alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/537d86944907e7216f8b45e6/everytime
Lapor Hansip
22-05-2014 12:09
Everytime
Past Hot Thread
Everytime

Song by : Britney Spears


Notice me
Take my hand
Why are we Strangers when
Our love is strong?
Why carry on without me?

Everytime I try to fly,
I fall without my wings,
I feel so small.
I guess I need you baby.

And everytime
I sleep your in my dreams,
I see your face, it's haunting me.
I guess I need you baby.

I make believe
That you are here.
It's the only way
That I see clear.

What have I done?
You seem to moveon easy.

Everytime I try to fly,
I fall without my wings,
I feel so small,
I guess I need you baby.

And everytime I sleep
your in my dreams,
I see your face, you're haunting me
I guess I need you baby.

I may have made it rain,
Please forgive me.
My weakness caused you pain,
And this song's my sorry...

At night I pray,
That soon your face
Will fade away.




FAQ (Frequently asked questions)

Indeks Cerita :
Quote:Episode 1
Bagian #1
Bagian #2
Bagian #3
Bagian #4
Bagian #5
Bagian #6

Episode 2
Bagian #7
Bagian #8
Bagian #9
Bagian #10
Bagian #11
Bagian #12
Bagian #13
Bagian #14
Bagian #15
Bagian #16
Bagian #17
Bagian #18
Bagian #19
Bagian #20

Episode 3
Bagian #20A
Bagian #20B
Bagian #20C
Bagian #20D

Episode 4
Bagian #21
Bagian #22
Bagian #23
Bagian #24
Bagian #25
Bagian #26
Bagian #27
Bagian #28
Bagian #29
Bagian #30

Episode 5
Bagian #31
Bagian #32
Bagian #33
Bagian #34
Bagian #35
Bagian #36
Bagian #37
Bagian #38

Episode 6
Bagian #39
Bagian #40
Bagian #41
Bagian #42
Bagian #43
Bagian #44
Bagian #45
Bagian #46
Bagian #47

Episode 7
Bagian #48
Bagian #49
Bagian #50
Bagian #51
Bagian #52 (End)


Quote:Download versi PDF nya disiniCredit to Agan Rubika

Diubah oleh robotpintar
profile-picture
profile-picture
titiktitik373 dan Arsana277 memberi reputasi
2
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
30-06-2014 11:00
Gua terbangun dengan rasa sakit yang teramat sangat dibagian kepala belakang. Saat membuka mata Desita berada disisi sebelah kanan tempat gua berbaring, gua menatap nanar wajahnya yang basah oleh airmata. Gua mengangkat tangan dan membelai pipinya.

“Gua nggak dibawa kerumah sakit?”
Desita menggeleng pelan.

“Tadi dokter udah kesini..”
Dia menjawab sambil menyeka air matanya.

“Trus apa kata dokter?”

“Nggak papa, vertigo kamu kambuh, kamu cuma disuruh bedrest aja..”
Gua berusahan memejamkan mata sambil mengernyitkan dahi. Berharap rasa sakit dibagian kepala belakang gua akan berkurang. Suara pintu kamar gua berdecit terbuka, ibu muncul dari luar disusul Salsa yang kemudian duduk disisi kasur sebelah kiri gua.

“Bu.. Ibu nggak bener-bener menolak Desita kan?”
Gua bertanya ke Ibu yang baru saja duduk. Ibu hanya tersenyum sambil membelai rambut gua.

“Bleh,.. ibu tuh sayang sama kamu, sayang sama Salsa, sayang sama semua anak-anak ibu.. ibu cuma pengen kalian berdua bisa mendapatkan jodoh yang sesuai.. nggak cuma sesuai menurut kalian, tapi juga serasi didunia dan diakhirat..”

“...”

“... dulu ya, memang ibu berusaha keras menolak Desita, pun sangat berat buat ibu melihat kamu tersiksa, tapi ibu tetap berkeras.. tapi sekarang, justru nggak ada wanita lain yang layak untukmu selain Desita..”

“Tapi, apa ibu menerima Desita karena perubahannya? Karena Desita yang sekarang bukan Desita yang dulu?”
Gua bertanya, ibu menggeleng.

“Nggak bleh, justru dalam proses perubahan Desita menjadi seperti sekarang ibu banyak melihat hal positif dari Desita.. Apapun dia dulu dan bagaimanapun dia sekarang, Desita tetaplah Desita yang cerdas dan menyayangi kamu, dan ibu percaya Desita bisa menjaga kamu seperti layaknya ibu menjaga kamu..”
Ibu menjelaskan sambil memandang ke arah Desita dan membelai lembut tangannya.
---

Tiga minggu berikutnya, gua sudah berada di Ballroom disalah satu Hotel berbintang di Jakarta. Disebelah gua berdiri Desita yang sudah sukses mempesona banyak tamu yang hadir diacara pernikahan Salsa. Beberapa kolega bokap, sempat menyalami gua dan bertanya tentang sosok disebelah gua;
“Wah ini calonnya ya, hin?”

sambil memasang senyum sumringah gua hanya menjawab; “Iya Om..”

Desita menyenggol lengan gua, dia turut menebar senyum ke beberapa tamu yang hadir sambil sesekali terdengar dia menggumam; “Capek ya sol, nyengir mulu”
Gua hanya tertawa geli mendengar ucapannya.

“Sol.. kalo seandainya.. seandainya ya.. kamu disuru milih antara aku atau Perempuan yang di Jogja itu; Astrid.. kamu bakal pilih siapa?”

“Ngawur..”
Gua menjawab sambil mendengus, nggak habis pikir dengan pertanyaan yang barusan dilontarkan Desita.

“Ya kan seandainya, sol.. “

“Yaudah nggak usah pake seandai-seandainya, lagian si Astrid-nya juga udah merit..”

“Maka dari itu, karena dia udah merit, aku berani nanya berandai-andai begini, kalo Astrid masih single.. waduh.. gawat”
Desita mengajukan alasan, tetap keukueh pada pertanyaannya.

Gua menghela nafas, mencoba mencari jawaban yang terdengar bijaksana sembari menebar senyum ke beberapa tamu yang lalu lalang sambil mengangguk menyapa gua. Desita menyenggol lengan gua, sambil juga menerbar senyum yang sedikit aneh dia berbisik; “Jawab.. Cepet”

“Des…”
Gua menyebut nama-nya tanpa memandang kearahnya, tetap menatap kerumunan orang yang lalu lalang.

“What should I choose for water over wine?”
Gua bertanya ke dia.

“What!.. kamu nyamain aku sama Wine atau Water nya?”
Desita balik bertanya sambil pasang tampang sedikit kesal.

“Lu itu Wine-nya sedangkan Astrid itu Water..”

“Lho kok?”

Gua berjalan pelan menuju ke sebuah meja bundar yang terletak didalam ruangan tertutup, dimana ruangan ini hanya diperuntukkan untuk pihak keluarga mempelai saja, Gua duduk disalah satu kursi disana disusul Desita yang duduk disebelah gua.

“Astrid selalu menjadi Air, menyehatkan dan penting bagi kehidupan…”

“…”
Desita terlihat bingung dengan omongan gua.

“Tapi.. lu Des.. lu selalu jadi Anggur buat gua, yang sukses bikin gua mabuk.. dan kenapa gua harus memilih air biasa saat ada anggur dihadapan gua?”

“Tapi anggur kan bikin mabuk, dosa”

“Ah, sekarang kalo gua ‘ngapa-ngapain’ lu juga dosa..”

“Yaudah, jadikan agar aku halal untukmu sol..”

“Hahaha.. iya tunggu ya..”
Gua meraih kepalanya yang bersanggul kemudian mengecup keningnya perlahan.

Dan berawal dari obrolan ringan di salah satu ballroom hotel berbintang di Jakarta. Dua hari berikutnya, gua berangkat ke Bogor bersama Bokap. Untuk apa? Jelas untuk melamar Desita buat gua.
---

Epilog (Catatan Penulis)
Siang itu, Sabtu siang, panas terik matahari membiaskan cahaya yang menyilaukan mata melalui kaca depan mobil yang terparkir berjajar dihalaman salah satu gerai Restaurant cepat saji yang berada di kawasan Sektor Sembilan, Bintaro. Gua memicingkan mata sambil memandang keluar mencoba mencari-cari seseorang yang tadi pagi menghubungi gua untuk janji bertemu disini. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya orang yang gua tunggu datang. Gua mengangkat tangan sambil melambai memberikan petunjuk kehadiran gua disini, sosok pria kurus itu tersenyum kemudian berjalan cepat kearah gua.

Pernahkah kalian mengenal, bertemu atau bahkan memiliki teman, saudara yang ‘cerdas’? Tentu saja yang gua maksud dengan cerdas disini bukan melulu perihal prestasi akademik, melainkan kecerdasan yang hampir menyeluruh. Sejauh yang gua tau atau mungkin kalian juga sependapat, sosok paling cerdas untuk ukuran orang Indonesia adalah BJ Habibie, tapi tak usahlah terlalu jauh mencari sosok ‘cerdas’ yang satu itu. Gua memiliki seorang teman yang (mungkin) memiliki gen yang nyaris mirip dengan gen BJ Habibie, gen kecerdasan yang seperti komputer namun dilengkapi dengan nalar manusia. Dan ijinkan gua mengulang pertanyaan gua diawal; Pernahkah kalian mengenal, bertemu atau bahkan memiliki teman, saudara yang ‘cerdas’?

Gua pernah!

Namanya Aril, gua menyebutnya begitu, penggalan dari nama belakangnya, nama keluarga-nya; Syafriel. Aril memang tergolong pria yang cerdas, tapi nggak seperti ‘cerdas’ yang gua ungkapkan diatas, sosok yang gua golongkan cerdas ini adalah seorang wanita, istrinya Aril, namanya; Desita. Dan saat ini, disabtu siang yang terik ini; Sosok perempuan itu berjalan keluar dari sedan hitam mewahnya yang diparkir dipelataran parkir restaurant cepat saji, disusul Aril yang berjalan cepat menyusulnya dan memasuki restaurant. Setelah selesai memandang sekeliling dan mendapati gua tengah melambai ke arahnya, Aril tersenyum kemudian berjalan menghampiri gua diikuti oleh Desita dibelakangnya.

Aril dan Desita duduk bersisian diseberang gua. Semenit berikutnya kami bertiga larut dalam obrolan-obrolan ngalor ngidul yang nggak jelas muaranya. Gua teringat akan pertemuan pertama kali gua dengan Desita, saat itu Aril mengajaknya untuk bertemu dengan gua. Sosok perempuan mengagumkan yang menurut gua sangat ‘sulit’ untuk diajak ngobrol dan juga mungkin begitu hal yang dirasakan orang-orang yang baru pertama kali bertemu dengannya. Gaya bicaranya saat berbincang seperti melompat-lompat, bicara dan daya tangkapnya cepat, dia seperti dapat membagi otak dan pikirannya kedalam beberapa bagian, hingga nggak terlihat kesulitan memahami topik ganda yang sedang diperbincangkan, saat tengah bicara mengenahi hal A, tiba-tiba dia langsung membahas hal C, yang notabene pada akhirnya perbincangan kami bakal sampai ke sana. Daya ingatnya luar biasa dan begitu akurat, kemampuan berhitungnya pun tak perlu disangsikan lagi. Dan hasilnya gua hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala lalu dibalas senyuman Aril yang seakan berkata; “Istri gua gitu loh”.

Saat Desita berdiri, beranjak dari duduknya untuk memesan makanan ke counter, gua iseng bertanya ke Aril;

“Lu bisa ketemu dia gimana ceritanya tuh ril?”
Aril hanya tersenyum, sambil mengeluarkan bungkusan rokok filter dari saku celananya dan menyulutnya dia menjawab;
“Cerita-nya panjang..”

“Oh..”

“… Dan unik..”

“Unik? Unik gimana?”
Gua bertanya penasaran.

Sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya dia mulai bercerita.
---

Dan Akhirnya, Cerita Aril adalah cerita yang baru saja kalian baca.
Seperti biasa, gua akan menghilang selang beberapa bulan, lalu inshaAllah muncul kembali dengan cerita yang baru.

God Bless You,
Assalamualaikum,
_Alboni_
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Freud1976 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
03-06-2014 22:38
Bagian #20B
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tangguyooh dan 2 lainnya memberi reputasi
3
26-06-2014 23:26
Bagian #50
profile-picture
profile-picture
tangguyooh dan Arsana277 memberi reputasi
2
25-06-2014 23:49
Bagian #49
Diubah oleh robotpintar
profile-picture
profile-picture
tangguyooh dan Arsana277 memberi reputasi
2
18-06-2014 12:14
Bagian #38
profile-picture
profile-picture
tangguyooh dan Arsana277 memberi reputasi
2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
let-me-tell-you-a-story
Stories from the Heart
pewaris-terakhir
Stories from the Heart
senandung-black-n-blue
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.