KASKUS ×
Get the App View in App
KATEGORI N icon-buat-post BUAT POST
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/542a6acade2cf282238b456e/sma-cuma-setahun-lulus-cum-laude-fh-ui

SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UIPast Hot Thread

Agan-agan yang baik,
Alhamdulillah HT #1 ane gan emoticon-Shakehand2 emoticon-Malu (S)
Spoiler for HT
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI
terima kasih Kaskus


baru saja ane dikenalin dengan anak muda yang sama hebatnya dengan para kaskuser. Ane kenalnya lewat email, belum ketemu langsung sih, tapi mendengar ceritanya ane jadi terharu sekaligus ikut bangga dengan apa yang dilakukannya.

Namanya Andri Rizki Putra. Panggilannya Rizki. Tahun ini umurnya genap 23 tahun. Kalau sekilas melihat tampilannya, Rizki lebih mirip dengan artis boyband korea dibanding aktivis LSM yang bergerak di bidang pendidikan untuk anak tidak mampu.
Spoiler for Nih
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI


Siapa sangka di balik wajahnya yang ganteng, bersih, murah senyum, suka foto selfie dan mengunggahnya di media sosial, Rizki punya kegiatan yang sungguh mulia.

Masa kecilnya yang tidak beruntung (Rizki tumbuh dan dibesarkan oleh ibunya seorang diri) dan pengalaman di sekolah umum yang tidak jujur mendorongnya membuat gerakan pendidikan yang menjunjung tinggi kejujuran.

Tahun 2012 dia mendirikan yayasan yang mengadakan sekolah untuk anak-anak putus sekolah.

Silakan simak cerita Henny Galla Pradana yang pernah dimuat di jawapos.com berikut. Ane bakal update cerita ekslusif lainnya gan.

TS

* * *
Spoiler for Kenalin Rizki
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI
Rizki putus sekolah formal pada jenjang SMA dikarenakan rasa marahnya atas penyelenggaran ujian nasional yang penuh praktik kebocoran.

Ketika kuliah di UI, Rizki aktif di kegiatan penelitian kampus, perlombaan debat, dan mengajar mereka yang putus sekolah. Ia mendapat predikat Juara 3 Mahasiswa Berprestasi Tingkat FHUI, peraih predikat cum laude (lulusan terbaik), salah satu lulusan termuda, dan menjadi mahasiswa tercepat yang menyelesaikan perkuliahannya (dalam waktu 6 semester).

Rizki juga merupakan pendiri dari Yayasan Pemimpin Anak Bangsa, sebuah yayasan berbasis swadaya masyarakat untuk mereka yang putus sekolah dan ingin melanjutkan pendidikannya tanpa batas usia, dan pekerjaan secara gratis untuk siapa pun.

Di waktu senggang, Rizki gemar menghabiskan waktu untuk traveling dan mempelajari bahasa Prancis dan Spanyol.


Spoiler for Dikucilkan teman karena protes kebiasaan mencontek
BUNYI lonceng di salah satu sudut sekolah menandai berakhirnya ujian nasional (unas) pada pertengahan 2006 lalu. Andri Rizki Putra yang saat itu masih SMP bergegas keluar kelas. Terik siang yang menyelimuti Jakarta kala itu menemani langkah kakinya yang cepat menyusuri teras-teras panjang kelas. Dia buru-buru ingin bertemu kepala sekolah. Belum sampai mengetuk pintu ruang kepala sekolah, dia bertemu salah seorang guru.

”Kenapa ingin ke kantor kepala sekolah?” tanya sang guru. Tanpa takut, remaja dengan seragam putih biru itu bilang bahwa dirinya ingin mengadukan buruknya sistem ujian nasional. Bagaimana bisa, tanya Rizki, guru-guru tutup mata bahwa murid-murid peserta ujian menyontek dengan bebas? Bahkan, guru mengirim kunci jawaban lewat pesan pendek? ”Buat apa pintar kalau didapat dari ketidakjujuran?” tegasnya.

Bagi Rizki, apa yang dia alami adalah suatu yang tidak masuk akal. Apalagi, saat sang guru justru balik bertanya kenapa. ”Kenapa Rizki tak bilang ke saya (untuk dapat sontekan)? Nanti pasti kamu dapat nilai yang lebih bagus,” kata guru itu, lantas mencegah Rizki bertemu kepala sekolah.

