Automotive
Batal
KATEGORI
link has been copied
9694
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55eebf7294786846588b456a/penggunaan-oli-mobil-pcmo-hdeo-untuk-motor---part-1
Selamat datang di Thread admapower64 Join Facebook Page untuk PCMO dan HDEO user di sini Unduh Daftar Pelumas PCMO / HDEO / MCO di sini Composed and Edited by Dee santi Pada kesempatan kali ini, mari kita diskusi salah satu topik yang paling sering kita pertanyakan selama ini, yaitu, bisakah menggunakan pelumas mobil untuk mesin motor kita? Sebelum ada jawaban ya atau tidak, mari kita definisikan
Lapor Hansip
08-09-2015 17:58

Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor

Selamat datang di Thread admapower64


Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1



Composed and Edited by Dee santi


Quote:
Pada kesempatan kali ini, mari kita diskusi salah satu topik yang paling sering kita pertanyakan selama ini, yaitu, bisakah menggunakan pelumas mobil untuk mesin motor kita?

Sebelum ada jawaban ya atau tidak, mari kita definisikan arti pelumas terlebih dahulu. Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya adalah cairan, yang diberikan diantara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pelumas pada umumnya dibagi ke dalam dua jenis, yaitu mineral dan sintetis. Pelumas mineral berasal dari hasil distilasi minyak bumi, sementara pelumas sintetis berasal dari proses Fischer-Tropsch Process yang menggabungkan Hydrogen dan Carbon. Pelumas Mineral dan Sintetis menurut API atau American Petroleum Institute dibagi ke dalam lima kelompok, diantaranya adalah:
  • API Group I, Base Stock Mineral dengan teknologi proses distilasi fraksi mineral parafin, dengan teknologi tersebut, minyak bumi akan bertambah ketahanan oksidasinya dan juga menyingkirkan zat-zat yang merusak Base Stock tersebut. Proses Distillation dan Solvent Refined tersebut akan meningkatkan VI atau Viscosity Index menjadi 80 – 119, Sulphur > 0.03%, Saturates < 90%.

  • API Group II, Base Stock Mineral dengan teknologi proses sama seperti Group I tetapi ditambahkan dengan Hydrokracked Technology. Dalam hal ini, Base Stock menjadi lebih murni dan lebih mudah untuk ditambahkan additives. Salah satu merek pelumas yang menggunakan Group II Base Stock adalah Shell™ Rotella® dan Pennzoil® PureBase® Perlu diketahui, Royal Dutch Shell adalah pemilik dari Pennzoil dan Quaker State. Dengan teknologi Distillation, Solvent Refined, dan Hydrocraked, maka nilai VI atau Viscosity Index menjadi 80 – 119, Sulphur < 0.03%, Saturates > 90%.

  • API Group III, Base Stock ini digadang-gadangkan menjadi salah satu pelopor pelumas dengan Synthetic Technology yang berasal dari Mineral Oil. Teknologi ini dipakai luas oleh banyak Pabrikan pelumas SuperMajor (British Petroleum, Chevron, ConocoPhillips, ExxonMobil, Royal Dutch Shell, Total), salah satu yang paling terkenal dan fenomenal adalah Base Stock milik Suncor PetroCanada yang menyatakan bahwa pelumas mereka memiliki Base Stock yang murni. Group III sendiri sudah digantikan dengan Group III+ atau VHVI yang merupakan singkatan Very High Enhanced Viscosity Index. Teknologi proses yang digunakan adalah sama dengan Group II tetapi ditambahkan teknologi Hydroisomer, sehingga menjadikan Base Stock dengan 99% Saturasi dan 1% Aromatik. Dengan teknologi Distillation, Solvent Refined, Hyrdokracked, dan Hydroisomer, maka nilai VI atau Viscosity Index menjadi ≥120. Di pasaran dunia, Group III+ dipasarkan dengan nama Fully-Synthetic Lubricant, yang common usernya adalah SuperMajor. Ada perbedaan antara pasaran dunia dan Eropa, pasaran dunia Oli Group III+ dapat disebut sebagai Fully-Synthetic, sementara di Eropa Oli Group III+ hanya boleh disebut Synthetic Technology. Untuk membedakannya, bisa dibuka http://www.total.fr/ dimana oli yang dijual sebagian besar di luar Eropa disebut sebagai Fully-Synthetic, maka di Perancis hanya disebut Lubrifiant technologie de synthèse atau Synthetic Technology Lubricant. Di Eropa hanya Group IV dan Group V yang boleh di label dengan Fully-Synthetic Lubricant.

  • API Group IV, Base Stock ini adalah hasil katalisasi antara Hydrogen dan juga Carbon baik dengan Fischer-Tropsch Process atau proses pembentukan olefin lainnya. Base Stock ini dinamakan PAO atau PolyAlphaOlefin, disebut PAO karena bahan dasarnya adalah Olefin. Pengguna Base Stock ini sangatlah jarang, mereka yang menggunakan Base Stock ini biasanya adalah pelumas dengan kategori Top Tier atau Premium. Salah satu pengguna PAO adalah Amsoil Signature Series, Mobil 1, dan Yacco dengan jajaran pelumas Top Tier Mereka. PAO sangat sulit ditambahkan soluble additives, sehingga additives yang bisa ditambah biasanya adalah logam alkali, alkali tanah, atau logam transisi seperti Molybdenum dan Titanium. Logam alkali ditambahkan adalah supaya menambah retensi pelumas untuk menahan asam yang terbentuk saat pembakaran terjadi. PAO memiliki karakteristik yang paling unik, karena memiliki Titik Beku yang rendah hingga -53 C dan Titik Bakar yang tinggi, hingga 270 C. pelumas ini tidak mengandung sulphur karena dibuat murni dari Hidrogen dan Carbon, dan memiliki Viscosity Index di atas 140.

    PAO ini dikenal sebagai Base Stock ngambekan, alasannya adalah selain pembuatannya sulit, yaitu apabila oli dengan PAO Based akan dibuat maka bahan-bahan seperti additives pack harus dicampur sebelum menjadi oli. Seperti kita membuat cake, apabila kurang atau kelebihan bahan, maka cake tersebut tidak enak dan tidak bisa dimodifikasi. PAO juga sangat rewel apabila bertemu dengan racun sejenis Sulfur dan TEL atau Tetra-Ethyl-Lead, dan dia tidak bisa ditambah dengan post-mixed additives. PAO juga sangat licin apabila ditambahkan additive Boron Nitride sehingga sangat baik untuk mesin-mesin berbahan dasar Aluminum Silicon. Pada BMW disebut Alusil, pada Mercedes Benz disebut SILITEC, atau pada Yamaha disebut DiAsil. PAO dan Boron Nitride akan membentuk lapisan film sangat kuat dan licin, sehingga akan sangat baik untuk menambah performa mesin. Boron Nitride dan PAO tidak akan menyebabkan selip kopling, karena hanya bereaksi dengan logam Aluminum Silicon saja, tidak dengan komposit Kampas Kopling.


  • API Group V, Base Stock ini biasanya diisi oleh Ester, prosesnya sendiri adalah dengan cara katalisasi asam yang dinamakan dibasic Ester, dengan Alkohol atau CH3OH sehingga dibentuklah Ester dari hasil katalisasi tersebut. Ester biasanya digunakan untuk kompetisi karena kemampuannya untuk mempercepat pembakaran dan juga meningkatkan performa mesin, sehingga mesin balap biasanya menggunakan Ester dan atau campuran PAO dan Ester. Ester memiliki ikatan film yang paling kuat, tetapi kelemahannya adalah umur pakainya cukup singkat, sehingga hanya cocok digunakan bagi Anda yang membutuhkan oli kompetisi. Ester juga berguna untuk ditambahkan ke PAO based supaya mudah untuk di campur dengan additives. cara mengetahui adanya Ester dalam pelumas adalah dengan melihat nilai oksidasi dan TAN dari pelumas tersebut. Sifat alami Ester adalah oksidan dan asam, sehingga nilai TAN pasti ada dalam pelumas tersebut. Salah satu yang terkenal antara lain adalah Redline, Motul, dan Maxima



Quote:
Apa perbedaan pelumas untuk mesin mobil dan mesin motor?


Secara fungsi, pelumas memiliki peran yang sama, mesin motor manual memiliki gearbox dan kopling yang menyatu dengan blok mesin, sehingga pelumas untuk mesin motor konvensional harus bisa melumasi mesin tanpa merusak komponen gearbox, terlebih kopling, karena kalau terlalu licin, kopling dapat selip dan mengakibatkan terbakar. Pelumas mobil secara umum tidak dapat melumasi kopling, sehingga sangat tidak cocok digunakan kepada mesin motor konvensional.

