alexa-tracking
Kembali ke Versi Lama
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5aa75215947868580a8b4568/kisah-aman-dimot-pejuang-kebal-peluru-yang-diharap-jadi-pahlawan
13-03-2018 11:22
Kisah Aman Dimot, Pejuang Kebal Peluru yang Diharap Jadi Pahlawan
Past Hot Thread
ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH


Kisah Aman Dimot, Pejuang Kebal Peluru yang Diharap Jadi Pahlawan


kisah Aman Dimot pahlawan kebal anti peluru

emoticon-Jempolemoticon-Jempolemoticon-Jempolemoticon-Jempol:

Kisah Aman Dimot, Pejuang Kebal Peluru yang Diharap Jadi Pahlawan

Salah satu kisah paling unik dan heroik yang selalu dikenang rakyat Tanoh Gayo Aceh Tengah sampai hari ini adalah kisah keberanian Abubakar Aman Dimot.
Lelaki kelahiran Tenamak Kecamatan Linge sekitar tahun 1900, oleh teman-temanya dipanggil Aman Dimot. Dia merupakan seorang pejuang asal Tanoh Gayo Aceh Tengah yang tergabung dalam pasukan Barisan Gurilla Rakyat (Bagura) yang dikomandani oleh Tengku Ilyas Leube.
Saat berlangsungnya Agresi Militer Belanda I, seluruh pejuang Aceh dengan sukarela menuju ke front Medan Area untuk menghalau pasukan Belanda yang ingin menduduki kembali wilayah nusantara.

Kisah Aman Dimot, Pejuang Kebal Peluru yang Diharap Jadi Pahlawan

Pada tanggal 30 Juli 1949, pasukan Bagura dan Mujahidin yang diperkuat oleh 45 orang dengan persenjataan senapan dan kelewang mengintai konvoy pasukan Belanda yang diperkuat 2 tank dan 25 truk. Diantara anggota pasukan pengintai itu termasuklah seorang “pang” (sebutan untuk orang yang berani dan kebal-bulletproof) yang bernama Aman Dimot. Dia selalu siap bertempur secara terbuka, kapan dan dimana saja.

Mereka sudah mengintai konvoy pasukan Belanda sejak pagi. Begitu iring-iringan mendekat ke kawasan Rajamerahe (Tanah Karo), pasukan Bagura bersama gerilyawan setempat menyerbu konvoy itu dan mencincang pasukan Belanda yang keluar dari tank. Pertempuran jarak dekat itu tidak kunjung berakhir, sementara pasukan Bagura sudah sangat lelah. Komandan pasukan sudah perintahkan seluruh personil untuk mundur, namun Aman Dimot tetap bertahan.

Dengan bersenjatakan kelewang, Aman Dimot kembali mengamuk sambil menebas pasukan Belanda yang dekat dengan posisinya. AR Hakim Aman Pinan (2003) mencatat, cukup banyak pasukan Belanda yang tewas karena sabetan kelewang Aman Dimot, namun tidak ada yang menghitung berapa jumlah pastinya.
Tragisnya, karena keasyikan menebas dan membabat pasukan Belanda, tanpa disadari Aman Dimot ternyata dia sudah dikepung oleh bala bantuan pasukan Belanda.

Sejumlah pasukan Belanda yang sedang mengepung Aman Dimot secara serentak melepaskan ratusan butir peluru dari senapan otomatis dan machine gun. Peluru-peluru tembaga yang dimuntahkan dari senapan pasukan Belanda membentur tubuh Aman Dimot, dan dia pun terkulai lemas. Meski peluru itu nyata mengenai tubuhnya, berdasarkan penuturan pasukan Bagura yang selamat, tidak ditemukan bekas luka peluru ditubuh Aman Dimot.

Kisah Aman Dimot, Pejuang Kebal Peluru yang Diharap Jadi Pahlawan

Pedang peninggalan Aman Dimot


Menyaksikan peluru yang mereka tembakkan tidak melukai tubuh Aman Dimot, pasukan Belanda panik.
Mereka khawatir, jika kemudian Aman Dimot pulih dari lemasnya bisa mengamuk dan menebas mereka dengan kelewangnya. Kemudian tubuh Aman Dimot digilas dan diseret dengan tank, ternyata masih juga hidup. Akhirnya tubuh Aman Dimot diletakkan dalam parit, lalu pasukan Belanda memasukkan granat ke mulut Aman Dimot dan meledakkannya.
Aman Dimot pun gugur sebagai bunga bangsa pada pukul 12.00 WIB yang akhirnya dikebumikan oleh penduduk setempat di Desa Kandibata Tanah Karo.
Semangat patriotik yang diperlihatkan Aman Dimot diakui oleh semua orang sampai hari ini. Sayangnya, meski sudah diusulkan kepada Pemerintah, toh si pemberani Aman Dimot belum memperoleh penetapan sebagai pahlawan. Dia orang biasa yang memiliki keberanian luar biasa, layak disebut pahlawan. Semoga di hari pahlawan tahun ini, sang pemberani itu mendapat perhatian dari Pemerintah, dan berhak menyandang gelar sebagai salah seorang pahlawan kemerdekaan.


SEKIAN TRIT ANE

THANKS YOU

emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)



Baca juga :

- LEGENDA TUAK.. WARNING!!!! Kalo Baca Jangan Sambil Minum Tuaknya..........

- TUAK PART II.. MANFAAT MINUM TUAK..

- Sederet Kontroversi dan Kisah Mengerikan Supersemar...

- Terungkap! Ternyata Beginilah Kehidupan Anak-Anak di Zaman Kerajaan Dulu.
0
Kutip
Balas
Urutan
Terlama
Halaman 1 dari 7
13-03-2018 11:24
Kalau beneran bisa kebal peluru & digilas tank masih hidup, sayang sekali kemampuannya nggak bisa diajarin ke orang lain

emoticon-Ngakak
Diubah oleh rk.awan.47
0
Kutip
Balas
13-03-2018 12:43
Menurut ane belum dijadikannya Pahlawan karena
- Namanya belum dikenal minimal sampai tingkat provinsi
- Pertempurannya berskala kecil karena sifat nya ambush atau skirmish
- Kisahnya bercampur dg mitos spt kebal dsb shg kurang menginspirasi

Sebenarnya banyak kok pejuang yg jadi legenda di masyarakat namun tidak bisa menjadi Pahlawan meskipun berjuang melawan Belanda. biasanya yg berstatus Jawara yg memimpin milisi nya sendiri.
Seperti Haji Darip, Syafei (Bang Pi'i), Timur Pane (menginspirasi tokoh fiktif Naga Bonar) dll
0
Kutip
Balas
13-03-2018 13:08
Quote:Original Posted By mamorukun
Menurut ane belum dijadikannya Pahlawan karena
- Namanya belum dikenal minimal sampai tingkat provinsi
- Pertempurannya berskala kecil karena sifat nya ambush atau skirmish
- Kisahnya bercampur dg mitos spt kebal dsb shg kurang menginspirasi

Sebenarnya banyak kok pejuang yg jadi legenda di masyarakat namun tidak bisa menjadi Pahlawan meskipun berjuang melawan Belanda. biasanya yg berstatus Jawara yg memimpin milisi nya sendiri.
Seperti Haji Darip, Syafei (Bang Pi'i), Timur Pane (menginspirasi tokoh fiktif Naga Bonar) dll


seharusnya legenda atau mitos2 kyk gt jauhkan dari sejarah kontemporer, ingat pertempuran Boxer, salah satu kebodohan romantisme yg menyebabkan korban jiwa sgt besar, yg make pedang dan tombak nerjang kepasukan eropa seperti film2 silat. Pasukan pemberontak yg ngberontak di zaman yg salah, mungkin kalo zaman dinasti han bisa berhasil tapi kalo zaman segitu, nganter nyawa
0
Kutip
Balas
13-03-2018 14:56
Quote:Original Posted By liamonters


seharusnya legenda atau mitos2 kyk gt jauhkan dari sejarah kontemporer, ingat pertempuran Boxer, salah satu kebodohan romantisme yg menyebabkan korban jiwa sgt besar, yg make pedang dan tombak nerjang kepasukan eropa seperti film2 silat. Pasukan pemberontak yg ngberontak di zaman yg salah, mungkin kalo zaman dinasti han bisa berhasil tapi kalo zaman segitu, nganter nyawa


bener juga, sesuatu yg dikabarkan dari mulut ke mulut jadinya kurang dipercaya bahkan kadang dibesar2 utk tujuan heroisme
0
Kutip
Balas
13-03-2018 15:22
Quote:Original Posted By mamorukun


bener juga, sesuatu yg dikabarkan dari mulut ke mulut jadinya kurang dipercaya bahkan kadang dibesar2 utk tujuan heroisme


jadi inget kasus di negeri sebelah.

ada tokoh pahlawan yang ternyata datanya mismatch dengan milik jepang sehingga jadi bahan lawakan. katanya melawan dan menimbulkan korban jiwa yang besar di pihak lawan, padahal tidak ada catatan serupa di pihak lawan. demikian juga dengan banyak klaim lainnya yang satu per satu digugurkan dalam studi yang dilakukan. alhasil ketahuan fiktif dan jadi aib bagi keluarganya yang balas menuntut profesor sejarah ke meja hijau karena membuat malu/ merusak nama baik.

uniknya di negara otoriter, putusan pengadilan tentu jauh dari kata netral atau adil, cenderung politis dan praktik nasionalis sempit. bukannya memutuskan kebenaran sesuai fakta malah menyalahkan si profesor sejarah karena artikelnya dianggap nihilistik. jadi bagi mereka yang paling penting itu cerita kepahlawanan walaupun fiktif sekalipun. ini klop dengan tendensi negara otoriter untuk menggunakan propaganda palsu sekalipun untuk mengambil hati rakyatnya.

karena itu mempersoalkan benar/ salahnya cerita kepahlawanan, bahkan yang terbukti salah, atau klaim nya terlalu muluk-muluk bin fiksi justru dianggap mencari masalah dengan penguasa. emoticon-Leh Uga

semoga hal sesat seperti di atas tidak terjadi pada negara kita. semoga hanya yang betul-betul berhak menjadi pahlawan yang menyandang sebutan terhormat tersebut.
0
Kutip
Balas
13-03-2018 15:42
Quote:Original Posted By rossdeleon


jadi inget kasus di negeri sebelah.

ada tokoh pahlawan yang ternyata datanya mismatch dengan milik jepang sehingga jadi bahan lawakan. katanya melawan dan menimbulkan korban jiwa yang besar di pihak lawan, padahal tidak ada catatan serupa di pihak lawan. demikian juga dengan banyak klaim lainnya yang satu per satu digugurkan dalam studi yang dilakukan. alhasil ketahuan fiktif dan jadi aib bagi keluarganya yang balas menuntut profesor sejarah ke meja hijau karena membuat malu/ merusak nama baik.

uniknya di negara otoriter, putusan pengadilan tentu jauh dari kata netral atau adil, cenderung politis dan praktik nasionalis sempit. bukannya memutuskan kebenaran sesuai fakta malah menyalahkan si profesor sejarah karena artikelnya dianggap nihilistik. jadi bagi mereka yang paling penting itu cerita kepahlawanan walaupun fiktif sekalipun. ini klop dengan tendensi negara otoriter untuk menggunakan propaganda palsu sekalipun untuk mengambil hati rakyatnya.

karena itu mempersoalkan benar/ salahnya cerita kepahlawanan, bahkan yang terbukti salah, atau klaim nya terlalu muluk-muluk bin fiksi justru dianggap mencari masalah dengan penguasa. emoticon-Leh Uga

semoga hal sesat seperti di atas tidak terjadi pada negara kita. semoga hanya yang betul-betul berhak menjadi pahlawan yang menyandang sebutan terhormat tersebut.


Pahlawan China?
0
Kutip
Balas
13-03-2018 15:49
Quote:Original Posted By xiongdi108


Pahlawan China?


baca sendiri deh ya, kasusnya ramai sudah berapa tahun lalu. keywordnya agak susah carinya

https://www.nytimes.com/2016/06/29/w...ve-heroes.html
0
Kutip
Balas
13-03-2018 16:11
Quote:Original Posted By rossdeleon


baca sendiri deh ya, kasusnya ramai sudah berapa tahun lalu. keywordnya agak susah carinya

https://www.nytimes.com/2016/06/29/w...ve-heroes.html


Udah gue duga, kebiasaan negara sana terlalu membesar-besarkan sesuatu yang sebenarnya biasa2 aja sampe2 myth atau legenda bisa jadi kenyataan sejarah emoticon-Ngakak
0
Kutip
Balas
15-03-2018 22:57
manusia pasti ada lemahnya lah
1
Kutip
Balas
16-03-2018 00:00
kalo yg jd lawan less educated bisalah buat psy-war emoticon-Leh Uga
celakanya malah yg sepihak yg less educated emoticon-Ngakak
0
Kutip
Balas
18-03-2018 19:04
Wah kebal peluru keren tuh
0
Kutip
Balas
18-03-2018 19:04
Ane baru tau Gan...
emoticon-Matabelo
0
Kutip
Balas
18-03-2018 19:05
hebat kebal peluru
0
Kutip
Balas
18-03-2018 19:05
nais nambah wawasan sejarah... emoticon-2 Jempol
0
Kutip
Balas
18-03-2018 19:05
Sejarah nih coy emoticon-Cool
Gua hatein dah emoticon-shakehand
0
Kutip
Balas
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 08
18-03-2018 19:06
Aampun mulutnya dijejelin granat gitu emoticon-Mewek
0
Kutip
Balas
18-03-2018 19:06
emoticon-sad
0
Kutip
Balas
18-03-2018 19:07
emoticon-Hansip
Diubah oleh pleaseleaveme
0
Kutip
Balas
18-03-2018 19:07
Oooo

Nyimak Onlen. emoticon-Cool
0
Kutip
Balas
Halaman 1 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2018 Kaskus – The Largest Indonesian Community