Food & Travel
Batal
KATEGORI
link has been copied
69
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52da9c05a3cb17f2208b45bb/merintis-jalur-coklak-puncak-selatan-gunung-raung
Cuma mau berbagi cerita aja ni om Cerita ini yang nulis Sugi Qtynk, maklum ane ga bisa kalo cerita di bikin tulisan langsung aja ya om jangan salah ya ini misinya jelajah puncak selatan, bukan ke puncak Sejati... berawal dari rasa penasaran saya lima tahun lalu saat turun dari Puncak Sejati Raung (kalo ga salah jalanya sama salah satu member sini joe ireng :p,) kemudian saya coba menganalisa peta
Lapor Hansip
18-01-2014 22:21

Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung

Cuma mau berbagi cerita aja ni om
Cerita ini yang nulis Sugi Qtynk, maklum ane ga bisa kalo cerita di bikin tulisan
langsung aja ya om

Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung


jangan salah ya
ini misinya jelajah puncak selatan, bukan ke puncak Sejati...

berawal dari rasa penasaran saya lima tahun lalu saat turun dari Puncak Sejati Raung (kalo ga salah jalanya sama salah satu member sini joe ireng emoticon-Stick Out Tongue,) kemudian saya coba menganalisa peta topografi Gn.Raung dan memilih jalur yang dekat dengan akses tuk mendapatkan air maka saya pilih jalur dengan titik awal dusun Coklak di Desa Tegal harjo, kecamatan Gleenmore.
lalu iseng2 saya coba posting tuk sekedar cari teman yang minat mendaki bersama alhasil inilah mereka yang mau blusukan tuk menerobos lebatnya hutan lereng selatan Gn.Raung (cerita by SugiQytnk)

Perjalanan menuju Kalibaru (24 - 25 Desember 2013)
Dinihari itu kereta ekonomi gayabaru malam selatan yang kami tumpangi tiba di stasiun Surabaya (Gubeng), tanpa saya duga sebelumnya rombongan kami dijemput oleh teman-teman dari Mapara (Univ.Bhayangkara) Surabaya, yohny dan Superbagonk Banget dengan landynya menuju sekret Mapara untuk beristirahat sementara sambil menunggu perjalanan esok hari dengan kereta Sri Tanjung menuju Kalibaru.
siang dari kota Surabaya yang cerah kembali kami melanjutkan perjalanan, suasana kereta ekonomi yang mulai terlihat tertib kami lalui dengan canda tawa walau "dilarang merokok dalam kereta". Selepas senja kereta yg kami tumpangi tiba di Stasiun Kalibaru, disini kami sempatkan tuk makan malam sebelum lanjut menuju kediaman rumah Pak Soeto sebagai basecamp kami.

kereta


kereta


di jemput om yoni


Mapara (Univ.Bhayangkara) Surabaya


stasiun kalibaru


Menuju titik awal pendakian (26 Desember 2013)
pagi itu kami membagi perbekalan dan mulai mempacking ke dalam ransel masing-masing agar berat beban terbagi merata, sementara Saya dan Mbeng mengurus pemberitahuan pendakian ke Polsek, Koramil dan Perhutani setempat.
lepas tengah hari setelah semua beres barulah kami berangkat dengan menggunakan dua kendaraan bak terbuka menuju dusun Coklak (S 08º 13’ 09”: E 114º 02’ 16”) di desa Tegal harjo, Gleenmore.
cuaca cerah mengiringi perjalanan kami, sesekali canda tawa terdengar dari bak belakang walau jalan yang kami lalui penuh lubang dan berbatu. hingga sore hari kami tiba di ujung jalan dan dari sinilah pendakian itu di mulai.
hari beranjak senja ketika kami mulai menelusuri jalan setapak memasuki areal hutan di lereng selatan Raung, target kami sore ini adalah mencari lokasi camp untuk mendirikan 7 tenda yang kami bawa maka sebelum hari gelap kami berharap dapat menemukan lokasi tersebut. Tak lama di areal yang masih landai di ketinggian 1000 mdpl (S 08º 12’ 21”: E 114º 02’ 11”) , kami putuskan tuk menghentikan perjalanan dan segera membersihkan area yang akan didirikan tenda masing-masing,
malam ini kami memiliki nasi bungkus yang sengaja kami bekal tuk makan malam agar kami tak disibukan dengan aktivitas masak-masak, kalaupun ada kami hanya sekedar masak air tuk membuat teh manis dan kopi hangat sambil menikmati kehangatan api unggun sebelum tidur.

logistik


rumah pak soeto


pak soeto


menuju dusun coklak


titik awal pendakian


awal pendakian




camp 1


camp 1


camp 1


Pendakian hari pertama (27 Desember 2013)
menurut rencana hari ini adalah awal pendakian kami dan camp tadi malam kami sebut "camping selamat datang". Pagi ini sebagai pengganjal perut kami hanya sarapan setangkep roti tawar bumbu selai strawbery dan segelas teh hangat, selain lokasi camp kami jauh dari sumber air pagi ini kami harus bergerak lebih awal. Setelah orientasi di atas peta Topografi, tepat pukul 08 pagi kami sudah mulai membuka jalur yang masih samar-samar karena tertutup belukar hingga kami menemukan kembali jalur yang sangat jelas terbuka dan kami tinggal mengikutinya. 2 jam berjalan kami tiba di persimpangan jalan yang ternyata jalan kekiri adalah jalan menuju sungai, maka disini kami putuskan tuk berhenti lalu masak makan siang yang belum waktunya di koordinat (S 08º 11’ 01”: E 114º 02’ 26”) "mumpung ada air".

orientasi peta


air


air


makan siang


menu makan siang


Usai makan siang kami kembali melajutkan perjalanan, masih mengikuti jalan yang ada dan arah yang sesuai. jalur yang kami lalui sangat jelas, asumsi saya jalur ini adalah jalur penduduk pencari hasil hutan atau para pemburu lokal yg mencari buruan. terlihat dari adanya shelter alam yg mereka buat.



Sesekali perjalanan kami hentikan tuk sekedar istirahat sambil menikmati segelas kopi hangat dan alunan musik reggae dari mp3 player "santai ajah Bro...puncaknya ga akan lari ko..." tak lupa kami juga mengePLOT posisi saat itu ke dalam peta.
setelah dirasa cukup, perjalanan kami lajutkan dengan Leader bergantian.



hingga hari menjelang senja saatnya kami harus orientasi lokasi camp / bermalam, jangan sampai lewat jam 17.00 apalagi sampai gelap itu pasti merepotkan.
Begitu kami jumpai area yang lumayan landai, kami putuskan tuk menghentikan perjalanan dan langsung membersihkan area yang akan didirikan tenda masing-masing. tujuh buah tenda kami dirikan terpencar karena lahan yang terbatas hingga camp ini kami namakan "camp Brantakan" di ketinggian 1580mdpl (S 08º 09’ 58”: E 114º 02’ 31”). Tak jauh dari tempat ini terdapat sungai yang berbatu dan tak terlihat air mengalir, setelah kami dekati ternyata banyak terdapat genangan air dan air ini kami manfaatkan tuk masak dan minum.

sungai


Hari mulai gelap ketika aktivitas masak-masak dan api unggunan mulai terlihat, canda tawa selalu terdengar setelah seharian kami melakukan perjalanan. Minuman hangat tak lupa kami nikmati sambil menunggu panggilan makan malam dari sang koki Adoelcau.

Pendakian hari kedua (28 Desember 2013)
Cuaca cerah masih berpihak pada kami pagi itu, usai packing dan sarapan pagi kami kembali melanjutkan pendakian. lintasan yg kami lalui mulai agak terjal dan sesekali kami harus menebas perdu rotan yang mengahalangi jalur, tak lupa kami juga menandai bacokan tiga pada pohon agar mudah terlihat sebagai penanda jalur ( *lupa bawa stringline ). pergerakan hari ini masih dengan formasi leader bergantian dua orang di depan sebagai pembuka jalur.
metoda rotasi (pergantian) leader ini tanpa sengaja ternyata sangat efektif di jalankan, saat orang terdepan mulai lelah orang berikutnya siap menggantikan. Sementara yang lain istirahat tuk menghemat tenaga "bisa nyantai dulu..sambil ngopi"
Tanpa terasa hari mulai senja, seperti biasa kami harus secepatnya mencari area camp tuk bermalam.

jalur


jalur


jalur


menunggu giliran


manakala waktu menujukan pukul 16.30wib areal landai belum kami temukan, inisiatif beberapa teman segera berpencar ke kanan dan kiri lereng punggungan tuk mencari lokasi "wah...kayanya ga ada yg landai bang...!!" teriak Arie Nugrohoyang sudah blusukan cari lokasi. Sementara saya coba terus keatas lagi dan ternyata lumayanlah saya temukan area yg lumayan sedikit landai, " Cing...di atas ajah, ada lahan nih..." teriaku pada ucing di bawah sana.
Setelah mereka kumpul "malam ini kita flysheet an ajah, yg penting buka in satu area buat tenda cewe" kataku sedikit menginstuksikan pada semuanya. Tak lama pun areal mulai terbuka dan kami secara otomatis segera mengerjakan apa yang kami bisa, ada yang memasak tuk membuat minuman hangat, ada yang mecari kayu bakar tuk perapian, ada yang mendirikan tenda, membentang flysheet...dll.
Seperti biasa, suasana sore hari saat membuat camp adalah saat yang dinanti oleh semua. canda tawa riang pastilah tidak ketinggalan..."ngGes Beunaaaaaaaaang....".
Karena area yang miring inilah kami namai tempat ini " Camp Miring" di ketinggian 1975 mdpl ( S 08º 09’ 13”: E 114º 02’ 43”).

trabas


camp 2 / miring


sarapan


Pendakian hari ketiga (29 Desember 2013)
Waktu di arlojiku menujukan pukul 05.25wib, di bawah flysheet dapur sudah terlihat Aak Mutakin mulai menghidupkan kembali perapian sisa tadi malam. sementara Che You-nay Ajah sibuk dengan trangianya tuk membuat minuman hangat. Sambil melawan rasa malas perlahan kulipat kantung tidurku dan segera bergabung dengan mereka, segelas teh hangat rasanya membuat semangat pagi ini mulai terasa.
Tak lama satu persatu mulai terbangun dari tidurnya, rasa lelah dalam sehari perjalanan memang mampu membuat seseorang terlelap dalam kondisi medan apapun
Usai sarapan pagi, kami segera mengawali perjalanan agar target hari ini bisa tercapai. Dari peta topografi dapat teranalisa lintasan yang kami lalui hari ini semakin terjal, punggungan yang kami jalani juga terlihat sempit hingga sesekali terlihat aliran sungai di bawahnya dari celah rimbunnya vegetasi.
Sesekali perdu paku handam sangat rapat menutupi lintasan hingga kami perlu tenaga ekstra tuk menembusnya, secara bergantian kami menebas agar jalan dapat terbuka lebar.

jalur


jalur


Tepat pukul 12.00wib kami beristirahat tuk makan siang, kali ini saya mengecek stok air yang kami bawa dan hanya terkumpul beberapa liter saja. "wah..kita harus orientasi tuk mencari jalan ke sungai terdekat" saya coba diskusi sambil menganalisa peta.

Analisa Peta


untuk menuju sungai memang terlihat dekat, namun keterjalan tebingnya susah di prediksi. Sambil melajutkan perjalanan kami selalu orientasi jalur kemungkinan turun menuju sungai dan beberapa kali dicoba namun nihil hasilnya. "coba gw cek dulu bang.." kata Gerry Andika Sandy Susantio sambil berjalan menerobos ke arah kanan punggungan bersama Tri Angga Nugraha Mj dan tak lama "terjaaal...jurangnya daleeem". sementara diantara kami mulai resah dan ada yg bertanya " kalau ga ada air gimana?" sebetulnya ini adalah pertanyaan yang ga perlu ditanya.

Geus Beunang


setelah mendengar laporan sayapun terus bergegas naik melajutkan pendakian, sesekali ku letakan bebanku dan mencoba mengecek ke arah sungai sebelah kanan dan hasilnya terlihat kolam besar dibawah air terjun kecil "Subhanalloh.." do'a ku dalam hati dan kemudian berteriak " woooooiiiii..ada aeeeer, cepat kesini..!!" teriaku memanggil teman-teman yg masih dibawah.

Sumber Kehidupan


Mental kami yang secara psikis sempat drop kini kembali naik dan menjadi semangat setelah kembali mendapat air apalagi saat diputuskan tuk membuka camp di tempat ini, tanpa banyak perintah mereka langsung mengerjakan apa yang harus mereka lakukan dan kami namakan camp ini "Camp Air terjun" di ketinggian 2365mdpl ( S 08º 08’ 37”: E 114º 02’ 58”)

ngambil air


ngambil air


ngambil air


TS narsis dikit


ngambil air


ngambil air


air terjun


Walaupun waktu masih menunjukan pukul 15.30, kami sepakat tuk mendirikan camp disini biar dekat dengan sumber air.

camp air terjun


Malam ini suasana terasa lebih meriah, api unggun menyala seolah menyambut keriangan kami.

api unggun


api unggun


Usai makan malam kami kembali mengEvaluasi pergerakan siang tadi untuk pergerakan esok hari agar bisa lebih optimal.
Waktu menijukan pukul 22.00wib, satu persatu dari kami segera kembali ke peraduan tuk istirahat tidur.

tiris


Pendakian hari keempat (30 Desember 2013)
Hari ini sengaja kami jadikan hari yang paling santai, karena kami fikir target hari ini adalah camp di batas vegetasi yang berjarak kurang dari 1 Km. Pukul 10.00wib kami baru memulai pendakian, stok air kami bawa dari sini dengan asumsi tak akan ada sumber air yang dapat kita cari. Beberapa meter perjalanan langkah kami harus terhenti tuk menyiasati lintasan yang cukup terjal dan harus menggunakan webbing sebagai alat bantu, bukan hanya itu ternyata dilintasan yang kami lalui harus menerobos lebatnya perdu arbey hutan yang sangat berduri.

perdu


perdu


perdu


perdu


perdu


Cuaca mulai terlihat mendung dan berkabut, tanpa terasa waktu menujukan pukul 12.00wib "Bro...bentang flysheet ya..kita masak tuk makan siang...sambil nunggu yang lain buka jalur" tak lama hujanpun turun. dibawah bentangan flysheet secara bergantian kami nikmati makan siang mie instant agar cepat saji, sementara gerimis masih mengguyur kami tetap melajutkan pendakian. Hingga kami dihadapkan pada sebuah tebing batu yang memaksa kami harus menghentikan pendakian, sebetulnya masih bisa disiasati dengan memasang webbing tuk naik namun tubuh semakin dingin dan saya putuskan tuk menghentikan pendakian dan bermalam di tempat ini. Karena lahannya yang amat terbatas maka camp kami bagi dua kelompok besar dan bermalam tanpa tenda (berbivak). Greimis belum juga reda namun karena tuntutan perut maka aktivitas masak-masak segera dilakukan "Dul...masak yg banyak, biar perut kenyak nanti tidur nyenyak ya..." tak lama Adul dan saya segera menyiapkan menu makan malam, 1 kastrol + 1 misting dengan lauk sop makaroni dan kering tempe.
usai makan malam kami briefing tuk pergerakan esok hari "hari ini target kita meleset ga bisa mencapai batas vegetasi, besok kita naik tanpa beban ransel kita tinggal disini bawa alat RC dan makanan ringan ajah ya.." usai briefing kami segera menyesuaikan diri tuk istirahat tidur. Walau berdesakan akhirnya kamipun terlelap bersama dinginnya malam yang menyergap, maklum ditempat kami menginap ini ketinggiannya sudah 2700mdpl dan dan karena lokasinya di gigir tebing maka tempat ini kami beri nama "Camp Tebing " yang berada di koordinat ( S 08º 08’ 15”: E 114º 03’ 04”)

camp tebing


Pendakian hari keLima (31 Desember 2013)
Hari ini jatah waktu yang kita anggarkan tuk pendakian sebetulnya sudah habis, tapi kami masih ada cadangan 1 hari sebagai antisipasi kalu meleset.
Usai sarapan kami segera bersiap mengenakan harness serta mempersiapkan peralatan rock climbing lainnya (*siapa tahu nanti diperlukan). Kali ini Togap dan saya berjalan di depan sebagai leader, belukar di sela-sela cantigi dan edelweiss kami terabas "asal bisa lewat ajah Gap" supaya cepat.