Mesin motor matic memiliki gearbox dan kopling terpisah dari blok mesin, sehingga pelumas hanya melumasi mesin saja, tanpa melumasi gearbox dan juga kopling. Hal ini sama dengan karakteristik mesin mobil yang memiliki kopling dan gearbox terpisah.

Perbedaan selanjutnya adalah antar mesin mobil dan mesin motor adalah suhu operasional, putaran mesin operasional, volume mesin dan kapasitas pelumas, serta daya kerja operasional. Secara teoritis, suhu operasional mesin motor lebih tinggi daripada suhu operasional mesin mobil karena absennya pendinginan stabil, atau radiator pada mesin motor, meski beberapa jenis motor sudah mengadopsi radiator, tetapi terkadang hal ini sering dilupakan para pemilik, sehingga fungsinya tidak optimal.

Selanjutnya adalah putaran mesin operasional motor lebih tinggi daripada mobil, tentu saja, mesin mobil memiliki lebih dari 1 silinder dengan kapasitas minimal 250cc per silinder, sehingga untuk menjalankan mobil tidak diperlukan tenaga putaran tinggi. Semakin banyak dan semakin tinggi kapasitas mesin, maka putaran operasionalnya makin rendah. Mobil bisa berjalan 100 Kmh dengan RPM hanya 2,500 RPM, sementara motor membutuhkan lebih dari 5,000 RPM untuk berjalan pada 100 Kmh. Tetapi perlu diperhitungkan, mobil berjalan 2,500 RPM dengan kondisi Long Stroke sementara motor berjalan 5,000 RPM dengan kondisi Short Stroke ingat pelumas bekerja untuk melumasi dinding silinder, piston, crankshaft, dan valve train, meski secara teoritis beban mobil terkesan ringan, tetapi secara volumetrik pelumasan lebih besar mobil berkali-kali lipat. Dan oleh sebab itu bisa dipastikan bahwa oli untuk mobil harus lebih baik daripada oli motor.


Ilustrasi: sebuah mobil dengan kapasitas mesin 3,500cc dan berat 2,200 Kg (1997 BMW E38 735iL) berjalan dengan kecepatan 160 Kmh hanya dengan 4,100 RPM di Tachometer.
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1


Selanjutnya adalah volume mesin dan juga kapasitas pelumas. Dalam mobil berukuran mesin 1,000cc sampai 2,000 cc biasanya menggunakan 4 – 5 liter pelumas, itu berarti untuk dibutuhkan 2.5 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya, sementara motor dengan kapasitas 100 cc – 125 cc membutuhkan pelumas 0.8 L, sehingga mesin motor membutuhkan 6.4 mL pelumas untuk setiap cc mesinnya. Hal tersebut tentu saja berpengaruh kepada tingkat retensi terhadap asam yang akan membuat pelumas cepat rusak. Secara rasio, seharusnya oli motor memiliki volumetrik lebih besar, dan itu berarti kerjanya lebih ringan dibandingkan mobil, apabila kita mengabaikan proses pelepasan panas.

Beban kerja sebenarnya tidak relevan apabila kita membandingkan motor dengan mobil, tetapi bisa kita jadikan acuan, bahwa kerja motor tidak seberat yang kita bayangkan.
  • Motor, Beban: 150 Kg | Kapasitas Silinder: 110 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.733 (Paling ringan)
  • Mobil, Beban: 2,000 Kg | Kapasitas Silinder: 1,300 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.65 (Moderate)
  • Truk, Beban: 20,000 Kg | Kapasitas Silinder: 8,000 cc | Ratio Silinder/Beban = 0.4 (Paling berat)

Asumsi semua kendaraan di atas di hitung termasuk pengemudi dan penumpang penuh, dari hitungan tidak relevan di atas, kita bisa simpulkan truk memiliki ratio paling berat dan motor paling ringan, sementara mobil tidak seberapa berat dibandingkan dengan truk. Ini acuan sederhana saja, sementara hitungan aslinya lebih rumit, tetapi bisa disimpulkan bahwa oli mereka bisa saling digunakan bergantian, ya bisa saling pakai tetapi memiliki limit masing-masing.


Quote:
Bisakah Pelumas Mobil Digunakan untuk Motor?


Secara umum, pelumas mesin mobil akan dapat digunakan untuk mesin motor matic, kalau untuk motor konvensional, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, karena ada karakteristik pelumas mobil yang sangat dilarang digunakan dalam mesin motor konvensional, hal yang perlu diperhatikan adalah:


Ilustrasi: Total Quartz 9000 Future GF-5 5W-30 pelumas Long Drain pertama yang diuji oleh TS hingga 10,000 Km di Honda Vario 110cc, memiliki sertifikasi yang dilarang untuk digunakan pada Motor Kopling Basah.
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1


  • Mitos Jumlah Molybdenum, banyak yang mengatakan pelumas motor konvensional tidak boleh mengandung friction modifier semisal Molybdenum atau Titanium yang bersifat melincinkan dan meningkatkan nilai fuel efficiency yang salah-salah bisa membakar kopling motor kesayangan Anda. Padahal pada kenyataannya bukan Friction Modifier yang membuat kopling motor Anda selip, tetapi Organic Additives semacam Graphite yang membuat kopling Anda selip. Jika tidak percaya, coba lihat Jumlah Molybdenum pada Motul 300V 4T bahkan jauh lebih tinggi daripada Molybdenum pada PCMO sekalipun, tetapi dari user tidak pernah ada yang mengeluh kopling-nya selip. Perlu diketahui, Molybdenum, Boron, atau Titanium hanya bereaksi dengan Logam saja, tidak dengan komposit organic yang mungkin ada di Kopling.

  • API Resources Conserving atau API Energy Conserving, pelumas dengan API Starburst pasti mengacu kepada fuel efficiency, sehingga pasti pelumas akan sangat licin dan tidak dapat melumasi dan melindungi kopling secara bersamaan. API RC/EC biasanya menuntut oli bisa digunakan dalam jangka waktu yg lama dengan state stay-in-grade, sehingga perlu banyak Organic Additives dan tidak cocok dengan komposit kopling.

  • ILSAC GF-5, tidak disarankan digunakan dalam motor konvensional, karena sifatnya sama seperti API RC/EC menjamin oli dapat digunakan dalam waktu yang lama, dan bisa menghemat bahan bakar.

  • German Approval Oil, ya seperti namanya German Approval, mengacu kepada Manufacturer Jerman, seperti BMW, VW, dan Mercedes Benz. pelumas dengan sertifikasi baru mereka tidak cocok dengan motor kopling basah, karena ditakutkan mengakibatkan selip kopling. Terlebih pelumas dari pabrikan mereka menuntut Sustain Release untuk beberapa additives dan itu bisa berdampak kepada motor dengan kopling basah.


Apabila dahulu PCMO hanya bisa digunakan untuk motor matic saja, sementara pelumas HDEO bisa digunakan di motor matic atau motor manual, kini banyak yang menggunakan pelumas PCMO untuk motor dengan kopling basah, salah satu contohnya adalah ADNOC Voyager Silver 10W-40, Pertamina Fastron Techno 10W-40, dan Pertamina Fastron Fully Synthetic 0W-50. Penggunaan pelumas mobil pada motor akan menyebabkan beberapa dampak yang mungkin positif atau negatif tergantung kepada bagaimana Anda menanganinya. Tetapi, sepengalaman saya, penggunaan pelumas mobil lebih banyak efek positif ketimbang negatif-nya. Dan kita kembali ke rumusan awal, baik PCMO, HDEO, dan MCO adalah sama-sama Hydrocarbon Based, sehingga tidak masalah apabila Anda juga mau menggunakan MCO di mobil Anda, hanya saja limitasinya tambah banyak.


Quote:
Mengapa Harus Pelumas Mobil/Diesel (PCMO/HDEO)?


Apa alasan lebih memilih Pelumas Mobil/Diesel dibandingkan Pelumas Motor (MCO)?
  • Longer Drain Interval.
  • Better Performance.
  • Better Protection.
  • Better Fuel Efficiency.
  • Low Evaporation.


Tetapi tidak menutup kemungkinan Pelumas Motor (MCO) juga melakukan tujuan utama dibuatnya thread ini yaitu Resources Saving by Longer Drain Interval Lubricant. Beberapa contoh oli yang bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama adalah, Liqui Moly 4T, Royal Purple 4T, dan Elf Campione.


Quote:
Saya sebagai TS tidak berafiliasi dengan Lubricant Manufacturer manapun, posting saya di sini netral dan tidak mendikreditkan suatu merek dan atau jenis pelumas. Pendapat dan teori saya belum tentu benar, sehingga perlu didiskusikan di sini. Saya mengundang para expert disini untuk berdiskusi bersama mengenai penggunaan PCMO dan HDEO untuk mesin motor, berikut ini rules untuk thread ini:
  • Setiap sanggahan terhadap hal teknis dan juga yang berhubungan dengan kondisi dan atau kualitas suatu pelumas dan umur pakai pelumas, harap disertakan dengan bukti empiris yang kongkret, bukan sekedar katanya atau rasanya. Hal tersebut sudah diluar dari teorema dengan tanpa bukti empiris, sehingga sanggahan tidak akan dilanjutkan.
  • Dilarang Junk, SARA, flaming, ataupun nitip lapak disini, karena disini hanya untuk berdiskusi, mohon hargai Kaskuser lainnya.
  • Do at your own risk, penggunaan pelumas PCMO/HDEO pada mesin motor agan mungkin akan berdampak buruk, sehingga sehingga resiko pemakaian pelumas PCMO/HDEO selanjutnya adalah tanggung jawab user, saya hanya menyarankan yang terbaik dari datasheet dan pengalaman.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayueverlasting dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 485 dari 486
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
08-12-2019 20:59
Quote:Original Posted By think 2is
Ada yg udah pernah coba adnoc Voyager?
Masi bisa cemplung ke kopbas gak ya?


Ane belum pernah nyoba hu emoticon-Sorry
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
Lapor Hansip
12-12-2019 10:25
Balasan post think 2is
Quote:Original Posted By think 2is
Ada yg udah pernah coba adnoc Voyager?
Masi bisa cemplung ke kopbas gak ya?


sependek pengetahuan ane yg banyak pake di kopbas yg silver (pcmo). ada jg yg pake bronze (diesel) di kopbas. cb mampir ke grup ldic di fb, banyak yg share pemakean ini oli
profile-picture
profile-picture
think 2is dan anakteladan memberi reputasi
2 0
2
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
15-12-2019 22:31
mohon bantuan dan saran..
rencana mau diterapkan di Vario 125f1 pake PFG 10w30, suprafit pake MSX. kira2 untuk supra fit ada yang lebih direkomendasikan daripada MSX berdasarkan pengalaman om2 tante2 sekalian ? trus klw jarak tempuh sebulan cuma 200-300 km, apa gak kelamaan nunggu 2000 -3000 km (bisa setahun) dan apakah tidak mempengaruhi berdasarkan usia oli mobil yang katanya maksimalnya 6 bulan masa pake ? terima kasih sebelumny...
0 0
0
Lihat 1 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
Lapor Hansip
17-12-2019 17:06
Balasan post am4r
Quote:Original Posted By am4r
mohon bantuan dan saran..
rencana mau diterapkan di Vario 125f1 pake PFG 10w30, suprafit pake MSX. kira2 untuk supra fit ada yang lebih direkomendasikan daripada MSX berdasarkan pengalaman om2 tante2 sekalian ? trus klw jarak tempuh sebulan cuma 200-300 km, apa gak kelamaan nunggu 2000 -3000 km (bisa setahun) dan apakah tidak mempengaruhi berdasarkan usia oli mobil yang katanya maksimalnya 6 bulan masa pake ? terima kasih sebelumny...


maksudnya PFT biru kali ya klo yg 10w30 emoticon-Big Grin
bajetnya brp om untuk alternatif MSX ?

klo ga salah itu klo udah di tuang ke mesin, gantinya 6 bulan sekali
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
21-12-2019 00:43
ada testimonial united oil?

terutama yang tipe :
MX racing 4T 5-30
F1 experience 5-30
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
24-12-2019 08:45
Di tanya jawab no.15 disebutkan bahwa motor matic dianjurkan memggunakan spek Energy Conserving dan Ilsac GF-5, tapi di buku panduan motor beat tidak dianjurkan menggunakan oli energy conserving, nah itu harus gimana gan apa boleh menggunakan pcmo atau tidak?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
Lapor Hansip
25-12-2019 18:38
Balasan post maulidi.r
Energy Conserving atau GF-5 menekankan pada tingkat keenceran atau kelicinan dalam melumasi komponen, ini berlaku pada mesin bensin. Tujuannya adalah pemakaian energi yang efisien pada kendaraan. Motor matic (kopling kering karena CVT/tidak terendam oli) lebih bebas memilih oli dari pada motor bebek atau sport (yang kopling basah).
Oli yang mempunyai standar tinggi pasti memiliki kemampuan yang lebih bagus dari pada oli standar pabrik, bisa dilihat dari kode API nya, misal SL, SM, SN atau SN+. Juga harganya, oli dengan perlindungan bagus pasti diatas 100 rb per liter.
Masalah tidak boleh pake Energy Conserving atau GF-5 menurut ane lebih ke arah bisnis, bisnis oli dan sparepart motor cukup besar perputaran uang disana. Dan tentunya pabrikan juga ngga mau di cap mahal perawatannya... bisa amsyong deh///
profile-picture
profile-picture
RaKeteRaHore dan BajajGila memberi reputasi
2 0
2
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
06-01-2020 07:54
Numpang nanya om tentang oli ester.


Ada yang punya MSDS atau hasil lab apapun mengenai esternya sendiri ga?
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
15-01-2020 14:06
Mekanik bengkel kecil nan nubi ikut nimbrung gan...

Ane udah ketularan racun sesat ini semenjak magang/kerja di bengkel resmi Toyota 10 taun yang lalu, hampir semua tunggangan pribadi keluarga yang ane tangani ane tuang PCMO atawa HDEO, dan mencoba menularkan racun ini ke customer ane.

BeAT FI starter kasar adek pakai Castrol Magnatec aman gan, lebih halus, tarikan juga oke. Tadinya mau naik langsung Castrol Edge cuma duitnya belom kesampaian.emoticon-Hammer2

Absolute Revo juga pakai Magnatec aman, tadinya juga mau naik kelas tapi sekali lagi budget emoticon-Hammer2 agak hati hati juga soalnya NF 110 series pakai kopling diafragma, jadinya lebih sensitif sama olinya.

Terakhir Yamaha Scorpio Z lagi inreyen habis oversize silinder pakai Shell Helix HX5, nanti mau ganti PFT soalnya udah ada sisa PFT dari Xeon sepupu yang servis dan ganti di bengkel ane (olinya mah dari ane juga emoticon-Malu ). Ada MSX cuma udah keburu nuang HX5 dan udah dituang ke Vega ZR customer. emoticon-Hammer2 sejauh ini lumayan, belum ada masalah. O iya, kopling standar Scorpio lumayan lembek, jadi belum bisa oli macam-macam sebelom ganti per.

Btw, ane sempet baca dari blog engineer orang luar katanya motor kopling basah masih tetep bisa pakai PCMO kelas dewa asal koplingnya dimodif biar ga selip (kalo ga salah cukup ganti per koping lebih keras atau ganjal per pakai ring. Memang buat di luar negeri masuk akal soalnya bahan kampas kopling motor di sana lebih tahan, mungkin kalau motor lokal kudu pakai kampas kopling yang materialnya lebih tahan buat pakai oli dewa). Do'i ngecontohin Suzuki GSX-R 1000 pakai Quaker State 5W-30 energy conserving. Mungkin ada pendapat lain? Ane juga mau eksperimen pakai Pio ane dengan cara ganti per kopling nanti sekalian ganti ke PFT.


Diubah oleh ariefdz
profile-picture
mirhamh memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
15-01-2020 14:08
Dopost posting dari HP emoticon-Hammer2
Diubah oleh ariefdz
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
15-01-2020 19:35
Quote:Original Posted By ariefdz
Mekanik bengkel kecil nan nubi ikut nimbrung gan...

Ane udah ketularan racun sesat ini semenjak magang/kerja di bengkel resmi Toyota 10 taun yang lalu, hampir semua tunggangan pribadi keluarga yang ane tangani ane tuang PCMO atawa HDEO, dan mencoba menularkan racun ini ke customer ane.

BeAT FI starter kasar adek pakai Castrol Magnatec aman gan, lebih halus, tarikan juga oke. Tadinya mau naik langsung Castrol Edge cuma duitnya belom kesampaian.emoticon-Hammer2

Absolute Revo juga pakai Magnatec aman, tadinya juga mau naik kelas tapi sekali lagi budget emoticon-Hammer2 agak hati hati juga soalnya NF 110 series pakai kopling diafragma, jadinya lebih sensitif sama olinya.

Terakhir Yamaha Scorpio Z lagi inreyen habis oversize silinder pakai Shell Helix HX5, nanti mau ganti PFT soalnya udah ada sisa PFT dari Xeon sepupu yang servis dan ganti di bengkel ane (olinya mah dari ane juga emoticon-Malu ). Ada MSX cuma udah keburu nuang HX5 dan udah dituang ke Vega ZR customer. emoticon-Hammer2 sejauh ini lumayan, belum ada masalah. O iya, kopling standar Scorpio lumayan lembek, jadi belum bisa oli macam-macam sebelom ganti per.

Btw, ane sempet baca dari blog engineer orang luar katanya motor kopling basah masih tetep bisa pakai PCMO kelas dewa asal koplingnya dimodif biar ga selip (kalo ga salah cukup ganti per koping lebih keras atau ganjal per pakai ring. Memang buat di luar negeri masuk akal soalnya bahan kampas kopling motor di sana lebih tahan, mungkin kalau motor lokal kudu pakai kampas kopling yang materialnya lebih tahan buat pakai oli dewa). Do'i ngecontohin Suzuki GSX-R 1000 pakai Quaker State 5W-30 energy conserving. Mungkin ada pendapat lain? Ane juga mau eksperimen pakai Pio ane dengan cara ganti per kopling nanti sekalian ganti ke PFT.


Cari kampas kopling motor 2 tak yang pnp atau ubahannya gak ribet gan, material biasanya lebih tahan.
profile-picture
ariefdz memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
16-01-2020 11:16
misi om, numpang nanya, dimari ad yg pernah pakek oli meditran SVX gak ya?
minta tlng reviewnya dong mksi
Meditran SXV
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
Lapor Hansip
16-01-2020 12:17
Balasan post mirhamh
Quote:Original Posted By mirhamh


Cari kampas kopling motor 2 tak yang pnp atau ubahannya gak ribet gan, material biasanya lebih tahan.


Kalo Scorpio biasanya pake Ninja RR gan, atawa sekalian pake R25. Bahannya lebih top, cuma harga juga gak bohong emoticon-Hammer2.

0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
16-01-2020 13:13
Quote:Original Posted By ariefdz
Kalo Scorpio biasanya pake Ninja RR gan, atawa sekalian pake R25. Bahannya lebih top, cuma harga juga gak bohong emoticon-Hammer2.


Sebanding sama kualitas dan endurance emoticon-Embarrassment
0 0
0
Lihat 1 balasan
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
Lapor Hansip
16-01-2020 18:02
Balasan post mirhamh
Quote:Original Posted By mirhamh


Sebanding sama kualitas dan endurance emoticon-Embarrassment


Nah ini, apalagi ane nanti pake nih motor buat turing ke Jogja bulan Juni.

Kalo ada rejeki, ane sih maunya ambil Amsoil 5W-40 buat Pio, cuma mau negoin yang Revo dulu (udah modifan, abang kurang nyaman ama mau ganti pake Vario Techno 110), mungkin April aja sekalian ganti dari PFT
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
21-01-2020 12:36
mohon petunjuknya gan , ini ketinggian olinya kelebihan apa gmna ya motor ane vario150 Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
21-01-2020 20:39
Quote:Original Posted By kakekjenkins
mohon petunjuknya gan , ini ketinggian olinya kelebihan apa gmna ya motor ane vario150

Harusnya level oli diantara 2 titik itu gan.
Punya agan kelebihan
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
22-01-2020 19:42
Quote:Original Posted By mirhamh
Harusnya level oli diantara 2 titik itu gan.
Punya agan kelebihan


Padahal ane tuang 800ml gan , kira2 kenapa bisa kelebihan ya ?
0 0
0
Penggunaan Oli Mobil (PCMO/HDEO) untuk Motor - Part 1
22-01-2020 21:12
Quote:Original Posted By kakekjenkins
Padahal ane tuang 800ml gan , kira2 kenapa bisa kelebihan ya ?


coba dicek lg kapasitas oli mesin motornya.
0 0
0
Halaman 485 dari 486
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia