News
Batal
KATEGORI
link has been copied
5
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/539b54811cbfaa6c588b45a7/yang-doyan-masuk-ggdolly-masuk-sini--nasib-warga-ggdolly
Surabaya - Pemkot Surabaya, Jawa Timur, memenuhi janjinya kepada warga di sekitar lokalisasi Gang Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyerahkan bantuan stimulus kepada puluhan warga agar siap beralih profesi pasca-pengalihfungsian lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu, pada 18 Juni mendatang. Dalam penyerahan stimulus yang dilakukan
Lapor Hansip
14-06-2014 02:44

[ Yang Doyan masuk Gg.Dolly masuk sini ] Nasib Warga Gg.Dolly

[ Yang Doyan masuk Gg.Dolly masuk sini ] Nasib Warga Gg.Dolly

Surabaya - Pemkot Surabaya, Jawa Timur, memenuhi janjinya kepada warga di sekitar lokalisasi Gang Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyerahkan bantuan stimulus kepada puluhan warga agar siap beralih profesi pasca-pengalihfungsian lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu, pada 18 Juni mendatang.

Dalam penyerahan stimulus yang dilakukan di kediaman wali kota itu, Pemkot Surabaya juga bekerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) dan Ormas Muhammadiyah. Sebelumnya, juga dibantu Ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Universitas Ciputra yang ikut memberi bantuan.

Selain sekitar 79 warga di sekitar lokalisasi, hadir pula beberapa tokoh masyarakat, ulama dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UKM serta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas KB).

Bantuan stimulus dari YDSF dan Muhammadiyah tersebut diwujudkan dalam bentuk barang, seperti mesin cuci untuk modal usaha laundry, bantuan gerobak (rombong) gorengan, bantuan modal usaha pembuatan telur asin, juga bantuan modal usaha pembuatan kaos distro.

Ketua pimpinan daerah Muhammadiyah Surabaya, Zayin Chudlori menegaskan, pihaknya juga menyerahkan bantuan uang tunai dengan total nilai Rp 39 juta untuk warga terdampak di daerah lokalisasi. "Kita memberikan bantuan berupa mesin cuci, rombong dan juga pembinaan," ujarnya.

Sementara Wali Kota Risma menambahkan, sebagai pemerintah, Pemkot Surabaya wajib memberikan peluang kepada warganya untuk menjadi lebih baik. "Ini tadi ada 79 orang. Mereka ini warga Surabaya. Yang paling penting bagi saya sebagai ummaro (pemerintah) adalah bagaimana memperbaiki kondisi ekonomi dan kesejahteraan warga, termasuk warga Putat Jaya (kawasan Dolly dan Jarak)," jelas Risma.

"Kita tidak bisa hanya berpikir besok bisa makan. Tapi bagaimana makanan yang kita makan bisa membawa anak-anak kita tumbuh menjadi anak-anak yang luar biasa. Sebagai orangtua kita wajib berjuang, tetapi juga harus bisa memberikan kesempatan kepada anak-anak," ucap wali kota yang dijuluki singa betina itu.

Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini, juga mengajak warga terdampak dari penutupan lokalisasi, untuk meninjau beberapa produk UKM yang dipajang di kediaman wali kota. Produk-produk itu seperti kerudung, bros, sepatu, keranjang dari enceng gondok, juga souvenir lambang Kota Surabaya.

Risma memaparkan, semua produk tersebut merupakan hasil buatan warga miskin dan juga warga di sekitar lokalisasi yang sudah ditutup seperti Dupak Bangunsari.

"Awalnya, mereka ini juga tidak tahu apa-apa tentang bagaimana membuat produk kerajinan. Namun, setelah mendapatkan pelatihan dari Pemkot Surabaya, kreativitas mereka kemudian tumbuh," kata wali kota lulusan Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) tersebut.

Apalagi, Pemkot Surabaya tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga memfasilitasi produk mereka agar laku di pasaran. "Mereka ini mulai dari nol. Dulunya mereka tidak bisa kemudian dilatih. Sekarang banyak produk mereka yang sudah diekspor," kata Risma bangga.

Risma juga meyakinkan warga, kalau Pemkot juga akan menyediakan sewa stan di mal-mal untuk memasarkan produk-produk buatan warganya, serta memberikan pelatihan agar warga bisa memasarkan produk mereka via online. "Jangan khawatir, saya tidak akan lepas tangan. Saya akan bantu," lanjut wali kota kelahiran Kediri itu.

Sementara salah satu warga yang hadir, Sutik (45), mengaku merasakan manfaat dari pelatihan yang dilakukan Pemkot Surabaya. Sebelumnya, warga Putat Jaya Gang II ini, berjualan kopi. Namun, jelang dialihfungsikannya lokalisasi Dolly, ibu empat anak tersebut, mengikuti pelatihan pembuatan telur asin.

"Dalam seminggu, saya bisa menghasilkan 1.000 telur asin dengan hasil 2,5 juta. Saya berharap usaha telur asin ini ke depannya akan semakin maju," harap Sutik.



Kalo ada kemauan antara semua pihak, baik pemerintah, warga sekitar & pekerja esek esek, pasti bisa bikin perubahan yg lebih baik emoticon-Cendol (S)

sorry kalo berantakan, baru belajar bikin thread emoticon-Malu (S)
Diubah oleh theb3
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
[ Yang Doyan masuk Gg.Dolly masuk sini ] Nasib Warga Gg.Dolly
14-06-2014 02:45
===reserved===
Diubah oleh theb3
0 0
0
[ Yang Doyan masuk Gg.Dolly masuk sini ] Nasib Warga Gg.Dolly
14-06-2014 02:46
Yahh semoga dapet win win solution aja deh emoticon-Peace
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh hansip
[ Yang Doyan masuk Gg.Dolly masuk sini ] Nasib Warga Gg.Dolly
14-06-2014 02:54
Quote:Original Posted By ngelenk
Yahh semoga dapet win win solution aja deh emoticon-Peace


semoga semua pihak mendapatkan kemudahan, ....
0 0
0
[ Yang Doyan masuk Gg.Dolly masuk sini ] Nasib Warga Gg.Dolly
14-06-2014 03:05
Quote:Original Posted By merdekaboy.asli
semoga SarKem Jogja juga bisa meniru pemkot surbya


Sarkem Jogja?
apaan tuh gan?
ane gak tau? emoticon-Bingung (S)
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh hansip
[ Yang Doyan masuk Gg.Dolly masuk sini ] Nasib Warga Gg.Dolly
14-06-2014 03:20
Quote:Original Posted By theb3


Sarkem Jogja?
apaan tuh gan?
ane gak tau? emoticon-Bingung (S)

4places yu have tu visit bifor yu die
sarkem dolly saritem & mabes
emoticon-Big Grin
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia