alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aff80011cbfaae55a8b4570/munawir-sjadzali-menteri-agama-yang-konsisten-menolak-negara-islam
Lapor Hansip
19-05-2018 08:38
Munawir Sjadzali: Menteri Agama yang Konsisten Menolak Negara Islam
Past Hot Thread
Quote:
Munawir Sjadzali: Menteri Agama yang Konsisten Menolak Negara IslamSebagai pemikir Islam, Munawir Sjadzali tergolong kritis atas gagasan negara Islam di Indonesia sejak muda. Waktu jadi Menteri Agama, ia mendorong kelompok Islam menerima Pancasila sebagai asas tunggal.

Munawir Sjadzali muda adalah pejuang laskar Hizbullah dan termasuk dalam kategori Angkatan 1945. Gara-gara Revolusi meletus, dia harus rehat dari posisinya sebagai guru di sekolah rendah Gunungpati, Ungaran, dekat Semarang, yang dilakoni sejak zaman Jepang.

“Munawir Sjadzali yang dipercaya menjadi komandan Markas Perang Hizbullah-Sabilillah (MPHS) juga diberi tempat sebuah rumah untuk ditempatinya,” tulis buku Sejarah Perjuangan Hizbullah Sabilillah, Divisi Sunan Bonang (1997:107).

Setelah Revolusi beres, Munawir pun hijrah ke Jakarta. Kerjanya keluar masuk perpustakaan dan menulis buku berjudul Mungkinkah Negara Indonesia Bersendikan Islam? (1950). Buku setebal 72 halaman itu diterbitkan Usaha Taruna, Semarang. Namun, dalam buku itu dia tak terang-terangan memakai nama Munawir Sjadzali, melainkan nama samaran M. Sj. Ibnu Amatillah.

Puluhan tahun kemudian, Bernard Johan Boland dalam bukunya The Struggle of Islam in Modern Indonesia (1971: 81), yang diterjemahkan sebagai Pergumulan Islam di Indonesia, 1945-1970 (1985: 85), menyinggung karya yang mengkritisi pentingnya negara Islam di Indonesia tersebut. Di awal era 1950-an itu, seperti ditulis Boland, Munawir muda sudah melihat fenomena “masih banyak orang Islam yang ingin memindahkan begitu saja Mekkah ke Indonesia” (hlm. 8).

Nama Munawir kala itu belum dikenal sebagai pemikir seperti pada dekade-dekade berikutnya. Namun, Wakil Presiden Mohammad Hatta tertarik pada tulisan itu. “Menurut beliau, secara kualitas buku saya perlu dikembangkan,” aku Munawir dalam Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia (1986: 834).

Kebetulan di Jawa Barat wacana negara Islam sedang berusaha diwujudkan pengikut Kartosoerwirjo dalam Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

Setelah itu, Hatta memberi jalan pada Munawir untuk belajar di luar negeri. Dia ditempatkan di Seksi Arab/Timur Tengah Departemen Luar Negeri. Sejak remaja, Munawir bercita-cita kuliah di Mesir. Tapi kesempatan belajar di negara non-Islam pun dia lakoni. Dia pernah studi ilmu politik dan hubungan internasional di Universitas Exeter, Inggris pada 1953. Waktu jadi Sekretaris III KBRI Washington DC, Munawir sambil belajar juga di Universitas Georgetown. Di kampus itu, ia meraih gelar Master of Art bidang filsafat politik dengan tesis berjudul "Indonesia's Moslem Parties and Their Political Concepts" (1959).

Mencegah Beruang Membunuh Petani
Karir Munawir di Departemen Luar Negeri terbilang bagus. Dia pernah jadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Emirat Kuwait, merangkap Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab (1976-1980) dan Direktur Jenderal Politik Departemen Luar Negeri (1980-1983). Setelahnya, Munawir Sjadzali—yang kena cap sekuler itu—menjadi Menteri Agama selama dua periode, dari 1983 hingga 1993.

"Saya tak membawa misi baru. Juga tak akan membuat kejutan, saya kan bukan jenderal," katanya setelah diangkat menjadi Menteri Agama.

Sedari muda dia berharap jadi kiai, orang berilmu yang berbagi kebaikan bagi orang di sekitarnya. Seperti dicatat dalam Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia, suatu kali Munawir pernah bercerita di bulan September 1985.

Bersahabatlah antara beruang dan petani. Suatu kali, beruang itu marah lantaran seekor lalat mengganggu tidur petani. Dia ambil batu besar dan dihunjamkannya ke dahi petani yang dihinggapi lalat itu. "Siapa pun tidak meragukan kesetiaan beruang, tapi ketololannya membuat petani mati," kata Munawir.

Di masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam, Munawir melihat banyak orang mengaku pembela agama, tapi mereka mementingkan diri sendiri.

Munawir sadar dirinya hidup di Indonesia yang agamanya tidak hanya satu. Indonesia di zaman Munawir jadi menteri mengakui lima agama besar yang sudah cukup lama berkembang. Agar terhindar dari konflik antar agama, Munawir selaku Menteri Agama mengimbau pada masyarakat tentang pentingnya kerukunan dan pengendalian diri masing-masing individu.

Dalam acara perayaan Hari Raya Waisak pada 21 Mei 1989 di Candi Borobudur, Munawir Sjadzali—seperti dicatat Antara (6/6/1989) dan buku Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita: Buku XI 1989 (2008: 561-562), pernah bilang, “Lebih mudah kita menaklukkan lawan yang gagah perkasa, tetapi kita sukar sekali menaklukkan ego kita sendiri.”

Tak lupa dia berharap kepada semua para pemeluk agama di Indonesia untuk bisa “mengekang dan menaklukkan egonya sendiri seperti apa yang diperintahkan oleh para Nabi dan Rasul kita masing-masing.”

Banyak yang mengakui, suka atau tidak suka, kehidupan antarumat beragama dianggap rukun, atau lebih baik, di masa Orde Baru.

Mempromosikan Asas Tunggal
Di luar posisinya sebagai Menteri Agama, Munawir Sjadzali adalah penulis buku yang lumayan produktif. Salah satu buku karyanya adalah Islam dan Tata Negara: Ajaran, Sejarah, dan Pemikiran (1990). Dalam buku itu, dia memetakan negara-negara berdasarkan Islam di dunia. Menurutnya, sejarah negara Islam memang kerap dikaitkan dengan Piagam Madinah.
Munawir Sjadzali: Menteri Agama yang Konsisten Menolak Negara Islam

“Banyak di antara pemimpin dan pakar ilmu politik Islam beranggapan bahwa Piagam Madinah adalah konstitusi atau undang-undang dasar bagi negara Islam yang pertama,” tulis Munawir (hlm. 10).

Di era Munawir jadi menteri, Pancasila sebagai asas tunggal dipromosikan secara besar-besaran oleh penguasa. Konsepsi ini mendapat banyak penolakan dari kelompok-kelompok Islam. “Pancasila adalah asas hidup bersama dengan saudara-saudara kita yang beragama lain,” kata Munawir seperti ditulisnya dalam Partisipasi Umat Beragama Dalam Pembangunan Nasional (1983: 143).

Menurut Fikrul Hanif Sufyan dalam Sang Penjaga Tauhid: Studi Protes Tirani Kekuasaan 1982-1985 (2014: 54), Munawir adalah orang yang gigih mendorong diakuinya Pancasila sebagai asas tunggal. Dalam Rapat Majelis Ulama Indonesia (MUI), pemerintah berusaha meyakinkan bahwa asas tunggal tidak bertentangan dengan agama.

“Munawir berjanji, apabila Pancasila diterima sebagai azas tunggal, setiap organisasi keagamaan diberi kebebasan untuk merumuskan tujuan-tujuan dan menyusun program kerja sesuai dengan aspirasinya masing-masing. Tidak hanya itu, pemerintah juga akan membantu setiap ormas untuk mewujudkan cita-citanya,” tulis Hanif Sufyan (2014: 55).

Bisa jadi Munawir adalah orang yang menjauhkan para pendamba negara Islam di Indonesia dari cita-cita mereka. Dalam Islam: Realitas Baru dan Orientasi Masa Depan Bangsa (1993), Munawir menulis bahwa selama partai-partai Islam menyatakan Islam sebagai asas dan selama mereka masih mendambakan bentuk negara Islam untuk Indonesia, Pancasila harus ditegakkan (hlm. 65).

Pancasila, di mata penggemar biduanita Mesir Ummi Kalsum ini, tak jauh beda dengan Piagam Madinah yang menjadi asas hidup bersama. Bagaimanapun, Islam bukan satu-satunya agama, meski dominan. Tapi Pancasila tetap tidak bisa disejajarkan dengan Islam sebagai agama.

====================

Sumber


Mantap emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh stealth.mode
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 16
19-05-2018 12:21
msj ini mentri zaman orba yg memang cocok lah
0
20-05-2018 12:42
calon HT nih, keren pemikiran beliau,
0
20-05-2018 15:43
Quote:Bersahabatlah antara beruang
dan petani. Suatu kali, beruang
itu marah lantaran seekor lalat
mengganggu tidur petani. Dia
ambil batu besar dan
dihunjamkannya ke dahi petani yang dihinggapi lalat itu. "Siapa
pun tidak meragukan kesetiaan
beruang, tapi ketololannya
membuat petani mati," kata
Munawir.

Artinya apa ya dengan ketidaksetujuan negara islam di indo ?emoticon-Bingung

Tapi bila mendirikan khilafah entah di negara manapun, tentu mustahil, karena aturan2 tentang khilafah tidak ada, misal aturan kepemimpinan (cara memilih, yang dipilih, yang memilih, pemecatan, wewenang pemimpin) di era awal khalifah, era sahabat saja sudah terjadi konflik antara kubu ali & abu bakar,
Aturan sistem ekonomi juga tidak ada

0
20-05-2018 17:44
Quote:Original Posted By kanggelandaftar
Artinya apa ya dengan ketidaksetujuan negara islam di indo ?emoticon-Bingung

Tapi bila mendirikan khilafah entah di negara manapun, tentu mustahil, karena aturan2 tentang khilafah tidak ada, misal aturan kepemimpinan (cara memilih, yang dipilih, yang memilih, pemecatan, wewenang pemimpin) di era awal khalifah, era sahabat saja sudah terjadi konflik antara kubu ali & abu bakar,
Aturan sistem ekonomi juga tidak ada


Soal kepemimpinan setuju. Apa ga perang nanti NU, Muhammadiyah, FPI, dll karna merasa punya pemimpin yg trrbaik
0
20-05-2018 17:51
Quote:Original Posted By stealth.mode


Soal kepemimpinan setuju. Apa ga perang nanti NU, Muhammadiyah, FPI, dll karna merasa punya pemimpin yg trrbaik


nahh, belum dengan kelompok islam yang lain, beda ulama, beda pendapat, karena nyatanya hal2 yang vital, malah tidak ada, di awal peralihan kepemimpinan sudah timbul konflik sepeninggal Muhammad
Bagimana mau mendirikan sesuatu, yang sesuatu itu aturannya tidak ada atau tidak jelas
Diubah oleh kanggelandaftar
0
27-05-2018 05:03
bapak ini sangat berjasa buat keutuhan NKRI.
sekulerisme memang harus.
0
27-05-2018 05:03
menteri langka ni
0
27-05-2018 05:05
sido muncul 1 pikiran ga nih sama Munawir Sjadzali emoticon-Cape d...
0
27-05-2018 05:07
Beliau tahu indonesia sangat majemuk, dan memaksakan idealisme tertentu hanya akan memecah kesatuan, emoticon-Shakehand2
Diubah oleh re.cozy
1
27-05-2018 05:07
kerreen nih pak mentri
0
27-05-2018 05:08
emoticon-Entahlah
0
27-05-2018 05:08
Waaah... Ane tau banget nih bapak enih... Dolo selalu nongol di TVRI...
Munawir Sjadzali: Menteri Agama yang Konsisten Menolak Negara Islam
Diubah oleh adolfsbasthian
0
27-05-2018 05:08
hukum adil tidak bisa dibeli atau main2
0
27-05-2018 05:10
numpanng pageonee gan.,
0
27-05-2018 05:10
Quote:Original Posted By stealth.mode


Mantap emoticon-Angkat Beer


Memang mantap om.
Tapi ane baru mulai puasa nih, entar aja angkat gelasnya. emoticon-Leh Uga
0
27-05-2018 05:12
Bapak ini banyak mengemukakan pandanganya..
Terlihat kalau dia realistis bukan berimajinasi dalam menulis dan menjabarkan pandangannya
0
27-05-2018 05:13
Quote:Bersahabatlah antara beruang dan petani. Suatu kali, beruang itu marah lantaran seekor lalat mengganggu tidur petani. Dia ambil batu besar dan dihunjamkannya ke dahi petani yang dihinggapi lalat itu. "Siapa pun tidak meragukan kesetiaan beruang, tapi ketololannya membuat petani mati," kata Munawir. 



NICE emoticon-Jempol
0
27-05-2018 05:14
jika saja terjadi bagaiman nasib yang lainya. untung aja ada beliau.
0
27-05-2018 05:14
gembok dulu bre emoticon-pencet
Diubah oleh rtrn
0
27-05-2018 05:15
Quote:Original Posted By autistic.dog


NICE emoticon-Jempol

Mangstab quotenya gan emoticon-2 Jempol
0
Halaman 1 dari 16
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.