Padahal, tanpa menyontek, Rizki bisa lulus dengan nilai bagus. Rata-rata nilai yang dia dapatkan dalam tiga mata pelajaran, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Matematika, adalah 8,75. Ironi tak mandek di situ. Teman-teman sekolah Rizki yang notabene siswa salah satu SMP unggulan di Jakarta Selatan justru mengucilkannya.


Spoiler for SMA kelas 1 keluar
Tentangan sosial membuat hari-hari kelulusan semakin berat. Sempat dia berpikir hendak melapor ke Indonesia Corruption Watch (ICW) dan mengekspose ke media, namun ditahan orang-orang dekatnya. Rizki drop dan depresi. Dia menghabiskan masa-masa menjelang SMA dengan mengurung diri di kamar dan enggan keluar rumah.

Saat masuk SMA pada 2006 juga, Rizki merasakan kekosongan hati yang luar biasa. Meski diterima di SMA unggulan, mendapat beasiswa prestasi, dan mencetak nilai tertinggi, dia sudah tak bersemangat sekolah. Akhirnya Rizki hanya satu bulan di SMA dan memilih putus sekolah. Kepercayaannya terhadap sekolah formal luntur.

Namun, jangan dikira Rizki akan menyerah untuk mendapat pendidikan. Dia meyakinkan sang ibu, Arlina Sariani, 50, bahwa dirinya mencari pola belajar dengan caranya sendiri. ”Saya menamakan jalur pendidikan SMA saya adalah unschooling,” ceritanya saat ditemui Jawa Pos di Grand Indonesia akhir pekan lalu (26/7).

Bukan homeschooling yang harus membayar mahal biaya pendidikannya. Bukan juga bimbingan belajar yang masuk pendidikan nonformal. Unschooling merupakan jalur pendidikan tanpa lembaga, bahkan tanpa pengawasan orang tua. Dia belajar sendiri di rumah. Sumber pendidikannya dia raih dari membaca dan mempelajari buku-buku bekas dari saudara-saudaranya.


Spoiler for Belajar sendiri untuk ikut ujian nasional
Sebetulnya unschooling yang dijalani Rizki merupakan program pemerintah untuk pendidikan informal berupa pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Sistem itulah yang melahirkan ijazah paket. Sayang, ijazah paket sudah kadung bercitra negatif. Hanya karena lulusan ijazah paket, mayoritas anak-anak putus sekolah dan tak mampu secara akademik. Akses ke perguruan tinggi juga susah karena beberapa kampus tidak menerima pelamar dengan ijazah tersebut.

Selain research melalui internet, Rizki pergi ke dinas pendidikan untuk meyakinkan tetap bisa mengikuti ujian kesetaraan dengan pola pendidikan seperti itu. Bahkan, dia tertantang mengambil ujian paket C setara SMA dengan sistem akselerasi. Ternyata, diknas mengizinkan Rizki dengan beberapa syarat. Salah satunya, mengikuti placement test yang berisi ujian akademik dan tes IQ. Rupanya Rizki berhasil melampaui syarat ujian paket kesetaraan di bawah 17 tahun.

Untuk lolos tes paket, dalam sehari dia menghabiskan 22 jam untuk belajar. Dia melumat pelajaran yang normalnya diambil tiga tahun menjadi setahun saja. Pelajaran yang dirasa sulit dia cari jawabannya lewat internet. Dia juga rajin membaca surat kabar. ”Ujian paket seharusnya juga lebih sulit karena saya harus belajar enam mata pelajaran. Sebaliknya, ujian nasional hanya tiga mata pelajaran,” tuturnya yang saat ditemui mengenakan setelan jaket kuning dan celana jins warna cerah. Begitu hasil ujian paket keluar, Rizki mencetak nilai sangat tinggi dengan rata-rata 9 tiap pelajaran. Dia lulus SMA pada usia 16 tahun! ”Saat itu pun pengawas ujian sempat menyodori saya kunci jawaban agar saya lulus. Pasti saja saya tolak,” ujarnya, lantas tersenyum mengenang kisah ironi itu. Pendidikan pun dia dapatkan dengan sangat murah. Selama unschooling, dia hanya mengeluarkan biaya Rp 100 ribu. ”Untuk fotokopi ijazah,” candanya.


Spoiler for Keterima UI dan lulus cum laude
Pada 2007 Rizki tembus SNM PTN dan diterima sebagai mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI). Bahkan, dekan fakultasnya heran karena ada mahasiswa dengan ijazah paket. Toh, pada 2011, pada usia 20 tahun, dia justru menjadi lulusan terbaik dengan predikat cum laude.


Spoiler for Mendirikan masjidschooling
Pengalaman panjangnya dalam bersekolah itu memicu Rizki untuk membuat sekolah gratis. Tak sekadar gratis, dia membantu murid-muridnya mendapatkan ijazah paket A, B, dan C. Yayasan pertama yang dia dirikan adalah masjidschooling. Dia menamai masjidschooling karena proses pembelajarannya bertempat di teras Masjid Baiturrahman di bilangan Bintaro.

Rizki pun menjadi guru bagi puluhan muridnya yang putus sekolah. Selain itu, dia dibantu mengajar oleh ibu-ibu rumah tangga dan para mahasiswa STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Hingga kini masjidschooling berjalan empat tahun.


Spoiler for Mendirikan yayasan untuk orang tidak mampu
Selain samping itu, Rizki yang saat ini menjadi konsultan di firma hukum Baker and MzKenzie juga menjadi founder Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB) pada 2012. Berbeda dengan masjidschooling yang cenderung segmented untuk warga muslim karena dikelola ibu-ibu pengajian, YPAB lebih plural. Konsep pendidikan di YPAB juga fleksibel. Sebab, tutor di YPAB merupakan anak-anak muda berusia 20–30 tahun dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesional. Mereka menjadi relawan setia yang mengajar tanpa bayaran.

Spoiler for Tantangan dan capaiannya
Terkadang Rizki juga menjalin kerja sama dengan relasinya di luar negeri seperti Meksiko dan Malaysia untuk mengajar di YPAB. Tidak pelak, murid-murid putus sekolah yang selama ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat akhirnya mau tidak mau belajar ngomong Inggris. Yang membanggakan, sudah banyak murid ”schooling” Rizki yang ”naik kelas”. Dari tukang jual koran menjadi pegawai admin di media. Dari pembantu rumah tangga (PRT) menjadi admin di perkantoran.

Bahkan, Prihatin, salah seorang murid yang sehari-hari berjualan pisang goreng di Tanah Abang, menjadi peraih nilai ujian nasional paket B tertinggi nasional. Kini Prihatin melanjutkan paket C. Dua murid lainnya yang bekerja sebagai PRT, ungkap Rizki, akan melanjutkan kuliah.

Kendati demikian, mengembangkan YPAB hingga memiliki ratusan murid dari hanya dua murid bukan hal mudah. Banyak pula tekanan dari masyarakat. Misalnya, warga pernah memprotes Rizki karena mengira yayasannya adalah tempat berbuat mesum. Sebab, awal-awal berdiri, proses pembelajaran YPAB di dalam kamar dan garasi. ”Pernah juga dikira tengah melakukan kristenisasi dengan antek-antek asing,” papar Rizki yang ingin melanjutkan kuliah school of education di Amerika Serikat.

Namun, semua itu dilalui dengan baik. YPAB kini memiliki beberapa cabang. Selain di Tanah Abang, juga di Bintaro, kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Medan. Rencananya Rizki juga mendirikan YPAB di luar Jawa. Dari sisi kurikulum, selain menggenjot kemampuan bahasa, dia akan menambahkan praktik entrepreneurship.


Spoiler for Inilah nilai yang menjadi dasar gerakannya
”Saya tidak memaksa murid untuk punya nilai bagus. Tapi, menekankan pentingnya kejujuran. Lihat, koruptor itu adalah orang-orang pintar, namun sudah tidak jujur sejak dalam pikiran,” tegas Rizki yang juga giat di Brunch Club, komunitas pencetus ide-ide pemula bisnis TI atau Start Up itu. (*/c10/kim)


Spoiler for Penampakan Rizki
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI

Spoiler for Ini profil yayasannya
youtube-thumbnail

Spoiler for Email, twitter, dan instagramnya

andririzkiputra@gmail.com dan @andririzkiputra
Instagram
Rizki berjanji akan membalas semua email satu persatuh


Sumur: JawaPos.com

Spoiler for Komentar agan2 kaskuser

Quote:Original Posted By acc.handphone.
mantap nih inspirasi emoticon-2 Jempol

Quote:Original Posted By .pentoelan.
Andri Rizki Putra,seperti oase ditengah gurun

Quote:Original Posted By dutalight

ane gak terlibat lgsg gan karena ane fokus kuliah aja kmrn. maklum ipk pas2an jadi gak berani ikut acara diluar kampus banyak2 emoticon-Malu (S)

ane cuma pernah kesana waktu ada tugas kuliah gan, jadi macem CSR gitu dari anak Stan buat lingkungan warga sekitar nah pas itu baru nyambangi masjid schooling kalo yg ikut ngajar temen ane emoticon-Big Grin

situasinya ya seperti yg dijelaskan di pejwan dan ane salut diantara mahasiswa kita masih ada yg peduli bgt ama kaum bawah apalagi itu aksi sosial, syg ane cuma bs sekali doang kesana itupun mungkin kalo bkn tugas kuliah ane gak bakalan tau emoticon-Sorry

Quote:Original Posted By marzhals
Yg kek gini di Indonesia jumlahnya bisa diitung dgn jari,sisanya remaja penuh otak mesum.
emoticon-Betty

Quote:Original Posted By gatot.muhammad
Anjrit.......keren banget nih pemuda......ini namanya pemuda harapan bangsa. Calonin aja jadi menteri pendidikan

Quote:Original Posted By mantannapi
Wah, ternyata memang benar sekolah informal itu menghasilkan siswa berkualitas.

Skripsi temen ane membahas tentang itu, memang rata-rata orang yang sekolah informal (Sekolah sendiri) itu cenderung lebih cepat dibandingkan dengan sekolah formal.

Contoh kasus di daerah ane, seseorang dia sekolah informal yang fokus pada pelajaran fisika, sampai akhirnya dia memperoleh juara 1 olimpiade fisika nasional, tapi tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat emoticon-Cape d... (S)

Memang, perlu evaluasi dan penelitian mengapa sekolah formal bisa mengalahkan sekolah informal.

Menurut ane memang kemauan belajar otodidak tentang pelajaran yang mereka sukai itu cenderung lebih bagus dibandingkan belajar semua pelajaran yang membuat jenuh siswa.

Quote:Original Posted By viscera
beuh bisa jadi idola cabe2an terbaru nih anak emoticon-Ngakak

tapi salut lah kalo doi bener2 mau mengubah kebiasaan jelek yang banyak di sekolah2

Quote:Original Posted By TikusNyinying
Kalo soal bocoran pas UAN mah udah rahasia umum. Ane jg dlu ada pengalaman sama, cuma gara2 ane ga berani negur, ane cuma pura2 ga tau. Pokoknya ane ga ikutan pake bocoran kaya mereka, ane berpikir yang penting ane jujur aja dlu, kalo orang lain mah bodo amat. Salut ama ini orang yg berani aksi nyata. Gw kalah jauh dibanding dia.

Quote:Original Posted By DikaMonster
wahahaha kiki masuk HT yak.. dia tetangga ane gan, dia ga begitu kenal ane, tapi ane kenal banget sama dia, ane sering denger dia dari sahabat ane.. sahabat ane ini temen kecilnya kiki.. kiki sekarang udah jadi lawyer hebat denger2 omsetnya udah "wah" sekarang kiki punya lsm buat anak2 kurang mampu bukan cuman anak2 tapi semua orang yg ga mampu tapi pengen sekolah bisa sekolah di lsmnya, ane lupa nama yayasannya tapi lokasinya ada dibintaro sektor 2 gan, di jalan kesehatan patokannya holand bakery ada jalan kecil masuk aja kesana +- 50 meter ada LSM itu punya kiki huehueheuhe..

note : tar ane tanya sahabat ane nama LSM nya.. ane ada niat mau ngajar disana, kalo ada agan yg mao yuk bareng2 kita buat bangsa indoensia lebih maju emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Quote:Original Posted By yadi2009
mantap gan...
alhamdulillah, msh ada aja org spt rizki... zaman ane sma dulu,tmn2 ane ujian jg pd nyontek gan.. emoticon-Cape d... (S) trus, beberapa ada yg masuk PTN unggulan (salah satunya UI)... mungkin skrg udah pada jadi koruptor kali ya...emoticon-Cape d... (S)

Quote:Original Posted By renaiichii
Saya dukung Rizki untuk menjadi anggota DPR / MPR termuda dalam sejarah Indonesia.... Siapa tau dari seorang Rizki bisa meng- influence segenap anggota DPR / MPR untuk lebih jujur



Terima kasih buat agan-agan yang sudah ngevote, ngirim abu gosok, dan cendol. Ane terharuh. Mohon maaf yang tidak sempat ane print screen. Ane seperti mandi cendol rasanya emoticon-Shakehand2
Spoiler for kulkas ane

SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UISMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UISMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UISMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UISMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI


Rizki mengirim cendol buat agan dan sista kaskuser yang tercinta
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI

Update

Agenda terdekat: Kuliah Umum bersama Jajang C Noer
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI

Spoiler for Acara Rizki di Jogja
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI

Rizky ternyata menulis buku berjudul Orang Jujur Tidak Sekolah
Spoiler for Buku Pertama Rizki
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI

Tanggal 28 Oktober 2014, Andri Rizky Putra menjadi bintang tamu Hitam Putih di Trans7.
youtube-thumbnail


Chatting TS dengan Rizky

Siapa yang mengajari tentang Kejujuran?
"Pertama, ajaran agama pastinya. Kedua, Ibu saya. Beliau selalu bilang untuk jujur pada diri sendiri. Apapun hasilnya, yang penting itu atas hasil usaha sendiri. Dan terakhir, saya sendiri yakin, bekal kejujuran bisa membawa seseorang ke dimensi yang lebih luas. Kadang kita merasa takut melarat atau "tertinggal" sehingga menghalalkan segala cara sehingga mencideri kejujuran. Terbukti di kasus saya, jika dulu saya tidak bersikeras berpendirian jujur mengerjakan UN, mungkin saya gak akan seperti ini sekarang emoticon-Smilie"

Punya Pengalaman Berbuat Tidak Jujur?
"Tentunya. Saya kan juga hanya manusia biasa. Namun saya berusaha selalu introspeksi. Namun gini Mas. Jujur dalam konteks yang saya maksud disini lebih menyinggung aspek moril dan integritas. Mencontek untuk mendapatkan nilai tinggi, sehingga mendapatkan predikat tertentu, tentunya merusak integritas orang tersebut bukan? Sedangkan berbuat tidak jujur yang saya lakukan disini, misalnya saya pernah bohong kalau saya "menyukai" sesuatu hal padahal saya tidak menyukainya, hanya demi membesarkan hati teman saya. Tapi, terkait aspek integritas, moral, saya rasa, saya cukup berpegang teguh pada prinsip saya yaitu "lebih baik apa adanya" ketimbang "memalsukan diri sendiri"."

Tantangan Membangun Masjidschooling (bisa juga untuk YPAB)
"Tentunya menarik kepercayaan masyarakat sekitar. Hal itu sungguh tidak mudah. Apalagi konsep pendidikan informal seperti ini belum dikenal luas. Sehingga, tentunya banyak orang yang menilai ide ini tidak masuk akal dilaksanakan.

Selain itu, komitmen kepengurusan sendiri. Karena, umumnya banyak orang yang cuma "hangat" ingin berkontribusi di awal-awal saja. Namun, kedepan hari hilang entah kemana. Memang wajar sih. Namun, setidaknya saya ingin menyampaikan, kegiatan sosial bukan akan mencari eksistensi supaya dianggap "berjiwa sosial" semata. Lebih dari itu, perlu komitmen untuk menjalankannya, karena ini menyangkut kehidupan orang lain.

Selain itu dari murid sendiri. Mereka umumnya hanya mengandalkan untuk mendapat ijazah saja tanpa ingin berusaha keras belajar. Akhirnya, satu per satu pun lenyap dari kegiatan belajar. Mungkin karena mereka sudah merasakan "uang", sehingga rasanya proses belajar yang ditempuh terasa terlalu memberatkan dan tidak berguna. Namun, kami tetap idealis dengan standar kami, mereka harus melalui proses belajar yang telah ditetapkan baru bisa mengikuti ujian nasional. Jadi bisa dibilang, mengubah mindset murid itu merupakan tantangan yang sangat sulit. Terlebih lagi, kami memiliki standar 1,5 - 2 tahun minimal pembelajaran, baru bisa mengikuti Ujian Nasional. Pokoknya standar yang kami terapkan sama dengan standar yang ditetapkan Pemerintah emoticon-Smilie

Apa artinya sih selembar ijazah tapi dengan kemampuan yang dipertanyakan? Akhirnya meski dapat ijazah, mereka gak akan laku juga kan di pasar tenaga kerja. Sekali lagi, kemampuan seseorang tidak bisa tergambarkan dari nilai-nilai di ijazah mereka emoticon-Smilie"

Cara Mengatasi Tantangan Tersebut
"Kami tetap berpegang teguh pada idealisme kami. Tidak ada jalan pintas!

Kami tidak peduli yang datang hanya 1 murid, asal dia memang benar-benar mau belajar, bukan hanya sebatas ijazah. Syukurlah, idealisme tersebut kami pertahankan sampai sekarang.

Kedua, selalu melakukan inovasi dalam kegiatan pembelajaran. YPAB memiliki banyak program belajar menaarik, yang tidak hanya sebatas pelajaran Matematika, bahasa Inggris dan sebagainya. Kami menamakannya "Kelas Pengembangan Wawasan". Disini, kelas tersebut diisi oleh kalangan-kalangan profesional yang menjadi volunteer di YPAB. Tema yang diangkat pun beragam, seperti "Financial Literacy", "Legal for Beginner" , "How to be an Entreprenuer", "Computer Science in Practice" dan tema-teman lainnya yang dibawakan langsung oleh volunteer yang berkecimpung secara profesional di dunia tersebut.

Dampaknya, siswa mendapat practice skill yang belum murid-murid di sekolah formal atau internasional dapatkan. Meski mereka gratis belajar disini dan putus sekolah, kami ingin selalu memberikan kualitas terbaik yang bisa kami berikan. "

Apa Sih Prestasi Yayasan Pemimpin Anak Bangsa?
"YPAB telah memiliki beberapa kelas di Medan, Banten (Bintaro), dan Jakarta (sekretariat kami), dengan total jumlah murid mencapai 120 siswa.

Tahun ini kami meluluskan 37 siswa dimana diantaranya memperoleh predikat peraih nilai Matematika tertinggi se Jakarta Pusat. Bahkan ada yang rata-rata nilai UN nya 9. Namanya Atin, sehari hari ia berjualan pisang goreng di daerah Serpong. Untuk ke YPAB, Atin rela makan mi instan tiap hari untuk menyimpan uang transpor ke Bintaro (Rumah Belajar). Terbukti bukan, menjadi pintar, bukanlah privilege orang-orang tertentu saja? heheheh

4 dari siswa kami kini juga telah berkuliah di beberapa program studi, IT, Akuntansi, dan Komunikasi. Sebagai gantinya, mereka kini turut serta menjadi volunteer yang mengajar teman-teman mereka yang belajar di YPAB. Istilahnya, kini saatnya mereka "give back" emoticon-Smilie

Ada cerita unik juga, murid kami yang kuliah tahun ini, Ike 24 tahun, assisten rumah tangga, mengatakan "Kak, saya sekarang sudah ga nyambung kalau ngobrol sama teman-teman saya yang sama-sama pembantu. Cara berpikir mereka kok gitu ya? Jadi meski udah lulus setara SMA, saya masih mau belajar di sini. Karena cara berpikir saya bisa diterima disini. Dunia itu lebih luas dari yang saya bayangkan dulu. emoticon-Smilie"

Siapa Volunteer di YPAB?
"Berbagai macam latar belakang almamater, usia, agama, dan profesi. Dari usia termuda 21 tahun sampai 63 tahun, dari almamater universitas negeri dan swasta, etnis baik keturunan China, Arab, dan Indonesia, kristen, budha dan islam, profesi dokter gigi, arsitek, IT, lawyer, marketing, wartawan, news anchor. Semua berkontribusi dengan caranya masing-masing. Mayoritas memang dengan mengajar. Tapi diantaranya ada juga dengan membuatkan website YPAB, membantu rebranding dan administrasi, ataupun donasi untuk perbaikan infrastruktur dengan inisiatif sendiri. Pokoknya dari bangsa untuk bangsa sendiri."

Bagaimana cara menjadi relawan YPAB di luar jakarta?
"Lokasi YPAB diluar Jakarta saat ini hanya di Medan, Sumatera Utara. Memang dalam waktu kedepannya akan dibuka kelas-kelas baru di daerah. Namun untuk saat ini fokus YPAB lebih pengembangan internal untuk kelas-kelas yang sudah ada.

Menurut saya, jika ingin berpartisipasi, mungkin rekan-rekan diluar Jakarta punya kerabat/kenalan/teman yang tinggal di Jabotabek dan putus sekolah, bisa menghubungi kami untuk mulai belajar bersama kami. Terlepas dari segi usia, agama, pekerjaan dan latar belakang. Karena tahun 2015 ini, kami akan meningkatkan kapasitas penerimaan peserta putus sekolah menjadi 200 peserta per/tahun.

Kedua, bisa dengan aktif mensosialisasikan konsep pendidikan alternatif yang di gagas YPAB. Jika ada yang berniat mendirikan, saya dengan senang hati loh untuk berbagi pengalaman dan seluk beluk mendirikan dan menjalankannya."

Siapa yang menjadi inspirasi?
"Saya orang yang mudah kagum dengan orang lain. Begitu banyak teman-teman saya yang hebat dan menjadi sumber motivasi mereka, terutama volunteer-voulunteer di YPAB. Sebenarnya mereka sumber inspirasi utama saya. Karena disamping keterbatasan waktu yang mereka miliki disamping bekerja/berkuliah, mereka masih mau membagikan ilmunya dengan teman-teman putus sekolah dengan komitmen yang tinggi.

Kalau dari segi tokoh, di Indonesia saya sangat mengaggumi sosok Pak Habibie, Pak Ignasius Jonan dan Ibu Sri Mulyani Indrawati. Figurnya tidak banyak bicara, straight forward dan saya yakin, menjunjung tinggi integritas profesi mereka.

Dan tentunya, Ibu saya yang telah mengajarkan nilai-nilai kehidupan untuk saya selama ini."

Udah punya pacar?
"Saat ini belum emoticon-Smilie"

Spoiler for Status Rizki di FB
:
Quote:Salam kenal buat teman-teman baru saya disini. Terima kasih untuk yang me-mention saya disini. Cukup terkejut, karena isu yang coba saya angkat rasanya bukan isu yang seksi seperti politik, sosial dan ekonomi yang terjadi akhir-akhir ini. Ternyata saya keliru! Antusiasme teman-teman terhadap isu kejujuran membuktikan bahwa masih banyak kok dari kita yang "peduli". Sebagai anak tunggal yang dibesarkan dari keluarga yang sangat sederhana memang ada tantangannya tersendiri. Namun, opsi putus sekolah rasanya bukan hal yang buruk kok, kalau memang didasari niat yang positif. Semoga teman-teman tidak mendapatkan kesan yang salah ya! Heheheemoticon-Smilie Saya tidak sepintar itu. Agak sedikit tertekan juga melihat judul artikel tersebut. Saya hanyalah setitik dalam samudra dari orang-orang yang jauh lebih hebat dan jenius. Begitu banyak orang yang jauh lebih jujur dan berintegritas daripada saya. Cuma mungkin kali ini giliran saya yang mendapatkan "ekspose". Heheh....Percaya sama saya, yang dibutuhkan bukan kepintaran kok. Namun, kestabilan emosional. Banyak momen dimana saya hampir merasa "gila" dan "menyerah" tidak kuat untuk belajar otodidak sendiri meringkas materi dalam 3 tahun menjadi 1 tahun. Setinggi-tingginya idealisme yang saya junjung, saya juga sering "terjatuh" kok. Untungnya, Tuhan selalu mengajak saya untuk "bangkit". Kenapa harus takut salah? Kenapa harus takut gagal? Ah, rasanya hidup gak asik kalau kita terlalu berada di zona nyaman. Hehehe... Yayasan Pemimpin Anak Bangsa adalah tempat teman-teman yang ingin menyalurkan idealismenya melalui pendidikan. Kenapa saya memilih menjadi bagian dari yayasan ini? Sederhana kok, karena saya pernah "putus sekolah" dan tau rasanya jadi anak putus sekolah. Dengan kata lain "I share not because I have much, but because I know how it feels to have nothing". Terlebih lagi, saya percaya pendidikan lah jawaban atas segala permasalahan bangsa ini. Penjajah itu kini telah berubah wujud berupa keterbelakangan pemikiran. Oleh karena itu, senjata yang diperlukan pun berbeda, yaitu melalui PENDIDIKAN. Dengan pendidikan, akan tercipta "kemampuan", dengan kemampuan akan tercipta "perbaikan", dan dengan perbaikan, akan tercipta "perubahan". Doakan ya semoga saya yang merupakan bagian dari bangsa ini bisa terus "amanah"! Saya hanya manusia biasa yang tak luput dari salah! Jadi, saya akan menerima masukan dan kritikan dari teman-teman kok untuk perkembangan saya pribadi kedepannya dan yayasan ini!
mantap nih inspirasi emoticon-2 Jempol
lanjutkan...... lanjutkan perjuangan anak bangsa !! emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By acc.handphone.
mantap nih inspirasi emoticon-2 Jempol


Quote:Original Posted By Just.The.One
keren gan emoticon-Matabelo
SMA cuma Setahun, Lulus Cum Laude FH UI


Terima kasih gan emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By asYK!
lanjutkan...... lanjutkan perjuangan anak bangsa !! emoticon-I Love Indonesia (S)


mari kita dukung gerakan ini gan emoticon-I Love Indonesia

Yg kek gini di Indonesia jumlahnya bisa diitung dgn jari,sisanya remaja penuh otak mesum.
emoticon-Betty
wah ada juga yg pinter gtuemoticon-Matabelo
nyontek emang tindakan curang gan, mau lulus ujian tp ga mau belajar emoticon-Cape deeehh
Sering nyontek itu karna sering nyabun, makanya berhenti nyabun emoticon-Cool
Quote:Original Posted By marzhals
Yg kek gini di Indonesia jumlahnya bisa diitung dgn jari,sisanya remaja penuh otak mesum.
emoticon-Betty


emoticon-Ngakak iya gan. sukanya ngabisin bandwidth buat download bokep emoticon-Cape d... (S) emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By gembaladomba13
wah ada juga yg pinter gtuemoticon-Matabelo


emoticon-Ngakak emoticon-Hammer2 ane ngerti yang ente pikirkan gan emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By marzhals
Yg kek gini di Indonesia jumlahnya bisa diitung dgn jari,sisanya remaja penuh otak mesum.
emoticon-Betty


ente ngerasa remaja jg nih gan?
emoticon-Ngakak
ya ampunnnnn lau ganteng amat dekkkkkkk

mana pinter dan canggih lagi emoticon-Big Grin
Ini baru Keren emoticon-2 Jempol
mirip si nanda gan emoticon-Hammer2
haha...ada jga ya yg mikirin gtu...salut dah,.. emoticon-Kiss
Quote:Original Posted By iogia


emoticon-Ngakak emoticon-Hammer2 ane ngerti yang ente pikirkan gan emoticon-Ngakak


apaan coba??emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By gembaladomba13

apaan coba??emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak umm pasti ente ngiranya cowok model gini bisanya cuma lipsink kan emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By bejokage
nyontek emang tindakan curang gan, mau lulus ujian tp ga mau belajar emoticon-Cape deeehh


emoticon-Sorry iya gan. banyak yang maunya tampak baik doang tapi giliran suruh belajar pada ngacir