Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
285
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50f23306ea74b40e0700000e/indonesia--pembantaian-yang-tidak-tercatat
Assalamualaikum wr.wb Jangan lupa Kasih ini Gan.... Di Jawa kami harus menghasut penduduk untuk membantai orang orang Komunis. Di Bali kami harus menahan mereka, untuk memastikan bahwa mereka tidak bertindak terlalu jauh – Sarwo Edhie , Komandan RPKAD. Ucapan mertua Presiden SBY, itu dalam sebuah konperensi pers awal tahun 1966 antara telah dilaporkan dalam beberapa bentuk. Ini menjelaskan, sala
Lapor Hansip
13-01-2013 11:07

INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat

Assalamualaikum wr.wb



Jangan lupa Kasih ini Gan....


INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat



Quote:

Di Jawa kami harus menghasut penduduk untuk membantai orang orang Komunis. Di Bali kami harus menahan mereka, untuk memastikan bahwa mereka tidak bertindak terlalu jauh Sarwo Edhie , Komandan RPKAD.

Ucapan mertua Presiden SBY, itu dalam sebuah konperensi pers awal tahun 1966 antara telah dilaporkan dalam beberapa bentuk. Ini menjelaskan, salah satu sejarah paling kelam dalam bangsa ini, yang tak pernah ditulis dalam buku buku sejarah anak anak kita di sekolah.

Pembantaian mereka yang dianggap komunis paska pemberontakan G 30 S PKI yang gagal.Kita mestinya sepakat bahwa pengungkapan itu bukan untuk menorah luka lama. Tetapi untuk sebagai bahan pelajaran sehingga tak terulang.

Laporan The Econimist London, berdasarkan informasi ilmuwan ilmuwan Indonesia, mengemukakan bahwa 100.000 orang tewas hanya dalam hitungan bulan Desember 1965 hingg Februari 1966.

Menurut Komisi Pencari Fakta yang dibentuk setelah peristiwa berdarah itu, jumlah korban hanya 78.000 orang. Tapi, Oei Tjoe Tat – menteri negara jaman Bung Karno – yang menjadi ketua tim, justru meragukan penemuan itu. Dalam perjalanannya melakukan penyelidikan ia justru dihambat oleh aparat militer setempat. Ia menyebutkan angka itu terlalu dikecilkan. Dengan menyindir ia menyebut bukan 78.000 tapi 780.000.

Dalam memoarnya, Oei Tjoa Tat menceritakan perjalanannya ke Bali, justru tidak bisa mendapatkan akses kemana mana, karena dikarantina di hotel, akhirnya dia bisa diselundupkan suatu malam, dengan melewati dapur untk bertemu sumber sumber penyelidikan.

Dari situ ia bisa mengetahui pembunuhan yang terjadi terhadap I Gede Puger, Ketua PKI Bali yang bertubuh gemuk. Tubuhnya dipotong potong, sehingga daging lemaknya terburai sebelum akhirnya kepala di tembak. Tidak hanya dia yang dibunuh, juga seluruh anak istrinya.

Bahkan Gubernur Bali, Anak Agung Bagus Suteja yang berafiliasi pada PKI, hilang tanpa bekas.

Suatu saat setelah laporan Komisi Pencari Fakta selesai. Oei Tjoe Tat dipanggil Bung Karno secara sembunyi bunyi.

“ Sst..sini sebentar,. berapa angka yang sesungguhnya..” tanya Bung Karno.
“ Lho khan ada releasenya Pak, sekitar 78.000 “.
“ Sudahlah saya tidak percaya “ sergah Bung Karno
Oei Tjoe Tat lalu melihat sekelilingnya karena takut ada yang mendengar. Lalu ia membisiki Bung Karno,
“ Ya..dikalikan 5 kali lipat saja pak dari angka itu “.


Kelak Oei Tjoe Tat ditahan rezim orde baru karena dianggap sebagai orang Soekarno.

Anehnya Komkaptib, lembaga bentukan Orde baru yang sangat berkuasa dan dapat menentukan hidup matinya seseorang. Dalam laporannya, menyebutkan angka hampir sebesar 1 juta orang, dengan perincian 800,000 korban di Jawa dan 100.000 korban di Bali dan Sumatera.

Besarnya angka itu juga menunjukan adanya praktek genosida ( genocide ) yakni menghilangkan kelompok tertentu.

Jika Pol Pot melakukannya pembantaian untuk menghilangkan kelas borjuis dan intelektual dalam beberapa tahun. Di Indonesia mereka melakukan pembantaian dalam hitungan bulan.

Ada beberapa cara penghitungan selain sumber sumber resmi di atas, seperti menghitung jenasah yang menjadi korban pembantaian – termasuk membongkar kuburan kuburan – walau agak sulit, karena banyak kejadian dengan membuang korban di jurang, hutan, tempat tempat terpencil atau membuat kuburan gelap.

Ada cara lain, meminta kesaksian dari korban yang kebetulan selamat, orang yang menyaksikan atau pelakunya sendiri.

Maskun Iskandar & Jopie Lasut, pernah mempublikasikan “ Laporan dari daerah maut Purwodadi “ dalam Koran ‘ Indonesia Raya tanggal 17 Maret 1969. Mereka menemukan tentara pangkat rendah dan dijuluki James bond agen 007 oleh rekan rekan instansi militernya. Dijuluki demikian karena memiliki lisensi membunuh seperti agen rahasia Inggris itu, dan dalam suatu kendurian warga, ia berkoar koar telah membunuh ratusan orang komunis.
Cara lain adalah dengan teknik demografi, membandingkan jumlah penduduk suatu daerah sebelum dan sesudah kejadian. Walau cara ini kurang efektif.
Ada cara lain yakni dengan metode intuisi, yakni secara moderat tidak terlalu kecil dan tidak dibesar besarkan. Robert Gribb yang menulis ‘ The Indonesian Killings ‘ menyebut 500 ribu sebagai angka yang wajar.

Jumlah tersebut didukung teknik yang dibuat Iwan Gardono, dalam disertasinya ‘ The Destruction of the Indonesian Comunist Party ( a comparative analysis of Esat Java and Bali ) di Harvard University tahun 1992. Ia menjumlahkan semua angka pada 39 artikel / buku yang mengulas pembantaian 1965 / 1966 dan membagi dengan 39 sehingga diperoleh angka rata rata 430.590 orang.

Statistik itu tidak menunjukan perasaan sesungguhnya, tidak menggambarkan ketika orang dibunuh dengan dingin, diperkosa serta kengerian yang luar biasa terjadi. Selain itu sebuah tanda tanya kenapa aparat militer tidak mencegah kejadian itu, justru membiarkan pembantaian itu terjadi.

Ucapan komandan RPKAD diatas menjelaskan bagaimana keterlibatan militer secara tidak langsung dalam pembantaian ini.

Terutama di Jawa, angkatan darat dengan kesatuan RPKAD menyebarkan daftar nama nama anggota PKI yang harus dibunuh, serta melatih organisasi pemuda sipil untuk bisa menguasai teknik dasar pertempuran – baca pembantaian.

Dalam pidatonya di Bogor tgl 18 Desember 1965, di hadapan mahasiswa HMI. Bung Karno meminta agar HMI ‘turba’ – turun ke bawah untuk mencegah pembunuhan massal di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pembantaian sangat keji. Orang disembelih, dipotong dan dibunuh begitu saja. Bahkan orang tidak berani menguburkan jenasah korban.

Lebih jauh Bung Karno menggambarkan , “ Awas kalau berani ngrumat jenasah. Engkau akan dibunuh. Jenasah diklelerkan begitu saja, dibawah pohon, dipinggir sungai. Dilempar bagai bangkai anjing yang sudah mati “.
Bahkan dalam iring iringan mobil Bung Karno di Jawa Timur. Salah satu mobil diberhentikan, dan penumpangnya diberi bungkusan berisi kepala pemuda rakyat.

Pembunuhan orang orang Komunis ini terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Sebagian Sulawesi, Pulau Jawa, Bali, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Di Jawa kerusuhan anti komunis menyebar di seluruh penjuru pulau, dengan konsentrasi di pedesaan. Di Surabaya, muslim Madura adalah kelompok terbesar yang melakukan pembantaian, sementara di daerah lain unit unit militer, kelompok warga sipil yang sebagian besar anggotanya adalah para pemuda yang bergabung dengan partai politik antikomunis.

Disini Ansor yang berafiliasi dengan NU memainkan peranan penting dalam pembantaian ini. Gus Dur dalam masa jabatan kepresidennnya pernah menyuarakan rekonsiliasi serta permintaan maaf atas pembunuhan yang dilakukan orang orang Ansor dan banser NU.

Di Jawa tengah dan Jawa Timur sebagai ladang pembantaian utama mulai dari wilayah Banyumas, Solo, Klaten, Boyolali, Purwodadi sampai Pati. Sementara di timur, mulai dari Kediri, Ponorogo dan yang paling parah daerah Probolinggo, Pasuruan, Situbondo sampai Banyuwangi.

Bahkan Ansor sampai harus menyebrangi selat Bali, membantu membantai orang orang komunis di daerah bali barat.

Awalnya memang orang orang Komunis sempat diatas angin, dengan menangkapi tokoh tokoh agama atau tokoh masyarakat yang berafiliasi dengan PNI. Beberapa pertempuran terjadi antara komunis dengan Ansor, kaum nasionalis dan pemuda Kristen.

Namun sejak RPKAD mengirim satu batalyon menuju Jawa Tengah pada tgl 17 Oktober 1965. Keadaaan berubah drastis. Pihak komunis menjadi terdesak, dan dibantai sampai keluarganya atau kerabatnya.
Banyak pembunuhan terjadi karena amuk massa atau fitnah dari orang orang yang tidak suka kepada mereka yang dicurigai simpatisan. Padahal bukan komunis.

Di daerah Klaten, pemuda nasionalis membentuk satuan khusus yang dinamakan ‘ Pasukan Banteng Serba Guna “ bekerja sama dengan pemuda pemuda Islam dan pemuda Kristen yang membentuk “ Barisan Pengawal Yesus “. Mereka mendapat latihan militer dari satuan RPKAD yang berbasis di Kandang Menjangan dan Kartasura.




Quote:
Diubah oleh iqbalgraha
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 7 dari 15
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:12
emoticon-Belomatabelo kejam2 banget
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:31
parah parah emang gan.. emoticon-Matabelo
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:36
SEANDAINYA PK* BERKUASA TENTU AKAN TERJADI HAL YANG KEBALIKANNYA
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:37
ngeri bangat nich emoticon-Takut (S)
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:38
sadis banget gan emoticon-Takut
Jadi ini pembataian yang ga pernah dicatat di buku-buku sejarah
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:40
tiap negara punya sejarah kelam ny sendiri gan emoticon-Smilie
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:43
kata kake ane sih dulu waktu jaman itu ngeri banget gaberani keluar rumah, kalo keluar rumah bisa disangka pki dan langsung dibunuh.. ngerii..
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:47
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat

PERLU DI INGET WAKTU ITU "PERANG DINGIN ANTAR US vs UNI SOVIET "LAGI DINGIN2 NYA BRO SEMUA........???

0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:48
sejarah bangsa ini masih kabur gan...siapa da apa PKi itu...
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:50
emoticon-Matabelo sereem banget ye gan....
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:51

salah mereka emang apaan sih sampe di bantai kayak gitu...
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:53
Quote:Original Posted By eternal4n
kata kake ane sih dulu waktu jaman itu ngeri banget gaberani keluar rumah, kalo keluar rumah bisa disangka pki dan langsung dibunuh.. ngerii..


SAMA BRO,,,eyang ane aja yg seorang imam masjid ,pada waktu itu di tuduh PKI karena pada saat itu banyak masarakat yg sering ngumpul2 di rumah eyang untuk ngaji,,,dan sebagenya,,,e eee malah eyang ane di tuduh ngajarin ajaran pki...emoticon-Mad (S)emoticon-Mad (S)
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 09:56
ngeri banget gan emoticon-Takut (S)

sejarah hrs trs di wariskan, walau itu kelam dan kotor
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 10:10
Cuma bisa bantu doa buat almarhum yg bukan anggota PKI yg ikut di bantai.. emoticon-Turut Berduka
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 10:11
Pada masa soharto aja berapa banyak masyaraka Aceh yg di bunuh,mulai dr Ulama terkemuka sampai dgn anak²,dasar tidak tau terima kasih,berapa banyak indonesia di tlg sama Aceh,tp tidak tau trima kasih...
Air susu di bls dgn air Tuba.....
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 10:17
ijin menyimak aja dah
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 10:28
ya kok ane nilainya sama2 salah ya..PKI membantai besar2an hingga tercetus G 30S PKI,trus militer yg katanya memberantas PKI,jadi buta mata..ya sama2 sadis lah..ambil positifnya aja,jgn mau di propaganda sama orng2 yg punya kepentingan..
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 11:17
busyetttt gimana ceritanya yah kok bisa sampai enggak tercatat gitu emoticon-Bingung (S) emoticon-Bingung (S)
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 11:34
serba salah dah ngikut aliran mana waktu itu, salah2 bisa dibantai abis2n...
0 0
0
INDONESIA , Pembantaian yang tidak tercatat
14-01-2013 11:40
serem jg di bantai gitu emoticon-Takut
0 0
0
Halaman 7 dari 15
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia