Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
969
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58123ee8a2c06ec45d8b456d/kesempatan-kedua-dalam-hidup
Tadinya, hari ini gue kira akan menjadi hari yang biasa - biasa aja dalam kehidupan gue. Siang ini, gue akan mengikuti meeting dengan salah satu rekanan tempat gue bekerja saat ini. Entah kenapa gue merasa "berat" untuk mengikuti meeting siang ini. Bukan, gue bukan malas! Hanya saja entah kenapa mood gue mendadak hilang begitu aja.
Lapor Hansip
28-10-2016 00:52

Kesempatan Kedua Dalam Hidup

Past Hot Thread
Jakarta, November 2014
Kesempatan Kedua Dalam Hidup




Tadinya, hari ini gue kira akan menjadi hari yang biasa - biasa aja dalam kehidupan gue. Siang ini, gue akan mengikuti meeting dengan salah satu rekanan tempat gue bekerja saat ini. Entah kenapa gue merasa "berat" untuk mengikuti meeting siang ini. Bukan, gue bukan malas! Hanya saja entah kenapa mood gue mendadak hilang begitu aja.

Quote:"Pak Marco, maaf, tapi nggak biasanya bapak diam saja. Apa bapak sedang ada masalah?"


Gue pun tersadar dari lamunan gue. Saat ini gue sedang dalam perjalanan menuju ke tempat pertemuan gue dengan rekanan disalah satu rumah makan dibagian selatan Jakarta. Siang ini gue berangkat hanya ditemani oleh sopir.

Quote:"Oh, ngga kok Yud, sorry, sorry. Gue lagi mikirin meeting nanti bakal kayak mana. Eh, udah sampai mana kita, Yud?"Tanya gue ke Yudi, sopir kantor.

"Baru sampai Cilandak, Pak," singkat Yudi.

"Ya ampun, ngga sampe - sampe begini sih, Yud?" keluh gue.

"Yah, dimaklum lah Pak. Jam makan siang seperti ini sih memang macet jalanannya." jawab Yudi.

"Iya juga ya. Yauda lah, santai aja, Yud. Yang butuh (meeting ini) mereka ini, bukan kita," ucap gue santai. "Yud, lu udah makan siang belum?" lanjut gue

"Belum, Pak Marco," singkat Yudi.

"Yaudah, nanti lu ikut meeting, lu temenin gue! Biasanya sih kita makan siang dulu baru selesai itu meetingnya dimulai," ucap gue

"Wah, saya cuma sopir, Pak. Masa saya ikut meeting," jawab Yudi panik.

"Udah, lu santai aja. Mereka kan ngga tau ini kalo lu sopir, Yud. Lagian juga lu pakai pakaian rapi kok. Pokoknya lu ikut kita makan, titik!" Perintah gue.

"Siap, Pak!" singkat Yudi tanpa membantah lebih lanjut.



Kita pun sampai di restoran. Gue dan Yudi turun bersama - sama setelah Yudi memarkirkan kendaraan. Yudi bersikeras membawakan tas laptop gue padahal sudah gue bilang kalau gue bisa bawa sendiri.

Di depan pintu restoran terlihat seorang pria yang menatap ke arah gue dan Yudi, bahkan pria itu menghampiri kita berdua. Ternyata, si pria tersebut merupakan bagian dari tim yang diutus oleh rekanan kantor gue untuk meeting siang ini. Dia menyapa gue dan Yudi lalu memandu kita ke ruangan tempat kita akan melangsungkan meeting yang telah mereka booking. Ruang meeting kali ini tidak begitu besar, kapasitasnya kira - kira hanya cukup untuk menampung 15 - 20 orang saja. Terlihat didepan tengah ruangan sudah terpasang layar dan proyektor, sementara disisi kiri ruangan tersedia prasmanan dan snack.

Gue dan Yudi pun duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh mereka setelah terlebih dahulu kita bersalaman dengan keempat pria dari perusahaan rekananan. Meja gue dan Yudi berhadap - hadapan dengan meja rekanan, gue pun mulai menyalakan laptop dan menaruhnya diatas meja.

Quote:"Maaf, Pak Marco. Tim kami masih menunggu satu orang lagi. Jika bapak berkenan, bagaimana kalau kita santap siang terlebih dahulu? Yah, kebetulan saat ini saya rasa memang sudah jam nya untuk makan siang."Ucap team leader dari rekanan, Andri namanya, dia yang menghubungi dan mengabari gue mengenai meeting siang ini.

"Ooh, nggak masalah, Pak Andri. Kalau saya sih fleksibel aja. Lagi pula nggak bagus juga kalau kita kerja dengan perut kosong. Hehe." ucap gue dengan sedikit bergurau.

"Ah, betul itu Pak Marco. Kalau begitu silahkan dicicipi hidangan yang telah disediakan, Pak Marco, Pak Yudi, silahkan, silahkan." Ucap Andri dengan ramah.


Kita berenam pun mengambil makanan yang sudah dipersiapkan. Gue dan Yudi dipersilakan untuk mengambil makanan terlebih dahulu oleh Andri. Setelah itu, kita pun kembali ke kursi masing - masing dan menyantap makanan sambil berbincang - bincang satu sama lain.


Tok.. Tok.. Tok.. terdengar suara pintu diketuk, pandangan kami berenam yang sedang makan spontan mengarah ke pintu. Tak lama berselang seorang perempuan membuka pintunya dengan perlahan dan masuk ke dalam ruangan, dia langsung menghampiri Andri.

Quote:"Mohon maaf atas keterlambatan saya siang ini, Pak Andri." Ucap si perempuan dengan nada merasa bersalah.

"Saya mohon maaf juga kepada bapak - bapak dari PT. DFG atas keterlambatan saya." Ucap si perempuan.

"Perkenalkan, Pak. Ini Arini. Dia yang akan mempresentasikan progress report dan lain - lainnya nanti," ucap Andri kepada gue dan Yudi


Awalnya gue ngga terlalu memperhatikan si perempuan yang datang terlambat ini. Hanya saja ketika Andri menyebutkan nama "Arini", sontak pandangan gue langsung fokus kearah si perempuan. Arini menghampiri gue dan Yudi, sepertinya dia hendak beramah tamah dan memperkenalkan dirinya.

Quote:"Perkenalkan, Arini,"ucapnya ramah sambil sambil menjabat tangannya Yudi.

"Yudi." Singkat Yudi sambil memperkenalkan diri

"Arini." ucapnya ramah kepada gue


Dari jarak sedekat ini gue yakin kalau gue benar - benar mengenali sosok "Arini" yang berada dihadapan gue sekarang.

Quote:"Loh? Elu, Rin?"Kaget gue.

"Marco??" Ujar Arini nggak kalah terkejut.




Ya, gue kenal banget sama Arini...
Diubah oleh my.babyblue
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fitriyuu dan 25 lainnya memberi reputasi
24
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 49
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 00:53

Tentang cerita ini

Nama gue Marco (bukan nama asli gue). Usia gue saat ini (Tahun 2016 ini) 34 tahun.

Cerita ini gue tulis berdasarkan kisah nyata yang gue alami dalam hidup gue. Mungkin nantinya akan ada pertanyaan seperti ini dari para reader, maka seperti ini pula jawaban gue :

Quote:T : Tanya, J : Jawab

T : Ceritanya asli, gan?
J : Asli, yang ngga asli cuma nama karakter - karakter yang ada disini, termasuk nama gue.

T : Setting cerita dimana?
J : Mostly, Jakarta.

T : Genrenya apa?
J : Mungkin Drama. Entah drama apaan

T : Umur TS berapa?
J : 34 sekarang, Maret 2017 = 35

T : Endingnya gimana?
J : Entahlah, masa iya gue mesti ceritain endingnya sekarang sih??????

T : Kapan update?
J : Kalau ada waktu luang.



Rules biar kita semua sama - sama enak :

1. NO SARA
2. NO KEPO
3. DO NOT SHARE THIS STORY OUTSIDE KASKUS




Selamat membaca, gan and sis. Silahkan memberikan komentarnya terkait cara penulisan gue saat ini atau apa pun itu selama rulesnya terpenuhi terpenuhi emoticon-Smilie

Thanks, and cheers.
emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh my.babyblue
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 00:54
Diubah oleh my.babyblue
profile-picture
profile-picture
oktavp dan paking.disgrace memberi reputasi
2 0
2
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 01:07
Keep up the good work! So far menarik. (:
profile-picture
semutkrib0 memberi reputasi
1 0
1
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 01:26
Kaya nya bagus. ijin bangun tenda gan
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 03:04
Izin tenda...love it.
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 03:20
Mantappp nihhh seru kek nya haha..
Lanjutinn om emoticon-Big Grin
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 03:25
Part 2


Ya, gue kenal banget sama Arini...


Wajahnya masih mirip seperti dahulu saat gue mengenalnya, bedanya penampilan Arini sekarang terlihat jauh (banget) lebih dewasa dibanding dulu.

Quote:"Kok kamu bisa - bisanya ada disini, Marco?"Tanya Arini dengan nada sedikit antusias

"Lah? Gue M. O. (jabatan gue dikantor) di DFG, Rin," jawab gue.

"Gosh! Udah berapa tahun kita ngga ketemu, Marco? Wow! Bisa - bisanya kita berdua ketemu disini sekarang."

"Berapa tahun, Rin? Ada kali sepuluh tahun ya? Or less? Entahlah, gue lupa, hehe,"
jawab gue sambil berusaha menutupi rasa canggung sekaligus senang karena bisa bertemu dengan dia saat ini.

"Wah, Pak Marco dan Bu Arini sudah saling kenal rupanya?" sela Andri

"Iya, Pak. Arini ini dulu teman sekampus saya." jawab gue.

"Ooo.. Cuma teman sekampus ya, Ko...." Jawab Arini dengan suara yang lemah, nyaris terdengar seperti berbisik. Saat itu gue lihat raut muka Arini yang tadinya sumringah jadi sedikit murung.

"Kenapa Bu Arini?" Tanya Andri

"Oh, nggak kok Pak Andri. Iya, Pak Marco ini dulu teman sekampus saya, hehe." Ucap Arini sambil berusaha terlihat riang dihadapan kita semua.

"Rin, lu ngga makan? Makan lah barengan." ajak gue

"Iya, betul, Bu Arini. Ibu sudah makan?" Tanya Andri

"Kebetulan belum, Pak Andri. Kalau begitu saya ikut makan deh" jawab Arini




Arini pun mengambil makanan yang sudah disiapkan di prasmanan. Dia duduk dikursi yang semeja dengan rekan satu timnya. Dari apa yang gue lihat sekarang kelihatan banget kalau Arini nggak terlalu nafsu makan, berbeda dengan Arini yang dulu gue kenal.

Quote:"Rin, lu diet? Tumben sekarang lu nggak semangat sama apa yang namanya makanan, hehe"ejekan itu spontan terlontar dari mulut gue untuk mencairkan suasana antara gue dan Arini

"eh..? Nggak kok, Ko. Aku cuma kepikiran sama anak ku di rumah, dia lagi sakit hari ini." jawabnya lesu

"Terus kenapa lu disini sekarang, bukannya di rumah ngurus anak lu aja?" Tanya gue spontan

"Aku kan harus presentasi, Ko, karena aku yang ngerjain proyek ini dari awal," jawab Arini.

"Oooh, ini kerjaan lu yang megang dari awal?"tanya gue lagi.

Arini mengangguk kecil

"Yaudah, kalo lu yang handle dari awal si gue percaya lah sama progress pekerjaannya,"
ucap gue.



Meeting pun dimulai sehabis kita selesai makan. Arini mempresentasikan progress reportnya dengan luwes. Gue nggak mau banyak pertanyaan terkait presentasinya rekanan hari ini karena gue mau meeting hari ini cepat selesai agar Arini bisa buru - buru pulang ke rumahnya untuk merawat anaknya yang sedang sakit.

Quote:"Kira - kira itulah yang bisa saya sampaikan terkait progress report kami, Pak Marco, Pak Yudi. Barangkali ada tambahan atau pertanyaan terkait proyek kita sekarang dari PT. DFG?" Tanya Arini ke gue dan Yudi.

"Boleh saya minta Soft copy dari apa yang barusan dipresentasikan, Bu Arini?" Tanya gue secara formal ke Arini, karena disini posisi kita sedang bekerja.

"Boleh, Pak. Kebetulan saya memang sudah siapkan di flashdisk, dan flashdisk nya memang rencananya akan diberikan ke perwakilan DFG." Jawab Arini.

"Wah, posisi Pak Andri enak banget nih di MN (nama perusahaan tempat dia bekerja), punya staf yang solid dan kompeten kaya Bu Arini dan bapak - bapak semuanya" Puji gue berbasa - basi.

"Ah, Pak Marco ini bisa aja. Silahkan Pak jika memang ada kekurangan dari kami dan perlu ditambahkan menurut Bapak" ucap Andri

"Udah lah Pak, saya sih percaya lah sama Pak Andri. Lagi pula sekarang baru 40% progress, nanti kita lihat di 80% dan tambahan dari kami jika ada kekurangan akan kita tampilkan disitu (meeting selanjutnya)" jawab gue


Meetingnya pun selesai. Kita bertujuh meninggalkan ruangan bersama - sama. Andri, Arini dan gue berjalan paling belakangan sementara Yudi dan anggota timnya Andri berjalan ke parkiran. Kita bertiga berbincang ringan.

Quote:"Ah iya, Rin. Pin bb atau nomor HP lo dong?"Tanya gue.

"Buat apa, Ko?" Tanya Arini balik

"Yeee.. Ya buat urusan gawean lah, Rin." Jawab gue

"Hmm.. Kalo pin bb aku nggak hafal. Ni deh kamu scan aja, Ko" Ucap Arini sambil memberikan HP nya ke gue.

Gue pun menscan pinnya Arini, kemudian gue menelpon nomor HP gue melalui HP Arini yang gue pegang dan setelah itu HP dia gue kembalikan.

"Waah, Pak Marco betul - betul akrab dengan Bu Arini yah? Sudah seperti sahabat banget" ucap Andri

"Iya Pak Andri, saya sama Arini memang sahabatan banget karena dulu kita sama - sama satu angkatan dan satu Jurusan di IU (singkatan kampus gue dan Arini dulu, nama kampus disamarkan)" ucap gue mengiyakan Andri.


Entah kenapa, ekspresi Arini agak sedikit berubah menjadi terlihat murung saat gue barusan bilang ke Andri kalau gue dan Arini cuma sahabatan sewaktu jaman kuliah.

Kita berpisah diparkiran restoran. Sekarang gue sudah berada dibangku belakang mobil sedan operasional kantor. Gue meminta Yudi untuk mengantarkan gue langsung ke rumah.

Bip.. Bip.. Ada pesan masuk di HP gue.
Quote:"Daddy, Arko rewel minta mainan" isi bbm dari istri gue, Regina.

M : gue, R : istri gue

M : Arko minta apa, Na?

R : He wanted a robot, Marc

M : OK, bilang ke Arko nanti daddy bawain robot2an

R : Sure. He'll defintely happy, Marc. Love you :*

M : ya ya


Gue pun meminta Yudi untuk mampir terlebih dahulu ke Mal yang searah perjalanan pulang ke rumah gue untuk membeli mainan buat anak gue, Arko. Ditengah perjalanan gue iseng melihat - lihat newsfeed BBM gue. Tertera nama Arini di posisi teratas Newsfeed BBM gue.

Quote:Arini W.
New Status:

"hanya sebatas sahabat ๐Ÿ˜ข"
Diubah oleh my.babyblue
profile-picture
profile-picture
actandprove dan jimmi2008 memberi reputasi
2 0
2
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 03:32
izin gelar tenda om
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 03:35
ijin nongkrong sambil ngopi +ngudud+ngemil bang hehe emoticon-Toast
profile-picture
agungkopites97 memberi reputasi
1 0
1
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 03:37
Quote:Original Posted By ra...a.. โ–บ
Keep up the good work! So far menarik. (:

thanks buat apresiasinya gan
Quote:Original Posted By sebastianjuhro โ–บ
Kaya nya bagus. ijin bangun tenda gan

Mungkin bagus, mungkin nggak kedepannya. thanks for dropin by, gan
Quote:Original Posted By vannesz โ–บ
Izin tenda...love it.

thanks gan emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By agungmp4 โ–บ
Mantappp nihhh seru kek nya haha..
Lanjutinn om emoticon-Big Grin

Mungkin seru mungkin juga nggak kedepannya, thanks udah menyempatkan diri u/ baca
Quote:Original Posted By pamanbodoh โ–บ
izin gelar tenda om

Silahkan gan emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By kopery235 โ–บ
ijin nongkrong sambil ngopi +ngudud+ngemil bang hehe emoticon-Toast

Silahkan gan emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh my.babyblue
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 03:50
wah berat nih ceritanya bang. kesempatan kedua soal arini padahal udah punya istri dan anak emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 03:54
Baru 2 part tapi udah menarik, bakal lebih menarik nih kek'y. Lanjutkan om bray keep update
Diubah oleh jin.bolo.bolo
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 04:44
Part 3


Quote:Arini W.
New Status:

"hanya sebatas sahabat ๐Ÿ˜ข"


Gue tahu apa yang Arini maksud dengan status BBMnya saat ini. Tanpa berpikir panjang gue langsung memberikan komen di status BBMnya dia.

Quote:M : gue, A: Arini
M : Rin, sorry. Masa gw msti bilang sama Andri klo kita berdua pernah pacaran.

beberapa saat kemudian

A : srry? 4 what, Ko? Oo, status ini bkn ke kamu kok ๐Ÿ˜†

saat dia membalas seperti itu muka gue serasa panas, malu karena gue udah keGeeRan dan menyangka dia sedih karena gue.

M : *rotfl* gue kirain... Nevermind lah, Rin. Oh iya, semoga anak lu cepat sembuh yah ๐Ÿ˜‡

A : Aamiin, terimakasih Marko ๐Ÿ˜†

A : BTW, Marco ga perlu say sorry pun Rin udah maafin Marco kok ๐Ÿ˜Š

M : maafin gue? apaan si, rin?

A : Hehe, ada deeeh ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†



Gue nggak ngerti dengan balasan BBM Arini barusan.

Sekarang gue sudah sampai di salah satu Mal di Jakarta Selatan dan gue berada di toko mainan yang lumayan besar di Mal ini. Gue melihat ke bagian robot - robotan karena di toko ini semua mainan tersusun berdasarkan kategori mainannya. Sebelumnya gue menanyakan kepada pelayan tokonya apakah gue boleh mengambil foto (beberapa toko kadang tidak memperbolehkan kit untuk berfoto) dan ternyata di toko ini boleh - boleh saja untuk mengambil foto.

Maksud gue mengambil foto adalah untuk memberikan anak gue Arko pilihan mainan mana yang dia mau. Selesai mengambil foto beberapa robot - robotan yang menurut gue menarik, gue langsung mengirimkan fotonya ke istri gue.

Quote:M: gue, R : Regina, istri gue

Gue sukses mengirimkan foto - foto mainan ke istri gue

M : Na, suruh aku pilih salah satunya

R : He want them all, Marc *rotfl*

M : can't do that, Na. Kasih tau Arko daddy nggak punya uang kek, apa kek. Gue ngga mau dia terlalu dimanja banget Na.

R : Ok Ok, wait Marc

Setelah beberapa lama

R : he said the biggest bumblebee on the store, daddy

M : hahahahah okay2

R : Luv U, Marc

M : ya ya..


Tangan gue masih memegang Handphone dan kembali gue iseng melihat Newsfeed BBM. Lagi - lagi nama Arini tertera diurutan teratas.


Quote:Arini W.
New Status:

"Can't trully mad @him after all this years ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†"



Dan gue putuskan lebih baik gue ngga komen apa - apa tentang status BBMnya Arini kali ini...
Diubah oleh my.babyblue
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oktavp dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 04:51
Quote:Original Posted By tako96 โ–บ
wah berat nih ceritanya bang. kesempatan kedua soal arini padahal udah punya istri dan anak emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2

Mau gimana lagi gan? Karena ini yang terjadi dalam kehidupan gue emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By jin.bolo.bolo โ–บ
Baru 2 part tapi udah menarik, bakal lebih menarik nih kek'y. Lanjutkan om bray keep update

Menarik atau nggaknya ditentukan masing2 readers aja gan emoticon-Smilie
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 05:37
Kesempatan Kedua Dalam Hidup

ENID BLYTON


kutipan yg gw dapet dari temen gw nih.... emoticon-Toast
biar semangat nulisnya ya gan.... emoticon-Shakehand2
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 12:13
ijin bangun apartemen gan
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 12:14
UI kali gan emoticon-Hammer2
1 0
1
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 13:33
Quote:Original Posted By gembelsakti โ–บ
Kesempatan Kedua Dalam Hidup

ENID BLYTON


kutipan yg gw dapet dari temen gw nih.... emoticon-Toast
biar semangat nulisnya ya gan.... emoticon-Shakehand2

Nice Quote gan. Seadanya waktu gue aja gan buat ngelanjut nulisnya emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By johanesdn โ–บ
ijin bangun apartemen gan

Silahkan gan, thanks sudah mampir
Quote:Original Posted By gancang26 โ–บ
UI kali gan emoticon-Hammer2

Nama tokoh dan nama tempat kuliah disamarkan gan emoticon-Ngakak
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 14:03
hehehe
indeks ny gan kl bs sma judul tiap part biar greget...
kyk ny alur critanya mundur maju ini gan ...
btw tetep semangat n di tamatin ya threadnya...
cuma bisa ngasih rate...
0 0
0
Kesempatan Kedua Dalam Hidup
28-10-2016 14:13

menarik nih, lumayan buat bacaan balik gawe,hahah

emoticon-Toast
0 0
0
Halaman 1 dari 49
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cerita-kepala-kedua
Stories from the Heart
perjalanan-hantu-cantik
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia