alexa-tracking
Kembali ke Versi Lama
Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5a5457bfdbd770b3398b4567/perkenalan-folk-dan-sebuah-biografi-nick-drake
09-01-2018 12:48
Perkenalan: Folk dan Sebuah Biografi Nick Drake
Past Hot Thread
Perkenalan: Folk dan Sebuah Biografi Nick Drake

Gara-gara musik yang dimainkan oleh Payung Teduh (waktu itu belum melenceng dari kaidah dan sekomersil sekarang, yang lagunya banyak di dengerin bahkan di coverin sama anak-anak hits) jadi kepincut dengan jenis musik yang memainkan instrumen gitar bolong ini. Banyak orang-orang dan pakar musik sok ternama mengatakan; bahwa yang di mainkan oleh Payung Teduh itu adalah Folk.

Lalu beberapa tahun setelah Payung Teduh menelurkan debut album ikoniknya “Dunia Batas”, datang dari timur jawa, Surabaya, Adalah Silampukau Sebuah duo grup yang mengusung jenis musik yang sama: Folk. Perbedaanya sangat mencolok menurut pendengaran dan pengamatan saya pribadi; Jika Payung Teduh memainkan musik folk dengan mencampurkan rasa keroncong pada lagu-lagunya dan juga tema romantisnya yang sangat kebablasan; maka beda dengan Silampukau musik folk dengan sedikit mencampurkan rasa Rockabilly itu sarat dengan perjuangan, sosial dan cinta dan agak nakal. Saya menyebutnya dengan musik Folk Revolusioner. Karena musik yang dibawakan Silampukau ini membayangkan kita hidup di masa Revolusi Indonesia, jika Silampukau hidup pada masa itu, mungkin selanjutnya mereka tergabung menjadi Seniman Lekra.

Lalu apa hubunganya dengan Nick Drake?
Tunggu dulu, setelah beberapa minggu mendengarkan album dari Payung Teduh dan Silampukau sampai menganak tirikan musik yang saban hari saya dengarkan: Hardcore, Metal, Punk. Timbullah ada rasa ketidakpuasan diri. Maka jalan satu-satunya bermodalkan mbah google saya mulai mencari informasi lalu mengetik “Folk Musicians/Best Folk Musicians” muncullah sederet musisi yang belum pernah saya dengar, hanya satu yang saya tahu dan ingat nama Bob Dylan bertengger di urutan nomor 1 sebagai pelaku jenis musik folk ini. Saya mengetahui Bob Dylan mulanya karena band favorite saya “Bedil dan Mawar” mengaransemen ulang dengan gaya Rock dan Blues dan memasukan nomor sakral Bob Dylan di album “Pakai Ilusi Lo! 2”. Sayangnya saya kurang begitu mengikuti Bob Dylan maka saya hanya sebatas tahu satu lagu yang di aransemen ulang oleh “Bedil dan Mawar” yaitu “Mengetuk pintu surga”.

Belum puas dengan mengetik kata kunci “Folk Musicians/Best Folk Musicians” lalu saya mengetik dengan kata kunci lain “Best songs folk” munculah beberapa artikel yang dimuat oleh beberapa situs. Saya klik salah satunya dan muncul beberapa lagu disertai dengan potret musisinya. Dari beberapa daftar ada satu yang menarik perhatian dan menggugah rasa penasaran saya yaitu; terpampang potrait seorang anak muda, gondrong sebahu, memegang instrumen gitar bolong dengan sorotan mata yang tajam. Di bawah potrait daftar itu tertulis “Nick Drake – Day is Done”. Karena dengan pemahan bahasa inggris yang dangkal, tanpa membaca artikelnya saya langsung buka kanal Yutub dengan mengetikan “Nick Drake – Day is Done”. Saya dengarkan, bayangan saya waktu mendengarkan itu: “Classic, gloomy dan emosional banget lagunya”. Terus saya dengarkan sampai bosan.

Saya terus menggali informasi tentang Nick Drake dari Wikipedia dan situs-situs musik lainya. Tapi sayang, tak ada satupun situs berbahasa indonesia yang membahasnya.

Yang sedikit saya tahu tentang Nick:

Nick Drake adalah seorang musisi folk asal Inggris yang terjun ke industri musik pada era akhir 60an dan meninggal pada umur yang sangat muda sebelum popularitas di raihnya. memutuskan untuk tidak melanjutkan studi dan mendapatkan gelar di Cambridge of University, Nick Drake hijrah ke London dan memulai karirnya dengan menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman Island Records. Selama karirnya Nick Drake hanya menghasilkan 3 album diantaranya; “Five Leaves Left (1969)”, “Bryter Layter (1970)” dan “Pink Moon (1972)”. Sayangnya musik yang dibawakan Nick Drake tidak mendapatkan sambutan yang baik bahkan albumnya tidak terjual sukses.

Seperti desas-desus yang menyelubungi misteri kematian Nick Drake; Apakah kematian Nick Drake dengan cara bunuh diri disebabkan karena depresi, mengingat album-album yang ia keluarkan tidak mendapatkan sambutan baik dan gagal menarik audiens atau ia benar-benar depresi lantaran kecanduan dengan barang haram dimana lazimnya digunakan oleh para remaja pada masa itu?.

Buku biografi Nick Drake yang ditulis Patrick Humphries, mungkin, bisa menjawab persoalan itu. Saya cukup bersyukur, karena ada sebuah penerbit yang mau dan dengan berani menerjemahkan dan menerbitkan sebuah buku biografi tentang musisi dimana yang diangkat tidak punya andil dan nama besar di scene musik indonesia, mungkin hanya segelintir saja. Ialah Yayasan Jungkir Balik (Mari kita dukung terus, jangan berhenti. semoga untuk menambahkan katalognya Jungkir Balik menerbitkan buku tentang Biografi para tokoh musisi yang andil dalam membentuk kreatifitas musik khususnya di indonesia.).

Dengan demikian, buku Nick Drake: sebuah biografi itu tidak hanya memberikan gambaran tentang sosok musisi malang itu, tetapi juga tentang cara kerja belantika musik dan pengaruh sosial politik yang melingkupinya. Barangsiapa ingin atau sedang berkiprah di bidang musik bisa menjadikan buku ini sebagai pembanding untuk membaca keadaan belantika musik masa kini. Barangsiapa suka musik akan mendapatkan kisah tentang seorang jenius folk yang tidak hanya mengilhami kancah folk, tetapi musisi-musisi genre lain, seperti Robert Smith The Cure dan vokalis Television, bahkan di cover musisi semacam Elton John.
Juga sebelum anda berkeinginan untuk membeli buku ini, alangkah lebih elok mendahului dengan mendengarkan karya-karyanya.

Akhir kata:
Saya bersimpati pada Kurt Cobain, Chris Cornell atau Chester Benington. Namun rasa simpati yang lebih besar hanya layak saya berikan untuk seorang musisi tidak terlalu terkenal kelahiran Rangoon, Burma (sekarang Myanmar) yang mati sangat muda. Dia meninggal bunuh diri jauh sebelum mengecap popularitas seperti yang diraih oleh ketiga musisi di atas. Nicholas Downey Drake, anak muda melankolis dan penyendiri yang hanya sempat merekam tiga album folk akustik tanpa sempat merasakan panasnya lampu panggung atau bising sound system. Mengenaskan.

*PS: Tulisan ini sebelumnya sudah saya post di tumblr pribadi saya riadisaster1.tumblr.com
0
Kutip
Balas
Urutan
Terlama
Halaman 1 dari 5
09-01-2018 18:00
terima kasih sudah mengingatkan saya atas sosok penyanyi satu ini. dulu sempat dengerin dia terus karna saya seneng dengan Elliott Smith, sekarang saya bisa dengerin dia lagi. jangan sampe dilupakan lah musisi2 seperti mereka ini
0
Kutip
Balas
10-01-2018 13:52
Quote:Original Posted By miranewbie
terima kasih sudah mengingatkan saya atas sosok penyanyi satu ini. dulu sempat dengerin dia terus karna saya seneng dengan Elliott Smith, sekarang saya bisa dengerin dia lagi. jangan sampe dilupakan lah musisi2 seperti mereka ini


ketika nick drake mangkat, elliot smith masih bayi umur 4 tahun. Elliot Smith masih beruntung, ia menjadi musisi d tengah keberagaman musik di amerika. sementara Nick Drake menjadi seorang musisi di inggris, ia berada dimana musik rokenroll spt The Beatles, Led Zeppelin, Deep Purple, Plink Floyd, The Rolling Stones lebih bergaung dan lebih banyak menggaet audiens kenimbang musik yang d tawarkan nick drake. andai ia sabar, mungkin namanya lebih melambung bersama Bob Dylan. yang masih menjadi misteri, seberapa pengaruhkah musik nick drake di indonesia, bagaimana ia bisa masuk (musik, karyanya) ke indonesia. mengingat tidak pernah ada label resmi di indonesia yang mengambil lisensi untuk d perjualkan d pasar indonesia. kalau saya pribadi mengenal nick drake dr internet. berkesinambungan spt tulisan d atas. hehehe
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:06
Seandainya gw gk males nulis udah gw bahas Bela bartok...klo ngomongin musik rakyat dan tradisi ya sekalian ke Bartok...tapi beda konteks sama ini thread emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh trenis56
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:13
nyimak dl
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:13
wah akhirnya tau lagu nick dari ini trit emoticon-Jempol ini nih salah satu pelopor folk yang ane baru tau wkwkwk soalnya cuma dengerin lagu lagunya kalo abang ane nyetel waktu kecil emoticon-Ngakak
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:15
kasian juga yah...mungkin juga karena audiens lebih memilih jenis musik dari musisi di inggris,ane sendiri juga baru tau sih klu ada jenis musik folk gan...btw nice info nih...
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:16
Izin nyimak
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:18
oke deh gan nice trit
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:21
Nice info bree..
Ane borkmark dulu yeemoticon-Jempol
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:28
wah mantab nih
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:29
Quote:Original Posted By eastborneo
Izin nyimak


ikut gan emoticon-Ngacir2
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:29
musik folk....musik yang enak nihhh
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:32
Btw saya pernah baca mas kharis ini awalnya main keroncong , main ke soundcloudnya mas kharis ada beberapa lagu yg dia bikin keren sih hehe
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:32
wah ada temennya ane gan, sesama pecinta folk emoticon-Toast
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:33
She's got a ticket to ride emoticon-Kaskus Radio
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:36
KENALKEN GAN!
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:43
mejeng dulu baru baca emoticon-Ngakak
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:44
Musisi penganut genre folk kebanyakan ngambil jalur indie ya emoticon-Matabelo
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:49
jadi kangen payung teduh yg dulu
0
Kutip
Balas
13-01-2018 05:51
folk ameame belalang kupukupu hahaha, fleet foxes gan enak
0
Kutip
Balas
Halaman 1 dari 5
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2018 Kaskus – The Largest Indonesian Community