alexa-tracking
Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
411
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5671123dd89b09c0428b4567/update-info-bpjs-kesehatan
NOTE: Kami tidak melayani tanya jawab dalam thread ini karena sudah ada thread khusus tanya-jawab (dan FAQ Lengkapnya) di sini Untuk itu, mohon untuk semua pertanyaan, dapat disampaikan melalui thread tersebut agar lebih teratur. Adapun thread ini hanya dibuat untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan BPJS Kesehatan. Salam dan semoga sehat selalu :iloveindonesias ---- Perluas Channel Pemba
Lapor Hansip
16-12-2015 14:26

UPDATE INFO BPJS KESEHATAN

NOTE:
Kami tidak melayani tanya jawab dalam thread ini karena sudah ada thread khusus tanya-jawab (dan FAQ Lengkapnya) di sini

Untuk itu, mohon untuk semua pertanyaan, dapat disampaikan melalui thread tersebut agar lebih teratur. Adapun thread ini hanya dibuat untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan BPJS Kesehatan.

Salam dan semoga sehat selalu emoticon-I Love Indonesia (S)


----

Perluas Channel Pembayaran Iuran Bulanan Peserta, BPJS Kesehatan Tambah Jaringan Kerjasama Minimarket

Jakarta (14/12/2015) :
Dalam rangka meningkatkan akses kemudahan masyarakat dalam membayar iuran bulanan jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan memperluas channel pembayaran dengan memanfaatkan jasa pembayaran dari jaringan non perbankan, salah satunya melalui minimarket. Sistem pembayaran semacam itu disebut dengan Payment Point Online Bank (PPOB).

Pilot project perluasan channel PPOB BPJS Kesehatan telah dilakukan sejak 6 Agustus 2015 melalui kerjasama dengan 4 mitra bank BPJS Kesehatan, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN (sebagai informasi tambahan, BTN telah menjadi bank mitra BPJS Kesehatan sejak bulan Juni lalu). Mekanisme PPOB ini terbilang efektif dan diminati banyak masyarakat. Terbukti sejak diluncurkannya sistem PPOB pada awal Oktober 2015 lalu, jumlah transaksi pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan melalui mekanisme PPOB ini telah mencapai 1.816.343 transaksi pembayaran.

Setelah bekerjasama dengan minimarket Indomaret, kini BPJS Kesehatan juga menggandeng pihak Alfa Group sebagai salah satu alternatif pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan. Layanan PPOB melalui Alfa Group yang diimplementasikan oleh Bank Mandiri ini, mulai beroperasi sejak 29 Oktober 2015 lalu. Adapun saat ini terdapat 10.666 gerai Alfamart, 977 gerai Alfamidi, 38 gerai Lawson, serta 74 gerai Dan+Dan yang dapat menerima pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Hingga 11 Desember 2015, frekuensi transaksi pembayaran iuran BPJS Kesehatan melalui Alfa Group telah mencapai 239.162 transaksi. Sementara itu, frekuensi transaksi pembayaran iuran BPJS Kesehatan melalui Bank Mandiri juga meningkat dari lebih dari 600.000 transaksi pembayaran per bulan pada tahun 2014, menjadi lebih dari 1,5 juta transaksi per bulan pada tahun 2015.

Sebagai informasi, pembayaran PPOB terdiri dari 2 jenis. Pertama, pembayaran melalui outlet tradisional, dimana pembayaran iuran BPJS Kesehatan dapat dilakukan kepada ‘agen’ perorangan, sebagaimana lazimnya pembayaran listrik atau pembayaran telepon yang dapat dilakukan di rumah-rumah masyarakat yang menjadi ‘agen’ resmi. Kedua, mulai September 2015, pembayaran PPOB telah merambah ke modern channel. Untuk melakukan pembayaran iuran, calon peserta atau peserta BPJS Kesehatan cukup menunjukkan nomor VA-nya kepada kasir minimarket.

“Target kami hingga akhir tahun 2015 ini ada 100.000 outlet yang dibuka. Sementara ini, baik di outlet tradisional maupun modern channel, ada biaya surcharge untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp 2.500,- per transaksi. Namun untuk ke depannya, tagihan satu keluarga dapat digabung menjadi satu, sehingga masyarakat cukup mengeluarkan biaya satu kali transaksi pembayaran,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Senin (14/12).

Fachmi menambahkan, pihaknya juga menargetkan sebelum akhir tahun 2015 akan menggandeng beberapa jaringan minimarket besar lainnya sebagai gerai pembayaran PPOB modern channel, yang meliputi 183 gerai 7-Eleven, 600 Circle K, 310 gerai Bright, serta 200 gerai Super Indo. Tak hanya itu, tahun ini channel pembayaran iuran BPJS Kesehatan juga diharapkan dapat merambah ke 350 agen/cabang jasa pengiriman barang JNE yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun saat ini total terdapat 15.374 kantor bank dan 53.763 ATM bank mitra BPJS Kesehatan yang dapat melayani pembayaran iuran BPJS Kesehatan dengan rincian Bank Mandiri 2.334 kantor dan 17.032 ATM, BNI 1.813 kantor dan 14.025 ATM, BRI 10.410 kantor dan 20.876 ATM, serta BTN 817 kantor dan 1.830 ATM.
***
Diubah oleh bpjskesehatan
profile-picture
kustiana012 memberi reputasi
1
Halaman 1 dari 21
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
17-12-2015 09:22
mas mau nanya kalo buat bpjs pbi bisa pake ktp musiman gak??
terus kk gak ada gimana mas bisa gakUPDATE INFO BPJS KESEHATAN
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
18-12-2015 19:16
pembayaran Di Genjot, pelayanan nihilll. Cari ruangan ICU Pake bpjs di Jakarta kaya Cari jarum dalam jerami, tunggu ambulance Pake bpjs cuman Nunggu malaikat kematian datang Duluan. Mau operasi Pake bpjs harus tunggu berbulan bulan seperti ikut ajang, yang Ga kuat lewat ( Inalillahi)
0 0
0
Lihat 2 balasan
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
22-12-2015 08:12
Quote:Original Posted By k4m1kaze87
pembayaran Di Genjot, pelayanan nihilll. Cari ruangan ICU Pake bpjs di Jakarta kaya Cari jarum dalam jerami, tunggu ambulance Pake bpjs cuman Nunggu malaikat kematian datang Duluan. Mau operasi Pake bpjs harus tunggu berbulan bulan seperti ikut ajang, yang Ga kuat lewat ( Inalillahi)


Selamat pagi..
Pertama kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami agan. Terkait hal tersebut, mohon agan berkenan melaporkannya kepada kami sesuai dengan FAQ 7 poin terakhir di thread ini ya:
http://www.kaskus.co.id/thread/552c8...hatan---part-1

Demi kenyamanan pembaca lainnya, untuk tanya-jawab selanjutnya mohon dilakukan melalui thread tersebut.

Semoga membantu dan sehat selalu emoticon-I Love Indonesia (S)
profile-picture
aurora.. memberi reputasi
0 1
-1
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
22-12-2015 08:14
Quote:Original Posted By pakdechiki
mas mau nanya kalo buat bpjs pbi bisa pake ktp musiman gak??
terus kk gak ada gimana mas bisa gakUPDATE INFO BPJS KESEHATAN


Selamat pagi..
Untuk pendaftaran BPJS Kesehatan, mohon dapat menyertakan fotocopy KTP dan fotocopy KK terbaru sesuai dengan persyaratan yang tercantum di FAQ 1 di thread berikut:
http://www.kaskus.co.id/thread/552c8...hatan---part-1

Demi kenyamanan pembaca lainnya, untuk tanya-jawab selanjutnya mohon dilakukan melalui thread tersebut.

Semoga membantu dan sehat selalu emoticon-I Love Indonesia (S)
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
22-12-2015 08:15
Bayar Iuran BPJS Kesehatan Sekarang Juga Bisa di Kantor Pos

UPDATE INFO BPJS KESEHATAN

Ragam channel pembayaran iuran kepesertaan BPJS Kesehatan sekarang makin luas. Setelah bekerjasama dengan jaringan minimarket, kini giliran Kantor Pos yang digandeng oleh BPJS Kesehatan. PT Pos Indonesia Persero yang telah berpengalaman puluhan tahun dalam hal korespondensi siap mendukung BPJS Kesehatan.

Dengan kerjasama ini, diharapkan para peserta BPJS Kesehatan bisa semakin dimudahkan saat ingin membayar iuran bulanan. Pos Indonesia saat ini memiliki 4.126 kantor dan 19.202 agen pos di seluruh Indonesia. BPJS Kesehatan memang terus memperluas channel pembayaran dengan memanfaatkan jasa pembayaran dari jaringan non perbankan.

Sistem pembayaran semacam itu disebut sebagai Payment Point Online Bank (PPOB). Pilot project perluasan channel PPOB BPJS Kesehatan telah dilakukan sejak 6 Agustus 2015 melalui kerjasama dengan 4 mitra bank BPJS Kesehatan yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.

"Penambahan jumlah outlet PPOB melalui Kantor Pos diharapkan akan semakin memudahkan masyarakat, khususnya masyarakat kecamatan yang tidak terdapat minimarket," jelas Direktur Utama BPJS Kesehatan - Fachmi Idris saat melakukan kunjungan ke Kantor Pos Kecamatan Conggeang, Sumedang - Jawa Barat (21/12).

Mekanisme PPOB terbilang efektif dan diminati banyak masyarakat. Sejak diluncurkan hingga sekarang (minggu ketiga Desember 2015), jumlah transaksi pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan melalui mekanisme PPOB telah mencapai 2.370.072 transaksi dari 113.401 jumlah outlet PPOB modern dan tradisional.

Sebagai informasi, pembayaran PPOB terdiri dari 2 jenis. Pertama, pembayaran melalui outlet tradisional, dimana pembayaran iuran BPJS Kesehatan dapat dilakukan kepada 'agen' perorangan, sebagaimana lazimnya pembayaran listrik atau pembayaran telepon yang dapat dilakukan di rumah-rumah masyarakat yang menjadi 'agen' resmi.

Kedua, mulai September 2015, pembayaran PPOB telah merambah ke modern channel. Untuk melakukan pembayaran iuran, calon peserta atau peserta BPJS Kesehatan cukup menunjukkan nomor Virtual Account-nya kepada kasir minimarket.

Saat ini ada biaya surcharge Rp2.500,- per transaksi untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan di outlet PPOB tradisional maupun modern channel. Namun menurut Fachmi, nanti tagihan satu keluarga bisa digabung menjadi satu. Jadi masyarakat cukup mengeluarkan satu kali biaya transaksi pembayaran.

"Target kami hingga akhir tahun 2015 ini ada 100.000 outlet yang dibuka dan saat ini sudah melampaui target. Sebelum akhir tahun 2015 akan ada tambahan modern channel PPOB lagi dari 183 gerai 7-Eleven, 600 Circle K, 310 gerai Bright, 200 gerai Superindo dan 350 agen/cabang jasa pengiriman barang JNE," pungkas Fachmi.

(ad/ad)
http://news.detik.com/advertorial-ne...-di-kantor-pos
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
05-01-2016 09:48
HALLO BPJS kesehatan..gimana saya ingin lihat rekap pembayaran iuran bulanan saya dan keluarga perindividu.saya coba dengan SMS tidak ada balesan dan sebelumnya link untuk lihat iuran di web ada koq sekarang sudah tidak ada??...
kalau bisa perindividu yang bayar BPJS itu bisa liat rekap pembayaran bulan apasaja yang sudah dibayar dan belum dibayar demi kelancaran dan terlebih lagi setiap kedokter atau berobat atau OPERASI Si pasien dapat melihat sudah menggunakan berapa rupiah dari maksimal uang yang ditanggung BPJS kesehatan...
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
05-01-2016 14:24
bayarnya bisa autodebet kartu kredit ga?
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
06-01-2016 13:38
Dear BPJS Kesehatan

Apakah bisa daftar tanpa harus punya buku rekening Bank Pemerintah?
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
06-01-2016 17:56
Ane dari kantor dpt 2 fasilitas kesehatan 1.bpjs 2. Inhe*lth. Keduanya blum pernah dipake, mdh2n gak bakal kepake2, sehat terus aminnn hehe

Semoga pelayanan bpjs semakin baik
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
12-01-2016 13:44
min, gw mo nanya donk...

okt 2015 kmaren gw periksa mata, dr faskes tk 1 dirujuklah ke spesualis mata, dan dikasi resep buat nebus kacamata...

sampe skrg resep kacamata tsb blm gw tebus, coz di kota gw skrg (malang), optik yg nerima bpjs cuma dikit dan harga kacamatanya mahal bener (rata2 diatas 500rb)...

nah, skrg gw mo nebus resep kacamata tsb TAPI di jakarta, bisa ga? caranya gmn?

tinggal lapor ke kantor bpjs di malang buat minta pengantar ke optiknya atau gw harus ulang periksa mata lagi dr awal??

matur tenkyu sebelumnya...
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
15-01-2016 16:16
Quote:Original Posted By imamhr
Ane dari kantor dpt 2 fasilitas kesehatan 1.bpjs 2. Inhe*lth. Keduanya blum pernah dipake, mdh2n gak bakal kepake2, sehat terus aminnn hehe

Semoga pelayanan bpjs semakin baik


Nah ini, di tempat ane, bosnya seatap dg kaskus, ad semacam asuransi, jika karyawan sakit, misal rawat jalan, tinggal ke dokter perusahaan, dan ambil obat di apotek, standar obatnya paten, klo luar kota bisa tukar kuitansi, klo rawat inap, ad beberapa rumah sakit yg kerjasama, di kota ane, juga si ibukota provinsi, bisa juga tukar kuitansi/reinbust, intinya nyaman banget lah, pelayanan yg terbaik,
nah, bencana datang, setelah ad kewajiban bpjs, rencana kita dialihkan ke bpjs, yg tentu jauh banget dg yg selama ini kita dapat, kita udah didaftar semua, cek nik jg udah masuk di bpjs, tp sampai saat ini sih, kita masih dicover asuransi perusahaan, ga tau jg kedepannya, ntah kita dpt bpjs jg asuransi spt biasa atau secara bertahap dipindah bpjs, klo beneran terjadi, sungguh gelap dah emoticon-Mewek
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
15-01-2016 16:20
Tanya juga gan, sekilas baca berita yg pengobatan bayi tidak dibiayai sepenuhnya oleh bpjs karena overlimit, dijelaskan bahwa sekarang bpjs menerapkan limit 250 juta, itu beneran ya? Diakumulasi atau direset tiap awal tahun? Mohon penjelasannya gan emoticon-Kiss
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
18-01-2016 12:11
gan cara mengechek jumlah tagihan yang perlu kita bayar bagaimana ya? lewat online?telepon?sms?
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
19-01-2016 17:59
ane baru bkin bpjs tp bingung gimana ini cara liat info tagihan bpjs?
ane dh cb lewat sms kgk ad balesan,liat d web jg malah down web ny, trus ane kmren cb mw auto debet pke M**diri kata cs ny lgi error proses auto debetny jd kgk bs, mlah disuruh manual bayar di atm.
emoticon-Hammer (S)
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
20-01-2016 11:29
mau tanya dong min...
klo mau daftarin bayi dalam kandungan bisa online ga???
masuknya anggota tambahan...
mohon infonya min....thx
0 0
0
Lihat 1 balasan
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
20-01-2016 13:13
Quote:Original Posted By ganryan
HALLO BPJS kesehatan..gimana saya ingin lihat rekap pembayaran iuran bulanan saya dan keluarga perindividu.saya coba dengan SMS tidak ada balesan dan sebelumnya link untuk lihat iuran di web ada koq sekarang sudah tidak ada??...
kalau bisa perindividu yang bayar BPJS itu bisa liat rekap pembayaran bulan apasaja yang sudah dibayar dan belum dibayar demi kelancaran dan terlebih lagi setiap kedokter atau berobat atau OPERASI Si pasien dapat melihat sudah menggunakan berapa rupiah dari maksimal uang yang ditanggung BPJS kesehatan...


Quote:Original Posted By hawk
bayarnya bisa autodebet kartu kredit ga?


Quote:Original Posted By sylvester152
Dear BPJS Kesehatan

Apakah bisa daftar tanpa harus punya buku rekening Bank Pemerintah?


Quote:Original Posted By imamhr
Ane dari kantor dpt 2 fasilitas kesehatan 1.bpjs 2. Inhe*lth. Keduanya blum pernah dipake, mdh2n gak bakal kepake2, sehat terus aminnn hehe

Semoga pelayanan bpjs semakin baik


Quote:Original Posted By putunembahmann
min, gw mo nanya donk...

okt 2015 kmaren gw periksa mata, dr faskes tk 1 dirujuklah ke spesualis mata, dan dikasi resep buat nebus kacamata...

sampe skrg resep kacamata tsb blm gw tebus, coz di kota gw skrg (malang), optik yg nerima bpjs cuma dikit dan harga kacamatanya mahal bener (rata2 diatas 500rb)...

nah, skrg gw mo nebus resep kacamata tsb TAPI di jakarta, bisa ga? caranya gmn?

tinggal lapor ke kantor bpjs di malang buat minta pengantar ke optiknya atau gw harus ulang periksa mata lagi dr awal??

matur tenkyu sebelumnya...


Quote:Original Posted By longberry


Nah ini, di tempat ane, bosnya seatap dg kaskus, ad semacam asuransi, jika karyawan sakit, misal rawat jalan, tinggal ke dokter perusahaan, dan ambil obat di apotek, standar obatnya paten, klo luar kota bisa tukar kuitansi, klo rawat inap, ad beberapa rumah sakit yg kerjasama, di kota ane, juga si ibukota provinsi, bisa juga tukar kuitansi/reinbust, intinya nyaman banget lah, pelayanan yg terbaik,
nah, bencana datang, setelah ad kewajiban bpjs, rencana kita dialihkan ke bpjs, yg tentu jauh banget dg yg selama ini kita dapat, kita udah didaftar semua, cek nik jg udah masuk di bpjs, tp sampai saat ini sih, kita masih dicover asuransi perusahaan, ga tau jg kedepannya, ntah kita dpt bpjs jg asuransi spt biasa atau secara bertahap dipindah bpjs, klo beneran terjadi, sungguh gelap dah emoticon-Mewek


Quote:Original Posted By longberry
Tanya juga gan, sekilas baca berita yg pengobatan bayi tidak dibiayai sepenuhnya oleh bpjs karena overlimit, dijelaskan bahwa sekarang bpjs menerapkan limit 250 juta, itu beneran ya? Diakumulasi atau direset tiap awal tahun? Mohon penjelasannya gan emoticon-Kiss


Quote:Original Posted By sbgdream
gan cara mengechek jumlah tagihan yang perlu kita bayar bagaimana ya? lewat online?telepon?sms?


Quote:Original Posted By ifeys
ane baru bkin bpjs tp bingung gimana ini cara liat info tagihan bpjs?
ane dh cb lewat sms kgk ad balesan,liat d web jg malah down web ny, trus ane kmren cb mw auto debet pke M**diri kata cs ny lgi error proses auto debetny jd kgk bs, mlah disuruh manual bayar di atm.
emoticon-Hammer (S)


Quote:Original Posted By dellukman
mau tanya dong min...
klo mau daftarin bayi dalam kandungan bisa online ga???
masuknya anggota tambahan...
mohon infonya min....thx


Selamat siang..
Pertama kami ucapkan terima kasih atas perhatian agan dan sista sekalian kepada BPJS Kesehatan. Sehubungan dengan pertanyaan agan dan sista sekalian, bersama ini kami mohon maaf bahwa kami tidak melayani tanya jawab dalam thread ini karena sudah ada thread khusus tanya-jawab (dan FAQ Lengkapnya) di sini:

www.kaskus.co.id/thread/552c840ad89b098d6a8b456e/cari-tau-seputar-bpjs-kesehatan---part-1

Untuk itu, mohon untuk semua pertanyaan, dapat disampaikan melalui thread tersebut agar lebih teratur. Adapun thread ini hanya dibuat untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan BPJS Kesehatan.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan pengertian agan-sista sekalian, kami ucapkan terima kasih. emoticon-I Love Indonesia (S)
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
20-01-2016 13:15
Hasil Survey PT. SWAsembada Media Bisnis:
TAHUN 2015, INDEKS KEPUASAN PESERTA DAN FASKES
TERHADAP BPJS KESEHATAN CAPAI PREDIKAT “KATEGORI TINGGI


Jakarta (30/12/2015) : Di usianya yang hampir genap dua tahun berjalan, BPJS Kesehatan kembali mendulang hasil yang cukup menggembirakan terkait kinerjanya dalam mengimplementasikan program jaminan kesehatan di Indonesia. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh PT. SWAsembada Media Bisnis pada tahun 2015, indeks kepuasan peserta BPJS Kesehatan masuk ke dalam kategori tinggi, yaitu sebesar 78.9%.

“Survey tersebut dilakukan dengan metode random sampling dengan wilayah survey mencakup 13 Divisi Regional di 26 Kantor Cabang BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia. Untuk pelaksanaannya sendiri dilakukan melalui wawancara langsung kepada 21.922 responden, yang terdiri atas 20.163 responden peserta BPJS Kesehatan dan 1.759 responden penyedia layanan fasilitas kesehatan,” kata Rohmat Purnadi selaku Head of Research PT. SWAsembada Media Bisnis dalam Diskusi Media di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Selasa (29/12).

Ia menjelaskan, responden peserta BPJS Kesehatan merupakan pria dan wanita berusia 17 - 60 tahun dengan pendidikan minimal SMP, yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan dan melakukan kontak layanan dengan BPJS Kesehatan dalam 6 bulan terakhir. Sementara responden fasilitas kesehatan dipilih dengan memperhatikan beberapa kriteria seperti: 1) menjabat sebagai pimpinan fasilitas kesehatan (Puskesmas, Klinik, Dokter Praktek Perorangan / DPP), 2) Direktur Utama, Direktur Keuangan, Direktur Pelayanan, atau Ketua Tim Pengendali Rumah Sakit, serta 3) telah menjadi mitra BPJS Kesehatan minimal 1 tahun.

Dalam data yang dilansir lembaga survey independen tersebut, indeks kepuasan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) tercatat lebih tinggi dibandingkan kepuasan peserta Non-PBI, yaitu sebesar 79.7% (PBI) dan 78.1% (Non-PBI). Jika ditelisik lebih dalam, indeks kepuasan peserta Non-PBI untuk masing-masing jenisnya bernilai relatif sama, yaitu Pekerja Penerima Upah (PPU) sebesar 78.2%, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sebesar 78.2%, dan Bukan Pekerja sebesar 77.8%.

Menurut Rohmat, dari sisi kontak titik pelayanan, secara umum indeks kepuasan peserta BPJS Kesehatan tidak jauh berbeda, yaitu antara 78% - 79.5%, dengan rata-rata indeks nasional sebesar 78.9%. Adapun untuk masing-masing rinciannya adalah Puskesmas sebesar 78.6%, Dokter Praktek Perorangan (DPP) sebesar 79.5%, Klinik sebesar 78.9%, Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) sebesar 79.1%, Kantor Cabang BPJS Kesehatan sebesar 78.5%, dan BPJS Kesehatan Center sebesar 79.0%.

“Khusus di FKRTL, indeks kepuasan peserta BPJS Kesehatan di RS Swasta, RS Pemerintah, dan RS TNI/Polri secara umum tidak jauh berbeda. Di RS Swasta 79.7%, RS Pemerintah 79.2%, dan RS TNI/Polri 78.5%. Kemudian dalam hal tipe perawatan, kepuasan peserta BPJS Kesehatan rawat jalan adalah 79.2%, sedangkan untuk peserta BPJS Kesehatan rawat inap adalah 78.9%,” papar Rohmat.

Di sisi lain, indeks kepuasan fasilitas kesehatan terhadap BPJS Kesehatan juga masuk dalam kategori tinggi, dengan nilai 75.9%. Secara umum, indeks kepuasan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) cenderung lebih tinggi daripada FKRTL. Masing-masing indeks kepuasan berdasarkan jenis FKTP yaitu Puskesmas sebesar 76.2%, DPP 78.0%, Klinik 77.5%. Sementara untuk FKRTL, indeks kepuasan terhadap kinerja BPJS Kesehatan adalah sebesar 71.9%.
Sementara itu, jika dilihat dari segi wilayah kerja, Divisi Regional IX memiliki indeks kepuasan peserta lebih tinggi (85.6%) dibandingkan Divisi Regional lainnya, yang berkisar antara 75.0% - 85.6%. Adapun untuk indeks kepuasan fasilitas kesehatan terhadap BPJS Kesehatan yang tertinggi berhasil dicapai oleh Divisi Regional X (84.5%), sementara pencapaian Divisi Regional lainnya berkisar antara 68.1% - 84.5%.

“Dari hasil survey ini, bisa kita tarik kesimpulan bahwa ada sejumlah aspek yang harus dipertahankan dan ada yang perlu ditingkatkan. Dari sisi peserta, yang harus dipertahankan antara lain ketersediaan loket pelayanan, kesesuaian proses pelayanan dengan alur yang ditetapkan, kecepatan pelayanan di loket pendaftaran, kesamaan perlakuan terhadap pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum, kenyamanan ruang tunggu, serta kecukupan jumlah tenaga medis, obat, dan loket pendaftaran di FKTP,” kata Rohmat.

Dari sisi fasilitas kesehatan, imbuhnya, kecepatan merespon pengajuan fasilitas kesehatan menjadi mitra BPJS Kesehatan, ketepatan pembayaran jumlah klaim atau kapitasi, dan penyelenggaraan program pertemuan kemitraan adalah beberapa hal yang harus dipertahankan oleh BPJS Kesehatan. Adapun sejumlah hal yang perlu ditingkatkan antara lain ketepatan jam kedatangan dokter sesuai jadwal di poliklinik, kecepatan petugas BPJS Kesehatan Center menangani masalah, serta kemudahan proses rujuk balik dari rumah sakit.
***
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
20-01-2016 13:17
JELANG AKHIR TAHUN 2015, DISTRIBUSI KARTU INDONESIA SEHAT (KIS)
UNTUK SEGMEN PBI TUNTAS 100 PERSEN

Jakarta (28/12/2015) : Dalam rangka mendorong optimalnya pelaksanaan program jaminan kesehatan di Indonesia, pada penghujung tahun 2015 ini BPJS Kesehatan kembali mencetak dan mendistribusikan sebanyak 5.543.276 Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Jawa Barat.

“Dari awal, kita fokuskan tahun 2015 untuk cetak dan distribusi KIS ke seluruh peserta PBI di Indonesia. Ini merupakan bentuk komitmen BPJS Kesehatan untuk merealisasikan target 100% pencetakan dan pendistribusian KIS segmen PBI,” kata Direktur Utama Fachmi Idris saat ditemui di salah satu cabang perusahaan pencetak KIS, PT. Sandipala Arthapura Bekasi, untuk melepas keberangkatan truck box terakhir yang mengirim KIS peserta PBI ke berbagai wilayah di Jawa Barat, Senin (28/12).

Sejumlah daerah di Jawa Barat yang menerima KIS tersebut antara lain Kabupaten Bandung Barat (394.949 jiwa), Kabupaten Sukabumi (928.486 jiwa), Kabupaten Cianjur (957.641 jiwa), Kabupaten Purwakarta (179.199 jiwa), Kabupaten Majalengka (364.821 jiwa), Kabupaten Sumedang (247.714 jiwa), Kabupaten Kuningan (24.337 jiwa), Kabupaten Indramayu (649.500 jiwa), Kabupaten Garut (903.301 jiwa), Kabupaten Tasikmalaya (560.727 jiwa), dan Kabupaten Ciamis (332.601 jiwa).

Adapun hingga per 26 Desember 2015, terdapat 78.606.063 KIS peserta PBI yang telah dicetak dan disampaikan ke seluruh peserta PBI di Indonesia yang berhak menerima. Sementara itu, sebanyak 2.250.661 KIS akan didistribusikan kepada peserta PBI lainnya di luar Jawa Barat, seperti Jawa Timur, Sintang, Bali, dan sebagainya. Dengan demikian, sebanyak 86.400.000 KIS untuk segmen PBI telah tuntas dicetak dan didistribusikan BPJS Kesehatan kepada seluruh peserta PBI di Indonesia akhir tahun 2015 ini.

Sebelumnya, peluncuran perdana KIS untuk peserta PBI sebanyak 4.426.010 jiwa telah dilakukan Presiden Jokowi bersamaan dengan peluncuran perdana Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), pada tanggal 3 November 2014 silam. Selanjutnya pada Mei 2015, sebanyak 81.973.990 KIS bagi peserta PBI mulai diterbitkan dan didistribusikan bertahap oleh BPJS Kesehatan bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan.

Sebagai informasi, KIS yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan terbagi menjadi dua jenis kepesertaan. Pertama, kelompok masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik membayar sendiri (mandiri), ataupun berkontribusi bersama pemberi kerjanya (segmen buruh atau pekerja). Kedua, kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayari oleh pemerintah (segmen Penerima Bantuan iuran atau PBI).

***
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
20-01-2016 13:18
SETELAH MINIMARKET DAN KANTOR POS,
KINI BAYAR IURAN BPJS KESEHATAN BISA DI AGEN POS


Rangkasbitung (11/01/2016) : Setelah minimarket dan Kantor Pos, kini pembayaran iuran BPJS Kesehatan dapat dilakukan melalui mitra PT. Pos Indonesia (Persero), yaitu Agen Pos yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Saluran-saluran pembayaran ini dibuka guna meningkatkan akses kemudahan masyarakat dalam membayar iuran bulanan jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan terus memperluas channel pembayaran dengan memanfaatkan jasa pembayaran dari jaringan non perbankan.

Sistem pembayaran semacam itu disebut dengan Payment Point Online Bank (PPOB). Pilot project perluasan channel PPOB BPJS Kesehatan telah dilakukan sejak 6 Agustus 2015 melalui kerjasama dengan 4 mitra bank BPJS Kesehatan, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN (sebagai informasi tambahan, BTN telah menjadi bank mitra BPJS Kesehatan sejak bulan Juni lalu).

PT. Pos Indonesia (Persero) yang berpengalaman selama puluhan tahun dalam hal korespondensi siap mendukung dan melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Hingga Desember 2015, terdapat 4.126 Kantor Pos dan 38.145 Agen Pos yang siap melayani pembayaran iuran BPJS Kesehatan.
“Penambahan jumlah outlet PPOB melalui Agen Pos diharapkan akan semakin memudahkan masyarakat dalam hal ini peserta BPJS Kesehatan untuk membayar iuran, khususnya di kecamatan yang tidak terdapat minimarket atau Kantor Pos, maka alternatifnya bisa melalui Agen Pos,” jelas Plt. Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat melakukan kunjungan ke salah satu Agen Pos di Rangkasbitung, Banten (11/01).

Mekanisme PPOB ini terbilang efektif dan diminati banyak masyarakat. Terbukti sejak diluncurkan, jumlah transaksi pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan melalui mekanisme tersebut terus meningkat. Per Desember 2015 terdapat 113.401 outlet PPOB yang terdiri atas sekitar 26.626 outlet modern dan 86.775 outlet tradisional. Sementara hingga akhir Desember 2015, tercatat total terdapat 2.868.444 transaksi pembayaran iuran BPJS Kesehatan melalui PPOB dengan nominal mencapai Rp 218.682.728.334,-

“Sementara ini, baik di outlet tradisional maupun modern channel, ada biaya surcharge untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp 2.500,- per transaksi. Namun untuk ke depannya, tagihan satu keluarga dapat digabung menjadi satu, sehingga masyarakat cukup mengeluarkan biaya satu kali transaksi pembayaran,” kata Fachmi.

Fachmi menambahkan, pihaknya juga menargetkan akan menggandeng beberapa jaringan minimarket besar lainnya sebagai gerai pembayaran PPOB modern channel, yang meliputi 183 gerai 7-Eleven, 600 Circle K, 310 gerai Bright, serta 200 gerai Super Indo. Tak hanya itu, tahun ini channel pembayaran iuran BPJS Kesehatan juga diharapkan dapat merambah ke 350 agen/cabang jasa pengiriman barang TIKI-JNE yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebelumnya BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan minimarket Indomaret dan Alfa Grup. Sebanyak 11.400 outlet minimarket Indomaret dan 10.666 gerai Alfamart, 977 gerai Alfamidi, 38 gerai Lawson, serta 74 gerai Dan+Dan kini juga dapat menerima pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Adapun saat ini total terdapat 15.374 kantor bank dan 53.763 ATM bank mitra BPJS Kesehatan yang dapat melayani pembayaran iuran BPJS Kesehatan dengan rincian Bank Mandiri 2.334 kantor dan 17.032 ATM, BNI 1.813 kantor dan 14.025 ATM, BRI 10.410 kantor dan 20.876 ATM, serta BTN 817 kantor dan 1.830 ATM.

***
0 0
0
UPDATE INFO BPJS KESEHATAN
20-01-2016 13:19
Jaga Likuiditas, Faskes Swasta Kini Bisa Manfaatkan Supply Chain Financing (SFC)
dari 4 Bank Mitra BPJS Kesehatan


Jakarta (20/01/2016): Dalam rangka meningkatkan kemudahan fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan serta pemanfaatan jasa dan produk juga layanan perbankan dalam rangka pembayaran tagihan pelayanan kesehatan fasilitas kesehatan (Faskes) khususnya Faskes tingkat lanjutan swasta, BPJS Kesehatan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 4 (empat) Bank BUMN mitra kerja, dalam hal “Kerja Sama Pembiayaan Tagihan Fasilitas Kesehatan Mitra BPJS Kesehatan (Supply Chain Financing)”. Pembiayaan tagihan Faskes tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan fasilitas Program Pembiayaan Tagihan Faskes mitra BPJS Kesehatan (Supply Chain Financing) dari 4 bank yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri dan BTN.

Program Pembiayaan Tagihan Faskes mitra BPJS Kesehatan (Supply Chain Financing) merupakan program pembiayaan oleh Bank yang khusus diberikan kepada Faskes mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambil alihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran.

“Kondisi saat ini, sesuai dengan peraturan yang berlaku BPJS Kesehatan melakukan pembayaran tagihan pelayanan kesehatan maksimal 15 hari setelah berkas lengkap. Namun melihat kondisi yang terus berkembang dan untuk terus menjaga cashflow dari rumah sakit, kami bekerjasama dengan 4 bank mitra BPJS Kesehatan menawarkan program SCF ini, dengan harapan likuiditas dari Faskes khususnya Faskes swasta tetap terjaga serta memastikan pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan tetap berjalan, sambil menunggu verifikasi tagihan dari BPJS Kesehatan selesai,” ujar Plt. Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Rabu (20/01).

Sesuai dengan peraturan yang ada, BPJS Kesehatan berkewajiban membayar tagihan Faskes tingkat lanjutan makasimal N+15 hari sejak dokumen klaim diterima lengkap sesuai Pasal 38 Perpres No. 12 Tahun 2013. Faskes tingkat lanjutan dalam hal ini rumah sakit membutuhkan dana pembayaran klaim BPJS Kesehatan segera untuk belanja obat, alat medis, jasa medis dan operasional lainnya.

“Semoga Supply Chain Financing ini dapat segera kita realisasikan agar pembayaran tagihan Faskes dapat dilakukan tepat waktu, dan likuiditas keuangan Faskes tingkat lanjutan dapat terjaga, sehingga pelayanan kesehatan terhadap peserta BPJS Kesehatan di Faskes tingkat lanjutan juga dapat ditingkatkan secara berkesinambungan,” ujar Fachmi Idris.

Nota Kesepahaman ini dihadiri oleh Direksi 4 bank mitra yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri serta BTN. Tindaklanjut dari MoU, yaitu masing – masing pihak akan menyiapkan infrastruktur dan sistem untuk mendukung implementasi program ini. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan 4 (empat) Bank BUMN tentang Pembiayaan Tagihan Fasilitas Kesehatan mitra BPJS Kesehatan sebagai payung Faskes dapat menggunakan fasilitas ini, serta Perjanjian Kerjasama antara Bank BUMN dengan Faskes mitra BPJS Kesehatan yang membutuhkan fasilitas/program ini.
0 0
0
Halaman 1 dari 21
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.