Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
79
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56d8d09d902cfe5e0f8b456b/nameless
Tidak semua orang bisa merasakan hal yang sama dua kali. Disaat sebuah kesempatan datang, maka coba ambil dan raih kesempatan itu sebisa mungkin. Orang yang kerap menyia-nyiakan kesempatan adalah orang yang selalu takut akan hal baru. Hidup bukan untuk ditakuti.
Lapor Hansip
04-03-2016 07:02

NAMELESS

Past Hot Thread
NAMELESS


Quote:
Tidak semua orang bisa merasakan hal yang sama dua kali. Disaat sebuah kesempatan datang, maka coba ambil dan raih kesempatan itu sebisa mungkin. Orang yang kerap menyia-nyiakan kesempatan adalah orang yang selalu takut akan hal baru. Hidup bukan untuk ditakuti.
-Fanny

Quote:

AUTHOR'S NOTE:

-Please, just enjoy this story.
-I'm pretty sure we have rules in here, so go with it emoticon-Smilie
-Dont forget to Rate and Comment
-No matter if this story was real or fake, let that kind of question keep spining in your brain.
-Night is the best time for reading. Not just you can feel the Story, but you can also get in it.






Diubah oleh monica.ocha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
putramelankolis dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 5
NAMELESS
04-03-2016 07:11
Diubah oleh monica.ocha
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 07:17
Woow Masih anget. Izin nenda om robby
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 07:19
Quote:Original Posted By ikhwanmasaampun
Woow Masih anget. Izin nenda om robby


Hmm.. aku Fanny bukan robby, but its fine emoticon-Smilie

0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 08:11
- HATE TO BE NEW -

PAGE 1





Pagi ini cuaca sangat cerah, matahari bersinar dengan terang membuat semangat pagi Olivia kembali hidup. Oliv memang bukan morning person tapi yang pasti pagi ini dia sangat bersemangat karena hari ini adalah hari pertama di sekolah barunya. Karena kesibukan Danil—ayah Oliv—yang begitu rumit, akhirnya dia memutuskan untuk membawa seluruh anggota keluarga bersamanya. Olivia tentunya tidak bisa menolak ajakan dari sang ayah untuk pindah kota karena dia sadar semua itu adalah tuntutan pekerjaan. Padahal Oliv baru saja masuk di salah satu SMA paling populer di kotanya, baru saja dia naik ke kelas dua, ternyata dia sudah harus pindah ke kota seberang yang jaraknya lumayan jauh. Sebagai gantinya, Oliv harus kehilangan teman-teman seperjuangannya dan segala kenangan indahnya.

Oliv tidak terlalu tergesa saat memasang tali sepatu karena dia yakin jika waktu masih panjang untuk kata terlambat. Sambil duduk di teras rumah Oliv menyempatkan untuk sekedar mendengarkan musik lewat headsetnya. Waktu di pergelangan tangannya masih menunjukkan pukul enam-empat-puluh, berarti masih ada sekitar dua-puluh menit waktu luang sampai akhirnya gerbang sekolah tertutup dan lagian ini bukan hari senin, jadi Oliv beranggapan semuanya masih di dalam kendali.

"Pa... ayo dong, gimana kalau Vio sampai telat" Teriak Violet yang sudah bersiap di dalam mobil. Entah apa yang ditakutkannya, padahal dia baru duduk di kelas satu SMP.

"Cerewet aja, udah duduk belakang gih!" Gumam kecil Oliv kepada adiknya yang dari tadi sudah merengek.

"Apaan sih—Pa, ayo dong, kakak udah nyebelin nih"

Danil segera berlari kecil menuju mobilnya, tidak ingin mendengar keluhan dari anak bungsunya itu. Dengan segera ia masuk ke dalam mobil.

"Dadah, ma" Ucap Vio dan Oliv serentak kepada ibu yang berdiri di depan pintu garasi

"Dah—Belajar yang bener ya, jangan main-main dan inget, ini hari pertama jadi coba cari temen" Pesan Dian kepada anaknya sebelum berangkat

***


"Yaudah kamu masuk, kenalin diri kamu" Ucap guru BK yang baru saja mengantarkan Oliv ke depan pintu kelas

"Oh iya, terimakasih, bu."

"Bu anggi, ini Oliv tolong dibimbing."


Oliv mulai masuk ke dalam kelas dengan rasa tidak percaya diri. Pandangannya menyapu se-isi ruangan kelas hingga bersih, Anggi—guru Matematika—Mulai berdiri dan memperkenalkan Oliva kepada se-isi kelas. Olivi tidak bisa berkata banyak karena dia memang bukan orang yang pandai berbicara seperti kebanyakan orang. Oliv memperkenalkan diri seperti semana mestinya, dari mana berasal dan dari mana SMA terakhirnya. Ternyata Oliv mendapatkan sambuatan yang cukup hangat dari mereka semua.

"Yaudah Oliv, untuk sementara kamu duduk di sudut belakang dulu"

"Sendirian, bu?" Oliv tidak menyangka jika hari pertamanya di sekolah baru dia sudah harus merasakan kesendirian —tidak seperti apa yang direncanakannya.

"Oh engga, kamu sebangku sama Diki, mungkin dia agak terlambat. Yaudah silahkan duduk, kita akan mulai pelajaran"


Dengan perasaan yang sedih dicampur curiga Oliv berjalan mendekati dua-bangku yang sedang kosong tak berpenghuni itu, dia penasaran dengan seseorang yang bernama Dicky. Pandangan se-isi kelas belum juga berpaling dari Oliv, kebanyakan dari mereka adalah para cowok dan pandangan ini terkesan aneh hingga membuat Oliv sedikit takut.

"Hei, kenalin gue Nabila" Seseorang yang berada tepat di depan Oliv langsung memperkenalkan diri tanpa memperdulikan Bu Anggi yang sedang menerangkan pelajaran "dan ini Cinta" Cewek yang duduk di sebelah Nabila itu ikut membalikkan badannya dan bersalaman kepada Oliv

"Hei, gue Olivia. Eh, ini yang duduk di sebelah gue siapa ya? kok ga dateng orangnya?"

Mereka berdua tersenyum pelan memandangi satu sama lain "Ntar lo juga tau"

"Ha?"

"Udah tenang aja, ga usah pikirin Diki, emang bandel dia suka telat"


Kedua cewek itu kembali memfokuskan pandangannya ke papan tulis dengan meninggalkan pertanyaan besar di kepala Oliv. Gadis baru ini mencoba untuk menghilangkan rasa ingin tahunya dan berusaha untuk fokus kepada pelajaran. Disaat Oliv sedang fokus dengan tugas yang baru saja diberikan, tiba-tiba dia mendengar suara cowok yang berada di depan kelas. Oliv masih tidak berpaling mencoba melihat, dia terlalu asik mengerjakan tugas matematikanya sambil menggigit ujung pensil.

Ini bukan yang pertama kalinya Diki terlambat dan sudah hampir semua guru tahu jelas akan kelakuan Diki ini. Bu Anggi tidak bisa memarahi Diki dan tanpa banyak berkata dia hanya menizinkan Diki masuk ke dalam. Pandangan Diki tertuju pada orang yang sedang duduk dengan fokus ke bukunya itu, dia sudah pasti belum pernah melihat cewek itu sebelumnya. Dengan keras Diki duduk disebelah Oliv dengan membanting keras tasnya ke atas meja. Hal itu membuat Oliv terkeju dan tersentak, dengan cepat Oliv langsung memandangi DIki.

"Eh, sorry kalau ke-ganggu" Ujar Diki dengan senyuman tipis

"Engga apa-apa, lo yang namanya Diki ya?"

"Iya, kenapa? mereka berdua cerita yang aneh-aneh ya?" Jari telunjuk dan jari tengah itu mengacung kepada Cinta dan Nabila yang duduk di depan mereka

Mendengar hal itu Cinta berbalik sedangkan Nabila yang tentunya sudah tahu sifat Diki hanya melanjutkan tugas "Lo bisa diem gak? baru dateng udah ribut. Udah deh ga usah gangguin dia. Udah, lo ga usah ladenin dia, Liv" Cerutu singkat Cinta lalu kembali fokus pada tugasnya

"Yee... siapa yang ribut!" Balas Diki "Eh, sorry ya kalau misalnya ganggu, udah deh lanjutin aja"

Terbelit sesuatu di dalam benak Oliv, dia merasa ingin lebih mengenal DIki yang baru sejenak duduk di sebelahnya. Tapi justru sebaliknya, Diki malah menyuru Oliv untuk melanjutkan apa yang sedang dikerjakan. Dan bagaimana Oliv bisa tenang mengerjakan tugas dengan tenang jika di sebalahnya Dika dengan asik sedang mengetuk-ngetuk layar ponselnya dengan ligat, membuat Olivia semakin penasaran dengan Dika. Sebenarnya apasih gunanya orang seperti ini sekolah jika hanya ber-sms yang dilakukannya? tentu lebih baik tidur dirumah bukan.



a/n: Sorry misalkan cara penulisan agak beda dari ceita yang sebelumnya. Mau coba-coba nulis cerita sendiri sih emoticon-Smilie
Diubah oleh monica.ocha
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 08:34
Nitip tempat dulu ah.
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 08:53
ini cerita adiknya mbak fanny ya ?

ijin nenda dolo aah
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 09:18
Quote:Original Posted By op.stress19
Nitip tempat dulu ah.


emoticon-Smilie

Quote:Original Posted By emzehd26
ini cerita adiknya mbak fanny ya ?

ijin nenda dolo aah


Ini yang nulis Fanny sih. Pokoknya ikutin aja deh ceritanya emoticon-Smilie

0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 09:23
Mejeng di tritnya nyonya Robby emoticon-Big Grin

Selamat menulis, mba!
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 09:38
Ijin bikin rumah kardus
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 10:59
majang pejewan.
moga updatenya lancar nyonya robby emoticon-Smilie
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 11:09
wah pindah kerumah baru ya
ijin mindahin barang dulu mba skalian nunggu apdet emoticon-Big Grin
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 12:41
cerita pertama udah lanjut ke yang ini
ane ijin nenda mbak
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 12:43
Wah sekarang gantian yang nulis mbak fanny ya.. wajib bookmark ni.
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 12:46
ijin nenda fan, sempet ketinggalan cerita kemaren dan gamau ketinggalan cerita lo yg ini hehe
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 12:50
Cukup menarik emoticon-Hammer2
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 13:20
ini Oliv a.k.a Fanny bukan sih mbak?
atau karakter baru?
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 13:26
btw cuman nama violet yg baru nongol dari cerita pertama. belum bisa ditebak ini lanjutan cerita pertama atau memang cerita yg lain. emoticon-Bingung
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 13:27
Wihh mbaa fanny nuliss lagi emoticon-Embarrassment
Nyeritain adenyaa mba fanny yaa emoticon-Big Grin

Numpanggg nenda duluu emoticon-linux2
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 14:57
aihhhhh sis fanny bikin cerita! yeay!!! ditunggu kelanjutannya sis fannyemoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh gamebale
0 0
0
NAMELESS
04-03-2016 20:45
Another story from Fanny

Semoga ga kentang emoticon-Hammer2
0 0
0
Halaman 1 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
bully-crime---thriller
Stories from the Heart
hello-good-bye-bae
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
kumpulan-cerita-seram
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia