alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
8309
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4dff7b14088d2d138b4568/diskusi-seputar-intelijen---part-1
wah kok jadi susah ya ini yang sempet ilang Lagi liat2 index forum, ada forum militer dan mampir ke thread ini... Sempat terkejut juga karena tiba2 pembicaraannya seakan terputus... :) Setelah baca2, ternyata hilang karena masalah... :) Sedikit inisiatif, ane hanya ingin sedikit membantu... :) maaf kalau tidak berkenan... :) tapi memang sich, tidak terlalu banyak, hanya aja, dari perbincangan yang
Lapor Hansip
17-07-2018 21:38

Diskusi Seputar Intelijen

wah kok jadi susah ya

ini yang sempet ilang

Quote:Original Posted By a.creation
ehm
1
Diskusi Seputar Intelijen - Part 1
04-04-2019 13:58
damailah negeri ku, damailah bangsa ku.

pegang teguh Pancasila mu
profile-picture
bawel69 memberi reputasi
7 0
7
Diskusi Seputar Intelijen - Part 1
18-10-2019 08:58
rame njir, malem jumat aja masih manteng ni trit kirain pada ngendorin yg manteng manteng emoticon-Ngakak

yg menarik dari awal sih cuma om bimil doang klo ID bagong mah cuma pake sedikit logika dan informasi, dominan emosional, klo om bimil make logika, informasi dan ilmu, ilmunya apa, tau emoticon-Ngacir

Yang menarik ada pergeseran sasaran yg diomongin. Diawal dengan tegas dan pasti soal kebrobokan di tubuh adik muda, dan sudut pandang yang dipakai selalu TNI & rakyat > polri, dan yg selalu saya pertanyakan, TNI yg mana dan ini soal tanggung jawab apa periuk. kemudian bergeser/ada pernyataan lain, soal RI I yg tidak punya kapabilitas, saya cuma bilang jokowi adalah presiden dengan kekuatan politik terlemah setelah gusdur. Itu sudah menjelaskan banyak hal soal kapabilitas jokowi di iklim indonesia yg sekarang menganut supremasi sipil adalah segalanya, TNI ada di dimensi lain konstitusi indonesia. yang terbaru.. om bimil bilang bobroknya kualitas politikus dan system politik di indonesia

JADIIIIII........yg dikeluhkan om bimil itu sebenarnya apaaaaa, mana dan siapa, polri kah, jokowi kah, politikus kah, system politik kah...kondisi ekonomi juga dibawa bawa..berat buat semua yg mantengin trit ini ngeliat yg dikeluhkan om bimil dan dipikir serius emoticon-Ngakak

klo saya menyimpulkan, (terserah ane yg punya jari buat ngetik emoticon-Big Grin) semua yg disampaikan om bimil itu cuma antara, pintu masuk, entrypoint, menurut beliau ada kegagalan system ketatanegaraan yg saat ini kita anut, liat aja polisinya gagal. presidennya gagal, politiknya gagal, ekonominya gagal. ujung ujungnya supremasi sipil tidak berhasil harus ada kekuatan pengkoreksi, minimal kykm thailand lah, yg menurut om bimil TNI yang pas, rakyat kok dibawa bawa, menurut saya cuma alat bantu, untuk justifikasi aja, ujung ujungnya dimanfaatkan.

Waw kok kyk de javu ya, kyk pernah gitu kejadian dikita, jangan dikira kekuatan pengkoreksi tidak bisa dimanfaatkan/diperalat, jelas bisa la wong kita aja baru lepas setelah 32 tahun, dan banyak yg menfaatkannya selama 32 tahun untuk kepentingan sendiri, dan meleduk lah di 98. ekonomi indonesia itu dominan digerakkan oleh ekonomi brokker, perantara, biong, cukong dan yg paling pas buat brokker/cukong adalah adanya kekuatan dominan yg menguasai. lah terus, rakyat kebagian apa. rakyat bakal selamanya jadi korban atau yg dperalat, tidak akan pernah ada yg namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Apakah TNI seperti itu, saya katakan TIDAK. TNI adalah salah satu produk hasil reformasi yang paling sukses yg sampai sekarang bisa menjaga dirinya sebagai penjaga konstitusi. org yang berpendidikan dan make hasil belajarnya pasti sangat menghargai TNI yg dengan kelegawaannya keluar dari puncak dominasi kembali ke posisi yg dicita citakan para pendahulu TNI tidak sampai 5 tahun sejak reformasi, rakyat kecil dengan pola pikir sederhana sangat mengagumi, menghargai karena TNI selalu yg terdepan ketika rakyat sedang kesulitan. meski rakayat dengan pola pikir sederhana kadang bias soal posisi TNI, org org dengan interest tertentu senantiasa memebnturkan TNI dan polri, apalagi sejak jaman medsos

ilustrasi :

ada org yg ingin melobangi batu, saya sarankan pake bor aja, speednya bisa dikontrol agar batunya tidak pecah, cuma lama. om bimil nyarankan pake pahat dan palu godam aja, resikonya batu kemungkinan besar pecah, ga bisa dipakai lagi, dan klo make godamnya tenaga yg dipake ga dikontrol lama lama sebelum batunya berlubang, pahatnya duluan yg keriting, akhirnya ancur.

analisanya, yg paling tersiksa dari ketiga barang itu apa, batu, pahat atau godam, jelas pahat, ketemu batu dia ngebentur dengan keras sampai bisa keluar percikan api, kena godam jelas juga, kepalanya bisa sampai keriting dan hancur (tau lah pahat ygg keriting kyk apa, berubah jadi jamur emoticon-Big Grin). Batu, ya kemungkinan bolong atau pecah, pengalaman saya sih jarang sekali melubangi batu pake pahat berhasil jadi lubang yg ada batunya pecah. klo pun berhasil lama, kalah efisien dengan mata bor. Godamnya juga sama, permukaannya juga bisa abis bopeng, ketemu pahat yg besi juga.

kejutannya klo mo berhasil dan singkron, yg megang pahat dan godam itu harus org yg sama, cuma tangan kiri megang pahat tangan kanan megang godam. Aktualnya godam suka punyanya kemauannya sendiri, si godam sering kali juga meleset, bukannya menghantam pahat, malah ngehantam tangan kiri, klo sudah begitu, terbuang lah semua sia sia, batu tidak berlubang, bocak, bopeng tidak jelas, pahatnya keriting, godamnya juga bisa keriting tangan kiri hancur kena godam, rugi semua

batu > polisi
pahat > rakyat
godam > TNI
Tangan dan yg megang pahat godam > ????????

karena saya sudah punya kesimpulan sendiri, sudah saatnya saya berhenti komen soal ini. ga usah baper ini cuma forum bebas omong kosong kata Mistaravim.

emoticon-Traveller

emoticon-Shakehand2
Diubah oleh chibiyabi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Titikhitam198 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
profile picture
KASKUS Plus
18-10-2019 11:00
@bimil lupa saya, ada yg belum saya jabarkan, ada alasannya kenapa militer thailand saya sebut sebut. Jadi kesimpulan saya itu hanya ujungnya terkait kondisi indonesia yg berbeda dengan thailand. Role model yg om bimil sampaikan itu seperti militer thailand, mereka bisa masuk ketika kondisi dalam negeri sedang bermasalah, menurut om bimil pointnya saat ini yg bermasalah adalah polri.

Perbedaan besar indonesia dengan Thailand adalah disana ada RAJA yg semua perkataannya adalah titah mutlak. Siapapun akan nurut ketika Raja bilang berhenti, atau Raja bilang jalan. panglima militernya pun lsg sujud ketika tahun 90an militer kudeta dan mulai menembaki rakyat, ada remnya. Silahkan bayangkan klo di thailand tidak ada raja. ketika kekuasaan mutlak sudah ada ditangan, emg siapa yg mau berhentikan, tidak ada, dan korban pertama itu rakyat

Soal kekuasaan mutlak ditangan militer, kita juga punya pengalaman jelas kok. ketika militer melakukan koreksi besar " bersama rakyat" terhadap kondisi negara seperti tahun 65, karena tidak ada remnya, ya hasilnya 32 tahun itu, koreksi menggunakan militer, sedangkan militer sama sekali ga ada kontrolnya hasilnya ya kekuasaan mutlak.

saran saya, klo memang militer mau dijadikan pengkoreksi negara, ubah konstitusi, jadikan Indonesia Monarki kyk di Thailand. atau kita ngikutin US dengan proses ratusan tahun jadi sebesar sekarang ini. US juga jaman herbert hoover ada penyalah gunaan wewenang, but then mereka melakukan koreksi secara internal, tanpa militer terlibat. kurang barbar apa alagi org US, bahkan lebih barbar dari org indonesia dalam sejarahnya


profile picture
kaskus freak
18-10-2019 10:29


TNI nya om? Jumlahnya? Rakyatnya? emoticon-Big Grin

Lama lama om mirip sales obat kuat dan sales agama. Pokoke lo harus percaya ma gue. Yakin deh pasti lo masuk surga emoticon-Hammer2





emoticon-Traveller
profile picture
KASKUS Plus
18-10-2019 10:20


TNI Rakyat vs Polri Pemerintah emoticon-Smilie

Soal mau tidak meyakini,
Itu masalah Anda, bukan saya emoticon-Smilie
profile picture
KASKUS Plus
18-10-2019 09:06


Ai selaluh sampaikan jangan juga kembali ke Dwifungsi ABRI, kita goblok sekali itu emoticon-Smilie

Bahwa yang mampu hadepin hegemoni pemain KUHP ya hanya TNI, suka tidak suka demikian adanyah emoticon-Smilie

Jika masyarakat laluh lebih memilih kolaborasi dengan TNI, ya ndak salah juga tho, itu hak nya warga negara

Thank buat jari jarinya Chib

Tentang Bagong, ya cara berbahasa orang beda beda, selama dibacanya dengan perenungan mendalam, banyak inti yang bagus juga kok, cenderung menelanjangi konteks malah

Oh ya, tidak ada nyang omong kosong dipostingan thread ini, kalau omong kosong ndak bakalan banyak nyang nongkrong baca dimari emoticon-Smilie
profile picture
newbie
19-10-2019 06:47
@bimil pake bayesian method toh om,terjawab sudah penasaran oweemoticon-Malu

nganu,ini bacaan lumayan buat nambah referensi biar diskusinya makinemoticon-Jempol

https://www.cambridge.org/core/journals/international-journal-of-middle-east-studies/article/an-economic-indicator-of-sociopolitical-unrest/7E91B0649FCF55CF76A0E53EC475867D#
emoticon-Imlek
Diskusi Seputar Intelijen - Part 1
05-07-2019 09:47
Klo GPK Papua bersatu, mau negosiasi juga enak. Kompleksitas konfliknya agak terurai. Ga serumit Filipina Selatan misalnya. Salah satu kesuksesan Jokowi itu bisa gelar operasi militer skala brigade gabungan di Papua sepanjang tahun politik ini tanpa ribut. Walau gagal antisipasi 1 Desember yg makan korban 30 pekerja, operasi balasannya sangat rapi. Tidak terlalu gaduh, tidak banyak salah sasaran, ada banyak hasilnya, spending resourcenya lebih bisa dipertanggugjawabkan, pararel dengan pendekatan kesejahteraan. Semoga saja GPK ga terlalu batu-batu amat nunntut pengadilan ini itu. Semoga mereka pragmatis-pragmatis aja. Ancer-ancernya mudah, ada satu hal yg ga bakal dikasih dan ada satu hal yang tidak kuat diberikan rezim saat ini: kemerdekaan dan pengadilan HAM beneran. Diluar itu, ashiiaaap~

Ane malah ngarep GPK rada visioner dikit, minta ga ada sawit atau alih fungsi hutan skala besar gitu. Berat, tapi deep down, Pak Presiden bersama timnya bakal seneng banget klo ada tuntutan ini. Well tapi ada sih eks petinggi GPK yg malah jadi cukong kayu. Ga bisa ngerep banyak juga. Semoga cepet damai. Dan kalau damai jangan parah-parah amat kek Aceh misalnya.
Diubah oleh HarsoMukmiin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Titikhitam198 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Diskusi Seputar Intelijen - Part 1
24-01-2019 07:15
22nya sama berbahaya
ekstrim kanan & ultra kiri itu tidak baik bagi konsep negara kita yang berideologi Pancasila
jangan terlalu menyerang kanan tetapi menyanjung kiri

maspri walaupun diujung kalimatnya ingin 'menggebuk' & mengulik gerakan kanan di masa lalu, tetapi di awal statementnya masih sedikit agak obyektif
masbimo tolong jangan mendowngrade bahwa kiri masih dianggap aman sehingga memancing paradigma kalo klasifikasi kanan lebih berbahaya diatas segalanya

kita tau sama tau bahwa istilah RaKa RaKi RaLa yang sering disosialisasikan oleh aparat kepada masyarakat sama tidak baiknya, sama tidak bagusnya, setara dalam membaca bahaya ideologi tersebut terhadap Pancasila di NKRI ini
jangan terlalu nyaman menghantam kanan, sehingga kita melupakan kiri dan lainnya

sekelas BNPT yang katanya anti-teror 'kanan' saja masih menyuarakan kepada kita tentang kewaspadaan menghadapi paham & gerakan kiri
BNPT: Kepala BNPT, Komjen Pol Drs Suhardi Alius, MH, mengatakan, pihaknya berusaha menghilangkan radikalisme negatif. Diantaranya intoleransi, anti NKRI, anti Pancasila dan penyebaran paham-paham otak kiri.

mohon maaf jika kurang berkenan atas koreksi yang saya lakukan
jangan tersinggung dan baperan
semoga diskusi ini menjadikan kita lebih cerdas dan bermanfaat bagi seluruh pembaca karena kita sama-sama belajar di forum ini

cepat bukan mendahului
tajam tanpa melukai
cerdas jangan menggurui





salam,
5 0
5
Diskusi Seputar Intelijen - Part 1
13-10-2019 14:23
Dwifungsi Polri itu tidak terjadi sekonyong konyong, apalagi dikaitkan dengan rezim ini. Ada sejarah panjang dimulai dari 98 saat Polisi keluar dari ABRI. Rekrutmen polisi secara masif terjadi, karena emang sepanjang Orba polisi itu sedikit. Orba lebih seneng pakai koter TNI AD bahkan paramiliter macam Kamra dan Hansip buat jaga kamtibmas.

Angkatan polisi awal reformasi emang ga mengandalkan kualitas karena kejar juantitas. Apalagi saat tu puncak dekaden, KKN termasuk dalam rekrutmen alat negara baik TNI, Polri maupun PNS ga terbendung. Nah pada masa ini angkatan 98-01 ini hampir semua sudah jadi kapolres, bahkan ada yg mulai naik suspim jadi Pati. Generasi baru Polri ini rada sotoy, padal ga pinter amat akibat rekrutmen yg ga bener. Feeling entitled sebagai anak emas amanah reformasi itu emang ada. Ga banyak hal yg lebih menyebalkan dari orang bodo tapi feeling entitled. Ini mungkin yg paling dirasakan di akar rumput.

Tapi ini terlalu kecil porsinya untuk membentuk persepsi adanya dwifungsi Polri sekarang. Dwifungsi Polri itu lebih ke soalan elit yg lebih kompleks, termasuk manuver elit dari luar institusi Polri.

Singkat cerita, dari sisi internal, mengguritanya Polri tidak lepas dari drama cicak buaya terutama yg kedua. Pakde sudah ada obat jitu yaitu memotong generasi dengan mengangkat Wak Tito jadi Kapolri. Namun suksesi ga bisa semulus itu. Ada perlawanan kuat. Angkatan atasnya Wak Tito harus dikopromikan diberi kompensasi jabatan tinggi berwewenang luas dan basah diluar Polri. Paling ketara BG si sumber masalah awet jadi kabin. Buwas yg paling ga terima dipotong kompas, jadi kabulog. Masih ada belasan pati lain yg disebar ke berbagai institusi yg ga ada sangkut pautnya ama Polri. Polri makin menggurita, sini mulai ada yg nyeletuk Polri berdwifungsi. Sudah berani melawan hukum, alumninya menjabat dimana mana pula. Gabungan grasroot yg medioker tapi sotoy sama kelakuan elit yg merasa kebal hukum makin menghembuskan berbagai isu negatif Polri termasuk dwifungsi Polri.

Agaknya Pak Presiden seharusnya memang melakukan lebih banyak reformasi ke Polri dari sekedar potong kompas Kapolri dan program PR macam promoter. Namun, langkahnya terganjal, elit Polri itu juga punya jaringan. Tidak mungkin Pakde ngutak atik BG ajudannya kanjeng mami.

Lebih-lebih, Pakde terpaksa pakai Polri terus karena dirongrong manuver busuk GN dan para pensiunan 212. Kelakuan GN dan sejumlah eks pati sendiri yg buat pakde antipati. Akhirnya lebih sering menggunakan Polri untuk berbagai urusan. Akibatnya, Polri lagi makin keliatan menggurita. Gurita Polri ini, walau ada masalah internal, tidak lepas dari manuver oknum elit militer sendiri yg menghilangkan kepercayaan politik presiden terhadap militer.

Nah sekarang ada oknum dari militer teriak teriak Polri dwifungsi. Lah kemarin pas GN nggangsir presiden saat masih seragaman pada kemana? Sekarang bikin serangan lone wolf dengan manifestasi ala ISIS? Ada juga malah dipurging. Kelakuan pada nyebelin amat.

Polri ada masalah besar, tapi manuver oknum militer yg sukanya begini juga masalah besar. Niat saling koreksi malah bikin chaos karena dua duanya ga bisa mengoreksi diri sendiri. Lebih parah lagi saat ada masyarakat sipil berusaha mengkoreksi dengan segala keterbatasan sumber dayanya, malah dimatiin dengan berbagai cara oleh dua-duanya.

Entah apa yg merasuki dirimu...





Diubah oleh HarsoMukmiin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoseful dan 7 lainnya memberi reputasi
7 1
6
profile picture
KASKUS Plus
14-10-2019 02:54


Buku merah corak batik disobek

Cicak buaya berjilid jilid

KPK mau masuk ke dalam harus ijin dulu

RUU KPK dimainkan, pemilihan Komisioner nya dimainkan pula

Poligarki makin masif

Pasal dan diskresi dimainkan, masyarakat setoran dulu agar lancar

Gaya hidup hedon dipamerkan

Klop sekali ya dengan tulisan panjang Anda emoticon-Smilie

Militer punya concern kuat pada Ketahanan Nasional, apalagi jika terjadi revolusi sosial, militer lah yang paling sibuk kerjanya ketika aparat penegak hukum sipil sedang lari tunggang langgang diuber uber masyarakat

Itulah sebabnya makin ditunda makin berbahaya

Oh ya, Lone wolf yang terbaru itu bukan bikinan saya. Itu fenomena alam yang sudah terbaca dan berjalan sendiri karena hukum sebab akibat
profile picture
kaskus freak
14-10-2019 12:45
@yoseful Ingat pesan om gatot di HUT 74 TNI Polri jangan mau dibenturkan. intropeksi dan koreksi diri masing2 MERDEKA. emoticon-Traveller
profile picture
KASKUS Plus
14-10-2019 12:27


hmm, apakah om wiwi mampu atau mungkin tuk mengembalikan dan mmbuat polri berada dibawah kemendagri, agar imbang dgn posisi TNI yg berada di bawah kemenhan, gan ??
profile picture
kaskuser
14-10-2019 11:45


ini kisi2nya.....
profile picture
KASKUS Plus
14-10-2019 11:40


Apologia emoticon-Smilie
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.