaku sedikit berbelok dan nyaris menancap di leher panglima hazam.
"Hentikan pertarungan....!" sebuah teriakan nyaring berasal arah belakagku yang tidak lain adalah suara dewi laksa.
"panglima hazam...kembalilah ke tempatmu dan berisirahatlah..." teriakan susulan dewi laksa.
Mendengar perintah junjungannya,panglima hazam lekas melesat kearah istanah dan menghilang. Akupun kembali ke hadapan baginda,dewi laksa dan seruni yang dari tadi menyaksikan pertarungan kami.
Aku membuka suara sambil membungkuk menjura "baginda maafkan aku,kenapa pertarungan di hentikan,bukankah belum ada pemenangnya?"
"kaulah pemenangnya ksatria laduni,bukankah begitu dewi?" jawab baginda sambil melihat kearah dewi laksa.
"benar baginda,ksatria laduni adalah pemenang pertarungan tadi,terima kasih telah menyelamatkan panglima hazam,karena aku tahu kehebatan trisula itu jauh diatas senjata-senjata yang dimiliki panglimaku"
"nah...kalau begitu kabulkanlah permintaan ksatria laduni"
"baiklah baginda,dengarlah wahai ksatria laduni...aku membebaskan manusia yang kau bawa untuk memegang cupu mahkota naga raja,dari perjanjian ghaib atas kelalaianya"
"terimakasih dewi"
"dan kuburlah benda itu di tepi pantai tempat kerajaanku berada"
"baik dewi"
"baiklah semua sudah selesai,aku akan kembali ke istanaku"
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Baginda maharaja sakti melesat dan menghilang dari pandangan mata.
"sahabatku dewi laksa,kamipun undur diri untuk kembali" sahut seruni.
"baiklah Nyai,silahkan,untukmu ksatria,pintu istanaku selalu terbuka"jawab dewi laksa bibir tipisnya tersenyum penuh misteri dibalik ucapannya, seruni membuka portal astral "blazzz...kami melompat kedalam lorong portal"
Singkat cerita,keesokan harinya aku memanggil kokoh dan istrinya datang kerumahku,cupu mahkota naga raja kuambil alih dan kukubur di tempat yang sudah ditentukan dewi laksa.

"Keabadian hanya kekayaan iman,harta benda adalah semu hanya sebatas makan,mimum,pakai dan lihat.sedangkan kekayaan iman ada di dalam hati yang paling dalam,yaitu di dalam qalbu ada hati,di dalam hati ada nur,di dalam nur ada sir,di dalam sir ada rahasia,wallauhualam"


SALAM RAHAYU.

KSATRIA LADUNI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
marigoldz dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
29-07-2019 21:54
terimakasih dang ceritanya
profile-picture
arya.anindito memberi reputasi
0 1
-1
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
30-07-2019 08:34
Terima kasih updatenya. Semoga makin dilancarkan dlm urusan dunia dan akhirat..
profile-picture
ryandead memberi reputasi
1 0
1
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
30-07-2019 09:53
Quote:Original Posted By koncoplex
Terima kasih updatenya. Semoga makin dilancarkan dlm urusan dunia dan akhirat..


amin,begitu jg sebaliknya.
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
01-08-2019 16:31
Mantap dang lanjuttt
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
01-08-2019 17:59
maknyus... setiap iman harus ada penopangnya yaitu ilmu untuk kita beramal, karna iman tidak hanya letaknya d hati tetapi di setiap ucapan dan perbuatan. salam
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
02-08-2019 22:31
perjalanannya semakin menarik, semoga sehat selalu supayaa ttp update dang 🙏
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
03-08-2019 10:26
Quote:Original Posted By gitakemeh
perjalanannya semakin menarik, semoga sehat selalu supayaa ttp update dang 🙏


siap...tks.
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
07-08-2019 09:05
Cerita makin menarik dang, maaf mau nanya Kanjeng Ibu Ratu Cirebon itu apakah Nyi Mas Panatagama Pasambangan ? Atau Nyi Mas Pakungwati ?

Saya WongGunungJati jd penasaran, hehe
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
08-08-2019 13:10
Quote:Original Posted By WongGunungJati
Cerita makin menarik dang, maaf mau nanya Kanjeng Ibu Ratu Cirebon itu apakah Nyi Mas Panatagama Pasambangan ? Atau Nyi Mas Pakungwati ?

Saya WongGunungJati jd penasaran, hehe


blm.dpt izin ngesare mas,pertimbangan banyak krluarga cirebon yg terkait.
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
1 0
1
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
10-08-2019 20:18
banyak bgt ndang pengalaman di dunia astral nya.. sangat menarik dang ceritanya 😊
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
13-08-2019 19:40
keren dang ceritanya.😎
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
14-08-2019 22:26
silahkan di lanjut dang.
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
18-08-2019 00:36
masih setia nunggu update nih, dang emoticon-Big Grin
0 0
0
PORTAL LADUNI(diary): SESION I
18-08-2019 23:40
masih menunggu dang😁
0 0
0
Halaman 28 dari 34
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cinta-sepekan
Stories from the Heart
kealpaan-hati
Stories from the Heart
cinta-pada-pelukan-pertama
Stories from the Heart
warna-luka
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.