alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.67 stars - based on 15 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5821a905d675d48a378b456a/andai-kita-tidak-pernah-bertemu-tamat
Lapor Hansip
08-11-2016 17:29
Andai kita tidak pernah bertemu...(TAMAT)
Past Hot Thread
Andai kita tidak pernah bertemu... [TAMAT]

Quote:
Introduction

Selamat datang di trit ane yang sederhana ini, gansis warga SFTH yang ane sayangi emoticon-Busa emoticon-Busa
ini thread pertama ane di forum SFTH ini, karena selama ini ane aktif di lounge dan BP
sebenarnya thread ini udah pernah ane bikin buat even kombat horror Oktober kemaren
tapi berhubung ceritanya malah bikin yang baca jadi baper dan bukannya takut emoticon-Turut Berduka
sehingga ane putuskan untuk membikin versi lengkapnya di forum tercinta ini emoticon-Request
yah istilahnya full version dengan sedikit perubahan sana-sini biar lebih dramatis hehe emoticon-Malu
dan ane janji bakalan keep updating. emoticon-Request
Oh ya karena in thread pertama ane di SFTH
jadi mohon maaf jika banyak kekurangan Andai kita tidak pernah bertemu... [TAMAT]


Quote:
General FAQ

Kenapa nama tempat dan lokasi kejadian tidak disebutkan ?
Sengaja ane samarkan demi kebaikan bersama.

Apakah cerita ini fiksi atau true story ?
Yah anggap saja cerita fiksi aja deh.

TS-nya masih kuliah, pengangguran atau sudah bekerja ?
Pertanyaan itu tidak ada hubungannya dengan materi thread
dan TS tidak wajib menjawabnya.emoticon-Cool


Ya udah sekian basa-basinya, kalo gitu
kita langsung menuju tekapeh emoticon-Ngacir

Andai kita tidak pernah bertemu... [TAMAT]


Quote:
Diubah oleh parasyte
1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
Lapor Hansip
08-11-2016 17:29
Quote:PART I

Sore itu sepulang dari kuliah, karena suntuk ane mampir dulu di sebuah café di sebuah mall. Café ini merupakan langganan ane karena menurut ane sangat nyaman dan pelayanannya ramah (dan wifinya kenceng hehe lumayan irit paket data). Kalo orang2 suka nongkrong bareng, justru ane malah milih nongkrong sendirian. Lebih rileks, menurut ane sih. Lagi asyik-asyiknya nyeruput kopi sambil browsing HP eh.. ah elah, tiba-tiba wifi disconnect. Ane kemudian nanya ke mas2 pelayan katanya emang internetnya lagi gangguan. Asem!! Meskipun dongkol, ya udahlah, daripada pulang, ane baca majalah yang ada di rak dan HP ane taruh di meja. Sambil nunggu internetnya hidup lagi. Tiba-tiba ada seorang cewek datang menghampiri ane.

“Maaf mas, tadi lihat temen saya duduk di sini? ” tanya cewek itu.

“Oh nggak tuh mbak.”

“Sejak saya datang nggak ada siapa2 disini.” tambahku.

“Ya udah mas, makasih ya. ” jawab cewek itu sambil tersenyum.

Idih buset… nih cewek cantik pisan euyy. Dan kalau dilihat-lihat sepertinya masih SMU. Pokoknya high quality IGO lah emoticon-Big Grin. Nggak mau menyia2kan kesempatan, ane ajak kenalan tuh IGO eh cewek.

“Eh mbak mau kemana, kenalan dulu dong. Ayo lah duduk sebentar. “

“Nama mbak siapa? Saya Alvino. “ ane mengajaknya bersalaman.

“Saya Niken mas, salam kenal juga. “ jawabnya sambil menjabat tangan ane.

Wah nih cewek udah cantik ramah lagi. Apalagi kalau pas tersenyum. Ane nggak henti-hentinya menatap wajahnya sampai-sampai si cewek salah tingkah.

"Mas kenapa sih kok ngeliatin saya terus ? Ada yang aneh ya sama saya ? " tanya Niken.

"Nggak kok nggak apa-apa. " ane gugup sambil buru-buru menundukkan wajah.

“Oh ya pin BB-nya berapa mbak ? Boleh dong tukeran PIN. “ ane langsung ngambil HP ane di meja siap-siap mencatat PIN-nya Niken.

“Maaf mas saya nggak punya. “ jawabnya.

What ?? Ada cewek jaman sekarang nggak punya BB ? Ane rada kaget.

“Ya udah nomor WA aja, atau nomor HP. “

“Saya nggak punya mas. Saya nggak punya HP. “ si Niken ngeles terus.

Ah elah nih cewek pasti parno nih sama ane dikiranya ane orang jahat kali ya, sehingga nggak mau kasih nomor HP. Tapi ya wajar juga sih soalnya akhir-akhir ini banyak kejahatan yang berawal dari kenalan chatting. Udahlah daripada nggak dapet apa2 ane langsung ambil foto dia pake kamera HP.. cekrek… Aduh, ane lupa matiin shutter sound-nya. Nggak ayal si Niken kaget karena tiba2 ane potret.

“Ih mas.. kok pake motret saya segala ? “ dia rada marah.
“Lha kamu nggak mau kasih nomor HP, ya terpaksa aku potret. “
“Sayang kan cewek secakep kamu nggak aku abadikan hehe. “ ane tetep belum nyerah minta nomor HP-nya.
“Bukan gitu mas, saya emang beneran nggak punya HP. “
“Ah, masa sih cewek jaman sekarang nggak punya HP ? “ ane masih penasaran.
“Beneran mas. Ibu saya lagi sakit. HP saya terpaksa saya jual buat beli obat ibu saya. “ jawab Niken dengan wajah sedih.

Melihat ekspresinya, sepertinya nih cewek berkata jujur. Takut dia makin sedih ane nggak berani nanya no HP lagi. Kalau dari penampilannya sepertinya emang dia bukan dari keluarga berada. Dia cuma pakai jaket dan celana jeans dan daleman kaos. Nggak ada perhiasan apapun di leher atau pergelangan tangannya.

“Maaf ya, aku nggak bermaksud bikin kamu sedih. Oh ya kamu mau minum apa ? “

“Eh… nggak usah mas, saya.. saya… “ Niken kebingungan dengan tawaran ane.

“Aku pesenkan kopi Latte ya, kamu mau kan? “

“Aduh nggak usah repot-repot mas. “

Ane nggak memperdulikan protesnya Niken dan langsung aja ngeloyor ke barista. Ane langsung pesen secangkir kopi Latte. Ya sapa tahu jika ane traktir secangkir kopi setidaknya bisa melancarkan PDKT ane ke dia huehehehe. Sambil nunggu barista bikin kopi, ane iseng2 menengok ke meja tempat ane dan Niken duduk. Tapi lho kok si Niken nggak ada? Ane celingukan mencari ke sekeliling tapi Niken emang udah nggak ada. Waduh, apa ane terlalu frontal yah sehingga dia takut ? Perasaan cuma traktir kopi doang. Ah dasar parno nian nih cewek pikir ane.

Ya udahlah mending ngelanjutin browsing aja siapa tahu internetnya udah jalan lagi. Tapi buset!! Kok HP ane juga nggak ada ?! Perasaan … eh nggak… ane yakin tadi ane taruh di meja. Waduh, jangan-jangan diambil Niken. Ane langsung berlari menuju eskalator dan turun ke lantai 1 karena sapa tahu Niken belum jauh. Jelas ane nggak rela kehilangan tuh HP, soalnya ane baru beli minggu lalu hasil nabung selama beberapa bulan.

bersambung ke chapter 2
Diubah oleh parasyte
1
Lapor Hansip
08-11-2016 17:29
ijin nenda emoticon-army
0
Lapor Hansip
08-11-2016 17:32
Quote:PART 2

Ah itu dia, ane lihat Niken berjalan cepat menuju pintu depan mall. Ah dasar cewek maling nih umpat ane dalam hati. Pura-pura baik dan lugu padahal ngincer HP ane. Langsung aja ane kejar dan setelah hampir terkejar ane langsung panggil dia, “Niken..!! “ Niken kaget dan menoleh dan bukannya berhenti malah makin mempercepat larinya. Beneran nih dia mencuri HP ane. Ane bisa aja teriakin dia maling, tapi ane nggak tega. “Hei, Niken, tunggu..!! “ ane berlari mengejar sembari terus memanggilnya.

Kami berdua pun kejar-kejaran dan menjadi perhatian banyak orang. Dan saat Niken bermaksud menyeberang jalan raya tiba-tiba…. CIIIIITTT BRAKKK!!! Sebuah mobil menabrak Niken dan membuatnya terpental beberapa meter. Ane hanya bisa terperangah tidak percaya dengan apa yang terjadi di depan mata ane. Niken tergeletak di jalanan aspal dan tidak bergerak. Sedangkan sopir mobil tersebut, yang ternyata bapak-bapak langsung diamankan massa. Beberapa orang membopong Niken dan membaringkannya ke pinggir trotoar.

Dengan perasaan nggak karuan, ane mendekati Niken yang tergeletak tak berdaya. Kondisinya sungguh menggenaskan, dari hidung dan mulutnya mengeluarkan darah segar. Melihat ane mendekatinya, tangannya berusaha menggapai ane, dengan berlinang air mata dan suara tersengal-sengal dia berkata “Ibu… ibu… “ Niken nggak mampu menyelesaikan kata-katanya dan kemudian tak sadarkan diri. Ane hanya diam mematung dan tidak mempercayai semua ini. Kami berdua tadi barusan mengobrol dan sekarang…??

“Hei mas kamu kenal mbak ini ? Kamu pacarnya ? “ tiba-tiba seorang pemuda bertanya pada ane, yang ternyata adalah security mall.

“Iya kenal sih tapi saya nggak… “ ane agak bingung menjawabnya.

“Ya udah sekarang kamu ikut bapak itu ke rumah sakit. “ kata security itu.

Niken kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil yang tadi menabrak Niken. Rupanya bapak tersebut mau bertanggung jawab. Niken dibaringkan di jok belakang dan ane disebelahnya. Sepanjang perjalanan Niken nggak bergerak sama sekali. Pingsan ataukah… tidak mungkin, ane berusaha menyingkirkan pikiran buruk tersebut. Dia akan sembuh, dia akan baik-baik saja begitu harapanku. Sesampainya di RS, Niken langsung dimasukkan ke UGD. Sedangkan ane bersama bapak tadi duduk di lobby dengan gelisah. Agar menghilangkan kegelisahan ane, ane mencoba mengobrol dengan bapak itu. Tiba-tiba dokter yang memeriksa Niken datang dan ane langsung menemuinya.

“Dok gimana keadaan Niken ? “ tanyaku.

“Anda siapa ? “ dokter itu balik bertanya

“Saya temannya Niken dok. “

“Maaf mas, saudari Niken sudah meninggal. Sepertinya dia meninggal diperjalanan. “

Ane nyaris pingsan mendengar penjelasan dokter itu. Kabar yang sulit dipercaya. Cewek yang barusan ane kenal sekarang telah meninggal secara tragis.

“Kalau begitu kami bisa minta tolong anda untuk menghubungi keluarganya ? “ tanya dokter tersebut.

“Saya kenal Niken belum lama dok, jadi saya belum tahu dimana rumahnya. “ jawab ane.

“Atau begini dok, mungkin di sakunya ada kartu pengenal atau identitas lain, nanti saya coba cari alamatnya. “ tambah ane.

“Kami tidak menemukan identitas apapun di baju saudari Niken mas. “ jawab dokter.

Astaga kacau nih, kok bisa-bisanya nih cewek gak bawa apapun saat keluar rumah. Daripada masalah semakin berlarut-larut kami memutuskan melaporkan hal ini ke yang berwajib. Ane sempet ditanyai berbagai macam pertanyaan oleh polisi dan semuanya ane jawab apa adanya. Karena status ane hanya sebagai saksi ane kemudian diperbolehkan pulang. Pihak polisi berjanji akan menghubungi ane via telpon rumah jika mereka telah berhasil menemukan keluarga Niken. Sedangkan bapak yang menabrak ditahan untuk proses lebih lanjut. Ane kasihan juga dengan bapak itu, karena dia hanya sopir sebuah perusahaan dan mobil yang digunakan merupakan mobil inventaris. Sedangkan HP ane yang dicuri Niken hilang entah kemana. Mungkin terpental ke selokan atau diambil orang… ah entahlah. Ane juga nggak berniat mencarinya. Sesampainya di rumah hari udah malam sekitar pukul 11, ane disambut oleh muka masam ibu ane.

“Kamu dari mana saja Vin ? Dari tadi ibu telpon nggak diangkat. “ tanya ibu ane.

“Dari tempat temen bu. Tadi motor aku mogok. HP di tas jadi nggak denger. “ ane jawab sekenanya.

“Kamu kenapa kok pucat banget ? Kamu sakit ? “ ibu ane penasaran.

“Nggak bu, capek aja dorong motor tadi. “ ane bohong lagi.

Ane langsung menuju kamar. Teriakan ibu ane yg menyuruh makan malam nggak ane pedulikan, karena ane udah nggak selera makan lagi. Setelah mandi ane memutuskan untuk ke tempat tidur. Meskipun ane capek banget, tapi ane nggak bisa memejamkan mata. Ane masih terbayang-bayang wajah Niken, dan kata-kata “ibu” yang dia ucapkan sembari menangis menjelang ajalnya. Pasti Niken meminta ane untuk memberitahu ibunya tapi mana mungkin, alamatnya aja ane nggak tahu. Nggak terasa ane terlelap juga.

Dan malam-malam ane terbangun karena mendengar sebuah suara yang nggak asing lagi. Suara alarm HP, alarm HP ane !! Tapi mana mungkin, HP ane udah hilang saat Niken tertabrak. Namun kenyataannya sekarang HP itu tergeletak di meja samping ane dengan alarm berbunyi. Dan itu jelas HP ane soalnya ane sering nge-set alarm untuk berbunyi jam 2 pagi soalnya ane demen nonton siaran bola Liga Champions.

Langsung ane ambil HP tersebut. Tapi siapa yang mengembalikan HP ane malam-malam begini sedangkan seingat ane pas ane beranjak tidur HP ini nggak ada di meja. Apakah…. Ah nggak mungkin, jaman modern gini mana ada yang namanya hantu, ane buang jauh-jauh pikiran tersebut. Mungkin saja tadi ada temen yg ngembaliin lalu ibu ane yg menaruhnya di meja, dan ibu mungkin lupa bilang. Tapi kalau memang begitu kenapa ibu malah nanya kenapa kalau ane ditelpon tidak diangkat ? Meskipun ane nggak habis pikir tapi ane masih mencoba tetep berpikir logis. Sebenarnya ane ingin menanyakan perihal HP ini ke ibu tapi pasti ane ketahuan kalau bohong. Bisa-bisa ane dimarahi soalnya ibu paling tidak suka kalau dibohongi.


bersambung ke chapter 3 emoticon-Ngacir
Diubah oleh parasyte
-1
Lapor Hansip
08-11-2016 17:56
Quote:Original Posted By blackshadow212
ijin nenda emoticon-army


wah ada sepuh mampir emoticon-Shakehand2
jangan lupa ratenya gan emoticon-Rate 5 Star
0
Lapor Hansip
08-11-2016 18:13
Bau-baunya horor nih...silahkan dilanjut Gan..

sepertinya bakal asikemoticon-Cool emoticon-Rate 5 Star
0
Lapor Hansip
08-11-2016 18:46
Quote:Original Posted By festsea
Bau-baunya horor nih...silahkan dilanjut Gan..

sepertinya bakal asikemoticon-Cool emoticon-Rate 5 Star


makasih gan, udah bantu rate 5 emoticon-Rate 5 Star

pokoknya dijamin kelar nih cerita emoticon-Shakehand2
1
Lapor Hansip
08-11-2016 18:50
Udah pernah baca ane, kasian tuh cewek'yemoticon-Mewek
0
Lapor Hansip
08-11-2016 18:55
PART 3
Quote:PART 3

Esoknya meskipun badan terasa lemas dan pikiran yang nggak karuan, ane tetep berangkat kuliah. Lagipula di rumah ane malah makin stress. Siapa tahu ketemu dengan temen2 bisa menenangkan pikiran. Tapi tetep saja ane penasaran. Kemudian ane iseng nanya ke Yudha, temen sekelas ane. Dia merupakan maniak film-film horror dan kisah-kisah mistis. Yang paling disukai Yudha adalah film horror Jepang macam Ringu atau Ju On.

“Yud, kamu percaya sama hantu ? “ tanya ane.

“Kok tumben kamu nanya gituan ? “ sahut Yudha sambil mainin HP-nya.

“Nggak, cuma iseng nanya aja, soalnya kamu kan penggemar film-film hantu. “

Tahu akan diajak bicara tentang topik yang disukainya, Yudha terlihat antusias. Kemudian dia memasukkan HP-nya ke saku.

“Aku agak bingung menjelaskannya. “ jawab Yudha.
“Maksudmu gimana ? “ ane penasaran.
“Soalnya hantu atau makhluk sejenisnya itu masih kontroversi sampai sekarang. “
“Kontroversi gimana ? “ ane makin penasaran.
“Ada yang bilang kalau penampakan hantu cuma manifestasi pikiran seseorang akibat kondisi fisik dan psikis, misalnya trauma atau kelelahan. “ papar Yudha.
“Jadi semacam halusinasi ? “ tanya ane.
“Bisa dibilang begitu. “ sahut Yudha sambil mengacungkan jarinya ke ane.
“Berarti hantu itu nggak ada ya ? “ tanya ane lagi.
“Aku nggak bilang begitu, Vin. “ sanggah Yudha.
“Masalahnya kamu tahu kan, sejak jaman dahulu udah tidak terhitung testimoni orang yang melihat penampakan hantu, bahkan foto dan rekaman juga ada. ” tambah Yudha.
“Editan mungkin, bisa aja kan ? “ kata ane sambil ketawa.
“Bisa juga. Tapi masa iya dari semua itu seluruhnya merupakan rekayasa ? “ Yudha balik bertanya dengan mimik serius.
“Intinya gini, menurut aku, makhluk astral itu ada. Mereka ada di dimensi yang berbeda dengan kita, hidup berdampingan dengan kita. Hanya saja kita tidak bisa saling melihat. “ jelas Yudha lagi.
“Jadi menurutmu hantu itu ada Yud ? “ ane mulai nggak enak dengan penjelasan Yudha.
“Kamu simpulkan sendirilah. Udah ya. “ tutup Yudha sambil berdiri.

Rupanya Yudha udah dijemput sama ceweknya naik mobil. Enak juga yah si Yudha udah punya pacar. Sedangkan ane baru kenalan sama cewek aja cuma berumur beberapa jam. Penjelasan Yudha tadi bikin ane jadi rada takut, sebab secara nggak langsung Yudha bilang kalau hantu itu emang ada. Tapi ah sudahlah, ane berusaha melupakan masalah Niken. Seharian mengikuti kuliah dan bertemu dengan teman-teman membuat ane sedikit lupa dengan masalah Niken. Lagipula saat ane sendirian ke toilet juga tidak menemukan hal-hal aneh. Tidak ada hantu atau apa, semua berjalan normal seperti biasanya.

Ane merasa lebih baikan. Tapi tunggu dulu, bukankah hantu dan sejenisnya itu gentayangan malam hari. Dan celakanya hari ini ane ada kuliah malam yang berakhir pukul 21.00. Dan lebih celakanya tuh kuliah digelar di ruang paling pojok dan sering cuma diikuti segelintir mahasiswa. Ane nggak mungkin absent soalnya ane dah sering bolos dan kalo bolos lagi bisa-bisa malah nilai ane nggak keluar.


bersambung ya guys...emoticon-Ngacir


Diubah oleh parasyte
1
Lapor Hansip
08-11-2016 19:39
Quote:Original Posted By jin.bolo.bolo
Udah pernah baca ane, kasian tuh cewek'yemoticon-Mewek


emang udah pernah gan. kan udah ane bilanh ini versi panjangnyaemoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
08-11-2016 20:37
Chapter 4
Quote:PART 4

Bener juga, kuliah malam kali ini cuma diikuti sekitar lima mahasiswa. Entah kenapa, suasana ruang kuliah kali ini terasa begitu creepy dan ane merasa ada sejak tadi yang mengawasi ane dari belakang. Padahal setahu ane nggak ada mahasiswa yang duduk dibelakang, semuanya duduk di urutan depan termasuk ane. Ane memberanikan diri menengok kebelakang dan…. apa itu ? Ane melihat ada sosok cewek sedang duduk dibangku paling belakang dan paling pojok. Ane nggak bisa melihat jelas soalnya selain agak jauh, lampu ruangan bagian belakang dimatikan oleh dosen. Mahasiswikah ? Kalau iya kenapa dosen tidak menyuruhnya maju ke bangku barisan depan ? Apa dosen tidak melihatnya ? Kalau begitu apakah dia … ?

“Hei mas kenapa lihat kebelakang ? Saya ada di depan. “ tegur dosen.

“Pak, itu kenapa yang duduk di sana nggak disuruh maju ke depan ? “ tanya ane sambil menunjuk ke bangku paling belakang.

Ups… ternyata tidak ada siapa-siapa. Sosok cewek yang ane lihat tadi sudah tidak ada. Semua mahasiswa termasuk dosen menatap ane dengan pandangan aneh.

“Tidak ada siapa-siapa mas. “ kata dosen dengan heran.

“Tapi tadi saya lihat ada yang duduk di pojok belakang sana pak. “ sanggah ane.

“Mungkin kamu keseringan bolos jadi diganggu penunggu ruangan ini. “ canda dosen itu yang disambut tawa mahasiswa lainnya.

Meskipun suasana jadi cair, tetap saja ane merasa sangat gelisah. Siapa sosok cewek yang tadi kulihat ? Apakah itu halusinasi ane atau hantu beneran ? Keringat dingin terus mengucur dan seluruh tubuh ane merinding. Ah halusinasi, pasti halusinasi, pikir ane. Akhirnya kuliah kelar jam tepat jam sembilan malam. Sialnya ane keluar paling akhir gara-gara tuh dosen ngajak ane bicara karena ane sering bolos.

Dengan tergesa-gesa ane berlari menuju parkiran motor. Sengaja ane lewat koridor belakang gedung biar cepat, dan di koridor itu hanya ada ane sendiri karena temen-temen lainnya pada lewat koridor depan. Dan saat ane hampir sampai di ujung koridor…. astagaa… di ujung lorong ane lihat ada cewek berdiri membelakangiku. Mahasiswi kah ? Ngapain dia disini sendirian ? Tapi dari penampilannya kok ane merasa nggak asing. Setelah dia membalikkan badan… anjrittt… itu Niken!

Ane kucek-kucek mata memastikan cuma halusinasi tapi dia tetap berdiri beberapa puluh langkah di depan ane. Penampilannya persis pas ketemu ane di kafe. Hanya saja sekarang wajahnya terlihat lebih pucat. Dia menatap ane dengan tatapan sedih dan kosong. Yang lebih menakutkan, dia berjalan melayang mendekati ane, tangannya menggapai hendak meraih ane, mulutnya bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu. Ini sih bukan halusinasi !! Ane sangat ketakutan dan langsung balik berlari arah menuju pintu depan kampus. Ane lari sekencang-kencangnya. Jadi yang di ruang kuliah tadi beneran hantu Niken. Ternyata Niken jadi arwah penasaran dan bermaksud menuntut balas pada ane, yang menyebabkan kematiannya.


bersambung ke chapter 5 guys emoticon-Ngacir
Diubah oleh parasyte
1
Lapor Hansip
09-11-2016 03:07
Pejwan dah sambil nyimak bre emoticon-Leh Uga
0
Lapor Hansip
09-11-2016 05:01
Bookmark dulu lah...

Seru kyknya nih cerita..kelarin ya gan, jgn sampe (jualan) kentang ditengah jalan emoticon-Hammer (S)
Nanti ane bantu rate emoticon-Rate 5 Star
Diubah oleh Dyzack
0
Lapor Hansip
09-11-2016 06:35
Nitip mantan dulu gan
0
Lapor Hansip
09-11-2016 07:57
Quote:Original Posted By thayankrere
Pejwan dah sambil nyimak bre emoticon-Leh Uga


Quote:Original Posted By pawang.ujan
Nitip mantan dulu gan


makasih atas kunjungannya emoticon-Shakehand2
jangan lupa bantu rate 5 gan emoticon-Rate 5 Star
0
Lapor Hansip
09-11-2016 07:59
Quote:Original Posted By Dyzack
Bookmark dulu lah...

Seru kyknya nih cerita..kelarin ya gan, jgn sampe (jualan) kentang ditengah jalan emoticon-Hammer (S)
Nanti ane bantu rate emoticon-Rate 5 Star


makasih gan,
ane dah jamin nggak akan kentang gan emoticon-Recommended Seller
0
Lapor Hansip
09-11-2016 08:10
Semoga lancar terus updatenya... izin bookmarkemoticon-Rate 5 Star

nama yang bagus... Niken... tapi dia melayangemoticon-Takut
0
Lapor Hansip
09-11-2016 08:13
Quote:PART 5

Malam itu ane nggak berani pulang karena takutnya ntar si hantu nyamperin ane pas di kamar sendirian. Lagipula ane juga nggak mau orang tua ane diganggu juga sama tuh hantu. Akhirnya ane nongkrong di warung mie instant deket kampus. Untungnya tuh warung lumayan rame, yaa selain buat ngisi perut juga. Ane coba telepon si Yudha dan memutuskan malam ini tidur di kosnya.

emoticon-phone “Halo, gimana Vin ? “ sahut Yudha.

emoticon-phone “Yud, kamu di kos kan ? Aku nginep di kosmu ya ? “ tanya ane penuh harap.

emoticon-phone “Wah sorry bro, aku sekarang lagi di kereta nih. Kamu lupa ya, kalo tiap Jumat aku pulang. “ kata Yudha.

Ah iya, sekarang kan hari Jumat, Yudha pasti pulang kampung dan baru kembali ke kosan Senin paginya.

emoticon-phone “Oh iya ya, aku lupa sorry. Gini Yud, aku mau nanya lagi sama kamu, nyambung obrolan kita siang tadi. “ kata ane.
emoticon-phone “Ya gimana ? “ tanya Yudha.
emoticon-phone “Kalo arwah penasaran tuh yang kayak gimana Yud ? “ tanya ane.
emoticon-phone “Kamu nanya hantu terus ? Baru diuber sama hantu ya ? “ Yudha nanya balik.
emoticon-phone “Ah nggak kok, aku lagi penasaran aja sama dunia hantu. “ ane berusaha mengelak.
emoticon-phone “Gitu ya ? Arwah penasaran itu jika ada orang meninggal secara nggak wajar. Biasanya yang jadi arwah penasaran tuh korban kecelakaan atau pembunuhan. Dia jadi arwah penasaran karena masih ada urusan duniawi yang belum kelar. “ papar Yudha.
emoticon-phone “Terus mungkin nggak kalau si arwah itu berusaha membalas dendam gitu ? “ tanya ane.
emoticon-phone “Mungkin saja. Itu termasuk urusan duniawi yang belum kelar. “ jawab Yudha lagi.

Mendengar penjelasan Yudha ane langsung menelan ludah. Ane penyebab Niken meninggal dan berdasar penjelasan Yudha pasti hantu Niken bermaksud membalas dendam ke ane.

emoticon-phone “Jadi arwah penasaran nggak bakalan tenang jika urusan duniawinya belum kelar. “ jelas Yudha lagi.

emoticon-phone “Tapi masa sih ada arwah bisa bunuh orang ? Mereka kan nggak bisa menyentuh kita “ ane makin penasaran.

emoticon-phone “Jangan salah Vin, meskipun hantu nggak bisa bunuh orang secara fisik, tapi dia bisa bikin teror super mengerikan sampai targetnya gila atau bahkan bunuh diri. Pokoknya jangan meremehkan makhluk halus. “ jelas Yudha.

Ane tambah bergidik mendengar penjelasan Yudha. Tapi bener juga, baru ketemu hantu sebentar aja ane udah ketakutan setengah mati. Lama-lama ane bisa gila beneran.

emoticon-phone “Terus gimana caranya biar kita lepas dari teror tuh hantu. Misalnya kita adalah penyebab kematiannya ? “ tanya ane lagi.

emoticon-phone “Mana aku tahu. Aku kan belum pernah diuber hantu hahahaha.. “

emoticon-phone “Ah kampret. Aku nanya serius Yud… *** tuuut…tuuut…tuuttt ***”

Yaa elah, ternyata quota telpon ane udah habis. Celaka nih, ane terus tidur dimana ya ? Badan ane capek banget seharian kuliah, apalagi tadi habis berlari gara2 diuber hantunya Niken. Mau nginep di hostel, pasti mahal bisa seratusan ribu. Lagipula kalau ntar ane pas sendirian di kamar bisa2 hantunya nyamperin ane. Ah kenapa ane nggak menginap di warnet langganan ane aja. Di deket kampus ada warnet yang merupakan langganan ane. Di warnet kan biasanya ramai. Setelah nongkrong selama beberapa jam di warung mie tsb, ane menuju ke warnet, semoga aja ada bilik kosong.


bersambung ke episode selanjutnya gan emoticon-Ngacir2
Diubah oleh parasyte
1
Lapor Hansip
09-11-2016 08:15
wah.. ane demen nih yg kyk beginian ceritanya hehehe, lanjutkan gan update'annya emoticon-2 Jempol
0
Lapor Hansip
09-11-2016 08:19
Ikut nimburung ahh emoticon-linux2
0
Lapor Hansip
09-11-2016 08:40
Quote:Original Posted By arismanov94
wah.. ane demen nih yg kyk beginian ceritanya hehehe, lanjutkan gan update'annya emoticon-2 Jempol


siap gan pokoknya pantengin terus dah emoticon-Shakehand2
0
Halaman 1 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
luman--awaken
Stories from the Heart
i-think-love-is-bullshit
Stories from the Heart
7-tahun-penuh-cinta-atau-luka
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.