alexa-tracking
KATEGORI kategori N icon-buat-post BUAT POST
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad4146b1cbfaa07448b4567/atap-rumah-rumput-laut-saksi-bisu-keserakahan-penduduk-pulau-laesoe
Past Hot Thread

Atap Rumah Rumput Laut, Saksi Bisu Keserakahan Penduduk Pulau Laesoe

Atap Rumah Rumput Laut, Saksi Bisu Keserakahan Penduduk Pulau Laesoe

Foto: wikimedia.org


Sejak tahun 1150 sampai 1652, Pulau Laesoe di Denmark terkenal akan industri garam yang sangat maju. Hampir seluruh area di pulau itu direndam garam, air tanahnya saja mengandung lebih dari 15 persen garam.

Selama musim panas, garam secara alami akan mengkristal dan keluar dari tanah. Ratusan tungku dipanaskan untuk memurnikan garam dan mereka senatiasa menggunakan kayu hutan untuk bahan bakarnya.

Tetapi, hutan bukanlah sumber kayu yang dapat beregenerasi dengan cepat. Ada batas ketika itu semua akan habis. Sampai suatu hari tiba, saat penduduk pulau menebang pohon terakhir, kayu terakhir di hutan yang malah mereka gunakan untuk mendulang uang.

Tanpa kayu untuk memanaskan tungku, industri garam Pulau Laesoe lantas runtuh. Sama sekali tak ada pohon, tak ada penghalang angin, desa-desa di Pulau Laeso rutin dikubur badai pasir yang merusak rumah mereka. Udara menjadi penuh dengan garam laut dan itu menghambat pertumbuhan berbagai jenis pohon, bahkan rumput.

Untungnya Pulau Laesoe memiliki eelgrass (sejenis rumput laut) yang sama melimpahnya seperti persedian garam mereka. Mereka juga masih punya banyak kayu apung yang cukup kokoh untuk dijadikan fondasi. Lalu, dibuatlah rumah-rumah dari bahan-bahan itu.

Karena eelgrass secara alami diresapi garam, seiring waktu atap rumah mereka akan memadat dan mengeras. Tak hanya tahan air, atap penduduk Laesoe juga tahan api serta sangat kuat sehingga dapat diinjak.

Atap yang bisa tahan hingga ratusan tahun itu juga sangat berat. Menurut Amusing Planet, dibutuhkan sekitar 300 kilogram rumput laut hanya untuk satu meter persegi atap rumah di Pulau Laesoe.

Pada abad ke-18, ada lebih dari 250 rumah di Pulau Laesoe. Namun pada tahun 1920-an, penyakit jamur menyapu banyak eelgrass dan produksi untuk atap rumah pun menurun. 

Kini, hanya tinggal 20 rumah saja yang ada di sana. Meski begitu, mereka dapat lebih bersyukur, karena sekarang hutan Laesoe sudah lebat lagi.




Pertamax Hanya untuk TS emoticon-Sundul
apa gak takut ambruk itu rumahnya emoticon-Belo
kok mirip batu ya??emoticon-Motret
tebel banget atapnya
kuat tuh
akibat tidak bijak dalam mengelola hasil alam
serakah, penyakit manusia sejak dulu yg bikin dunia ini rusak..
...

HT kok sepi? emoticon-Ngacir
gak roboh tuh rumah?
fix itu batu kek dipantai. emoticon-Leh Uga
kayanya bagus tuh kalo diteliti lg
gilaaa lempengen atapnya gaada cerita maling lewat atap
Serakah tidak membawa berkah.
keren
alam pun membalas
Mantaapplp emoticon-2 Jempol
Mejeng dulu di pulau laesoe emoticon-dor
sepi banget HT emoticon-Hammer2
Mending ini jadiin HT min
Quote:Kini, hanya tinggal 20 rumah saja yang ada di sana. Meski begitu, mereka dapat lebih bersyukur, karena sekarang hutan Laesoe sudah lebat lagi.


Syukurlah emoticon-Cool
Gembok sekalian