- Beranda
- Berita dan Politik
Chatib Basri: RI Tak Kompetitif, Minim Kena Efek Perang Dagang
...
TS
jaguarxj220
Chatib Basri: RI Tak Kompetitif, Minim Kena Efek Perang Dagang
Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri meyakini perang dagang global saat ini tidak akan berdampak negatif secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini justru terjadi akibat pasar perdagangan internasional Indonesia tak kompetitif dibanding negara lain di Asia.
"Secara keseluruhannya (perang dagang) dampak ekonominya ke Indonesia akan relatif terbatas," kata mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 itu dalam kuliah umum yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rabu (14/5/2025).
Hal tersebut disebabkan karena rasio penerimaan produk domestik bruto (PDB) relatif kecil. Bahkan kata dia, hal itu cenderung akan membuat ekonomi Indonesia tumbuh membaik daripada negara tetangganya, Vietnam dan Singapura.
"Dalam kasus Singapura, rasio dari ekspor PDB 180%, Vietnam 79%, dan Indonesia 25%. Jadi kalian jangan kaget kalau pertumbuhan ekonomi tahun ini akan lebih tinggi daripada Vietnam, dibandingkan Singapura. Simple (sederhana), karena soal rasio terhadap PDB-nya relatif kecil," jelasnya.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang lebih baik daripada negara Vietnam dan Singapura terjadi karena minimnya keterkaitan Indonesia dengan dunia.
"Jadi tak usah khawatir terjadinya resesi, karena 2 hal, good policy respons (respon kebijakan yang baik) dan good luck (keberuntungan). Ini kita tidak didesain, tapi karena kita tidak kompetitif, akibatnya kita nggak terlalu kena banyak," tambahnya.
Chatib juga menambahkan, pada sumber pertumbuhan ekonomi dunia masih datang dari developing economic terutama negara Asia. Sebab, negara di Asia pertumbuhan ekonominya masih bisa mencapai 4,6%.
"Hal yang terjadi adalah sumber pertumbuhan datang dari emerging market (pasar negara berkembang) dan developing economic (ekonomi negara maju), terutama Asia. Karena Asia masih bisa tumbuh 4,6%. Saya mau bilang, sumber pertumbuhan ekonomi global masih datang dari Asia," pungkasnya.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...perang-dagang/
Sebenernya berita positif, tapi kok kedengeran negatif ya..
Kayak ada orang yg bilang, "ente kaga bakalan pusing kok, kan ente g0bl0k"
"Secara keseluruhannya (perang dagang) dampak ekonominya ke Indonesia akan relatif terbatas," kata mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 itu dalam kuliah umum yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rabu (14/5/2025).
Hal tersebut disebabkan karena rasio penerimaan produk domestik bruto (PDB) relatif kecil. Bahkan kata dia, hal itu cenderung akan membuat ekonomi Indonesia tumbuh membaik daripada negara tetangganya, Vietnam dan Singapura.
"Dalam kasus Singapura, rasio dari ekspor PDB 180%, Vietnam 79%, dan Indonesia 25%. Jadi kalian jangan kaget kalau pertumbuhan ekonomi tahun ini akan lebih tinggi daripada Vietnam, dibandingkan Singapura. Simple (sederhana), karena soal rasio terhadap PDB-nya relatif kecil," jelasnya.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang lebih baik daripada negara Vietnam dan Singapura terjadi karena minimnya keterkaitan Indonesia dengan dunia.
"Jadi tak usah khawatir terjadinya resesi, karena 2 hal, good policy respons (respon kebijakan yang baik) dan good luck (keberuntungan). Ini kita tidak didesain, tapi karena kita tidak kompetitif, akibatnya kita nggak terlalu kena banyak," tambahnya.
Chatib juga menambahkan, pada sumber pertumbuhan ekonomi dunia masih datang dari developing economic terutama negara Asia. Sebab, negara di Asia pertumbuhan ekonominya masih bisa mencapai 4,6%.
"Hal yang terjadi adalah sumber pertumbuhan datang dari emerging market (pasar negara berkembang) dan developing economic (ekonomi negara maju), terutama Asia. Karena Asia masih bisa tumbuh 4,6%. Saya mau bilang, sumber pertumbuhan ekonomi global masih datang dari Asia," pungkasnya.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...perang-dagang/
Sebenernya berita positif, tapi kok kedengeran negatif ya..
Kayak ada orang yg bilang, "ente kaga bakalan pusing kok, kan ente g0bl0k"
bigbuncit dan 9 lainnya memberi reputasi
10
444
22
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.7KThread•57.7KAnggota
Tampilkan semua post
adi503
#10
Sekedar komentar.. Sepertinya ekspor ada kecendrungan "dinikmati" Hanya oleh segelintir penduduk Indonesia.
Pertumbuhan sekitar 5% "mungkin" Memang ideal untuk kita.
Untuk jumlah penduduk yang lumayan banyak dan bentuk kepulauan yang luas, tantangan kita unik dan beda di antara negara lain.
Kalaupun kita terlalu "cepat" Mencapai negara maju.. Ada kecendrungan harga2 kebutuhan dasar juga ikut naik "liar" Seperti kebanyakan negara2 maju,.. Kecuali subsidi energi di buat besar dan ini ada resiko pada APBN.
Pertumbuhan sekitar 5% "mungkin" Memang ideal untuk kita.
Untuk jumlah penduduk yang lumayan banyak dan bentuk kepulauan yang luas, tantangan kita unik dan beda di antara negara lain.
Kalaupun kita terlalu "cepat" Mencapai negara maju.. Ada kecendrungan harga2 kebutuhan dasar juga ikut naik "liar" Seperti kebanyakan negara2 maju,.. Kecuali subsidi energi di buat besar dan ini ada resiko pada APBN.
winterofsahara memberi reputasi
1
Tutup