alexa-tracking
Kembali ke Versi Lama
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/517d4231621243306c000005/ketuhanan-yang-maha-esa--ternyata-bukan-berarti-yang-satu
28-04-2013 22:37
KETUHANAN YANG MAHA ESA , ternyata bukan berarti YANG SATU
Saudara-saudara pasti tahu tentang sila pertama Pancasila,
KETUHANAN YANG MAHA ESA

Selama ini, kata "Esa" diartikan sebagai "Satu", sehingga penafsiran Sila Pertama menjadi "Ketuhanan yang SATU".
Kemudian ditafisirkan lagi menjadi "Menyembah Tuhan yang satu"

Makanya kemudian ada orang yg bisa-bisanya bilang:
Quote:Yg merasa bertuhankan bukan Tuhan Yang Maha Esa, silahkan OUT dari bumi Nusantara. Yang sukanya menghina-hina agama, menggoyang-goyangkan keyakinan orang akan Tuhan Yang maha Esa, silahkan OUT dari bumi nusantara.

ada yg nyembah Tuhan 3, ada yg nyembah dewa2, ada lagi yg nyembah pohon2..
~~ SI OKNUM


TAPI TERNYATA ARTI KATA ESA BUKAN SATU

Kata satu dalam bahasa sansekerta adalah EKA , bukan ESA. Lihat saja di semboyan Bhinneka Tunggal IKA. Bukan Bhinneka Tunggal ESA

Esa itu tidak sama dengan Eka.
Esa itu adalah kata ambilan dari bahasa Sanskrit yang bentuk kata bendanya adalah Etad artinya Suchness, as this, as it is.

Kalau negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya adalah mengakui bahwa negara mengakui bahwa segala macam yang terhadirkan apa adanya itu adalah manifestasi dari sifat Ke Maha-an Tuhan.
Artinya, bahwa semua ajaran yang ada di bumi pertiwi Nusantara ini juga adalah hadir mendunia karena kuasa Tuhan dalam manifestasi keberagamannya.

Dan Ketuhanan Yang Maha Esa artinya adalah Tuhan as it is. Tuhan dalam diriNya sendiri. Bukan "Tuhan" sebagai obyek akal kita. Tentu berbeda antara menyikapi Tuhan-as-it-is dengan Tuhan-as-obyek-akal. Kesemena-menaan dan kekerasan itu timbul karena SI OKNUM menganggap pengertian-akal-anda-tentang-Tuhan adalah Tuhan itu sendiri, sehingga mengabsolutkan pemahaman sekte SI OKNUM.

Jadi bisa kita simpulkan disini bahwa pihak yang menolak KeMaha-Esaan Tuhan adalah pihak yang semena-mena memaksakan pengertian Tuhan menurut kelompoknya sendiri, mengingkari keberagaman apa yang hadir mendunia as it is.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu jangan diartikan secara sempit dengan agama. Seseorang boleh dengan keyakinannya sendiri terhadap Tuhannya masing-masing. Begitulah rumusan Ir.Soekarno dalam pidato hari lahirnya Pancasila.

Quote:Kutipan Pidato Soekarno 1 Juni 1945 lahirnya Pancasila

Prinsip yang kelima hendaknya: Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad s.a.w., orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber-Tuhan. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada "egoisme-agama". Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang bertuhan!

Marilah kita amalkan, jalankan agama, baik Islam, maupun Kristen, dengan cara yang berkeadaban. Apakah cara yang berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain.

Nabi Muhammad s.a.w. telah memberi bukti yang cukup tentang verdraagzaamheid, tentang menghormati agama-agama lain. Nabi Isa pun telah menunjukkan verdraagzaamheid. Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini, sesuai dengan itu, menyatakan: bahwa prinsip kelima dari pada Negara kita, ialah Ketuhanan yang berkebudayaan, Ketuanan yang berbudi pekerti yang luhur, Ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain. Hatiku akan berpesta raya, jikalau saudara-saudara menyetujui bahwa Negara Indonesia Merdeka berazaskan Ketuhanan Yang Maha Esa!


Pemelintiran arti ESA menjadi SATU ini dilakukan sejak zaman orde baru. Jadi kalau liat di KBBI ,
Quote:esa num tunggal; satu;-- hilang, dua terbilang, pb berusaha terus dng keras hati hingga maksud tercapai; berbilang dr -- , mengaji dr alif, pb melakukan sesuatu hendaknya dr permulaan;

beresa-esaan /ber·e·sa-e·sa·an/ v 1 cak berada seorang diri saja; 2 merasa lengang;

mengesakan /meng·e·sa·kan/ v menjadikan (menganggap) satu: ~ Tuhan (mengakui bahwa Tuhan hanya satu);

keesaan /ke·e·sa·an/ n sifat yg satu: ~ Tuhan


Padahal kok bisa ESA menjadi EKA penjelasan etimologisnya darimana?


Sekarang lebih jelas bukan siapa pihak yang mengingkari Ke Maha-Esaan Tuhan. Apalagi sampai mengusir-usir dengan kepongahannya sendiri sebagai seorang manusia yang merasa lebih tahu tentang Ketuhanan daripada Tuhan itu sendiri.

Mulai sekarang, bookmark page ini. Begitu ada orang mulai ngomong agama K gak sesuai pancasila karena Tuhannya ada 3, agama H gak sesuai pancasila karena Tuhannya ada banyak, silahkan dikirim ke page ini.

SUMBER:
CATATAN FACEBOOK TEMAN
http://id.wikisource.org/wiki/Lahirn...Prinsip_kelima
http://spokensanskrit.de/index.php?s...e&direction=AU
http://spokensanskrit.de/index.php?s...e&direction=AU

izin moderator:
Quote:Original Posted By hateisworthless



Approved
silahkan dilanjut threadnya


Diubah oleh xenocross
0
Kutip
Balas
Tampilkan isi Thread
Urutan
Terlama
Halaman 2 dari 6
29-04-2013 19:36
yg jelas, tuhan itu tunggal
0
Kutip
Balas
29-04-2013 20:05
semoga tidak ada perdebatan ditread iniemoticon-I Love Kaskus (S)
0
Kutip
Balas
29-04-2013 21:06
saling menghormati, mantap gan emoticon-Blue Guy Smile (S)emoticon-rose
0
Kutip
Balas
30-04-2013 14:55
Quote:Original Posted By .erlangga.


pertanyaan yg diatas itu adlh pertanyaan dlm kerangka ke-Tuhan-an yaitu suatu pembicaraan tntng karakteristik Tuhan, dan "bukan Tuhan sebagaimana adanya Dia"


Maksud dari pertanyaan itu adalah terkadang manusia salah dalam berpandangan. Manusia mempunyai suatu 'konsep kemanusiaan' dimana Tuhan juga 'berbentuk'. Nah disinilah mulainya terjadi kesalahan dalam berpandangan. Sehingga makin lama error tsb makin panjang dan akhirnya malah membuat keblinger manusia itu sendiri.

Maksud dari pertanyaan di atas adalah bahwa BENTUK TUHAN itu bukanlah batu ataupun serpihan halus seperti atom karena 'bentuk Tuhan tidaklah tetap lagi'. Bentuk Tuhan itu ada di antara kedua benda tsb. Bentuk Tuhan itu adalah ENERGI yg terkandung dalam benda tsb. Tanpa adanya energi, maka benda tsb tidak dpt terlihat, tidak dpt tersentuh dll. Dan hal itu adalah REALITA. Bukan konsep mimpi yg susah utk dibuktikan. Kalau ada 'dongeng tentang Tuhan yg sulit utk dibuktikan' maka itu bukanlah realita / kenyataan. Mau kah anda percaya dengan konsep mimpi seperti itu ???
0
Kutip
Balas
30-04-2013 22:41
emoticon-Matabelo
semoga bayak yang baca lalu mengerti arti dan makna ESA
0
Kutip
Balas
01-05-2013 00:26
penjabaran yang mantab sekali, banya orang mengartikan salah tentang ke-Esa-an Tuhan..moga bisa menjadi pelajaran terutama untuk saya.. emoticon-Matabelo
0
Kutip
Balas
01-05-2013 01:37
tuhan itu emang banyak gan...

kalau illah yang patut diibadahi ya cuma Allah, yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan... emoticon-Malu (S)
0
Kutip
Balas
01-05-2013 10:26
Quote:Original Posted By FB1


Maksud dari pertanyaan itu adalah terkadang manusia salah dalam berpandangan. Manusia mempunyai suatu 'konsep kemanusiaan' dimana Tuhan juga 'berbentuk'. Nah disinilah mulainya terjadi kesalahan dalam berpandangan. Sehingga makin lama error tsb makin panjang dan akhirnya malah membuat keblinger manusia itu sendiri.

Maksud dari pertanyaan di atas adalah bahwa BENTUK TUHAN itu bukanlah batu ataupun serpihan halus seperti atom karena 'bentuk Tuhan tidaklah tetap lagi'. Bentuk Tuhan itu ada di antara kedua benda tsb. Bentuk Tuhan itu adalah ENERGI yg terkandung dalam benda tsb. Tanpa adanya energi, maka benda tsb tidak dpt terlihat, tidak dpt tersentuh dll. Dan hal itu adalah REALITA. Bukan konsep mimpi yg susah utk dibuktikan. Kalau ada 'dongeng tentang Tuhan yg sulit utk dibuktikan' maka itu bukanlah realita / kenyataan. Mau kah anda percaya dengan konsep mimpi seperti itu ???


ia makanya kan ane bilang, penjelasan ente tuh hanya menjelaskan karakteristik Tuhan (pembuktian) bkn menjelaskan Tuhan sebagaimana adanya Dia. Tiada misteri selain Dia......
0
Kutip
Balas
01-05-2013 11:22
Mantabbbb mbah penjelasannya... emoticon-thumbsup:
Kenapa di indonesia iso beranekaragam agama...
Kenapa di UU ada pasal 29...

Emang...emang Pak Presiden RI-1
heheee...
Diubah oleh gillbates
0
Kutip
Balas
01-05-2013 11:37
Quote:Original Posted By petroexs


Yo udah besok diganti sila ke sijine.......emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
tpi neng arab.....


Ya manut bae lah inyong ... sing penting inyong arep madang ndisit ... wis kencot wetengeee ...

emoticon-Ngakak
0
Kutip
Balas
02-05-2013 00:18
oiyah mohon maaf sebelum nya ni agan, saya setuju yg agan bilang dalam hal ini, tp ada satu pertanyaan yg selama ini blum ane temuin? Kenapa kita sering kali menjelekan agama satu sama laen jujur banyak kejadian yg ane alami ni dari temen2 ane klo ngatain agama org, buat apa ngurusin agama org laen, apa untung nya mereka yg bersikap kaya gitu? Dalam hati ane juga bilang ke mereka (yg suka ngejugje agama laen) mereka punya agama tp ngga di pake agama nya sering menghina agama yg udah ada.
0
Kutip
Balas
02-05-2013 12:46
trit na mantap, bagus tuh bwt smua penghuni NUSANTARA biar gak saling mencela lagi... Krn msh byk org yg terlalu fanatik akan ajaran AGAMA na, dan salah menafsirkan , sehingga terkadang menganggap AGAMA lain itu adalah sesuatu yg salah, dan mulai mencelah dan menjelek"kan AGAMA lain tersebut...
0
Kutip
Balas
02-05-2013 19:20
Esa itu arti'a sebangsa satu yaitu arti'a sendiri yg dimaksud sendiri yaitu tidak ada kawan artinya tidak ada yg menyamai
maka Dat yg Esa yaitu :
- Dat yg tidak merupakan figur
- Dat yg tidak berada di suatu tempat
- Dat yg tidak merupakan benda padat
- Dat yg tidak terlintas oleh angan" manusia / tidak bisa di bayangkan
- Dat yg tidak membutuhkan orang lain
- Dat yg di butuhkan oleh orang lain

maka semua makhluk di dunia ini khususnya seluruh manusia di dunia ini semuanya membutuhkan Tuhan, hanya saja yg merasa membutuhkan Tuhan sangat sedikit sekali
orang yg berilmu itu mengetahui kedudukan dirinya di hadapan Tuhan
0
Kutip
Balas
03-05-2013 05:19
ternyata ini yah arti esa sebenernya..
pantes pas ane sekolah, ane bingung isi pancasila sama arti dari pidato bung karno yang suka menyebut esa itu suka berbeda arah sama sekarang..
apa benar.
1. ketuhanan yang maha tunggal, atau
2. ketuhanan yang maha besar (yang artian nya dia mencakup semua agama di indonesia ini, dan tidak memihak ke suatu agama).
karna kan menurut sejarah juga yang membantu kemerdekaan indonesia ga cuman 1 suku atau agama saja..
tapi dari berbagai suku dan agama..
bahkan termasuk orang tionghoa juga..
0
Kutip
Balas
03-05-2013 09:00
TUHAN...TUHAN...TUHAN....
Kau selalu menjadi perdebatan antara kami...
(kami tau Kaulah yang menginginkan kami memperdebatkanMu)
Kau yang selalu kami cari...
(kami tau Kaulah yg menginginkan kami untuk mencariMu)
Kau yg membuat kami berbeda-beda...
(Kaulah yg menginginkan kami berdeda-beda)
Kami yang selalu SALAH dan Kau yang selalu BENAR...

Dari air hina kami tercipta, bahkan sebelum air hina itu tercipta...kami hanyalah hasrat dari kedua orang tua kami...
Darimanakah hasrat kedua orang tua kami itu ?? dari hasrat orang tua - orang tua kami terdahulu ?? dari hasrat ADAM dan HAWA ??
Darimanakah hasrat hasrat ADAM dan HAWA ??

Kami sadar, kami ada dari ketiadaan....hingga kini...setelah kami memiliki jasad, kami dapat melihat diri kami SENDIRI...
Namun...ketika kami memejamkan mata kami, kami kembali tidak dapat melihat keberadaan kami, kami hanya melihat gelap dan hanya ada AKU didalamnya yg tengah melihat kegelapan itu. dan kembali kami tidak melihat diri kami, meski kami sadar kami tengah melihat.

Kami tidak dapat membohongi diri kami, ketika muncul dalam diri kami KERINDUAN akan diriMU...
Tapi kenapa ada kerinduan kami padaMU, sedang kami tidak pernah bertemu denganMu...??

Yang kami tau, Rindu muncul ketika seseorang dengan seseorang yang lain terpisah dalam waktu yang lama...
Bila benar kami pernah bertemu denganMu....
Kapan dan dimanakah pertemuan itu ??
Kenapa kami lupa akan pertemuan itu ??
Ataukah Rindu itu hanyalah angan-angan kami saja ??


KAMI adalah AKU didalamnya
............................................

Ketika Manusia menunjuk dirinya sendiri,Maka dia menjawab "Itu adalah Aku"
Ketika Matahari menunjuk dirinya, maka dia menjawab "itu adalah Aku "
Begitupun dengan semua Makhluk dan benda yang ada, Ketika mereka menunjuk dirinya sendiri, mereka akan menjawab " Itu adalah Aku "

KAMI SADAR...
PENCARIAN KAMI ADALAH SIA-SIA....
SEBELUM KAMI KEMBALI KEPADA DIRI KAMI....
SEBELUM KAMI KEMBALI KEPADA KETIADAAN.....
Diubah oleh shancescta99
0
Kutip
Balas
05-05-2013 02:57
jika mempelajari berbagai agama yang adam didalam masing-masing ajaran agama pasti aja satu zat/bentuk superpower emoticon-Big Grin

*Buddhisme = Nibbana/Nirvana
*Hinduisme = Nirvana & Tri Mukti & Sanghyang Widhi
*Islam = Allah
*Jainisme = Nirvana
*Judaisme/Yahudi = Elohim & YHWH/Yahweh
*Konghucu = Moralitas
*Kristen = Allah & Jesus
*Shinto = Amateratsu
*Sunda Wiwitan = Sanghyang Kersa
*Taoisme = Tao
*Sikkhisme = Karta Purakh
*Zoroastrianisme = Ahura Mazda

itu aja yang ane tahu hanya sedikit, jadi menurut ane apapun agamanya pasti ada satu kekuatan maha dasyat didalamnya yang perlu diikuti emoticon-shakehand

jadi Ketuhanan yang maha esa itu maksudnya kalau di bahasa sansekerta itu esa artinya banyak, bisa kesatuan, ini, semua ini, ini sama, DLL.

Source : http://vedabase.net/e/esa
0
Kutip
Balas
05-05-2013 08:00
terimakasih gan xeno, sudah memberikan penjelasan hehe,

kan klo pelajaran ppkn kek gini, bisa jd anak didik na cerdas, emoticon-Big Grin
0
Kutip
Balas
05-05-2013 17:36
wow gw baru tau gan,

izin nimbrung gan, baru buat trit di lounge , copas dan quote dr trit ente di bpln barusan yg soal myanmar emoticon-Ngakak

klo trit gini kyknya sepi y gan emoticon-Bingung (S)
0
Kutip
Balas
05-05-2013 19:21
Quote:Original Posted By shancescta99
TUHAN...TUHAN...TUHAN....
Kau selalu menjadi perdebatan antara kami...
(kami tau Kaulah yang menginginkan kami memperdebatkanMu)
Kau yang selalu kami cari...
(kami tau Kaulah yg menginginkan kami untuk mencariMu)
Kau yg membuat kami berbeda-beda...
(Kaulah yg menginginkan kami berdeda-beda)
Kami yang selalu SALAH dan Kau yang selalu BENAR...

Dari air hina kami tercipta, bahkan sebelum air hina itu tercipta...kami hanyalah hasrat dari kedua orang tua kami...
Darimanakah hasrat kedua orang tua kami itu ?? dari hasrat orang tua - orang tua kami terdahulu ?? dari hasrat ADAM dan HAWA ??
Darimanakah hasrat hasrat ADAM dan HAWA ??

Kami sadar, kami ada dari ketiadaan....hingga kini...setelah kami memiliki jasad, kami dapat melihat diri kami SENDIRI...
Namun...ketika kami memejamkan mata kami, kami kembali tidak dapat melihat keberadaan kami, kami hanya melihat gelap dan hanya ada AKU didalamnya yg tengah melihat kegelapan itu. dan kembali kami tidak melihat diri kami, meski kami sadar kami tengah melihat.

Kami tidak dapat membohongi diri kami, ketika muncul dalam diri kami KERINDUAN akan diriMU...
Tapi kenapa ada kerinduan kami padaMU, sedang kami tidak pernah bertemu denganMu...??

Yang kami tau, Rindu muncul ketika seseorang dengan seseorang yang lain terpisah dalam waktu yang lama...
Bila benar kami pernah bertemu denganMu....
Kapan dan dimanakah pertemuan itu ??
Kenapa kami lupa akan pertemuan itu ??
Ataukah Rindu itu hanyalah angan-angan kami saja ??


KAMI adalah AKU didalamnya
............................................

Ketika Manusia menunjuk dirinya sendiri,Maka dia menjawab "Itu adalah Aku"
Ketika Matahari menunjuk dirinya, maka dia menjawab "itu adalah Aku "
Begitupun dengan semua Makhluk dan benda yang ada, Ketika mereka menunjuk dirinya sendiri, mereka akan menjawab " Itu adalah Aku "

KAMI SADAR...
PENCARIAN KAMI ADALAH SIA-SIA....
SEBELUM KAMI KEMBALI KEPADA DIRI KAMI....
SEBELUM KAMI KEMBALI KEPADA KETIADAAN.....


Ijin Kopas gan, mo ane pelajari maknanya...
emoticon-Salaman
0
Kutip
Balas
06-05-2013 01:56
TAPI TERNYATA ARTI KATA ESA BUKAN SATU

Kata satu dalam bahasa sansekerta adalah EKA , bukan ESA. Lihat saja di semboyan Bhinneka Tunggal IKA. Bukan Bhinneka Tunggal ESA

Esa itu tidak sama dengan Eka.
Esa itu adalah kata ambilan dari bahasa Sanskrit yang bentuk kata bendanya adalah Etad artinya Suchness, as this, as it is.

Kalau negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya adalah mengakui bahwa negara mengakui bahwa segala macam yang terhadirkan apa adanya itu adalah manifestasi dari sifat Ke Maha-an Tuhan.
Artinya, bahwa semua ajaran yang ada di bumi pertiwi Nusantara ini juga adalah hadir mendunia karena kuasa Tuhan dalam manifestasi keberagamannya.

Ane baru nyadar gan...betul skali ESA bukan EKA gan, tp merupakan sifat ke-maha-an Tuhan. Mksh gan impohnya. emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Kaskus (S)
0
Kutip
Balas
Halaman 2 dari 6
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2018 Kaskus – The Largest Indonesian Community