Quote:
NEW YORK – Mantan Perdana Menteri (PM) Portugal Antonio Guterres masih memimpin persaingan ke kursi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB berikutnya setelah unggul dalam pemungutan suara tertutup ketiga Dewan Keamanan (DK) pada Senin. Pria yang sempat menjabat sebagai Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi itu juga memenangkan dua ronde pemungutan suara DK sebelumnya.
Ke-15 anggota DK akan memberikan suara kepada setiap calon Sekjen yang masih tersisa, dengan pilihan mendukung, tidak mendukung, atau tidak ada opini. Pada pemungutan suara ketiga ini, Guterres menerima 11 suara mendukung, tiga tidak mendukung dan satu suara tanpa opini. Demikian informasi dari diplomat PBB yang dilansir Reuters, Selasa (30/8/2016).
Pemungutan suara ini akan terus dilakukan oleh DK PBB sampai tercapai konsensus pada aslah satu kandidat untuk menggantikan sekjen yang menjabat saat ini, Ban Ki-moon. Sekjen asal Korea Selatan itu akan menyelesaikan tugasnya setelah menjabat untuk dua masa bakti pada akhir 2016.
Pada Senin lalu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Slovakia Miroslav Lacjak naik ke peringkat kedua setelah mendapat sembilan suara dukungan, lima tak mendukung dan satu suara tanpa opini. Sedangkan peringkat ketiga ditempati Direktur Jenderal UNESCO asal Bulgaria, Irina Bokova dan mantan Menlu Serbia Vuk Jeremic masing-masing memperoleh tujuh suara dukungan, lima tak mendukung dan tiga tanpa opini.
Menlu Argentina Susana Malcorra berada di peringkat kelima diikuti mantan Menlu Macedonia Srgjan Kerim, PM Selandia Baru Helen Clark, Mantan Presiden Slovenia Danilo Turk, Mantan Menlu Moldova Natalia Gherman dan mantan ketua badan iklim PBB asal Kosta Rika Christiana Figueres. Sementara itu dua orang kandidat, mantan Menlu Kroasia Vesna Pusic dan Menlu Montenegro Igor Luksic telah mundur dari persaingan.
Para diplomat mengatakan DK menargetkan untuk memberikan rekomendasi kandidat kepada anggota Majelis Umum PBB untuk melangsungkan pemilihan pada Oktober. Pada akhirnya keputusan terletak pada lima anggota pemegang hak veto yaitu, Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Inggris dan Prancis untuk sepakat menentukan pilihan pada satu kandidat.
(dka)
http://news.okezone.com/read/2016/08...pbb-berikutnya
g ada yg dari indonesia ya..
