alexa-tracking
KASKUS ×
Get the App View in App
KATEGORI N icon-buat-post BUAT POST
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59b8d23c9e7404f6168b456c/dosen-universitas-negeri-bergelar-phd-dikecam-ngotot-anaknya-masuk-sekolah-favorit

Dosen Universitas Negeri Bergelar PhD Dikecam Ngotot Anaknya Masuk Sekolah Favorit

Dosen Universitas Negeri Bergelar PhD Dikecam Ngotot Anaknya Masuk Sekolah Favorit Jalur Ilegal

Dosen Universitas Negeri Bergelar PhD Dikecam Ngotot Anaknya Masuk Sekolah Favorit

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang dosen Universita Negeri Medan (Unimed) bergelar dokter menolak dengan keras anaknya dipindah ke sekolah swasta usai terungkap anaknya masuk SMA Negeri 2 Medan melalui jalur ilegal.
"Siapa bilang tidak bisa. Itu katanya. Semua ini sistem. Semua sistem bisa diatur," ujar Drs Eddiyanto, PhD yang menolak keputusan Dinas Pendidikan Sumut, yang mengeluarkan 180 siswa siluman dari sekolah tersebut.
Eddiyanto, yang mengaku dosen Fakultas MIPA di Unimed tersebut, merasa memasukkan anaknya ke SMAN 2 melalui jalur ilegal sesuatu yang lumrah.
Pernyataan dosen tersebut mendapat tanggapan keras dari warganet, khususnya dari media sosial. Mereka menganggap tidak seharusnya seorang guru terlebih seorang dosen menyampaikan hal memalukan di depan publik.
Eddiyanto disebut sebagai orang yang ilmunya tinggi namun punya moralitas yang rendah akibat ngotot memasukkan anaknya di sekolah favorit melalui jalur belakang.
"Intelegensia tinggi tapi moralitasnya rendah," ujar pemilik akun Musancoko.
Netizen menyebut kalau masuk sekolah saja sudah melakukan tindakan tidak terpuji apalagi kalau sudah masuk dunia kerja, mereka khawatir anak didik akan menghalalkan segala caranya untuk mendapatkan tujuannya.
"Masuk sekolah aja udah pakai uang siluman apa lagi udah berkerja jadinya tukang korupsi," tulis pemilik akun Didik Ilham.
Bahkan mereka meragukan kualitas peserta didik yang menjadi mahasiswa dari Dr Edianto, "Dosen aja begini gmn hasil anak didik nya?"
Sebelumnya Eddiyanto protes kalau anaknya dikeluarkan dari SMAN 2 lalu dipindahkan ke sekolah swasta, yang mengaku dari para orang tua telah menyetorkan uang 'pelicin' antara Rp 4 juta - Rp 7 juta untuk satu siswa.

"Saya ini adalah orang yang berkecimpung dalam universitas yang menghasilkan guru-guru terbaik. Saya dosen di Unimed. Saya tahu bagaimana dunia pendidikan. Karena itu saya sampaikan, sangat riskan bagi siswa, jika mereka dikeluarkan," ujarnya di di Aula Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Senin (11/9).
Menurutnya, solusi yang tepat untuk para siswa yang masuk melalui jalur tidak resmi tersebut adalah mempersilakan mereka bersekolah di SMAN 2 Medan.
"Solusi yang tepat adalah mempertahankan para siswa ini. Jangan keluarkan mereka. Kalau mereka dikeluarkan maka mental anak-anak ini akan terganggu. Jangan kita rusak karakter anak kita ini," ujarnya dengan suara lantang.
Setelah selesai berbicara, Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Saut Aritonang sempat menimpali perkataan Edianto.
Saut mengutarakan, Edianto, yang mengajari guru-guru terbaik dan juga guru-guru terburuk.
"Beliau menghasilkan guru terbaik dan juga guru terburuk," ujar Saut.
Saat berbicang dengan Tribun, Edianto merasa tidak bersalah memasukkan anaknya ke SMAN 2 Medan melalui jalur tidak resmi. Menurutnya, hal tersebut wajar dan tidak perlu dipermasalahkan.
Sebab, ia yakin sistem pendidikan yang tidak bagus membuat anaknya harus masuk melalui jalur tak resmi ke SMAN 2 Medan.
"Tidak ada ruginya mereka masuk. Kelas ada, guru ada. Kali ini dikasi dispensasilah. Apalagi kan ini baru yang pertama kali. Untuk tahun depan hal kek gini diterapkan silahkan, tapi kasihan anak-anak. Mereka kan sudah sempat belajar, malu mereka itu nanti," ujarnya
Saat disampaikan kembali pernyatan Dinas Pendidikan Sumut bahwa, anak-anak yang masuk di luar Jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online, tidak akan bisa mengikuti Ujian Nasional, pria bergelar Doktor tersebut mengatakan, Ujian Nasional masih lama.

Menurutnya, hal tersebut tidak usah dibicarakan saat ini.
"Lagian Ujian Nasional masih lama, yang sekaranglah dibicarakan. Kalau yang mereka sampaikan itu bukan solusi. Solusi itu, kalau anak-anak ini tetap sekolah di sana. Kami tidak ada bayar-bayar memasukkan anak-anak ke sana," ujarnya.
Undang Orangtua
Dinas Pendidikan Sumut mengundang orangtua siswa, yang masuk ke SMAN 2 Medan dan SMAN 13 Medan melalui jalur tidak resmi, untuk menyampaikan rencana memindahkan para siswa tersebut ke sekolah-sekolah swasta, yang satu rayon dengan SMAN 2 dan SMAN 13, kemarin.
Pertemuan tersebut dilakukan dua sesi, yaitu pagi dan sore di Aula Dinas Pendidikan Sumut. Pertemuan pagi dihadiri ratusan orangtuasiswa siluman SMAN 2 Medan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Arsyad Lubis mengatakan, pemindahan siswa-siswa ilegal tersebut adalah demi kebaikan para siswa.
Sebab, jika tidak dipindahkan para siswa tidak akan mendapat Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional.
Para orangtua yang mendapat kesempatan berbicara saat sesi tanya jawab banyak memperkenalkan diri sebagai orang yang terpelajar. Ada yang berprofesi sebagai dosen, pengacara, dan profesi terpelajar lainnya.
Pada pertemuan sore dengan orangtua siswa ilegal di SMAN N 13 Medan, juga banyak orangtua yang mengaku sebagai orang yang terpelajar. Satu di antarnya Helmi Saputra, yang saat ini mengaku menempuh pendidikan doktor.
Meski begitu, ia tidak setuju anaknya dikeluarkan dari SMAN 13 Medan. Sebab, katanya, rumahnya sangat dekat dengan sekolah. Ia mengaku, tidak puas pada kebijakan Dinas Pendidikan Sumut. Menurutnya, kebijakan Dinas Pendidikan Sumut berpihak.
"Ada ratusan SMA di Sumut, kenapa hanya SMAN 13 Medan dan SMAN 2 yang diperiksa. SMA yang lain apakah sudah dicek, tidak fair ini. Tidak adil ini. Anak saya sudah lima hari menangis saja di rumah, nggak mau sekolah gara-gara tidak masuk SMAN 13," ujarnya.

Mendengar keluhan orangtua siswa tersebut, Arsyad kembali menyampaikan, siswa yang tak melalui PPDB tidak akan mendapat Dapodik dan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional.
"Semua sudah tersistem, jadi tidak bisa tidak. Anak-anak ini harus dipindahkan, ini adalah sosialisasi untuk anak-anak," ujarnya.
Saat beberapa orangtua ingin menyampaikan pendapatnya, mantan Kepala Sekolah SMAN 13 Medan Nurlina boru Purba mengajak Arsyad dan beberapa pejabat di Dinas Pendidikan Sumut melakukan rapat kecil. Rapat kecil tersebut memutuskan masalah siswa ilegal akan kembali dibicarakan di tataran sekolah

Dosen Universitas Negeri Bergelar PhD Dikecam Ngotot Anaknya Masuk Sekolah Favorit

http://medan.tribunnews.com/2017/09/12/doktor-bergelar-phd-dikecam-ngotot-anaknya-masuk-sekolah-favorit-dari-jalur-belakang?page=all


Dosen nya sukak main ilegal bah
Tipikal orang daerah, sekolah tinggi cari gelar demi pengaruh, makanya kualitas down
Unimed.. brrti PNS tuh dosen norak.. Pecat ajalah
Gotham City, bahkan dosennya saja begituemoticon-Tai
salah dikbud, ngapain bikin2 sekolah favorit

seharusnya sekolah itu sosial / sama rata.

emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L)

sempet ditawarin yang beginian tapi akhirnya gw tolak,
emoticon-Traveller
Dah begitu masih jadi dosen? Ga ada sanksi atau apa? Pantasan menjamur. Cuma kaya biasa aja ga ada sanksi.
baik
kekerasan sudah jadi budaya sumut kah? emoticon-Big Grin
doktor apa dokter hayooo??
dosen kok ngajarin yg gag bener
ama anak sendiri pula
emoticon-Cape d...
tangkep aja jeblosin ke penjara
ya harusnya orangtua menyadari kapasitas otak anaknya hanya mampu menerima pelajaran di sekolah biasabiasa saja non unggulan, emoticon-Embarrassment emoticon-Imlek
masuk lewat jalur ilegal itu lumrah, greget emoticon-Cool
Gotham city sdh biasa.. mending di bomb atom aja itu kota deh emoticon-Embarrassment
Weeehhh...

Jd ingat kata2 bijak soal kualitas seseorang...
Tai, dimanapun tai itu ditempatkan pasti tetap akan menjadi tai... emoticon-Big Grin
dosennya saja begini, gimana nasib mahasiswanya. emoticon-norose







Gelar PHD kelakuan kayak anak SD
padahal ga mesti dr sekolah favorit orang2 bs sukses
cuma d skolah favorit memang temennya rata bakal jd org keren. tp ga mesti dr skolah biasa jg bs anaknya sukses kok pak
Sistem bisa diatur ya tp untuk yang baik dong emoticon-Cape deeehh
Semua Urusan Menggunakan Uang Tunaiemoticon-Ngakak