alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5baa4f90dcd7702c588b4567/a-road-to-be-me
Lapor Hansip
25-09-2018 22:09
a Road to be Me
Past Hot Thread
a Road to be Me



a Road to be Me





mohon dibaca



Manado, di pertengahan tahun 2004,


Road to J*****
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan 30 lainnya memberi reputasi
31
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 108
25-09-2018 22:10
INDEX
MULUSTRASI



BAB - 1

Riri


Rida


Nadia


Reva


Yulisa


Aliya


Sandra




BAB - 2

Felisa


Karina


Stefi


Mei Mei


Keyla




BAB - 3


Luna


Beby
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
17062018 dan Alea2212 memberi reputasi
6
25-09-2018 22:20
Wow.
Udah bikin thread baru aja agan 1 ini.
Masih ad hubungan sama kisah thread sblm nya bang ?
1
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
25-09-2018 22:24
Balasan post mamangeza
Quote:Original Posted By mamangeza
Wow.
Udah bikin thread baru aja agan 1 ini.
Masih ad hubungan sama kisah thread sblm nya bang ?


ini ceritanya kembali ke masa lalu gan emoticon-Big Grin
rencananya akhir dari trit ini akan nyambung ke trit yang itu
lagian trit yg 1 itu mungkin 3-4 part lagi tamat, jadi ya agak di slow in dikit emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
17062018 dan mr.silentreader memberi reputasi
2
25-09-2018 23:51
Road to Putih Abu-Abu | Part 1 |

"ciiiiittttttttttt"

itulah suara decitan ban pesawat yang menandakan gw telah sukses mendarat suatu bandara di kota J******,
sementara pramugari sedang sibuk ngoceh di loudspeaker, gw masih agak murung memikirkan nasib cinta pertama gw yang begitu tragis.

sementara mengantri bagasi, gw mengaktifkan hp dan mulailah dentuman ringtone monophonic(para legend pasti tau ini apa emoticon-Big Grin) berbunyi menandakan banyak sms masuk, gw pencet tombol atas bawah gak ada 1pun sms dari livia, gw coba telepon gak diangkat.

gw tarik nafas dan menghembuskan perlahan sambil memasukan hp kembali kedalam kantong,
setelah berhasil mengambil bagasi gw pun menuju pintu keluar terminal bandara, btw saking badmoodnya, bentuk bandara yang agak "jelek" ini pun lolos dari komentar pedas gw(tapi sekarang bandaranya mantap kali bah)

di pintu keluar bokap gw sudah menunggu, gw hampiri bokap gw dengan tersenyum seadanya, like i already told you gw gak begitu dekat, jadi no time for peluk-peluk kangen emoticon-Big Grin, bokap gw gak sendirian, dia ditemani satu teman kantornya, mari kita sebut saja om bowo karena dulu bokap gw gak bisa nyetir mobil jadi om bowo ini yang di manfaatkan bokap gw untuk nyetir mobil kantor emoticon-Big Grin, jadi kalian gak salah kan kalo gw sampai sekarang gak bisa nyetir mobil hahaha

fakta mengejutkan, ternyata bandara ini, letaknya masih 1 jam dari kota J******, kupandang kiri dan kanan gak ada gedung yang lebih dari 2 tingkat, WTF kayaknya gw bakal tinggal diatas pohon kalo begini.

1 jam berlalu, sampailah kami dirumah, dan thx god(waktu itu masih pake god emoticon-Stick Out Tongue) ternyata gw gak akan tinggal diatas pohon.

Quote:
"gimana tadi perjalanannya nak? capek?" kata nyokap sambil memeluk gw

"lumayan capeknya mah" jawab gw sambil setengah memeluk nyokap

"yaudah kamu istirahat dulu aja, yang itu kamarmu" kata nyokap

"anne sama ella mana mah?" gw menanyakan kedua adik perempuan gw


gw punya 2 adik perempuan yang paling kecil ella yang masih TK dan anne yang masih kelas 4 sd

Quote:
"mereka lagi tidur siang, kamu tidur dulu sana" kata nyokap

"iya mah" gw pun menuju kamar karena memang sudah cukup mengantuk karena tadi selama penerbangan gw gak bisa tidur.


antara nyokap dan bokap gw, gw lebih dekat ke nyokap, karena biasanya nyokap yang ngehubungin gw nanya-nanya soal sekolah dan yang terpenting ngasih tau kalau sudah transfer emoticon-Stick Out Tongue, ya duit dari bokap juga sih, cuma ya itu gw gak nulis obrolan gw sama bokap sedari tadi bukan karena sampai sekarang hubungan kami gak bagus, hanya saja waktu itu obrolan kami benar-benar datar, capek mau nge quote sedangkan obrolannya gak penting emoticon-Big Grin mohon di maafkeun ya.

di tempat tidur, gw keluarkan walkman(jaman gw dulu semuanya serba kaset emoticon-Big Grin) yang gw taro di dalam tas kecil gw, gw play satu-satunya kaset yang gw punya, kaset lagu josh groban dari album closer, "klik" dan mengalunlah lagu berjudul per te menemani saya tidur.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan 7 lainnya memberi reputasi
8
26-09-2018 05:01
Numapang lapak ganemoticon-Big Grin
profile-picture
kayou memberi reputasi
2
26-09-2018 07:29
Quote:Original Posted By iqbalqaddafi
Numapang lapak ganemoticon-Big Grin


silahkan gan,
Semoga betah yak dimari emoticon-I Love Kaskus
profile-picture
17062018 memberi reputasi
3
Lihat 1 balasan
26-09-2018 08:12
semangat update gan 😂
1
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
26-09-2018 13:40
Balasan post goblokers696969
Quote:Original Posted By goblokers696969
semangat update gan 😂


amin gan, doain aja ane sehat-sehat jadi bisa nulis terus hehehe
semoga betah dimari,
profile-picture
17062018 memberi reputasi
3
26-09-2018 13:42
Quote:Original Posted By zpy
amin gan, doain aja ane sehat-sehat jadi bisa nulis terus hehehe
semoga betah dimari,


syap!
1
26-09-2018 15:08
Road to Putih Abu-abu | Part 2


Tubuh gw terasa diguncang perlahan higga akhirnya gw terbangun, lagu josh groban di walkman gw sudah berhenti berputar.


"yan bangun dipanggil mama makan dulu katanya, tidur mulu kayak orang mati" kata anne ketus tapi rona bahagia terlihat dari wajahnya karena akhirnya bisa melihat kakaknya yang ganteng ini lagi(adek gw gak usah di mulustrasi ya, tar lu pada naksir hahaha)

"iya gw bangun" gw pun bangun sambil melepas walkman dan berjalan ke ruang makan
[/quote]

di meja makan sudah ada nyokap gw yang lagi menyuap adik gw yang paling kecil ella


"ih adik kakak udah besar ya" kataku sambil mencubit-cubit pipinya

"...." ella hanya diam dengan makanan penuh di dalam mulutnya sambil menatap gw dengan heran, tatapannya seperti ngomong "kamu siapaaaaaaaaaaaa?"

"dia lupa ya mah?" kataku sambil duduk di kursi

"kayaknya, dulu kan terakhir ketemu kamu di bali dia baru belajar jalan"
[/quote]

tatapan ella masih terpaku ke arah gw, mungkin dia masih mencoba mengingat-ingat kakak ganteng yang ada di depannya
Quote:
"papa mana mah?" gw sambil mengambil piring dan mengisi piring dengan aneka makanan yang sudah ada diatas meja

"papamu lembur, nanti paling jam 10an pulang" kantor bokap gw cuma sekitar 300 meter dari rumah, kami tinggal di rumah dinas

"ohh" jawab gw singkat sambil mulai makan

"oh iya kamu besok ikut mama ya"

"kemana ma?"

"udah ikut aja"

"yaudah"


sehabis makan gw ambil walkman tak lupa hp gw dikamar lalu duduk-duduk di teras rumah, gw coba telepon lagi livia tapi kali ini di reject, gw coba telepon lagi hasilnya sama, malah dengan cepat di reject. mungkin dia marah, yasudahlah gw pasang headset lalu menyalakan walkman gw, masih dengan album yang sama album closer milik josh groban, kali ini lagu berjudul "Remember when it rain"



cukup lama gw terhanyut mendengarkan lagu itu sambil menatap malam, sampai gw ngerasa ada yang sedang memperhatikan gw, gw melirik ke arah kiri ternyata itu ella sedang menatapku sambil memeluk pintu

Quote:
"sini ella" kataku sambil menyodorkan tangan gw

"...." ella gak berbicara apa-apa hanya menyambut tangan gw dan berjalan ke arah gw, gw angkat dia agar duduk di kursi

"masak sama kak ryan lupa kamu?" tangan gw memeluk ella dan menggelitik perutnya

"aduhhh ampun ampun" ella teriak-teriak sambil tertawa kegelian

"udah ingat belum? kalo belum kak ryan kelitikin terus nih"

"udah udah udah ingat kak" kata ella masih sambil tertawa kegelian dan gw pun berhenti, lalu memasangkan satu headset ke telinga ella


kami berdua pun hanya duduk mendengarkan lagu sambil menatap malam

Quote:
"kak lyan nanti pelgi lagi?" tanya ella memanggilku lyan karena dia belum bisa bilang huruf R, eh sebenarnya gw juga cadel sih hahaha

"enggak dek kakak gak pergi lagi" gw lihat ella tersenyum sumringah


saat itu masih jam 9 malam, tapi sunyinya sudah seperti jam 3 subuh, agak ngeri juga diluar sini, banyak pohon-pohon pinus besar dan suara daun-daun pinus yang terkena angin malam cukup bikin bulu kuduk gw merinding, gw pun mengajak ella masuk dan saya langsung masuk ke kamar, masih mendengarkan musik sambil menatap langit-langit mencoba membayangkan wajah cantik livia,

ahh livia ini terakhir kali aku akan menyebutkan namamu, livia oh livia sayonara cinta pertamaku emoticon-Big Grin.

skip>> skip>>


keesokan karinya gw terbangun lebih tepatnya di bangunkan oleh nyokap, sembari mengumpulkan nyawa gw melihat jam dinding menunjuk jam 8 pagi

Quote:
"langsung mandi ya yan" kata nyokap gw

"iya mah" jawabku singkat


gw pun mandi dan bersolek maksimal, kali aja ada yang kecantol hahaha
gw dan nyokap pun bergegas pergi dan waktu itu kami naek angkot saudara-saudara emoticon-Big Grin, mau naik apa lagi gak ada satupun di keluarga kami yang bisa nyetir mobil hahaha naik taxi? gw kaget setelah dikasih tau kalau di kota ini gak ada yang namanya taxi hahaha sabarin aja yan sabar.

sekali naik angkot kamipun sampai di sebuah rumah yang entah daerah apa ini namanya, nyokap gw mengetok rumah itu

[quote]
"eh udah dateng, ayo masuk dulu" sapa seorang ibu-ibu seumuran dengan nyokap gw

"ini anaknya ya?" tanya ibu itu lagi

"saya ryan tante" gw sambil mengulurkan tangan membalas jabat tangan ibu itu

"wah gantengnya ya" kata ibu itu sambil memegang-megang wajah gw
[quote]

sumpah saat itu gw pikir gw mau dijual sama nyokap gw hahaha, tapi ternyata tante itu adalah guru di SMA yang akan gw sekolahi,
kalau dari pembicaraan mereka nyokap gw sama tante ini kelihatannya sudah akrab, sepertinya ini yang namanya "the power of KAWANUA" emoticon-Big Grin tante ini juga sama-sama dari manado tapi sudah lama tinggal di kota J***** ini.

oke obrolan berikutnya sudah gak penting, mari kita skipp>> saja

Skip>> skip>>

besok adalah mos hari pertama gw disekolah baru gw, karena masih orientasi, gw masih harus memakai baju putih biru, tapi masalahnya seragam gw gak ada yang gw bawa, semuanya gw tinggal di manado berikut cinta gw ke livia #ehh emoticon-Big Grin

jadilah gw make seragam smp baru dari ujung kepala sampe ke ujung kaki emoticon-Big Grin
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan andrian0509 memberi reputasi
7
Lapor Hansip
26-09-2018 15:27
Balasan post zpy
Quote:Original Posted By zpy


silahkan gan,
Semoga betah yak dimari emoticon-I Love Kaskus



Keep update gan jngn ada kentang di antara kitaa huahahahemoticon-Wakaka
1
26-09-2018 17:06
MOS Day 1


Jam 6 pagi gw sudah siap tempur dirumah, sedikit sarapan dan saya diantar bokap ke sekolah baru gw,

sesampainya disekolah

Quote:
kamu masuk ya, papa langsung ke kantor, nanti pulangnya papa jemput, uang jajan udah ada?"

"udah dikasih mama tadi, aku masuk dulu pah" dan gw pun berjalan masuk kedalam


masih belum begitu banyak siswa baru, gw pun duduk di bawah tiang basket sambil bermain game snake yang dulu sangat melegenda.

Quote:
"PERHATIAN, BAGI PARA PESERTA MOS HARAP SEGERA BERBARIS DI LAPANGAN"


sambil masih bermain snake, gw berjalan ke arah barisan di lapangan sambil masih berjuang agar ular gw gak sampai mati.

"BRUUUAAKKK"

ada yang menabrak gw dari sebelah kiri sampai-sampai hp gw terpental jatuh

Quote:
"aduhh maaf ya, aku gak liat" kata perempuan itu sambil menunduk mengambil hpku dan membersihkannya lalu memberikannya padaku

"hati-hati dong, uler gw udah panjang tadi" kataku kesal

"heehhhh?" saut perempuan itu bingung

"lupain aja" kataku sambil mengambil hpku

"HEH ITU YANG DISANA JANGAN PACARAN AJA BARIS!" kata seorang kakak senior menggunakan pengeras suara


serentak pandangan semua orang terarah kepada kami, karena malu gw dan cewek tadi pun bergegas masuk di barisan yang sama

Quote:
"JADI BARISAN INI ADALAH KELOMPOK KALIAN, KAKAK YANG ADA DI DEPAN BARISAN KALIAN ADALAH WALI KALIAN" kata senior yang ada di atas panggung

"oke barisan ini kalian ikut gw" kata seorang kakak perempuan menyuruh kami mengikuti dia,


kami dibawa ke suatu ruang kelas, untuk meletakan tas kami,

Quote:
"kalian belum saling kenal kan?, oke nama kakak Rida, kakak wali kalian, sekarang perkenalkan diri kalian satu-satu, nama kalian dan asal sekolah kalian, mulai dari kamu" kak rida menunjuk gw

"eh nama gw Ryan Jonathan Korompis, kalian bisa panggil gw ryan, gw dari SMP ** manado"

"%^%&^%^%*^&*" terdengar teman kelompok gw yang berjumlah 20 orang seperti berbisik satu sama lain, mungkin membahas kegantengan gw emoticon-Big Grin

"eh kamu cadel ya hahaha, ohh pindahan dari manado ya, pantes aja cakep cadel lagi" kak rida tersenyum nakal kearahku

"eh iya kak, makasih kak" gw sambil malu-malu kembali duduk


satu-satu teman kelompok gw memperkenalkan diri mereka dan gak ada satupun nama mereka yang nempel di otak gw emoticon-Big Grin
hingga berdirilah cewek tadi yang membunuh ular gw #ehh

Quote:
"Nama gw Riyanti Christi, asal sekolah SMP ** J****** "


setelah gw perhatikan Riri ini cantik juga, eh gak gak gak, cantik banget, bisalah diadu sama livia.
tanpa sadar gw terus menatap riri tanpa berkedip, yup dia memang cantik


Riyanti a.k.a Riri


Quote:
"heh cadel, biasa aja ngeliatin ririnya hahaha" kak rida membuat gw kaget juga malu, disusul tawa kelompok gw dan senyum tersipu Riri


"PERHATIAN, PARA PESERTA MOS HARAP KEMBALI BERBARIS DI LAPANGAN"

Quote:
"oke kalian balik lagi ke lapangan, tapi tas kalian biar aja di dalam kelas ini"

"iya kak" kami kompak menjawab

"kalian yang sabar ya hahaha" tawa kak rida sepertinya isyarat hal buruk akan terjadi di lapangan


benar saja, begitu kami keluar kelas dan melihat ke arah lapangan, terlihat kelompok-kelompok lain sedang di kerjain oleh para senior,

ada yang disuruh nyanyi-nyanyi sampai teriak-teriak, ada yang jalan jongkok sambil di marah-marahin sama seniornya pokoknya ya ospek gak jelas seperti biasanya,

Quote:
"Kalian jalan yang cepat, lama sekali, cepat jalan jongkok" kata seorang senior laki-laki dengan suara yang keras seperti berniat memakan kami

"RYAN JONATHAN KOROMPIS HARAP SEGERA KE RUANG GURU"


Merasa nama gw dipanggil gw coba melihat ke sumber suara, disana ada tante kenalan nyokap gw yang kemaren

Quote:
"Ryan kamu dipanggil tuh" kata kak rida

"iya kak"


sayapun berjalan ke ruang guru, saat gw sudah cukup dekat

Quote:
"Ryan sini ikut ibu"


gw pun mengikuti ibu itu yang ternyata ke uks

Quote:
"sudah kamu disini aja sampe acara di lapangan selesai ya" kata ibu itu yang ternyata bernama siska sesuai yang tertera di name tagnya

"baik bu" saya melangkah masuk ke dalam uks,


di dalam uks saya melihat ada 1 laki-laki yang memakai seragam putih biru seperti gw, yang tandanya dia juga siswa baru

Quote:
"sakit bro?" tanya gw ke orang itu

"eh enggak bro, gw anaknya ibu siska" kata orang itu

"ohhhhh"


gw pun akhirnya sadar kalau kami berdua diselamatkan bu siska dari pembantaian di lapangan emoticon-Big Grin
ya begitulah KKN di sekolah baru gw hahaha, setidaknya gw gak perlu cape-cape dikerjain

sepertinya anak bu siska ini tipe pendiam seperti gw, buktinya kami berduaan di uks sampai jam 12 siang tanpa bertukar perasaan #ehh bertukar kata sama sekali, masih terdengar suara-suara sayup pembantaian di lapangan

hmmm riri kamu baik-baik saja kan emoticon-Malu (S)

tok tok tokkkk, suara ketukan terdengar dipintu

Quote:
"eh kalian disuruh bu siska balik ke kelas masing-masing" kak rida


akupun mengikuti kak rida kembali ke kelas

Quote:
"eh yan kamu apanya bu siska?" tanya kak rida

"ehh bukan apa-apanya sih, gw juga gak tau"

"ahh bohong, ngaku dong"

"beneran kak, ehhh tapi kayaknya bu siska sama nyokap gw temenan"

"ohhhh, kamu tinggal dimana yan?"

"eh di deket kantor T****m"

"ohh, yaudah sana balik ke meja kamu"


ternyata kami sudah sampai di kelas kami, saat memasuki kelas, terlihat seisi kelas tampak melihat kearahku, mungkin mereka berpikir "ini anak kemana tadi pas lagi di bantai di lapangan", gw cuek aja dan kembali ke meja gw, baru sebentar gw duduk

Quote:
"gw duduk disini ya" saut riri tanpa menunggu jawaban langsung duduk di kursi kosong disampingku

"heh? iya" saut gw agak sedikit terkejut sambil melihat riri yang cantik sedang mengelap wajahnya yang berkeringat

"lu kemana tadi?" tanya riri mengagetkan gw yang sedang asik melihat wajahnya

"gw di uks tadi" kata gw stay cool

"hah lu sakit? tanya riri yang kemudian meraba keningku


refleks gw menahan tangannya dengan tangan gw yang akhirnya kamipun berpegangan tangan, riri terlihat salah tingkah lalu menarik tangannya, wajahnya memerah dan bersuara

Quote:
"sorry kata gw

"he eh" jawab riri masih salah tingkah


lalu kak rida pun masuk kedalam kelas diikuti beberapa senior laki-laki yang sok GG,
mereka menerangkan perihal alat-alat yang harus kami bawa keesokan harinya, lalu kami diperbolehkan pulang

Quote:
"lu tinggal dimana yan?"

"gw tinggal di deket kantor T****m"

"oh naek angkot sekali ya"

"hah? gw gak tau, katanya pulangnya gw dijemput bokap"

"ahhh anak papi"

"bukan gitu gw emang masih buta jalan"

"iya dehhh, balik yuk yan"

"yuk"


sesampainya di gerbang sekolah,

Quote:
"yan lu nunggu bokap lu disini?"

"iya ini baru mau gw sms"

"hmm gimana kalau lu nunggu bokap lu dirumah gw aja, rumah gw di depan tukang ojek dibawah, jadi bokap lu gak perlu naek kesekolah"

"hmmm boleh deh"



sedikit info tentang sekolah baru gw ini, sekolah gw ini ada diatas gunung lumayan jauh dari jalan utama, jadi kalau pulang sekolah, semua siswanya jalan kaki ke jalan utama baru deh nyari angkot masing-masing, nah kalau paginya? naik angkot berhenti di pangkalan ojek, terus naik ojek deh keatas.

Quote:
"ri, lu udah dari kecil disini?"

"iya gw lahir disini yan, lu sejak kapan pindah kesini?"

"seminggu setelah pengumuman kelulusan"

"eh berarti lu belum punya temen ya disini?"

"hmm lu teman pertama gw di kota ini"

"emang kita temenan?" riri memasang muka datar

"ehh enggak ya" gw tertunduk sambil berbisik

"hahahaha ihh anak papi ngambek becanda kali yan" riri tertawa sambil memukul tasnya yang seperti koper ke badan ku

"ahh lu ngisengin gw mulu dari tadi ri"

"abis lu polos banget sih hahaha, pokoknya besok kita harus semeja lagi ya"

"serah lu aja"

"eh ini rumah gw"


karena sambil bercanda, perjalanan yang cukup jauh jadi gak berasa, riri ini orangnya cerewet dan enak juga ya diajak ngobrol, mana cantik lagi betah deh gw emoticon-Big Grin

setelah sampai di rumah riri gw sama dia nongrong di terasnya, sebelumnya riri ijin masuk ke dalam untuk ganti baju, celana pendek dan kaos agak kedodoran yang riri kenakan saat itu

Quote:
"bokap lu udah lu kabarin yan?"

"iya udah, kayaknya udah di jalan"

"oh bentar lagi paling, kan cuma deket

"ahh gw sebenarnya masih betah pengen ngobrol ama lu ri" batin gw, gila aja gw berani ngomong gini hahaha
"eh iya paling bentar lagi" nah ini yang gw bilang emoticon-Big Grin


tak berapa lama bokap gw nyampe dan gw pun pulang kerumah.


MOS Day 1? selesai dengan sukses!
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan andrian0509 memberi reputasi
5
27-09-2018 10:33
APA AKU CEMBURU?


Keesokan harinya gw bangun jam 5 pagi, setelah mandi dan prepare gw akhirnya siap di jam 6 pagi,


"yan kamu berangkatnya bareng anak pak deden tetangga kita ya, anaknya juga siswa baru di SMA kamu" kata nyokap

"ok mah" gw jawab singkat, kalo udah bisa pergi pulang sendiri kan enak bisa naem di rumah riri dulu sebelum pulang emoticon-Stick Out Tongue

"nanti kamu kerumahnya aja, rumahnya diujung jalan itu, namanya nandar mama udah ngomong kok sama mamanya nandar, ini uang jajan"

"rumah diujung yang ada pohon mangga besarnya?"

"iya yang itu"
[/quote]

gw pun pergi menuju rumah yang dikatakan nyokap,


"selamat pagi" sapa gw ke pintu yang masih tertutup dan akhirnya ada yang membuka

"pagi, eh ini anaknya pak Paulus(nama bokap gw) ya? nandaaarrr kamu udah belum?

"iya tante saya ryan" gw mengulurkan tangan untuk bersalaman

"udah mahhhh" kata seorang anak laki-laki yang keluar dari kamar dan menghampiri kami

"ini ryan anaknya pak paulus, kamu berangkat bareng dia ya, dia baru pindah jadi gak tau jalan"

"ryan"

"nandar"

"ok mah, kami berangkat dulu ya, ayo bro"

"ok bro, tante saya permisi dulu"

"hati-hati di jalan ya kalian"

"iyaaaa" kami kompak menjawab
[/quote]

gw tinggal di kompleks rumah dinas, jadi bokapnya nandar ini 1 kantor sama bokap gw
nandar ini sejatinya agak pendiam juga, tapi kalau diajak bicara nyambung, sepanjang perjalanan kedepan kompleks kami hanya berbincang kecil

Quote:
"disini kita nunggu angkot yan" kata nandar

"oh, naik angkotnya bebas?"

"iya bebas, cuma 1 jalut angkot aja kok yang lewat sini"

"ohh"


sambil menunggu ada 1 anak yang datang menghampiri kami,

Quote:
"dar," sapa lelaki yang juga menggunakan seragam putih biru pertanda dia mahasiswa baru juga

"eh van, tumben lu gak dianter, kenalin ini ryan yang tinggal di pertigaan samping rumah gw"

"iya bokap gw lagi gak enak badan, oh hai gw evan"

"hai gw ryan" kamipun berjabat tangan

"hari ini kita disiksa lagi gak ya?" tanya evan

"ya mau gimana lagi, udah nasib anak baru"

"eh yan lu katanya anak pindahan ya, darimana?" tanya evan ke gw

"iya gw baru pindah dari manado"

"wuihhh katanya cakep-cakep ya ceweknya, kenalinlah" kata nandar sumringah

"ahh elu dar, lagian mereka juga gak mungkin mau sama lu hahaha" kata evan

"gimana mau gw kenalin, jauh hahaha" dan kamipun tertawa bersama


evan ini tingginya sedikit lebih tinggi dari saya, dan dia juga sedikit lebih tampan dari saya, harus saya akui dia memang tampan, secara nantinya dia jadi artis di ibukota emoticon-Big Grin

tak berapa lama angkot yang akan kami naiki sudah datang, dan tak berapa lama kami sudah sampai di jalan tanjakan menuju sekolah kami.
kami turun dari angkot dan akan menyebrang jalan

Quote:
"RYAAAAAAAANNNNNNNN"


suara itu melengking menggelegar memecah keheningan pagi itu, dan sanggup membuat kami bertiga berpaling mencari arah suara itu

Quote:
"Tungguin" teriak riri yang terlihat masih memakai sepatunya di teras rumahnya

"itu lu yang dipanggil yan?" tanya nandar seperti gak percaya gw di cariin cewek secantik bidadari

"iya dar"

"cepet juga lu nyari pacar ya yan hahaha" kata evan

"bukan pacar, temen doang" kata gw

"ahh bahasa lu temen hahaha" kata nandar diikuti tawa mereka berdua


setelah menggenakan sepatunya, ririn berlari ke arah kami

Quote:
"eh anak papi udah bisa berangkat sendiri" kata ririn sembari merangkul pundak gw

"bully aja terus ri, eh kenalin ri ini nandar sama evan"

"riri, riri"

"nandar"

"evan"

"ayok berangkat, udah telat ini" kata riri tanpa dosa

"ini juga kalo telat karena nungguin elu make sepatunya lama"

"hahaha" nandar dan evan tertawa sambil kami mulai berjalan ke arah pangkalan ojek

"cuma juga berapa menit huuu" kata riri sambil mendorong pundak gw"


kamipun naik gojek menuju sekolah kami, karena kalau jalan kaki rasanya bakal mandi keringat kami pagi-pagi.

selanjutnya rutinitas mos berjalan sama seperti kemarin jadi saya skip aja ya, gak ada kejadian menarik, hanya baris di lapangan, masuk ke kelas, disuruh keluar lagi terus gw diselamatkan sama bu siska, terus tatap-tatapan sana anaknya di uks sampai siang. sumpah boring emoticon-Big Grin

skip>> skip>>

sayapun kembali ke kelas setelah pembantaian di lapangan selesai,

Quote:
"capek ya ri?" kataku menggoda riri

"huh kok lu gak di kerjain juga sih"

"hehehe" gw cuma tertawa sambil memasang muka nyebelin

"dasar anak papi" ketus riri

"biarin yang penting gak capek, gak keringetan"

"dasar nyebelin" kata riri sepertinya ngambek

"eh ngambek beneran, jangan dok, cantikya ilang loh" gw coba merayu riri

"apaan sih, gombal" riri mendorong pundak ku
[quote]

selagi kami asik bercanda, ada 1 kakak kelas laki-laki yang mendekati kami

[quote]
"hai sayang" kata kakak itu ke riri


riri terlihat terkejut, dan gw jauh lebih terkejut, apa-apaan ini orang dateng- dateng manggil sayang

Quote:
"eh, hai kak eh say" kata riri terbata-bata terlihat riri tidak suka hanya saja berusaha sopan

"say?" gw berbisik heran ke riri, dan dibalas tatapan mata salah tingkah riri, entah kenapa hati gw panas mendengarnya

"nanti pulangnya bareng gw ya" kata kakak kelas yang gak saya tau namanya siapa

"eh gw pulang sama temen kak eh say" kata riri sambil menunjuk gw


wajah kakak ini berubah jadi merah padam, mungkin karena emosi dan malu karena ditolak permintaannya

Quote:
"heh lu tadi gak ikut mos kan, lu kabur mau jadi jagoan?" kata kakak itu menarik-narik dasi gw

"...." gw hanya diam menahan panas di hati gw yang makin menjadi

"songong lu ya" kakak itu menarik dasi gw keras-keras ke arah dia sampai badan gw tertarik dan leher gw terasa tercekik


mendapat perlakuan seperti itu hal yang paling gw takuti pun terjadi, gw khilaf,
dada gw panas, kepala gw terasa membesar, gw berdiri dengan cepat dan mendorong kaka itu sampai terjatuh menabrak meja kosong,
dia berdiri dan memukul wajah gw dan kena di tulang pipi kiri gw,
balas dengan kepalan tangan kanan gw yang tepat mengenai perut dia,
kakak itu pun tersungkur di tanah sambil memegang perutnya, samar-samar gw mendengar ada yang memanggil nama gw dan menarik-narik tangan kanan gw.

Quote:
"yan udah yannn udah" teriak riri sambil menarik tangan kanan gw

"..." gw gak ngomong apa-apa hanya melihat ke arah riri,


mata riri terlihat berkaca-kaca dengan raut muka ketakutan
tiba-tiba emosi gw turun, dan kakak yang tadi masih tersungkur di lantai

Quote:
"ada apa ini?" suara kak rida memecah keramaian yang menyuruh gw terus menghajar kakak yang sedang masih tersungkur di lantai


kak rida membantu berdiri si kakak yang masih tersungkur di lantai

Quote:
"ryan ikut gw" kata kak rida sambil berjalan membantu si kakak tadi


gw pun mengikuti kak rida, riri mengikuti gw dengan masih memegang tangan kananku, sepertinya dia gak sadar
gw berhenti sejenak, dan melepaskan tangan riri lalu menggelengkan kepala meminta dia untuk tenang dan tetap di kelas, lalu gw pun menyusul kak rida.

ruang BP dan uks ternyata bersebelahan,

Quote:
"yan lu masuk ke ruangan itu" kata kak rida menunjuk ruang BP

"iya kak"


gw masuk ke dalam ruangan dan duduk di sebuah kursi di depan meja, ada sekitar setengah jam gw menunggu hingga akhirnya kak rida, kakak yang tadi gw pukul dan seorang guru masuk ke ruangan

kakak yang tadi gw pukul duduk di kursi di samping gw, sedang kan kak rida berdiri di belakang kami, pak guru yang saat itu gw belum tau namanya duduk di balik meja

Quote:
"kenapa kalian berdua?" kata pak guru yang ternyata bernama gunawan,

"...." gw dan kakak yang tadi gw pukul gak menjawab

"mereka berkelahi pak" kata kak rida

"dia kabur gak ikut mos pak" kata kakak yang tadi gw pukul

"dia narik-narik dasi gw kayak binatang pak" kata gw dengan nada yang lebih tinggi

kami saling memandang sebentar dan kompak saling membuang muka.

"kamu anak baru namamu siapa?" tanya pak gunawan

"nama saya ryan pak"

" ini peringatan pertama dan terakhir kamu ya, jangan berantem lagi"

"baik pak"

"terus kamu sammy(nama kakak yang gw pukul tadi) kamu bukannya gak masuk panitia mos? kenapa kesekolah?"

"eh anu pak, eh saya bantu-bantu aja"

"alasan saja kamu, sudah cepat kalian berdua salaman, damai, jangana da yang dendam ya"


kamipun bersalaman dengan gengsinya

Quote:
"sudah sekarang kalian pulang"

"baik pak" kami kompak menjawab


kamipun keluar dari ruangan, kak rida juga

Quote:
"yan itu pipi kamu kenapa? tanya kak rida memegang pipiku

"eh tadi kena pukul si sammy" kataku

"sini ikut gw ke uks"


gw hanya mengangguk dan mengikuti kak rida ke uks

Quote:
"sini kamu duduk aku obati" kata kak rida yang sedang memegang semacam minyak angin

"aduhhh"

"jangan manja deh, berantem berani, sama beginian sakit"


wajah kak rida cukup dekat dengan wajahku saat itu, sampai aku bisa mencium aroma parfume kak rida hmmm wangi sekali padahal sudah siang

setelah saya liat-liat kak rida ini orangnya manis juga, baik, rambutnya pendek badannya montok berisi, bibirnya tipis, senyumnya manis, tingginya sih mungkin sekitar 165, mulustrasi? okeeee gw kasih deh

Rida


Quote:
"oke sudah, yah biru gitu berkurang deh gantengnya hahaha" kata kak rida menggodaku

"makasih ya kak" kataku tersipu malu

"ayo kita balik ambil tas kamu di kelas, yang lain udah pada pulang kayaknya"

"ok"


kamipun berjalan ke kelas, dan benar saja sekolah sudah sunyi tapi ternyata riri masih menunggu di kelas

Quote:
"loh ri loe belum pulang?" tanya kak rida

"ehhh iya itu kak ehhh" kata riri tebata-bata dan kak rida melihat ke arah gw

"ohhh, yahhh kalo sama riri gw mundur deh" kata kak rida menggoda kami berdua dan berjalan keluar kelas setelah mengambil tasnya

"...." gw dan riri terdiam salah tingkah

"lu kenapa belum pulang ri?"

"eh gpp gw nungguin loe"

"ohh e makasih ya, ayo pulang"

"eh pipi kamu" kata riri sambil terkejut melihat pipi gw yang lebam

"ahh gpp, namanya juga laki-laki, ayo pulang,

"ehh iya"


kamipun berjalan pulang, hanya ada kami berdua sepertinya yang lain sudah dari tadi pulang,

Quote:
"eh yan"

"ya?"

"makasih ya"

"makasih buat?

"eh lu udah ngebelain gw tadi dari kak sammy"

"oh kak? gak dipanggil say lagi?"

"hah bukan kayak gitu, tadi aku dihukum selama mos harus jadi pacar dia dan manggil dia say" riri terlihat menggebu-gebu menjelaskan

"hahaha, dia bukan panitia kali, cuma senior yang kurang kerjaan atau mungkin jomblo akut kali"

"hah beneran? ahh sialan, rugi bandar gw panggil-panggil dia say"

"but anyway thx ya udah belain gw"

"ihh siapa yang belain loe, gw emosi aja di tarik-tarik gitu tadi hahaha" gw menggoda riri

"hahh ohhh ehh" riri terlihat salah tingkah

"hahaha becanda riii, becanda hahaha" kata gw sambil menyenggol pundak riri dengan pundak gw

"ahhhh ryaaaannn" riri memukul gw dengan tasnya lalu mempercepat jalannya, entah karena terik matahari atau apa, pipi riri terlihat memerah


kamipun kahirnya sampai di pangkalan ojek dibawah

Quote:
"yan loe kerumah gw dulu ya" kata riri

"heh ngapain?"

"udah ikut aja"
[/quote[

kamipun menyebrang jalan dan masuk ke pekarangan rumah riri,
rumah riri ini tidak kecil tapi tidak juga besar, ya stardart lah,

"kamu duduk di sini dulu ya bentar" kata riri

"oke" jawab gw singkat


tak berapa lama riri keluar dari rumahnya memakai kaos oblong yang agak kedodoran, dan rok masih memakai rok abu-abu, rambutnya diikat 1 agak tinggi
riri membawa segelas minuman dingin dan es batu besar,

Quote:
"ini diminum dulu" kata riri

"wah lu mau bunuh gw ya ri, ini es batu segede ini bisa keselek gw"

"yeee bego, itu bukan buat diminum, ini sirup minum" kata riri sambil menyodorkan segelas minuman dingin, dan memegang es batu yang mungkin sebesar lengan gw, tau kan es batu yang di jual wi warung-warung yang pake plastik bening?

"ohh kirain" kata gw sambil meminum minuman yang dibawa riri tadi

"nah kalo ini buat pipi lu" riri menempelkan es batu tadi ke lebam di pipi gw

"aduhhhh sakit" gw teriak lumayan keras, tapi sambil tertawa riri malah memaksa untuk terus menempelkan es batu itu di pipi gw

"biar gak bengkak sini, jangan manja yaaaa"


riri masih dengan brutal mencoba menyiksa gw, dan gw masih kekeh meronta-ronta
karena posisi gw lagi duduk, dan riri yang membungkuk juga kerah kaos riri yang kebesaran, terlihatlah belahan gunung kembar riri yang tertutup bra putih terpampang jelas di depan mata gw, gw yang awalnya meronta-ronda menjadi tenang dengan mata gw yang masih tertuju ke belahan dada riri,

menyadari gw yang tiba-tiba tidak lagi melawan dan mata gw yang dengan polosnya sedang menatap property pribadi miliknya, riri spontan menaikan baunya dengan tangan kirinya,

"PLAAAAKKKK"

satu tamparan cukup keras mendarat ke pipi kiri gw yang lebam, tapi sama sekali tidak terasa sakit, mungkin karena efek keram di kompres dengan es batu tadi

Quote:
"enak loe yaaaa nonton gratis" kata riri

"ehhh hah apa?" jawab gw yang masih belum benar-benar sadar setelah pertama kalinya gw melihat gunung kembar milik wanita secara live

"belagak bego lagi, mau lagi? ririn mengangkat tangan kanannya(aba-aba mau menampar lagi) dengan mukanya memerah tapi bukan karena marah tapi karena malu, riri

"hah? boleh?" jawabku benar-benar seperti orang bego yang mengira riri mau ngasih liat propertynya lagi

"nihhhh"

"PLAAAAAAK" tamparan kedua di tempat yang sama dan lebih keras

"Aduuuuhhh" kali ini sakitnya terasa, sepertinya efek keram dari es batu sudah hilang

"eh sorry sorry yan terlalu keras ya?" kata riri sambil memegang pipi gw, sayangnya kali ini dia sudah duduk di samping gw, jadi pemandangan indah pegunungan tadi tak lagi nampak

"nampar kira-kira dong, sakit nih" gw sambil mengelus-elus pipi

"lu sih ngeselin orangnya" kata riri sambil tertawa

"ini es batu pegang sendiri terus kompres sendiri" kata riri menyerahkan esbatu tadi

"iye iyeeee"


tak terasa sudah jam 3 sore, gw pun ijin pamit ke riri

Quote:
"ri gw balik duluan ya"

"iya, sekali lagi makasih ya buat yang tadi"

"gw yang makasih kali, udah dikasih minum sama 2x di tampar" kataku menggoda riri

"hahahaha maaf" riri mendorong tubuhku sambil tertawa

"yaudah gw balik ya"

"tau cara pulang gak anak papi?

"tau lah sekali doang ini naek angkot"

"pinter"

"bye ri"

"bye yan"


dan gw pun naik angkot yang berhenti di depan gw,
sepanjang perjalanan gw melamun,
kenapa hati gw panas pas dengar sammy manggil riri sayang ya? terus makin panas saat riri membalas dengan memanggilnya say
hmmm apa gw cemburu?
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan andrian0509 memberi reputasi
6
27-09-2018 13:03
Ngadem di Mari dulu ah,,, ntar malem bacanya...
Diubah oleh achmad526
1
27-09-2018 17:28
Mantapp gan lanjutkann
1
27-09-2018 18:39
Quote:Original Posted By achmad526
Ngadem di Mari dulu ah,,, ntar malem bacanya...


mari gan silahkeun, semoga betah ya, maap cuma nyediain kopi item emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By iqbalqaddafi
Mantapp gan lanjutkann


makasih gan emoticon-Malu
1
Lihat 1 balasan
27-09-2018 19:22
meet my demon



"Dek, dek, turun dimana?" kata abang angkot menanyakan gw mau turun dimana karena tersisa gw yang ada di dalam angkot

"eh, loh ini sudah dimana ya bang?" gw tersadar dari lamunan gw dan kebingungan perasaan gw gak ngelewatin jalan ini tadi pagi

"lah makanya gw nanya lu mau turun dimana"

"di kantor T****m ya pak" kata gw

"lah udah lewat jauh dek, lu ngelamun apa orang baru? hahaha"

"ehhh dua-duanya pak hahaha" kata gw sambil ikut tertawa

"yaudah lu ikut muter aja, tapi gw ngetem bentar yak"

"yaudah pak gpp makasih ya"

"iye, lu pindah depan aja biar gak kelewatan lagi"

"iya bang" jawab gw singkat dan pindah duduk disamping si abang

"loh itu di pipi lu tanda lahir apa gimana?"

"hah?" gw coba melihat ke kaca spion dan benar saja, ada lebam pi dekat pipi kiri gw, gw kira bekas pukulan sammy cuma memar merah doang anehnya gak ada rasa sakit

"berantem lu?" tanya si abang

"iya bang tadi disekolah"

"lu pada bukannya lagi mos ya? berantem ama siapa?"

"iya, berantem sama kakak kelas" jawab gw polos

"wahhh boleh juga nyali loe hahaha" kata si abang sambil mengacungkan jempol

[/quote]

si abang pun mulai teriak-teriak mencari penumpang, singkat cerita angkot sudah berjalan dan gw udah nyampe di depan kompleks rumah gw

gw pun berjalan kaki, dan saat melewati rumah nandar, gw liat nandar lagi di depan teras rumahnya sambil bermain gitar

Quote:

"dar" sapa gw ke nandar

"baru balik lu yan? tadi gw cariin lu mau pulang bareng elunya udah ngilang" kata nandar, gw pun singgah di rumah nandar sebentar

"loh pipi lu kenapa" kata nandar penasaran

"tadi gw berantem sama kakak kelas, trus di panggil keruang BP"

"anjir, lu orangnya penuh kejutan juga ya, hahaha baru aja pindah udah punya pacar, terus sekarang langsung kena kasus di sekolahan hahaha"

"dih apaan, riri itu cuma temen"

"ahh bahasa lu temen, trus lu kena skors? kok lama amat lu baru balik jam segini?"

"hehehe pas pulang gw naik angkot gw ngelamun, eh keterusan hahaha"

"hahaha anjir nyasar lu hahaha"

"iya, yaudah gw balik dulu ya dar"

"oke yan"


gw pun berjalan pulang ke rumah gw

Quote:
"siang" saut gw sambil mengetok pintu, pintu terbuka dibukakan adik gw si anne

"loh pipimu kenapa yan?" tanya anne, anne dari dulu gak pernah manggil gw kakak emoticon-Big Grin

"gak apa-apa kok"

"mamaaahhhh ryan habis berantemmm" teriak anne sambil lari ke kamar nyokap gw

"sttt anne jangan bilang-bilang"

"berantem?" nyokap gw keluar dari kamar

"ya ampun pipimu kenapa yan?" tanya nyokap gw panik sambil memegang dan melihat pipi gw

"gak apa-apa mah, salah paham aja tadi"

"gak apa-apa gimana ini lebam begini" kata nyokap makin khawatir

"besok mama ikut ke sekolah"

"ehh gak usah ma, gak usah"

"mos apa kok kamu pipi kamu sampai begini, sudah besok hari terakhir kamu gak usah pergi, mos gak penting juga, nanti mama telepon tante siska"

"udah ma gak usah, aku gpp juga kok, besok juga paling udah ilang ini"

"gak pokoknya kamu gak usah ikut mos hari terakhir nanti mama telepon tante siska"


merasa kata-kata gw gak diperdulikan gw lebih memilih diam, dan mungkin lebih baik gw terima gak diijinin mos besok daripada nyokap gw yg ke sekolahan, bisa-bisa riri ngejek gw anak mami-papi hahaha

Quote:
"yaudah kamu mandi terus makan" kata nyokap gw

"iya mah"


gw pun melakukan seperti apa yang diperintahkan
setelah mandi dan makan gw masuk ke kamar entah kenapa mata gw berat sekali sore itu, dan gw pun tertidur.


-----------------------


mungkin kalian ngeliat gw sepertinya agak dimanja sama orang tua gw terlebih nyokap gw, well terkadang gw harus tinggal jauh dari orang tua gw, mungkin orangtua gw terutama nyokap gw merasa bersalah kali ya berkali-kali harus nitipin gw sendiri di asuh nenek dan kakek gw,
Jadilah setiap ada gw dirumah seperti dimanja sama nyokap gw, tapi jujur gw gk suka sebenarnya diperlakukan seperti itu, tapi ya karena gw ama orang tua gw kurang deket bingung juga gw mau nolaknya.

sering pindah-pindah dan sering ditinggal sendiri, gw jadi gak punya teman, rasa sedih, sunyi, marah dll semuanya gw pendam sendiri,
sampai suatu saat gw menyadari kalau di dalam diri gw ada orang lain selain gw, dia itu seperti kumpulan segala amarah gw selama ini, dia seperti menjadi suatu karakter yang akan keluar dan mengambil kontrol disaat gw marah(berkelahi)
dia seperti kakak yang gw ciptakan untuk melindungi gw yang gw sebut "khilaf"

tapi gw orangnya penyabar sebenarnya, gw lebih memilih menjauhi pertikaian bahkan mungkin orang sering menganggap gw penakut, tapi sebenarnya gw cuma gak mau melepaskan karakter gw ini saat gw marah
kakek gw pensiunan Marinir AL, dia sangat baik dan dia juga sangat tegas dalam mendidik gw,
kalau pagi-pagi kamar gw masih berantakan sebelum gw ke sekolah gw gak boleh sarapan, kalau gw bohong atau nakal gw bakal di kunci di dalam gudang gelap dan sempit dll

waktu smp gw pernah berkelahi disekolah
gw pulang dengan wajah yang memar lebih parah dari yang sekarang gw alami, begitu gw bertemu kakek gw dirumah gw langsung menangis karena tau bakal tambah di hajar hahaha,

Quote:
"ryan sini"

"...." dengan menangis gw mendekati kakek gw

"diam, laki-laki gak boleh menangis" dan gw pun berhenti menangis, percayalah bisa dibilang gak ada hal di dunia ini yang gw takuti lebih dari gw takut sama kakek gw kalo lagi marah emoticon-Big Grin

"opa pernah ngajarin kamu berkelahi?

"gak opa" jawab gw sambil kembali menangis

"opa bilang jangan nangis" lagi-lagi gw berhenti menangis

"kenapa kamu berkelahi?" tanya kakek gw

"dia gangguin aku terus opa"

"kamu atau dia yang duluan?

"dia opa"

"kamu atau dia yang salah?" seru kakek gw dengan nada tinggi

"dia opa" jawabku juga menaikan suara gw yang terdengar emosi

"...." kakek gw diam sejenak,

"opa gak pernah ngajarin kamu bohong, jadi opa percaya sama kamu,

kalau kamu salah kamu harus gentle mengakui kesalahan dan menerima hukuman

tapi kalau kamu benar itu sudah soal harga diri, dan harga diri...." kata kakek gw dengan penekanan di akhir kalimatnya

"kamu bela sampai mati, harga dirimu itu tanggung jawabmu" lanjut kakek gw


itulah ajaran yang paling melekat dari kakek gw.

ajaran kakek gw sedikit banyak berpengaruh ke kepribadian gw dan kepribadian lain yang gw bilang tadi.
disaat gw lagi marah(berkelahi, dada gw biasanya akan panas lalu kepala gw serasa membesar, semakin gw dipukul rasa sakit yang timbul seakan menjadi makanannya untuk menjadi lebih kuat, dan gw? dalam keadaan seperti itu gw masih sadar tapi kadang gak bisa mengontrol diri gw sendiri, kadang gw coba untuk menahan malah nafas gw jadi sesak dan pernah sekali gw sampai pingsan.

---------------------------



gw terbangun sekitar jam 7 malam, gw keluar kamar dan mendapati bokap gw lagi duduk di ruang tamu,

Quote:
"duduk disini dulu yan" kata bokap gw, gw pun duduk di kursi

"itu memar masih sakit?"

"udah gak pah"

"kata mama kamu berantem?"

"aku cuma membela diri aja pa"

"Lain kali kamu harus lebih banyak sabar, ingat kita ada di tanah orang"

"Iya pa" jawab gw singkat karena malas berdebat malam itu



"RYANNNN, RYANNNNN" terdengar suara nandar memanggil gw

"kenapa ndar?" kata gw setelah membuka pintu

"maen ke rumah evan yuk"

"ok bentar ya gw ambil hp"

"ah lagi smsan sama riri lu ya? hahaha"

"sssttttttt anjir ada bokap gw dar"

"eh sorry hahaha"


gw pun mengambil hp di kamar

Quote:
"pa aku mau kerumah main kerumah evan"

"yaudah jangan pulang malam-malam"

"iya pah"

"Ryannnn makan dulu" teriak nyokap gw dari dalam kamar

"tar aja mahhh" jawab gw sedikit teriak dan langsung kabur
[/quote[

benar-benar pas timing nandar menghidakan gw dari perdebatan yang gak berfaedah
gw dan nandar pun menuju kerumah evan

[quote]
"EVANNNN EVANNNN," teriak nandar

"masuk aja, bonyok lagi keluar" teriak evan dari dalam rumah

"van main PS dong" kata nandar begitu membuka pintu

"nyalain aja psnya dar dikamar, gw makan dulu

"van" sapa gw ke evan

"eh yan masuk yan, sorry ye gw sambil makan, lu udah pada makan?"

"belum lapar gw nanti aja" kata gw, nandar sepertinya terlalu terkagum-kagum melihat PS kayak bocah yang baru pertama kali liat PS

"yaudah masuk ke kamar aja yan


kami mulai bermain PES, ini pertama kalinya gw maen game bola di PS emoticon-Big Grin jadilah gw bulan-bulanan mereka berdua emoticon-Big Grin
lagian niat gw ikut sebenarnya buat menghindar dari ceramah bokap gw, sekalian ngabisin waktu karena gak tau mau ngapain.
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan andrian0509 memberi reputasi
7
28-09-2018 09:33
X1

Seperti yang sudah di titahkan nyokap gw, mos hari terakhir gw cuma dirumah.

tapi sebelumnya gw udah minta tolong nandar buat nyari riri dan nanya nomer hpnya, saking seringnya bareng kemaren-kemaren, gw jadi lupa nanya nomer hpnya riri emoticon-Big Grin

gak ada yang penting yang gw lakuin dirumah selain dikamar dengerin lagu terus mindah-mindahin channel tv, makan dan kembali lagi ke kamar dengerin lagu, cukup gelisah gw nungguin nandar #eh nungguin nomer hp riri yang nanti dibawa nandar.

ok daripada gw yang ngetik juga jadi gelisah, kita skip aja sampe nandar dateng kerumah.

skipp>> skipp>>

Quote:
"Ryaaaann" suara khas nandar mengetuk sanubari

"dapet dar?" tanyaku tanpa basa basi setelah membuka pintu

"dia gak punya hp yan"

"yahhh, iya juga sih gw gak pernah liat dia megang hp" gumanku pelan

"tapi ini dia ngasih nomer telepon rumahnya" kata nandar sambil mengambil secarik kertas dari kantong bajunya

"mana" kata gw langsung menyambar kertas yang di pegang nandar

"lohhhhh pelan-pelan kali yan astaga kaget gw, ngebet banget lu kayak udah setaon gak ketemu"

"hehehe sorry dar, refleks hahaha, makasih ya dar besok-besok gw traktir deh" kata gw sambil mata ge berbinar-binar melihat secarik kertas bertuliskan nomor telepon riri

"beneran yaa, ok gw balik dulu laper gw" kata nandar berlalu pulang kerumahnya

"sekali lagi thx ya dar"

"...." nandar gak menjawab dia hanya mengankat tangannya pertanda ok


tak berapa lama gw langsung masuk kerumah, menyambar telepon wireless lalu masuk ke kamar.

kenapa gw telepon pake telepon rumah? percaya deh, sekarang aja lu kadang mikir kan kalau mau nelpon telepon rumah make nomer hp lu? apalagi jaman gw dulu MAHAL!!!!

langsung gw dial nomer telepon yang tertulis di kertas,

Quote:
"tuuuut tuuuuut tuu,,, hallo selamat siang" suara cempreng itu memenuhi rongga telingaku, gw langsung tau ini riri

"siang, riri?" gw bertanya memastikan

"ryan?"

"iya ini gw ry,,," belum selesai gw bicara sudah dipotong oleh riri

"apa kabar anak mami papi?" taya riri sambil tertawa

"hah?" gw kebingungan memahami apa yang riri bilang barusan

"iya, nandar ngasih tau lu gak masuk hari ini karena gak diijinin sama nyokap lu kan hahaha" riri tertawa lepas mendapatkan bahan candaan baru


anjrit gw cerita ke nandar dan gw lupa bilang jangan kasih tau, nandar juga rada-rada, kasih alasan yang keren dikit nape -_-

Quote:
"nandar oon" saut gw lirih

"hahahaha" riri kembali tertawa lepas

"eh besok lu masuk kan?" tanya riri"

"Iya gw masuk besok"

"Soalnya besok pembagian kelas"

"oh oke besok gw masuk kok"

"yaudah sampai ketemu besok ya" kata riri

"ehh ok sampai ketemu besok" kata gw yang sebenarnya agak kecewa dan masih ingin ngobrol dengan riri

"eh yan yan yan"

"ya?" tanya gw singkat sambil girang mengira riri masih mau ngobrol dengan gw

"eh kalau udah diatas jam 5 jangan nelpon gw ya"

"heh? kenapa?" tanya gw penasaran padahal baru juga gw menghayal bakal telponan malem-malem sama riri

"ehh pokoknya jangan ya"

"iya deh"

"bye yan"

"bye ri"


skip >>

Pagi itu gw berangkat sendiri, nandar dan evan sepertinya sudah duluan kesekolah, pipi kiri gw sudah agak mendingan tapi masih agak terlihat lebam, dan tentu saja kali ini saya sudah menggunakan seragam putih dengan celana panjang abu-abu.
sesampainya di sekolah gw agak bingung harus ngapain, soalnya kemaren gw kan gak masuk jadi gak denger pengarahan,
saat gw lagi melangkah di depan ruang guru

Quote:
"Ryannn" ternyata ibu siska memanggilku sambil menyuruhku kesana dengan isyarat tangannya

"iya bu?" jawabku singkat

"ya ampun pipi kamu, kasih tau siapa yang berantem sama kamu kemarin"

"ehh gpp bu cuma salah paham aja kok kemarin"

"yaudah lain kali kalo ada apa-apa kasih tau ibu ya, ibu gak enak sama mama kamu"

"iya bu maaf ngerepotin, oh iya bu, kalau mau liat list daftar kelas dimana ya?"

"sudah kamu nanti naik tangga ini terus jalan sampai mentok ke kanan nanti ada tangga lagi kamu naik nah disitu, kamu di kelas X1"

"ohh iya, terima kasih bu"

"iya sama-sama"


gw pun naik keatas sesuai petunjuk bu siska, ternyata sekolah gw ini memanjang keatas gunung, dan yang kelas X ada di bagian paling ujung atas,

akhirnya sampailah gw di kelas X1 yang di tunjukan sama bu siska, di pintu ada secarik kertas sepertinya nama-nama siswa, gw cek nama itu satu-satu dan ternyata ada nama Riyanti Christi, saya tersenyum sedikit

Quote:
"Ryaaaaaannnnnn" suara melengking seperti ini hanya ririn yang punya, riri berjalan menghampiriku

"udah ketemu kelas lu yan?"

"udah, ini nama lu juga ada ri disini"

"yesss, kita semeja ya!"

"hah? ehhh ok serah lu aja" gw agak kaget ini pertama kali gw bakal semeja sama cewek apalagi ceweknya cantik.

"yuk cari meja" ajak riri sambil menarik tas gw dan gw hanya ngikut


di dalam kelas baru ada sekitar 10 orang, salah satu dari mereka ada anaknya bu siska yang ketemu gw di uks

Quote:
"yan disini aja ya" kata riri menunjuk jejeran kursi paling kanan di baris ke 3

"...." gw cuma mengangguk tanda setuju,

"gw dudukdi kursi yang dekat jendela, jendela kelas gw gede-gede


perlahan tapi pasti kelas gw mulai dipenuhi siswa-siswa penghuninya, bisa gw bilang sepertinya ini kelas unggulan, terlihat dari cara berpakaian anak-anaknya yang benar-benar rapi,

Quote:
"hai gw leo dan ini temen gw william" kata 2 orang laki-laki yang duduk di baris depan gw

"hai juga gw ryan dan ini riri" kata gw memperkenalkan diri sambil kami bergantian berjabat tangan

"lu berdua pacaran ya?" tanya leo tanpa basa basi

"hah gak kok gak" saut gw dan riri terlihat salah tingkah

"lu kenapa mikir kami pacaran? tanya riri ke leo

"gak, biasanya kalau di kelas ada cowok cewek duduk satu meja, kalau bukan pacaran, ya cowoknya belok berarti"
william, leo dan riri tertawa bersama sambil melihat kearah gw

"anjir, gw normal oi" jawab gw sambil ikut tertawa


meski kelas unggulan tetap saja ribut adalah hal yang wajib kalau kelas gak ada gurunya,
tapi kelas tiba-tiba sunyi saat ada seorang guru perempuan yang masuk ke dalam kelas

Quote:
"selamat pagi anak-anak"

"se la mat pa gi bu gu ruuuuuu" jawab anak-anak kompak kayak paduan suara yang nadanya lari sana sini

"nama ibu wiwin ardianti, ibu ini wali kelas kalian, dan ibu mengajar mata pelajaran kimia, sebagai awal, coba kalian memperkenalkan diri satu persatu"


perkenalan diripun dimulai dari yang duduk di paling depan, gak akan gw jelasin 1-1, kebanyakan
di perkenalan ni gw dan riri jadi tau kalau leo itu cucunya gubernur saat itu emoticon-Big Grin
dari seluruh cewek di kelas, riri lah yang paling cantik, terbukti saat memperkenalkan diri banyak yang iseng menggoda, ya agak cemburu sih tapi biasalah namanya juga nanti jadi temen sekelas

setelah perkenalan dan pemilihan ketua kelas, kamipun mulai pelajaran pertama, yaitu kimia

bell istirahat berbunyi,

Quote:
"ke kantin yuk yan, gw laper" kata riri

"ayuk, lu pada ikut gak?" gw mengajak leo dan william

"ikut" jawab mereka kompak


kamipun berjalan kearah kantin, kami melewati beberapa kelas XI dan riri pun tak luput dari godaan kakak-kakak kelas, oh iya waktu mos rambut riri diikat 2 karena wajib seperti itu, tapi hari ini, rambutnya di biarkan tergerai indah, liat aja di mulustrasi, kayak gitu rambutnya

sekitar 10 meter dari kantin, riri yang berjalan di sebelah kanan gw tiba-tiba memperlambat jalannya lalu tiba-tiba memegang tangan kanan gw
gw kaget dan melihat ririn, ririn tampak terkejut melihat ke arah kantin, gw pun mengalihkan pandangan gw ke arah kantin.
dan gw melihat sammy dkk sedang duduk-duduk di pintu masuk kantin, gw mencoba tenang dan menggenggam tangan riri yang tadi menarik tangan gw dan kamipun tetap berjalan kedalam kantin sambil tetap berpegangan tangan.

saat melewati kumpulan genk sammy, gw dan sammy bertatap mata lalu gw membuang tatapan gw duluan,

Quote:
"eh ada dek riri" saut teman-teman sammy

"iya kak" jawab riri mencoba sopan dan berjalan melewati mereka


kamipun membeli beberapa makanan untuk di bungkus, sayup-sayup terdengar obrolan perlahan sammy and the genk

Quote:
"sam kasian ya itu anak baru, baru sekolah udah lu bikin babak belur gitu" saut salah satu temen sammy

"hebat juga ya lu bisa menang lawan dia" kata temen sammy yang lain


dada gw panas, tangan gw yang sedang memegang tangan riri mengeras, sadar dengan perubahan gw, riri kembali memegang lengan kanan gw seperti mau menenagkan gw, dan riri menang, emosi gw pun surut saat itu

Quote:
"lu kenapa yan?" tanya leo ke gw yang kedapatan sedang melihat ke arah sammy cs

"gpp bro" jawab gw singkat


setelah selesai membeli apa yang harus kami beli, kamipun kembali dan terpaksa harus kembali melewati pintu yang ada sammy and the genknya
hanya saja kali ini mereka gak ada mengganggu, ririn masih memegang tangan kananku, entah dia sadar atau gak

Quote:
"will tadi katanya gak pacaran, sekarang malah pegangan tangan hahaha" kata leo meledek gw dan riri yang masih berpegangan tangan.


gw dan ririn sontak langsung melepaskan pegangan tangan kami dengan wajah memerah
kamipun sudah sampai di kelas, sembari memakan apa yang kami beli tadi leo tiba-tiba menanyai ku

Quote:
"yan, lu kenapa tadi di kantin?"

"kenapa apanya?" jawab gw datar

"gw liat raut muka lu gak enak banget tadi trus lu ngeliatin kakak kelas yang di depan pintu"

"gak kok gak ada apa-apa" kata gw sambil memakan pop mie yang tadi gw beli

"waktu mos ryan berantem sama kakak kelas yang tadi di depan pintu" kata riri

"hah serius lu berantem pas mos?" tanya william

"iya, kata gw singkat sambil menunjuk bekas lebam di pipi gw yang masih keliatan

"ahh gila gw kira itu tompel" kata leo setengah teriak sambil tertawa dan diikuti tawa kami ber4

"berantem kenapa lu?" tanya leo

"salah paham aja waktu itu"

"tapi bukan ryan yang kalah loh" kata riri membelaku, sepertinya dia mendengar obrolan temen-temen sammy yang seakan-akan mengatakan gw yang kalah

"lu bonyok begitu masak iya menang" kata william

"udah-udah males gw ngingetnya"

"yaudah, tapi serius gw kira itu tompel tadi hahahaha" kata leo kembali membuat kami ber 4 tertawa


bell kembali berbunyi kamipun memulai pembelajaran kami lagi hari itu

pulang sekolah gw main kerumah riri lagi, siapa tau dapat pemandangan indah lagi emoticon-Big Grin

Quote:
"bentar ya yan, gw ganti baju sama ngambilin minum dulu" kata riri

"oke, pake baju yang kedodoran kayak kemaren lagi ya" kata gw dengan tatapan menggoda

"dasaaarrrrr" jawab riri kemudian melemparkan bantal kursi ke arah gw


tak berapa lama riri keluar dengan celana pendek hanya saja kali ini dia memakai tshirt biasa

Quote:
"nih minum"

"yahhhh penonton kecewa" kataku

"ihhh apa sih ryannnn" wajah riri terlihat memerah

"btw kok rumah lu kayaknya sepi banget tiap gw kemari

"iya ini cuma gw sendiri dirumah"

"bonyok lo mana? lu gak ada sodara?"

"nyokap gw lagi kerja, bokap gw udah gak ada" kata riri datar

"ehh sorry ya ri"

"iya gpp"

"kemaren lu bilang gw jangan nelpon kalo diatas jam 5, kenapa ri?"

"ehhhh gpp" terdengar riri seperti menyembunyikan sesuatu

"lu belum nikah kan ri?

"ihh apaan sih yan" hahahaha

"abis gw kira jam 5 suami lu udah balik kerja makanya gw gak boleh nelpon hahaha" gw menggoda riri

"enggak lah" kata riri mendorong badan gw"

"terus?" pertanyaan gw sengaja ge pepet terus biar dijawab sama riri

"ihhh nanya mulu kayak polisi" kata riri sambil mendorong gw lagi


gw dirumah riri sampai jam 3 sore dan gw pun pamit pulang
kali ini di angkot gw gak melamun emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
Bangliam dan andrian0509 memberi reputasi
7
28-09-2018 14:48
suka, sayang atau cinta?

Waktu berjalan, gw semakin dekat dengan riri, semua orang mengira kami pacaran.
tapi kami masing-masing sepertinya belum yakin benar tentang apa yang kami berdua rasakan, terlebih gw pengalaman dengan livia membuat gw sedikit hati-hati sama yang namanya cinta, takutnya ternyata cuma ge er gw aja.

hari itu riri terlihat kurang sehat,

Quote:
"ri ke kantin yuk" kata gw

"gw nitip aja ya yan, badan gw gak enak"

"lu sakit ri?" tanya gw sambil menempelkan punggung tangan gw ke kepala riri

"ri badan lu anget loh"

"gak tau nih" jawab riri lemah

"bentar ya gw ambilin teh hangat" tanpa instruksi lebih lanjut gw langsung secepatnya ke kantin untuk membeli teh hangat dan roti

"ri ini minum dulu teh sama rotinya" riri tifuran di meja

"makasih ya yan" riri meminum sedikit teh dan memakan roti yang tadi gw beli

"gimana udah enakan?"

"...." riri gak menjawab hanya menganggukan kepalanya lemah


gw biarkan dia beristirahat sambil sekali-kali gw menempelkan punggung tangan gw ke kepala riri untuk mengecek suhu badan riri, demamnya belum juga turun, untung saja jam pelajaran setelah istirahat itu gak ada gurunya biar riri masih bisa istirahat,
pelajaran terakhir waktu itu pelajaran bhs indonesia, karena gw liat riri masih demam, gw minta ijin untuk mengantar riri ke uks,

Quote:
"pak, saya mau ijin nganter riri ke uks pak, dia demam dari tadi" kaya gw ke pak alfons

"yasudah kamu antar dia ke uks"

"baik pak terima kasih"


gw pun kembali ke meja

Quote:
"ri, bangun dulu ri gw anter lu ke uks yuk biar lu bisa enak rebahan"

"iya" jawab riri lemah mencoba bangkit dengan bantuan gw

"riri kenapa yan?" tanya leo pelan

"demam dia" kata gw"


gw memapah riri berjalan keluar kelas,
dan jadilah gw dan riri di cie-cie in sekelas tapi gak terlalu gw pedulikan

sesampainya di uks, gw bantu riri rebahan di tempat tidur, gw cek lagi suhu badannya ternyata masih panas

Quote:
"kalau haus minum ini ya" kata gw sambil membuka air mineral yang ada di uks

"makasih ya" ucap riri lemah

"udah lu istirahat ya, gw balik ke kelas, tar biar gw yang bawa tas lu pas pulang"

"riri hanya mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca, dan gw membelai kepalanya dan gw pun kembali ke kelas


di kelas pikiran gw gak tenang, lalu bell pulang pun berbunyi

Quote:
"leo, lu bawa motor?"

"iya yan gw bawa kenapa?"

"gw pinjem mau ngantar riri pulang ya"

"yaudah nih pake aja" kata leo memberikan kunci motornya

"ok thx ya, nanti gw bawa balik"

"rumah riri yang diseberang pangkalan ojek kan?"

"iya pas di depan pangkalan ojek dibawah"

"yaudah lu bawa aja dulu motor, tar gw yang ambil kebawah biar lu gk bolak balik"

"oke thx berat ya bro"

"sama-sama"


leo ini walaupun cucunya gubernur orangnya gak neko-neko n sombong,
gw buru-buru ke uks setelah merapikan barang-barang milik riri dan gw.

di uks riri masih berbaring sambil menutup mata, gw tempelkan lagi punggung tangan gw ke dahi riri, dan ternyata riri masih panas
merasakan ada tangan yang menyentuhnya, riri terbangun

Quote:
"yuk pulang" kata gw

"..." riri hanya mengangguk


singkat cerita gw udah sampai dirumah riri, seperti biasa rumah riri gak ada orang, begitu masuk gw langsung mengantar riri masuk ke kamarnya

Quote:
"yaudah lu langsung istirahat ya, bentar gw bikinin teh" kata gw

"gw mau ganti baju dulu" kata riri"

"yaudah gw keluar ya"


gw ke dapur riri, merebus air dan menyiapkan gelas, tiba-tiba gw ingat kalo ini udah siang, sekalian aja gw bikinin bubur buat riri.
karena gw sering tinggal sama kakek nenek gw, gw jadi tau cara bikin bubut dan masak-masakan standart

sambil menunggu buburnya matang, gw membawa teh hangat tadi ke kamar riri

Quote:
"riii, udah selesai ganti bajunya?" tanya gw dari balik pintu

"udah yan"


gwpun masuk ke kamar riri,

Quote:
"ini diminum dulu tehnya, itu lagi gw bikinin bubur bentar lagi jadi"

"maaf ya yan gw ngerepotin lu" kata riri sambil menangis

"eh ri jangan nangis ri, udah-udah gw gak repot kok" kata gw sambil menghapus airmata di pipi riri

"ini tehnya minum dulu, gw mau ngecek buburnya"

"iya"


gw ke dapur dan buburnya sudah jadi, gw biarkan sejenak biar gak terlalu panas

Quote:
"Ririiii, Ryaaaaann"

"eh leo, ini kunci lu, thx ya"

"sama-sama, riri gimana? masih sakit?"

"masih tuh yuk kedalam dulu" gw anter leo ke kamar riri

"tuh, bentar ya le, gw ke dapur dulu"

"okok, ri masih sakit? gw pun pergi ke dapur meninggalkan mereka berdua


gw cek bubur yang tadi ternyata masih terlalu panas, bubur yang gw bikin bukan bubur polosan, udah gw tambahin batang bawang, telur, seledri dan potongan wortel, tak lupa gw tambahkan penyedap rasa, calon suami idaman kan? hahaha

sambil menunggu buburnya cukup dingin ke kembali ke kamar riri,
melihat gw balik ke kamar leo pamit pulang,

Quote:
"ri yan gw balik dulu ya"

"thx ya leo" kata riri lemah

"thx ya bro udah minjemin motor tadi" kata gw sambil merapa kepala riri lagi dan panasnya belum turun

"yaelah kayak ama sia apa, gw balik ya"

"okok gw anter sampe depan"


tiba-tiba gw teringat sesuatu

Quote:
"eh le, bisa anterin gw ke apotik bentar gak?"

"boleh, ada kok yang deket, yuk"


leo menyalakan motornya lalu kamipun bergegas ke apotik, waktu itu gw belum ngerti soal obat-obatan, gw cuma nanya aja obat buat demam apaan ke mbak-mbak yang jaga apotiknya, singkat cerita, leo udah nganter gw balik ke rumah riri

Quote:
"thx banget ya le"

"sama-sama, gw balik ya"

"ok sip"


gw ke dapur riri mengambil bubur yang gw bikin tadi, lalu membawanya ke kamar riri

Quote:
"ri, ini makan dulu habis itu minum obat" kataku

"makasih ya yan" kata riri sambil mencoba bangun dari tempat tidur

"ehh gak usah bangun ri, biar gw suapin"

"..." riri hanya terdiam gw perlakukan seperti itu, gw pun mulai menyuapi riri

"enak?"

"kamu bisa masak juga ya ternyata" kata riri sambil tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca

"bisa dong, udah abisin dulu ini"

"..." riri hanya mengangguk, setelah habis gw membukakan obat yang tadi gw beli di apotik dan memberikannya ke riri

"ini obatnya minum dulu ri habis itu kamu istirahat ya"

"makasih banyak ya yan, lu baik banget sama gw" kata riri dengan ada arimatanya yang menetes, mata gw juga jadi panas waktu itu kayak mau nangis tapi gw tahan

"udah gak usah dipikirin, sekarang kamu istirahat ya, gw nunggu diluar, gw gak enak nanti kaloa da yang liat kita berduaan di kamar"

"makasih ya" kata riri cuma gw balas pakai senyuman dan gw duduk di ruang tamu


di ruang tamu gw sms nyokap bilang gw ada belajar kelompok di rumah temen jadi pulangnya agak sore, gw liat jam di dinding sudah menunjukan jam setengah 3 sore, tapi gw gak tega ninggalin riri kalau dia masih demam,
sekitar 15 menit tiba-tiba gw liat riri keluar dari kamarnya membawa bantal dan selimutnya

Quote:
"loh ri, mau kemana?"

"gw tidur di sofa ini aja" kata riri langsung merebahkan tubuhnya di sofa di depan gw

"jangan disini, kan lebih enak di kamar lu" gw berdiri dan mencoba mengangkat riri agar dia kembali tidur di kamarnya

"ihhh udah disini aja yan" kata riri malah menarik tangan gw sampai gw terduduk dan dia tidur di paha gw

"udah gini aja, aku gak enak kamu gak ada yang nemenin" kata riri sambil menutup matanya


gw kaget, baru kali ini gw ngeliat riri semanja ini, gw salah tingkah sendiri bingung melihat gadis cantik yang sedang tidur di paha gw,
gwpun membelai pelan kepalanya, terlihat ada senyum merekah di pipi riri tapi ditahan, tak terasa sudah hampir jam 5 sore, riri masih tertidur lelap di pangkuan gw, paha gw agak keram, tapi gw gak tega bangunin riri.

gw raba dahinya ternyata demamnya sudah turun meski masih hangat, setidaknya sudah gak sepanas tadi siang, gw udah harus pulang sekarang, gw gak enak kalo nyokap riri pulang dan ada gw, bisa-bisa nyokap riri mikir macam-macam,

pelan-pelan gw coba mengangkat kepala riri agar gw bisa bangkit berdiri, sepertinya riri tidur nyenyak sekali, dia sama sekali gak bereaksi. mungkin pengaruh obat, gak mungkin gw pulang dan membiarkan riri tidur di ruang tamu tapi ya masak gw tinggalin dia tidur di ruang tamu, akhirnya gw beranikan untuk menggendong riri, cukup berat ternyata, padahal badan riri ini kurus, gw gendong riri ke kamarnya dan meletakannya di tempat tidurnya, gw berlutut tepat di depan wajah riri, cantik sekali dia kalau lagi tidur seperti ini, apa gw jatuh cinta? gumanku dalam hati, tapi siapa sih yang gak jatuh hati sama riri, takutnya ini hanya perasaan terbiasa aja yang nantinya akan hilang di gerus waktu.

gw keluar dari kamar riri setelah memakaikan selimut, gw ke dapur mengecek bubur yang tadi gw bikin ternyata sudah dingin, sedikit gw tambahkan air, lalu memanaskannya lagi agar riri bisa makan nanti malam, setelah selesai, gw ke kamar riri gw liat riri masih tertidur, gw buka tas gw gw sobek kertas selembar, dan gw tulis

Quote:
cepat sembuh ya ri,
buburnya udah gw panasin jangan lupa dimakan
obatnya ada di meja kecil kecil samping tempat tidur lu
kalau besok masih sakit nanti gw yang ijinin
lu istirahat aja



gw lipat kertas tadi lalu menaruhnya di samping wajah riri,
gw tutup pintu kamarnya, gw ambil tas gw, gw tutup pintu rumahnya dan gw pulang kerumah
dan gw lupa kalau dari siang gw belum makan.
Diubah oleh zpy
profile-picture
Bangliam memberi reputasi
6
Halaman 1 dari 108
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
aku-harus-jahat
Stories from the Heart
perjalanan-panjang
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.