Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
267
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/560be593c0cb1709578b4567/petrus-trilogi-indonesian-action-thriller-story
Aksi kejar mengejar di lorong-lorong kota itu terhenti ketika penjambret sudah memasuki daerah kumuh dipinggiran kota. Angga melompat merobohkannya berusaha merebut tas merah emas yang ada ditangannya. Baku pukul tidak terhindarkan lagi. Angga seorang polisi yang sudah sangat terlatih dalam bela diri karate terlihat lebih unggul dalam pengalaman. Tak kurang dia setidaknya membuat si penjambret itu
Lapor Hansip
30-09-2015 20:37

Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story

Past Hot Thread
Quote:
Note About This Thread :

1. Thread ini berisi cerita Fiktif yang menyadur beberapa kejadian nyata tentang keberadaan Petrus di Indonesia

2. Sesuai Judulnya, Petrus Ttrilogi ane rencanakan terbagi menjadi 3 Act atau 3 Season ( Act 1 : Petrus Origin , Act 2 : Petrus New Wave, Act 3 : Petrus Final Act)

3. Seperti Agan-agan yang laen ane punya kesibukan pribadi agar Lebih nyaman untuk semua pihak jadi ane jadwalkan untuk memberikan updatenya setiap hari senin

4. Tokohnya merupakan tokoh fiktif dengan setting waktu saat ini atau tahun 2015



Interaktif Story For Kaskuser


Indeks Story

Prolog
File 001 : Penembak Misterius
File 002 : Untold
File 003 : Kontradiksi

Act 1 : Petrus origin
File 004 - Identity
File 005 - Peluru Perak
File 006 - MO
File 007 - Misi
File 008 - Hunt or Hunted
File 009 - Like A Ghost
File 010 - HELL
File 011 - Srigala Berbulu Domba
File 012 - Safe House
File 013 - Sexy Succubus
File 014 - Place where Hades Hide
File 015 - Bloody Joker
File 016 - Bet?
File 017 - Heritage
File 018 - Immortal Fighter
File 019 - Torture

Act 2 : Petrus New Wave

Act 3 : Petrus Final Act


Kaskuser Act
Quote:
l13apower : Part 1
l13apower : Part 2
l13apower : Part 3
l13apower : Part 4
l13apower : Part 5.1
l13apower : Part 5.2
l13apower : Part 6
l13apower : Part 7
l13apower : Part 8
l13apower : Part 9



Quote:
Sherry24 : Patrucci the ghost bullet
Sherry24 : Ghost Bullet part 2


Quote:
Lithium.rusak : interupsi
Lithium.rusak : Dampak


Quote:
panjang.kaki : The Eagle Eye episode 01


Diubah oleh clowreedt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gimi96 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story
19-03-2019 22:42
gelar tikar dulu gan
4 0
4
Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story
12-06-2016 21:38
File 019 - Torture


mangap lama update-nya baru pulang dari goa emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story
01-05-2016 18:33
File 018 - Immortal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
masfaber dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story
05-04-2016 21:49
File 016 - Bet?


Akhirnya kelar juga ngetiknya. Maap vacuum lama emoticon-Stick Out Tongueeace:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story
31-01-2016 22:01
File 013 - Sexy Succubus


Oh iya, berhubung minggu Depan ane mau pulkam. Jadi sementara Libur dulu updatenya ya gan emoticon-army:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story
30-09-2015 20:40
File 002 : Untold

Ria berada disebuah ruang gelap gulita ketika tiba-tiba dibelakangnya seorang lelaki berbadan besar mengunci kedua tanganya. Tangan kiri pria itu mengalungkan sebuah belati tajam, siap menggorok lehernya.

Ria berusaha berontak sejadi-jadinya tapi lelaki itu sama sekali tidak bergeming. DORR!!! Pria tinggi besar itu terjatuh bersimbah darah dengan lubang peluru di keningnya. Saat Ria mengalihkan pandangan mencari arah asal tembakan. Sebuah tembakan lain terdengar, pelurunya menembus tepat ke jantungnya. Ria terbangun di sebuah ruangan putih bersih, bau obat-obatan yang kuat sesekali tercium oleh hidungnya.

“mimpi…” gumam Ria.

Tok tok, terdengar suara pintu diketuk pelan dari luar. Sejurus kemudian pintu perlahan terbuka. Angga menyeruak masuk dengan sebuah senyum ramahnya, beberapa lebam terlihat diwajahnya.

“Pagi..” sapa Angga hangat, sambil menarik sebuah kursi untuk duduk disampping kasur Ria.

“Angga, kita dimana?” wajah Ria masih pucat.

“Kita dirumah sakit, setelah kejadian semalam kamu collapse, jadi aku langsung bawa kamu kesini” kata Angga.

Ria mengingat kejadian semalam saat dia menjadi sandra sekawanan penjambret dan munculnya sesosok penembak misterius yang dia yakini seorang petrus. Dia tertunduk lesu, tanganya bergetar ngeri mengingat kejadian itu.

“Sudah, jangan di ingat lagi, saat ini kepolisian masih mengusut menyelidiki penembak misterius itu” Angga mencoba menenangkan Ria. “Oh iya tadi aku sudah telpon ke kampusmu untuk meminta ijin agar kamu bisa istirahat satu atau dua hari”.

“Makasih” Ria tersenyum manis.

“iya sayang, oh iya tadi aku sudah bicara dengan dokter, katanya kamu tidak apa hanya saja kamu mungkin masih butuh istirahat paska trauma, jadi harus beristirah 1-2 hari” Angga menjelaskan sambil mengelus kepala Ria tunangannya yang kini memerah seperti kepiting rebus.

Suasana tiba-tiba menjadi hening, Angga mendekatkan bibirnya ke bibir Ria yang kini sedang menutup matanya menunggu dengan berdebar-debar ciuman dari Angga. Kriek!!! Suara pintu dibuka dari luar

“Woi anak kampret, bangun loe…. Manja amat jadi…..” Reza menghentikan ucapanya melihat Angga dan Ria yang hampir berciuman. Menyadari kehadiran Reza, Angga segera memperbaiki posisinya. Wajah Ria sendiri semakin memerah menahan malu.

Beberapa menit berlalu setelah kejadian itu suasana masih canggung. Mereka bertiga diam di ruangan, tidak berbicara sambil menunduk bingung mau berbicara. “Eh maaf, ngganggu kalau mau aku biar keluar dulu aja, kalian terusin aja dulu” ucap Reza yang berusaha mencairkan suasana tapi malah kata-kata konyol yang keluar.

“Goblok!” kutuknya dalam hati.

“Ah elu nyet, ganggu aja…. hahahaha” canda Ria sambil di ikuti ketawanya yang riuh serta sedikit senyuman Angga yang ada di sebelahnya.

Angga kemudian berdiri, dan mencium kening Ria “Yaudah, aku balik kerja dulu ya, Pak Fajril memintaku cepet ke kantor buat kordinasi konferensi pers tentang masalah penembakan semalam”

“Hati-hati…” ucap Ria sambil menggenggam tangan Angga

“Iya..” Angga pun melepas genggaman tangan Ria kemudian, mengelus kepalanya sebentar sebelum akhirnya berjalan kearah pintu melewati Reza.

“Titip Ria ya za”

“Siap komandan!!” Reza memberi hormat berpura-pura menirukan gaya seorang polisi. Anggapun kemudian berlalu dengan senyum simpul khasnya.

Bugh!!! Sebuah bantal melayang tepat mengenai samping kepalanya “Anj*ng tengsin gue nyet… loe ngapain nyelonong masuk gak pake ketuk pintu dulu”

“Woi anak kampret, makanya loe kalau mau mesum pintu tuh di kunci, kalau gak kasih tulisan yang gede di pintu : Lagi baik, jangan di ganggu”

Reza dan Ria memang vulgar kalau bercanda. Mereka berdua sudah cukup lama akrab semenjak diduetkan mengampu sebuah acara music di stasiun radio kampusnya, namun semester ini mereka terpaksa berpisah saat siaran karena jadwal kuliah mereka yang berbeda. Berbeda dengan Ria yang kuliah jurusan Komunikasi, Reza kuliah jurusan ekonomi.

