others
Batal
link has been copied
4110
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587252a2529a45ef1f8b456c/koecingane-regional-semarang--specialedition---part-113
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam Sejahtera Bagi Kita Semua Thread ini adalah media silaturahmi bagi rekan rekan Kaskuser dari Semarang dan Sekitarnya,baik yang asli dari semarang, maupun sekarang berdomisili di Semarang dan Sekitarnya, dan bagi siapapun juga yang mempunyai keterikatan dengan Semarang, Untuk mengakrabkan satu sama lain :genit: Aturan main : 1. Feel free to junk, jun
Lapor Hansip
08-01-2017 21:54

◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition

◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua
Thread ini adalah media silaturahmi bagi rekan rekan Kaskuser dari Semarang dan Sekitarnya,baik yang asli dari semarang, maupun sekarang berdomisili di Semarang dan Sekitarnya, dan bagi siapapun juga yang mempunyai keterikatan dengan Semarang, Untuk mengakrabkan satu sama lain emoticon-Genit:



Quote:Aturan main :
1. Feel free to junk, junk with your own risk emoticon-Angkat Beer (artine : ngejunk yo ngejunk ning ojo kebangeten, resiko ditanggung masing masing emoticon-Ngakak)
2. Tak kenal maka tak sayang, silahkan untuk memperkenalkan diri ditempat yang telah disediakan ?[INDEX]Biodata Kaskuser Regional Semarang (daftar ulang)?
3. Untuk melestarikan kebudayaan jawa maka senin - jumat diwajibkan menggunakan bahasa jawa emoticon-Metal:
4. Untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan indonesia maka hari sabtu dan minggu menggunakan persatuan bahasa indonesia emoticon-Big Grin


Quote:Dilarang
1. dilarang memancing keributan, trolling dan sejenisnya emoticon-Mad: kan bisa dibicarakan baik baik
2. dilarang posting konten yang mengandung pornografi pornoaksi dan sejenisnya (sing mbuka kaskus seko segala umur akeh sing jek cilik imut imut contone aku emoticon-Malu)


Quote:sanksi
- ditegur emoticon-Big Grin
- sodokan bata diperkenankan emoticon-Genit:
- ignore list



*bisa berubah menyesuaikan perkembangan situasi dan kondisi emoticon-Embarrassment


regard
emoticon-Metal:
egakoh

profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 206
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54

Autolock Thread by Hansip

0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
Quote:
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
KOPDAR KASKUS REGIONAL SEMARANG
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113

Jangan cuma berani posting dan nongol di online!
Kaskus regional semarang mengadakan kopdar tiap minggunya guna menambah akrab dan mempererat tali silaturahmi kita baik online maupun offline yang rutin diadakan pada

Hari : Jumat
Waktu : Pukul 19:30 WIB - sampai sepuasnya
Tempat : Kucingan depan BRI Pandanaran

Silahkan bagi kalian semua yang ingin bergabung menambah teman, sekedar ngobrol atau sharing, hingga yang mau cari jodoh juga bisa gabung bareng dimari :beer :beer :beer

Ditunggu kedatangannyaemoticon-Kaskus Lovers

CP : 08560298492 - xberisikx
CP : 085640013013 - nandaajegile





FOLLOW US ON TWITTER @KaskusRegSem

◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
1 0
1
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54

◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113


Quote:

SELAYANG PANDANG
sebagai kota raya dan lbu kota Jawa Tengah, memiliki sejarah yang panjang. Mulanya dari dataran lumpur,yang kemudian hari berkembang pesat menjadi lingkungan maju dan menampakkan diri sebagai kota yang penting. Sebagai kota besar, ia menyerap banyak pendatang. Mereka ini, kemudian mencari penghidupan dan menetap di Kota Semarang sampai akhir hayatnya. Lalu susul menyusul kehidupan generasi berikutnya. Di masa dulu, ada seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang, meninggalkan Demak menuju ke daerah Barat Disuatu tempat yang kemudian bernama Pulau Tirang, membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.


Quote:
Geografi

Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati,Tembalang dan Banyumanik. Pusat pertumbuhan di Semarang sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk muncul menjadi kota kecil baru, seperti di Semarang bagian atas tumbuhnya daerah Banyumanik sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk Kota Semarang bagian atas menjadikan daerah ini cukup padat. Fasilitas umum dan sosial yang mendukung aktivitas penduduk dalam bekerja maupun sebagai tempat tinggal juga telah terpenuhi. Banyumanik menjadi pusat pertumbuhan baru di Semarang bagian atas, dikarenakan munculnya aglomerasi perumahan di daerah ini. Dahulunya Banyumanik hanya merupakan daerah sepi tempat tinggal penduduk Semarang yang bekerja di Semarang bawah (hanya sebagai dormitory town). Namun saat ini daerah ini menjadi pusat aktivitas dan pertumbuhan baru di Kota Semarang, dengan dukungan infrastruktur jalan dan aksessibilitas yang terjangkau. Fasilitas perdagangan dan perumahan baru banyak bermunculan di daerah ini, seperti Carefour, Mall Banyumanik, Ada Swalayan, Perumahan Banyumanik, Perumahan Pucang Gading, dan fasilitas pendidikan baik negeri maupun swasta, seperti Undip, Polines, Unika, dll, dengan dukungan akses jalan tol dan terminal moda yang memperlancar transportasi. Cepatnya pertumbuhan di daerah ini dikarenakan kondisi lahan di Semarang bawah sering terkena bencana rob banjir.


Quote:
SEJARAH

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-8 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1405 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).

Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I), untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran II atau Sunan Pandanaran Bayat atau Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran saja). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijaya setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.

Kemudian pada tahun 1678 Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya, dia mengklaim daerah Priangan dan pajak dari pelabuhan pesisir sampai hutangnya lunas. Pada tahun 1705 Susuhunan Pakubuwono I menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai bagian dari perjanjiannya karena telah dibantu untuk merebut Kartasura. Sejak saat itu Semarang resmi menjadi kota milik VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda.
Kantor KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij) di Semarang (1918-1930)

Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Wali kota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang.

Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang dikepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari.

Tahun 1946 Inggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda. Ini terjadi pada tanggal l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menangkap Mr. Imam Sudjahri, wali kota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Namun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian di luar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti pada masa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta. Ia menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan.

0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54

Quote:1. LAWANG SEWU
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113

Lawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti "Pintu Seribu". Warga Semarang menyebutnya demikian karena gedung ini mempunyai pintu dan jendela berukuran besar menyerupai pintu yang berjumlah sangat banyak. Gedung ini dirancang oleh arsitek Belanda C.Citroen dari Firma J.F. Klinkhamer dan B.J. Quendag pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Gedung ini awalnya digunakan untuk kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, perusahaan kereta api Belada.

Lawang Sewu

Bagian depan bangunan bersejarah ini dihiasi oleh menara kembar model gothic dan terbagi menjadi dua are, memanjang kebelakang yang mengesankan kokoh, besar dan indah. Arsitektur Lawang Sewu bergaya art deco yang bercirikan ekslusif yang berkembang pada era 1850-1940 di benua Eropa.

Bangunan ini menghadap ke Taman Wilhelmina yang sekarang lebih dikenal sebagai komplek Tugu Muda. Di depan Lawang Sewu dulu melintas rel trem kota Semarang, jurusan Bulu – Jomblang. Foto udara yang diambil pada tahun 1927 masih memperlihatkan jalur perangkutan ini.

Setelah Jepang mengambil alih pemerintahan Belanda di Indonesia pada tahun 1942, ruang bawah tanah gedung ini yang sebelumnya merupakan saluran pembuangan air di "sulap" menjadi penjara bawah tanah sekaligus saluran pembuangan air. Gedung ini juga menjadi saksi bisu pertempuran sengit antara rakyat Indonesia dengan tentara Jepang yang terkenal dengan sebutan Pertempuran Lima Hari di Semarang (14 Oktober 1945 - 19 Oktober 1945). Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, beberapa tahun kemudian pemerintah membangun sebuah prasasti di halaman Taman Wilhelmina yang sekarang dikenal sebagai Tugu Muida

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah.

Mengingat Lawang Sewu mempunyai nilai sejarah penting, maka Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

Saat ini Lawang Sewu sedang dalam tahap renovasi untuk memperbaiki bagian-bagian bangunan yang sudah mulai rusak akibat dimakan usia


Quote:
2. MASJID AGUNG JAWA TENGAH
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113

Masjid Agung Jawa Tengah merupakan salah satu masjid termegah di Indonesia. Masjid dengan arsitektur indah ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006. Kompleks masjid terdiri dari bangunan utama seluas 7.669 m2 dan halaman seluas 7.500 m2. Masjid Agung Jawa Tengah terletak di jalan Gajah Raya, tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Masjid yang mampu menampung jamaah tak kurang dari 15.000 ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tahun 2006. Upacara peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti setinggi 3,2 m dan berat 7,8 ton yang terletak di depan masjid. Prasasti terbuat dari batu alam yang berasal dari lereng Gunung Merapi.

Masjid Agung Jawa Tengah

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga merupakan obyek wisata terpadu pendidikan, religi, pusat pendidikan, dan pusat aktivitas syiar Islam. Dengan berkunjung ke masjid ini, pengunjung dapat melihat keunikan arsitektur masjid yang merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Roma dan Arab.

Arsitektur Jawa terlihat pada beberapa bagian, misalnya pada bagian dasar tiang masjid menggunakan motif batik seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan. Ciri arsitektur Timur Tengah (Arab) terliat pada dinding masjid dinding masjid yang berhiaskan kaligrafi. Selain itu, di halaman Masjid Agung Jawa Tengah terdapat 6 payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis yang merupakan adopsi arsitektur bangunan Masjid Nabawi yang terdapat di Kota Madinah. Masjid ini juga sedikit dipengaruhi gaya arsitektur Roma. Gaya itu nampak pada desain interior dan lapisan warna yang melekat pada sudut-sudut bangunan.

Selain bangunan utama masjid yang luas dan indah, terdapat bangunan pendukung lainnya. Bangunan pendukung itu di antaranya: auditorium di sisi sayap kanan masjid yang dapat menampung kurang lebih 2.000 orang. Auditorium ini biasanya digunakan untuk acara pameran, pernikahan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sayap kiri masjid terdapat perpustakaan dan ruang perkantoran yang disewakan untuk umum. Halaman utama masjid yang terdapat 6 payung hidrolik juga dapat menampung jamaah sebanyak 10.000 orang.

Keistimewaan lain masjid ini berupa Menara Asmaul Husna (Al Husna Tower) dengan ketinggian 99 m. Menara yang dapat dilihat dari radius 5 km ini terletak di pojok barat daya masjid. Menara tersebut melambangkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Dipuncak menara dilengkapi teropong pandang. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati udara yang segar sambil melihat indahnya Kota Semarang dan kapal-kapal yang sedang berlalu-lalang di pelabuhan Tanjung Emas.

Di masjid ini juga terdapat Al qur`an raksasa tulisan tangan karya H. Hayatuddin, seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari Wonosobo, Jawa Tengah. Tak hanya itu, ada juga replika beduk raksasa yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas, Jawa Barat.

Di area Masjid Agung Jawa Tengah terdapat berbagai macam fasilitas seperti perpustakaan, auditorium, penginapan, ruang akad nikah, pemandu wisata, museum kebudayaan Islam, cafe muslim, kios-kios cenderamata, buah-buahan, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga berbagai macam sarana hiburan seperti air mancur, arena bermain anak-anak, dan kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung berputar mengelilingi kompleks masjid ini.

Untuk memasuki kawasab Masjid Agung Jawa Tengah, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun, jika pengunjung ingin memasuki area tertentu seperti Menara Asmaul Husna, pengunjung diwajibkan membayar Rp 3.000 per orang untuk jam kunjungan antara pukul 08.00—17.30 WIB. Dan apabila pengunjung datang pada jam 17.30—21.00 WIB tarif tersebut meningkat menjadi Rp 4.000 per orang. Bagi pengunjung yang ingin menggunakan teropong yang terdapat di Menara Asmaul Husna itu, maka pengunjung harus mengeluarkan ongkos tambahan sebesar Rp 500,- per menit.

Pada saat liburan, masjid banyak di kunjungi wisatawan yang berasal dari berbagai daerah. Bahkan beberapa turis manca negara, khususnya muslim banyak yang melunagkan waktu berkunjung ke masjid ini untuk beribadah sekaligus berwisata.


Quote:3. MASJID KAUMAN

◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113

Masjid Kauman termasuk dalam daftar masjid tua di tanah Jawa. Letaknya berdekatan dengan Pasar Johar, Semarang. Dahulu, kompleks ini merupakan alun-alun tempat berkumpul warga Semarang. Hingga saat ini, bangunan Masjid Kauman tetap berdiri kokoh meskipun lingkungan jalan di sekitarnya telah padat dengan kios, pedagang kaki lima, dan tempat angkot menunggu penumpang.

Masjid Kauman Semarang

Masjid Kauman didirikan pada awal abad ke-16. Pendiri masjid itu ialah Kiai Ageng Pandanaran yang kemudian mendirikan masjid lagi di sekitar Bubakan, yang menjadi tempat kabupaten setelah hijrah akibat pemberontakan orang-orang China yang dikenal dengan Perang Semarang (1742).

Masjid Kauman mengalami renovasi berkali-kali. Kiai Adipati Surohadimenggolo III, sebagai Bupati Semarang kala itu, mengganti masjid itu menjadi masjid yang lebih besar pada 1759-1760. Pembangunan itu diperingati dengan tiga buah inskripsi yang kini masih tertempel di gapura utama masjid yang bertuliskan huruf Jawa, Latin, dan Arab.

Tulisan di prasasti tersebut masih sangat jelas terbaca walaupun sudah usang dimakan usia. Hal ini sangat menarik untuk dikaji bahwa masjid ini adalah salah satu masjid besar dan berpengaruh dizamannya. Masjid ini juga banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah. Hal ini menandakan bahwa Semarang sejak dulu merupakan salah satu kota besar sekaligus kota pelabuhan yang maju.

Saat RM Tumenggung Ario Purboningrat berkuasa pada 1867, ia merenovasi masjid tersebut. Kemudian pada 23 April 1889 dengan bantuan dari Asisten Residen Semarang GI Blume dan Bupati R Tumenggung Cokrodipuro, masjid itu lagi-lagi direnovasi. Arsitek berkebangsaan Belanda GA Gambier dipercaya untuk menangani pekerjaan itu. Masjid selesai di renovasi tanggal 23 November 1890. AH Plas dalam tulisannya Van't Verjongde Semarang En't Verjongde Semarang 1911 menjuluki Masjid Kauman sebagai de fraii misigit atau sebuah masjid yang indah.

Meskipun Semarang sekarang telah memiliki Masjid Agung Jawa Tengah yang lebih megah dan besar, keberadaan Masjid Kauman tetap dipertahankan. Sampai sekarang, Masjid Kauman tetap dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan ritual Dugderan, peringatan awal bulan Ramadan. Sebuah tradisi yang dilakukan secara turun-temurun sejak dahulu kala.

0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
Quote:4. KLENTENG SAM P KONG
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113


Klenteng Sam Po Kong selain merupakan tempat ibadah dan ziarah juga merupakan tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi. Tempat ini dikenal juga dengan sebutan Gedong Batu. Ada yang mengatakan nama ini dipakai karena asal mula tempat ini adalah sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Tetapi ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sebenarnya asal kata yang benar adalah Kedong Batu, alias tumpukan batu-batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai.

Klenteng Sam Po Kong

Komplek Klenteng Sam po Kong terdiri atas sejumlah anjungan yaitu Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan (Kyai Juru Mudi, Kayai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng). Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan. Gua yang memiliki mata air yang tak pernah kering ini dipercaya sebagai petilasan yang pernah ditinggali Sam Po Tay Djien (Zheng He)

Bentuk bangunan klenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun. Berbeda dengan tipe klenteng yang lain, klenteng ini tidak memiliki serambi yang terpisah. Pada bagian tengah terdapat ruang pemujaan Sam Po.

Menurut cerita, pada awal abad ke-15 Laksamana Zheng He sedang mengadakan pelayaran menyusuri pantai laut Jawa dan sampai pada sebuah semenanjung. Karena ada awak kapal yang sakit, ia memerintahkan mendarat dengan menyusuri sebuah sungai yang sekarang dikenal dengan sungai Kaligarang. Ia mendarat disebuah desa bernama Simongan. Setelah sampai didaratan, ia menemukan sebuah gua batu dan dipergunakan untuk tempat bersemedi dan bersembahyang. Zeng He memutuskan menetap untuk sementara waktu ditempat tersebut. Sedangkan awak kapalnya yang sakit dirawat dan diberi obat dari ramuan dedaunan yang ada disekitar tempat itu.

Setelah ratusan tahun berlalu, pada bulan Oktober 1724 diadakan upacara besar-besaran sekaligus pembangunan kuil sebagai ungkapan terima kasih kepada Sam Po Tay Djien. Dua puluh tahun sebelumnya diberitakan bahwa gua yang dipercaya sebagai tempat semedi Sam Po runtuh disambar petir. Tak berselang lama gua tersebut dibangun kembali dan didalamnya ditempatkan patung Sam Po dengan empat anak buahnya yang didatangkan dari Tiongkok. Pada perayaan tahun 1724 tersebut telah ditambahkan bangunan emperan di depan gua.

Perayaan tahunan peringatan pendaratan Zheng He merupakan salah satu agenda utama di kota Semarang. Perayaan dimulai dengan upacara agama di kuil Tay Kak Sie, di Gang Lombok. Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan patung Sam Po Kong di kuil Tay Kak Sie ke Gedong Batu. Patung tersebut kemudian diletakkan berdampingan dengan patung Sam Po Kong yang asli di Gedong Batu.

Tradisi unik ini bermula sejak pertengahan kedua abad ke-19. Pada masa itu, kawasan Simongan dikuasai oleh seorang tuan tanah yang tamak. Orang-orang yang hendak berkunjung ke kuil Sam Po Kong diharuskan membayar sejumlah uang yang harganya sangat mahal. Karena kebanyakan peziarah tidak mampu membayarnya, kegiatan pemujaan kemudian dialihkan ke kuil Tay Kak Sie. Sebuah replika patung Sam Po Kong kemudian dibuat dan diletakkan di dalam kuil Tay Kak Sie. Setiap tanggal 29 atau 30 bulan keenam menurut penanggalan Imlek Cina, patung duplikat tersebut diarak dari Tay Kak Sie ke Gedong Batu yang dimaksudkan agar patung replika tersebut mendapat berkah dari patung asli yang berada di dalam kuil Gedong Batu.

Pada tahun 1879 atau tahun kelima Guang Xu, kawasan Simongan dibeli oleh Oei Tjie Sien. Oei Tjie Sien merupakan ayah dari Oei Tiong Ham, penderma yang juga dikenal sebagai “Raja Gula” Indonesia. Sejak saat itu, para peziarah dapat bersembahyang di kuil Gedong Batu tanpa dipungut biaya apapun dan urusan pengurusan kuil diserahkan kepada Yayasan Sam Po Kong setempat. Pawai Sam Po Kong itu dihidupkan kembali pada tahun 1937 dan terus menjadi daya tarik hingga sekarang.


Quote:5. GEREJA BLENDUK
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113


Gereja yang dibangun pada 1753 ini merupakan salah satu landmark di Kota Lama Semarang. Berbeda dari bangunan lain di Kota Lama yang pada umumnya memagari jalan dan tidak menonjolkan bentuk, gedung yang bergaya Neo-Klasik ini justru tampil kontras dan mudah dikenali. Bentuknya lebih menonjol . Lokasi bangunan ini frontal terhadap Jl. Suari yang dahulu bernama Kerk straat (Jalan Gereja).

Gereja Blenduk

Bangunan gereja yang sekarang merupakan bangunan setangkup dengan facade tunggal yang secara vertikal terbagi atas tiga bagian. Bangunan ini menghadap ke Selatan. Lantai bangunan hampir sama tinggi dengan jalan di depannya. Pondasi yang digunakan terbuat dari batu dan sistem strukturnya dari bata. Dinding terbuat dari bata setebal satu batu. Atap bangunan berbentuk kubah dengan penutupnya lapisan logam yang dibentuk oleh usuk kayu jati. Di bawah pengakiran kubah terdapat lubang cahaya yang menyinari ruang dalam yang luas.

Pada sisi bangunan, Timur, Selatan dan Barat terdapat portico bergaya Dorik Romawi yang beratap pelana. Gereja ini memiliki dua buah Menara dikiri kanan Yang denahnya dasar berbentuk bujur sangkat tetapi pada lapisan paling atas berbentuk bundar. Menara ini beratap kubah kecil. Cornice yang ada disekililing bangunan berbentuk garis-garis mendatar.

Pintu masuk merupakan pintu ganda dari panel kayu. Ambang atas pintu berbentuk lengkung. Demikian pula halnya dengan ambang atas jendela, yang berbentuk busur. Tipe jendela ada dua kelompok. Pertama, jendela ganda berdaun krepyak, sedangkan yang kedua merupakan jendela kaca warna-warni berbingkai. Bangunan yang terkait di sekitar Gereja Blenduk adalah Gedung Jiwasraya yang terletak di sebelah Selatan, kantor Kerta Niaga di sebelah Barat, ruang terbuka bekas Parade Plein di sebelah Timurnya.

Gereja Blenduk sudah berganti rupa beberapa kali. Mula-mula Gereja di bangun pada tahun 1753, berbentuk rumah panggung Jawa, dengan atap yang sesuai dengan arsitektur Jawa. Hal ini dapat dilihat pada peta kota Semarang tahun 1756 yang menunjukkan konfigurasi massa yang berbeda dari sekarang. Pada tahun 1787 rumah panggung ini dirombak total.

Tujuh tahun berikutnya diadakan kembali perubahan. Pada tahun 1894, gedung ini dibangun kembali oleh H.P.A. de Wilde dan W.Westmas dengan bentuk seperti sekarang ini. Yaitu dengan dua menara dan atap kubah. Keterangan mengenai Wilde dan Wetmas tertulis pada kolom di belakang mimbar.


Quote:6, GOA KREO
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113


Goa Kreo adalah sebuah tempat wisata yang ada di Semarang. Kawasan Wisata Goa Kreo merupakan areal hutan seluas ± 5 hektar yang terletak di daerah perbukitan (Gunung Krincing ) dan lembah Sungai Kreo, tepatnya di Dukuh Talun Kacang Kelurahan Kandri Kecamatan Mijen. Jarak lokasi sekitar ± 13 km dari bundaran Tugu Muda ke arah selatan.

Goa Kreo dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Menurut legenda Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut.

Kata "Kreo" berasal dari kata "Mangreho" yang berarti peliharalah atau jagalah. Obyek wisata Goa Kreo setiap hari mulai jam 6.00-18.00. Disekitar Goa Kreo terdapat hamparan sawah yang luas, tebing-tebing curam penuh pepohonan dan sungai jernih berbatu.

Ada dua hal yag menjadi daya tarik kawasan wisata ini. Pertama, goa yang menjadi sarang puluhan kera liar. i sini kita bisa menemukan puluhan kera yang berkeliaran secara bebas. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat kera-kera liar namun jinak. Kedua, di kawasan ini juga terdapat air terjun kecil yang jernih. Pengunjung bisa bermain-main dan menikmati udara sejuk secara bebas. Sebuah pemandangan yang sulit di temui di kota besar.

Untuk mencapai mulut Goa, pengunjung harus melewati anak tangga yang cukup banyak dan curam. Disebelah Utara Goa Kreo terdapat air terjun yang berasal dari berbagai sumber mata air yang jernih dan tidak kering meski musim kemarau panjang. Disamping memiliki pemandangan yang indah Goa Kreo juga dilengkapi sarana-sarana lain seperti : tempat bermain anak seperti ayunan, papan luncur dll.


0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54

Quote:7. Vihara Buddhagaya Watugong
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113


Vihara Buddhagaya Watugong adalah sebuah Vihara yang diresmikan pada 2006 lalu dan dinyatakan MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Vihara Buddhagaya Watugong terletak 45 menit dari pusat Kota Semarang. Vihara ini memiliki banyak bangunan dan berada di area yang luas.

Salah satu ikon yang paling terkenal di vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna), dimana didalamnya terdapat Buddha Rupang yang besar. Pagoda Avalokitesvara yang memiliki tinggi bangunan setinggi 45 meter dengan 7 tingkat, yang bermakna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh.

Bagian dalam pagoda berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter. Mulai tingkat kedua hingga keenam dipasang patung Dewi Kwan Im (Dewi Welas Asih) yang menghadap empat penjuru angin. Hal ini bertujuan agar sang dewi memancarkan kasih sayangnya ke segala arah mata angin.

Pada tingkat ketujuh terdapat patung Amitaba, yakni guru besar para dewa dan manusia. Dibagian puncak pagoda terdapat Stupa untuk menyimpan relik (butir-butir mutiara) yang keluar dari Sang Buddha. Bagian depan pagoda juga terdapat patung Dewi Welas Asih serta Sang Buddha yang duduk dibawah pohon Bodi.

Di Komplek Vihara juga terdapat cotage untuk para tamu menginap. Tepat di depan cotage terdapat Bangunan Dhammasala. Bangunan ini terdiri dari dua lantai, lantai dasar digunakan untuk ruang aula serbaguna yang luas dengan sebuah panggung didepannya sedangkan lantai atas untuk ruang Dhammasala.

Pada bagian tembok pagar disekiling dhammasala terdapat relief yang menceritakan tentang paticasamupada. Dengan melihat relief ini kita akan lebih mudah memahami konsep paticasamupada

Semuanya bagian dalam komplek Vihara ditata dengan rapi dipadukan dengan keasrian lingkungannya serta ditambah dengan keindahan arsitektur Tiongkok menjadikan tempat ini relatif menyenangkan untuk berziarah serta beribadah maupun sekedar mampir untuk istirahat melepas lelah karena dalam perjalanan.

Jika sedang berwisata ke Semarang, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk mengunjungi salah satu obyek wisata Kota Semarang


Quote:8. Umbul Sidomukti
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113


Keelokan alam membuat terpaku begitu kaki turun dari mobil dipelataran lokawisata Girigahana Sidomukti. Hamparan sawah berundak, sungai kecil, air terjun, dan hutan pinus, begitu memesona. Jauh di seberang sana terlihat Gunung Ungaran, Gunung Merbabu dan Bukit Kembar Cimanggal. Sebuah harmoni alam nan menawan.

Umbul Sido Mukti Semarang

Suasana alam di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang membuat pengunjung betah berlama-kama di sana. Apalagi air di kolam renang alam Umbul Sidomukti tergolong unik. Lokasinya berada di lereng Gunung Ungaran, persis di tepi jurang dan lembah. Air umbul yang mengalir deras menjadi sumber air utama untuk taman renang alami Umbul Sidomukti. Limpahan air tersebut meluber ke kolam di bawahnya dan mengairi kebun dan sawah-sawah.

Objek wisata Umbul Sidomukti yang dibuka 2 Agustus 2007 dibangun dengan desain kolam tradisional, bergaya minimalis. Dinding kolam disusun dari tumpukan batu alam. Di tamannya banyak tempat duduk berundak model panggung terbuka sehingga pandangan bebas ke segala penjuru. Dengan lokasi pada ketinggian 1031 dpl, Umbul Sidomukti di sebut-sebut sebagai kolam renang alami tertinggi di Indonesia

Wisata Umbul Sidomukti tidak hanya menawarkan keelokan alam, dan kesegaran udara, tapi juga menantang pengunjung untuk menguji nyali. Wahana Flying fox sepanjang kurang lebih 100 meter melintasi jurang yag cukup dalam. Dengan kedalaman lembah lebih dari 70 meter akan memacu adrenalin siapun yang melintasinya.

Umbul Sido Mukti Semarang

Selain itu juga tersedia Marine Bridge (jembatan tali) sepanjang 60 meter dengan jurang dibawahnya dengan kedalaman lebih dari 30 meter. Jika masih belum puas, masih ada tantangan lain yaitu menaklukkan dinding bukit setinggi 25 meter dan memacu kendaraan ATV menyusuri jalan tanah yang ada di sekitar jurang. Wow, sebuah pengalaman sensasional, mendebarkan, dan mengasyikkan

Untuk anak-anak tersedia wahana yang melatih keberanian dan sportivitas. Untuk mereka, ada flying fox anak sepanjang 15 meter. Fasilitas lainnya yaitu camping ground dimana pengunjung dapat menikmati malam di alam bebas. Pada tengah malam sunyi, gemeretak kayu api unggun menjadi musik tersendiri yang indah dan hangat, untuk mengusir udara dingin.

”Keajaiban” alam masih tersisa di lereng Gunung Ungaran. Jalur aliran air sungai yang jernih pada cekungannya menawarkan sensasi tersendiri. Biasanya, pengunjung secara rombongan menyusuri sungai kecil di lokawisata alam tersebut.

Umbul Sidomukti selain menawarkan panorama juga jalur trekking ke puncak Gunung Ungaran, Gua Jepang, dan Kebun Teh Medini. Yang pasti, Sidomukti yang telah menjadi paket agenda One Day Tour merupakan magnet baru wisata alami di Semarang.

Untuk mencapai lokasi wisata cukup mudah, dibutuhkan waktu 40-60 menit dari pusat kota Semarang (Simpang Lima). Dari kota Semarang, pacu kendaraan menuju Bandungan. Sesampainya di Pasar Jimbaran, Bandungan, arahkan kendaraan berbelok ke arah kanan, dan naik sekitar 4 kilometer. Di sepanjang jalan dari Pasar Jimbaran hingga gerbang lokasi wisata ada banyak penunjuk arah agar pegunjung tidak tersesat.

Sebelum mengunjungi Umbul Sidomukti, pastikan kendaraan dalam keadaan prima. Periksa tekanan ban, rem, dan lampu berfungsi dengan baik. Jalan menuju lokasi penuh dengan tanjakan yang cukup curam, banyak lubang dan jalan relatif sempit. Selain itu kabut tebal cukup sering terjadi pada saat musim penghujan dan mengakibatkan jarak pandang terbatas. Jangan lupa membawa jaket, payung dan jas hujan untuk berjaga-jaga seandainya cuaca tiba-tiba memburuk.


Quote:9. Eksotika Budaya Tionghoa di Pecinan
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113


Memasuki kawasan di sekitar Gang Lombok ibarat memasuki negeri Tirai Bambu dengan skala mini. Disinilah warga keturunan Tionghoa sejak berabad-abad silam menetap di Semarang. Kawasan ini kemudian lebih di kenal Kampung Pecinan. Di Pecinan sangat kental dengan budaya Tionghoa. Hampir di setiap gang terdapat klenteng yang masing-masing mempunyai keistimewaan sendiri.


Terdapat 11 klenteng besar di Semarang, 10 di antaranya berada di kawasan Pecinan, yaitu Klenteng Hoo Hok Bio, Siu Hok Bio, Tay Kak Sie, Kong Tik Soe, Tong Pek Bio, Liong Tek Hay Bio, Hok Bio, See Hoo Kong, Wie Wie Kiong, dan Klenteng Grajen. Sedang Klenteng Sam Poo Kong berada di Gedung Batu. Masing-masing klenteng itu mempunyai nilai historis tersendiri.

Di samping menyimpan legenda Cheng Ho, Klenteng Sam Poo Kong juga dikunjungi masyarakat lintas agama. Di klenteng ini diyakini tersimpan kemudi dan jangkar kapal Cheng Ho yang digunakan pada waktu berlayar ke Pulau Jawa pada awal abad ke-15.

Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok, merupakan klenteng induk seluruh klenteng di Semarang. Nama klenteng yang menyiratkan napas Budhisme ini menjadi simbol heroisme etnis Cina di Semarang. Selain menjadi monumen perlawanan masyarakat Cina terhadap penjajahan, klenteng ini juga menjadi simbol perlawanan masyarakat Cina terhadap ketamakan saudagar Yahudi yang dulu menguasai Klenteng Sam Poo Kong.

Klenteng Siu Hok Bio di Jalan Wotgandul Timur merupakan klenteng tertua di kawasan pecinan Semarang. Klenteng ini didirikan tahun 1753 sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diterima oleh penduduk sekitar Cap Kauw King. Klenteng ini masih mempunyai warisan yang berusia tua berupa cincin pegangan pintu dan ukiran pada ambang atas pintu klenteng.

Klenteng Wie Wie Kiong di Jalan Sebandaran I merupakan klenteng terbesar di kawasan pecinan. Klenteng ini memiliki kolam hias di atrium depannya yang menjadi simbol bahwa semua masalah ada solusinya. Keunikan klenteng ini berupa patung manusia yang bentuknya dipengaruhi oleh gaya arsitektur Eropa.

Satu lagi klenteng di Jalan Sebandaran I adalah Klenteng See Hoo Kiong. Berbeda dengan klenteng lain yang memuja dewa-dewi, klenteng ini memuja Dewa Pedang. Keunikan klenteng ini adalah memiliki sumur yang terletak di halaman depan yang menurut legendanya merupakan tempat ditemukannya pedang.

SALAH satu klenteng besar yang merupakan klenteng marga adalah Klenteng Tek Hay Bio. Tek Hay Bio diartikan sebagai Kuil Penenang Samudera sehingga klenteng ini disebut juga sebagai Klenteng Samudera Indonesia. Hal ini dijabarkan dalam bentuk ornamen dengan dominasi unsur laut. Klenteng yang berada di Jalan Gang Pinggir ini milik marga Kwee.

Selain menikmati keindahan klenteng yang berumur ratusan tahun, kita juga bisa menikmati suasana kehidupan masyarakat Tionghoa yang masih menjunjung tinggi tradisi. Kawasan ini terasa makin hidup saat malam hari menjelang peringatan Imlek. Banyak ornamen dan hiasan khas Cina terpasang rapi disepanjang gang-gang dan halaman rumah warga. Belum lagi masakan khas Cina yang mengundang selera bisa dinikmati di beberapa rumah makan yang ada di kawasan ini.

Mengunjungi Pecinan seakan mengunjungi negeri Cina lengkap dengan tradisi, masakan dan kehidupan sosial warganya. Sebuah lokasi yang sulit dilewatkan jika mengunjungi Semarang


Code:
http://visitsemarang.com
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
kapling sik sampe 10
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
iki wes ping piro mau
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
eyyaaaaaaaa
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
kapling nomer enem
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
Quote:Original Posted By egakoh
iki wes ping piro mau

durung nganti 10 owk lek
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
numpang lewat sek emoticon-Ngacir
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
Quote:
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
kucingan anyar
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
numpang lewat sek meneh ya emoticon-Ngacir
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
selamat para penggusur kucingan emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
wes ah
wayahe bobok
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
i miss u beibeh emoticon-Ngacir
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
,,..Suwi
0 0
0
◄╣▓♥♥♥ Koecingane Regional Semarang ♥♥♥▓╠► #SpecialEdition - Part 113
08-01-2017 21:54
emoticon-Bingung (S)
0 0
0
Halaman 1 dari 206
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia