alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59ebef671854f7761b8b4567/tiga-santri-dapat-sepeda-dari-presiden-jokowi
Lapor Hansip
22-10-2017 08:07
Tiga Santri Dapat Sepeda dari Presiden Jokowi
PENGHANTAR
Quote:
Tiga Santri Dapat Sepeda dari Presiden Jokowi

Img tweet akun @jokowi Sep 15 17 : Sekarang eranya kompetisi. Anak2ku di seluruh Indonesia, kejar mimpimu dengan kreativitas dan inovasi -Jkw

Quote:Santri secara Wikipedia atau catatan wikiawan wikiawti, adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai.

Dalam perkembangan zaman pendidikan pada pondok pesantren pun mulai mendapat angin segar guna melebarkan sayap guna mempelajari ragam ilmu pengetahuan dan menelaah lebih dalam kitab suci guna menemukan ragam jawaban untuk pertanyaan seputar ilmu, tatanan, tuntunan, pengetahuan alam dan memaknai lebih banyak lagi tentang arti kehidupan berdasarkan media agama.

Ide peringatan hari santri nasional di prakarsai oleh calon presiden RI Jokowi pada saat kampanyenya. Dalam paparan program dan kegiatan serta langkah yang akan di lakukan ketika menjadi presiden, Bpk Jokowi mencetuskan ide menasionalisasi hari santri, sebagai upaya menghargai produk pendidikan dalam negeri yang berlandaskan ajaran agama Islam.

Dengan adanya pengakuan secara nasional maka di harapkan para lulusan pesantren dapat memiliki kebanggaan lebih, dan kedepannya tentu di harapkan sebagai daya tarik kita untuk memperbesar minat mendidik generasi penerus dalam asuhan pondok pesantren. Secara tidak langsung wacana penetapan hari santri akan membuat pondok pesantren di berbagai negeri berpacu melakukan perbaikan, dari berbagai lini masa, terutama yang berkaitan dengan IPTEK jaman now, yang berpegang pada landasan Al-Qur'an dan hadist, guna mewujudkan generasi mendatang bisa tumbuh dengan mental yang baik dan benar. Karena kedepannya, kemajuan bangsa Indonesia, ada di pundak generasi penerus kita.

Kemudian selang beberapa waktu berlalu setelah pilpres 2014 usai, diskusi panjang penetapan hari santri di mulai. Irh. Joko Widodo, sebagai persiden terpilih sekarang sejak usai pemilu presiden 2014, mengemukakan saran bahwa peringatan hari santri nasional akan di tetapkan pada tahun baru hijriah atau 1 Muharam. Hal tersebut untuk mewujudkan wacana atau janji yang terlontar di masa kampanye.

Dikarenakan sikap terbuka dan mengutamakan musyawarah maka wacana atau janji penetapan hari santri nasional sempat mengalami pengunduran waktu. Semula keinginan presiden untuk menetapkan hari santri pada 1 Muharam tertunda, karena menunggu pertimbangan para sepuh, kiyai, dan pihak pihak yang berkompeten di dalamnya.

Singkat warta, setelah melalui berbagai pertimbangan, penetapan hari santri pun di tetapkan untuk di peringati setiap tanggal 22 Oktober, yang awal peringatan hari santri tersebut di adakan di masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan ini merupakan upaya menunaikan salah satu janji politik di masa kampanye. Penetapan peringatan hari santri nasional juga merupakan salah upaya mengenang jasa perjuangan para santri dan pelopornya dalam mempertahankan negeri kita Indonesia agar tak terjajah. Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari pada 22 oktober 1945 di Surabaya, menjadi pelopor perjuangan bersama sesepuh lain nya untuk melakukan perlawanan atas upaya pendidikan kembali pihak Belanda di Indonesia. Singkat ulasan maka hal tersebut menjadikan salah satu bahan pertimbangan guna menetapkan hari santri secara nasional. Dan sejak 22 Oktober 2015 maka setiap tanggal tersebut kita memperingatinya sebagai hari santri nasional

BERITA ANYAR
Quote:Dalam kunjungan ke Pesantren Qamarul Huda, Desa Bagu, kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/10), Presiden Jokowi membagikan tiga sepeda kepada santri yang berhasil menjawab kuis yang ia ajukan. Anak pertama yang berhasil mendapat sepeda adalah Abdul Mukti kelas V SD yang berhasil mengucapkan dengan lancar lima sila Pancasila.

"Suaranya bersih, nyaring, tegas dan betul, terima kasih tuanku guru, putra putri di sini, santri-santri di sini jelas sekali hapal Pancasila. Silakan kembali," ungkap Presiden.

Namun Mukti setelah meninggalkan panggung berbalik badan dan kembali mendatangi Presiden.

"Mau sepeda gak? Mau bener? saya tidak tahu bawa sepeda tidak? Oh bawa minta sama mas Teddy," ungkap Presiden.

Mukti pun memboyong satu sepeda ke rumahnya.

Kedua adalah Fadila dari desa Bagu yang berhasil mengucapkan 10 pulau dengan benar yaitu Pulau Jawa, Sumatra, Bali, Lombok, Sumbawa, Madura, Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Bawean.

Peserta ketiga adalah Muhammad Patih Basmalah yang juga berasal dari Bagu. Patih berhasil menjawab tujuh suku di Indonesia yaitu Sasak, Mbojo, Dayak, Jawa, Betawi, Batak dan Bugis.

"Minta foto bareng tapi gak ada hp," kata Patih.
Sepeda

"Saya juga gak punya, sudah sepedanya diambil sajalah," kata Presiden.
Sumber : http://m.republika.co.id/berita/nasi...esiden-jokowi#

Quote:
Tiga Santri Dapat Sepeda dari Presiden Jokowi

img tweet > @perumahan_pupr Sep 17 2017 Rusun Ponpes Dea Malela Sumbawa NTB. Jumlah santri Ponpes ini 150 orang,20 diantaranya dari Rusia, Thailand, Vietnam, Kamboja & Timor Leste.

BUBAR
Quote:berita yang dimuat adalah berita yang sudah terposting pada Jumat 20 Oktober lalu. Pengembaraan presiden dalam melakukan kunjungan dari pesantren ke pesantren di berbagai wilayah merupakan juga upaya menyerap inspirasi yang tertimbun dalam dunia santri. Selain itu kunjungan tersebut juga merupakan upaya menghibur dan menyemangati kemauan belajar dari para santri sebagai indonesia. Baca , baca , dan baca lagi adalah upaya kita berusaha mencari tahu tentang ilmu, baca diperlukan karena kemampuan kita memiliki banyak batasan. Baca yang tersirat maupun yang tersurat sering kali menambah pengetahuan kita menemukan sesuatu. Walau terkadang semakin banyak yang kita tahu, maka semakin banyak pula yang akan kita kurang mengerti dan pahami. Oleh karena itulah... Kita mesti belajar dan membaca kembali .....


Selamat Merayakan Hari Santri Nasional
Tiga Santri Dapat Sepeda dari Presiden Jokowi

Terima kasih

gambar mulestrasi hanya sebagai penghias dan penyela saja tidak mewakili isi berita utama. namun semuanya saya tetap bisa hidup bahagia, walau belum dapet sepeda juga, seperti saya
emoticon-Ultah
Diubah oleh arbib
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 4
13-11-2017 07:52
Berbagi sepeda untuk semua
0
24-11-2017 21:48
Quote:https://news.detik.com/kolom/d-3741329/nu-sebagai-jangkar-negara

NU SEBAGAI JANGKAR NEGARA
.........
Jakarta - Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU tengah berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan mengangkat tema "Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga". Gelaran terbesar kedua setelah Muktamar itu dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (23/11). Pada kesempatan tersebut, Presiden meminta para ulama NU untuk merumuskan dan menyampaikan rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah, salah satunya, terkait penanganan ormas-ormas radikal di Tanah Air. 

Bagi NU dan pemerintah, gerakan ormas yang berwajah Islam radikal di Tanah Air penting untuk terus dicermati. Sebab, gerakan Islam yang kerap disebut kaum puritan tersebut akhir-akhir ini cenderung meningkat dan lebih terbuka "menggauli" warga bangsa dengan seperangkat ide-idenya. Salah satu ide yang menyentak publik adalah sistem khilafah yang diusung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sistem khilafah ala HTI tersebut kerap menjadi tema pemantik yang memicu silang pendapat yang panas. Puncaknya adalah terbitnya PERPPU No. 2/2017 Tentang Ormas, yang sekaligus melegitimasi pembubaran HTI di Indonesia. 

Menguatnya gerakan khilafah dan formalisasi syariat Islam di Tanah Air ditangkap NU sebagai ancaman yang penuh bahaya bagi Pancasila dan keutuhan NKRI. NU sebagai salah satu ormas tertua yang memiliki banyak torehan kontribusi terhadap Kemerdekaan negeri ini menabuh genderang perlawanan terhadap gerakan Islam puritan tersebut. Karena itu, NU tidak segan-segan mendukung dikeluarkannya PERPPU Ormas yang melegitimasi pembubaran HTI. Hampir tidak ada ormas lain yang berani ambil risiko dikecam dan dicaci maki seperti NU, karena menghadang kelompok ini bisa dipelintir sebagai anti Islam dan pro komunis. Untungnya, pendiri NU adalah para ulama kawakan dan sekaligus penumpas PKI di Indonesia. 

Sesungguhnya, NU sudah lama mencermati sepak terjang gerakan khilafah di Indonesia. Di banyak forum, mereka kerap menggaungkan romantisme kejayaan Islam masa lalu baik melalui lembaga-lembaga pendidikan, masjid-masjid, tablig akbar, maupun situs-situs online. Ungkapan kafir dan mengkafirkan pihak lain yang tidak sejalan kerap menjadi bahasa yang wajar bagi mereka. Negara dianggap institusi taghut sehingga harus diganti dengan sistem khilafah. Namun, perlawanan NU terhadap ormas radikal tidak jarang menuai kontroversi, meskipun banyak pula yang memberikan dukungan untuk terus menjaga dan merawat Pancasila dan NKRI. Bahkan, kepemimpinan NU saat ini dituduh membawa NU pada pola dan gaya Islam liberal.

Sesungguhnya, NU tidak tertarik mengembangkan pola pemikiran Islam baik yang bergaya ekstrem-radikal (wahabi-puritan) maupun yang bercirikan liberal. Dalam pandangan NU, dua pola keislaman baik yang radikal maupun yang liberal tidak cocok, dan mengandung bahaya yang sama bagi Indonesia. Jika pola itu dipaksakan akan menimbulkan banyak problem, dan dapat menghancurkan tatanan sosial yang religius di bawah payung besar Pancasila. Bagi NU, Indonesia adalah narasi kebhinnekaan yang memiliki sifat dan karakteristik sendiri, kaya tradisi dan budaya. Karena itu, sejak awal NU lebih cenderung mengembangkan moderatisme Islam bergaya walisongo, dengan merevitalisasi prinsip-prinsip aswaja dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. 

Jika merunut sejarah, NU lahir karena didorong oleh dua narasi besar yang saling menopang satu sama lain, yaitu visi keagamaan (aswaja, islam moderat) dan kebangsaan (kemerdekaan), yang hingga kini terus menjadi jati dirinya dalam menjalankan visi keindonesiaan. Dengan prinsip-prinsip ahlussunnah wal jama'ah (aswaja) yang berintikan sikap tawassuth (tengah-tengah), tasammuh(toleran dan lapang dada), tawazzun(seimbang, tidak berat sebelah), i'tidal(tegak lurus untuk keadilan), dan amar ma'ruf nahi munkar (menyeru kebaikan dan mencegah keburukan), NU sangat mengapresiasi tradisi dan kebudayaan, serta menolak gerakan Islam puritan yang mengusung formalisasi syariah yang cenderung mengkafirkan dan membid'ahkan pihak lain yang tidak sejalan. 

Pada ranah kebangsaan, NU juga menjadi penganjur semangat nasionalisme dan menganggap Pancasila dan Islam tidak perlu dipertentangkan; keduanya dapat berjalan bersama, dan satu sama lain saling menopang kokohnya NKRI. Komitmen kebangsaan NU dibuktikan dengan ajaran KH. Hasyim Asy'ari yang dikenal dengan hubbul wathon minal iman (cinta tanah air merupakan bagian dari keimanan). Untaian "fatwa" tahun 1914 itu terus menjadi urat nadi perjuangan NU hingga sekarang. Fatwa itulah yang mampu membangkitkan kaum santri mengusir penjajah dari tanah Nusantara. Dan hingga kini, NU akan terus konsisten menjaga pemahaman ini di tengah menguatnya gerakan ekstremisme yang acapkali mengusung sistem khilafah dan alergi terhadap prinsip-prinsip nasionalisme. 

Dalam perjalanannya, doktrin hubbul wathan minal iman telah menjadi bahan dasar Islam ala nahdliyyin yang dimaksudkan mengawinkan antara nasionalisme dan Islam di Indonesia. Ini pula yang melahirkan keberislaman NU berbeda dengan beberapa Negara di Timur Tengah yang mempunyai kesulitan dalam menyatukan keduanya. Karenanya, warisan KH. Hasyim Asyari yang merupakan konsep Islam Nusantara ini harus senantiasa kita rawat dan jaga, demi tetap tegaknya Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD '45 di bumi Nusantara tercinta.

Resolusi Jihad adalah kiprah kebangsaan NU selanjutnya di bumi Nusantara yang paling nyata. Ia merupakan fatwa yang dikeluarkan KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 untuk menorehkan semangat perlawanan bahwa membela Tanah Air adalah fardlu ain bagi setiap warga masyarakat. Dengan Resolusi Jihad itulah yang melahirkan intifadhahatau penyerangan secara massal oleh masyarakat terhadap penjajah yang membonceng tentara Sekutu (NICA). Kecintaan NU terhadap bangsa ini terus dibuktikan pada Muktamar ke-27 pada 1984 di Situbondo yang melahirkan keputusan penting bahwa Pancasila dan NKRI adalah final. 

Bagi NU, semangat keberagamaan dan kebangsaan yang penuh kebhinnekaan tidak bisa diceraiberaikan sebagaimana Rasulullah SAW membangun struktur masyarakat Yatsrib dengan Piagam Madinah. Di sanalah, Piagam Madinah secara jelas mengajarkan nilai-nilai kebangsaan dan kebersamaan dalam keragaman suku dan agama yang hidup secara berdampingan dan saling menguatkan sebagai umat yang satu. Yaitu, satu entitas masyarakat yang tunduk pada satu tata nilai yang sama, masing-masing hak-hak dasarnya dijamin tanpa merasa terganggu. 

Maka sebagaimana semangat Rasulullah SAW, Nahdlatul Ulama sejak awal berdirinya telah menegaskan sikap kebangsaannya bahwa bangsa Indonesia bukan darul Islam (negara Islam). Melainkan, darussalam (negeri yang damai) yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara demi utuhnya NKRI. 

Wardi Taufiq Pengurus Pusat LP Ma'arif NU & Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta

Kiriman didapat dari Iswandi tanjung pada grup WhatsApp.
0
01-12-2017 11:34
Quote:ecara tidak langsung wacana penetapan hari santri akan membuat pondok pesantren di berbagai negeri berpacu melakukan perbaikan, dari berbagai lini masa, terutama yang berkaitan dengan IPTEK jaman now, yang berpegang pada landasan Al-Qur'an dan hadist, guna mewujudkan generasi mendatang bisa tumbuh dengan mental yang baik dan benar. Karena kedepannya, kemajuan bangsa Indonesia, ada di pundak generasi penerus kita.
emoticon-Ultah
0
19-02-2018 11:21
Quote:Original Posted By saleskambing
Untung bukan disuruh menyebutkan tiga nama ikan

Kalo ikan kenapa gan? Takut tongkol lagi ya emoticon-Ngakak

0
Halaman 4 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
Sejarah & Xenology
sosialis-kelakuan-borjuis
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.