menuju batas vegetasi


nyaris dua jam lamanya, akhirnya kami tiba di batas vegetasi dengan bebatuan vulkanik, altimeter gi GPS menujukan angka 2900mdpl.

batas vegetasi


batas vegetasi


batas vegetasi


batas vegetasi



Takjub, heran, bangga, ngeri...gamang..takut ketinggian....dan entah apalagi yg saya rasakan kala itu (*sujud syukur tak lupa saya panjatkan). Bagaimana saya harus menggambarkan keAgungan Tuhan kala itu, persis manakala pertama kali saya menginjakan pasir Semeru dulu..
Cuaca lumayan cerah kala itu, walau langit tak menampakan warna biru nya. Setelah semua teman terlihat muncul dari balik rerimbunan vegetasi, segera saya tinggalkan golok dan terus melajutkan pendakian.

lanjut di bawah om...
Diubah oleh gerry_andika
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
18-01-2014 22:22
batas vegetasi


batas vegetasi


batas vegetasi


batas vegetasi


batas vegetasi


Terlihat ucing dan Gerry sudah jauh lebih dulu mendaki bebatuan, perlahan dan yakin saya coba menyusul mereka. Sekilas memang terlihat gamang, namun sebetulnya lintasan ini mudah dilalui tanpa harus menggunakan alat RC "hanya kurang PeDe ajah". Kabut tipis terlihat menyelimuti pemandangan puncak dan sedikit menggangu orientasi, namun saya tetap yakin setelah melihat angka yang tertera pada GPS yang kubawa.

merayap


merayap


merayap


merayap


merayap


merayap


merayap


. Perlahan namun pasti akhirnya saya tiba di sebuah puncakan yang langsung terlihat kawah Raung di bawah sana, tak lama menyusul Ucing dan Gerry. Di puncak ini sudah tertancap pasak besi siku dan tertanam sebuah bendera yang sudah terlihat lusuh menyeruak dari balik pasir, kucoba menebak "ini pasti bendera milik teman2 dari Satu Bumi UGM" dan setelah kubuka ternyata benar dugaanku.

puncak


Pukul 11.00wib semua sudah tiba di Puncak Selatan Gn. Raung 3304mdpl (S 08º 07’ 41”: E 114º 03’ 17”), kegembiraan jelas terpancar dari wajah mereka "ini puncaknya Bang..?" tanya seorang teman padaku. "ini namanya puncak Selatan, kalau puncak Sejati di sebelah sana" saya coba menjelaskan pada teman-teman yang masih kurang paham. Aktivitas foto-foto tak mungkin dilewatkan, beberapa gelas kopi hangat tak lupa kami buat.

puncak selatan


puncak selatan


puncak selatan


puncak selatan


puncak selatan


puncak selatan


All Team 17 orang


gps


setelah 1 jam lamanya kamipun segera beranjak turun dari puncak "kita turun sekarang, lalu sampai di camp kita langsung packing dan turun ke camp 4 ya..." briefing singkatku pada mereka. Dengan perlahan dan hati-hati kita turuni medan bebatuan tuk kembali ke camp tebing dan sesuai brifing tadi kami lanjut packing tuk segera turun ke camp 4. hari menjelang senja kamipun tiba di camp 4. Disini kami kembali ke posisi tenda semula seperti saat datang kemarin, tak butuh waktu lama tenda dan flysheet sudah terpasang lalu kami mulai aktivitas masak-masak dan menyalakan api unggun.

Turun ke Coklak dan kembali ke Kalibaru
Pagi itu gerimis masih mengguyur area camp kami, namun kami harus segera beraktivitas agar dapat segera kembali turun hari ini. tak lama aktivitas masak dan packing sudah mulai terlihat di antara teman-teman, mungkin ini dipengaruhi oleh kejenuhan waktu atau juga stok rokok yang mulai habis (*maklum sebagian besar kami adalah ahli hisap..). Usai packing-packing hujan belum juga berhenti, namun kita sepakati untuk tetap lanjut turun " biasanya kalau hujan gerimis begini akan lama redanya..." setelah flyshhet terakhir kami bongkar, kamipun secara beriringan meninggalkan camp tuk turun kembali menuju Coklak.
Beberapa jam perjalanan camp 3 dapat kami lewati, sesaat kami menghentikan perjalanan di camp 2 untuk mengambil logistik yang sengaja kami tanam saat naik. Setelah kami rundingkan dan kami sepakat tuk terus melanjutkan perjalanan turun, disini Gerry coba menghubungi supir mobil bak terbuka yang kami charter tuk menjemput di dusun Coklak.
Tanpa berlama-lama kami segera turun meninggalkan camp 2, gerimis masih juga mengiringi perjalanan kami hari ini hingga makin mempercepat langkah kami. Tanpa sengaja diperjalanan rombongan terbagi dua romboongan depan dan rombongan sweaper (penyapu). Waktu menunjukan pukul 15.40 ketika rombongan pertama termasuk saya tiba di Coklak, tak selang berapa lama mobil penjemput yang kami hubungi juga tiba disini.
Seiring berhentinya gerimis suasana dusun Coklak sore itu terlihat teduh dengan penduduknya yang sedikit terheran melihat kedatangan kami.

bonus


Di tunggu emoticon-Blue Guy Cendol (L) om emoticon-Big Grin
Diubah oleh gerry_andika
0 0
0
Lihat 1 balasan
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
18-01-2014 23:15
wah bakalan seru ini catpernya kang...

ane numpang ninggalin jejak dlu ya.. sambil nunggu sambungannya...
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
18-01-2014 23:27
emoticon-Matabelo raung
gelar matras nunggu kelanjutannya emoticon-I Love Indonesia (S)
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 01:06
wogghhhh emoticon-Matabelo

nungguin lagi emoticon-Big Grin
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 03:10
Raungg auuuuu

Cendol sent
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 09:11
yahh gantung...auuuuu
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 09:14
di tungguin ya om...emoticon-Angkat Beer
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 09:22
emoticon-linux2
ditunggu kelanjutannya pamaaan
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 09:47
Gunung Raung memang masih belum ada jalur pendakian ya??
Koq masih harus buka jalur lagi??
atau memang membuat jalur baru??

emoticon-Malu

emoticon-2 Jempol

emoticon-Ngacir Tubrukan
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 11:32
raung
emoticon-Matabelo

smga tahun ini ada yg porterin nubih ke raung emoticon-Angel

emoticon-coffeeemoticon-linux2
sambil nunggu kelanjutan ceritanyah
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 18:25
buset buka jalur ya gan emoticon-Matabelo ditunggu kelanjutannya om..
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 18:57
emoticon-coffee dlu biyar anteng nunggu sambungan emoticon-Stick Out Tongue
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 19:21
Wooghh.. nunggu lanjutannya ah, demen sama catper2 jalur fresh gini emoticon-Malu
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 20:08
kabur ke FB baca potongan cerita emoticon-Big Grin

tks
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
19-01-2014 22:53
waw blm pernah ngerasain buka jalur saya, trekking di jalur aja pas sampe puncak klimaks rasanya,apalagi rasanya ya buka jalur trus sampai tujuan(muncak) ekstra klimaks emoticon-Belo

lanjutkan gann emoticon-Angkat Beer
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
20-01-2014 10:53
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Bisa aja nih paman, diputus pas lagi kentang..ditunggu aja deh kelanjutannya emoticon-I Love Indonesia (S)
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
20-01-2014 11:02
gelar matras dulu
emoticon-coffee
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
20-01-2014 13:19

IKUT ninggalin jejak gan, buat nunggu cerita mistis selanjutnya,
emoticon-Travelleremoticon-Salamanemoticon-Jempolemoticon-2 Jempol



emoticon-Belomatabeloemoticon-Matabelo
Amazing.... bikin ngiri aja ni TS
btw aganwati 1 mantap juga tuh yak
Diubah oleh arengjawa
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
20-01-2014 14:16
buka tenda dulu nih sambil "ngopi
0 0
0
Merintis Jalur Coklak Puncak Selatan Gunung Raung
20-01-2014 15:50
asiiikk gelar tikar dulu...
0 0
0
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia