alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5b68acdd60e24b3f628b4567/tell-me-why-i-cant-stop-thinking-of-ya
Lapor Hansip
07-08-2018 03:17
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya
Past Hot Thread
Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya

Pikiranku tidak bisa fokus melelapkan mata yang sebenarnya sudah lelah. Paras wajahnya selalu muncul di depan wajahku persis, seperti saat itu. Dia terbaring ke samping tepat di depan wajahku. Jantungku berdegug tak menentu, penasaran dengan apa yang di depanku. Hembusan napasnya yang hangat begitu terasa dan masuk ke aliran darahku yang mulai memanas. Begitu menyiksa menahan semuanya.


Badanku agak kunaikan pelan-pelan agar tidak terlalu sejajar wajah kami. Aku bisa gila malam ini. Sekarang keningnya simetris dengan bibirku. Sulit menahan semua gejolak hati, akhirnya ku kecup keningnya. Tanpa melepas kecupanku, mataku mulai terlelap. Rasanya nyaman, dan lumayan untuk mengobati rasa yang tidak karuan sejak awal mulai tidur.



--------------------------------------------*-----------------------------






Untuk di kenang

Jalan ini, setapak berbatu
Kenang aku, bila kau dengarkan
Lagu ini, terlantun perlahan

Reff:
Barisan puisi ini
Adalah yang aku punya
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang

Ingat aku bila kau terasing
Dalam gelap keramaian kota

Reff:
Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan
Mungkin akan kau lupakan
Atau untuk dikenang



Lirik-lirik lagu jikustik yang diarasemen oleh endah dan resha cukup menyejukkan pagiku. Meskipun familiar namun terdengar baru dan fresh.

Mata mulai terbuka akibat cahaya pagi yang sudah menyusup lewat celah-celah jendela

Bayangan wanita dengan cepolan rambut sedang duduk menunduk membelakangi wajahku. Selanjutnya terdengar pemotong kuku yang telah berhasil mengerjakan tugasnya dengan suara khasnya, ceklik... ceklik.

Selagi belum ketahuan olehnya, aku kembali menutup kedua mataku dan mempererat pelukanku pada sebilah guling.

"Bangun", ucapnya tanpa bergeser ataupun menoleh.

Sangat kurang beruntung. Bukan pekara mudah menyembunyikan sesuatu dengan dia.

Mencoba keberuntungan, aku tidak menjawab dan mencoba pura-pura mau tidur.

"Mau dibangunin pake cara lembut apa cara kasar?! ".

Dengan sigap mataku langsung terbelalak. Ku lihat tangannya sudah mengangkat bantal di kedua tangannya, mata yang menakutkan dan siap menerkamku habis-habisan.


" STOP IT! Gw dah bangun".
Diubah oleh bonesky
5
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Lapor Hansip
07-08-2018 20:06
DAFTAR INDEKS



Introduction

1. Part 1
2. Part 2
3. Part 3
4. Part 4
5. Part 5
6. Part 6
7. Part 7
8. Part 8
9. Part 9
10. Part 10

Diubah oleh bonesky
0
Lapor Hansip
08-08-2018 19:11
Introduction



Perkenalkan namaku Bima, mahasiswa jurusan Bahasa yang kesasar. Kenapa aku bilang kesasar?

Antara mau kuliah atau tidak sebenarnya masih 50:50. Alasan utama gw belum siap kerja, di sisi lain gw nggak mau menyandang status pengangguran. Kedengarannya lebih kronis dari pada status jomblo. Akhirnya gw ngotot minta kuliah. Tanpa tau tujuan untuk apa kuliah.


Pendaftaran diantar teman karena satu universitas. Pas kami sama-sama ngisi formulir, gw bingung mau ngambil jurusan apa. Akhirnya gw tanya, "Lu pilih jurusan apa?". Dianya jawab dengan segudang teori, yaudah lah setelah mendengar ceramahnya gw samain aja sama dia.

"Lu ambil apa, Bim? ".

" Gw kaya lu".

"Tapi katanya susah".

"Ya jalani aja".


Dari hari itu, sekarang gw dah semester 7. Nggak kerasa dah cepet banget. Ya itulah awal dari lika-liku perjalanan hidupku.


#

Malam tadi gw nginep di rumahnya Bona. Dia partner in crime gw. Bukan tanpa alasan gw nginep sana, dia ada masalah dan sebagai sahabatnya gw pengen nenangin dia.

"Mandi sanah! ", ucap bona sambil melemparkan handuk ke arahku.

" Masih males".

"Lu ada kelas kan?"

"Ah iya, gw lupa".

Langsung gw menyambar dan lepas menuju kamar mandi. Keseharianku tidak terlalu menarik tapi cukup menantang untuk dilakukan.



Gw punya tips penanggulangan berangkat kuliah yang efektif, yakni jangan berangkat sebelum ada pemberitahuan kelasnya dimana, ada ato nggak dosennya dan yang terakhir adalah kita tanya mahasiswa yang sebelumnya diajar kosong atau tidak.
Diubah oleh bonesky
1
Lapor Hansip
10-08-2018 05:21
Part 1



Hampir semua anak sudah berada di kelas, ngobrol dengan golongannya masing-masing. Gw duduk dibarisan paling depan karena itu yang tersisa.


Beberapa minggu terakhir topik pembicaraannya adalah tentang judul skripsi. Sebagian sudah ada yang sudah mantap, selebihnya masih bingung milih yg paling mudah tapi nilainya bisa dapet A. Ngarep banget.
Iwan nampok bahu gw dari belakang.

Quote:
"Bim, " panggil iwan.

" Hmm? ".

" Lu dah dapet judul? ".

" Belom", jawab gw seadanya. Beberapa kali gw nguap dan kepalaku rasanya berat banget.

"Lu abis begadang tadi malem? ".

" Ga tidur gw".

"ngepet lu? ".

" Iya, gw yg jaga lilinemoticon-Nohope ".

"wkwkwkwk, serius nih sekarang. abis ngapain lo ampe ga tidur? ".

" Gw sama Bona".

"Bona lagi?".



Gw cuma nganggukin kepala. Iwan nggak terlalu suka gw sama Bona. Penilaian Bona di luar memang tidak terlalu baik. Dari mulai ngomongnya, tingkah-tingkahya sampai cara jalannya, keliatan kalo dia bukan cewe baik-baik. Rasanya gw pengen cerita tentang Bona ke Iwan tapi dia terlanjur tidak suka. Akhirnya gw skip.


Dosen datang dengan senyuman mematikan. Hari itu juga kami diberi waktu beberapa menit untuk selanjutnya kuis. Semua kaget dan cuma bisa berharap pada keberuntungan.


Dari sepuluh nomor, gw cuma bisa jawab setengahnya. Dari semua dosen, dia yang paling rajin bikin mahasiswanya kelabakan.


Usai kuliah, gw keluar cepet. Tapi iwan tiba-tiba manggil suruh nungguin bentar. Gw tunggu di luar kelas.

Quote:
"gw mau tanya serius, Bim".

"Lu udah dikasih apa sih ma Bona, ampe lu berubah gini banget?".

"maksudnya? ".

" Gw cuma kasian ma lu, kaya ngekorin dia mulu. Lu juga iya iya aja kalo dia minta apa2".


Sebenarnya gw juga belum tau apa yang gw rasain, gw cuma kasian saja. Itulah awal gw mulai deket. Dia kaya gw versi cewe pas masa di lubang antara lo milih ancur karna temen atau dianggap cupu.


Quote:"gw dah ada pacar dan dia juga ada, wan".

"jadi maksudnya kalian TTMan, ato gimana?."

" gw cuma kasian. Dia kaya gw dulu. Dan lu tau sendiri gw kaya apa dulu".

"Serah lu sih bim. Gw sebagak temen lu cuma pengen lu jangan ampe balik keg dulu juga".

"iya, wan thanks ya".


Iwan cuma senyum lalu pergi.
Diubah oleh bonesky
2
Lapor Hansip
19-08-2018 16:46
Part 2


Quote:"Dreeettttt,...... Dreeettttt"

"Halo, ri".

"Bim, kita nanti malem bisa ngobrol".

"Ya, nanti malem gw jemput".

"Ok."

"Tuuuuut....tuuuuut".



Itu adalah telepon dari Riana. Pacar gw yang selama setahun ini nemenin gw. Dia pintar, aktif di jurusannya namun agak sedikit dingin. Nggak suka basa basi, atau kode2an. Itulah sosoknya yang selama ini gw tau.


Balik kampus gw langsung banting badan ke ranjang. Rasanya nggak cape tapi sepertinya akan banyak masalah ke depannya. Pertama kalinya Iwan komen tentang pertemanan gw ma bona, Bona yang semakin buat nyaman dan baru kali ini Riana seperti ada sesuatu yang serius karena dia telpon dengan kadar dingin yang mungkin mencapai 5°C. Tidak mungkin ada sesuatu yang biasa dia bersikap keg tadi.


Dari awal kenal riana gw dah jatuh hati. Sosoknya yang nggak terlalu banyak bicara, namun tetep ramah dan terlihat tegas membuat dia terlihat dewasa. Gw nggak harus dengerin cewek2 lebay yang harus minta ini itu dan menye2 dengan hal2 sepele. Dia juga nggak masalah dengan kesibukanku atau urusanku dengan temen2ku. Rasanya indah awal deketin cewek dengan kadar itu namun lambat laun akhirnya dia luluh juga.


Perjalanan kami berdua tentunya banyak lika liku, dari perdebatan masalah sepele atau tingkah kami berdua yg keterlaluan lupa kalo kami berdua pacaran. Yang penting gw selalu jaga mood dia terutama ketika dia sedang PMS. Rasanya gw pengen kabur saja, karna cewek yg lagi PMS bisa dia tiba-tiba marah, kesal, sensitif banget. Kuncinya kita dengerin dan iyain saja dan dukung apa yg ia katakan. Padahal setelah selesai PMS dia bakal berubah pikiran. Harus punya jiwa yang lapang ketika ngadepin cewek pms.


Sambil nunggu malem gw main CS bareng temen kos. Saking asiknya ternyata dah mahrib. Gw langsung ngacir ke kamar mandi dan ternyata anak2 kos dah pada ngantri. Sial.
Diubah oleh bonesky
2
Lapor Hansip
20-08-2018 00:26
Part 3


Dengan berlapis jaket parasit gw siap meluncur ke rumah riana. Sebelum berangkat gw cek tanggal di HP, kali aja jadwal dia lampu merah. "Bukan, syukurlah", batinku.


Sekitar 15menit perjalanan menuju rumahnya. Jalanan tidak terlalu rame, gw bisa menikmati jalanan dengan santai.


Hal yang kadang mendesak selalu ada saja hambatannya. Dari awal di kosan tadi ada saja hal yang terjadi, dari gw lupa waktu, nunggu antrian mandi, baju belum pada kering dan ditambah lagi motor gw kempes.

Nggak terasa gw sudah di depan rumah riana. Kelihatannya rumah memang sedang ada tamu atau entahlah. Pintu depan rumahnya terbuka dan lampunya terlihat lebih terang.

Baru gw turun, sosok wanita dengan rambut digerai muncul dari balik pintu.
Quote:
"Lu nyepeda, Bim? " tanyanya dengan penuh keheranan.

" Iya, pegel nih. Pijitin dong".

"ogah. Salah sendiri. Masuk Bim".

Gw masuk ngikutin riana dari belakang.

Dia duduk di sofa yang memang untuk satu orang.

"Kenapa motornya? "

" Kempes, jadi gw pinjem sepeda punya Yudha".

"Owh, abis kemana sih? ".

" Kos aja. Pulang ngampus molor ma game doang".

"Bim, kita keluar aja pake motorku. Belum makan juga kan? ".

" ok. Ditempat biasa ya".

Riana hanya mengangguk dan siap2.


Makanan favorit riana itu nggak neko2, cukup tempe penyet atau mi ayam tapi tanpa kuah, dia suka banget. Tapi ketika tau gw belum makan pasti dia minta gw makan sayur2an padahal gw juga suka mie ayam ato segala makanan lesehan pinggir jalan yang sayurnya cuma lalap.


"Pesen keg biasa kan? "

"Huum".

Riana ke penjualnya untuk pesan makanan kami. Setelahnya dia duduk di sampingku.

"mau ngomongin apa? Kelihatannya tadi pagi serius banget nyampe langsung nutup telpnya".


Dia melihat ke arahku dengan penuh tanya. Tangan kiriku reflek memeluk bahunya dan hendak mencium pipinya.


Tangan riana langsung mendorong agar kami tetap berjarak.

Quote:"Bim, ini tempat umum. Malu", serunya dengan wajah kesal pula.

"Ok. Gw minta maaf. Gemes aja liat tu pipi tambah isi hehe".

"Oh gw gendutan ya? ", ucapnya.

Wanita kalo sudah ngomongin fisik ma umur biasanya kaya kucing nggak kebagian ikan. Gw jawab dengan senyum merekan dan mengelaknya.

"Bim,... ", panggilnya.

" Ya, ri? ".

"Apa kamu ada cewe lain selain aku? ".

" Hmm, cewe lain?"



Perasaanku mulai nggak enak sepertinya ketika dia menanyakan hal itu. Pasti bukan tanpa alasan dia tanya tentang hal itu, apakah mungkin dia liat sendiri q jalan sama cewe lain atau tahu dari cerita orang saja.


Quote:"Gw pengen lo jujur Bim, apapun itu. Agar kita bisa nentuin langkah selanjutnya".

"Ada banyak cewe ri, sini sana situ. Tapi yg ada dihati cuma kamu doang hehe. "

"Bagaimana tentang Bona? ".

Dia memang langsung to the point, tanpa pembuka dia tiba-tiba bahas bona. Kenal juga mungkin belum.

" Kamu tau dari mana? ".

" Di inbox fb mu dan pernah liat langsung km ma dia".

"gw nggak ada hubungan apa-apa ma Bona, sebatas teman saja".

"are u sure? "

" Gw minta maaf ri jika sikap dan obrolan kami terlalu deket tapi q dan dia sekedar temen".



Riana tetap diam. Yang ada suara sendok yang piring dan pengunjung lain yang asik mengobrol dan memesan makanan.
Diubah oleh bonesky
1
Lapor Hansip
23-08-2018 05:53
Part 4


Riana masih saja diam semenjak penjelasan tentang Bona. Kali ini memang tingkahku yang sudah keluar batas. Ketika Riana memberikan kebebasan sekaligus kepercayaan, akulah yang justru tidak bisa menjaga kepercayaan itu.

Kualihkan topik pembicaraan namun rasanya sudah tawar semua. Sikap Riana sudah terlanjur membeku. Dia pasti ingin penjelasan lebih detail, tapi karena kami berada di tempat umum yang rame aku hanya bisa menjelaskan seadanya saja.


Quote:
"Mau langsung pulang, ri? "

" iya".

"Kita ke kos ku dulu bentar mau? "

" Ada yang ketinggalan?".

"Nggak. Aku mau jelasin yang tadi".

"Nggak perlu, Bim. Kita pulang aja".

"Oke".



Mau nggak mau kali ini apa yang diminta riana harus ku turuti. Jika dipaksakan bisa-bisa dia nekat ngambil keputusan yang kurang tepat. Aku harap hubungan kami tetap baik.

Tatapan riana begitu datar, ini akan susah ditangani daripada ketika ia marah. Dalam hatinya tentu memendam pertanyaan yang lama kelamaan akan mengunung. Ku harap sebelum terlalu tinggi tumpukan masalahnya, kami segera bisa memangkasnya sedikit demi sedikit.

Setelah turun dari motor, aku mencegahnya pergi.

Quote:"Ri, bentar jangan masuk dulu", pintaku.

"Da apa? ".

" Kita selesaikan dulu".

Riana menghela napas. Dia berbalik arah sambil memegang helm.

"Ri, apa yang harus gw lakuin buat buktiin kalo gw ma Bona g ada apa-apa".

"Tindakanmu dah buktiin kalo kalian ada apa-apa. Gw liat pake mata kepala sendiri".

"dia dah punya pacar".

"Terus kalo kalian dah sama-sama punya nggak nutup kemungkinan kalo kalian deket dibelakang pacarnya? ".


Aku sudah bingung harus berkata apalagi. Tubuh munggilnya ku peluk. "Aku sayang kamu, ri", lirihku.

Tubuh riana sontak kaget dan bergetar. Dia hanya diam menerima pelukanku. Tanpa membalasnya.
Diubah oleh bonesky
1
Lapor Hansip
26-08-2018 20:24
Part 5


Aku sungguh tidak tahu cara menenangkannya sekarang. Riana bersikap dingin malam ini. Ketika pulang dia juga diam saja.


Quote:"Mau mampir? ", tanyanya setelah pelukan kulepas.

" udah malem, besok saja", jawabku. .

"ati2 di jalan".

"iya".

Baru satu kali kayuhan, dinda manggil dari belakang.

"Kak, Bima!!!! ", pekiknya.

" napa din? ".

" ajarin dinda bahasa inggris. Besok dinda ulangan bahasa inggris", katanya sambil terengah-engah karena lari dari dalam.

Riana mendekat dan langsung menjawab pertanyaan yang belum aku jawab.

"Ngga usah, pulang aja bim. Biar belajar sendiri dinda", tolaknya.

Dinda langsung nyolot dengan pernyataan kakaknya.

"Kan aku tanyanya ma kak bima bukan sama kak ana".

Dari pada mendengar kakak adek adu mulut, aku segera mengiyakan.

"Iya, din. Kak bima mau ngajarin".

"Dah malem bim", jawab riana.

"Gapapa, bentar ko".

Dinda tersenyum lebar dan mengajakku untuk masuk.

"Mau belajar apa? ".

" Bentar ta bukain bab nya".


Riana dari belakang membawakanku minum. Aku senang karena aura riana sudah kembali biasa. Mungkin dia nggak tega liat aku harus mengajari dinda malem2.
Waktu terus berjalan dari jam 9 sekarang sudah hampir jam 11malam.
Aku dan dinda masih asik belajar dan riana sudah tertidur di sofa.


Quote:"Kak Bima! ", panggil dinda membuyarkan lamunanku.

" Ya din? ".

"Kakak kenapa mau sama kak riana? Kan orangnya bosenin".

Gw langsung memencet hidung dinda, "Berani nggak tanya gitu langsung ke kakakmu?".

"Seringlah".

"Terus jawabannya apa? ".

" Tanya aja sendiri, gitu doang".

Aku menarik napas sebentar untuk menjawab pertanyaannya.

"Dia beda, nggak ribet dan apa adanya".

"Maksudnya apa adanya itu, ceplas-ceplos? ".

" Hahaha, kadang gitu tapi kadang diem. Tapi itu yg buat kak bima jadi suka".

"Hmmm, terbang kalo denger. Kak, aku mau tanya serius, jawab ya".

"Apaan? ".

" Kakak setia kan ma ka riana? "

" heh? Tumben tanya gitu? ".

Aku sedikit kaget dinda sampai tahu hal itu, mungkin dia cerita ke adiknya tapi bukan tipe riana sekali.

" Soalnya pas ditanya hubungannya gimana ma kakak, jawabnya nggak jelas gitu".

"Nggak jelas gimana? ".

" Ya kaya kak riana juga nggak tau gimana hubungannya. Ya pokoknya gitu lah. Tapi janji kakak nggak ngomong ke kak riana! ".

" Hm, janji. Kita baik-baik saja kok. Kalo ada masalah ya setiap hubungan ada pasang surutnya".

"Hm".

"Yaudah, belajarnya udah selesai kan? Kakak mau balik".

"Iya kak ati2 ".


Aku langsung pulang ke kos, pasti rasanya dingin banget. Jaket dipake bantal ma riana. Nasib.

###

Riana bangun selepas Bima pulang. Dia langsung menjewer telinga dinda.

Quote:" Ngapain lu crita ke kak Bima tadi tentang gw! ".

" Aduh, kak. Maap, ta kira kakak dah molor". Sambil mengerang kesakitan.

"lain kali nggak usah ember! ".

" iya kak"


Riana melepaskan tangannya dan duduk kembali. Saat menoleh ke arah kanan, ia melihat jaket Bima. Alisnya dipicingkan sambil berpikir kejadian kenapa jaketnya ada di situ.

"Din, tadi kak Bima pulangnya pake jaket nggak? ".

" nggak".

Dia makin bersalah atas perlakuannya malam ini yg kelewatan.
Diubah oleh bonesky
1
Lapor Hansip
01-09-2018 00:51
Part 6


Suara memang harusnya didengarkan, apalagi suara merdu dari orang yang tersayang. Rasanya adem nan menentramkan hati. Tapi ada suara yang paling dibenci semua orang, semerdu apapun itu. Tidak lain adalah suara yang bikin pagi kita terbangun dan harus kembali lagi menjalani aktivitas.

Quote:
Kriiiingggg

"Hallo", jawabnya masih enggan.

"Ni kak Bima kan? "

" hm".

"Kak, aku dinda. Pagi ini ada waktu buat ke sekolah nggak? ".

Bima terbangun segera dan mengecek nomor yang sedang menghubunginya.

" Dinda? Adeknya Riana? ".

" iya kak. Bisa ya kak bima nganterin aku ke sekolah. Makasih kak".

Ceklek

Sambungan teleponnya mati.



Jam di dinding temboknya ia lihat dan sudah menunjukkan pukul 6. Ia segera melesat mandi kemudian menuju rumah dinda.

Seorang wanita sedang menyiram tanaman dengan kaos oblong yang kebesaran.
Bima sengaja memarkirkan motornya di dekatnya. Wanita itu terlihat kaget ketika menyadari kehadirannya.

"
Quote:
"Bim, da apa pagi2 dah ke sini? Ada yg ketinggalan tadi malam? ".

" iya, belum ngecup selamat malam. Sebagai gantinya kecupan pagi. Hayo", godanya.

"Mesum! ", jawab riana kesal.



Riana tampak sangat cantik kalo pagi-pagi. Dengan tampilan yang apa adanya dan ekspresi wajah yang masih polos menambah nilai plus plus kecantikannya.

Quote:" ada yg aneh? Kok ngliatinnya gitu? ".

" Nggak ko, ure beatiful".

Dari arah belakang muncul dinda yg mendengar kicauan kami.

"Cie, pagi-pagi dah sarapan gombal.

"Haha, biar tambah manis".

"Ayo kak bim, berangkat ".

Riana mengerutkan kedua alisnya dan baru mengetahui maksud kedatangan Bima.
" Kamu apa-apaan sih din, tadi malem iya dan paginya juga. Nggak usah biar pesen ojek ato ngangkot sendiri, Bim".

"Laah kak... Udah nanggung di sini".

"Ayo berangkat din".

"nanti ke sini lagi, kita butuh ngobrol", pinta riana.

"iya sayang".

Bima mengantar dinda sampe sekolah. Saat akan berbalik arah, dia melihat bona dan memanggilnya sambil melambaikan tangan.

"Bim", teriaknya.

Bima segera memberikan arahan untuk ke tempat yang lebih leluasa untuk ngobrol.

"lu nganter bon? ".

" iya, gw kan ada adek cewe. Lah yang ma lu tadi siapa? Ga mungkin adek kan, jangan jangan cem ceman lo. Parah pedofil lo".

"Hush ngaco aja lu bacot.yang tadi adeknya pacar gw".

"Haha, lu pacaran ma kakak apa adeknya".

"tu mulut emang perlu diplester ya. Sekali kali nganter adeknya".

"Owh, btw sarapan nyok".

"Kayaknya ga bisa, gw harus balik. Tadi riana minta gw buat ke rumah".

"Hmmm, beneran pacar yang amat penurut lo".

"Haha dah ah, gw balik dulu".

"ntar malem gw ke kos", teriak bona. Tapi entah bima mendengar atau tidak karena dia sudah melesat terlebih dahulu.

Sampai di rumah riana, dia sudah tidak lagi di luar. Gw masuk saja karena pintunya dibuka.

"Riana.. ".

Masih hening, rumahnya kosong tidak seperti biasanya ada orang tua riana.

" Ri... ".

" Ya, bentar", jawabnya dari ruang yang lain.

Riana keluar dan mengajakku buat sarapan.

"Bim".

"Ya na".

"Kamu jangan terlalu manjain dinda. Nanti dia kelewatan dan ngrepotin km terus".

"hm", jawabku sambil mengunyah makanan.

"Bim, q besok mau magang".

"hm".

"Tapi magangnya q ngekos".

Bima berhenti makan, dia melihat ke arah rian yang dari tadi hanya makan sepucuk sendok.

"Emang jauh? ".

" iya, q ditempatkan di luar kota sebenernya sih deket tapi kalo tiap hari ya jauh sekitar satu setengah jam dari rumah".

"Besok ya? ", bima mengulang informasi awal.

" iya".

Bima menghela napas panjang.
1
Lapor Hansip
02-09-2018 17:09
Part 7


Jika bisa ngulang waktu, rasanya aku ingin tetap di semester bawah. Semua rasanya terlalu cepat berlalu.
Hari kemarin aku dan riana masih saling jaim satu sama lain, lalu mulai seru2an bareng, dan kemudian hari demi hari seperti biasa bahkan terkadang membosankan. Kami bertahan kadang agar kami tetap berada dalam zona nyaman. Entah disebut zona nyaman atau zona pertahanan. Pengennya riana tetap jadi masa depanku. Entah nanti jalannya putus nyambung, pisah, debat tapi finally dia bakal jadi istri dan ibu buat anak-anak gw buat masa depan.


Selesai sarapan gw n riana beres2. Nyuci piring di sana ato sekedar nyapu ruangan sudah biasa gw lakuin di sana. Dari pada begong nunggu riana pulang kadang gw bantuin ibunya riana beres2 walaupun awalnya dilarang tapi lama-lama jadi terbiasa.


Quote:"Nyuci itu gelasnya dulu Bim", kata riana.

"Ngaruh ya? ", jawab gw heran karena ada pembeda antara gelas dan piring yang sama-sama kotor.

" Ada".

"Oke, nyak. Hehehe".

"Ntar mau belanja buat besok nggak ri?".

"Belanja sih".

"Kok jawabnya ragu2? ".

" Ibu ma ayah kan lagi pergi, belom dikasih uangnya".

"Oooo, gimana kalo pake punyaku dulu".

"Nggak ah".

"besok kamu kebingungan loh dadakan".

"Iya sih. Yaudah ntar kita belanja. Gw ada duit simpenan ko".

"Yap. Ini gw bereain, kamu siap2 aja ya sayang".

"Heem, yang bersih ya. Awas loh.

"Haha iyaa tuan".


Gw nglanjutin nyuci sampai bersih seperti kata tuan rumah.


***

Pagi ini Bona ke kontrakan pacarnya. Dia udah nggak sabar ngasih sarapan yang udah dibuatnya di rumah.
Sampai di depan dia ngliat ada cewe yg keluar dari kamar Deva, pacarnya. Kalo dilihat mereka bukan teman kelasnya. Mereka terlihat begitu dekat n akrab.


Kesal. Akhirnya dia balik sebelum nyamperin deva. Dan sepertinya deva juga sudah melihat ketika Bona putar balik.


Dia bingung mau kemana. Rumah rasanya bukan tujuan karna dia baru dari rumah, kos2 temannya juga nggak, dia nggak mau terlihat kesal dan sedih saat di sana. Setelah jalan tanpa tau arah, akhirnya dia berhenti di depan kosnya Bima.

Quote:Tok... Tok... Tok

"Bim".

Seseorang membukakan pintu dan langsung mengenalinya.

"Lu Bon, da apa? ".

" Bima nya ada? ".

" Keluar dari pagi".

"Tadi pagi juga gw ketemu nganterin adek pacarnya. Belum balik lagi? ".

" Weh, tuh anak pacarable banget. Belom bon, lu tunggu aja di kamarnya".

"Boleh deh".


Bona masuk dan langsung tiduran di ranjang punya Bima. Dia buka HPnya ada beberapa miscall dari deva dan chat. Dia hanya sekilas melihat dan kembali menyimpan HPnya. Pandangannya lurus ke atas langit2 atap.


"Entah berapa kali kamu melakukan kesalahan itu lagi, Dev", ucapnya dalam hati.


***


Bima dan riana sudah berangkat buat belanja. Biar sekalian, bima beli juga buat keperluan sehari2. Lumayan ada yg nemenin dan lebih tau tentang beberapa produk yang pas di kantong anak kos. Kalo belanja sendiri mah yg penting ada dan ga pilih2.


Quote:"Yang, kita mampir ke kos dulu baru nanti gw anterin ke rumah. Kayaknya nanti gw mau keluar abis dari rumahmu".

"Nggak repot palah ya? ".

" Hehe nggak lah".

"Iyaa, aku ngikut aja".

"Sip".


Sebenarnya bukan karna urusan lain alasanku ke kos dulu tapi gw malu semisal ayah ato ibu riana sudah balik ke rumah. Pasti dikecengin belanjaan gw.


Sampai kos gw dan riana turun. Saat liat depan kos, kayaknya ada motor Bona tapi helmnya ga ada. Dan ngapain juga siang2 gini ke kos kan bilangnya sore ato malam biasanya tu anak.


Pas gw baru masuk pintu kamar gw ke buka. Perasaan pas pergi pintunya gw tutup.
"Weeh, abis belanja banyak nih". Anak kos yg baru liat kami masuk langsung ngomentarin apa yang kami bawa.


Pas gw n riana baru masuk kamar kos, ada cewe yang tiduran di ranjang gw.

"Bim siapa?, tanya riana kaget.

"Bona???!!! ".

Pas tau dia Bona gw kebingungan ngapain dia tiba2 disana dan parahnya lagi, di sini ada Riana yang ngliat langsung. Saat itu juga gw berasa kayak keGap lagi selingkuh.

Quote:" Kok bisa di sini, Bim? ", tanya riana lirih.

Bona pun bangun pas denger kedatangan kami.

" Eh, Bim. Sory ya gw tidur di ranjang lo. Abis lu gw tungguin lama. Yaudah gw tunggu di sini".

"Lo ada perlu apa? "

" Jahat banget lu. Gw main doang nunggu kelas bentar lagi".
"Oh. Nih kenalin riana".

"Pacar lo kan? ".

" Iya dong, cakep kan".

"Huh, dia lo pelet kali".

"Enak aja lu ngomong nggak pake saringan dulu".

"emang santen".

"Bodo ah".


Riana dan Bona kenalan satu sama lain. Yah gw nggak tau apa yg bakal terjadi habis ini. Raut muka riana sudah berubah sejak awal tau ada Bona.

Setelah masukin barang2, gw balik nganter riana pulang. Pas sudah sampe rumah gw diminta nggak usah turun dari motor.

"Bim, kayaknya kita break dulu".

Diubah oleh bonesky
1
Lapor Hansip
02-09-2018 21:19
semangat gan updatenya ..yg rajin jgn nanem kentang yak emoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
05-09-2018 06:28
Part 8
Istilah "Break" sering banget dipake pada kondisi hubungan yang lagi ngambang. Semacam PHP tapi lebih ngeri. Tahu kenapa?

Ketika kita PHPin orang ato diPHPin orang, kita bebas jalan sama siapapun. Ya,.. paling galau masalah status aja.

Lain halnya dengan orang yang sedang break. Lu jalan ma yang lain, berarti lu terbukti selingkuh. Tapi pas lu ngajakin pacar, doi bakal jawab "Kita kan lagi break". Pusing nggak lo?!

Bener juga kata Bang Raditya Dika, kalo lo nggak berengsek berarti lo homo.


Gimana ngga? Lo jalan ma cewe lain dikira selingkuh. Lu ngajak pacar, sananya bilang lagi break. Siapa yang ngajarin cowo buat jadi homo kalo bukan cewenya sendiri kalo gitu.


Gw nggak pernah ngarepin hubungan yang ada kata break nya. Pengennya kalo iya ya iya dan kalo nggak yasudah nggak. Itu motto gw. Sebelum ketemu riana.


Sesudah Riana mengatakan kata break, tulangku rasanya copot. Aku kira masih diperbaiki tanpa lost contact satu sama lain dan tetep dekat kaya biasa, tapi tidak.
Dia tetap bersikukuh dengan keputusannya. Gw pamit dan balik ke kos setelah gagal membujuknya.

Pelarianku cuma satu, nyalain kompi siap perang di CS. Masih teringat jelas kala itu, biasanya gw main kalem tanpa banyak berucap nggak kaya temen2 gw, main game kaya ngajak tawuran se RT. Hari itu gw main berisik banget. Mulut tidak berhenti nyaci maki permainan . Di situ gw mengalami stres.

Bona datang ke kos dan langsung masuk ke kamar. Bukannya salam ato tanya kabar yang ada dia ngoceh macem2. Gw diemin dan fokus saja di depan layar. Bodo dia mau ngomong apaan.


Lama-kelamaan karena gw nggak ngegubris, dia nyentak gw keras banget.

Quote:"BIM...! LU DENGERIN GW NGGAK SIH! ".

Kuping gw langsung budeg denger teriakannya. Gw tarik napas, dan berbalik kearahnya.

" Kenapa bon? ", jawab gw santai.

" Lu yang kenapa? Lu lagi marah ma gw? ".

" Nggak, gw cuma lagi pengen ketenangan".

"Lu ngusir gw, Bim? ". Dia mulai nyolot dan hampir pengen gw usir saja. Beruntungnya dia cewe.

" Nggak Bon. Gw cuma lagi pusing, riana minta break", jelasku.

"Gw jg Bim, Dave selingkuh lagi dan sekarang minta gw buat maafin dia. Ini dah terjadi berkali2", terangnya dengan menahan tangis.

Rasanya pengen gw jawab, yaudah putusin aja tapi jawaban keg gitu pasti buat dia tambah tinggi.


Gw kira ketika ada orang di sini dia bakal ngibur gw. Tapi salah, ternyata kami sama-sama sedang kacau dengan pasangan masing-masing.

"Kita keluar cari angin, kalo lo ga bawa jaket ambil jaket gw di lemari".

"Mau kemana? ", tanya Bona.

" Ya pokoknya jalan aja".


Kami siap-siap jalan. Bona maupun gw sudah make jaket masing-masing.

Motor melaju lurus ke depan. Obrolan kami tidak terarah, apapun yang lewat di dekat kami selalu kami komentari. Dan itu membuat beberapa jokes garing yang buat kami ketawa lepas. Beberapa kali kami berhenti di pinggir jalan untuk jajan. Tanpa terasa kami sudah berkendara cukup lama, hari pun mulai petang. Dari waktunya, kami berkendara lama, namun dari jaraknya, kami sekedar muter2 kota saja. Kami balik ke kos.

Quote:"Haaaahh, senengnya. Bikin mood gw balik", ucap Bona sambil merebahkan diri di kasur.

"Jorok main tidur aja".

"Gw cape Bimmmaaa".

"Yaudah deh, gw mau mandi. Husss... Husss awas".

"Sok bersih banget lo".

"Biarin".


Gw keluar kamar buat mandi, badan sudah lengket dan bau asep jalanan.


***


Mood gw rasanya langsung terbang. Gw dah nglupain buat sesaat masalah dengan Dave. Sore ini gw seneng dan Bima bener-bener buat gw kembali. He's like a home.

Tatapanku terpaku pada foto yang ditempel oleh Bima di dinding. Terlihat sembarangan tapi unik dan artistik. Di sana ada dua wajah yang sedang berpose kocak, romantis, kalem, dan beberapa ekspresi lainnya. Siapapun yang bisa dapetin riana beruntung banget, dia pinter, aktif, ga terlalu banyak ngomong hal yang ga penting. Idaman banget dia, walaupun awalnya gw benci tipe cewek kayak gitu. Tapi asli kocak banget bisa buat riana berekspresi seperti itu. Orang itu tak lain adalah Bima. Bima juga, dia cowok nyebelin awalnya. Mungkin kalo gw ga berteman dengan dia, gw bakal ngebully tipe cowok gitu. Semakin kesini keliatan asik dan serunya. Dia memang nyebelin tapi dia tahu waktu, dan bisa jaga emosi ketika dia di depan cewek. Cowok yg bisa nahan emosinya depan cewek itu luar biasa. Semakin kesini gw nyaman berada di dekatnya. Melihat foto mereka, gw berangan bahwa cewek yang berada di samping Bima itu adalah gw. Jahat banget jika saat mendengar mereka sedang tidak akur, gw palah merasa senang.

Entah sejak kapan Bima berada di pintu merhatiin gw.

Quote:"Woiiii... Ngapain lo senyum2 sendiri? ", sentak Bima.

Dia masih mengusap2 rambutnya dengan handuk. Gw menatapnya dari atas sampai bawah.

" Hus.. hus... Minggir bentar". Bima duduk di tepian ranjang.

"Lu ngeliatin apa sih dari sini? ", tanyanya.

" Nggak papa". Jantung gw berdebar nggak karuan takut ketauan apa yang ada di isi otak.

Bima nyari2 apa yang gw lihat. Gw tengsin sampai Bima tau. Nggak tau lagi muka gw mau ditaruh dimana.

"Ooohhhh, lu kesemsem ya ma kegantengan gw? Emang sih kata nyokap gw, gw ganteng maksimalemoticon-Embarrassment ".

"ih geli emoticon-Nohope , mana ada orang tua yang jelekin anaknya".

"Haha, masih aja lu nutup2in emoticon-Big Grin ".

"Bim... emoticon-Malu ".


Gw beranjak duduk dan mensejajarkan posisi gw dan Bima. Wajah kami sejajar, ku lihat matanya yang terlihat tegas. Gw membernikan diri untuk berada dalam jarak sedekat ini. Tidak ada pergerakan darinya, dia hanya diam menatapku kembali. Ada dorongan kuat untukku lebih medekat lagi ke arahnya. Sampai akhirnya,

CUP

Diubah oleh bonesky
1
Lapor Hansip
05-09-2018 08:34
Terima kasih cendolnya emoticon-Angkat Beer
0
05-09-2018 08:37
Balasan post ChiefMarsekal
Quote:Original Posted By ChiefMarsekal
semangat gan updatenya ..yg rajin jgn nanem kentang yak emoticon-Big Grin


InsyaAllah ganemoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
05-09-2018 23:27
Part 9

Bona bangun dari tempat duduknya semula. Dia terlihat bingung dan bilang mau ke kamar mandi. Sementar Bima, dia menelungkupkan kedua telapak tangannya ke wajahnya. Dia menarik napas panjang ketika menyadari apa yang mereka berdua baru lakukan.

Bona masuk kembali dengan ragu-ragu. Kondisi mereka masih terasa kikuk satu sama lain.

Quote:"Eeemmmemoticon-Malu, Bim gw balik dulu saja". Kata2nya masih kaku dan terbata2.

" Iya Bon". Bima langsung bangun dari duduknya setelah tau tas Bona berada di sampingnya.

Bona ngambil tas selempangnya dan segera keluar. Bima pun mengantarkan keluar.

"Bon, ati2".


Bima sebenarnya ingin mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan barusan sebaiknya dilupakan agar mereka bisa kembali seru2an seperti biasanya. Tapi dia masih ragu.

Quote:"Iya, thanks bim".

Bona pun pergi dengan motor matiknya.

Bima masuk ke dalam kos, dan ternyata ada yg tau kejadian tadi.

"Cmiiiw... Ada yg abis kissing nihemoticon-Big Grin ".

"Menang banyak nih Bima".

"Sotoyemoticon-Nohope ", jawab Bima.

"Makanya ditutup rapat2 kalo mau gituan. Untung cuma kis, coba kalo yg lain. Nonton layar tancep dehemoticon-Metal ".

"Gw khilaf.

"Wkwkwkwk, khilaf yang enak2 ya Bim. Gw mau dah".

"Jangan ada yang bilang ke Riana ya. Gw ma riana lagi break".

"Pantesan nggak dapet jatah dari pacar dapet dari cewe lain".

"Sue lo hahaha. Udah besok kalo tu anak kesini jangan dikecengin. Gw nggak enak, tadi mau nyampein ke anaknya suruh ngapain kejadian tadi kayaknya dia malu banget".

"Oke bos... Nasi goreng ya menu makan malam ini".

"Njjjiiiiirrrr, bokek gw".

"Gw bilang ke Riana nih wkwkwkwk".

"Parah lu pada. Oke".


Nggak ada yang nyangka jika kejadian tadi berbuntut panjang. Pintu saja sampe bima nggak merhatiin.

Bima masuk kamar dan baru ingat belum ngasih kabar dari tadi ke riana.

Quote:"Halo ri, assalamualaikum".

"waalaikumsalam. Kenapa Bim? '.

"Besok gw anterin ya? ".

" Nggak usah, Bim. Aku ma ayah saja".

"Gw ngikut dari belakang mobil deh? ".

" Bim".

"Ya sayang? ".

" Kita kan lagi break bim. Kamu nggak usah kerepotan ngurus aku. Km juga ga perlu ngabarin kaya biasa".

"Ri, kita masih pacaran".

"Iya, bim. Besok kalo mau ikut, jam 6 dah stanby di rumah".

"Oke. Yaudah met istirahat, Ri. Love you".

"Love you too, Bim".


Bima menutup panggilannya. Dia melihat ada beberapa chat masuk dan salah satunya dari....

From: Bona
"Bim, gw minta maaf bukan maksud gw tadi. Kita sama-sama lupain hal tadi ya".

Senyum Bima tertarik dari kedua ujung bibirnya. Ciuman tadi memang sempat membuat jantung Bima berdebar, dan hampir saja keduanya khilaf. Bona membuka akses untuk bagian dalam mulutnya. Dan suara kucing yang sedang ribut berhasil membuat keduanya kembali sadar. Bima langsung melepas panggutannya walaupun dia ingin. Namun jika dia tidak segera berhenti pasti dia tidak akan berhenti untuk selanjutnya.

To: Bona
"Oke. Kita sama-sama lupain. Gw juga minta maaf".

From: Bona
"Iya. Nite Bim".

To: Bona
"Nite".

Balas chat dari Bona selesai, gw nyamperin anak2 kos buat makan di luar.

*------------------------------------- *

Pagi gw ke rumah Riana. Liat barang bawaan riana keg mau pindah rumah saja. Gw cuma geleng-geleng kepala.

"Udah deh nggak usah ngomong, pasti mau ngledek barang bawaanku".

Sambil menahan tawa, Bima pun mengatakan bahwa ia tidak akan ngetawaain. Riana tambah kesal sekaligus malu.

Quote:"Sini gw bawain riemoticon-Big Grin".

"Tapi nggak usah pake cengar cengir gitu dehemoticon-Mad ".

Ayah riana mendengar obrolan kami, beliau hanya tersenyum dan memberikan kode juga buat diem saja liat barang bawaan riana.

"Om, semuanya dah ta masukan".

"Terimakasih, Bim. Ayuk berangkat ".

" Saya pake motor saja".

"Ngapain motor, ayuk bareng saja".


Gw liat ke arah Riana. Dia memberikan ekspresi senyum. Daripada nggak enak, akhirnya bareng.
Kami berangkat dan mobil mulai jalan. Ini kali pertamanya gw duduk berdampingan dengan ayah riana. Agak was-was kalo ditanya ini itu.

Quote:"Bim, semester berapa? ".

" Tujuh omemoticon-Thinking ".

"Oh. Skripsi dong".

"InsyaAllah om".

"Yakin nggak? ".

" Yakin om".

"Lah gitu. Rencana kita harus terbaik biar hasilnya semisal ga sesuai juga tidak terlalu jauh".

"iya om".


Perjalanan kami terasa sangat panjang. Banyak hal yang kami obrolkan dari kuliah, sampai ke masalah rumah. Semaksimal mungkin gw usahain agar ayah riana cerita tentang dirinya sendiri.
Sampai tempat kos riana, kami turun dan mulai menurunkan barang. Kami istirahat sebentar kemudian pulang lagi.


1
Lapor Hansip
07-09-2018 13:51
Part 10
Entah sejak kapan rasa cemburu dan curiga muncul. Beberapa omongan teman-temanku mengatakan bahwa Bima ada sesuatu dengan adek kelas yang namanya Bona. Entah Bona itu siapa, Bima tidak pernah cerita apapun tentangnya. Mereka bilang jika Bima dan Bona sering keluar berdua, entah sekedar jalan atau makan.

Awalnya aku cuma diam saja nunggu cerita dari Bima, tapi ia tak kunjung cerita. Aku mulai kepo dengannya. Bima hampir semuanya cerita apapun ke aku. Dia juga terbuka tentang komunikasinya dengan orang-orang. Semua sosmednya aku tau email dan paswordnya.


Aku cari di facebooknya. Dari daftar temannya dulu. Karena terlalu banyak awalnya aku tidak menemukan, setelah disaring ternyata muncul namanya. Dia lumayan aktif di sosmednya. Temannya juga banyak, kalo diliat anaknya periang dan easy going. Pandanganku mulai ke arah pesan masuknya. Harusnya pesan adalah hal yang privasi. Walaupun Bima ngasih kebebasan buat buka apapun sosmednya, seharusnya q tau privasi dia. Semakin dilihat semakin kuat dorongan untuk mengklik menu pesan. Saking gemasnya akhirnya...

Klik!

Mataku langsung melotot melihat kata2 yang ada pada percakapan di sana. Menurut cewek, bahasa seperti itu tergolong kasar dan tidak sopan sekali. Setelah scroll ke bawah ternyata hampir semua pesan dari cowo kata-katanya seperti itu semua. Ada lumayan banyak pesan dari cewek2, ia balas pendek banget dan ada yang didiamkan saja. Aku sedikit memicingkan mataku ketika melihat nama Bona di sana. Ku lihat semua percakapan.

Ada sedikit sesak pas baca percakapan mereka. Dari situ aku mulai mempertimbangkan kata-kata temanku. Dan rasa curiga dan cemburu mulai muncul.

Tidak ingin menyimpan terlalu lama, aku pun bertanya langsung dengan Bima. Jawaban yang diberikan standar. Cowok pasti jawab dengan jawaban aman seperti itu ketika mereka ke Gap atau cowok memang seperti itu? Perhaps.

Aku mulai ragu dengan Bima. Sesungguhnya di cowok yang asik, seru, baik, kocak dan paling teruji adalah sabarnya. Sebelum atau pun setelah kami jadian. Cewe yg deket ma dia pasti nyaman, karna dia tipe yang care juga ma cewe.

Semenjak itu, hubunganku dan Bima kurang baik. Kami sering berdebat masalah sepele dan beberapa masalah yang lalu kadang masih disangkutpautkan. Aku tau bahwa aku cemburu dan curiga dengan yang namanya Bona.

Kata temenku lebih baik kami break saja dulu daripada ribut mulu. Sebenarnya aku sedikit kuatir juga jika kami break, tapi mungkin itu yg terbaik agar kami bisa balik kaya dulu ato mungkin palah pisah selamanya.


###


Siang itu aku semakin yakin untuk merealisasikan break hubungan kami. Betapa tidak, ada cewek di kamar kos cowok. Dia sedang tidak ada disitu lagi. Itu artinya cewek itu sudah biasa disana. Sesak banget dadaku.

Bima meminta agar tidak ada kata break tapi kutegaskan lagi, dia pilih break ato putus. Disana dia langsung diam dan menyetujui break hubungan kami.

Paginya saat aku akan berangkat ke kos baru aku, Bima bersikeras buat nganterin. Apapun alasannya dia tidak terima. Kami memang sama-sama keras kepala, walaupun dominan aku tapi ketika Bima sudah bersikap tegas tidak ada seorang pun yang bisa membuatnya goyah.

Pas mau balik, aku dan Bima tidak bisa terlalu banyak bicara. Alasannya tidak lain karena ada ayah di samping kami.

Temen-temen kos baik n friendly. Di sana aku cepet gabungnya. Saat masuk kantor pertama, awalnya aku deg2an tapi orang2 disana juga baik. Nggak ada yang semacam penindasan terhadap anak magang.
Seminggu aku balik ke rumah. Selain kangen rumah dan dinda yg biasanya tiap hari berantem, aku juga ada reuni SMP.

Sampai rumah banyak makanan kesukaanku menanti. Kami melepas kangen, aslinya padahal deket dan baru seminggu juga. Habis makan aku ke kamar dinda. Dianya lagi belajar.

Quote:"De, lu masih suka minta anterin ka Bima ke sekolah?".

"Nggaklah. Ka Bima kan Kebo".

"Huuu, pacar kakak tuh".

"iya2 belain aja terus pacarnya. Tapi dia sering jemput pulang".

"What?! ".

" Pelit amat ma adek sendiri, kan cuma jemput doang. Mumpung nggak ada kakak juga, jadi ga sibuk jemputin kakak".

"Kakak kan lagi break, dek".

"Ah parah, udah baik kak Bima mau ma kakak".

"Sotoy". Riana nonyor kepala adeknya.


Riana bingung akan ke reuni bareng siapa. Jika dengan teman SMPnya pasti nanti pulangnya lama, kalo ma Bima sepertinya dia nanti di sana bosen.

Ku telfon untuk memastikan apakah dia mau nemenin ato nggak.

Quote:"Halo".

"Ya Ri gimana? ".

" Besok malem kosong? ".

" Kenapa? ".

" Mau nemenin reuni? ".

" Dresscodenya apa? ".

" Rapi aja".

"Kamu dah pulang yang? ".

" udah, tadi pagi".

"yaudah, see you".

"ya, love you".


----------------------*-----------------------


Bima menutup telfonnya. Dia masih berkelut dengan skripsinya. Kamarnya sudah seperti kapal pecah. Tidak ada seorang pun yang boleh memindahkan satu lembar kertas atau apapun dari tempatnya. Dia mengetik beberapa kata dan membacanya ulang berkali-kali.

"Bimmmm!!!! ". Bona teriak saat akan masuk ke kamar. Dia melihat pemandangan yang sungguh menggagetkan.

" STOP! Lu jangan nggeser se inci pun apa yang ada di sini', ucap Bima serius.

"Astaga, ni kamar orang apa kamar tikus sih??? ".

" Ini namanya orang skripsi".

Bona mencari tempat duduk yang kosong di tempat tidur Bima. Dia masih terpana melihat kondisi kamar Bima sekarang.
Quote:"Gw bosen".

"Temen2 lo kemana? ".

" Pacaran".

"Ya lu tinggal pacaran juga. Dave diajak kemana gitu".

"Gw masih belum baikan".

"Mau ampe kapan?".

"Nggak tau".


Bona ingin tahu apa yang sedang Bima ketik. Dia berdiri dan mendekat ke Bima. Tepat di samping wajahnya, dia melihat dan ngangguk-nganguk apa saat membaca apa yang Bima tulis.

Tell Me Why I Cant Stop Thinking of Ya

Quote:"Oh ini yang namanya skripsi".

"Ini baru Bab 1 doang. Nape, lu mau nyoba buat? ".

" Nggak ah, kalo belum deadline belum mau pusing kaya lo".

"haha mending lu pijitin bahu gw aja".

Bona melirik ke arah Bima dan langsung berdiri.

"Hah, yasudah gw pijitin nih".


Bima tersenyum lebar mendengar ada yg mau pijitin bahunya. Setelahnya, Bona balik dan Bima mulai siap2 nganterin Riana.

Bima sampai di rumah mau sekitar pukul 19.00. Bukan riana yang menyambutnya datang melainkan dinda.
Mereka duduk berdua sambil nonton tv.

Quote:"Kak Bima".

"Hm? ".

" Kakak kenapa sabar banget ma kak riana? ".

" Haha, napa lu din? ".

" Ga papa. Kan biasanya cowok ga sabaran".

"Haha, bau2nya ada yg punya cowo baru", ledek Bima.

"Apaan sih kak". Mukanya merah padam, ia berusaha menyembunyikan rasa malunya.


Riana muncul dan menanyakan apa yang sedang mereka bicarakan. Dinda meminta Bima buat diem. Sebenarnya riana ingin sekali mengorek apa yang sedang mereka bicarakan tapi karna waktunya sudah mepet dari acara akhirnya dia berangkat.

Bima awalnya di samping riana terus buat dikenalin sama temen2nya. Dia cuma say hello ma senyum2 doang. Bosen, akhirnya dia jalan2 sendiri sekitar sana. Muter2 sendiri lama-lama bosan juga. Dia balik lagi dan ga liat dimana riana. Ditelfon juga ngga diangkat, setelah tanya2 dia nemu riana tapi lagi ngga ssndiri. Tangannya menyilang sambil mendengarkan apa yang dikatakan lawan bicaranya.

Quote:"Eh, bim", ucap Riana kaget dengan kedatanganku.

"Hei, ada apa? ".

" Gapapa. Nih kenalin Aldi. Aldi, ini Bima".

Keduanya saling bersalaman.

"Ana, dia cowo kamu? ".

" iya".

Aldi pamit dan pergi. Sepertinya Aldi itu bukan teman biasanya riana. Ada sesuatu yang beda dari tmen2nya yang dikenalkan dari tadi.
Bima menaruh tangannya diatas rambutnya riana dan mencium pangkal kepalanya. Selanjutnya mereka masuk kembali ke acara.

Di acara ada games besar. Daripada bosan, Bima milih buat ikut seru2an juga. Lama-lama keliatan kaya Riana yang nemenin Bima. Tidak sampai selesai, mereka balik.

Perjalanan pulang riana banyak bertanya apa yg dikerjakan Bima ketika tidak ada dia.

Quote:"Bim".

"Hmm".

"Kita breaknya selesai ya".

"Kita balik lagi".

Bima senyum2 saat mendengar perkataan riana.

"Ko diem? ". Riana melepaskan pelukannya karena tidak ada reaksi apapun dari Bima.

" iya", jawabnya sambil menahan tawa.


Riana kembali mengeratkan pegangannya pada Bima. Dia menyandarkan kepadanya pada bahu Bima.

Nyaman.
Diubah oleh bonesky
0
Lapor Hansip
13-09-2018 06:32
Part 11


Hubunganku dan riana kembali. Tidak banyak yang berubah dari keseharian kami. Terlebih dengan kondisiku yang baru selesai dengan skripsi. Di Hari sidangku riana menemaniku sebentar kemudian balik lagi dengan kesibukannya.

Sidang skripsi menurutku bukan hal yang menegangkan selama proses pembuatan skripsi dilakukan oleh kita sendiri. Selesai sidang aku pulang ke kos dengan langkah gontai merobohkan diri di ranjang. Sudah lama aku tidak tidur nyenyak dan hari itu aku puasin untuk tidur.

Quote:"Bim... Bima... "

Sayup-sayup ku dengan seseorang memanggil2ku. Ku buka mata perlahan, ternyata riana.

Dia duduk di pinggir ranjang memandangku dan tersenyum.

" Apa? ".

" cape banget ya? ".

" Heem. Sini tidur di sampingku, aku masih ngantuk".

Dia tidur menghadap ke arahku. Dia menyentuk mukaku dengan jarinya secara bergantian.

"selamat ya. Kalo masih pengin istirahat, tidur lagi", ucapnya.

Aku memeluknya lalu tertidur kembali. Kali ini akul seperti bayi dihadapannya yang sedang ingin tidur di samping ibunya.

***

Bona ingat hari ini Bima habis sidang skripsinya. Dia ingin minta traktiran darinya. Dengan semangat dia ke kos Bima. Bima mempunyai arti lebih semenjak mereka dekat, bahkan ia membantunya untuk bisa lepas dari Deva. Mungkin tinggal beberapa bulan mereka akan bertemu lagi.

Bona masuk ke kos Bima tanpa memanggilnya terlebih dahulu seperti biasa. Teman2 kos yg melihat kedatangan Bona langsung kaget, namun Bona meminta mereka untuk diam dengan isyarat jari telunjuknya di taruh di bibirnya.

Dia mengendap2 seperti orang yang sedang mencuri. Gagang pintunya ia buka perlahan.

Quote:"Bona?". Ucap riana pelan. Dia kaget dengan kedatangan Bona secara sembunyi2 ke kamar Bima.

Bona merasa bingung, tidak enak hati dan satu lagi, dadanya terasa sesak.

"Maaf ri, gw keluar".


Langkah kakinya ia jauhkan dari tempat itu. Dia keluar dengan mata yang berkaca2.

Ia kira akan membuat kejutan untuk Bima tapi yang ia lihat sungguh di luar dugaan. Ia melihat keduanya sedang tidur dalam satu ranjang, pakaian mereka masih lengkap, Bima terlihat sangat damai tidurnya. Tidak mungkin Bima mampu berpaling dari seorang riana yang sempurna. Terlebih hubungan antara dirinya dan Bima sebatas friend in crime. Bona pulang dengan kondisi yang tidak bisa ia tahu namanya. Mungkin ia tengah merasa cemburu dengan orang yang kurang tepat.

Malam itu perasaan yang muncul begitu menyiksa. Air matanya tidak kunjung berhenti. Ia bingung terhadap perasaannya.
0
Lapor Hansip
14-10-2018 22:51
Part 12
Hari ini acara wisudaku. Beberapa pesan masuk memberikan selamat. Sebagian menyemangati dengan cara yg benar sebagian lagi membuat berbagai lawakan untuk awal aku menempuh dunia baru. Dimana para jobseeeker berlomba-lomba mengirimkan ijazahnya ke berbagai instansi.

Quote:"Sudah siap?", ucap riana masih dengan senyumannya.

"Heem".


Ku balas senyumnya agar dia tidak terlalu mencemaskanku. Dia kemudian merapikan lagi pakaianku dan memastikan bahwa aku berada dipenampilan terbaikku.

Quote:"Nanti ibu ayahmu dateng? ". Tanyanya sambil merapikan dasiku.

" Heem, mau kenalan? ".

" Aku sedikit gugup".

"Berarti tidak usah? ".

" iish! ". Ia kembali kesal, dengan memanyunkan bibirnya.
Aku senang melihat ia bersikap begitu.


Dulu kami berharap bisa wisuda di hari yang sama. Tetapi jurusan yang diambil riana cukup berat, agak susah mahasiswa jurusannya untuk lulus tepat waktu. Terutama masalah magangnya. Dan sekarang kami sama-sama menikmati dan menjalani proses satu per satu.


***


Acara demi acara terus berlangsung dari mulai pembukaan sampai penutup, rasanya tidak terasa. Bukan karena kami menikmati acaranya, melainkan kami sibuk sendiri dengan gurauan masing-masing.

Ibu mengirimkan pesan saat acara hampir usai. Kuminta orang tuaku untuk menunggu. Tak lupa, ku kirimkan pesan untuk riana agar bersiap.

Pintu keluar cukup rame, semua berdesakan tanpa menunggu barisan yang di depan. Aku duduk santai sambil menunggu antrian agak longgaran.

Quote:" Aditya Putra Bima, mau sampe kapan kamu akan duduk santai seperti itu terus?! ".
Toga yang kupakai untuk menutupi wajahku kuangkat. Menengok siapa yang berbicara.

" Ri, sejak kapan di sini? ".

" Sejak hampir semua wisudawan keluar dan sama sekali tidak ada orang yang sepertimu muncul! ".

" Hehe, aku cuma memberi kesempatan pada yg lain buat keluar duluan".

"Cepat keluar, lama debat sama kamu", jawabnya kesal.


Aku cuma ketawa geli melihat kekesalannya.

Saat ku cek hp, ibu mengirimkan pesan kalo mereka sudah menunggu. Kami segera menuju kesana. Saat itu juga untuk pertama kalinya aku mengenalkan riana ke orang tua.

Quote:"Mau sekalian dilamarkan nggak?". Pernyataan ayah sungguh membuatku ternganga kaget. Aku masih mencerna perkataannya, entah becanda ato serius.
Wajah riana juga terlihat shock.

"Ko diem semua? Ayah tadi becanda haha".



Semuanya tertawa kaku setelah momen yang lumayan membuat jantung copot.

Setelah sesi perkenalan yang cukup menegangkan, kami akhiri momen itu dengan foto.
Diubah oleh bonesky
2
Lapor Hansip
27-12-2018 00:53
Part 13
Sunset ataupun sunrise terlihat sangat indah untuk dinikmat. Namun keindahan itu bersifat sementara dan terlalu singkat. Layaknya sebuah pertemuan dan perpisahan, keduanya sama-sama memili maknayg sangat berkesan dan indah entah bentuknya bagaiman. Waktunya sangat singkat dan setelahnya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bangkit kembali.

Awal diterima kuliah begitu membanggakan dan akhir setelah selesai kuliah pun terlihat mengharukan. Namun setelahnya, akan banyak hak baru yg ditemui dimana seseorang mulai mengerti makna dari kehidupan sesungguhnya.

Malam pasca wisuda, ku habiskan waktu di kamar. Alasanku masih bertahan di sini karena aku belum pamit ke keluarga riana dan juga aku masih ingin mengenang masa-masa awalku di sini. Tidak mudah untuk melepaskan sesuatu yang telah melekat namun sebuah keharusan.

Ku lihat sekitar kamar, setiap incinya hampir mempunyai arti tersendiri. Hal yg biasa ku temui sepanjang waktu ternyata sebegitu berharganya untuk hari terakhirku di sini. Membuatku semakin sesak oleh rindu.

Ku coba menghubungi riana. Untuk pertama kalinya aku merasa sangat kesepian. Terakhir dia memberi kabar tadi sore dan sampai sekarang dia belum menghubungi lagi.

Quote:"Tuuuuut...... Tuuuuut"

Terdengar suara gumaman tidak jelas dari sana.

"Ri, gw jemput lo ya".

"Hm? Apaan? ".

" Gw jemput lo di rumah".

"Jangan aneh2, Bim. Ini dah malem. Km ngigau ya? ".

" Gw kangen pengen meluk dan nyium lo".

Terdengar suara helaan napas riana. Dia sepertinya mulai benar-benar tersadar.

"Sayang... ".

" Iya. Ada apa sebenarnya ?".

"gw cuma kangen".

"Kamu belum siap nglepas hal-hal yang selama empat tahun kamu jalani y? ".

" Iya".

"Bima, kamu masih inget pas awal kita kenal? ".

Seketika guratan senyum di bibir muncul, mengingat awal pertama mengenal riana.

" Masih".

"Kamu ga gentar ya buat nampakin diri di gedungku. Temen2ku yg pada geer lo dikira km deketin mereka haha, lucu rasanya setelah mereka tahu".

"Jauh sebelum itu. Pas ospek, aku sudah tahu km".

"gimana bisa ? Terus kenapa ga langsung ngajak kenalan aja? ".

" kenapa ya? Emang gitu jalannya ".


Percakapan kami begitu hangat mengandung sejuta kenang di masa awal yang berhasil membuat tawa dan malu di masa kini.
Malam itu kami habiskan untuk membuka perjalanan di masa lalu, banyak cerita yang terselip dimana hanya masing2 yang tahu dan kali ini semua terbuka. Dan percakapan kami berakhir dengan nyanyian yang ku lantunkan untuk mengantar riana tidur.

###


Aku sedang bener-bener sibuk malam ini. Setelah seharian menemani upacara wisuda Bima, aku lupa akan tugas penelitianku. Aku janji pada dosen pembimbing untuk mengumpulkan kemajuan skripsiku besok, tapi sampai detik ini masih sama saja. Baru sekitar satu jam berkutat di depan laptop, terdengar dering panggilan dari Bima. Tidak langsung ku angkat, hanya ku pandang dan ku tunggu beberapa detik untuk memastikan apakah dia sedang serius menelepon atau iseng saja. Moodku sedang bagus2nya untuk mengerjakan skripsi jangan sampai dia membuatku menyesal mengangkatnya. Setelah menunggu, ku putuskan kuangkat panggilannya.

Ku dengar suara riuh Bima. Dia seperti anak kecil manja jika seperti ini. Rasanya dulu aku mengganggapnya sangat dewasa. Teenyata setelah mengenal lebih jauh, dia sama dengan laki-laki pada umumnya. Dan mungkin tidak tahu kalo sebenarnya dia sangat kekanak-kanakan di suatu situasi tertentu.


Kali ini dia kembali jadi anak-anak yang ingin ditemani dan didengarkan. Sebenarnya agak berat meninggalkan tugas penelitianku yang sudah masuk list deadline dalam scheduleku. Tapi kali ini dia mungkin lebih membutuhkanku.


Sepanjang malam Bima cerita tentang awal kami bertemu, hal2 yang kami berdua tutupi dan banyak sekali hal yang kita lupakan dari awal kita mulai jalan beriringan.

Sampai aku merasa sangat ngantuk dan Bima menawarkan diri untuk bernyanyi sebagai pengantar tidur. Aku pun tertidur mendengar lantunan suara oleh kekasih yang sangat ku sayang.
0
Lapor Hansip
27-12-2018 09:29
Lanjutkan gan saya seneng bacanya

Sudut pandangnya juga bervariasi jadi kita bisa ngerasain berbagai perasaan dari setiap tokoh


Semangat updatenya
0
Lapor Hansip
29-12-2018 21:52
menunggu part selanjutnya gan ..
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
langit-dan-bulan
Stories from the Heart
catatan-yang-terbuka
Stories from the Heart
the-stolen-kidney
Stories from the Heart
illfelove
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.