alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
1024
1024
KASKUS
51
244
4.33 stars - based on 39 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5a55d3b62e04c8a62a8b4572/cerita-kita-untuk-selamanya-harpocrates-a-sekuel
Lapor Hansip
10-01-2018 15:49
Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]
Past Hot Thread
Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]

@CERITAKITAUNTUKSELAMANYAemoticon-Malu


"Harpocrates had become the symbol for secrets and mysteries. I have no qualms about representing silence, but to me silence does not mean keeping secrets, it means serenity. It is in silence that one meditates. It is in silence that words of poetry find their source. And it is in silence that a kiss is given"

---------------------------------------------------------

Quote:Original Posted By adekgantengom
Om, adek dah mampil cini nih emoticon-Baby Boy


emoticon-Betty emoticon-Betty emoticon-Betty

Seperti biasa, sebelum masuk ke inti cerita, ada beberapa hal yang harus gw jelasin dulu disini yah. Gak banyak kok dan sifatnya juga sepele, tapi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya hal-hal sedikit dan sepele ini tetep harus disampaikan emoticon-Big Grin

Pertama, dan yang paling penting, adalah cerita ini merupakan lanjutan dari cerita yang sudah gw tulis sebelumnya (Cerita kita untuk selamanya). 70% formatnya masih sama, cuma di cerita ini nanti ada beberapa tokoh baru dan latar baru juga. Anggap cerita ini fiksi supaya tidak ada asumsi-asumsi yang tidak diinginkan yang lahir dari anggapan kalau cerita ini non-fiksi, apa sihemoticon-Big Grin

Kedua, Bibi masih ada? masih. bibi selalu ada didalam hati dan sanubari gw jadi dia masih dapet porsi dicerita ini, gak besar-besar amat tapi cukup, kalian ngertilah maksud gw apa.

Ketiga, karena cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya, jadi gw saranin kalian buat baca dulu cerita yang pertama sebelum lanjut ke cerita ini.

Ke-empat, poin ini masih gw tujukan untuk menjelaskan betapa apresiasi dari kalian itu berharga banget buat gw, jadi kalau berkenan selalu tinggalkan komen dan kalau suka jalan ceritanya bisa tinggalkan ratenya, it reaaallly means something guys for me, halah emoticon-Big Grin

Terakhir, sebelum baca cerita ini jangan lupa berdoa dulu, karena bakal ada adegan horror yang terjadi. jadi persiapkan diri kalian. Untuk genre, story lanjutan ini genre nya horror - romance - comedy

Jadwal update? Diusahakan tiap ada waktu luang.

Masih ada pertanyaan? we are good to go to first chapter?

Okeey, lets gooo. emoticon-Big Grin


INDEKS:

KHATMANDU - PROLOG

PART I
DHAULAGIRI

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27

PART II
MACHAPUCARE

Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56

PART III
ANNAPURNA

Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59 - Truth or Dare Part I
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
Chapter 67
Chapter 68
Chapter 69
Chapter 70
Chapter 71
Chapter 72
Chapter 73
Chapter 74
Chapter 75
Chapter 76
Chapter 77
Chapter 78
Chapter 79
Chapter 80
Chapter 81
Chapter 82
Chapter 83
Chapter 84

PART IV
FINAL PART

Chapter 85
Chapter 86
Chapter 87

SHORT STORY:
Hi, I am Valentine!
Happy Valentine, Bi! emoticon-heart

BONUS:
Gallery foto Semarang

Playlist #CERITAKITAUNTUKSELAMANYA on Spotify

Cerita Kita Untuk Selamanya : Harpocrates [Versi Wattpad]

Hints: Alur part II machapucare nyambung ke alur Prolog di story pertama. Dalam beberapa chapter lagi cerita ini bakal masuk ke episode khatmandu. Yang mau ngeramal apa yang bakal terjadi di khatmandu waktu dan tempat dipersilahkan. emoticon-Big Grin

Eh bre, 3 bulan lagi bibi ulang tahun. Gw bakal berterimakasih banget buat siapapun yang mau ngucapin selamat ulang tahun ke dia. Beneran. emoticon-Big Grin Semoga cerita yang gw tulis ini ngasih manfaat, kalau bukan karena bibib mungkin cerita ini gak bakal ada. emoticon-Big Grin

Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]

Makasih buat penulis #temantapimenikah yang mau berpartisipasi dalam rangka ngucapin ulang tahun ke bibib. semoga segala sesuatu yang berhubungan sama peluncuran filmnya lancar.

Makasih juga buat semuanya yang udah berpartisipasi meramaikan story ini. Kalian terbaik!

emoticon-Betty


Quote:
Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]

"Bi?"
"Ya?"
"Aku mau nulisin cerita buat kamu, 100 chapter lebih"
"Banyak banget, yakin selesai?"
"Yakin lah, ceritanya aku mulai dari sini yaaah bibkuu..."


emoticon-Betty

Based on true story.
#ADSR
#IndonesiaMembaca
Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL] CERITA KITA UNTUK SELAMANYA [TAMAT]
emoticon-heart


Ada yang pengen diseret emoticon-Leh Uga

Quote:Original Posted By fenrirlens
seret ke pejwan ren.. daripada di acak2


Disclaimer:

Quote:Original Posted By blezzernet
dont smoke, its.......... bad for ur health... trust me emoticon-Smilie


Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]

emoticon-Tepuk Tangan emoticon-Tepuk Tangan emoticon-Tepuk Tangan emoticon-Tepuk Tangan
Polling

Poll ini sudah ditutup - 8 Suara

Perlu ditambah gak bre adegan BB17? 
25%
perlu
12.5%
sangat perlu
0%
bentar gw baca dulu
62.5%
sesempet yang nulis aja
Diubah oleh rendyprasetyyo
1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 35
Lapor Hansip
10-01-2018 15:50
KHATMANDU - PROLOG

SABTU, 18 NOVEMBER 2017
DI ROOFTOP.


Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]


Quote:Bi.........

hari ini ceritanya selesai, emang ada rencana mau nambahin side story truth or dare, tapi tetep aja semua aku anggep selesai hari ini karena itu cuma cerita tambahan.

makasih bi, makasih atas semuanya. kamu mungkin gak sadar, tapi buat aku apa yang udah kamu kasih ke aku selama kita barengan itu beda dari yang lain. dan demi apapun bi, aku gak bisa nemu cewek yang bisa ngasih ke aku apa yang kamu kasih. aku kangen kamu bi, banget.

bi, maafin aku ceritanya telat selesai, aku pernah ngomong kalau cerita ini bakal selesai sebelum ulang tahun kamu tahun ini, tapi ternyata aku gak kuat waktu itu buat nyelesaiinya dan baru selesai sekarang, maaf. akhir-akhir ini aku juga baru sadar kalau aku gak utang kekamu aja, aku juga utang kemereka yang udah baca cerita ini, kalau gak aku tamatin aku bakalan ngecewain mereka, kasian mereka.

bi bahagia disana yah, cuma ini yang bisa aku sampe-in.
sayang kamu, selalu.


Angin malam berhembus menerpa wajah gw seiring dengan selesainya ketikan kata terakhir gw yang jadi penutup story yang udah di mulai penulisannya satu setengah tahun yang lalu.

"sayang kamu, selalu"


Iya sayang bibi selalu, itu yang coba gw sampein ke dia di kalimat terakhir story gw. Gw pengen dia tahu kalau pada akhirnya, setelah satu setengah tahun terlewati, gw tetep bisa nepatin janji buat nyelesaiin cerita ini setelah sekian banyak waktu terbuang dan perjuangan untuk melawan perasaan-perasaan pengganggu keyakinan. Dan pada akhirnya juga, setelah semua prasangka hadir dan pergi di hati sepi ini, kata sayang tetap jadi pilihan kata terakhir yang bisa gw sampaikan lewat cerita ini.

Pufft......

nafas panjang ini gw dedikasikan untuk semua keringat dan peluh selama satu setengah tahun kebelakang akibat terlalu banyak ngetik-ngetik kata didepan layar laptop atau pc.

Malam ini langit keliatan tenang banget, padahal beberapa hari sebelumnya Jakarta dilanda cuaca gak menentu. Malam ini, angin bertiup sepoi-sepoi, perasaan tenang, sunyi, ditambah dengan kepuasan karena sudah menyelesaikan salah satu karya terbesar dalam hidup gak bisa menahan gw untuk gak ngerokok. gw ambil rokok buat ngerayain momen bersejarah ini. Mungkin perasaan kayak gini gak bakal gw rasain lagi, jadi sedikit perayaan gak akan buat gw jadi makhluk paling berdosa di semesta.

Gambaran berbagai macam konsekuensi yang bakal gw terima dari mempublish cerita gw dan bibi pun melintas diantara kelap-kelip gedung daerah Sudirman yang gw tatap dari lantai 5 bangunan kosan ini. Jelas, mempublish sebuah cerita pribadi yang harusnya gak diketahui banyak orang itu penuh resiko. berbagai respon bakal hadir dari berbagai isi fikiran yang sudah membaca cerita gw nanti. respon-respon ini lah yang gw takutkan bakal merubah sudut pandang gw, merubah sudut pandang bibi, merubah sudut pandang orang terdekat gw tentang bagaimana perjalanan hidup gw dan darisini bakal ada konsekuensi lanjutan yang pasti, cepat atau lambat bisa memperbaiki atau juga bisa merusak kehidupan gw dan pastinya kehidupan bibi juga.

"gak, gw gak akan ngehapus cerita ini kalau bukan bibi yang nyuruh dan minta"


dibeberapa kesempatan, emang sempet terlintas difikiran gw untuk menghapus cerita ini dan ngelupain semuanya. tapi setelah sekarang semua selesai, fikiran tentang menghapus cerita ini jelas harus gw buang jauh-jauh. gw yakinin diri gw kalau gw gak akan ngehapus cerita ini kecuali bibi yang minta. titik.

satu setengah taun setelah kepergian bibi gw masih belum bisa ngelupain dia dan memperparah status ketidak-moveon an gw dengan menyelesaikan stori ini. dan kalimat penutup bukannya mendukung status ke-moveon-an gw, malah bikin orang-orang berfikir kalau gw cuma cowok yang gak bisa ikhlas karena kepergian satu cewek. jujur sebenernya gw gak pernah peduli sama penilaian siapapun tentang gimana gw ngejalanin hidup gw, bibi itu penting dan gak ada yang bisa merubah persepsi ini. tapi kadang disaat saat tertentu, hal-hal tentang penilaian orang lain cukup bikin gw untuk seenggaknya males pergi kerja dan dateng ke kantor dengan kondisi telat 15 menit.

Dan kemungkinan besar dalam waktu dekat, bakal ada beberapa orang yang dateng ke bibi dan nanya "bi, lu kenal rendy?". Ngebayangin bibi diteror dengan pertanyaan ini gw cuma bisa berharap bibi buat bilang "gak, rendy siapa?" karena jawaban itu kayaknya lebih realistis sekarang dibanding bibi harus jujur dan pertanyaan pertanyaan lain bakal memborbardir dia.

Pufft....

gak, penyelesaian cerita ini bukan akhir dari kisah kehidupan gw. hidup gw masih bakal berlanjut. gw masih harus nulis berbagai macam tulisan lagi, gw masih harus nulis lanjutan kisah kehidupan gw ini, pokoknya hidup gw gak selesai dengan selesainya cerita ini.

Terlalu lama ngetik chapter penutup didepan layar laptop bikin gw lupa buat ngecek handphone gw. dan masih seperti dulu, sebelum bibi pergi, gw masih males buat membuka diri dengan siapapun, jadi pengecekan hp ini tujuannya cuma buat liat jam dan kadang buat bales chat dari nyokap.

JAKARTA - KHATMANDU
PUKUL: 13:10, 16 DESEMBER 2017
KEBERANGKATAN: CGK - SOEKARNO HATTA
TERMINAL TWO


beberapa bulan lalu, tanggal 29 april 2017, gw booking tiket pulang - pergi jakarta khatmandu. tiket pesawat ini selalu gw buka disaat-saat senggang gw, tujuannya cuma buat ngeyakinin diri gw kalau gw gak ada waktu buat main-main dan gw harus menyiapkan fisik dan mental buat perjalanan ke khatmandu ini.

"sebulan lagi" kata gw dalem hati. sebulan lagi gw bakal melakukan sebuah perjalanan penting yang gw harap bisa merubah hidup gw.

Puffft...

dengan hembusan rokok terakhir ini, gw tutup laptop dan mutusin buat balik kekamar dan mempersiapkan segalanya, lagi.
Diubah oleh rendyprasetyyo
3
Lapor Hansip
10-01-2018 15:56
PART I - DHAULAGIRI
CHAPTER I

Kamis, 27 April 2017

Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]


"udah book tiket tgl 16 des jam 13.30, pulangnya 25 dec jam 21.25. Gw mantau tiket sejak Maret 2017 pas lagi promo, waktu itu harganya 3.9 juta di tunggu2 ga turun2 malah naik di atas 4 jt. Harga udah termasuk bagasi 30kg & dapet snack/meal (kl ga salah), tiketnya juga connecting. Kalo belinya KUL-KTM malah lebih mahal dari CGK-KTM"

Email dari lisa gw terima di jam makan siang. Lisa, cewek yang keyakinan agamanya kuat dan gak pernah neko-neko ini tipe cewek yang detailed oriented dan selalu mempersiapkan semuanya seteliti mungkin. Info tentang harga tiket yang gw minta kemaren dikirim dengan detail. Dari info ini gw dapet kesimpulan kalau harga tiket ini terlalu mahal. Iya, terlalu mahal, tiket PP jakarta khatmandu bisa dipake 2 kali PP singapura plus menginap sekitar 3 hari.

Penampakan Lisa? Dia cewek tinggi (sepantaran gw) kurus dan kemana mana selalu di hijab. Cewek hijab + detailed oriented + punya keyakinan agama kuat adalah urutan teratas dari tipe tipe cewek yang susah buat dideketin. Dan perlu digaris bawahi kalau gw gak tertarik buat punya hubungan lebih sama lisa. Alasan kenapa dia detailed oriented adalah mungkin karena dia seorang sarjana akuntansi.

Ide buat ke khatmandu gw dapet dari dia. Kenapa dia pengen ke khatmandu? Katanya sih dia mau ke khatmandu karena mau nyobain trekking himalaya dan keliling kota ini aja. Total 10 hari perjalanan menurut lisa cukup buat ngelakuin semuanya. Gak ada niat terbesit di benak gw buat mengajukan pertanyaan lanjutan tentang kenapa halhal kayak gini menarik perhatian dia, seorang cewek agamis yang biasanya lebih tertarik ke hal hal yang berbau ibadah.

Terus kenapa gw pengen ikut rencana gila lisa? Gak tau, gw ngerasa terpanggil aja buat dateng ke khatmandu. Khatmandu yang ada di fikiran gw adalah kota yang penuh dengan kuil dengan pengaruh hindu dan budha yang kuat. Dateng ke tempat tempat kayak gini gw rasa penting buat psikis gw yang beberapa bulan terakhir bergejolak tak tentu arah. Rencana trekking himalaya cuma gw anggap sebagai upaya tambahan dalam rangka mendapat ketenangan batin selain mengunjungi kuil kuil.

Gejolak psikis, tekanan pekerjaan, keteteran dalam menyelesaikan story yang lagi gw tulis, dan terlalu lama dibelit sepi bikin gw yakin kalau gw harus kesana, ke tempat yang mungkin gw bisa belajar hal hal baru, belajar mengendalikan diri dan emosi, sekalian liburan hunting hunting foto buat dipost di instagram.

Lisa, seorang akuntan yang seumuran gw ini, berdomisili di bogor, jadi cuma ada kemungkinan sekitar 0.425445%, setelah gw hitung dengan ilmu akuntansi asal asalan gw yang jelas gak berdasar, buat kita ketemuan dan ngebahas semua hal yang berbau persiapan kesana. Keterbatasan masalah jarak ini membuat semua hal yang berbau persiapan gw percayain ke dia. Dari semua jenis hal yang harus dipersiapkan, tiket pesawat jelas masuk dalam hal pertama yang harus disiapkan, dan hal ini sekarang yang lagi gw bahas sama dia.

Selain lisa, perjalanan ke khatmandu ini juga bakal ditemenin sama vivi dan budi. Vivi dan budi ini sama kayak lisa, mereka akuntan, kerja di bank, tapi posisinya lagi jauh di banjarmasin. Dan karena gw sekarang adalah cowok dengan tipikal cowok introvert, segala hal yang ada hubungannya dengan vivi dan budi lagi lagi gw percayain ke lisa.

Persiapan di akhir April untuk perjalanan akhir desember masuk ke kategori persiapan tercepat yang pernah dilakuin traveler-traveler yang rata rata baru mulai persiapan 3 bulan sebelum berangkat. Jadi gw ambil kesimpulan kalau pembahasan tiket ini bisa dipending dulu, sambil mantau dan berharap harga tiket tibatiba turun. Dan lisa sebagai seorang akuntan pasti ngerti hal kayak gini tanpa harus gw kirim pesan ke dia.

Alasan lain gw pengen pending bahasan tiket ini adalah karena hati gw masih belum yakin sama perjalanan ini. Gw takut semua bakal sia-sia. Dan gw yakin, kalau bibi atau orang terdekat gw tau, dia pasti nyuruh gw untuk pikir masak-masak lagi keputusan gw untuk pergi ke khatmandu ini.
Diubah oleh rendyprasetyyo
2
Lapor Hansip
10-01-2018 15:57
PART 1 - DHAULAGIRI
Chapter 2

Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]


Ke khatmandu bakal jadi pengalaman pertama kali gw trekking naik gunung setelah terakhir kali gw treking ke alam itu sekitar kelas 2 SMA.

Dulu, waktu gw masih polos dan belum mengenal cinta, kehidupan SMA gw dipenuhi sama kegiatan ekstrakulikuler pramuka. Gw mengecap bangku SMA disebuah kota di propinsi sumatera barat, Namanya Bukittinggi. Kota ini, sesuai dengan namanya, sebagian besar terdiri dari daerah perbukitan dengan tebing tebing terjal dan persawahan di dasar bukit.

Bukit-bukit ini masih asri, ditumbuhi banyak pohon rindang. Kebanyakan pohonnya berfamili dipterocarpae, lauracea, sama pohon pohon lain yang berkayu kuat dengan daerah pertumbuhan yang cocok dengan kondisi tanah bukit barisan. Dulu gw belum menemukan jatidiri sebagai seorang penulis jadi gw gak pernah kepikiran buat nyari inspirasi dan nulis di alam terbuka, dan jelas penyesalan ini menghantui perasaan gw sekarang.

Salah satu daerah perbukitan yang terkenal adalah "Ngarai Sianok". Ngarai sianok adalah perbukitan yang menjalar dari daerah rumah gw sampe kesekolah yang biasanya ditempuh 20 menit menggunakan mobil. Iya letaknya sebenernya deket rumah, 5 menit jalan kaki dari rumah udah bawa kalian ke atas bukit yang tingginya berkisar 500 - 1000 meter dan kalian dikasih pilihan 2 opsi antara langsung loncat ke bawah yang langsung tembus sama daerah persawahan atau turun lewat tangga yang udah dibangun yang sepanjang jalan turun masih banyak pohonpohon rindang.

Sekolah gw terletak didaerah pinggir kota, jadi dibanding sekolah negeri lain, sekolah gw ini kesan alamnya lebih kerasa karena letaknya paling jauh dari pusat kota dan kondisi alam dan perbukitannya masih terjaga karena letaknya deket banget sama ngarai sianok ini. Tiap pagi, dari rumah, gw harus jalan kaki sekitar 10 menit buat mangkal di tempat dimana bus sekolah biasanya ngambil penumpang buat dijemput dan mengantarkan penumpang penumpang ini supaya gak telat sampe disekolah.

Kondisi alam yang masih terjaga ini membuat kegiatan ekstrakulikuler di sekolah gw didominasi dengan ekstrakulikuler yang berbau menjelajah alam. Dan pilihan gw jatuh kepada PRAMUKA. 2 tahun ikut pramuka, karena kelas 3 gw udah gak disini dan bokap harus pindah ke jawa, ngajarin gw banyak hal. Gak terhitung berapa kali gw hiking, camping, survival, belajar tali temali, baris berbaris. Dari halhal inilah mungkin kekuatan otot kaki gw bisa jadi kayak sekarang emoticon-Frown

Sekali lagi, konsekuensi dari pengalaman 2 tahun berkecimpung dalam kegiatan pramuka membuat insting gw tentang halhal berbau keselamatan diri di alam udah lumayan terlatih, seenggaknya sampe setahun setelahnya. Sekarang jangankan insting survival, suhu kamar 27 derajat aja gw udah kedinginan. Dengan kondisi fisik yang termakan usia ini, gw dengan bodohnya ngerencanain buat treking himalaya yang notabene nya adalah gunung tertinggi, di dunia, bukan tertinggi tingkat kecamatan kayak yang gw lakuin waktu SMA dulu.

"Gw udah beli tiket berangkat, tapi tiket pulangnya belum, jadwalnya bareng sama lu kok"

Malem ini ditanggal 29 April 2017, setelah banyak pertimbangan yang gw olah masak-masak, akhirnya gw membulatkan tekad dan keyakinan buat pergi ke khatmandu. Gw pengen ngerasain lagi sensasi sensasi zaman SMA dulu yang udah hampir 10 tahun gak gw rasain. Gw kabari lisa segera setelah gw booking tiket berangkat.

"Good, ntar tiket pulangnya terserah lu mau ngambil jam berapa, yang penting tanggal 26 kita balik" jawaban lisa yang gw dapet pagi setelah malam sebelumnya gw kabari dia kalau gw udah beli tiket berangkat. Persiapan selesai? Gak, masih jauh dari kata selesai.

Satu hal krusial lagi yang belum selesai dan harus selesai secepat mungkin, Paspor.
Diubah oleh rendyprasetyyo
1
Lapor Hansip
10-01-2018 15:57
PART 1 - DHAULAGIRI
Chapter 3

Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]


People come and go...
Memories dont.....


2017 udah mulai memasuki bulan mei dan langkah gw buat ke khatmandu udah gak mungkin mundur karena tiket yang gw booking statusnya not refundable, beberapa hari yang lalu lisa ngabarin gw tentang hal ini. Jadi mau gak mau gw harus tetep berangkat katanya.

5 bulan sudah 2017 berlalu. Banyak hal terjadi beberapa bulan ke belakang sebenernya, ada yang datang dan ada yang pergi, salah benar pun datang silih berganti. Semua sudah diperingatkan kalau didunia ini tak ada yang abadi, bahwa semua pada akhirnya akan kembali, kembali ketempat yang dimana sesuatu itu harusnya berasal. sayang semesta seakan tak mau kompromi tentang kapan perpisahan itu harus terjadi. Semua bisa terjadi bahkan ketika kau sedang menikmati indahnya mimpi.

November 2016, gw beli papan skateboard. Papan berukuran 7.65 itu punya standar griptape dengan deck motif mata satu dengan tulisan "mystery" disekelilingnya didominasi warna merah hitam, khas peradaban yunani. Gak ada yang spesial dari papan ini kecuali ada sticker dengan tulisan "Bianca Superhero On Board" plus sticker iron man dibagian deck. Papan ini, seenggaknya, yang menyelamatkan gw dari kejamnya rasa sepi karena lewat papan ini gw bisa menyalurkan tenaga buat hal hal yang lebih bermanfaat.

Perjalanan gw dan papan ini beberapa bulan kebelakang penuh lika liku. Penuh kejadian jatuh bangun dan tetesan keringat. Setelah sebulan dibeli dan dipake latihan beberapa kali dimonas, akhirnya diawal tahun 2017 pemda DKI meresmikan kalijodo skatepark sebagai skatepark terbaik se Asia tenggara, dan tanpa buangbuang waktu gw usahakan untuk selalu kesana di tiap minggu buat latihan dan ketemu sama teman teman baru.

3 bulan ini banyak hal yang gw temuin di kalijodo skatepark ini. Mingguminggu pertama ngeskate gw sempet selfie sama skater bule. Gak cuma orang dewasa, skater yang main disini itu ada yang masih anak anak juga. Pokoknya siapapun selama kalian pengen coba skating dateng aja kesana.

Selain bule, ada satu anak yang dikemudian hari gw tau namanya Fadil. Fadil, anak berumur 5 tahun, selalu nge-skate bareng ayahnya. Skill bermain fadil diatas ratarata kalau dibandingin sama anak sepantaran dia, tapi gw gak heran karena fadil langsung diajarin ayahnya sendiri. Ayah fadil mungkin umurnya 2 atau 3 tahun diatas gw, tapi pembawaanya ala ala pembawaan skater banget, dengan raut muka khas indonesia, rambut belah pinggir panjang sebahu, tinggi badan semampai ini ayah fadil cukup jadi pusat perhatian para pengunjung skatepark. Ya wajar sih emang. Skill mainnya juga keliatan udah pengalaman.

Interaksi antara fadil dan ayahnya terlalu sering membuat hati gw mencelos 10 cm. Pernah ada satu momen dimana fadil gagal ngetrik dan jatuh terus nangis, ayahnya langsung dateng, ngegendong dia sambil di pukpuk ala bayi. Keberanian ayah fadil buat ngelatih anaknya main skate dari kecil buat gw terlalu keren. Gak banyak orang tua yang kayak gini.

Dari kalijodo gw ketemu banyak temen baru dari berbagai usia. Semuanya kerasa spesial karena kita kita dipersatukan cuma karena kesamaan hobi tanpa harus ada tuntutan hangout bareng atau segala sesuatu yang sifatnya milenial karena masing masing sadar urusan masing masing.

Selain temen skate, temen temen kantor juga banyak yang datang dan pergi. Mas budi, kak dipta, kak trisna masih ada tapi. Tempat duduk gw juha beberapa kali pindah karena beberapa kali juga ada rotasi. Pindahnya tempat duduk ini gak berarti diikuti dengan perpindahan perasaan gw terhadap bibi. Rasa yang sama selalu terbesit dibenak gw tiap gw lewat tempat duduknya dan liat kalau tempat itu sekarang kosong.

Beberapa bulan kebelakang yang coba gw lakuin sebenernya cuma mau memperbaiki kehidupan gw lagi, tapi bukan berarti gw mulai membuka diri, ntahlah mungkin gw emang udah mulai terbiasa mandiri.

Ah, betapa semua beda sekarang, setelah kamu gak ada, bi.
Diubah oleh rendyprasetyyo
1
Lapor Hansip
10-01-2018 15:58
PART I - DHAULAGIRI
Chapter 4

Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]


"Hai, lu lagi dimana" suara lisa masuk bergantian sama klason mobil di sepanjang jalan thamrin. Sore ini, pulang kerja gw langsung main ke bundaran HI buat sekedar ngeskate dan nyari makan malam disana.

"Apaan sih? Tumben amat lu nelfon" gw bales pertanyaan dia. Tadi diatas papan skate tibatiba hp gw getar dan pas gw liat telfon dari dia dan langsung gw angkat.

"Galak amat sih lu, baper gak bisa nyelesaiin cerita kaskus? Iya? Gak usah bawabawa gw juga hahahahaha. Gw cuma mau ngasih tau kalau gw abis ngirim itin buat nanti di khatmandu emoticon-Big Grin" lisa udah jelas ngebales jawaban sewot gw dengan jawaban yang lebih sewot, dan gw gak kaget.

"Ngirim apaan? Ketan? Gw gak minta" gw bales lagi pertanyaan dia. Thamrin sore ini padet banget arah ke harmoni karena sekarang emang jam jam pulang kerja. Beberapa karyawan juga milih pulang naik busway dan kondisi halte busway sama aja, penuh.

"Itin rendy, itin" lisa ngebales lagi.

"Itin? Apaan? Buat apa? Gw baru denger" gw jawab jujur karena gw emang baru denger itin itu apa. Gw putusin buat duduk dulu dikursi besi yang disediain di sepanjang jalan thamrin.

"Haduh, itin itu kayak rencana perjalanan kita selama 10 hari, biar gak bingung aja nanti disana mau ngapain, ada kemungkinan juga imigrasi bakal nanyain itin sih" lisa ngejawab. Mendengar jawaban ini gw sebagai pemula dibidang traveling jadi ngerasa minder. Lisa dengan segala kesibukannya masih sempet buat mempersiapkan perjalanan ke khatmandu, sementara gw, waktunya cuma abis buat hal hal gak jelas.

"Kirim ke email? Iya ntar gw cek ya, budi sama vivi udah beli tiket?" Gw gak buang buang kesempatan ini untuk nyari tau hal lain karena jarang jarang lisa nelfon kayak gini.

"Belum, mereka belum beli. Kenapa nanyain mereka? Lu gak mau pergi berdua gw aja?" Lisa ngebales, nada suaranya agak beda sekarang.

"Belum beli? Mereka beneran mau ikut kita? Gw gak masalah sih berdua aja. Gw mau urus paspor dulu, ingetin ntar" gw bales lagi omongan dia. Karena emang gw agak risih kalau harus pergi rame rame. Berempat itu menurut gw udah cukup banyak.

"Katanya sih ikut, ntar gw tanyain lagi. Ampun udah beli tiket belum urus paspor, iya ntar diingetin. ya udah ah bye, gw mau balik kantor dulu" lisa nutup perbincangan secara sepihak.

Gw dan lisa, adalah partner satu organisasi dulu waktu kuliah, udah banyak hal yang kita lakuin bareng dan gw gak pernah ngeraguin kemampuan dia selama ini. Rapat bareng, jadi panitia bareng. Hubungan kita berdua sebagai partner organisasi mulai berjarak sejak gw mulai fokus skripsi dan benerbener lost kontak setelah dia lulus duluan.

Beberapa hari yang lalu, sebelum beli tiket, ntah ada angin apa, tibatiba gw ketemu lagi sama kontak dia dari facebook. Dari beberapa kali obrolan muncullah ide buat ke khatmandu ini.

Bundaran HI, setelah jam 6 keatas, bakal dipenuhi sama pedagang makanan, tapi cuma buat arah ke grand Indonesia aja. Pedagang ini sengaja memanfaatkan momen pulang kantornya para karyawan jadi mereka gak perlu takut dagangannya sepi pembeli.

Setelah sampe disana, gw langsung cari makan, gw pilih sate buat ngisi perut gw malem ini. Mbak penjualnya ternyata orang bandung dan waktu disana kita sibuk ngobrolin kenapa sate ayam yang dia jual gak dibakar tapi cuma di asep asep, gak sesuai sama ekspektasi gw. Tapi tetep gw abisin karena gw jarang makan siang sekarang karena istirahat siang gw sekarang dikosan.

Setelah makan, gw duduk dipinggir jalan thamrin sebrang bundaran hi, buat nyari akar permasalahan kenapa gw gak bisa nyelesaiin cerita kaskus gw, dan gw yakin hubungannya sama suasana hati gw akhir akhir ini
Diubah oleh rendyprasetyyo
0
Lapor Hansip
10-01-2018 15:58
PART I - DHAULAGIRI
Chapter 5


Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]


Budi sama vivi belum beli tiket?

Gw bingung memasukkan berita ini ke kategori berita buruk atau berita bagus.

Masalah pertama. Budi dan vivi belum beli tiket itu artinya ada kemungkinan gw dan lisa pergi ke khatmandu berdua aja. Pergi ke khatmandu berdua aja ini gak masalah sebenernya kalau rencana perjalanan gw dan lisa disana cuma pp jakarta khatmandu, setelah sampe disana gw langsung naik pesawat lagi buat pulang.

Cuma, berdasarkan itin yang gw terima kemaren dari lisa, rencana gw eh rencana lisa (gw cuma ngikut dia aja) disana itu bukan rencana mainmain. Cuma orang gila yang mau trekking ke poonhill, salah satu rute trekk di himalaya, dan keliling kota khatmandu yang bahkan budaya nya aja beda banget sama budaya disini, padahal belum pernah keluar negri sama sekali.

Trekking poonhill berdua lisa ditempat yang belum dikenal itu ibarat lu gak punya bakat nyanyi terus disuruh ikut indonesian idol dan nyanyi didepan jurijuri killer kayak chef juna, ahmad dani, dimas jay sambil koprol 27 kali. Kalau keberanian dan mental gak besarbesar amat mending gak usah dicobain karena kalau tetep nekat dicoba akhirnya bakal jelek banget, jelek buat fisik dan mental. Suhu disana, kondisi alamnya, musim dinginnya pasti bakal bikin lisa (dan gw) kekerenceman. Lisa, yang sepengetahuan gw bukan anak alam, gak tau kenapa nekat punya rencana buat trekking kesana.

"Aduh jauh banget gak kuat, lu duluan aja ntar gw nyusul (tapi gw harus siap dilempar batu gunung segede truk semen dari belakang kalau beneran berani ninggalin dia)"

"Duh haus, beli minum dimana, cariin warung dong"

"Duh cepel pengen mandi, tapi airnya dingin banget, cariin air panas gih"

Ngebayangin ini semua, dan keluhan-keluhan lain yang bakal keluar dari mulut dia, bikin gw lebih milih cedera tulang ekor karena nekat ngeskate ditangga yang tingginya 5 meter. Cedera tulang ekor, walaupun susah sembuh, sifatnya tetep cuma cedera fisik. Yang bakal gw dapetin kalau pergi berdua lisa aja ke himalaya itu bukan cuma cedera fisik, tapi cedera mental juga.

Untuk mengantisipasi ini lah harusnya budi dan vivi ikut. Dengan ikutnya vivi, seenggaknya lisa punya patokan dan punya temen buat gak mandi dan capek capek supaya bisa ke puncak.

Tapi pergi berdua aja juga bakal kerasa lebih adem kayaknya, ya walaupun konsekuensinya gw harus nanggung sendiri semua keluhan lisa, seengaknya semua keputusan tetep cuma berdasar kepala kita berdua. Jadi gw dan lisa masih bisa tetep bebas melakukan apapun kalau seandainya kita pergi berdua.

Sebenernya budi dan vivi ikutpun gak bakal ngasih banyak kemajuan. Gw gak terlalu deket sama vivi, vivi ini sama kayak lisa, dia akuntan. Rambut panjang dan berkaca mata dan agak punya keturunan chinese dikit, dikit banget malah. Sepengetahuan gw, vivi ini juga bukan anak alam jadi gw heran lisa ngomong apa kedia sampe dia mau ikut bareng ke khatmandu. Ada kemungkinan vivi ikut karena budi ikut, vivi dan budi ini cees banget soalnya

Budi, seorang akuntan, hobinya travelling, pengalaman segudang, tapi minim pengalaman naik gunung. Jadi bisa diasumsikan kalau trekking poonhill ini misi bunuh diri squad ini.

Gw? Ini pengalaman pertama gw keluar negri, pengalaman pertama gw naik gunung, dan pengalaman pertama travelling bareng mereka. Persiapan gw harus melebihi persiapan fisik dan mental biasa. Kalau gw ceroboh dan menyepelekan waktu waktu buat persiapan ini dengan melakukan hal gak penting nyawa gw yang jadi taruhannya. Seenggaknya, gw harus nyobain satu kali solo travelling buat ngasih gambaran gimana rasanya bertahan hidup sendiri di tempat asing sebelum perjalanan ke khatmandu dimulai.

Rencana ini udah kepikir dalam beberapa hari terakhir, gw lagi milihmilih tempat buat jadi tujuan solo travelling gw nanti. Pilihannya antara semarang atau jogja.

"Bengong aja ren?" tibatiba suara mas kosan menghentikan lamunan gw tentang kemungkinan cuma pergi berdua lisa ke khatmandu nanti.

"Mas aku pengen jalan sendirian, enaknya ke yogya atau semarang ya?" Gw yang dari tadi emang udah begonh tanpa ngejawab pertanyaan dia langsung nyerang balik dengan pertanyaan baru.

"Sama aja sih, yogya udab terlalu rame, coba semarang aja" si mas ngejawab sambil lalu, ngambil jemuran dan turun lagi kebawah.

Saran ini, dengan alasan karena yogya terlalu rame-nya, jelas bakal jadi pertimbangan utama gw nanti dalam nentuin tujuan perjalanan.

Tapi sekarang, dirooftop berteman sabun eh rokok, gw harus fokus nyelesaiin cerita dulu, karena bentar lagi bibi ulang tahun, gw udah bilang ke dia kalau cerita ini bakal selesai sebelum dia ulang tahun.
Diubah oleh rendyprasetyyo
0
Lapor Hansip
10-01-2018 15:58
PART I - DHAULAGIRI
Chapter 6


Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]


KACANG PANJANG
CHAPTER 49


Sekarang, dikantor, untuk kesekian kalinya, gw coba buat nyelesaiin cerita ini lagi. Kerjaan emang lagi longgar karena bentar lagi puasa dan buat mengisi kelonggaran ini lah tujuan update sekarang.

Proses update tiap chapter cerita ini memakan banyak perasaan. Tiap kali update, tiap kali inget bibi, tiap kali itu juga perasaan kangennya makin besar. Gak cuma perasaan kangen, perasaan sedih karena semua terjadi terlalu singkat juga dateng menghantui fikiran gw.

Dan sekarang tuntutannya makin besar, waktu semakin sedikit, kabar bibi semakin gak jelas, kehidupan gw semakin sepi, semua seakan mendukung gw buat ngambil keputusan "udahlah ren gak usah dipaksa selesai, lu harus sayang sama diri lu sendiri, hapus cerita ini dan lupain semuanya"

Terlalu banyaj proses pertimbangan kata, pemilihan rasa dan alur yang gw lakukan di tiap chapter cerita ini. Gw pengen cerita ini jadi cerita spesial, jadi harta disaat tua nanti. Gw pengen ngasih sesuatu ke bibi, walaupun bukan dalam bentuk uang gw harap bibi suka.

Tapi sekarang tangan gw berasa berat banget buat sekedar menyusun paragraf supaya chapter 54 ini selesai. Masalahnya bukan ada di fisik, tapi masalahnya ada di hati gw. Gw takut yang gw tulis malah bakal bikin bibi terluka atau marah. Gw takut semua yang gw tulis bukannya malah memperbaiki tapi malah merusak semuanya. Gw terlalu penakut untuk ngambil resiko, seenggaknya buat sekarang.

Semua ketakutan ini mungkin akan menghilang kalau seandainya bibi bisa dihubungin. Tapi, sekali lagi, semua udah beda sekarang. Pilihan ini dulu yang gw ambil dan sekarang gw harus memikul semua tanggung jawab atas pilihan yang udah gw ambil sendiri.

Kata-kata yang udah gw ketik dilayar semua bernasib sama, dihapus. Semua lagilagi berujung ke asumsi kalau proses update ini butuh fikiran yang tenang, dan sekarang fikiran gw gak tenang jadi gw gak bisa ngelanjutin proses update ini. Dan semakin banyaklah waktu yang terbuang percuma.

Mungkin tekad gw buat nyelesaiin cerita ini masih kurang besar, gw harap tuhan bisa bantu gw buat membulatkan tekad gw untuk menyelesaikan cerita ini.

Hari ini hari puasa pertama, tahun kemaren sahur pertama gw ditemenin bibi, dia rela begadang demi gw. Tadi pas sahur gw sendirian, dan gw sedih, berharap bibi bisa nemenin, kayak taun kemaren.

Lisa? Gak tau, terakhir kali gw berhubungan sama dia adalah waktu dia nelfon gw dan ngabarin kalau dia udah ngirimin itin. Itin yang dikirim lisa lengkap, termasuk didalemnya perkiraan biaya makan perhari selama 10 hari, konversi rupiah ke rupee, rupee ke dollar, harga tiket masuk kuil kuil, rute treking, dan halhal mendasar lain. Gw kalau jadi anak akuntansi mungkin gak akan sedetail ini.

Dan semalem setelah booking tiket pulang pergi kesemarang buat nyobain solo travelling pertama kali, gw sempet kepikiran buat ngehubungin lisa dan nanyain kabar dia, tapi gw berubah fikiran.

Waktu buat ulangtahun bibi semakin deket, dan gw takut gak bisa nyelesaiin cerita ini. Semua terlalu berat buat dipikul sendirian, dan dimanapun bibi berada gw harap dia gak ngalamin mikul beban sendiri kayak gini
Diubah oleh rendyprasetyyo
0
Lapor Hansip
10-01-2018 15:59
PART I - DHAULAGIRI
Chapter 7


Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]

"Beneran semarang rame?" Gw tanya mas kosan, meminta pertanggung jawaban dia tentang usulan buat milih pergi ke semarang aja dibanding sama yogya.

"Gak tau sih ya, tapi kalau dibandingin sama yogya ya lebih rame yogya sih" mas kosan ngejawab. Jujur gw agak bingung sama jawaban dia yang sekarang, apa ini semacam pengalihan fikiran biar fikiran gw terombang ambing sama opini gak berdasar dia.

"Terus ngapain nyaranin aku pergi ke semarang? Emang ada apa disana?" Gw cecer dia sama pertanyaan lain sekarang. Gw dan dia lagi diruang tamu kosan. Tadi setelah pulang dan beresberes seadanya gw langsung kesini buat ngobrol sama mas kosan. Selain buat mengalihkan perhatian gw dari kewajiban menyelesaikan cerita yang gw tulis.

"Kamu mau menyendiri kan?" Dia nanya balik. "Pengen nyari ketenangan kan?"

"Iya" gw jawab. "Kan aku udah bilang gitu kemaen" gw jawab pertanyaan dia sambil nonton acara tv yang lagi disiarin. Jujur, tv ini sebenernya gak layak tonton karena layarnya terlalu kotor, tapi gw gak punya pilihan lain selain nonton tontonan ini karena sejak pertama gw ngekos gw juga gak tau keberadaan remot tv ruang tamu dimana.

"Jadi gini ren, kalau kamu emang nyari ketenangan sebenernya yogya sama semarang sama aja. Bedanya yogya itu dari dulu emang udah terkenal sama wisata budaya nya dan pasti bakal lebih rame. Ketenangannya sih dapet, apalagi kalau kamu pergi sendiri, tapi ketenangan yang didapet disemarang pasti lebih banyak dibanding yogya karena yogya jauh lebih hiruk pikuk" dia ngejawab santai sambil satu kaki naik ke sofa. Obrolan santai kayak gini udah sering banget kita lakuin, apalagi dulu waktu sebelum bibi pergi.

"Kok bisa santai gitu sih ngomongnya, emang ada apa aja mas disana?" Gw masih belum puas dengan jawaban dari mas kosan nambah satu pertanyaan lagi sambil nyeruput minuman dingin yang udah gw beli dijalan pulang. Oke petuah dia emang bener tentang mencari ketenangan, tapi tetep aja semua percuma kalau gak ada tempat yang benerbener gw tuju disana.

"Gak tau, disana ada apa ya? Paling simpang lima aja sih". Mas kosan ngejawab. Daritadi dia belum sekalipun ngasih jawaban sambil ngeliat ke arah gw dan gelagatnya ini bikin keyakinan gw bertambah kalau semarang itu benerbener sepi, sepi dalam arti yang sesungguhnya.

"Simpang lima? Gak ada yang lain?" Gw gak kaget sebenernya sama jawaban dia. Dan fakta lainnya yang gak dia tau adalah tadi siang dikantor gw udah searching objek wisata di semarang. Emang gak terlalu banyak, tapi gak terlalu sedkit juga, yang paling bikin gw penasaran adalah lawang sewu yang katanya terkenal sama kisah mistisnya.

"Iya sih itu aja paling. Apalagi yaa hahahaha" si mas ngejawab sambil ketawa cekikikan ngeliat siaran tv. Gw heran banget padahal gw gak bisa liat apa apa disana kecuali layar gelap semi berwarna yang didominasi warna hitam penuh semutsemut gak jelas.

"Ah harusnya aku gak langsung terpengaruh sama usulan buat kesemarang" gw ngejawab singkat.

"Tenang semua ada hikmahnya, siapa tau kamu ketemu kacamata disana" dia nimpalin jawaban gw

Kacamata, adalah panggilan dia buat bibi. Ngarepin ketemu bibi disemarang sama aja kayak ngarepin manchestee city juara champions league, tipis bahkan nyaris gak mungkin, seenggaknya buat saat ini.

Gw yang semangatnya menurun drastis setelah ngobrol dengan mas kosan memutuskan buat balik lagi kekamar. Harusnya sih gw nyari makan sekarang, tapi kata hati bilang mending semua disekaliankan sama sahur aja nanti. Gw bangun dan buka pintu yang menghubungkan ruang tamu dan koridor antar kamar lantai 1. Begitu terbuka, diujung koridor gw liat sesosok cewek pake dress warna putih, rambut panjang, mata ketutup sama poni hitam. Cewek ini baru pertama kali gw liat ada dikosan ini. Dan sekilas mirip bibi.

"Bi?"

Gw coba panggil cewek itu, dan dia senyum.

Gw yang gak percaya sama apa yang gw liat coba ngeyakinin diri sendiri dengan nutup mata dan buka mata lagi, kalau dia cewek beneran harusnya dia masih ada ditempat itu, diujung koridor deket tangga menuju lantai 2. Tapi ketika gw buka mata gw, cewek itu ilang.

Gw bengong, mas kosan mungkin gak tau apa yang gw liat barusan karena dia lagi di ruang tamu. Perlahan gw bawa langkah kaki gw ketempat cewek tadi berdiri. Dan betapa kagetnya gw ternyata yang gw liat disana adalah Sesajen.
Diubah oleh rendyprasetyyo
0
Lapor Hansip
10-01-2018 16:00
PART I - DHAULAGIRI
Chapter 8


Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]


"Ngapain sih naro sesajen dideket tangga?" Lagi, setelah gw dan dia ngobrol disini kemaren, gw cecer mas kosan dengan topik baru, sekarang topiknya bukan tentang semarang tapi tentang sesajen dideket tangga.

"Siapa yang naro sesajen deket tangga?" Dia ngejawab pertanyaan gw, malem ini juga beda sama malam kemaren karena malam ini gak tau kenapa tv ruang tamu gak bisa idup, katanya sih tadi pagi ada supir bajai yang nyoba benerin dan setelah itu bukannya makin bener malah jadi gak bisa idup sama sekali ini tvnya.

"Ah purapura gak tau, jangan boong sekarang kan lagi puasa" gw jawab. "Buat apa sih mas ditaro sesajen segala?"

"Sesajen apaan? Yang deket tangga kemaren? Itu ya buat ngusir hantu lah" mas kosan ngejawab. Raut muka dia malem ini juga bed sejak topik sesajen gw bawa kedalam pembicaraan. Malem ini setelah tv rusak, dia lebih milih buat mainin hp sambil nemenin gw ngobrol.

"Emang disini ada hantunya?" Gw introgasi dia. Sebenernya topik ini topik paling gak masuk akal dikehidupan gw yang penuh sama hal hal ilmiah. Tapi pandangan gw tentang hal ilmiah berubah sejak kemaren gw liat sendiri cewek bergaun putih dideket tangga.

"Malem sebelumnya mas joko denger suara suara aneh dilantai 5, terus pas dia cek dia liat nenek-nenek lagi duduk ditempat kamu biasa duduk" dia ngejawab santai sambil ngetik sesuatu di hpnya.

Mas joko sebenernya penghuni kosan ini juga. Kamarnya dilantai 5, di rooftop, belakang dapur tepatnya. Mas joko ini kurang eksis karena keberadaan dia dikosan ini cuma kalau ada kamar yang rusak aja. Seharihari dia ditugaskan buat kerja ditempat lain sesuai arahan bu susie, bos besar yang punya kosan.

"Nenek-nenek? Lantai 5? B-beneran?" Jawaban dari mas kosan jelas bikin gw kaget. Selama disini belum ada kejadian kayak gini.

"Iya rendy, beneran" dia ngejawab.

Kalau seandainya kemaren gw gak liat cewek berbaju putih itu mungkin gw gak percaya sama penjelasan dia barusan. Tapi gw liat sendiri dan gw yakin banget kalau gw gak salah liat. Dan kemaren adalah pertama kalinya gw liat hantu seumur hidup gw.

"Masa sih mas, sekarang kan bulan puasa?" Gw tanya dia lagi

"Ya udah kalau gak percaya" dia ngejawab lagi.

"Nenekneneknya gimana mukanya mas?"

"Gak tau, joko gak cerita"

"Serem?"

"Kayaknya sih"

"Udah pasti seremlah"

"Mas pernah liat?"

"Pernah, nenek nenek juga"

Kalau mas kosan liat nenek-nenek, terus yang gw liat cewek berbaju putih kemaren siapa? Masa sih gw ngayal?

Sajen yang gw liat kemaren isinya ada melati, rokok, dan beberapa daun lain. Dan barusan, sebelum nyari bukaan, sajen itu udah gak ada ditempat asal. Mungkin udah dibuang

Aura malem ini berubah, beda dari aura malem malem sebelumnya. Topik sakral ini harusnya gak gw bawa dalem perbincangan malam ini. Emang hal hal gaib itu ada dimana mana, tapi gw gak bisa percaya aja kalau dipusat kota jakarta, ditambah dibulan puasa, mas joko bisa liat nenek nenek dan gw liat cewek berbaju putih disini.

Dan kemaren cewek itu senyum.
Diubah oleh rendyprasetyyo
1
Lapor Hansip
10-01-2018 16:00
PART I - DHAULAGIRI
Chapter 9


Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]


Kamis, 16 Agustus 2017
Pukul 20.30
Stasiun Pasar Senen


Hari ini, setelah akhirnya menunggu 2 bulan dari pembelian tiket, gw berangkat ke semarang. Jadwal pemberangkatan gw sebenernya masih sekitar 2 jam lagi. Tapi gw putusin buat ke stasiun sekarang buat jaga jaga siapa tau terjadi halhal yang tidak diinginkan. Sebelumnya gw udah pamit sama mas kosan dan bilang kalau bakal pulang minggu malem, dan dia cuma bisa nganguk ngangguk pura pura ngerti.

"Mas aku berangkat ya" gw pamit sama mas kosan didepan pintu kamar dia, dia lagi sibuk nonton sambil ngunyah-nguyah sesuatu yang gak tau apa. Jujur sejak kejadian sesajen kemaren kelakuan dia sebenernya makin hari makin aneh. Kelakuan gw? Ntahlah, gw belum liat cewek pakai baju putih lagi sejak kejadian itu, mungkin sajennya emang manjur dan gw gak ambil pusing masalah beginian.

"Iya ren, kapan pulangnya? Disana nginep di hotel?" Dia ngerespon omongan gw, masih sambil ngunyah ngunyah sesuatu yang gak jelas wujudnya.

"Minggu aku pulang yah. Iya nginep dihotel udah booking barengan sama tiket kemaren" gw ngejawab singkat sambil membenarkan posisi tas.

"Itu papan skate dibawa?" Dia yang baru selesai ngunyahngunyah sesuatu baru sadar kalau gw bawa papan skate ke semarang, papan yang ada tulisan "Bianca Superhero On Board"

"Iya lah, kalau gak aku mau ngapain nanti disana, ya udah aku berangkat ya" gw tutup obrolan sambil ngelambaikan tangan untuk terakhir kali.

Mas kosan yang merasa terpanggil dengan lambaian tangan seketika bangun dan meluk terus bilang kalau dia khawatir banget, tapi gw yakinin dia kalau gw baik baik aja.

Gak, kejadiannya gak kayak gitu, setelah pamitan selesai gw langsung keluar kosan dan menuju halte busway harmoni yang jaraknya kirakira 15 menit jalan kaki dari kosan. Dan sesuai perkiraan gw, halte busway harmoni malem ini gak seramai hari hari biasa, jadi gw bisa duduk nyaman sambil bawa papan dan bawa tas yang lumayan besar.

Masukkan kode pemesanan tiket anda

Sekarang gw lagi didepan loket pencetakan tiket. Tiket yang udah di booking emang harus di cetak dulu sebelum bisa ikutan boarding ke peron. Info ini gw dapet setelah sebelumnya dengan nekat masuk keperon padahal belum cetak tiket dan ditegur oleh petugas penjaga.

Semua bakal berjalan lancar kalau beberapa hari lalu hp gw gak ikut kebanting garagara soksokan ngetrik di trotoar thamrin. Sekitar seminggu yang lalu, gw ngeskate lagi didaerah sana. Karena euphoria bisa ngeskate lagi, setelah selama puasa gw gak pernah main, gw gak sadar skill dan jatoh kepentok trotoar yang gak rata. Akibatnya hp jadi korban dan sekarang terpaksa gw pake hp yang super jadul untuk dibawa ke semarang. Kode pemesanan tiket? Ini masalahnya. Kalau gw pake hp yang bener harusnya kode ini gampang diliat di email. Tapi karena sekarang gw pake hp jadul, usaha buat buka email aja bisa berpuluh kali lebih susah.

"DFT419"

Setelah usaha kesekian kali akhirnya gw bisa liat kode pemesanan tiket gw dan muncul ide buat cetak tiket buat pulang sekarang biar semua sekalian selesai. Dan tanpa pikir panjang gw input kode pemesanan tiket pulang.

"KLS748"

Dan yang terjadi setelahnya diluar perkiraan. setelah kejadian ini muncul katakata yang bilang kalau kode pemesanannya tidak terdaftar.

"Ada yang bisa saya bantu mas?" Seorang petugas nyamperin. Mungkin dia liat gelagat gak beres gw karena punya niat untuk cetak tiket dua kali.

"Ini tiket pulang gak bisa sekalian di cetak disini ya mas?" Gw tanya petugas yang nyamperin dengan rasa penasaran sambil usaha untuk masukin kode kedua kali.

"Gak bisa, tiket cuma bisa dicetak distasiun pemberangkatan ya" dia ngejawab singkat.

"Oh gitu, makasih ya mas" dan tanpa pikir panjang langsung pergi dari tempat pencetakan tiket.

Stasiun pasar senen adalah stasiun yang melayani pemberangkatan kereta lokal selain gambir untuk area jakarta. Beda antara gambir dan pasar senen adalah di pasar senen kereta yang berangkat kereta kelas bisnis dan ekonomi dan yang berangkat dari gambir itu kebanyakan kereta kelas eksekutif dan bisnis. Mungkin bahasa sederhananya penumpang penumpang yang beli tiket harga paspasan berangkat dari senen, tapi penumpang yang beli tiket harga mahal berangkat dari gambir.

Stasiun ini terdiri dari beberapa konter check in sesuai jalur pemberangkatan.konter konter ini dijaga sama satu petugas berpakaian putih itam yang bakal meriksa keaslian tiket sesuai identitas penumpang. kereta gw, kereta tawang jawa bakal berangkat dari jalur 2 beberapa jam lagi. Karena ini perjalanan jauh pertama menggunakan kereta jadi gw masih harus nanya ke petugas dimana konter check in untuk kereta tawang jaya ini.

Tadi, segera setelah cetak tiket, gw langsung arahkan kaki ke loket buat check in. Setelah dapet info konterkonter ini, pas mau check in, gw liat banyak penumpang yang bawa carier duduk menunggu jadwal pwmberangkatan kereta mereka. Mungkin beberapa dari mereka mau ngerayain 17 agustus-an sambil naik gunung. Gw lirik lirik beberapa calon penumpang yang mungkin bakal satu kereta dan mungkin duduk sebelahan sama gw nanti, dan jelas proses pelirikan ini berbentur sama papan skate yang gw bawa. Proses pelirikan ini juga mengakibatkan ketidakfokusan gw terhadap area yang di lewatin dan..

Dug.. tiba tiba papan skate gw kerasa ngebentur sesuatu.

"Eh eh... Maap mas, elu sih nad" seorang cewek berambut pirang panjang gak sengaja nyenggol papan gw pake koper yang dia bawa. Dan dari bisikbisiknya kayaknya dia nyalahin temennya atas proses pembenturan ini

"Iya gak apa-apa" gw bales senyum seadanya. Gw liat mereka ada 5 orang, 3 perempuan lain sibuk mainin gadget masing-masing. Mereka rata rata sama, sama tinggi badan, pola rambut, berat badan, wajar sih emang, cewek se genk biasanya emang gitu.

Setelah proses check in selesai gw liat jam masih menunjukkan pukul 21.30. karena waktu pemberangkatan masih lama jadi diperon nanti gw putusin buat nyari smoking area dulu.
Diubah oleh rendyprasetyyo
1
Lapor Hansip
10-01-2018 16:22
izin masang tenda duluemoticon-Cool
1
Lapor Hansip
10-01-2018 16:27
batang ente demen dirokok ya bray sama >>> emoticon-Betty

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
0
Lapor Hansip
10-01-2018 16:34
kanjut kakak emoticon-Betty
0
Lapor Hansip
10-01-2018 16:40
Wah ntab ini, ada kelanjutannya...
Ada penggalan lirik Fiersa Besari lagii,
ditunggu kelanjutannya om!!

emoticon-Toast


0
Lapor Hansip
10-01-2018 17:20
Quote:Original Posted By macanmanja
izin masang tenda duluemoticon-Cool


Pasang tenda yang besar lagi musim ujan emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By tukang.semprot
batang ente demen dirokok ya bray sama >>> emoticon-Betty

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


Sama siapa emoticon-Betty

Quote:Original Posted By freeman01
Wah ntab ini, ada kelanjutannya...
Ada penggalan lirik Fiersa Besari lagii,
ditunggu kelanjutannya om!!

emoticon-Toast


Siap. Fiersa terbaik ya
0
Lapor Hansip
10-01-2018 17:32
Mantab bray, sering2 update aja bray emoticon-Leh Uga
0
Lapor Hansip
10-01-2018 17:52
Dapet pejwan euy..


emoticon-Leh Uga
0
Lapor Hansip
10-01-2018 17:57
mantap dapet lanjutannya lanjutkan terus

numpang pasang tenda ya emoticon-Cool
Diubah oleh gran66
0
Lapor Hansip
10-01-2018 17:58
ternyata 1 lagi

-------------------

gw gembok ya emoticon-Cool
Diubah oleh gran66
0
Lapor Hansip
10-01-2018 18:00
page 2 emoticon-Turut Berduka
0
Halaman 1 dari 35
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
you-stole-my-heart-true-story
Stories from the Heart
bastard-hotelier
Stories from the Heart
you
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.