News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1430
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51a86478bbf87b3a5b000005/rumah-filsafat-kaskus----ipse-se-nihil-scire-id-unum-sciat
Apa itu Filsafat? Epistimologi (Wikipedia) Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya ada
Lapor Hansip
31-05-2013 15:51

۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat

۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat


Apa itu Filsafat?

Quote:
Quote:
Epistimologi

(Wikipedia) Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".
Kita juga dapat memahami apa itu filsafat dengan cara sederhana. Misalnya, kita dapat mendefinisikan filsafat sebagai "sejarah pemikiran". Ini karena kalau kita membaca teks-teks filsafat yang utama, maka kita akan dihadapkan pada rangkaian pemikiran yang dimulai dari semenjak masa Yunani Kuno hingga masa sekarang ini. Namun, orang boleh saja mengatakan bahwa awal mula filsafat berkembang semenjak masa India Kuno ataupun Cina Kuno. Kita dapat membuat definisi yang baru bahwa filsafat itu adalah "cara untuk memahami sesuatu", atau bahasa kerennya adalah
"a method to understanding".


Tujuan belajar filsafat ?
Secara garis besar.
Manfaat belajar manfaat belajar filsafat adalah sebagi berikut:

• Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya.
• Filsafat membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita
• Filsafat membuat kita lebih kritis
• Filsafat mengembangkan kemampuan kita dalam:
  1. menalar secara jelas
  2. membedakan argumen yang baik dan yang buruk
  3. menyampaikan pendapat secara jelas
  4. melihat sesuatu melalui kacamata yang lebih luas
  5. melihat dan mempertimbangkan pendapat dan pandangan yang berbeda.

• Filsafat dapat memberi bekal dan kemampulan pada kita untuk memperhatikan cara pandangan kita sendiri dan pandangan orang lain dengan kritis


Pada umumnya dapat dikatakan bahwa studi filsafat semakin menjadikan orang mampu untuk menangani pertanyaan mendasar manusia yang tidak terletak dalam wewenang metodis ilmu-ilmu khusus. Jadi filsafat membantu untuk mendalami pertanyaan-pertanyaan asasi manusia tentang realitas (filsafat teoritis) dan lingkup tanggung jawabnya (filsafat praktis). Kemampuan itu dipelajarinya dari luar jalur secara sisitematik dan secara historis.

Nah, sekian dulu. Pembahasan lebih lanjut menunggu update yaemoticon-I Love Kaskus (S)


۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
Diubah oleh samanosuke20
profile-picture
cungkringoke memberi reputasi
2
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 74
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
31-05-2013 15:52
GENERAL RULES B-log Filsafat

  • Wajib Prime ID
  • Dilarang membuat obrolan diluar topik Filsafat.
  • Dilarang membahas Filsafat Theologi/Ketuhanan/Religi.
  • Dilarang membuat obrolan yang bersifat spaming
    (membuat obrolan sejenis dimana-mana/disemua forum dan isinya tidak sesuai topik Filsafat).
  • Sebelum membuat obrolan baru, selesaikan obrolan sebelumnya
  • Dilarang mempromosikan thread jual beli di B-log Filsafat.
  • Isi obrolan yang tidak boleh di posting:
    [INDENT]1. Bersifat menyerang
    2. Memancing kerusuhan/pertengkaran
    3. NO PORNOGRAFI
    4. NO SARA[/INDENT]
  • Bisa mengontrol diskusi yg mengarah ke discuss, bukan Debat
  • Apabila ada masalah yang ingin diselesaikan secara pribadi, silahkan lewat PM
  • Jangan me-reply postingan yang dirasa kurang/tidak penting
  • Dilarang menggunakan signature (secara manual) apalagi yang berupa link referral (terutama diluar forum kaskus) / promosi (apalagi dagangan) / propaganda
  • Dilarang mengucapkan selamat pagi, selamat siang dan sejenisnya (absen/greetings) di B-Log ini. Kategori yang dilarang adalah one liner (hanya menulis salam saja) dan postingan pendek. Tapi apabila salam tersebut dipakai di awal atau diakhir sebuah postingan yang berisi pernyataan (jawaban)/pertanyaan lain (yang penting) diperbolehkan


emoticon-Kiss (S)Rules di atas hanya sementara, akan di update bila perlu emoticon-Kiss (S)


*Dengan menjadi anggota B-Log Home Filsafat, anggota dengan penuh sadar dan kemauan mematuhi Rules yg berlaku.
*Sanksi atas pelanggaran Rules dapat berupa teguran, delete post, atau banned.
emoticon-shakehand
Diubah oleh philia.sophia
0 0
0
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
31-05-2013 15:54
List Penghuni



Quote:
Ingin bergabung? emoticon-Big Grin
silahkan isi seperti format di bawah ini emoticon-Kiss (S)

Quote:
# Nama asli :
# Prime ID :
# Regional :
# Socmed (Fb, twitter, dll) :
# Kelamin :
Diubah oleh philia.sophia
0 0
0
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
31-05-2013 15:55
Official Twitter Sub Forum Filsafat

@Forum_Filsafat
Diubah oleh philia.sophia
0 0
0
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
31-05-2013 15:56
Arti filsafat

Apakah filsafat itu? emoticon-Bingung (S)
Bagaimana definisinya? emoticon-Bingung (S)
Demikianlah pertanyaan pertama yang kita hadapi tatkala akan mempelajari ilmu filsafat. emoticon-I Love Kaskus (S)

Quote:
Quote:
Istilah "filsafat" dapat ditinjau dari dua segi, yakni:

  1. Quote:
    Segi semantik

    Perkataan filsafat berasal dari bahasa Arab 'falsafah', yang berasal dari bahasa Yunani, 'philosophia', yang berarti 'philos' = cinta, suka (loving), dan 'sophia' = pengetahuan, hikmah(wisdom). Jadi 'philosophia' berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada kebenaran. Maksudnya, setiap orang yang berfilsafat akan menjadi bijaksana. Orang yang cinta kepada pengetahuan disebut 'philosopher', dalam bahasa Arabnya 'failasuf". Pecinta pengetahuan ialah orang yang menjadikan pengetahuan sebagai tujuan hidupnya, atau perkataan lain, mengabdikan dirinya kepada pengetahuan.
  2. Quote:
    Segi praktis

    Dilihat dari pengertian praktisnya, filsafat bererti 'alam pikiran' atau 'alam berpikir'. Berfilsafat artinya berpikir. Namun tidak semua berpikir bererti berfilsafat. Berfilsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh. Sebuah semboyan mengatakan bahwa "setiap manusia adalah filsuf". Semboyan ini benar juga, sebab semua manusia berpikir. Akan tetapi secara umum semboyan itu tidak benar, sebab tidak semua manusia yang berpikir adalah filsuf. Filsuf hanyalah orang yang memikirkan hakikat segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan mendalam. Tegasnya: Filsafat adalah hasil akal seorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dengan kata lain: Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu.


Beberapa definisi

Karena luasnya lingkungan pembahasan ilmu filsafat, maka tidak mustahil kalau banyak di antara para filsafat memberikan definisinya secara berbeda-beda.

Quote:
Quote:
Coba perhatikan definisi-definisi ilmu filsafat dari filsuf Barat dan Timur di bawah ini:

  1. Quote:
    Plato (427SM - 347SM)

    Seorang filsuf Yunani yang termasyhur murid Socrates dan guru Aristoteles, mengatakan: Filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada
    (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli).

  2. Quote:
    Aristoteles (384 SM - 322SM)

    Mengatakan : Filsafat adalah ilmua pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika
    (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).

  3. Quote:
    Marcus Tullius Cicero (106 SM - 43SM)

    Politikus dan ahli pidato Romawi, merumuskan: Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang mahaagung dan usaha-usaha untuk mencapainya.

  4. Quote:
    Al-Farabi (meninggal 950M)

    Filsuf Muslim terbesar sebelum Ibnu Sina, mengatakan : Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.

  5. Quote:
    Immanuel Kant (1724 -1804)

    Yang sering disebut raksasa pikir Barat, mengatakan : Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan, yaitu:
    " apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika)
    " apakah yang dapat kita kerjakan? (dijawab oleh etika)
    " sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh antropologi)

  6. Quote:
    Prof. Dr. Fuad Hasan, guru besar psikologi UI

    Menyimpulkan: Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.

  7. Quote:
    Drs H. Hasbullah Bakry

    Merumuskan: ilmu filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia, dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.




Kesimpulan
Setelah mempelajari rumusan-rumusan tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa:
  • Filsafat adalah 'ilmu istimewa' yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa kerana masalah-masalah tersebut di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa.
  • Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat sarwa yang ada,
    yaitu: hakikat Tuhan, hakikat alam semesta, dan hakikat manusia.
    [INDENT]Serta sikap manusia sebagai konsekuensi dari paham tersebut.
    Perlu ditambah bahwa definisi-definisi itu sebenarnya tidak bertentangan, hanya cara mengesahkannya saja yang berbeda

    Mari gan, belajar filsafat
    emoticon-I Love Indonesia[/INDENT]

Diubah oleh farhan
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh zhulato
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
31-05-2013 15:57

Ideologi: Ilmu Pengetahuan tentang Ide-Ide

Pejwan ini ane sempetin buat pengantar tentang Ideologi. Mengapa? Karena dari Ideologi inilah nantinya akan muncul kaum2 dan tokoh2 idealis yang melahirkan berbagai aliran dalam Filsafat. emoticon-Kaskus Lovers

Istilah ideologi pertama kali digunakan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754-1836) pada abad ke 18, meski akar-akar pengertiannya dapat ditarik jauh ke belakang, bahkan sampai kepada Plato. Ada juga yang mengkaitkannya dengan konsep idola dari Francis Bacon. Pada De Tracy pengertian ideologi sudah jauh bergeser baik dari makna idea maupun idola. Destutt de Tracy memandang ideologi sebagai ilmu pengetahuan tentang ide. Di sini ideologi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang dianggap netral. Sebagai ilmu pengetahuan ideologi dituntut obyektif dalam mempelajari tiap ide dalam arti mengesampingkan prasangka-prasangka metafisika dan agama. Bidang kajiannya meliputi asal-usul ide, mengapa suatu ide muncul, bagaimana berkembangnya suatu ide, dan strategi-strategi apa yang dapat dilakukan untuk menyebarkan suatu ide. (Larrain, 1996, Thompson, 1990)

emoticon-I Love Kaskus (S)Finally ane sisipkan Quote sebagai persiapan kita untuk menerima logika dan realita emoticon-I Love Kaskus (S)


“Tragedi terbesar dalam ilmu pengetahuan terjadi ketika hipotesis yang indah dimatikan oleh fakta-fakta yang buruk”
(Thomas Henry Huxley,1825-1925)


۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
Diubah oleh maling
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh zhulato
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
31-05-2013 15:59
Pilosophy atau filsafat berasal dari kata philosophia, 'love of wisdom' (cinta pada kebijaksanaan), merupakan suatu ilmu yang membahas suatu konsep secara rasional dan kritis. Keberadaan filsafat tidak terlepas dari peran tokohtokoh filsafat dengan pemikirannya yang mendunia.

Bidang Filsafat
Filsafat dibagi menjadi 4 bidang sebagai berikut.
1. Metafisika, ilmu filsafat yang memfokuskan pada hal-hal diluar rasio
manusia.
2. Epistemologi, ilmu filsafat yang membahas asal-usul, validitas, dan
keterbatasan ilmu.
3. Etik, mempelajari moralitas dan bentuk keberpihakan suatu konsep.
4. Estetika, ilmu yang mempelajari tentang keindahan dan seni.


Tokoh-Tokoh Filsafat Masa Awal


Herakleitos
Quote:Herakleitos adalah salah satu tokoh-tokoh filsafat masa awal sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan. Ia hidup pada abad ke-5 SM. Herakleitos diberi julukan si gelap (ho skoteinos). Julukan itu diberikan karena kesulitan mengerti jalan pikirannya.Teorinya tentang segala sesuatu di alam semesta ini merupakan sintesa dari hal-hal yang beroposisi. Ada siang ada malam. Ada sehat, ada sakit. Karenanya di alam semesta ini tidak ada sesuatu yang tetap dan mantap.
Menurut Herakleitos, perubahan merupakan sati-satunya kemantapan, it rest by changing (K. Bestens, 1975: 42). Tidak ada sesuatu pun yang betul-betul ada, semuanya menjadi. Menjadi merupakan sebuah perubahan yang tiada henti-hentinya melalui 2 cara:
1.Seluruh kenyataan merupakan arus sungai yang mengalir.
2.Seluruh kenyataan adalah api.
Perkataan yang terkenal dari Herakleitos adalah panta rheikai uden menei, semuanya mengalir dan tidak ada sesuatu pun yang tinggal menetap.


Parmenindes
Quote:Parmenindes lahir di kota Elea di Italia Selatan sekitar tahun 515 SM. Parmenindes menolak segala gerak dan perubahan di alam semesta ini. Realitas merupakan keseluruhan yang bersatu, tidak bergerak atau berubah. Seluruh jalan kebenaran bersandar pada satu keyakinan: yang ada itu ada, itulah kebenaran. Ada dua pengandaian yang dapat membuktikan kebenaran, yaitu:
- Orang dapat mengemukakan yang ada itu tidak ada.
- Orang dapat mengatakan bahwa yang ada serentak ada dan serentak juga tidak ada.
Kedua pengetian di atas sama-sama mustahil, yang tidak ada tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibicarakan. Jika memikirkan apa yang dikemukakan oleh Parmenindes di atas perlu dikaji terlebih dahulu.


Socrates
Quote:Tokoh-tokoh filsafat berikutnya adalah Socrates. Socrates (469 – 399 SM) seorang filosof Yunani dari Athena. Ia tersohor dengan pendapatnya tentang filsafat sebagai suatu usaha pencarian yang perlu bagi tiap intelektual. Ia merupakan contoh seorang yang menghayati prinsip-prinsipnya, walaupun akhirnya prinsip itu berakibat yang fatal bagi nyawanya.
Socrates adalah anak Sophronicus, seorang ahli pahat; dalam usia pertengahan ia menikah dengan Xanthippe, yang dikatakan suka mengomel dan mencaci maki, walaupun tidak ada dasar yang kuat untuk sangkaan tersebut.
Socrates termasyur dengan kekuatan intelektualnya sebelum berusia 40 tahun. Pada waktu itu, menurut bukunya Plato yang berjudul Apology (meriwayatkan tentang pidato pembelaan Socrates), Dewa di Delphi (Oracle of Delphi) mengatakan bahwa Socrates adalah orang yang paling bijaksana di Yunani. Ia menjadi yakin bahwa tugasnya adalah untuk mencari kebijaksanaan tentang perilaku yang benar yang dapat dipakai untuk mengarahkan perkembangan moral dan intelektual bagi warga Athena.
Socrates mengalihkan pemikirannya dari alam semesta kepada manusia (K.Bestens, 1975: 85). Menurut Socrates, manusia merupakan makhluk yang dapat mengenal, yang harus mengatur tingkah lakunya sendiri dan yang hidup di masyarakat. Teori tentang manusia beritik tolak dari pengalaman sehari-hari dan dari kehidupan yang konkrit.


Plato
Quote:Plato yang lahir pada tahun 428 SM adalah murid Socrates. Sebagai murid Plato menganggap bahwa gurunya adalah orang yang paling baik, paling bijaksana dan paling jujur serta paling adil di antara manusia di zamannya. Kesan terhadap gurunya yang meninggal sebagai hukuman dari Athena, membuat Plato merefleksikan hasil pikirannya tentang negara dalam dialog politheia. Teorinya tentang negara ini dianggap sebagai karya sentral dari seluruh pemikiran Plato (K. Bestens, 1975: 162). Salah satu refleksi Plato terhadap kematian Socrates terungkap dalam teorinya bahwa seorang penguasa negara haruslah seorang filsuf.
Ide merupakan inti dari dasar seluruh filsafat Plato. Bagi sementara orang, ide berarti gagasan atau tanggapan yang terdapat hanya dalam pemikiran saja, sehingga ide merupakan sesuatu yang bersifat subyektif belaka. Namun, bagi Plato, ide merupakan sesuatu yang sifatnya subyektif. Ada ide-ide yang terlepas dari subyek si pemikir. Ide tidak diciptakan oleh pemikiran kita. Ide tidak tergantung ada pemikiran, tetapi pemikiranlah yang tergantung pada ide ide.
Untuk mengerti jalan pikiran Plato tentang ide-ide, Anda dapat memahami lewat ilmu pasti. Ilmu pasti tidak membicarakan gambaran-gambaran konkrit, suatu garis tertentu, suatu segi tiga tertentu, atau suatu lingkaran tertentu. Namun, ilmu pasti berbicara tentang garis, segitiga, tidak hanya berlaku pada contoh segitiga yang digambarkan saat itu saja, tetapi berlaku pada segitiga lain pada umumnya, segitiga yang sempurna, segitiga yang ideal. Ada ide segitiga yang ada yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, hanya dapat ditangkap melalui pengertian.
Dari pengertian tentang ide umum dan ide konkrit, dapat disimpulkan bahwa menurut Plato realitas sebenarnya terdiri dari dua dunia. Satu dunia mencakup benda-benda jasmani yang dapat ditangkap oleh pancaindera. Pada tahap ini
semua realitas berada dalam perubahan. Contohnya, baju yang dipakai sekarang rapi dan bersih, besok sudah lusuh dan kotor. Karena itu ada satu dunia lain, yaitu dunia ideal, yaitu dunia yang terdiri dari ide-ide. Dalam dunia ideal ini tidak ada perubahan, dan sifatnya abadi. Melalui pandangan tentang dua dunia ini, sebenarnya Plato telah berusaha memperdamaikan pendapat Herakleitos dan Permenindes, yaitu tentang yang ada yang sifatnya tetap, dan yang menjadi yang sifatnya berubah.
Plato memandang menusia sebagai makhluk yang terpenting di antara segala makhluk yang terdapat di dunia ini. Jiwa merupakan pusat dan intisari kepribadian manusia, dan jiwa manusia bersifat baka dan kekal. Dalam politheia, jiwa terdiri dari tiga bagian. Kata bagian harus dipahami sebagai fungsi, yaitu:
- Bagian rasional. Pada bagian ini dikatikan dengan keutaman kebijaksanaan.
- Bagian keberanian, kehendak. Pada bagian ini dikatikan dengan kegagahan.
- Bagian keinginan, hawa nafsu. Pada bagian ini dikatikan dengan keutamaan pengendalian diri.
- Untuk menjaga keseimbangan ketiga fungsi jiwa tersebut diperlukan keadilan.
Diubah oleh Nieyzar
0 0
0
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
31-05-2013 16:01
Quote:
Apa itu Filsafat?

Quote:
Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.

Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.

Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.





Quote:
Etimologi (Asal-Usul Suatu Kata)

Quote:
Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”.

Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".
Diubah oleh sabna.tamara
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh zhulato
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
31-05-2013 16:03
Cara Membatasi Filsafat

Quote:Kerana sangat luasnya lapangan ilmu filsafat, maka menjadi sukar pula orang mempelajarinya, dari mana hendak dimulai dan bagaimana cara membahasnya agar orang yang mempelajarinya segera dapat mengetahuinya. Pada zaman modern ini pada umunya orang telah sepakat untuk mempelajari ilmu filsafat itu dengan dua cara, yaitu dengan memplajari sejarah perkembangan sejak dahulu kala hingga sekarang (metode historis), dan dengan cara mempelajari isi atau lapangan pembahasannya yang diatur dalam bidang-bidang tertentu (metode sistematis).

Dalam metode historis orang mempelajari perkembangan aliran-aliran filsafat sejak dahulu kala sehingga sekarang. Di sini dikemukakan riwayat hidup tokoh-tokoh filsafat di segala masa, bagaimana timbulnya aliran filsafatnya tentang logika, tentang metafisika, tentang etika, dan tentang keagamaan. Seperti juga pembicaraan tentang zaman purba dilakukan secara berurutan (kronologis) menurut waktu masing masing. Dalam metode sistematis orang membahas langsung isi persoalan ilmu filsafat itu dengan tidak mementingkan urutan zaman perjuangannya
masing-masing. Orang membagi persoalan ilmu filsafat itu dalam bidang-bidang yang tertentu. Misalnya, dalam bidang logika dipersoalkan mana yang benar dan mana yang salah menurut pertimbangan akal, bagaimana cara berpikir yang benar dan mana yang salah. Kemudian dalam bidang etika dipersoalkan tentang manakah yang baik dan manakah yang baik dan manakah yang buruk dalam pembuatan manusia. Di sini tidak dibicarakan persoalan-persoalan logika atau metafisika. Dalam metode sistematis ini para filsuf kita konfrontasikan satu sama lain dalam bidang-bidang tertentu. Misalnya dalam soal etika kita konfrontasikan saja pendapat pendapat filsuf zaman klasik (Plato dan Aristoteles) dengan pendapat filsuf zaman pertengahan (Al-Farabi atau Thimas Aquinas), dan pendapat filsuf zaman 'aufklarung' (Kant dan lain-lain) dengan pendapat-pendapat filsuf dewasa ini (Jaspers dan Marcel) dengan tidak usah mempersoalkan tertib periodasi masing-masing. Begitu juga dalam soal-soal logika, metafisika, dan lain-lain.



Cabang - Cabang Filsafat

Quote:Telah kita ketahui bahwa filsafat adalah sebagai induk yang mencakup semua ilmu khusus. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya ilmu-ilmu khusus itu satu demi satu memisahkan diri dari induknya, filsafat. Mula-mula matematika dan fisika melepaskan diri, kemudian diikuti oleh ilmu-ilmu lain. Adapun psikologi baru pada akhir-akhir ini melepaskan diri dari filsafat, bahkan di beberapa insitut, psikologi masih terpaut dengan filsafat. Setelah filsafat ditinggalkan oleh ilmu-ilmu khusus, ternyata ia tidak mati, tetapi hidup dengan corak baru sebagai 'ilmu istimewa' yang memecahkan masalah yang tidak terpecahkan oleh ilmu-ilmu khusus. Yang menjadi pertanyaan ialah : apa sajakah yang masih merupakan bagian dari filsafat dalam coraknya yang baru ini? Persoalan ini membawa kita kepada pembicaraan tentang cabang-cabang filsafat. Ahi filsafat biasanya mempunyai pembagian yang berbeda-beda. Cuba perhatikan sarjana-sarjana filsafat di bawah ini:

1. H. De Vos menggolongkan filsafat sebagai berikut: " metafisika, " logika, " ajaran tentang ilmu pengetahuan " filsafat alam " filsafat sejarah " etika, " estetika, dan " antropologi.

2. Prof. Albuerey Castell membagi masalah-masalah filsafat menjadi enam bagian, yaitu: " masalah teologis " masalah metafisika " masalah epistomologi " masalah etika " masalah politik, dan " masalah sejarah

3 Dr. Richard H. Popkin dan Dr Avrum Astroll dalam buku mereka, Philosophy Made Simple, membagi pembahasan mereka ke dalam tujuh bagian, yaitu: " Section I Ethics " Section II olitical Philosophy " Section III Metaphysics " Section IV Philosophy of Religion " Section V Theory of Knowledge " Section VI Logics " Secton VII Contemporary Philosophy,

4. Dr. M. J. Langeveld mengatakan: Filsafat adalah ilmu Kesatuan yang terdiri atas tiga lingkungan masalah: " lingkungan masalah keadaan (metafisika manusia, alam dan seterusnya) " lingkungan masalah pengetahuan (teori kebenaran, teori pengetahuan, logika) " lingkungan masalah nilai (teori nilai etika, estetika yang bernilai berdasarkan religi) 5. Aristoteles, murid Plato, mengadakan pembagian secara kongkret dan sistematis menjadi empat cabang, yaitu:

a) Logika. Ilmu ini dianggap sebagai ilmu pendahuluan bagi filsafat.

b) Filsafat teoretis. Cabang ini mencangkup: " ilmu fisika yang mempersoalkan dunia materi dari alam nyata ini, " ilmu matematika yang mempersoalkan hakikat segala sesuatu dalam kuantitasnya, " ilmu metafisika yang mempersoalkan hakikat segala sesuatu. Inilah yang paling utama dari filsafat.

c) Filsafat praktis. Cabang ini mencakup: " ilmu etika. yang mengatur kesusilaan dan kebahagiaan dalam hidup perseorang " ilmu ekonomi, yang mengatur kesusilaan dan kemakmuran di dalam negara.

d) Filsafat poetika (Kesenian).
Pembagian Aristoteles ini merupakan permulaan yang baik sekali bagi perkembangan pelajaran filsafat sebagai suatu ilmu yang dapat dipelajari secara teratur. Ajaran Aristoteles sendiri, terutama ilmu logika, hingga sekarang masih menjadi contoh-contoh filsafat klasik yang dikagumi dan dipergunakan. Walaupun pembagian ahli yang satu tidak sama dengan pembagian ahli-ahli lainnya, kita melihat lebih banyak persamaan daripada perbedaan. Dari pandangan para ahli tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa filsafat dalam coraknya yang baru ini mempunyai beberapa cabang, yaitu metafisika, logika, etika, estetika, epistemologi, dan filsafat-filsafat khusus lainnya.

1. Metafisika: filsafat tentang hakikat yang ada di balik fisika, hakikat yang bersifat transenden, di luar jangkauan pengalaman manusia.
2. Logika: filsafat tentang pikiran yang benar dan yang salah.
3. Etika: filsafat tentang perilaku yang baik dan yang buruk.
4. Estetika: filsafat tentang kreasi yang indah dan yang jelek.
5. Epistomologi: filsafat tentang ilmu pengetahuan.
6. Filsafat-filsafat khusus lainnya: filsafat agama, filsafat manusia,

Filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat alam, filsafat pendidikan, dan sebagainya. Seperti telah dikatakan, ilmu filsafat itu sangat luas lapangan pembahasannya. Yang ditujunya ialah mencari hakihat kebenaran dari segala sesuatu, baik dalam kebenaran berpikir (logika), berperilaku (etika), maupun dalam mencari hakikat atau keaslian (metafisika). Maka persoalannya menjadi apakah sesuatu itu hakiki (asli) atau palsu (maya). Dari tinjauan di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam tiap-tiap pembagian sejak zaman Aristoteles hingga dewasa ini lapangan-lapangan yang paling utama dalam ilmu filsafat selalu berputar di sekitar logika, metafisika, dan etika.


Tujuan, Fungsi dan Manfaat Filsafat

Quote:Menurut Harold H. Titus, filsafat adalah suatu usaha memahami alam semesta, maknanya dan nilainya. Apabila tujuan ilmu adalah kontrol, dan tujuan seni adalah kreativitas, kesempurnaan, bentuk keindahan komunikasi dan ekspresi, maka tujuan filsafat adalah pengertian dan kebijaksanaan (understanding and wisdom).

Dr Oemar A. Hoesin mengatakan: Ilmu memberi kepada kita pengatahuan, dan filsafat memberikan hikmah. Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan pengetahuan yang tersusun dengan tertib, akan kebenaran. S. Takdir Alisyahbana menulis dalam bukunya: filsafat itu dapat memberikan ketenangan pikiran dan kemantapan hati, sekalipun menghadapi maut. Dalam tujuannya yang tunggal (yaitu kebenaran) itulah letaknya kebesaran, kemuliaan, malahan kebangsawanan filsafat di antara kerja manusia yang lain. Kebenaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya baginya, itulah tujuan yang tertinggi dan satu-satunya.

Bagi manusia, berfilsafat itu bererti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya, senetral-netralnya dengan perasaan tanggung jawab, yakni tanggung jawab terhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya, baik Tuhan, alam, atau pun kebenaran. Radhakrishnan dalam bukunya, History of Philosophy, menyebutkan: Tugasfilsafat bukanlah sekadar mencerminkan semangat masa ketika kita hidup, melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif, menetapkan nilai, menetapkan tujuan, menentukan arah dan menuntun pada jalan baru. Filsafat hendaknya mengilhamkan keyakinan kepada kita untuk menompang dunia baru, mencetak manusia-manusia yang menjadikan penggolongan-penggolongan berdasarkan 'nation', ras, dan keyakinan keagamaan mengabdi kepada cita mulia kemanusiaan.
Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal, baik dalam ruang lingkupnya maupun dalam semangatnya. Studi filsafat harus membantu orang-orang untuk membangun keyakinan keagamaan atas dasar yang matang secara intelektual. Filsafat dapat mendukung kepercayaan keagamaan seseorang, asal saja kepercayaan tersebut tidak bergantung pada konsepsi prailmiah yang usang, yang sempit dan yang dogmatis. Urusan (concerns) utama agama ialah harmoni, pengaturan, ikatan, pengabdian, perdamaian, kejujuran, pembebasan, dan Tuhan.
Berbeda dengan pendapat Soemadi Soerjabrata, yaitu mempelajari filsafat adalah untuk mempertajamkan pikiran, maka H. De Vos berpendapat bahwa filsafat tidak hanya cukup diketahui, tetapi harus dipraktekkan dalam hidup sehari-sehari. Orang mengharapkan bahwa filsafat akan memberikan kepadanya dasar-dasar pengetahuan, yang dibutuhkan untuk hidup secara baik. Filsafat harus mengajar manusia, bagaimana ia harus hidup secara baik. Filsafat harus mengajar manusia, bagaimana ia harus hidup agar dapat menjadi manusia yang baik dan bahagia. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logika (kebenaran berpikir), etika (berperilaku), maupun metafisik (hakikat keaslian).
Diubah oleh bremmakibo
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh zhulato
Post ini telah dihapus oleh zhulato
Post ini telah dihapus oleh zhulato
Post ini telah dihapus oleh zhulato
Post ini telah dihapus oleh zhulato
Post ini telah dihapus oleh zhulato
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
31-05-2013 16:06

mengkaji filsafat melalui wayang

siapa yang tidak kenal dengan wayang?

walau sekarang ini, wayang sudah jarang terdengar gaungnya lagi di bumi pertiwi ini, namun wayang merupakan salah satu media yang digunakan oleh para nenek moyang kita untuk mendalami dunia filsafat sejak jaman dulu kala..

Di samping bernilai filosofi yang dalam, wayang juga sebagai wahana atau alat pendidikan moral dan budi pekerti atau yang dikenal dengan etika. Dunia perwayangan memberi peluang bagi orang Jawa untuk melakukan suatu pengkajian filsafi dan mistis sekaligus. Di sisi lain, cerita wayang merupakan suatu jenis cerita didaktik yang di dalamnya memuat ajaran budi pekerti yang menyiratkan tentang perihal moral. Bahkan bidang moral merupakan anasir utama dalam pesan-pesan yang disampaikan wayang. Sebagai jenis kesenian yang mencakup beberapa cabang seni (seni teater, ukir, musik, dan sastra), estetika wayang begitu indah dan mempesonakan. Nilai filosofi, etika, dan estetika itulah yang jika ditemukan dalam ritual ruwatan, sebuah tradisi kebudayaan Jawa yang ditandai dengan pergelaran wayang purwa cerita Bathara Kala dalam lakon “Murwakala”

Wayang memberikan gambaran lakon perikehidupan manusia dengan segala masalahnya yang menyimpan nilai-nilai pandangan hidup dalam mengatasi segala tantangan dan kesulitannya. Dalam wayang selain tersimpan nilai moral dan estetika, juga nilai-nilai pandangan hidup masyarakat Jawa. Melalui wayang, orang memperoleh cakrawala baru pandangan dan sikap hidup umat manusia dalam menentukan kebijakan mengatasi tantangan hidup.

Hal itulah yang dirasakan Dr Franz Magnis Suseno SJ, seorang sarjana filsafat dan rohaniawan kelahiran Jerman yang kini bermukim di Jawa. Setelah menekuni wayang, sampaikah dia pada kesimpulan bahwa dalam memasuki kebudayaan Jawa, ternyata manusia memasuki kesadaran paling dalam seluruh umat manusia. Kebijaksanaan Jawa yang paling dalam, ternyata milik seluruh umat manusia.

Cerita wayang merupakan suatu jenis cerita didaktik yang memuat ajaran budi pekerti. Bahkan bidang moral, merupakan anasir utama dalam pesan-pesan wayang. Dua aspek (filosofi dan etika) dalam wayang ini disempurnakan dengan nilai estetika wayang sehingga seni wayang yang mencakup cabang kesenian ini (seni teater, musik, sastra, ukir, dan sebagainya), menjadi sebuah seni yang bernilai tinggi. Bisa dipahami, jika di tahun 2004 lalu, seni dan budaya wayang kulit dari Indonesia ini (the Wayang Puppet Theater of Indonesia) dinobatkan sebagai karya adiluhung (masterpiece) oleh PBB. Menurut Unesco, 28 jenis seni dan kebudayaan di dunia ini, wayang kulit menempati urutan pertama sebagai karya adi luhung lisan warisan kemanusiaan yang tak dapat dinilai (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Antara filsafat dan wayang, keduanya tidak dapat dipisahkan. Berbicara tentang wayang berarti kita berfilsafat. Wayang adalah filsafat Jawa. Karena wayang mengambil ajaran-ajarannya dari sumber sistem-sistem kepercayaan, wayang pun menawarkan berbagai macam filsafat hidup yang bersumber pada sistem-sistem kepercayaan tersebut, yang dari padanya dapat kita tarik suatu benang merah filsafat wayang.

Seni pertunjukan wayang itu sendiri, juga mengandung nilai filosofi. Sebagai contoh, gending-gending pembukaan (talu) yang mengawali sebuah pergelaran wayang, sudah dibakukan jenis dan urutannya. Gending patalon itu terdiri dari Cucur bawuk, dilanjutkan Pare Anom, Ladrang Srikaton, Ketawang Sukmailang, naik ke Gending Ayak-ayakan Manyura dan Srepegan Manyura, dan dipungkasi Gending Manyura. Gending patalon ini melambangkan suatu tataran tingkat kehidupan manusia, atau penjelmaan zat. Gending patalon ditabuh sebelum pertunjukan sebagai lambang penjelmaan zat sebelum manusia lahir di alam kehidupan nyata. Ini berarti, rancangan tataran tingkat kehidupan manusia sudah ada terlebih dulu di zaman alam baka.

Dihadapkan pada pengertian filsafat, budaya wayang yaitu unsurfalsafahnya dapat dimasukkan dalam pengertian filsafat sebagai pandangan hidup. Bertolak dari filsafat sebagai pandangan hidup itu dapat disusun filsafat sebagai ilmu filsafat. Ilmu filsafat bertumpu pada kemampuan rasio yaitu akal atau cipta untuk menganalisa sedalam-dalamnya tentang sesuatu. Ketika kemampuan akal manusia belum mampu mengetahui sesuatu maka lantas meloncat dengan menciptakan simbol-simbol sebagai gambaran realita yang tinggi atau high reality. Karena itu wacana filsafat wayang adalah simbol-simbol perwujudan high reality. Dengan demikian, maka wayang adalah produk alkulturasi budaya yang di dalamnya mengandung filsafat dalam pengertian pandangan hidup. Filsafat wayang diperoleh dari proses penalaran dan intuisi guna mencapai kebenaran dalam bentuk simbol-simbol.

Dalam posisinya sebagai pandangan hidup, filsafat wayang mempunyai tujuan yang berbeda dengan filsafat barat. Filsafat barat bertujuan mencari kearifan atau wisdom, "kawicaksanan", sedangkan filsafat wayang mencari kesempurnaan atau perfection, "kasampurnan". Namun kedua tujuan itu akhirnya sampai dimuara yang sama yaitu pada kebenaran dan kenyataan.Inilah yang disebut "kasunyatan", maksudnya yang nyata dan benar. Karena memiliki tujuan mencari kesempurnaan atau "nggayuhkasampurnan" itu, maka metoda atau cara yang ditempuh juga lebih menekankan pada perenungan. Mencapai kesempurnaan hidup ditempuh melalui upaya yang sungguh-sungguh mendekatkan diri pada Yang Maha Sempurna yaitu Tuhan Yang Maha Esa.


namun sayangnya, saat ini budaya wayang Indonesia makin lama makin terkikis keberadaannya...

padahal, banyak manfaat yang dapat kita peroleh di dalamnya... emoticon-Berduka (S)
Diubah oleh arruma
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh zhulato
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
31-05-2013 16:06
Quote:
Klasifikasi Filsafat

Quote:
Dalam membangun tradisi filsafat banyak orang mengajukan pertanyaan yang sama , menanggapi, dan meneruskan karya-karya pendahulunya sesuai dengan latar belakang budaya, bahasa, bahkan agama tempat tradisi filsafat itu dibangun.

Oleh karena itu, filsafat biasa diklasifikasikan menurut daerah geografis dan latar belakang budayanya. Dewasa ini filsafat biasa dibagi menjadi dua kategori besar menurut wilayah dan menurut latar belakang agama.

Menurut wilayah, filsafat bisa dibagi menjadi: filsafat barat, filsafat timur, dan filsafat Timur Tengah.


Quote:

  • Filsafat Barat
    Quote:Filsafat Barat adalah ilmu yang biasa dipelajari secara akademis di universitas-universitas di Eropa dan daerah-daerah jajahan mereka. Filsafat ini berkembang dari tradisi filsafat orang Yunani kuno.

    Tokoh utama filsafat Barat antara lain Plato, Thomas Aquinas, Réne Descartes, Immanuel Kant, Georg Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre.


  • Filsafat Timur
    Quote:Filsafat Timur adalah tradisi falsafi yang terutama berkembang di Asia, khususnya di India, Republik Rakyat Cina dan daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. Sebuah ciri khas Filsafat Timur ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama. Meskipun hal ini kurang lebih juga bisa dikatakan untuk Filsafat Barat, terutama di Abad Pertengahan, tetapi di Dunia Barat filsafat ’an sich’ masih lebih menonjol daripada agama.

    Nama-nama beberapa filsuf Timur, antara lain Sidharta Budha Gautama/Budha, Bodhidharma, Lao Tse, Kong Hu Cu, Zhuang Zi dan juga Mao Zedong.


  • Filsafat Timur Tengah
    Quote:Filsafat Timur Tengah dilihat dari sejarahnya merupakan para filsuf yang bisa dikatakan juga merupakan ahli waris tradisi Filsafat Barat. Sebab para filsuf Timur Tengah yang pertama-tama adalah orang-orang Arab atau orang-orang Islam dan juga beberapa orang Yahudi, yang menaklukkan daerah-daerah di sekitar Laut Tengah dan menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafah mereka.

    Lalu mereka menterjemahkan dan memberikan komentar terhadap karya-karya Yunani. Bahkan ketika Eropa setalah runtuhnya Kekaisaran Romawi masuk ke Abad Pertengahan dan melupakan karya-karya klasik Yunani, para filsuf Timur Tengah ini mempelajari karya-karya yang sama dan bahkan terjemahan mereka dipelajari lagi oleh orang-orang Eropa.

    Nama-nama beberapa filsuf Timur Tengah adalah Ibnu Sina, Ibnu Tufail, Kahlil Gibran dan Averroes.


Diubah oleh sabna.tamara
0 0
0
Halaman 1 dari 74
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia