alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 18 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5bb22792c1d770f74c8b4578/inilah-jalan-spiritualku
Lapor Hansip
01-10-2018 20:56
Inilah Jalan Spiritualku...
Past Hot Thread
Ini adalah kisah seorang sudara dan sahabatku.. Yang TS coba bagikan disini, tentunya atas izin dari saudara ku yang menjadi tokoh utama disini, semoga bermanfaat ya.. ambil aja hikmahnya...
=============================

Kisah ini bermula saat aku SD dan setelah kepergian tanteku kembali kepadaNYA..

Perkenalkan namaku gun..(samaran)
kisah ini adalah nyata yg aku jalani..

ah okelah g usah basa basi.. sebab aku g suka basa basi apalagi bangsa banci hiiii serem...

==============================
Index

1. Duka
2. Changing Of My Life
3. Real Or Not
4. One By One
5. Misteri Di Kelas Baru
6. Makhluk Siluman
7. Learning
8. Karate
9. Malam Di Sekolah
10. Ikat Pinggang Dan Ina
11. Rahasia Ikat Pinggang
12. Mereka Ada
13. Mulai Terasah
14. Action & Drama
15. Sweet Seventeen
16. Penghuni Villa
17. Kelas Baru Amalan Baru
18. Warisan
19. Si Abah (1)
20. Si Abah (2)
21. Kilasan Masa Lalu
22. It's Work
23. Perpisahan
24. Seperti Mengenal
25. Kampus
26. Kuliah, Silat, Dan Dzikir
27. Terbukanya Kenangan
28. Next Step Dzikir
29. Tes Praktek
30. Air Mata Menetes Kembali
31. Liburan, Memancing, Siluman
32. BuSer 1
33. BuSer 2
34. Pembalasan, Pekerjaan Dan Pembersihan
35. Cibodas Dan Misterinya
36.Latihan Praktek Lagi
37. Date With Mitha
38. Semalan Dirumah Rani
39. Mereka Bercerita 1 (Eci)
Diubah oleh jengkolcabe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
k4BuL dan 15 lainnya memberi reputasi
14
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 10
01-10-2018 20:58
Duka
Waktu itu sekitar tahun 1995, kabar duka itu datang dari keluargaku..
adik dari ibu aku berpulang kepada sang khaliq. Memang tanteku itu sudah beberapa bulan mengalami sakit yg cukup parah yakni lever dan gagal ginjal.
cukup sering bolak balik ke rumah sakit dan ke alternatif, tapi apa mau dikata memang sudah takdirnya seperti itu.

Suatu malam tiba tiba aku dibangunkan oleh ibuku, dia bilang "le, bangun kae bulik mu nggolei koe..(bangun nak, itu tantemu nyariin kamu)". Aku yg sudah lelap tidur dengan malas bangun dan keluar kamar nemui tanteku itu. Tanteku melihat aku dengan senyuman namun terlihat kepedihan dimatanya, aku lalu mendekatinya dan berkata "apa bulik..?",
sesaat tanteku tidak menjawab hanya memandangku saja, lalu diapun berkata "Disini aja ya jangan kemana mana...", aku mengangguk pelan karena masih mengantuk.

Setelah aga lama didekatnya sambil terkantuk kantuk, suami tanteku bilang ke istrinya "udah ya kasian si gun kan besok sekolah..", tanteku hanya mengangguk dengan senyuman. Lalu ibuku datang dan mengajak ku untuk tidur dikamar lagi, tapi sebelum itu tanteku sempet menarik aku dan mencium keningku dengan lembut, setelah itu aku tidur kembali dikamar.

===============================

Pagi itu aku terbangun karena sayup sayup aku dengar seperti banyak orang dan ada yang mengaji. Dan akupun bangun sambil mengumpulkan kesadaran selayaknya anak yang baru bangun tidur. Dan bersamaan dengan kesadaranku pulih aku makin jelas mendengar banyak orang diluar dan benar ada suara yang sedang mengaji. Saat aku keluar kamar aku terkejut bukan kepalang kulihat ada ranjang kecil ditengah ruangan dan diatasnya terbaring dengan ditutupi kain hampir seluruh badannya tapi wajahnya hanya ditutup kain tipis yang transparan, aku lihat wajah itu ternyata tantekulah yang terbaring disana, aku kaget, shock dan sedih bercampur aduk rasa itu, ibuku coba memdekatiku namun aku lebih dulu berlari keluar, berlari dan terus berlari sambil menangis hingga aku sampai dirumah keluargaku yang berbeda RT, keluargaku yang ada disana langsung menghampiriku dan memelukku dengan erat, dan disitu aku menangis sejadi jadinya, banyak keluarga dan tetangga disana menenangkanku menguatkan hatiku sampai aku berhenti menangis.

Siang hari aku masih dirumah salah seorang sodaraku itu dan sudah mandi serta sarapan, tapi aku tidak pergi kesekolah. Tidak lama kemudia datang kakak sepupuku dan mengajakku untuk pulang kerumah karena tanteku akan segera disholati dan dimakamkan.

Sampai didalam rumah aku keruang tamu, lalu ibuku mendekatiku dan menuntunku mendekat kejenazah tanteku sambil berkata "ayo le, cium bulikmu buat terakhir kalinya..", aku lalu bersimpuh didekat jenazah tanteku, aku melirik kearah ibuku dan ibuku mengangguk sambil senyum yg dipaksakan. Akupun mencium pipi tanteku yg masih belum ditutup rapat dengan kain dan kapas. Terasa masih hangat kurasa seperti tanteku hanya tertidur. Setelah itu aku mundur dan berdiri lagi didekat pintu, lalu dirapatkannya kain putih itu dan wajahnya ditutup dengan kapas pada bagian mata, hidung dan mulut.
Yang aku rasakan saat itu hanya kesedihan dan ketakutan karena meihat jenazah itu dibungkus seperti pocong.

Kenapa takut,? karena aku sering nonton film horor dari dulu sampai sekarang. oke lanjut.

Setelah dzuhur mereka semua berangkat ke pemakaman umum didekat rumah, tapi aku tidak ikut dan aku kembali kerumah sodaraku lagi.
===============================
Diubah oleh jengkolcabe
profile-picture
profile-picture
pjam dan mazzdaa memberi reputasi
3
01-10-2018 21:01
Changing Of My Life
Hampir sebulan sudah setelah kepergian tanteku, tapi aku masih terus merasa kepedihan dalam hati ini. Terbukti nilai sekolahku merosot derastis karena aku seperti kehilangan fokus dan seperti kehilangan semangat.

================================
Sekedar info.. aku memang sangat dekat dengan tanteku sejak bayi bahkan kata ibuku aku pernah diberi ASI oleh tanteku, masa balita dan masa kecilku lebih sering bersama tanteku.
================================

Pada suatu malam aku bermimpi yang boleh dibilang akan merubah jalan hidupku. Saat itu aku bermimpi sedang berjalan dimalam hari melewati kebun dan sepi, hanya ada purnama yang menerangi jalan. Lalu sesampai diujung kebun tiba tiba aku melihat banyak sekali jin jin hantu hantu setan setan seperti Mr. Popo (Pocong-red), mba kunkun, dan banyak lagi. Mereka semua menatapku dengan beringas lalu mereka mengejarku, aku langsung balik kanan dan lari sekencang-kencangnya, sampai tiba tiba dari atas ada cahaya putih yang turun, lalu cahaya itu lambat laun berubah menjadi sesosok yang sangat familiar buatku, ya sosok itu ternyata tanteku, dengan memakai gaun sederhana tapi indah, dia langsung mengusir makhluk makhluk yang mengejarku. Setelah makhluk itu hilang dia berbalik kearahku yang memang sejak tadi memperhatikannya, sia tersenyum lembut dan teduh menenangkanku. "Bulik...?!", kataku. Setelah itu dia tanpa berbicara hanya senyum penuh arti lalu kembali melayang keatas dan kembali berubah jadi chaya dan hilang.

Sejak saat itu aku selalu memikirkan dan mengingat akan mimpi itu, dan sejak saat itu pula aku jadi lebih sering lagi bermimpi tapi mimpi itu terjadi nyata setelahnya (dejavu-red).
================================
Sebenarnya sudah dari kecil ane mengalami dejavu tp intensiasnya tidak sesering setelah kejadian mimpi itu.

===============================

Sudah hampir 3 tahun setelah kematian tanteku. Dan siang itu disekolah aku melamun memikirkan kejadian yang aku alami dalam mimpiku semalam. Dalam mimpi itu aku melihat banyak sekali siluet siluet yang mengerikan bagaikan peperangan, entah apa arti mimpi itu, hanya kembang tidur atau memang pertanda. Tapi semakin aku memikirkan semakin tidak kutemukan jawabannya sampai tahun berganti. Ditahun inilah akhirnya aku menemukan jawaban dari mimpi itu.

Saat malam pergantian tahun, aku melihat sesuatu cahaya terang yang melayang dari arah kota sana, cahaya itu terus melayang keatas dan menghilang, tapi anehnya cahaya seterang itu hanya aku yang melihat.

Dan sehari setelah itu aku kembali bermimpi aneh menurutku, karena aku memang belum mengerti ya. ada pergerakan segerombolan orang orang dari beberapa arah dan berkumpul pada suatu titik. Setelah itu ada gerombolan orang orang yang datang dari arah berlawanan dan seperti menyerang gerombolan yang lainnya tersebut. Lalu aku melihat percikan percikan darah, karena mengerikan akhirnya aku tidak tahan dan terbangun.

Siang itu tanggal 22 Januari 1998, sepulang sekolah aku melihat berita di tv tentang pergerakan mahasiswa, lalu aku merasa kejadian tersebut pernah aku lihat, dan fikiranku mulai seperti flashback dan akupun teringat mimpi ku malam itu tentang segerombolan orang yang berjalan. Dari situlah aku mulai mengetahui mimpi tersebut.

Waktu pun terus berjalan sampai pada keadaan puncak pergerakan mahasiswa tersebut, dan sekolah pun diliburkan. Dalam suasana mencekam pada masa itu aku menyaksikan terus berita seputar pergerakan mahasiswa yang berujung tragedi berdarah. saat puncak tragedi tersebut aku pun tanpa sadar bilang ke ibuku, "Bu, itu nanti abis jalan gerombolan mahasiswa banyak yang mati bu.. karena diserang oleh gerombolan ABRI..". Ibuku hanya menyimak kalimatku dengan senyum saja, senyum yang seolah bertanya "masa si..?". Benar saja tidak lama kemudian terjadi banyak penembakan oleh ABRI (TNI), Ibuku kaget melihatnya karena apa yang sebelumnya aku ucapkan benar adanya.
===============================

pembaca semua yang kelahiran diabawah tahun 90an pasti tau kan, keadaan saat itu gimana mencekamnya... penuh kepedihan dan ketakutan...

setelah ini ane lanjut saja saat masa SMP ane ya...

to be continued...
Diubah oleh jengkolcabe
profile-picture
bangipul689 memberi reputasi
4
01-10-2018 21:06
Real Or Not
Masa SMP ku, aku lalui sebagaimana layaknya anak SMP jaman itu. Dimasa inilah aku mengenal sahabat dekat aku sampai sekrang namanya Ryo.

Disekolah ini lumayan banyak kutemui hal hal yang aneh aneh. O iya sejak peristiwa 98 yang lalu aku makin sering lagi dejavu dan bahkan melihat kelebatan kelebatan aneh yang sering muncul. Contohnya saat itu adalah bulan bulan akhir aku duduk dikelas 1. Sepulang sekolah sekitar jam 5 an, krena kelas 1 kan masuk siang semua. Sore itu aku paling terakhir keluar kelas karena aku paling akhir menyelesaikan tugas, mungkin karena aku orang yang teliti πŸ˜† hehehe (padahal aku memang malas dengan pelajaran itu jd ogah ogahan ngerjainnya), itulah pelajaran yang paling menakutkan bagi hampir semua anak anak sekolah, yaitu Matimatian eh matematika.

Setelah selesai aku langsung buru buru membereskan peralatanku dan cusss... cabut pulang. Tetapi saat aku melewati lorong menuju ke gerbang aku melihat sekelebatan bayangan hitam yg biasa disebut memedi atau bahasa kerennya spectre. Aku menghentikan langkahku dan melihat kesamping ternyata dia berkelebat lagi ke arah belakang, begitu aku lihat kebelakang aku kaget setengah modar, bayangan hitam itu malah terbang mendekat kearahku dari belakang, matanya yang merah menyala membuat kakiku seperti terpaku dilantai.

Saat bayangan itu semakin mendekat semakin lama wujudnya makin besar kulihat, aku benar benar bingung karena mau lari tidak bisa, mau teriak pun tidak bisa. Akhirnya saking takutnya aku memejamkan mata dan pasrah aja, tapi tiba tiba, wuuussssss... ada angin melewati badanku dari arah berlawanan dari sihitam itu. Lalu aku seperti mendengar seperti benda yang terlempar dan menabrak sesuatu.

Setelah itu aku merasakan hawa menakutkan itu seperti hilang, lalu kucoba membuka mataku dan, aku kaget melihat sosok didepanku kini. Sosok yang kulihat seperti lelaki dengan sejenis sorban warna kuning keemasan melingkar dikepalanya, dia melihat sekilas kearah ku lalu aku melihat tatapannya yang teduh dan damai setelah itu tatapannya seperti menyuruhku melihat kebelakang, lalu aku pun dengan sedikit ragu melihat kebelakang dan, bukan main aku kaget lagi, sosok yang kulihat dibelakang sangat familiar dengan senyumannya, sosok itu mengenakan pakaian yang indah dan wajahnya penuh kedamaian seorang ibu, ya sosok itu tak lain adalah tanteku. Setelah dia senyum kepadaku lalu dia menghilang lagi.
===============================

timbul pertanyaan, apakah sosok yang sudah lama meninggal bisa datang lagi menemui orang orang yang dicintainya... itulah pertanyaan ane waktu itu dalam hati, dan Alhamdulillah sekarang si ud dpt jawabannya...

tunggu kelanjutannya ya para pembaca yang Budiman dan Pakdiman...
Diubah oleh jengkolcabe
profile-picture
qtimboel memberi reputasi
5
01-10-2018 21:08
One By One
Kelas 2 SMP, saat itu aku merasa intensitas melihat hal hal aneh makin menjadi jadi namun aku seperti sudah terbiasa dan tidak terlalu kaget lagi, mungkin karena udah keseringan kali ya. Duduk dikelas 2 aku kedapatan kelas sisa yakni kelas 2-8 dimana dapat sekolah siang lagi. Sekilas info, sekolah SMP ku itu sekolah negeri dan untu kelas 2 nya dari 1 sampe 9, kelas 2-1 sampai 2-7 masuk pagi, dan kelas 2-8 dan 2-9 masuk siang.

Hari itu jam istirahat aku langsung kabur kekantin untuk menghindari seorang teman yang sering sekali menyuruh ku untuk membelikan gorengan dikoperasi sekolah, masa bodo pikirku bosan aku jadi suruhan terus. Ya asal tau saudara semua, aku sejak SMP sering sekali tersisihkan dari anak anak yang lain nah dikelas 2 ini aku bahkan malah jadi pesuruh dari pentolan pentolan sekolah (pentolan = orang yang ditakuti).

Setelah dari kantin, maksud hati ingin kembali ke kelas karena aku pikir ud mau masuk lagi dan pasti udah aman, ga bakal disuruh beli gorengan lagi. Tapi sial saat persimpangan lorong menuju kelasku, aku bertemu dengan si bule (sebut saja gitu), dia inilah salah satu pentolan yg sering nyuruh nyuruh aku.

Dia melihat ku dengan raut wajah yang langsung tampak marah, "woi lu t** ye, kemane lu gw cari tadi.." hardik sibule.
ku jawab dengan sengit "gua kekantin, jadi kaga ke koperasi, ngapa mangnya". "nyolot lu ye nj***...", maki bule. "eh gua bukan kacung lu ye... timbang kekoprasi aja kan bisa sendiri,".

Tiba tiba sebuah tendangan mendarat dipinggang ku. "ba****t lu.." maki sibule.
Aku yang kena tendang kaget dan ga terima, "woi santai men.." jawabku sambil nahan sakit. Tapi sibule coba nendang lagi, kali ini aku reflex menangkis tendangannya dengan 'gedang barai' (istilah tangkisan bawah dalam karate).
-------------------------------------------------
Kalo mao sombong ma sebenernya ane dari SD ud ikut bela diri karate lho.
-------------------------------------------------

Seperti tidak terima serangannya kutangkis, dia coba lagi dengan melayangkan tinjunya, aku reflex untuk tangkis lagi dengan tangan kiri yang aku gerakan dari kanan kekiri, lalu karena insting bela diri bermain, dan aku lihat ada ruang terbuka langsung ku arah 'cudangcuki' (pukulan lurus) ku tepat ke perutnya, dia sampai mundur beberapa langkah kebelakang sambil pegang perutnya yang terkena pukulanku. Begitu dia mau nyerang lagi, guru BK (Bimbingan Konseling) pun datang, lantas langsung menampar kita berdua sambil berkata dengan keras "berhenti... apa apaan kalian.. ayo ikut saya keruangan..", lalu kamu diseret keruang BK.

Setelah kejadian itu sibule tidak lagi menyuruhku, dan pentolan yang lain pun tidak ada yang berani lagi.
Diubah oleh jengkolcabe
4
01-10-2018 21:14
gelar tiker dulu ah.. jgn lupa dibuatin indexnya gan emoticon-Salam Kenal
0
01-10-2018 21:27
Quote:Original Posted By darusdan β–Ί
gelar tiker dulu ah.. jgn lupa dibuatin indexnya gan emoticon-Salam Kenal


gmn Ya cara bikin link ke judul di posting selanjutnya atau page selanjutnya.. ane pake hp jadi bingung
-1
01-10-2018 21:32
Quote:Original Posted By jengkolcabe β–Ί
gmn Ya cara bikin link ke judul di posting selanjutnya atau page selanjutnya.. ane pake hp jadi bingung


waduh ane juga blm pernah bikn index kaskus lewat hp. mungkin yg lain bisa bantu..
0
01-10-2018 21:38
Misteri Di Kelas Baru
Suatu hari kami dari kelas kelas sisa ini melakukan demonstrasi (padahal cuma protes ke para guru dan ke kepala sekolah), kami minta agar kegiatan belajar kami dijadikan pagi alias masuk pagi, karena kami lelah harus pulang maghrib terus.

Setelah menghabiskan 1 semester masuk siang, akhirnya apa yang kami harapkan tewujud yaitu masuk pagi, yup pada semester 2 kami akhirnya pindah kelas baru dan masuk pagi. Namun bagiku masuk kelas baru ternyata membuat aku makin banyak mengalami hal hal aneh, karena kelas yang kami tempati dulunya adalah ruangan tak terpakai dan sempat dijadikan gudang.

Hari itu aku datang terlalu pagi karena takut telat sebab kemacetan dijalan. Aku sampai disekolah belum ada satupun yang datang, hanya satpam aja pak ino (samaran).

"Lah pagi bangat datengnya?" sapa pak ino.
"iya pak takut telat soalnya macet apalagi hari senin.." sahutku.

Lalu aku diantar pak Ino kekelas yang ternyata masih dikunci dan pak ino lah yg pegang kuncinya. Setelah pintu dibuka tiba tiba wusssss angin dingin keluar dari dalam kelas dan membuat bulu kudukku berdiri merinding disko,

"Astaghfirullah.." kataku dalam hati.

Dan saat masuk kelas aku makin kaget lagi karena melihat dipojok kanan belakang kalo dilihat dari papan tulis ada sosok wanita memakai pakaian seragam duduk menunduk dalam kebisuan (aih puitisnya dikalimat).

Aku berjalan menuju mejaku yang ada dibelakang hanya terbatasi oleh satu barisan antara sosok itu duduk dan mejaku. Dengan perlahan aku taruh tasku dimeja sambil aku terus melihat kearah sosok itu dengan penasaran campur takut. Tiba tiba dia melihat kearahku dan aku melihat matanya yang tajam, seketika aku seperti terhipnotis lalu alam disekitarku seprti berputar cepat lalu berhenti.

Alam disekitarku berputar dengan cepat dan sesaat kemudian berhenti. Aku tambah kaget lagi karena kulihat alam disekitar telah berubah, aku berada disuatu sekolah yang aku yakin kalo ini sekolah yang sama denganku hanya lebih sederhana bangunannya. Tiba tiba pandanganku tertuju pada seorang gadis berjalan tertunduk seperti sedang shock, kuhampiri dan kuikuti dia yang seperti berjalan kesebuah kebun kecil. Aku mendengar suar lonceng dipukul dan semua murid berlarian keluar, sepertinya jam pulang sekolah. Tapi gadis yang kulihat itu sedang duduk dibawah pohon sambil menangis, ya dia memangis. Waktu berlalu, ada beberapa guru dan murid murid yang menghampirinya bergantian seperti menanyakan keadaan gadis itu,
"Ayo pulang mel ud mau maghrib.." kata seorang temannya,
dia menjawab "iya duluan aja".

Lalu ada guru yang menegurnya jg,
"Meli.. ko masih belum pulang udah mau maghrib lho.",
"iya bu sebentar lagi.." jawabnya.

Entah dari mana dia mendapatkannya, aku melihat dia membawa sebuah tali dan diikatkan kedahan pohon tempat dia duduk tadi, lalu dia mengambil bangku yang tak terpakai untuk dijadikan pijakan, dan pada akhirnya... ya gadis itu gantung diri disana. Melihat hal tersebut aku jadi ngeri dan sedih aku tak kuasa melihatnya meregang nyawa digantungan.

Tiba tiba dunia seperti berputar lagi dan aku melihat gadis itu lagi dia orangnya cantik kulitnya kuning Langsat rambut sepunggung tubuh yang indah kalo menurut ukuran anak SMP.

Gadis itu masuk kesalah satu ruangan seperti dipanggil oleh seseorang. Aku ikuti dan kulihat itu adalah ruang praktek biologi. Aku lihat seorang pria berdiri didepan gadis itu, entah apa yang mereka bicarakan, singkat cerita akhirnya gadis itu dirayu oleh pria tersebut yang menurut fikiranku dia adalah guru biologi. Dan yang terjadi selanjutnya adalah guru tersebut memperkosa gadis itu. Lalu tiba tiba alam kembali berputar cepat dan akhirnya aku kembali kemeja kelasku.
Dengan air mata menetes dan lumayan shock aku kembali melihat kearah sosok itu, tiba tiba sosok itu berkata,

"Tolong sempurnakan aku..", lalu sosok itu lenyap.

Aku masih terdiam dan bingung apa yang harus aku lakukan, ditengah kebingunganku terdengar ada suara yang membisik hatiku, suara itu hanya melontarkan sebuah kata,
"AlFatihah".

Dan aku tersadar dan otomatis aku membaca AlFatihah.. dan setelah itu gadis itu muncul lagi dihadapanku kali ini wajahnya seperti tersenyum damai kepadaku dan hanya terdengar kata

"Terima kasih..", lalu zzzaaapp lenyaplah sosok gadis itu.

Banyak kejadian aneh dikelas baruku itu. kadang saat lagi serius memperhatikan guru ada sosok yang lewat didekat papan tulis, tapi hal hal seperti itu bagiku sudah terbiasa karena sudah sering, ada satu kursi kosong yang kadang ada sosok yang duduk disitu.
Diubah oleh jengkolcabe
3
01-10-2018 21:45
Lanjutkan gan ijin menyimak
0
01-10-2018 22:03
Makhluk Siluman
Setelah masa reformasi harga smakin melambung bahkan ongkos pun ikut mahal dari 300, ke 500, ke 700 sampe 1000. tapi uang jajan yang dikasi ga ikut naik, kasian banget ya.

Hari itu aku putuskan sekolah jalan kaki saja walaupun harus AKAP, gimana ga. Saya tinggal di Bekasi waktu itu provinsi Jawa Barat, tapi sekolah di Jakarta. Apa ga AKAP tuh namanya jalan kakinya.

Aku jalan pagi pagi sekali karena sekolah masuk jam 7 kurang 15 mnit. Aku jalan menyusuri kampung, menyebrangi sungai dan melewati sawah, mampir kerumah sobatku Ryo, karena kita akan jalan bareng kesekolah. Saat melewati pos kecil yang aga teduh dibawah pohon rindang, ada suara yang menyapa
"berangkat dik..",
Aku spontan jawab "Iya..." sambil melihat kearah suara tersebut.

Seketika aku langsung kaget karena pemilik suara tersebut bukanlah manusia melainkan seekor babi, tapi babi itu langsung menghilang.

Batinku bertanya "babi apa itu ya..".

Babi itu punya ciri ekornya yang aga panjang berdiri tegak lurus bagai antena, yang setelahnya aku baru tau kalo itu adalah babi ngepet kesiangan. Mungkin yang jagain lilin ketiduran kali ya sampe telat niup lilinnya. Untung kaga mati tuh babi ngepet.

Lanjut jalan aku menyebrangi jembatan yang terbuat dari pohon kelapa. menuju area persawahan yang sudah kering habis dipanen. tapi tepat dijalan setapak yang banyak semak semak dikiri dan kanan aku melihat sesuatu melintang, mulanya kupikir dahan pohon, begitu aku dekati ko ada yang aneh.

Aku melihat benda aneh melintang itu berwarna putih bersisik, besarnya sebesar paha atlet sepakbola. kudekati kuhampiri, aku lihat lebih detil ternyata dibalik semak aku melihat lehernya namun kepalanya berada dalam semak itu, kulihat ketempat lain ada kakinya tapi ko ga ada ekornya. Karena kaget dan Iseng aku mundur pelan pelan kira kira sudah aga jauh aku langsung hadap kanan, dan ambil langkah seribu menyebrangi sawah kering, untung ud kering sawahnya kalo masih basah waduh alamat bolos sekolah.

Akhirnya aku sampai rumah Ryo,
Ryo melihat aku heran kenpa ngos ngosan dan tampak pucat.
______________________________________
Gimana ga pucet soalnya baru kali ini ane ketemu 2 siluman sekaligus babi ngepet dan buaya putih buntung.
_____________________________________
Ryo dengan heran bertanya "ngapa lu gun..?".

Lalu aku ceritakan semuanya. Setelah itu kita berangkat.

Sampai disekolah aku jadi kurang konsentrasi belajar, ditambah banyak penampakan dikelas itu. Bel istirahat pun berbunyi, aku yang malas memilih tidak jajan. Aku milih tidur aja dikelas, tapi pas mau tidur ada suara yang buat aku kaget tepat dimejaku ada sebuah benda yang seperti dilempar jatuh. Lalu saat aku mau lihat aku sudah mendengar dulu suara yang aga keras

"woi tidur lagi... makan tuh... kayanya lo kelaperan...",

suara yang sudah aku kenal, yaitu suara Eci (samaran) gadis dengan rambut sepunggung kulit sawo matang mata bulat, hidung standard dan punggung yang seperti udang.

Gadis itu berkukit sawo matang, mata bulat, hidung standard, rambut sepunggung, tinggi semampai ukuran anak SMP, punggung yang aga membukuk kaya udang (bungkuk udang, ciri cewe yang agresif n ganas😊-pen).

"Ah elu ci... ganggu aja.." jawabku.
"Tuh makan bekel gue, cuma roti si, gue mau makan dikantin soalnya." kata eci.
"iye.... makasih.." jawabku dengan malas.

Eci meninggalkanku dikelas menuju kantin, aku terus melihat dia berlalu, tapi keanehan terjadi lagi disaat itu. Pandangan mata ku terus mengikuti eci yang berjalan sampai aku tidak sadar kalo sebenernya dia ud diluar kelas, namun aku masih bisa melihatnya dengan jelas menuju arah kantin, bertemu dengan temannya dilorong sampe bener bener jauh. Tiba tiba aku kaget dan tersadar lalu didepanku hanya ada pemandangan palan tulis dan tembok. Aku masih tidak percaya dengan penglihatan itu tapi itu bener bener nyata udah kaya penglihatan sinar x nya superman or supergirl bisa nembus tembok.
profile-picture
silvanyfatwa memberi reputasi
4
01-10-2018 22:16
Learning
Setelah sekian banyak kejadian yang aneh yang telah aku alami, aku jadi semakin penasaran apa iya sih...

Lalu aku mulai mencari cari referensi tentang apa yang aku alami, dan aku menemukan referensi yang cocok, yaitu sebuah majalah tentang hal hal ghaib, majalah yang sangat terkenal pada masanya. Ada yang tau majalah apa itu.??.

Dari majalah itu aku mulai mengetahui dan belajar sedikit banyak tentang berbagai hal aneh, akhirnya aku belajar sendiri beberapa bacaan bacaan yang menurutku ini bacaan diambil dari doa doa dalam agamaku.

Akhirnya aku selalu langganan majalah tersebut walaupun resikonya ngurangin jajan.

"Baca apaan lu cuy..?", ucapan Ryo membuat konsentrasiku pecah dalam membaca.
"Nih.. lagi baca amalan ilmu buat ningkatin aura.." sahutku.
"Coba liat.." lanjut Ryo.
"Wih boleh juga nih, hampir sama kaya punya gua tapi punya gua lebih lengkap" kata ryo.

Ternyata ryo juga menyukai hal hal seperti ini fikirku.
"Mana coba gua liat amalan yang lu punya.." tantangku.
"iye ntar pulang sekolah lu mampir kerumah gua dulu..." kata ryo.
"oke.." jawabku singkat.

"Hayoo pada baca apaan tuh.." kalimat yang keluar dari suara yang sudah ku kenal.
"Ah bukan apa apa ci.. baca cerita setan mao ikutan lu." kataku.
"Hiii ogah ah.. ngeri.." kata eci sambil berlalu.

Tapi aku terus memandanginya sampai dia menghilang dibalik pintu.
"Woi.. ampe segitunya ngliatin eci lu cuy! naksir lu ye..?" kata ryo lagi lagi membuyarkan konsentrasiku.
"Manis juga tau tuh cewe.." kataku.
"Ah tapi cakepan itu tuh..." balas ryo,

Ryo menunjuk ke gadis berambut panjang aga coklat sepinggang, dengan wajah cantik, mata sayu, hidung mancung kulit putih, bibir tipis.

"Hoo si dilla.."jawabku.

Dilla (samaran) memang punya kakek belanda, namun ibunya china jadi wajar dia cantik.

"Dilla... Dicariin ryo ni..." teriakku kepada dilla menggoda sobatku.
"Suwe... lu..."kata ryo. akupun tertawa.

Pulang sekolah kami jalan menyusuri sawah dan sampe diujung pematang ada kebun pisang kecil diantara pepohonan yang cukup teduh.

"Astaghfirullahaladziim..." ucapku terkejut.
"Ngapa lu gun..?"tanya ryo.
"Itu noh lu liat dibalik pohon pisang" kataku. tapi kali ini "Astaghfirullahaladziim... " Ryo pun sama kagetnya..

Lantas dia langsung lari.. dan aku pun menyusulnya. Sampai dirumah ryo kita ditanya sama ibunya ryo

"Kenapa pada lari trus pucet gitu." tanyanya.
"Gila tengah hari bisa nongol juga ya sugus" kata ryo, (sugus merk permen yang menggambarkan akan mr popo alias pocong, karena bentuk iketanny kan mirip).
"Bujug dah baru kali ini gua liat jelas gitu sugus..", lanjut ryo.

Setelah istirahat ryo langsung mengeluarkan catatan dan memperlihatkan kepadaku. catatan berisi ilmu yang katanya meningkatkan aura dan bisa membuat cewe naksir.
Yang sekanjunya aku mengetahui itu adalah ilmu mahabah ilmu asihan atau pengasihan.

Bunyinya kira kira begini..
".....waidzqola yusufa....... dst." maaf tak bisa dishare.πŸ˜†

Amalan itu sempet aku amalkan sebentar entah kenapa hati ini tidak nyaman dengan amalan itu, padahal bacaannya diambil dari kitab suci, entahlah... who know??.

Suatu malam aku terbangun sekitar jam 2 dini hari, karena aku tidur aga sorean setelah isya. Saat terjaga aku putuskan mumpung tengah malem mao sholat tahajjud.

Singkat cerita aku melaksanakan sholat tahajjud, saat rokaat terakhir aku merasa hawa jadi berbeda lebih dingin namun sejuk dan damai. Tiba tiba ada angin bertiup dari arah depan padahal didepan tembok jendela ketutup rapat posisi disamping, kipas angin dibelakang.

Angin itu sampai membuat sajadahku terlipat. Aku lanjutkan sholatku sampai selesai, saat aku mulai memutar tasbih, angin itu datang lagi smakin kencang, lalu tiba tiba hampa semua yang kurasa disekelilingku tak terdengar suara apapun, dan tiba tiba ada sinar yang silau lalu dari sinar itu ada dua sosok yang terlihat yang satu aku sudah pernah melihatnya pria yang memakai sorban kuning keemasan yang satu lagi bersorban putih namun setelah aku perjelas ko wajahnya aga mirip sama aku ya cuman lebih dewasa aja. Lalu dari kejauah merka berkata bergantian,

"Nanti setelah tiba saatnya," kata sorban kuning,
"Kau akan tahu semuanaya saudaraku.." kata sorban putih.

Lalu mereka berdua hilang dibalik cahaya dan cahaya itu makin besar seolah menabrakku dan akupun tersadar aku sudah bersandar ditembok samping sambil duduk diatas sajadah. Ketiduran batinku.
profile-picture
bucuhilma02139 memberi reputasi
4
01-10-2018 22:22
Wih cerita yg menarik
Lanjutgan
2
01-10-2018 22:31
Karate
Skip time...

Hari itu kami sudah bersiap untuk mengikuti pengukuhan kenaikan sabuk karate. Kami sudah siap untuk berangkat pagi pagi menuju ke Bumi Perkemahan Cibubur.

Setelah sampai lokasi kami langsung bersiap ganti kostum, tidak perlu repot lagi mendirikan tenda karena sudah disediakan dari Kantor pusat Karate.
Singkat cerita kami sudah berbaris pada masing masing tingkatan. Aku berada dibarisan sabuk hijau. Setelah basa basi sambutan kami langsung latihan seperti biasa dasar dasar jurus sekalian untuk pemanasan.

Setelah selesai kami dibagi lagi per cabang. Dimulai dari ujian dalam gerakan atau biasa disebut 'kata' sampai komite alias bertarung.hari pertama khusus untuk sabuk putih dan kuning.

Singkat cerita hari pertama pun selesai, saat kami istirahat sebagian ada yang terlelap ada juga yang masih nongkrong menikmati suasana alam. Aku pun ikut nongkrong malam itu, damainya suasana malam itu. Tapi tiba tiba aku melihat sekelebatan bayangan, aku fikir ah paling memedi alias spectre, Aku cuek aja sambil ngobrol bersama teman teman seperguruan yang lain. Tiba tiba kami serempak terdiam, dan keheningan serta suasana berubah menjadi mencekam, kalo kata orang tua jaman dulu jika kita lagi ngobrol trus tiba tiba hening berarti ada setan lewat. Dan ternyata petua alias perkataan orang tua itu benar, dalam keheningan aku melihat sosok putih melayang diantara pepohonan, siapa lagi kalo bukan mba kunkun.

Lalu mba kunkun itu hinggap dijendela.. eh salah... disalah satu pohon yang aga jauh dari api yang kami nyalakan.

Pohon itu tepat beberapa meter dibelakang edi (samaran) teman seperguruanku. Kami pun melanjutkan obrolan, tapi tiba tiba syuuuuu pletuk... timpukan datang tepat mengenai kepala edi,

"Aduh.. siake siapa yang nimpuk gua nih..." kata edi sambil melihat sekeliling, karena tidak ada apa apa ya kami lanjut ngobrol lagi.

Aku sebenarnya tau siapa yang nimpuk, ya siapa lagi kalo bukan mba kunkun genit. Tapi dia nimpuk lagi dan lagi, ini udah keterlaluan batinku. Tiba tiba mba kunkun itu tertawa dan melayang dan itu disaksikan oleh semua yang ada dideket perapian termasuk edi. Spontan karena melihat hal tersebut semua orang bubar masuk ke tenda masing masing. Aku yang kesel juga karena sempet kena timpuk langsung memaki tuh kunkun,

"Dasar setan lu beraninya dari atas, turun sini lu..." ucapku. Tapi dia malah melayang menjauh dengan lengkingan suara tertawanya.

Hari masih gelap sehabis subuh kami semua sudah berkumpul dilapangan, kami pemanasan lalu lari lari keliling lapangan. Setelah itu dimulai lagi ujiannya, kali ini untuk sabuk hijau dan biru. Aku pun melaksanakan ujian itu dengan baik.

Timeskip.

Hari kedua pun selesai. Setelah beristirahat sebentar habis isya kami semua berkumpul lagi kali ini kami disuruh melepas semua sabuk kami. Malam itu kami disuruh mencari dan mengambil sabuk kami yang baru, tapi sabuk itu tersebar disekitar kebun kebun yang ada dibumi perkemahan tersebut.

"Bagi yang mengambil sabuk kuning silahkan kesebelah barat" kata pembina mereka,
"Yang sabuk hijau kesebelah timur" kata pembina yang satu lagi,
"Untuk yang sabuk biru, kalian ke sebelah utara.." kata pembina kami.

"Sebelah utara lebih banyak kebunnya hampir seperti hutan kecil, hadeh" batinku.

Kami pun menyebar setelah masuk ke kebun yang diutara. hanya mengandalkan sebatang lilin dan kemampuan mata. Aku mencari disemak semak, dibalik pohon besar terus menerus, tapi belum juga ketemu, tiba tiba hawa disekitarku berubah bulu kudukku pun berdiri. Aku merasa ada sesuatu didekat ku, kulihat memutar tidak ada apa apa, tiba tiba terdengar suara rintihan yang menyayat, aku ikuti sumber suara itu, ternyata ada dibalik rimbunan pohon dan semak belukar di sebelah kananku. Aku yang penasaran menelusuri suara itu mengintip ke sela sela semak yang tinggi dan,

"Astaghfirullahaladziim.. Ya ALLAH.. Apa itu.." dalam hatiku.

Aku melihat sosok wanita separuh baya kalo ibarat manusia seumur sama wanita 30 tahunan. rambutnya panjang sampai ke tanah, pandangannya kosong dan, masyaALLAH maaf dadanya besar menggantung panjang hampir menyentuh tanah juga, lalu makhluk itu melihat kearahku. bagaikan tersengat listrik aku tersentak pandangan matanya sangat tajam.

Alhamdulillah aku masih bisa lari dan maknkuk itu tidak mengejar. setelah kurasa tempat aman dan aku mulai tenang, aku lanjutkan pencarian sabukku. Akhirnya aku mendapatkan sabukku, tetapi setelah kudapat tiba tiba aku mendengar suara.

Aku mendengar suara petasan sampai 3x. Rasa penasaranku datang lagi dan lagi lagi aku mengikuti arah datangnya suara itu. Tapi kosong tak ada apa apa, lalu aku kembali ke tempatku namun aku kaget melihat sesuatu yang tiba tiba muncul ditengah jalanku. Aku lihat bola api kecil tapi makin lama makin besar dan besar dan berubah jadi makhluk mengerikan kaya monster namun dikelilingi api semua. Makhluk itu mendekatiku dengan cepat, sambil membuka mulutnya yang besar seakan akan hendak memakan ku. Aku kali ini hanya terpaku tidak bisa bergerak aku mulai merasa ketakutan lagi

"Astaghfirullah ya ALLAH apa itu lindungi aku ya ALLAH.. " Ucapku penuh ketakutan.

Tiba tiba terdengar auman macan, dan wuusss angin dingin melewati tubuhku dari belakang lalu kulihat ada sosok hitam berwujud seperti macan mulai menyerang makhluk yang hendak memakanku itu. Aku melihat pertarungan sengit antara monster dan macan. Macan hitam itupun berubah jadi seperti petir dan menabrak makhluk itu lalu... Duarr jlegaaar ledakan dahsya bagai halilintar terdengar.... dan makhluk itu pun lenyap.

Setelah itu macan hitam itu mendekatiku dan berubah lagi wujudnya jadi orang tua dengan ikat kepala dan pakaian hitam berhiaskan garis emas membentuk lukisan yang keren kalo aku lihat. Lalu dia tersenyum padaku dan mengucapkan salam

"Assalamualaikum" katanya, kujawab "waalaikumsalam", "siapa kau,?" tanyaku.
Dia menjawab "Suatu saat kau akan tau..". lalu dia meghilang dan bersamaan dengan itu terdengar lagi suara macan.

~~~~~Bersambung~~~~~
4
01-10-2018 22:53
Malam Di Sekolah
Alarm istirahat kedua pun terdengar. Saat ini aku di kelas 1 SMA, sekelas dengan sobatku Ryo dan eci. Aku bergegas kemushola bersama Ryo untuk sholat dzuhur dan setelah sholat aku langsung mengamalkan satu amalan baru, dari mana lagi aku dapat kalo bukan dari majalah langgananku.

Amalan ini aku dapatkan kira kira sudah satu minggu dan selama itu juga sudah ku jalankan setiap habis sholat 5 waktu. Amalannya seperti ini
".... Allahuma tini min ilmihi........dst..". bukan untuk share 😊. Amalan ini berguna menguatkan kepekaan dan refleks tubuh jika mendapat serangan, lumayan buat jaga diri. Setelah selesai akupun langsung kekantin langganan makan mie goreng.

Hari itu adalah hari kamis, dimana setiap kamis malam ada acara melek sampai lewat tengah malam oleh anak anak ekskul rohis. Aku pun berencana hadir walaupun aku bukan anggota.

"Gun.. nanti malem lo dateng ga?" tanya eci saat pulang sekolah.
"Oh insaALLAH dateng ci.." kataku.
"Jemput gua donk.. " kata eci.
"Lah lu kan biasa dianter bokap lu pake mobil." jawabku.
"Bokap pulang malem katanya ada rapat" sambung eci.
"Ooo... ya udah.. gua jemput, tapi beliin bensin ya.." kataku.
"Beres bensin ma, gua beliin dua duanya buat motor ma yang bawa." jawabnya.
"Okelah deal.. eh tapi rumah lu sbelah mana ya gua lupa.." lanjutku.
"Yeee elo ma masa lupa rumah gua sebelah mana.." jawabnya.
"Sumpah ci gua lupa.." jawabku.
"Ya udah entar gua smsin patokannya" jawabnya.

Dan malampun tiba.

Laju roda dua seperti malas tak beringas (kaya lagu).

Sampailah aku dirumah eci dengan berbekal patokan yang dia kasih, maklum belum ada smartphone yang ada gps nya.

Begitu sampai kulihat eci sudah menunggu diteras rumahnya, lalu segera dia jalan kearahku.

"Ayo berangkat..", kata eci.
"Nyo ah..", jawabku singkat.

Kami pun memulai acara dengan mengaji dan ngobrol santai sampai tiba jam 11 malam waktunya semua keluar berkumpul disuatu tempat dimana tidak ada cahaya kaya uji nyali. tapi ada yang duduk duduk ada yang ikutan muhasabah dengan cara tiduran didalam lubang yang disiapkan seperti kuburan namun tidak dalam, disitu satu satu berbaring dan ada yang akan menanyainya nanti, selayaknya malaikat yang bertanya dialam kubur, yang kira kira begini
"Man robbuka, man nabiyyuka, man kitabbuka, man ihwanuka, man wali ihwanuka.." (kira-kira begitulah-pen).

Aku tidak gabung dengan mereka aku lebih suka berkeliling diarea sekolah seperti satpam, aku jalan sendiri,tiba tiba dari belakang ada yang menyusulku,

"Gun tunggu, gua ikut donk.. sekalian temenin gua ke kamar mandi ya." kata eci.
Aku hanya menjawab "ayo sini..".

Kami akhirnya jalan berdampingan melewati lorong yang remang tiba tiba eci menggandeng tanganku,

"Serem gun iseng.." bisiknya.

Aku cuek aja, lalu dari kejauhan aku melihat ada sosok yang lagi duduk dideket mushola tua, deket kamar mandi yang jarang dipakai juga walaupun disaat hari sekolah. Aku berhenti sebentar entah seperti ada yang membisikkan kehatiku agar menyuruhnya pergi.

Akupun berkata dalam hati,
"Pergi kau dari sini, kami ga ganggu dan kamu juga jangan ganggu..".

Setelah itu sosok tersebut hilang.

"kenapa gun..?" tanya eci.
"Engga ci itu ada memedi tadi.." jawabku.
"Haah jadi tadi itu beneran gun,, lo liat juga..?" ucap eci terkejut.
"Ooo iya ci.. ud gua duga lu bisa ngliat ci.." jawabku.

Lalu kami berjalan lagi menyusuri lorong dan pandangan mataku dikejutkan lagi oleh sosok lelaki yang duduk termenung di teras lantai 2 sekolah. Aku kembali berhenti, eci pun lansung bertanya
"Ada lagi gun..?" lalu aku menunjuk kearah lantai 2,

eci pun melihatnya dan sesaat kemudian sosok itu menatap kami dan... kami mengalami flashback kebelakang atau bahasa jaman now Residual Energi.

Kami melihat gambaran gambaran mengerikan yaitu sosok itu menggambarkan apa yang terjadi pada dirinya atau lebih tepatnya lelaki yang ia serupai itu. Lelaki itu adalah murid sekolah SMA ku juga, dia mengalami kecelakaan saat dia mendaki gunung bersama teman temannya yang lain, jasad mereka diketemukan didalam jurang, lalu dibawa ke sekolah ini, karena saat mereka mendaki mereka mendaftarkan alamat sekolah ini.

Setelah sampai disekolah jasad mereka dimandikan dikamar mandi tua belakang deket mushola tua, 4 orang lelaki dan 3 orang wanita. Lalu setelah itu mereka dikafankan di ruangan yang pada masaku adalah laboratorium biologi.

Lalu kami tertarik lagi ke alam nyata.
Aku hanya bisa menesali yang terjadi, eci menangis pilu mendapat gambaran tersebut.
"Ci ud ci... sekarang kita doain mereka aja ya ci, biar mereka sempurna kematiannya.." kataku sambil menenangkan eci.

Eci hanya mengangguk pelan.
================================
Ane pernah denger berita kalao disekolah ane itu setiap angkatan ganjil pasti akan ada musibah bahkan kematian. mulanya ane g yakin tapi sekarang ane yakin karena mengalaminya. ane angkatan ganjil bro.. sis...
================================
Diubah oleh jengkolcabe
3
01-10-2018 23:14
Ikat Pinggang Dan Ina
Pagi itu sebelum berangkat aku mencari ikat pinggang tapi ga ketemu, aku cari ikat pinggangku ga ada, karena udah mau telat aku pakai ikat pinggang yang ada aja, langsung cuss berangkat.

Hari itu aku diantar sodaraku sampai dijalanan yang mau kearah sekolahku, lalu aku naik angkot karena memang jauh lagi jaraknya. Saat itu aku bertemu dengan teman satu sekolah gadis manis keturunan sunda dengan rambut sebahu dan kulit kuning langsat.

"Eh ina(samaran).." dia hanya tersenyum manis dan cuek seperti biasa.

Saat mau masuk angkot entah kenapa secara bersamaan kami maju dan akhirnya bersenggolan. Tapi berhubung aku pengikut prinsip 'Ladies First', kubiarkan ina masuk dahulu, lalu aku dibelakangnya menyusul. Entah apa yang terjadi ina terus terusan memandangiku, jadi GR kan.

Sampai depan sekolah saat mau bayar angkot entah ada angin apa si ina malah membayarkan ongkosku juga. Lalu kami jalan barengan sampai didepan kelasnya.

Ina adalah orang yg terkenal cuek apalagi sama orang kaya aku, bukan typenya sepertinya,

"Aku duluan ya.. dadaaa..." Kata Ina.

Aku yang kaget seakan ga percaya ko bisa dia jadi berubah sikap 180Β° kepadaku begitu.

Saat aku lagi duduk duduk diatas meja samping pintu masuk kelasku dan ngobrol dengan sobatku ryo, tiba tiba si ina lewat.

Saat itu ina lewat bersama temannya, dia melihat kearahku dan aku pun melihat kearahnya begitu juga Ryo.

Ina melambaikan tangan kearah ku dan tersenyum manis penuh arti, aku balas juga dengan senyuman. Ryo yang juga heran akan perubahan sikap ina bertanya

"Wih si ina dada dada ke lu, senyum penuh arti lagi.. ko bisa cuy.. gimana caranya tuh...".

Aku yang juga bingung hanya menggeleng dan berkata

"Tau dah...".

Alarm istirahat pertama pun berbunyi, aku yang lagi membereskan buku buku dan kusimpan dilaci meja kaget denger ada yang menyapa,,

"Hei gun.. temenin aku kekantin yuk." , aku mengenal suara itu, dia adalah ina. "Heeh o hayuk lah.." jawabku setengah ga percaya.

Ryo dan temen aku yang lain pada memandang heran. Mungkin karena perubahan sikap ina padaku juga jadi faktornya. Aku pun pamit ketemen temen yang kulihat bengong,

"Woi gua duluan ya...", teriakku menyadarkan mereka.
"O.. okay...", jawab Ryo mewakili.
________________________________________
Info lagi para pembaca, Ina itu memang orangnya cuek terkesan jutek, apalagi sama orang2 macam ane ini, yang biasa biasa aja n duit pas pasan. cuek sangat dah. tapi saat itu sikapnya bisa berubah 180Β° ada apa gerangan...
________________________________________

Pelajaran dimulai lagi, Ryo yang masih penasaran bertanya lagi,
"Ko aneh ya, lu apain si tuh ina mpe begitu ke lu..?" Aku hanya menggeleng sambil mengangkat bahu.

Saat lagi konsentrasi melihat kedepan tiba tiba pandangan superman ku kembali, aku melihat kekelas sebelah dimana ina ada didalamnya. Tapi ternyata kemampuan ini sepertinya tambah meningkat karena saat aku melihat ina pandangan aku tembus lagi menembus baju seragamnya, tapi hanya sekejap dan langsung didepan aku keliatan tembok lagi.

"Suwe.. ", maki ku dalam hati karena baru juga sekejap ud ilang.
________________________________________
pembaca tau donk kenapa ane kesel... πŸ˜†πŸ˜†
________________________________________

Alarm istirahat kedua pun berbunyi, seperti biasa aku dan ryo langsung ke masjid sekolah untuk sholat dzuhur dan tak lupa membaca amalan baru. Setelah selesai aku tidak langsung kembali kekelas melainkan duduk dulu dibawah pohon waru, sambik memikirkan kenapa ina bisa berubah gitu ya. Aku berfikir dengan keras layaknya profesor, dan tiba tiba terlintas dalam fikiran kata 'sabuk'.

Aku baru ingat kalo tadi pagi aku bukan memakai ikat pinggang punyaku sendiri. Lalu tangan ku menyentuh ikat pinggang yang aku pakai, dan aku merasa ada seperti gundukan didalam ikat pinggang ini sebelah kanan, belum lagi aku melihatnya, aku dikejutkan oleh seseorang.

"Hayoo ngapain.. lagi ngelamunin apa kamu." suara renyah khas yang kukenal,

Yaps ina,,, Aku lalu spontan menjawab

"Ngelamunin kamu..."
"What.. kenapa bisa aku jawab gitu" kata hatiku.

Ina tersenyum penuh arti dan lalu duduk disampingku. kami duduk berdua dibawah pohon waru disamping lapangan basket. Kami akhirnya ngobrol ngalor ngidul, dan tiba tiba, syuuuu...

"Awaaas... ". suara orang berteriak.

Lalu aku melihat kearah suaran dan bujug dah, ada bola basket terbang kearah muka ina. Melihat itu tiba tiba tangan ku refleks menangkis bola itu, dan bola terlempar ke samping menjauh dari ina.

"Hampir aja..", kataku lega.

Lalu tiba tiba cupp.. sebuah ciuman hangat mendarat dipipiku,

"Makasih ya...", bisik ina.
"Wadaw rejeki anak soleh ni dapet ciuman dari ina," batinku senang.
"Sory ya gun.. ", kata orang yang tadi berteriak sambil mengambil bola basketnya.
"Iy ga papa cok.." jawabku. orang itu namanya ucok(samaran).

Timeskip...

Alarm Pulang sekolah pun berbunyi. Saat aku sedang jalan menuju gerbang mau pulang tiba tiba ina muncul disampingku,
"Bareng donk pulangnya.." kata ina.
"Eh na, tapi gua pulang jalan kaki na lewat kampung, ga naek angkot." kataku.
"Yah ko gitu.." protesnya manja.
"Ude sono cuy lu naek angkot aja temenin ina kasian tau.." kata ryo.
"Udah sono na gapapa seret aja die." sambung ryo.
"Eh tapi... " belum selesai aku bicara tanganku sudah ditarik oleh ina kearah angkot. Ina duduk paling belakang dan aku disampingnya.

Dan angkot pun melaju dengan kecepatan santai...
3
01-10-2018 23:15
Tritnya mbah dukun...
emoticon-Wakaka
emoticon-Ngacir2 emoticon-Ngacir2 emoticon-Ngacir2
0
01-10-2018 23:39
Rahasia Ikat Pinggang
Sampai dirumah setelah ganti baju aku keteras rumah mau nyantai. Aku liat kakak ku seperti memikirkan sesuatu. "Ngapa lu mas.. " tanyaku.
"Eh kaga, dari tadi gua nyari sabuk gw dimana ya.." jawabnya.
"Sabuk...?!" kataku sambil aku keingetan sabuk yang tadi aku pakai kesekolah.

"Lah mang ngapa sabuk doank mpe segitunya dipikirin.." tanyaku.
"Lu kaga tau si itu sabuk sakti tau." katanya.
"Sakti gimana" tanyaku lagi.
"Sini gua bilangin,," katanya sambil memelankan suaranya.
"Itu sabuk pengasihan tau, gua dapet sabuk itu dari majalah lu, kan ada yang maharin tuh..", ucapnya pelan.
"Hooo..", jawabku,

dan aku inget akan kejadian tadi pagi,.

"Hmm pantesan," batinku.

Lalu aku dengan nyengir bilang
"Gua pake mas sabuk lu tadi..",
"Ah pantesan kaga ada..." serunya. "Trus gimana, apa yang lu rasain...", sambungnya.

Lalu aku menceritakan semua kejadian yang aku alami terhadap perubahan ina. Dan kakak ku bilang
"padahal selama seminggu gua pake ga ada cewe ampe kaya gitu dikantor.." "Lah ko bisa.. gua aja langsung berefek kaya gitu." kataku.

Kakak ku berfikir keras, lalu bilang

"Ya udah lu pake aja terus tu sabuk, lu jadiin dah tuh cewe",
"Trus selanjutnya terserah anda..." sambung kakak ku menirukan kata kata dari iklan parfum.

Pagi berikutnya aku tidak naek angkot tapi jalan kaki sama ryo, sambil aku ceritakan obrolan ku sama kakak ku kemarin.

"Pantesan... trus apa rencana lu selanjutnya.." kata ryo.
"Gua mau nembak doi, biar besok malem minggu ud ada yang gw apelin cuy" kataku.

Hampir sampe gerbang sekolah tiba tiba terdengar suara alarm masuk.

"Waduh mati dah kita.. ud bunyi tuh sirene." kata ryo sambil bersiap lari.

Aku pun juga langsung ikut lari.

"Paak.. tungguuu...." teriak kita.

Dan serebeth.. masuk lah kita dalam gerbang nyaris aja dikunciin.

Kami langsung jalan kekelas kami, dan pelajaran pun dimulai.

Jam istirahat pertama pun tiba.
"Anjrit uang gw ketinggalan..." kataku, "Rasain lu alamat kaga makan lu.. puasa ye..." ucap ryo,
"Ya ud gw kekantin ye... met puasa cuy." kata ryo.

Aku pun memutuskan untuk duduk diteras kelas aja sambil ngeliat kearah pohon waru, ada sosok yang lagi duduk santai rupanya, yup siapa lagi kalo bukan mba kunkun, sambil goyang goyang bagian yang seharusnya ada kakinya.

Semakin kesini aku semakin peka aja jadinya.
"Apakah ini efek amalan itu ya.?" batinku.

Lagi memikirkan hal itu tiba tiba ada yang nyenggol aku dari kiri bruk. Aku lihat kesamping ternyata ina sudah duduk begitu rapat padaku.

"Nih.. " katanya sambil menyodorkan roti.
"kata ryo duit kamu ketinggalan dan belum sarapan kan" lanjutnya.
"Iya.. makasih ya na.." sambil mengambil roti darinya.
_____________'__________________________
asal pemirsa tau ane orangnya ma kaga pernah jaim walaupun ane turunan jawa asli tapi ga pernah yang namanya JAWA=JAga wibaWA. karena kalo jaim pasti kelaperan itulah salah satu prinsip ane... 😎😎
________________________________________

"Gun,. kita jadian yuk..?"

jlegerr... bagai tersambar petir aku kaget sangat...

"Whaaaat... padahal gw yang niat nembak doi, tapi malah doi duluan yang nembak gw" batinku.
"haah gw ga salah denger na..? lu serius nih..?" tanyaku.
"Iya gun.. aku serius..." jawabnya.

Aku pun terdiam.

"Gun..?" ucapnya.
_______________________________________
ada yang tau apa yang ane fikirkan saat itu. dimana ada cewe yg malah nembak cwo, bukan sebaliknya...
weits tapi ane masih memegang teguh prinsip yang tadi itu...
_______________________________________

"Okelah, jujur tadinya juga aku mau nembak kamu, eh malah keduluan.", kataku,
"Heeeeh kenapa gw langsung pake kata sakral itu 'Aku' dan 'kamu'" protesku dalam hati.
_______________________________________
jaman itu kata aku dan kamu merupakan kata yang sakral men...
_______________________________________

Cuppp. sebuah ciuman hangat kembali mendarat dipipiku,
"Makasih sayang.." kata ina.
"Nah lho ud manggil sayang aja", batinku.
Aku spontan jawab "Sama sama cinta..." 😎.

Akhirnya resmi lah kita hari itu. Ternyata ada aja yang ganggu perasaan senang orang ya. Tiba tiba suara cekikikan terdengar
"hihihihihiii.... ",
"Mo***t lu, ngagetin aja, kaga boleh liat orang senang..", maki ku dalam hati kepada mba kunkun pohon waru sambil aku menuju ke bawah pohon dan mengambil biji buahnya untuk aku timpukkan kearah dia.
"Suwe lu.. dasar setan...", makiku kepada makhluk itu sambil menimpuknya.
2
01-10-2018 23:54
Mereka Ada
Malam minggu pun tiba...

Apel pertama saat kelas 1 SMA diakhir semester 2, tepatnya kalo tak salah ingat, 10/04/2003.

Motor ku memasuki gang kearah rumah doi. Tapi aku kaget saat belok hampir aja jatuh, karena digapuranya ada sosok "sugus" berdiri.

"Astaghfirullah.." pekikku,
"Numpang lewat om..." lanjutku.

Dia hanya menatapku dengan tatapan kosong, dan aku pun berlalu darinya. Tapi tidak sampai disitu saja, begitu sampai didepan rumahnya, lagi lagi aku dibuat kaget, karena disamping rumahnya tepatnya dirumah tetangganya aku liat ada mas gondo berdiri. Wajahnya seperti gorila, badannya penuh bulu panjang panjang, kukunya seperti celurit, dan matanya menyala merah.

Aku berhenti sejenak, lalu mengucap dalam hati
"Awas jangan ganggu gua dan jangan ganggu bokin gua dan keluarga juga..."

Mas gondo lalu menghilang.

"Assalamualaikum..." teriakku dari luar pagar.
"waalaikumsalaam" Ina pun keluar dan membukakan pintu agar aku bisa masuk.

Aku duduk di teras disusul ina juga duduk disampingku. Dan malam itu kuhabiskan waktu dirumahnya saja.

Aku pulang jam 10 malam. dari rumahnya, tapi aku tidak lansung kerumah karena ada telpn dari ryo ngajak nongkrong dirumahnya dan bakar bakar singkong, walaupun singkong hasil nyabut dikebun orang.

Saat kita beraksi mencabut singkong itu, ryo tiba tiba teriak
"ALLAHUAKBAR... "

Aku yang kaget langsung menuju kearahnya, dan
"ALLAHUAKBAR.." aku pun terpekik,

karena kami melihat lesatan bola api tepat lewat didepan kami. Bola api itu melesat menuju kerumah yang arahnya ada diujung jalan kampung tersebut, tapi kami tidak tau apa itu.

O iya sejak sama sama ngamalin amalan baru tersebut, ryo jadi suka melihat hal hal aneh walaupun tak sesering dan seterbuka seperti aku.

Malam itu kita bakar bakar singkong, lalu ada kawan satu tongkrongan datang, bawa ayam buat dibakar juga. Kami memilih lokasi dikebun seorang kawan kami. kebun yang banyak pohon rambutan dan kecapinya.

Setelah semua hidangan siap, kami bermaksud menyantap ayam bakar dulu. Dan disitulah timbul keanehan.
Wadah tempat ayam bakar kami ko tiba tiba ada sesatu benda putih tapi bergerak gerak, pas kami amati,

kami kaget serempak berteriak
"Hiiiii.... apaan tun hiii...".
Ryo mencoba memandang dengan detil lalu berkata "hiii belatung cuy... "

Ada salah satu kawan kami sebut saja namanya boy, dia sedang asik melahap ayam bakar, tapi kemudian memuntahkannya lagi karena mendengar ada belatungnya.

Suasana seketika berubah mencekam. Tiba tiba ada benda yang jatuh lagi ke piring ayam tadi. tik tik.. kira kira begitu bunyinya. Kami perhatikan ternyata belatung belatung tersebut jatuh dari atas. Kami serempak saling pandang dan bersama sama melihat keatas. Saat kami melihatnya kami lansung kaget dan shock melihat makhluk itu bergelantung dlam posisi kepala dibawah namun membelakangi kami, dan apa yang kami lihat benar benar membuat jantung kami seakan berhenti. Makhluk itu mempunyai punggung yang bolong penuh belatung.

Kompak kami langsung berlarian kocar kacir sambil berteriak teriak
"bolong...",
"setan bolong...".

Makhluk itu tertawa lepas "hahahahaa..", Persis sama seperti pada film suzzana.

Aku memutuskan menginap dirumah ryo. Sambil ketakutan dan ngos ngosan nafas senin.. kemis... jumat mati.. πŸ˜†.
Kami mencoba menyebut nyebut nama ALLAH.. untuk ketenangan.
3
02-10-2018 00:15
Mulai Terasah
Kisah firstlove ku tidak berlangsung lama hanya sampai masuk kelas 2 saja. Akupun kembali jadi kelompok Jojobah jomblo jomblo bahagia.

Masuk kelas 2 aku makin terbuka penglihatan dua alamku, begitupun ryo. Emang kita sobat sejati men. kelas 2 kami beda kelas, aku 2-7, ryo 2-8. Aku sudah lama tidak pakai sabuk itu lagi namun amalan yang sebelumnya masih terus aku amalin. Untung tidak koslet dan gila karena tidak ada guru.

Dikelas 2 aku duduk berdua dengan wanita berperawakan tinggi hampir sama denganku, badan yang seksi padat berisi tapi tidak gemuk ya. rambut sepunggung mata bulat, hidung standar, kulit sawo matang, dan ....B. (silahkan isi sendiri para pembaca πŸ˜†) sebut saja namanya Dwi. Pada awalnya kami diem dieman, lama lama seiring berjalan waktu kami jadi sering becanda.

Hari itu saat jam istiraha aku sedang berdiri diteras kelas yang ada dilantai 3, disebelahku aga berjarak ada sosok pria sedang duduk.

"Setan dari mana lagi dia", batinku.

Tapi aku cuekin, aku hanya melihat anak anak yang asik main basket.

"Gun kekoprasi yuk.. " suara dwi menegurku.
"Males ah wi, bener dah.." kataku. "ayolah... " ucap dwi manja.
--------------------------------------------------------------
pemirsa semua ane mau jujur sama kelemahan ane.. ane lemah kalo ada wanita yang dengan tatapan sayu dan bicara dengan nada manja...
Damn men..!!! langsung rontok batu dihati ane.
--------------------------------------------------------------

Akhirnya kami jajan dikoperasi, sebenarnya aku paling malas kekoprasi, selain harganya lebih mahal dari kantin, juga harus melewati kamar mandi tua yang jadi legenda dan musola tuanya. dimana penampakan sering berkumpul. Sama seperti saat itu, penampakan itu muncul. entah sosok sugus, entah wanita misterius, atau pria yang ga jelas bentuk wajahnya.

Timeskip lagi..

Suatu siang tiba tiba sekolah menjadi gaduh, kami semua yang lagi belajar tenang lansung ingin tau ada apa. Kami keluar teras kelas melihat banyak orang orang menuju arah belakang, yes.. kearah kamar mandi legend. Aku yang melihat itu segera lari turun, disusul ryo, dwi dan ditangga kami ketemu eci.

Saat kami tiba di TKP, kami lihat guru agama kami sedang memegang seorang siswi dideket musola tua. sambil seperti membaca doa. siswi itu meronta ronta teriak teriak ga jelas.

"Kesurupan... kesurupan", aku mendengar bisik bisik anak anak yang ada.

Saat aku mendapatkan view dan enggel yang bagus tiba tiba aku lihat didalam wajah siswi itu tersirat wajah lain yang sangat menyeramkan. Aku hanya berdiri melihatnya dalam diam,
"Kesurupan apa gun..?" Bisik eci,

Aku masih diam tapi ryo jawab
"Cewe wajah ancur".

Ditengah diamku lalu ada yang berbicara dalam hatiku,

"Bantulah dia...".

Aku bingung mendengar suara itu, bingung harus berbuat apa, suara itu kembali berbicara,

"Tekan saja otot yang ada didekat lekukan persendian antara lengan atas dan lengan bawah".
_______________________________________
ada yang bingung kah bagian mana itu para pembaca..?
--------------------------------------------------------------

Aku maju mendekat, berpura pura mencoba memegangi tubuh wanita itu, tangan kiri ku tempatkan telapaknya dipunggung kiri wanita itu seolah-olah menopang agar tidak jatuh kebelakang, dan tangan kanan ku memegang pangkal lenga bawahnya dengan jempolku menekan otot yang ada didekat lekukan persendian tersebut.

Lalu terlintas dalam hati dan fikiranku bacaan amalan yang sering kubaca dan tambahkan dengan bacaan lahawla dan takbir, aku membacanya dalam hati. Tiba-tiba wanita itu menjerit kesakitan dan sesaat kemudian blesss terasa ada yang melompat terbang dari tubuh siswi itu, seketika itu pula siswi itu pingsan.

Lalu hadirin yang menyaksikan itu serempak mengucap

"Alhamdulillah...".

Guru agama tersebut melihat kearah ku dan mengucapkan terimakasih. Lalu datanglah PMR sekolah menandu siswi tersebut membawanya ke UKS. Saat aku mau kembali kekelas, guru agama memanggil,

"Tunggu..",

sambil berjalan kearahku, aku pun berbalik dan berkata

"Ya pak..",
"Kamu nanti pulang sekolah ketemu saya dulu ya." katanya.
"Iya pak..", jawabku singkat lalu berlau menuju kekelas lagi.

Sore itu aku duduk berhadapan dengan guru agama tersebut yang ternyata dia adalah guru agama kelas 3.

Dia bertanya "Kamu belajar darimana..?",

aku kaget mendengarnya dan kujawab "Belajar apa pak..?"
"Itu tadi yang kamu lakukan itu, kamu belajar sama siapa..?",

aku menangkap maksud pertanyaannya lalu kujawab

"Tidak ada pak, tidak belajar sama siapa siapa".
"Lalu kamu bisa darimana..?" lanjutnya, "Beneran ga ada pak.." jawabku.
"Jujur kamu kenapa bisa. ", selidiknya. akhirnya aku berkata jujur
"Saya ga belajar dari siapapun pak, kebetulan aja saya nemu sebuah amalan dari suatu majalah, yang sudah saya amalkan sejak kelas 1 pak..". "Hooo begitu... baiklah, tapi saya sarankan alangkah baiknya kamu cari guru yang mursyid" jawabnya.

Setelah itu aku disuruh pulang.

Timbul lagi satu pertanyaan yang aku fikirkan
"Apa itu guru Mursyid..?".

Didepn gerbang sekolah aku melihat ryo dan dwi menungguku.
"Lah lu pada belom balik..?" tanyaku. "Noh si dwi pengen nunggu lu, dia maksa gua buat nemenin die nungguin lu." jawab ryo sekenanya.
"Ooo, ya udah nyok cabut.." kataku.
---------------------------------------------------------------
dwi ini rumahnya dekat dengan ryo, temen masa SD nya. rumahnya dan rumah ryo hanya dibatasi oleh bentangan sawah 2 petak. jadi kali ini nambah satu orang yg bareng brangkat jalan kaki ma ane...
---------------------------------------------------------------

"Cuy lu kaga embat tuh si dwi? kayanya doi ud nyaman ma lu atau ud naksir kali..", kata ryo.
"Ah sok tau lu...", jawabku smbil berlalu.

Home
Diubah oleh jengkolcabe
2
02-10-2018 00:32
Action & Drama
Aku cabut kekantin karena lapar.

"Gun mau kemana..?" tanya dwi tiba tiba.
"Kantin lah, lapar guah.." jawabku.
"Eh lo ikut tim drama gua ya" kata dwi.

Aku teringat akan tugas drama dari guru.

"Mati gw, gw mang belom punya kelompok" batinku.
Akhirnya tanpa ragu kujawab,
"Okelah..".
"Siplah.." jawab dwi.

Dikantin aku bertanya sama dwi.
"Mang mao bikin drama apa?",
"Putri tidur.." jawabnya singkat.
"Ooo..." jawbku,
"Hah apa putri tidur??" lanjutku kaget yang loading.

Dalam benakku langsung menduga "Jangan jangan gw bakal jadi pangerannya nih, soalnya ditimnya dwi cuma gw doank cowonya."
"Iya nanti gua jadi putrinya dan elo jadi pangerannya.. " lanjut dwi.
"Muke gile.." pekik batinku.
"Benerkan duagaan gw" batinku lagi.

Saat latihan pun tiba, dan kita sepakat latihan dirumah riri(samaran).

Waktu itu sore aku meluncur kerumah riri, tapi taukah kalian rumah riri itu ada dikampung yang harus melewati kebon kosong sebelum masuk komplek, dan keluar lewat pintu belakang komplek sampe dah dirumahnya.

Seperti yang pembaca ketahui sudah pasti kan aku bakal ngliat yang aneh aneh lagi. Benar saja saat lewat kebon kosong aku melihat ada makhkuk yang sepertinya kuat. namun aku lewat aja. dan sampai juga dirumah riri.

skip time

Setelah beres kami pulang masing masing karena bawa kendaraan masing masing. Aku pulang paling akhir dan sudah aga malam. Aku kembali melewati kebon kosong itu lagi. dan makhluk yang sebelumnya masih ada disitu, tapi tiba tiba dia melemparkan sesuatu kearahku, benda seperti bola api melesat kearahku, otomatis insting bela diriku reflek menghindar serangan itu, lalu aku berhenti ku standarkan motorku tak lupa kukunci dan kubawa kuncinya biar aman.

Aku turun tapi tiba tiba aku seperti terseret mendekat kemakhluk itu didalam kebon. Kutahan dengan kuda kuda semampuku. tepat 5 meter dihadapannya aku berhenti. Lalu aku coba bicara dalam hati kaya yang sudah sudah,
"Siapa lu.. kenapa lu ganggu perjalanan gw.." batinku.

Tanpa menjawab makhluk itu coba mengayunkan lengannya untuk memukulku sesaat itu pula aku reflek menghindar, aku coba menghindar sebisaku karena aku bingung gimana cara nyerang baliknya, ditengah kebingunganku tiba tiba ada lesatan petir dari atas.. dan duaaarr... makhkuk tersebut lenyap. Kulihat keatas ada sesosok pria gagah memakai pakaian pendekar jaman dulu. Dan ditangannya memegang benda seperti panjang yang ternyata bukan petir tapi cambuk bercahaya, lalu dia menarik cambuk itu dan sssppp hilang cambuk itu.

Pria itu langsung turun mendekat kepadaku.

"Sampurasuuun..." begitu katanya.
Aku spontan jawab,
"Rampes...".

Setelah itu dia memberi hormat dengan aga membungkukkan badan kearahku, lalu zzzaaapp... pria itu hilang.

Skip

Saat pentas tiba, kami memainkan peran masing masing, lucunya kami disuruh memakai alat alat yang ada aja. jubahku dari kain sarung hanya kuikat seperti sayap superman, topengku dari karton bikin sendiri, pedangku adalah gagang pengki, kudaku adalah sapu ijuk. Merasa konyol waktu itu.

Adegan paling aku suka adalah saat membangunkan sang putri. kudekatkan perlahan wajahku ke wajah dwi, pas aga dekat aku sengaja melihat kearah penonton dan berkata
"Eit jangan liat" sambil kusibakkan sarungku menutupi bagian wajah kami. Teman teman yang nonton pada berteriak
"woi.. diapain tuh lama amat..",

padahal sengaja aku lama lamain dan tidak aku apa apain juga si dwi. Ada lagi yang berteriak
"wah menang banyak lu...",

serempak pada tertawa semua, dan setelah itu berakhirlah drama kelas waktu itu.

Home
Diubah oleh jengkolcabe
4
Halaman 1 dari 10
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
gadis-si-pipi-merah-revisi
Stories from the Heart
tamat-lie-love-in-elegy
icon-jualbeli
Jual Beli
Rp 3.199.000
Rp 6.398.000
private-tour-manado--hotel
Β© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.