“Loe ngapain pagi-pagi dah disini nyet? Biasa juga jam segini masih molor loe”

“Habis dari Café-nya Tio. Cafenya lagi renovasi, gue disuruh bantuin nata bangku, ni baru pulang ngantuk banget” Rezapun rebahan di kursi panjang sebelah kasur Ria.

“Eh Monyet, enak banget hidup loe, dateng-dateng maen rebahan…” sergah Ria sambil melempar lagi satu bantal kearah Reza.

Dengan cekatan Reza menangkap bantal yang di lempar oleh Ria dan langsung di gunakanya buat menyengga kepalanya “Kamar VIP emang beda ya. Bantalnya empuk, mana ada AC-nya lagi. Mantap”

“eh nyet kalau mau tidur pulang sono ke kosan, malah nangkring disini”

“Ogah ah, jauh, gue gak punya ongkos” Reza pun dengan cueknya mulai menutup matanya hendak tidur.

Ria yang kesel mengambil bantal pertama yang terlempar tidak jauh dari pintu kamar, kemudian menghampiri Reza dan mendekapkan bantal tersebut di wajah Reza yang hampir tertidur.

“ehmmmm..ehmmmm” Reza sekuat tenaga berusaha mendorong Ria. Setelah berjuang cukup keras akhirnya dia berhasil juga melempar bantal yang di pake Ria buat menutup wajahnya.

“Mau bunuh gue loe??”

“Salah sendiri, kesini malah numpang tidur doang” ucap ria

Terdengar sayup-sayup suara TV, nampaknya remote TV yang berada didekat Reza terpencet ketika wajahnya ditutup Ria menggunakan bantal. “Saat ini kami akan menayangkan pernyataan resmi dari kepolisian mengenai penangkapan komplotan preman di daerah kota lama semarang yang berakhir dengan kematian 6 anggota preman karena tertembak timah panas oleh petugas.”

Dilayar TV kini menunjukkan seorang pria dengaan attribut polisi lengkap. Wajahnya familiar dengan kumis tebal diatas bibirnya, dia adalah pria berjaket kulit yang di temui Ria dan Angga Semalam. Di bagian bawah layar TV tersebut tersemat tulisan Irjen. Dedi Wiryawan Kapolda Jawa tengah.

Ternyata pria semalam yang ditemuinya bersama dengan Angga adalah seorang Kapolda, pantas Angga nampak begitu canggung ketika bertemu dengannya. Tapi mengapa sampai seorang kapolda datang ke TKP, meskipun itu kasus cukup besar karena menyebabkan 6 orang meninggal tidak biasanya seorang Kapolda turun langsung kelapangan. Ria nampak serius memikirkan kejadian semalam. Namun ketika sang kapolda mulai berbicara dia jadi semakin kebingungan.

“Berkat usaha dan aksi luar biasa dari Ipda Angga serta beberapa rekannya akhirnya kepolisian semarang berhasil melumpuhkan kawanan preman yang sudah cukup lama melakukan kejahatan jalan di kawasan kota lama. Preman-preman yang di ketuai Joko Kribo alias jekro ini sudah lama menjadi target operasi kepolisian karena aksi pembegalan yang di sertai kekerasan dan tidak segan-segan merenggut nyawa korban.

Air mata Ria menetes, tangannya menutup mulutnya menunjukkan kekagetan luar biasa ketika di layar TV Kapolda tersebut menunjukkan foto Joko Kribo alias Jekro yang tidak lain adalah orang berbadan besar yang menyandranya semalam.

“Untuk lebih jelas mengenai kronologi kejadian pengejaran komplotan preman tersebut akan di jelaskan oleh langsung oleh Ipda Angga.” Kamera TV pun bergeser menyorot kearah Angga.

Dalam konferensi pers tersebut Angga menjelaskan mengenai awal mula pengintaian komplotan Jekro, hingga semalam penggrebekan di markas, serta bagai mana penggrebekan itu beakhir dengan adu tembak yang menewaskan 6 anggota geng jekro yang berusaha melarikan diri sehingga harus di hentikan dengan tembakan. Sebuah penjelasan yang sangat berbeda dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Sebuah tanda tanya besar ada di kepala Ria, mengapa sampai pihak kepolisian melakukan konferensi pers demi menutupi fakta kejadian yang sebenarnya.

“Wah Angga Hebat ya, ini prestasi yang luar biasa.” Celetuk Reza yang ternyata ikut menonton berita yang sedang ditayangkan di TV.

“Yang di katakan Angga itu nggak benar, gue di situ pas kejadian… kejadianya gak kek gitu? Kenapa dia bohong” Ria menghela nafas panjang

“Maksut loe gak bener gimana Ri?”

“Bukan Angga yang menembak ke 6 preman itu, ada orang lain yang menembak mereka dari jarak jauh”

“Menembak dari jarak jauh?” Reza berusaha menkonfirmasi perkataan Ria

“Iya, ada seseorang yang menembak mereka dari atas gedung yang belum jadi”

“maksut loe gedung yang mau dibangun jadi Rumah Sakit itu?? Yang bener aja itu kan satu kilo lebih jaraknya”

Ria hanya mengangguk.

Dorr!!! Terdengar suara tembakan dari dalam TV mengaggetkan mereka berdua, dalam tayangan langsung tersebut terlihat orang-orang berlarian karena panic dan beberapa ada yang bersembunyi di bawah meja serta kursi, ada juga yang terjatuh dan beberapa kali terinjak kerumunan.

“Apa yang terjadi? Dimana Angga?” terlihat Ria panik, dia kebingungan mencari sosok Angga diantara kerumunan. Segera dia menyambar handphone yang tergeletak di meja dekat tempat tidurnya. Panic dia berusaha menelpon ponsel Angga namun tidak aktif

“Nyet….. Angga nyet…. Angga…..” Ria pucat, sesenggukan menangis sambil masih terus berusaha menelpon handphone Angga.

“Tenang Ri, Kita belum tahu apa yang terjadi, Angga pasti gak papa, dia kan kuat” Cuma kata-kata itu yang bisa keluar dari mulut Reza, namun nampaknya itu tidak cukup untuk menenangkan Ria yang panik.

Ria masih terus berusaha menelpon Angga, ketika akhirnya siaran berlanjut. Seorang reporter perempuan tampak masih agak pucat dengan tangan bergetar berusaha mengatur nafasnya seperti telah melihat sesuatu yang mengagetkan. “Pemirsa, baru saja sesaat tadi, saat konferensi pers yang dilaksanakan oleh POLDA Jawa Tengah. Ipda Angga Hermawan mengalami penembakan ketika sedang menjelaskan kronologi operasi penangkapan geng jekro. Masih belum ada info lebih lanjut tentang kondisi Ipda Angga.”

“Anggaaaaaa!!!!!!!” Ria berteriak keras sebelum akhirnya pingsan.
Diubah oleh clowreedt
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan jiyanq memberi reputasi
3 0
3
Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story
11-04-2016 05:49
File 017 - Heritage
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan jiyanq memberi reputasi
2 0
2
Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story
11-03-2016 22:56
The casino

#kaskuseract
#reno

Berhubung rumah reno masih didaerah sentul , Reno sedikit berbasa basi dengan anak tersebut

"Mau nginep rumah gw ? Rumah gw deket sini" tawar reno

"Gausah bang , gw ada keperluan di puncak entar malem"

"Keperluan apa keperluan ? " reno hanya tersenyum mesum kearah anak itu

"Yahhh elu bang kaya ga pernah muda aja" anak tersebut menepuk pundak reno. Anak tersebut sudah sangat akrab pada reno


Terkadang ada rasa iba di hati reno ketika tau dalam beberapa hari kemudian anak ini akan dibunuh oleh reno , tapi mau bagaimana lagi , tak ada yang lebih sakit daripada pembunuhan orang tua. Setelah urusan mencari bracket time di sentul selesai . Reno kembali ke warnet miliknya. Ingin meminta sedikit bantuan pada lisa

"lis , bisa gw tolong bantuan ?"

"Bantuan apa"

"Sekali lagi ? Jadi wanita penghibur, untuk anak ini, aku butuh informasi dimana letak persis kasino milik ayah dari anak ini" reno menunjukan sebuah foto kepada lisa

"Tapi kamu bilang kemarin yang terakhir untuk aku ngelakuin hal hina?" Jawab lisa dengan memelas

"Kamu cuma jadiin aku alat balas dendam kan reno ? Disaat kamu menemui kebuntuan untuk ngebalesin dendam kamu?" Lanjut lisa yang mulai terdengan isak tangisnya.

"Oke maaf" lalu reno meninggalkan lisa tanpa pikir panjang

Reno hanya terdiam mendengar jawaban lisa tersebut. Sebenarnya reno ingin menyerang casino milik target nomor 3 malam ini juga dengan mengintrogasi anak tersebut melalui lisa, agar saat terjadi penyerangan , anak tersebut tidak menjadi korban balas dendam reno dan anton . Namun cara ini tidak efektif dan terlalu mendadak menurut reno , harus menunggu besok dan memenangkan juara 13 detik dengan waktu yang terbaik.

===========================

Keesokan harinya reno sudah mempersiapkan honda jazz tersebut dengan baik

"Ahh semoga dapet podium,dapet informasi temtang kasino tersebut lebih mudah kalo gw menang"

Bracket 13 detik dimulai pada pukul 10.00 dimana cuaca disentul masih dingin sehingga kemungkinan akan mesin panas lebih kecil. Sehinga bisa mendapatkan tarikan mobil yang pas, hanya perlu menyesuaikan power mobil ini untuk mendapatkan 13 detik pas.

Kini gilran reno untuk start , terdapat 3x start untuk masing masing kendaraan . Pada waktu yg terpisah. Untuk kelas 13 detik disiapkan pada pukul 10.00 14.00 dan 15.30

Dari ketiga kali start , reno mendapatkan waktu yg lumayan baik . Karena perkiraan power mobil yang tepat yaitu 13.011 , 13.023dan 13.229

"Ini sih bisa dapet podium" ujar reno pada anak tersebut , dan benar saja reno mendaptkan juara 3 , dan sesuai janji anak tersebut , Reno akan ditraktir di casino milik ayahnya.

"Casinonya dimana ?" Tanya reno

Anak itu sempat terdiam untuk menjawab pertanyaan reno .

"Rumah ibadah pribadi keluarga kami, pantai indah kapuk, ntar gw send location ke lu bang"

Sorry mau nyebut rumah ibadahnya takut sara jadi ga ane sebutin ya emoticon-Big Grin
==================================================

To : Anton

Boss , lokasi target sudah ditemukan , gw forward send location, sasaranya adalah rumah ibadah pribadi yang dibuka untuk umum

SEND

Tak lama kemudian Hp reno bergetar

From : Anton

SIALAN,UDAH BERAPA DUIT YANG DIA AMBIL DARI GW . SAMPE PUNYA RUMAH IBADAH. KITA GABISA NYERANG RUMAH IBADAH BUKAN ?!

REPLY

TO : Anton

Sebenarnya bukan rumah ibadah pribadi yang dibuka untuk umum, tapi casino , luarnya aja bentuk rumah ibadah , tapi dalemnya casino bos. Dan sampai sekarang saya gatau bagaimana dia bisa dapet izin rumah membuat rumah ibadah seperti itu.

FROM : Anton

BRENGSEK ,TAUKAN MESIN MESIN JUDI ITU GA MURAH HARGANYA , OKE KITA LAKUKAN PENYERANGAN MALAM INI AJA !

To : Anton

Sabar dulu boss , saya punya rencana , tapi kali ini agak sedikit berbahaya , kita akan ke blow up termedia tapi bukan kita yang akan menjadi targetnya. Kayaknya akan lebih baik kalau saya memberikan rencananya melalui voice mail saja

Tak ada balasan dari anton , dengan segara reno mengirimkan voice mail kepada anton untuk menjelaskan bagaimana rencananya.

==================================================

"Kita gabisa menggrebek tanpa surat izin dari kepolisian , apalagi menggerebek rumah ibadah agama lain dan menyebutnya ada casino didalamnya, bisa terjadi fitnah itu" jawab orang berjenggot putih tersebut

"Tapi pak , percaya dengan saya , gini gini , kalau bapak tidak percaya nanti saya akan kirimkan foto saat saya sedang berada disana"

"Oke , lalu bagaimana dengan surat izin dari kepolisian untuk kami melakukan penggerebakan"

"Ah organisasi bapak kan sering melakukan razia razia di hotel berbintang dan beberapa tempat maksiat lainya tanpa surat izin dari kepolisian , asal ada ini"

Reno mengeluarkan amplop berwarna coklat yang berisikan uang senilai 9jt rupiah.

"Segini cukup ?" Reno menawarkan uang tersebut

"Lebih dari cukup, tapi ingat , tidak ada bukti tidak akan kita melakukan penggerebekan"

==================================================

Pukul 11 malam , reno sudah berpakaian sangat rapi. Dengan kemeja putih ditutupi jas buatan bulgaria dan celana bahan buatan spanyol. Sepatu pantofel bermerk rokport juga menghiasi kakinya.

Terlihat bebberapa jejeran mobil mewah terpakir di depan rumah ibadah tersebut. Seperti GTR , bmw M3 , mustang , lamborghini gallardo , dan rubicon.

"Bener yang anak ini bilang , gila juga bisa tertutupi begini" gumam reno

Reno turun dari mobil lalu menuju seorang penjaga rumah ibadah tersebut , dengan balutan kain berwarna orange gelap dan berkepala botak.

Sedikit anehnya adalah mengapa badan orang tersebut sangat atletis dan banyak luka , seperti orang yang memang sudah benar benar terlatih dalam hal hand combat.

"Permisi , mau beribadah atau memberikan sumbangan" tanya orang tersebut dengan suara lembut

Reno sedikit bingung akan menjawab apa

"Ah pasti anak baru yang ingin memberikan sumbangan, ikut saya"

Reno lalu mengikuti penjaga tersebut menuju lantai 4 rumah ibadah tersebut

"Bisa keluarkan 6Jt rupiah sebagai uang jaminan ? Cash only , no debit apalagi credit card."

"Ummm sebentar sebentar , saya akan telfon anak dari pemilik rumah ibadah ini."

"Gw udah di lantai 4 , kok ada uang jaminan gini?"

"tenang tenang , gw keluar ruangan sekarang juga"

Tak lama kemudian anak tersebut keluar dari ruangan tersebut , lalu menarik reno untuk masuk dan yang membuat cukup kaget reno adalah. Gimana caranya membuat casino ini didalam rumah ibadah. Ruangan 15x25 yang memuat sekitar lebih dari 15 mesin judi.

Dengan diam diam reno mengambil gambar tersebut lalu mengirimkan kepada anton dan ketua organisasi dari salah satu agama tersebut.

"Sorry mas, no handphone and camera allowed." Mas bisa taruh handphone mas di tempat penitipan yang telah kami sediakan. Untungnya reno sempat mengirimkan pesan tersebut.

"Jam 2 bisa dimulai aksinya, hati hati penjaga disini cukup terlatih sepertinya menggunakan senjata, lebih baik gunakan sniper untuk jaga jarak"

======•========================•====================

Sambil menunggu penyerangan , reno menuju table poker.

"Check" ujar reno membuka taruhan .

Queen love Queen spade dan satu 7 diamond

"Call"
"Call"
"Raise"

Seseorang menaikan jumlah taruhanya

Reno mengambil satu kartu

"Ah queen diamond" gumam reno

"Call"
"Call"
"Call"

Kartu terakhir diambil lalu reno mendapatkan 7 spade.

"Hmmm full house"
"Raise"

Reno menaikan jumlah taruhan lagi

"Call"
"Call"
"Call"
Saat dibuka masing masing kartunya lawan reno hanya two pair , three pair dan straight sedangkan reno mendapatkan fullhouse.

"Ez money" ujar reno mengambil chip tersebut.

Permainan poker tersebut berlangsung sampai pukul dua , reno melihat arlojinya. Menunggu chaos di casino ini akan datang . Tak lama kemudian betul saja terdengar ada keributan diluar sana
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan jiyanq memberi reputasi
2 0
2
Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story
11-03-2016 22:48
Bracket

#kaskuseract
#reno

reno mengendarai Mobil Nissan dengan kode mesin RB26DETT melaju dengan kecepatan konstan 150Km/jam menelusuri jagorawi dan tol dalam kota.

Tujuanya adalah menuju asia afrika,untuk mengetest berapakah kemampuan honda jazz K20R turbo tersebut.

"Gw udah sampe nih di asaf" sms reno kepada pemilik honda jazz tersebut.

"Oke siap, ketemuan di garis start aja ya"

"Hmm, mending langsung aja coba lu test sama GTR gw, langsung start aja"

RB26DETT vs K20R turbo

Dari ukuran mesin GTR 34 reno mempunyai Kapasitas mesin yang lebih besar . Namun secara bobot , honda JAZZ dengan K20R + turbo jauh lebih unggul di track pendek.

TIGA !!!!

DUA !!!

SATU !!!!

Kedua mobil tersebut sprint . GTR reno mempunyai akselerasi 0-100KM dengan waktu 4,7 detik sedangkan honda jazz tersebut belum diketahui berapa akeselerasinya. Namun setelah digaris finish , honda jazz tersebut menang dengan selisih jarak 1 meter.

"Kira kira bracket 13 atau 12 detik dapet lah ini, tapi tergantung lu balapnya gimana" ujar reno

"Hmmm, jadi jokinya nanti lu apa gw" tanya anak tersebut

"Gw aja , gw ada kartu izin start juga , jadi ga usah repot repot lagi, besok sabtu hari nentuin bracket, gw bakal gas pol nih jazz, terus nentuin bakal maen di bracket berapa nih mobil"

Setelah percakapan singkat tersebut , mereka berdua memutuskan untuk pulang karena harus mempersiapkan fisik untuk sabtu dan minggu sentul drag race. But

====================================

Sabtu , cuaca sentul cukup panas , namun tidak menyurutkan para pembalap drag tersebut untuk memacu kendaraanya agar mendapatkan waktu yang terbaik.

Kini giliran reno start untuk mmenentukan bracket , jazz tersebut dipacu dengan penuh dan mendapatkan 12,8 detik.

"Kita maen di bracket 13 detik aja, gw ga pede untuk main di bracket 12,5 detik, apalagi 12 detik, sekarang tinggal gimana kemampuan gw aja untuk dapetin 13 detik pas,biar dapet podium."
Ujar reno pada anak itu

"Lu dpt di podium, kita pesta judi di kasino bokap gw" kata anak tersebut

"ini indonesia , judi kan illegal, judi kecil kecilan kaya di togel aja digrebek , apalag kasino,bisa bisany bokap lu bikin kasino ?"

"ini Indonesia, apapun bisa dilakuin disini asal ada uang"

Reno hanya terdiam mendengar jawaban anak tersebut
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan jiyanq memberi reputasi
2 0
2
Petrus Trilogi, Indonesian Action Thriller Story
06-03-2016 21:55
File 015 - Bloody Joker
profile-picture
profile-picture
ariefdias dan jiyanq memberi reputasi
2 0
2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
milk--mocha
Stories from the Heart
bab-25--rasa-bersalah
Stories from the Heart
bintang-itu-bersinar
Stories from the Heart
sebuah-pengorbanan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
B-Log Collections
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia