alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
1.8 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/59713528d9d77026758b4567/diwarnai-aksi-quotwalk-outquot-dpr-sahkan-uu-pemilu
Lapor Hansip
21-07-2017 05:56
Diwarnai Aksi "Walk Out", DPR Sahkan UU Pemilu
JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilu untuk menjadi undang-undang setelah melalui mekanisme yang panjang dalam rapat paripurna yang berlangsung pada Kamis (20/7/2017) malam hingga Jumat (21/7/2017).

Keputusan diambil setelah empat fraksi yang memilih RUU Pemilu dengan opsi B, yaitu presidential threshold 0 persen, melakukan aksi walk out.

Dengan demikian, DPR melakukan aklamasi untuk memilih opsi A, yaitu presidential threshold sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional, karena peserta rapat paripurna yang bertahan berasal dari enam fraksi yang menyetujui opsi A.

"Apakah Rancangan Undang-Undang Pemilu bisa disahkan menjadi undang-undang?" tutur Ketua DPR Setya Novanto, yang memimpin sidang.

Peserta paripurna pun serentak menjawab, "Setuju..."

Mendengar jawaban dari peserta rapat paripurna, Novanto pun segera mengetok palu tiga kali, tanda pengesahan UU Pemilu.

"Paket A kita ketok secara aklamasi. Berikutnya saya persilakan Mendagri untuk menyampaikan pandangan pemerintah," ucap Novanto.

Agenda voting untuk mengesahkan RUU Pemilu diwarnai aksi walk out setelah empat fraksi menilai sistem presidential threshold 20-25 persen bertentangan dengan konstitusi, dalam hal ini prinsip keserentakan Pemilu 2019.

Kompas

BAGAIMANA KALO OPOSISI atau Partai yang Walk out nanti bersatu membentuk koalisi 20% untuk mengusung Capres-Cawapre?
Koalisi Partai Demokrtat da Partai Geridnra sangat cocok.

capres AHY dan Cawapres Prabowo.
AHY (RI1) dan PRABOWO (RI2) (Muda-Tua) kayak sekarang.

Mantap tenan... emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
21-07-2017 06:00
Mungkin Anis-AHY ya gan?
0
21-07-2017 06:01
Yg walkout jangan2 cuma malu2 mau buat PT 20% emoticon-Hammer
0
21-07-2017 06:07
salam 2200KV
emoticon-Cool
0
21-07-2017 06:12
Oh iya udah nggak ada KMP lagi jadi kalah suara
0
21-07-2017 06:12
lebih hebat mana, ketika para anggota dewan rapat dan sebagiannya walk out, tapi tetep aja keluar hasil putusan sidang rapat DPR yang disahkan ama pimpinannya yang katanya wakil rakyat, tapi g mewakili dari partai mana pun emoticon-Leh Uga
0
21-07-2017 06:13
sitem di dpr udah harus dibenahi, bila perlu dibubarkan aja. apa2 walkout apa2 ribut. gak pdipret gak gerandong, dan gak yg lain nya sama ajaemoticon-Traveller
klo untuk kepentingan rakyat walk out itu bukan solusi nya tp sekedar cari amanemoticon-Blue Guy Bata (L)
0
21-07-2017 06:17
keknya semua partai pernah walkout..
jadi perasaan ya biasa aja




walkout emoticon-Traveller
0
21-07-2017 06:18
Ya biarin aja (yang ndak setuju WO WO), ndak masalah hehehe. Malah lebih baik (klo mau parpolnya bubar sekalian), hehehe. Bagus buat rakyat.
0
21-07-2017 06:20
Jadi gimana sih gw ga ngerti, klo oposisi kurang dari 20 % berarti calon tunggal donk ato gimana
0
21-07-2017 06:25
Quote:Original Posted By FullKuncen
Jadi gimana sih gw ga ngerti, klo oposisi kurang dari 20 % berarti calon tunggal donk ato gimana


Jadi gini gan.
Seseorang bisa mencalonkan presoiden kalo didukung 20 % suara sah di pilpres.
Contoh PDIP dapat 23 Persen. dia dapat mencalonkan preiden langsung.
Kalo perolehan suara nya tidak sampai 20 persen iya harus koalisi dengan partai lain.

Partai Gerinda dan Demokrat khan nggak bakl sampai 20 % suaranya nanti. Jadi harus koalis. (capek dan ngeluarin duit banyak buat beli suara) makanya merfeka berusaha menggolkan 0% . Jadi tanpa ada suara bisa nyalon. (Otomatis Prabowo dan AHY berpeluang nyapres tanpa capek-capek). emoticon-Big Grin

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Kalo Pemerintah dan pendukung 20% logikanya, masa ayam sayur dan yang baru masuk kepollitik langsung bisa nyaloin Capres? hahha
Masuk akal sih.

Makanya AHY-PRABOWO pasangan yang cocok. emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
0
21-07-2017 06:30
Quote:Original Posted By gulungantikar


Jadi gini gan.
Seseorang bisa mencalonkan presoiden kalo didukung 20 % suara sah di pilpres.
Contoh PDIP dapat 23 Persen. dia dapat mencalonkan preiden langsung.
Kalo perolehan suara nya tidak sampai 20 persen iya harus koalisi dengan partai lain.

Partai Gerinda dan Demokrat khan nggak bakl sampai 20 % suaranya nanti. Jadi harus koalis. (capek dan ngeluarin duit banyak buat beli suara) makanya merfeka berusaha menggolkan 0% . Jadi tanpa ada suara bisa nyalon. (Otomatis Prabowo dan AHY berpeluang nyapres tanpa capek-capek). emoticon-Big Grin

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Kalo Pemerintah dan pendukung 20% logikanya, masa ayam sayur dan yang baru masuk kepollitik langsung bisa nyaloin Capres? hahha
Masuk akal sih.

Makanya AHY-PRABOWO pasangan yang cocok. emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga


Goblok. yang dipermasalahin itu, partaik koalisi pemerintah maunya pake hasil pileg 2014 ,
masa kemaren udah pake data hasil 2014, nanti di 2019 mau pake hasil pileg 2014 lagi.

LOGIKA nya dimana ?
0
21-07-2017 06:31
all-out /walkout nih, ntar salah denger emoticon-Hansip
0
21-07-2017 06:34
Quote:Original Posted By gulungantikar
JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilu untuk menjadi undang-undang setelah melalui mekanisme yang panjang dalam rapat paripurna yang berlangsung pada Kamis (20/7/2017) malam hingga Jumat (21/7/2017).

Keputusan diambil setelah empat fraksi yang memilih RUU Pemilu dengan opsi B, yaitu presidential threshold 0 persen, melakukan aksi walk out.

Dengan demikian, DPR melakukan aklamasi untuk memilih opsi A, yaitu presidential threshold sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional, karena peserta rapat paripurna yang bertahan berasal dari enam fraksi yang menyetujui opsi A.

"Apakah Rancangan Undang-Undang Pemilu bisa disahkan menjadi undang-undang?" tutur Ketua DPR Setya Novanto, yang memimpin sidang.

Peserta paripurna pun serentak menjawab, "Setuju..."

Mendengar jawaban dari peserta rapat paripurna, Novanto pun segera mengetok palu tiga kali, tanda pengesahan UU Pemilu.

"Paket A kita ketok secara aklamasi. Berikutnya saya persilakan Mendagri untuk menyampaikan pandangan pemerintah," ucap Novanto.

Agenda voting untuk mengesahkan RUU Pemilu diwarnai aksi walk out setelah empat fraksi menilai sistem presidential threshold 20-25 persen bertentangan dengan konstitusi, dalam hal ini prinsip keserentakan Pemilu 2019.

Kompas

BAGAIMANA KALO OPOSISI atau Partai yang Walk out nanti bersatu membentuk koalisi 20% untuk mengusung Capres-Cawapre?
Koalisi Partai Demokrtat da Partai Geridnra sangat cocok.

capres AHY dan Cawapres Prabowo.
AHY (RI1) dan PRABOWO (RI2) (Muda-Tua) kayak sekarang.

Mantap tenan... emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga


salam 2200 kv tong emoticon-Leh Uga
0
21-07-2017 06:34
Quote:Original Posted By gulungantikar


Jadi gini gan.
Seseorang bisa mencalonkan presoiden kalo didukung 20 % suara sah di pilpres.
Contoh PDIP dapat 23 Persen. dia dapat mencalonkan preiden langsung.
Kalo perolehan suara nya tidak sampai 20 persen iya harus koalisi dengan partai lain.

Partai Gerinda dan Demokrat khan nggak bakl sampai 20 % suaranya nanti. Jadi harus koalis. (capek dan ngeluarin duit banyak buat beli suara) makanya merfeka berusaha menggolkan 0% . Jadi tanpa ada suara bisa nyalon. (Otomatis Prabowo dan AHY berpeluang nyapres tanpa capek-capek). emoticon-Big Grin

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Kalo Pemerintah dan pendukung 20% logikanya, masa ayam sayur dan yang baru masuk kepollitik langsung bisa nyaloin Capres? hahha
Masuk akal sih.

Makanya AHY-PRABOWO pasangan yang cocok. emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga


trus 20% di ambil darimana, bukanya 2019 pemilihan serentak
0
21-07-2017 06:36
Quote:Original Posted By gulungantikar


Jadi gini gan.
Seseorang bisa mencalonkan presoiden kalo didukung 20 % suara sah di pilpres.
Contoh PDIP dapat 23 Persen. dia dapat mencalonkan preiden langsung.
Kalo perolehan suara nya tidak sampai 20 persen iya harus koalisi dengan partai lain.

Partai Gerinda dan Demokrat khan nggak bakl sampai 20 % suaranya nanti. Jadi harus koalis. (capek dan ngeluarin duit banyak buat beli suara) makanya merfeka berusaha menggolkan 0% . Jadi tanpa ada suara bisa nyalon. (Otomatis Prabowo dan AHY berpeluang nyapres tanpa capek-capek). emoticon-Big Grin

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Kalo Pemerintah dan pendukung 20% logikanya, masa ayam sayur dan yang baru masuk kepollitik langsung bisa nyaloin Capres? hahha
Masuk akal sih.

Makanya AHY-PRABOWO pasangan yang cocok. emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga


Akal bulus rezim inimah
0
21-07-2017 06:37
Quote:Original Posted By binokulars


Goblok. yang dipermasalahin itu, partaik koalisi pemerintah maunya pake hasil pileg 2014 ,
masa kemaren udah pake data hasil 2014, nanti di 2019 mau pake hasil pileg 2014 lagi.

LOGIKA nya dimana ?


elu nanya logika ke orang yg listrik rumahnya 2200 kv?
0
21-07-2017 06:37
Jadi inget.



HOOOY ALL OUT BUKAN WALK OUT


Diwarnai Aksi "Walk Out", DPR Sahkan UU Pemilu
Anak TK belajar
0
21-07-2017 06:40
Quote:Original Posted By steve.roger


elu nanya logika ke orang yg listrik rumahnya 2200 kv?


wah gak sadar ane, ternyata yang ane quote orang bergaji 20jt/bulan
0
21-07-2017 06:41
Quote:Original Posted By binokulars


Goblok. yang dipermasalahin itu, partaik koalisi pemerintah maunya pake hasil pileg 2014 ,
masa kemaren udah pake data hasil 2014, nanti di 2019 mau pake hasil pileg 2014 lagi.

LOGIKA nya dimana ?


Permasalahannya emang ada di sini, RUU lama (dulu Demokrat yang diuntungin, sekarang PDIP)

Pilpres dan Pileg berdekatan, makanya kalau pakai data 2019, pakai 20% bisa bingung semua, soalnya setelah lihat hasil baru bisa koalisikan bentuk 20%, seingetku serentak antara Pileg dan Pilpres, belum bentuk koalisi lalu Capres dan Wapres. Mana bisa kampanye, kalau digituin kita cuma disodorin pasangan tanpa visi misi. (Makanya pakai RUU lama)

Edit serentak ternyata penyebabnya Pilpres dan Pileg gak seperti 2014 selisih 5 bulan
Diubah oleh hartantoshine
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.